Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: irfan.seo@tanyadok.com

Irfan

About Irfan

Showing 11–20 of 423 results

  • Kembali bertambahnya kasus Covid-19 klaster perkantoran di DKI Jakarta pada bulan April 2021, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat program vaksinasi Covid-19 bagi buruh dan pekerja. Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi? Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta pada Rabu, 28 April 2021. Pada […]

    Klaster Perkantoran DKI Jakarta Kembali Tinggi, Vaksinasi Buruh dan Pekerja Dipercepat

    Kembali bertambahnya kasus Covid-19 klaster perkantoran di DKI Jakarta pada bulan April 2021, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat program vaksinasi Covid-19 bagi buruh dan pekerja.

    klaster perkantoran DKI Jakarta kembali tinggi

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta pada Rabu, 28 April 2021.

    Pada periode 12-18 April 2021 tercatat peningkatan kasus aktif klaster perkantoran mencapai 425 kasus dari 177 perkantoran. Sementara di pekan sebelumnya, yaitu periode 5-11 April 2021 hanya terdapat 157 kasus positif Covid-19 di 78 perkantoran.

    Disnakertrans DKI berharap percepatan vaksinasi Covid-19 di lingkungan perkantoran dapat memberikan perlindungan bagi buruh dan pekerja dari Covid-19.

    Selain itu juga untuk membantu memulihkan perekonomian terutama di DKI Jakarta sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan.

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI, Riza Patria dalam acara vaksinasi untuk buruh dan pekerja pada Sabtu 1 Mei 2021 yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional.

    Riza Patria mengungkapkan bahwa percepatan vaksinasi Covid-19 dapat mengembalikan produktivitas kaum buruh dan pekerja.

    Baca Juga: Cara Mengendalikan Laju Covid-19 di Lingkungan Kantor?

    Para pekerja dan buruh masuk dalam tahap ketiga program vaksinasi nasional, setelah tenaga kesehatan pada tahap pertama dan petugas pelayanan publik pada tahap kedua.Tahap ketiga ini rencananya dimulai pada April 2021 hingga Maret 2022.

    Penyebab Kasus Covid-19 Klaster Perkantoran Kembali Naik

    Kembali naiknya klaster perkantoran di DKI Jakarta disebabkan karena mulai abainya para pekerja dalam menerapkan protokol kesehatan selama di tempat kerja.

    Selain itu, banyak perkantoran yang mulai melonggarkan atau bahkan tidak menerapkan aturan maksimal 50% dari kapasitas.

    Hal ini yang menyebabkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta kepada para pengusaha untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja meskipun sudah divaksin Covid-19.

    Baca Juga: Kebijakan Vaksinasi Gotong Royong Resmi Dikeluarkan

    Nah Sahabat Sehat, mari tetap lakukan protokol kesehatan meskipun sudah divaksinasi sebab vaksinasi hanya dapat mencegah dan melindungi dari Covid-19.

    Sahabat ingin konsultasi lebih lanjut perihal vaksinasi Covid-19? Manfaatkan segera Chat Dokter 24 jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kurniawati, E., 2021. DKI Minta Kemenkes Percepat Vaksinasi untuk Pekerja dan Buruh. [online] Tempo. Available at: <https://metro.tempo.co/read/1457128/dki-minta-kemenkes-percepat-vaksinasi-untuk-pekerja-dan-buruh/full&view=ok> [Accessed 3 May 2021].
    2. com. 2021. Gelar Vaksinasi untuk Buruh, Wagub DKI Berharap Ekonomi Segera Pulih. [online] Available at: <https://www.suara.com/news/2021/05/01/202738/gelar-vaksinasi-untuk-buruh-wagub-dki-berharap-ekonomi-segera-pulih> [Accessed 3 May 2021].
    Read More
  • Berpuasa merupakan kewajiban dari seorang muslim. Bahkan, di tengan pandemi Covid-19 sekalipun, umat muslim tetap diwajibkan berpuasa. Apalagi bagi yang masih dalam keadaan sehat. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa Di Indonesia, ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19 sudah memasuki kali kedua. Namun, Sahabat Sehat tetap harus mengikuti beberapa […]

    Tips Berpuasa di Tengah Pandemi yang Perlu Sahabat Ketahui

    Berpuasa merupakan kewajiban dari seorang muslim. Bahkan, di tengan pandemi Covid-19 sekalipun, umat muslim tetap diwajibkan berpuasa. Apalagi bagi yang masih dalam keadaan sehat.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Di Indonesia, ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19 sudah memasuki kali kedua. Namun, Sahabat Sehat tetap harus mengikuti beberapa tips berpuasa di tengah pandemi. Berikut tips berpuasa di tengah pandemi Covid-19:

    Menjaga Asupan Makan

    Agar kondisi tubuh tetap prima, maka Sahabat Sehat dianjurkan untuk menjaga asupan makanan selama bulan puasa. Karena hal pertama yang paling penting dalam berpuasa adalah menjaga asupan makan yang bergizi.

    Agar Sahabat Sehat tetap prima, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, dengan komposisi karbohidrat, protein, lemak dan mineral yang cukup.

    Makan yang kaya karbohidrat sebagai sumber kalori, contohnya seperti nasi, roti, umbi-umbian, dan sebagainya. Kemudian juga Sahabat Sehat bisa mengonsumsi telur, ikan, dan daging bagi sumber protein hewani, serta kacang-kacangan sebagai protein nabati yang berguna untuk membentuk imunitas dan pembentukan jaringan tubuh lainnya.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Sahabat Sehat juga wajib mengonsumsi mineral, seperti sayur dan buah-buahan yang kaya nutrisi dan antioksidan. Mengonsumsi lemak baik juga diperlukan, seperti yang terkandung dalam zaitun dan ikan salmon.

    Lemak baik diketahui bisa mengurangi peradangan di dalam tubuh. Peradangan tersebut dapat menghambat kinerja sistem imun.

    Oleh karena itu, konsumsi lemak baik seperti zaitun dan ikan salmon bisa menjaga daya tahan tubuh Sahabat Sehat selama menjalankan ibadah puasa.

    Asupan nutrisi saat sahur dan berbuka puasa harus seimbang dan diperhatikan. Kebutuhan zat gizi harian rata-rata adalah 50% dari karbohidrat, 30% dari lemak, dan 15 % dari protein.

    Tetap Berolahraga

    Biasanya puasa di bulan Ramadan dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Padahal sebenarnya, olahraga berguna untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

    Bahkan, sejumlah pakar juga mengatakan, bulan puasa adalah momen yang paling tepat untuk meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari.

    Waktu terbaik untuk berolahraga sendiri adalah 30 sampai 60 menit sebelum berbuka puasa, dan 60 menit setelah berbuka puasa, yang berguna untuk mempermudah rehidrasi.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Jika ingin berolahraga, sebaiknya Sahabat Sehat memilih olahraga yang ringan. Contoh olahraga ringan seperti berjalan kaki atau senam kecil di rumah.

    Minum Air Putih yang Cukup

    Biasanya saat berbuka puasa, banyak orang cenderung mengonsumsi minuman yang manis sehingga lupa minum air putih. Padahal, air putih sangat dibutuhkan bagi tubuh agar terhindar dari dehidrasi saat menjalani puasa di siang hari.

    Idealnya, minum air putih adalah sebanyak 8 sampai 10 gelas dalam sehari. Sahabat Sehat bisa melakukannya saat berbuka puasa, setelah berbuka puasa, menjelang tarawih, setelah tarawih, sebelum tidur, setelah bangun untuk sahur, saat makan sahur, dan setelah makan sahur.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Untuk menyiasati kebutuhan air perharinya juga bisa dengan pola 2 gelas air saat sahur, 2 gelas air saat berbuka puasa, dan 4 gelas air di malam hari.

    Hindari Makan dan Minum yang Manis

    Sahabat Sehat tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang manis secara berlebihan di saat bulan puasa.

    Karena mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan bisa menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko terserang penyakit lainnya, seperti diabetes dan jantung.

    Sahabat Sehat disarankan mengurangi makanan dan minuman manis, bukan tidak sama sekali menyentuh makanan dan minuman manis. Dan satu hal lagi yang perlu diketahui, makanan dan minuman manis dapat juga melemahkan imun tubuh.

    Tidur Cukup

    Kurang tidur bisa menyebabkan gangguan imunitas tubuh dan juga meningkatkan risiko penyakit. Maka dari itu, Sahabat Sehat diharapkan bisa memenuhi waktu tidur, minimal 7 jam dalam semalam demi kesehatan tubuh.

    Konsumsi Suplemen

    Mengonsumsi suplemen sangatlah penting, apalagi di tengah bulan puasa seperti ini. Dengan mengonsumsi suplemen, kinerja sistem imun akan terjaga.  Suplemen multivitamin yang bisa dikonsumsi saat bulan Ramadhan bisa berupa Vitamin C, Vitamin B kompleks, Vitamin E, kalsium, dan zat besi.

    Suplemen seperti Vitamin C, Vitamin D, dan zat besi telah terbukti menjaga sistem imun dan daya tahan tubuh manusia. Sahabat Sehat bisa mengonsultasikan ke dokter, terkait suplemen yang bisa dikonsumsi.

    Produk Terkait: Jual Suplemen

    Dan yang paling penting dari semua itu adalah Sahabat Sehat harus tetap menjaga pola hidup yang sehat dan teratur, sehingga imun tetap terjaga dan Covid-19 tidak berani menyerang tubuh Sahabat Sehat.

    Tetap Beraktivitas

    Puasa bukan berarti dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dan tidak melakukan aktivitas. Sahabat Sehat tetap harus melakukan aktivitas seperti biasa.

    Hal tersebut bisa dilakukan dengan olahraga, bekerja, mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, atau aktivitas lainnya. Dengan mengerjakan dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa, membuat Sahabat Sehat semakin bersemangat dalam menjalani hari-hari di tengah puasa dan pandemi Covid-19.

    Menjaga Protokol Kesehatan

    Di masa pandemi Covid-19, Sahabat Sehat tentunya memiliki tugas tambahan, yaitu menjaga kesehatan diri selama berpuasa. Meskipun saat berpuasa tubuh lemas, namun Sahabat Sehat tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

    Bahkan, saat Sahabat Sehat datang atau menghadiri acara buka bersama, pastikan Sahabat Sehat dalam kondisi sehat dan pastikan menerapkan prokes yang ketat.

    Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan lainnya. Hal tersebut berguna untuk menjaga diri sendiri agar tidak mudah terpapar atau tertular Covid-19.

    Menjaga Kondisi Mental

    Dalam kondisi pandemi Covid-19, diharapkan Sahabat Sehat tetap bisa menjaga kesehatan mental. Dan mulai menerima keadaan di masa sekarang. Sahabat Sehat bisa serahkan semua yang terjadi kepada Tuhan, karena sebenarnya apa yang telah terjadi memang yang telah dikehendaki oleh Tuhan.

    Nah, Sahabat Sehat bisa menerapkan tips berpuasa di tengah pandemi Covid-19. Semoga Sahabat Sehat bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar, walaupun di tengah pandemi Covid-19, ya!

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    Ingin konsultasi kesehatan mengenai puasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 jam di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Persiapan dan Tips Berpuasa Saat Pandemi [Internet] com. 2021 [cited 29 April 2021] Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/22/200500365/persiapan-dan-tips-berpuasa-saat-pandemi?page=all
    2. 4 Tips Sehat Berpuasa di Tengah Pandemi Covid-19 [Internet]com [cited 29 April 2021] Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210413101541-255-629133/4-tips-sehat-berpuasa-di-tengah-pandemi-covid-19
    3. Puasa Ramadan Saat Pandemi COVID-19, Ini Tips dari Satgas untuk Perkuat Imunitas. [Internet] com [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4527506/puasa-ramadan-saat-pandemi-covid-19-ini-tips-dari-satgas-untuk-perkuat-imunitas
    4. 7 Cara Menjaga Imunitas Tubuh Saat Puasa Selama Pandemi. [Internet]tv [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/article/164825/7-cara-menjaga-imunitas-tubuh-saat-puasa-selama-pandemi
    Read More
  • Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Namun, terdapat beberapa kriteria orang yang boleh atau diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil. Baca Juga: 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi Ibu hamil boleh atau diizinkan tidak berpuasa karena dinilai ketika dalam kondisi tersebut, janin di dalam kandungannya membutuhkan banyak […]

    Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil Seperti Apa?

    Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Namun, terdapat beberapa kriteria orang yang boleh atau diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil.

    tips berpuasa bagi ibu hamil

    Baca Juga: 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Ibu hamil boleh atau diizinkan tidak berpuasa karena dinilai ketika dalam kondisi tersebut, janin di dalam kandungannya membutuhkan banyak nutrisi.

    Namun, apabila ibu hamil ingin tetap berpuasa, terdapat tips berpuasa bagi ibu hamil, sebagai berikut:

    Konsultasi ke Dokter

    Jika Sahabat Sehat yang sedang hamil ingin tetap berpuasa, sebaiknya harus mendiskusikan dulu dengan bidan atau dokter, terkait kondisi yang memungkinkan atau tidak untuk berpuasa.

    Selain itu, ibu hamil juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan, yang berguna untuk mengidentifikasi potensi komplikasi yang mungkin terjadi saat berpuasa. Dengan menemui bidan atau dokter, ibu hamil bisa mendapatkan masukan atau nasehat agar kesehatan bayi tetap terjaga selama ibu hamil berpuasa.

    Menjaga Cairan Tubuh

    Sampai saat ini, belum terdapat penelitian mengenai perbedaan kondisi bayi yang lahir dari ibu berpuasa dan ibu yang tidak berpuasa selama bulan Ramadan.

    Meskipun begitu, puasa sendiri tetap dapat meningkatkan risiko dehidrasi, apalagi bulan Ramadan bertepatan dengan musim panas. Hal tersebut bisa mempengaruhi fungsi ginjal dan jumlah cairan di sekitar bayi.

    Maka dari itu, tips berpuasa bagi ibu hamil salah satunya adalah dengan tetap menjaga cairan tubuh. WHO tidak merekomendasikan minuman yang bisa memicu urine berlebih. Contohnya seperti kopi, teh, maupun minuman bersoda. Ibu hamil harus ingat bahwa selama kehamilan jumlah cairan yang dibutuhkan tubuhnya bisa bertambah.

    Selain minum banyak cairan, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan air yang tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, sup, dan lain-lain.

    Makanan tersebut bisa dijadikan menu sahur dan berbuka puasa. Saat ibu hamil berpuasa juga jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan asin, terutama di waktu sahur atau pagi hari, hal tersebut bisa membuat ibu hamil menjadi mudah haus.

    Penuhi Kebutuhan Nutrisi

    Tips berpuasa bagi ibu hamil selanjutnya adalah dengan tetap menjaga kebutuhan nutrisi. Menjaga kebutuhan nutrisi bukan berarti harus makan dalam jumlah yang banyak, namun diutamakan memiliki gizi dan nutrisi yang cukup.

    Nutrisi yang harus terpenuhi bagi ibu hamil saat berpuasa, seperti zat besi yang bisa dikonsumsi melalui daging merah dan sayuran hijau.

    Kemudian kalsium, pada trimester tiga, biasanya pertumbuhan tulang bayi sangatlah cepat, sehingga kebutuhan kalsium ibu hamil juga ikut meningkat.

    Ibu hamil harus mencukupi kebutuhan kalsiumnya sebesar 1.200 mg per hari. Kalsium sendiri bisa didapat dengan mengonsumsi susu, yogurt, keju, ikan beserta dengan tulangnya (ikan teri dan sarden), dan sayuran hijau.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

    Saat ibu hamil berpuasa juga harus mendapat nutrisi asam lemak dan kolin, yang diperlukan dalam perkembangan otak dan sistem saraf janin. Makanan yang memiliki sumber asam lemak dan kolin antara lain, salmon, tuna, sarden, dan telur yang kaya akan omega-3.

    Selain itu, nutrisi yang dibutuhkan selanjutnya adalah seng, kebutuhan seng yang terpenuhi bisa mencegah ibu hamil melahirkan bayi yang prematur. Sumber mineral seng bisa Sahabat Sehat dapat dari daging merah, seafood, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

    Ibu hamil juga bisa memilih menu sahur yang ideal dengan mengonsumsi tiga butir kurma, agar kadar gula tetap normal atau pisang yang membuat perut kenyang lebih lama.

    Selain itu, susu juga direkomendasikan dikonsumsi, karena mengandung vitamin dan mineral. Hindari makanan yang tinggi lemak, karena makanan yang tinggi lemak tidak mengandung nutrisi yang cukup untuk kebutuhan yang ibu hamil dan bayinya. Terlalu banyak makan makanan yang berlemak juga bisa menyebabkan kita terkena sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.

    Konsumsi Air Putih Lebih Banyak

    Konsumsi air putih lebih banyak juga merupakan salah satu tips berpuasa bagi ibu hamil. Bahkan, minum air putih tidak hanya dibutuhkan bagi ibu hamil saja, namun semua orang.

    Karena dehidrasi bukanlah kondisi yang baik bagi metabolisme tubuh manusia. Selain itu, jika ibu hamil kekurangan air putih, perkembangan janin pun akan terhambat nantinya.

    Ibu hamil harus tetap memenuhi asupan cairan minimal 2 liter per hari atau yang setara dengan delapan gelas air putih per hari. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari dehidrasi selama ibu hamil berpuasa. Hal tersebut dapat disiasati dengan konsumsi air putih yang banyak saat sahur. 

    Jangan Lupa Sahur

    Biasanya banyak orang malas untuk makan sahur, karena masih mengantuk. Namun, salah satu tips berpuasa bagi ibu hamil adalah tidak melewatkan sahur. Karena sahur sangat penting dilakukan yang bisa menjadi sumber energi di siang hari atau saat berpuasa.

    Dengan ibu hamil makan yang cukup saat sahur, bisa menyempurnakan kebutuhan energi hariannya selama berpuasa.

    Serta juga bisa membantu mencegah perasaan lapar dan haus di siang hari saat berpuasa. Selain itu, apabila tidak melewatkan sahur bisa mencegah Sahabat Sehat dari sakit kepala, pusing, sembelit, lemas, dan mudah mengantuk.

    Jangan Lakukan Aktivitas Fisik Berat

    Selama berpuasa, ibu hamil sebaiknya menghindari melakukan kegiatan yang menguras tenaga. Melakukan aktivitas fisik yang berat bisa membuat tubuh ibu hamil menjadi lemas dan memicu stres.

    Tips berpuasa bagi ibu hamil yang satu ini sangatlah penting, apalagi jika Sahabat Sehat merupakan seorang wanita karir. Coba bicarakan dengan atasan mengenai pengelolaan waktu pekerjaan selama Bulan Ramadan.

    Jika Sahabat Sehat sudah mulai atau merasa lelah, segeralah minum yang banyak cairan sudah berbuka puasa. Hal tersebut bisa mengembalikan kondisi tubuh ibu hamil menjadi seperti semula.

    Hindari Kafein

    Meskipun tidak berpuasa sekalipun, ibu hamil sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung tinggi kafein, seperti teh, kopi, dan cokelat.

    Karena konsumsi teh dan kopi bisa menyebabkan gangguan penyerapan zat besi dalam tubuh. Apabila ingin meminumnya, batasi konsumsi kafein dengan tidak lebih dari 200mg per hari atau setara dengan dua cangkir kopi instan.

    Baca Juga: 10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu ‘kan tips berpuasa bagi ibu hamil. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya, bagi Sahabat Sehat, terlebih lagi di saat bulan Ramadan seperti ini. Semoga Sahabat Sehat diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa, ya!

    Produk Terkait: Jual Kebutuhan Ibu Hamil

    Ingin konsultasi kehamilan saat berpuasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 Jam di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Tips Puasa bagi Ibu atau Wanita Hamil [Internet].kompas.com. 2021 [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/17/170000165/tips-puasa-bagi-ibu-atau-wanita-hamil?page=all
    2. 8 Tips Puasa untuk Ibu Hamil agar Kandungan Tetap Aman [Internet]. Cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 April 2021].Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200423183643-255-496720/8-tips-puasa-untuk-ibu-hamil-agar-kandungan-tetap-aman
    3. 5 Tips Puasa Bagi Ibu Hamil Tua, Aman Bagi Ibu dan Bayi [Internet]. Liputan6.com. 2021 [cited 29 April 2021].Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4242549/5-tips-puasa-bagi-ibu-hamil-tua-aman-bagi-ibu-dan-bayi

     

    Read More
  • Mengapa Penderita Asma Bisa Terkena Covid-19? Penyakit asma dan Covid 19 sama-sama menyerang sistem pernapasan, sehingga penderita asma lebih mudah terinfeksi virus. Berdasarkan sebuah studi menunjukan bahwa hubungan antara Covid-19 dan asma ternyata jauh lebih rumit daripada yang diperkirakan sebelumnya. Baca Juga: Perbedaan Pneumonia dan Covid-19 Para ilmuwan telah mengidentifikasi apabila seseorang terinfeksi Covid 19 […]

    Berikut Kiat Penderita Asma Menghadapi Covid-19

    Mengapa Penderita Asma Bisa Terkena Covid-19?

    Penyakit asma dan Covid 19 sama-sama menyerang sistem pernapasan, sehingga penderita asma lebih mudah terinfeksi virus. Berdasarkan sebuah studi menunjukan bahwa hubungan antara Covid-19 dan asma ternyata jauh lebih rumit daripada yang diperkirakan sebelumnya.

    asma dan covid-19

    Baca Juga: Perbedaan Pneumonia dan Covid-19

    Para ilmuwan telah mengidentifikasi apabila seseorang terinfeksi Covid 19 dan mengalami peradangan paru-paru yang berat, dapat memicu serangan asma. Hal tersebut membuat pasien berisiko mengalami perburukan kondisi.

    Apakah Gejala Asma sama dengan Covid-19?

    Keduanya sama sama memiliki keluhan sesak nafas. Meski begitu ternyata ada perbedaan mengenai sesak nafas pada keduanya. Dikutip dari Antaranews.com, perbedaan itu berkisar pada lama gejala sesak nafas yang dialami.

    Pada penyakit asma, sesak dapat berlangsung dalam waktu singkat hingga berjam-jam sedangkan pada Covid-19 dapat dialami hingga 7-25 hari, baik ringan maupun sedang. Sesak napas pada penderita asma biasanya diawali dengan batuk dan mengi (nafas berbunyi) sedangkan pada Covid-19, dapat disertai batuk.

    Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Pada akhirnya penderita Covid-19 tidak selalu diawali dengan keluhan sesak nafas. Banyak yang mengeluhkan sakit kepala, meriang, tidak enak badan, demam, nyeri sendi, hingga kehilangan indera penciuman.

    Lalu Bagaimana Kiat Supaya Penderita Asma Terhindar dari Covid-19?

    Karena penderita asma lebih berisiko terinfeksi Covid-19, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan supaya terhindar dari salah satu virus mematikan tersebut, yaitu:

    Tetap Menggunakan Inhaler

    Inhaler harus tetap digunakan setiap hari sesuai resep yang dianjurkan dokter, yang dapat membantu mengurangi risiko serangan asma yang dipicu oleh virus yang menyerang sistem pernapasan.

    Pastikan untuk tetap memiliki inhaler dalam persediaan selama masa pandemi ini. Apabila persediaan kurang, konsultasikan dengan dokter dan layanan kesehatan untuk membuat resep darurat. Gunakan layanan telemedicine, untuk mempermudah berkonsultasi selama masa pandemi.

    Jangan Sembarangan Mengonsumsi Obat

    Selain inhaler, banyak penderita asma yang juga menggunakan obat golongan steroid atau glukokortikoid untuk mengobati asma. Namun hal tersebut tidak disarankan karena tidak dapat memberi respons stres yang normal dan berisiko tinggi jika terinfeksi virus Covid-19. Konsultasikan kembali dengan dokter sebelum menggunakan obat.

    Produk Terkait: Jual Decadryl Expectorant Sirup 120 ml

    Kelola Stres dengan Baik

    Penderita asma disarankan untuk mengelola stres dengan baik. Sebab kondisi stres dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan secara tidak langsung membuat tubuh mudah terinfeksi Covid-19. Sahabat disarankan untuk berolahraga, konsumsi makanan sehat, melakukan meditasi untuk mengurangi stres, membatasi penggunaan ponsel, televisi, dan komputer.

    Lakukan Tindakan Pencegahan Khusus di Rumah

    Selama masa pandemi disarankan untuk melakukan isolasi, namun perlu di jaga kebersihan ruangan dan hindari faktor pemicu serangan asma. Jika memiliki hewan peliharaan, sebaiknya dijaga kebersihannya. Mintalah orang lain untuk membersihkan rumah dengan alat penghisap debu.

    Lakukan Vaksinasi Flu

    Penderita asma rupanya juga berisiko terinfeksi flu, yang hampir mirip dengan Covid-19. Untuk pencegahan, penderita asma disarankan untuk melakukan vaksinasi flu. Vaksinasi ini cukup membantu dalam membangun kekebalan tubuh meskipun tidak bisa melindungi diri dari Covid-19.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Itulah Sahabat mengenai penyakit asma yang berhubungan dengan Covid-19. Untuk pencegahan penyakit kronis seperti asma, Sahabat bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai keunggulan sebagai berikut:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Afani A. 5 Fakta Meninggalnya Rina Gunawan, Kena COVID-19 hingga Dirawat di ICU [Internet]. trending. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.haibunda.com/trending/20210302220014-93-195876/5-fakta-meninggalnya-rina-gunawan-kena-covid-19-hingga-dirawat-di-icu
    2. Mengenal Asma dan Covid-19 yang Diderita Rina Gunawan Sebelum Wafat : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2021/03/03/481/2371301/mengenal-asma-dan-covid-19-yang-diderita-rina-gunawan-sebelum-wafat
    3. Perbedaan sesak nafas karena asma dan COVID-19 [Internet]. Antara News. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2024376/perbedaan-sesak-nafas-karena-asma-dan-covid-19
    4. Media K. Yang Harus Dilakukan Penderita Asma agar Tak Terinfeksi Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/09/071500020/yang-harus-dilakukan-penderita-asma-agar-tak-terinfeksi-covid-19?page=all
    Read More
  • Kejadian tsunami Covid-19 di India tentunya menjadi sebuah pelajaran bersama, terutama bagi Indonesia agar situasi serupa tidak terjadi di Tanah Air. Baca Juga: Heboh Tsunami Covid-19 di India Demikian kesimpulan yang didapat dari acara Ngopi Santuy yang diselenggarakan oleh Prosehat pada Jumat, 30 April 2021. Pada acara yang disiarkan secara langsung di IGTV dan dimoderatori […]

    Belajar dari India: Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

    Kejadian tsunami Covid-19 di India tentunya menjadi sebuah pelajaran bersama, terutama bagi Indonesia agar situasi serupa tidak terjadi di Tanah Air.

    belajar dari India

    Baca Juga: Heboh Tsunami Covid-19 di India

    Demikian kesimpulan yang didapat dari acara Ngopi Santuy yang diselenggarakan oleh Prosehat pada Jumat, 30 April 2021.

    Pada acara yang disiarkan secara langsung di IGTV dan dimoderatori oleh dr. Gita Permatasari dengan narasumber dr. Agnes Gratia, terungkap bahwa kondisi yang terjadi di India disebabkan karena sikap masyarakat yang sudah mulai abai dengan protokol kesehatan.

    Sikap abai dengan protocol kesehatan juga terlihat di tengah masyarakat Indonesia, sehingga tidak menutup kemungkinan Indonesia mengalami kondisi serupa.

    Berkaca dari pengalaman sebelumnya, libur panjang akhir pekan dan libur keagamaan menjadi momentum meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19.

    Baca Juga: Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Kasus Covid-19

    Sahabat Sehat, sebaiknya tetap laksanakan protokol 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas).

    Bagi masyarakat, yang tidak kalah pentingnya adalah harus lebih teliti dengan alat tes Covid-19 yang digunakan. Terungkapnya penggunaan alat tes Covid-19 bekas pakai di Bandara Kualanamu, dianggap merugikan semua orang karena tingkat penyebaran virus Corona menjadi lebih tinggi.

    Baca Juga: Waspada Rapid Antigen Bekas! Ini Cara Mengetahuinya

    Sahabat Sehat dapat melakukan pemeriksaan Covid-19 yang berkualitas dan bermutu di Prosehat. Alat tes Covid-19 di Prosehat terjamin kualitasnya dan mempunyai izin edar resmi, serta dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Dunia dihebohkan dengan tsunami Covid-19 yang terjadi di India baru-baru ini, dengan penambahan kasus per hari mencapai 3 juta kasus per 25 April 2021. Baca Juga: Heboh Tsunami Covid-19 di India Sebelumnya India melaporkan sudah mulai menurunnya angka kasus Covid-19, tercatat terjadi penurunan hingga 10 kali lipat dari September 2020 hingga Januari 2021. Tak hanya […]

    Tsunami Covid-19 di India, Bagaimana Indonesia?

    Dunia dihebohkan dengan tsunami Covid-19 yang terjadi di India baru-baru ini, dengan penambahan kasus per hari mencapai 3 juta kasus per 25 April 2021.

    tsunami covid

    Baca Juga: Heboh Tsunami Covid-19 di India

    Sebelumnya India melaporkan sudah mulai menurunnya angka kasus Covid-19, tercatat terjadi penurunan hingga 10 kali lipat dari September 2020 hingga Januari 2021.

    Tak hanya itu, pemberiain vaksinasi Covid-19 di India terbilang cepat, India mengklaim telah membagikan 100 juta dosis vaksin Covid-19 dalam kurun waktu 85 hari.

    Sementara di Indonesia, hingga kini baru memberikan 30% dosis vaksin pada tahap pertama, dan 18% dosis vaksin pada tahap kedua dengan total target peserta vaksin mencapai 40.349.09 orang.

    Mengapa India Dapat Mengalami Tsunami Covid-19 ?

    Sahabat sehat, ternyata banyak sekali faktor yang menyebabkan hal ini mulai dari abainya masyarakat India terhadap protokol kesehatan dan diperparah dengan diselenggarakannya festival keagamaan seperti Festival Holi yang turut berperan dalam penyebaran virus Covid-19.

    Faktor lain seperti diselenggarakannya pesta pernikahan, serta penurunan jumlah pemeriksaan Covid-19 harian juga disebut menjadi penyebab tsunami Covid-19 di India.

    Tsunami Covid-19 di India menyebabkan kapasitas rumah sakit terbatas, dan hampir semua rumah sakit kekurangan oksigen sehingga banyak pasien covid-19 terlantar.

    Baca Juga: Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Covid-19?

    Apakah Indonesia Dapat Mengalami Tsunami Covid-19?

    Tidak menutup kemungkinan Indonesia mengalami hal serupa. Begitu yang disampaikan oleh dr. Gita Permatasari pada acara Ngopi Santuy oleh Prosehat yang disiarkan secara live di IGTV, Jumat, 30 April 2021.

    Selain peningkatan virus saat liburan panjang, peningkatan angka kasus harian Covid-19 juga dapat terjadi karena adanya mutasi virus Covid-19, terlebih mutasi virus B117 dan E484EK sudah masuk Indonesia.

    Sahabat Sehat, sebaiknya tetap menerapkan protokol kesehatan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi).

    Di samping itu, Sahabat Sehat harus teliti saat melakukan pemeriksaan Covid-19 dan memastikan alat tes yang digunakan bukanlah alat bekas.

    Baca Juga: Waspada Rapid Antigen Bekas! Ini Cara Mengetahuinya

    Sahabat Sehat dapat melakukan pemeriksaan Covid-19 yang berkualitas namun dengan harga terjangkau di Prosehat. Tentunya Sahabat Sehat tidak perlu khawatir karena pemeriksaan yang dilakukan Prosehat sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

     

    Read More
  • Sahabat Sehat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) untuk vaksin produksi Sinopharm yang rencananya akan digunakan sebagai vaksinasi gotong royong pada minggu ketiga Mei 2021 dan didistribusikan oleh PT Biofarma. Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Darurat untuk Penggunaan Vaksin Sinovac Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPOM, […]

    Resmi! BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinopharm

    Sahabat Sehat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) untuk vaksin produksi Sinopharm yang rencananya akan digunakan sebagai vaksinasi gotong royong pada minggu ketiga Mei 2021 dan didistribusikan oleh PT Biofarma.

    izin penggunaan darurat vaksin sinopharm

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Darurat untuk Penggunaan Vaksin Sinovac

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam konferensi pers Jumat 30 April 2021.Pemberian izin penggunaan darurat ini berdasarkan kajian dari BPOM yang menyatakan bahwa efikasi vaksin mencapai 78% dan aman digunakan.

    Vaksin produksi Sinopharm telah melalui uji klinis fase III di Uni Emirat Arab yang mengikutsertakan 42.000 relawan.

    Efikasi vaksin produksi Sinopharm mencapai 78% termasuk efikasi tertinggi jika dibandingkan dengan vaksin Covid-19 lainnya yang sudah digunakan di Indonesia.

    Selain itu imunogenitas vaksin produksi Sinopharm dapat membentuk antibodi hingga 99,52% pada orang dewasa dan 100% pada lansia setelah vaksinasi 2 pekan.

    Sebagai tambahan, zero positivity rate vaksin ini mencapai 98,09% pada orang dewasa dan 97,6% pada lansia. Nilai titer antibody setelah disuntik vaksin produksi Sinopharm mencapai 156,5 pada orang dewasa dan 109,7 pada lansia.

    Baca Juga: Amankah Vaksin AstraZeneca? Simaklah Pendapat Para Ahli Ini

    Bagaimana Efek Samping Vaksin Sinopharm?

    Vaksin produksi Sinopharm yang berasal dari Cina, memiliki efek samping minimal seperti :

    • Bengkak
    • Sakit di lokasi suntikan
    • Kemerahan
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Diare
    • Batuk

    Semua efek samping ini mempunyai persentase 0,01-0,1% sehingga masih dapat ditoleransi dengan baik. Saat ini pemerintah disebut sudah mengamankan 15 juta dosis vaksin Sinopharm dari total kebutuhan 35 juta dosis untuk vaksinasi gotong royong. Sedangkan 20 juta dosis sisanya disebut akan didapatkan dari vaksin Sputnik V asal Rusia.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Nah Sahabat Sehat, itulah informasi terbaru mengenai izin darurat dari vaksin Sinopharm yang rencananya akan tiba siang ini.

    Ingin konsultasi mengenai vaksin Covid-19 lebih lanjut? Yuk, Sahabat Sehat segera manfaatkan konsultasi dokter 24 jam di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dwianto A. Resmi Dipakai RI, Ini Daftar Efek Samping Vaksin Sinopharm [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 30 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5552129/resmi-dipakai-ri-ini-daftar-efek-samping-vaksin-sinopharm
    2. Vaksin Sinopharm Hasilkan Imunogenisitas 99,52% bagi Orang Dewasa, 100% Bagi Lansia [Internet]. Kumparan. 2021 [cited 30 April 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/vaksin-sinopharm-hasilkan-imunogenisitas-99-52-bagi-orang-dewasa-lansia-100
    3. Indonesia C. BPOM Resmi Terbitkan Izin Darurat Vaksin Sinopharm [Internet]. nasional. 2021 [cited 30 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210430102539-20-636805/bpom-resmi-terbitkan-izin-darurat-vaksin-sinopharm
    Read More
  • Apakah penderita hipertensi diperbolehkan berpuasa? Jawabannya tentu saja bisa. Namun, untuk menjalankan ibadah puasa tentunya ada beberapa hal yang harus Sahabat Sehat perhatikan mengingat hipertensi adalah salah satu jenis penyakit kronis. Baca Juga: Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis Sahabat Sehat, mari simak beberapa tips berikut agar penderita hipertensi dapat berpuasa dengan […]

    Trik Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi Seperti Apa?

    Apakah penderita hipertensi diperbolehkan berpuasa? Jawabannya tentu saja bisa. Namun, untuk menjalankan ibadah puasa tentunya ada beberapa hal yang harus Sahabat Sehat perhatikan mengingat hipertensi adalah salah satu jenis penyakit kronis.

    trik berpuasa bagi penderita hipertensi

    Baca Juga: Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis

    Sahabat Sehat, mari simak beberapa tips berikut agar penderita hipertensi dapat berpuasa dengan lancar.

    Kontrol Tekanan Darah

    Sebelum mulai berpuasa, ada baiknya Sahabat Sehat yang menderita hipertensi berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai cara yang tepat untuk berpuasa. Rutin memeriksa tekanan darah agar terkontrol dengan baik. Tekanan darah yang diukur nantinya dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan boleh atau tidaknya berpuasa.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Menu Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita hipertensi, tentu harus memperhatikan menu makanan saat sahur dan berbuka puasa.

    Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih. Hindari makanan yang digoreng dan batasi asupan makanan kemasan karena mengandung garam dalam jumlah yang cukup tinggi. Makanan bersantan juga sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah.

    Baca Juga: Menu Buka Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

    Sahabat Sehat sebaiknya menghindari minum kopi dan teh saat sahur dan berbuka, karena keduanya turut berperan dalam meningkatkan tekanan darah.

    Rutin Berolahraga

    Selama berpuasa, Sahabat Sehat yang menderita hipertensi tetap diperbolehkan berolahraga untuk menghindari resiko penyakit jantung dan stroke. Pilih jenis olahraga yang ringan seperti berjalan kaki dan bersepeda. Lakukanlah selama minimal 30 menit dalam sehari.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa trik berpuasa yang bisa Sahabat lakukan selama berpuasa. Sahabat Sehat ingin informasi lebih lengkap mengenai hipertensi?

    Yuk, konsultasikan segera dengan para dokter online 24 jam di Prosehat. Hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Tips Puasa Sehat untuk Penderita Hipertensi, Perbanyak Sayur dan Cek Tensi Rutin Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/20/164500365/tips-puasa-sehat-untuk-penderita-hipertensi-perbanyak-sayur-dan-cek-tensi?page=all> [Accessed 30 April 2021].
    2. com. 2021. Tips Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi – Tribunnews.com. [online] Available at: <https://www.tribunnews.com/tribunners/2017/06/05/tips-berpuasa-bagi-penderita-hipertensi> [Accessed 30 April 2021]

     

     

    Read More
  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks.

    Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus.

    Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

    Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu.

    Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3

    Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun.

    Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan.

    Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat.

    Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2

    Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja.

    Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada.

    Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja