Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: irfan.seo@tanyadok.com

Irfan

About Irfan

Showing 171–180 of 435 results

  • Vaksin kanker serviks adalah salah satu vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan penyakit tersebut yang terjadi akibat dari berhubungan seksual. Kanker ini disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus. Kanker ini menyerang dengan cara menularkan infeksi pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area genital. Dari kontak langsung inilah kemudian muncul sel yang tumbuh […]

    Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Vaksin kanker serviks adalah salah satu vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan penyakit tersebut yang terjadi akibat dari berhubungan seksual. Kanker ini disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus. Kanker ini menyerang dengan cara menularkan infeksi pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area genital. Dari kontak langsung inilah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, dan lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Di Indonesia sendiri menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 40.000 kasus. Bahkan, Indonesia termasuk kedua tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7 %, dan hampir semuanya menimpa wanita. Melihat dari jumlah tersebut, pemberian vaksin sangat penting dan harus dilakukan.

    Penyebab Kanker

    Sebelum membahas mengenai vaksin serviks, sebaiknya Sobat mengetahui terlebih dahulu penyebab kanker serviks. Penyebabnya terdiri dari berbagai faktor yang dapat meningkatkan seseorang untuk menderita penyakit ini, yaitu salah satunya infeksi human papillomavirus (HPV).

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    HPV merupakan penyebab utama kanker serviks. Virus ini dapat menginfeksi sel-sel di permukaan kulit dan alat kelamin, anus, serta mulut, dan tenggorokan. HPV bisa muncul karena perilaku seks yang cukup berisiko seperti sering berganti pasangan seksual sejak usia muda, atau berhubungan seks tanpa kondom.

    Menderita Penyakit Menular Seksual

    Selain HPV, kanker serviks juga bisa disebabkan oleh wanita yang menderita penyakit menular seksual seperti kutil kelamin, klamidia, gonore, dan sifilis. Tidak hanya yang pernah, bahkan wanita yang sedang menderita penyakit menular seksual juga memiliki risiko tinggi terkena kanker ini. Jaid, infeksi HPV bisa muncul bersamaaan dengan penyakit menular seksual.

    Pola Hidup yang Tidak Sehat

    Pola hidup yang tidak mengutamakan kesehatan seperti jarang berolahraga, jarang mengonsumsi buah dan sayuran bisa menyebabkan timbulnya kanker serviks. Hal ini akan semakin meningkat jika wanita yang menderita kanker juga memiliki kebiasaan merokok.
    Mengapa bisa demikian? Karena tembakau dalam rokok dapat merusak sel DNA, serta membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah sehingga kurang efektif dalam melawan HPV.

    Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

    Melemahnya sistem kekebalan tubuh karena HIV/AIDS atau akibat pengobatan kanker dan penyakit autoimun ternyata juga lebih berisiko terinfeksi HPV sebagai penyebab utama kanker serviks.

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama?

    Penggunaan Pil KB

    Pil KB yang dimaksudkan untuk mencegah kehamilan ternyata dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Karena itu, Sobat disarankan untuk memilih metode pencegahan kehamilan lain seperti IUD atau KB Spiral. Supaya aman, sebaiknya Sobat konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan untuk memilih jenis kontrasepsi yang tepat dan cocok.

    Hamil Usia Muda

    Hamil usia muda atau saat usia kurang dari 17 tahun dapat membuat seorang wanita lebih rentan terkena kanker serviks. Tak hanya itu, wanita yang pernah hamil dan melahirkan lebih dari 3 kali juga malah lebih berisiko. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang melemah dan perubahan hormon selama masa kehamilan dapat membuat wanita lebih rentan terhadap HPV.

    Pernah Mengonsumsi DES

    DES atau diethylstilbestrol adalah obat hormonal yang diberikan pada wanita untuk mencegah keguguran. Risiko yang ditimbulkan bahkan lebih besar. Selain itu, obat dapat meningkatkan risiko kanker pada janin perempuan yang dikandungnya.

    Faktor Keturunan

    Risiko terkena kanker serviks lebih tinggi juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan, yaitu keluarga perempuan pernah didiagnosis penyakit serupa.

    Langkah Pencegahan

    Ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan dalam menghadapi kanker serviks. Mulai dari menjalankan pola hidup sehat, menjalani pap smear atau tes IV A, dan vaksinasi HPV. Pemberian vaksin merupakan hal yang paling penting dalam pencegahan.

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan?

    Untuk pemberian vaksin sebaiknya disarankan mulai dari wanita usia 10 tahun ke atas atau lebih tepatnya sejak usia remaja atau belum pernah melakukan hubungan seksual sama sekali.
    Pemberian pada usia-usia yang masih “perawan” tersebut ternyata menurut penelitian lebih efektif dalam mencegah penularan kanker serviks daripada diberikan saat sudah berhubungan seksual karena kemungkinan infeksi HPV sudah ada. Pemberian vaksin biasanya diberikan dalam bentuk suntikan oleh dokter dengan cara menyuntik ke dalam otot di lengan atas atau paha.

    Berapa Dosis yang Diperlukan?

    Dosis yang diberikan pun cukup dua saja terutama pada usia 10-13 tahun sedangkan pada usia 16-18 tahun, dosisnya bertambah menjadi 3. Semua dilakukan dengan jarak 1-6 bulan dari masing-masing dosis penyuntikan.
    Pemberian dosis diperlukan untuk dapat memberikan perlindungan jangka panjang dari infeksi HPV. Jika belum lengkap, bisa segera berkonsultasi ke dokter untuk melengkapinya. Ternyata pemberian vaksin juga bermanfaat bagi pria, dan sangat direkomendasikan untuk pria berusia 26 tahun ke bawah, dan pernah berhubungan intim dengan sesama pria ataupun yang punya gangguan imunitas.

    Mengapa vaksin HPV juga penting untuk pria? Sebab ternyata virus ini juga dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus, serta kanker tenggorokan yang bisa saja terjadi pada pria.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Jenis-jenis Vaksin Kanker Serviks

    Vaksin kanker serviks sendiri mempunyai beberapa tiga jenis yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan jenis virusnya. Jenis-jenisnya antara lain:

    • Pertama adalah vaksin yang umumnya digunakan untuk mencegah kanker serviks dan pra kanker. Vaksin jenis ini akan mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 sebagai penyebab umum terjadinya kanker. Pemberiannya ditujukan untuk wanita berusia 10-25 tahun.
    • Kedua adalah Gardasil yang digunakan untuk mencegah kanker dan pra-kanker serviks, vulva, vagina, dan anus. Vaksin ini juga bisa menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil pada kelamin, serta bisa diberikan pada pria usia 9-26 tahun.
    • Ketiga adalah Gardasil 9. Cakupannya lebih luas dari Gardasil sebelumnya karena mencakup HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV 52, dan HPV-58 yang juga dapat menyebabkan kanker serviks, dan bisa diberikan pada pria usia 9-15 tahun.

    Seberapa Efektifkah?

    Vaksinasi HPV cukup efektif dalam mencegah penyebaran kanker serviks lebih lanjut . Hal tersebut bisa terlihat contohnya pada Amerika dan Australia yang mampu menurunkan kejadian akibat serviks sebanyak 75% dalam 10 tahun terakhir setelah menjalankan program vaksinasi secara nasional.

    Adakah Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Tentu saja mengenai vaksin HPV ini banyak Sobat yang bertanya-tanya apakah vaksin pencegah penularan kanker tersebut mempunyai efek samping?
    Jawabannya, tentu saja ada.  Akan tetapi efek samping yang terjadi biasanya sementara dan tergolong ringan. Beberapa efek samping yang dikeluhkan adalah sebagai berikut:

    • Bengkak
    • Nyeri
    • Kemerahan di area suntikan
    • Sakit kepala

    Sedangkan efek samping yang tidak terlalu sering dan jarang ditemukan adalah:

    • Demam
    • Mual
    • Rasa sakit di sekitar lengan, tangan atau kaki
    • Muncul ruam merah yang menyebabkan gatal
    • Terhambatnya saluran pernafasan dan kesulitan bernafas

    Selain efek-efek samping di atas, vaksin kanker serviks juga dapat memicu reaksi alergi yang parah atau lebih dikenal dengan nama alergi anafilaksis yang bisa mengancam keselamatan jiwa.

    Karena itu, sebelum meminta diberikan vaksin, ada baiknya Sobat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang akan memberikan informasi lengkap  termasuk membuat pertimbangan yang tepat mengenai manfaat yang dapat diperoleh serta risiko efek samping yang ditimbulkan.
    Setelah mendapatkan vaksin serviks, Sobat dianjurkan untuk melakukan pap smear sesuai dengan rekomendasi dari dokter. Tes ini untuk menguji keberadaan sel pra kanker atau kanker pada serviks. Jadi, bisa dibilang pap smear adalah tes lanjutan.
    Nah, bagi Sobat yang memerlukan vaksin HPV, informasi kesehatan, maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Harsono F. Berapa Harga Vaksin HPV untuk Penangkal Kanker Serviks? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3914327/berapa-harga-vaksin-hpv-untuk-penangkal-kanker-serviks
    2. Media K. Mengapa Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks Diberikan Dua Kali? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/12/22/094000620/mengapa-vaksin-hpv-untuk-cegah-kanker-serviks-diberikan-dua-kali-?page=all
    3. Rakyat P. Berniat Vaksinasi Kanker Serviks? Ketahui Dulu 6 Hal Berikut – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. www.Pikiran Rakyat. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-01283087/berniat-vaksinasi-kanker-serviks-ketahui-dulu-6-hal-berikut-405268

     

    Read More
  • Kanker merupakan penyakit kritis penyebab kematian yang paling banyak di dunia. Sel-sel kanker yang bersifat abnormal ini dapat berkembang terus-menerus tak terkendali pada bagian tubuh mana pun, tak terkecuali organ reproduksi wanita. Dua faktor utama penyebab terjadinya kanker adalah faktor lingkungan dan faktor keturunan, di  mana faktor lingkungan lebih berpengaruh besar. Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama? Nah, perlu diketahui, ada […]

    Yuk, Mulai Waspadai Beberapa Faktor Penyebab Kanker pada Wanita!

    Kanker merupakan penyakit kritis penyebab kematian yang paling banyak di dunia. Sel-sel kanker yang bersifat abnormal ini dapat berkembang terus-menerus tak terkendali pada bagian tubuh mana pun, tak terkecuali organ reproduksi wanita. Dua faktor utama penyebab terjadinya kanker adalah faktor lingkungan dan faktor keturunan, di  mana faktor lingkungan lebih berpengaruh besar.

    penyebab kanker pada wanita

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama?

    Nah, perlu diketahui, ada beberapa jenis kanker yang lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Yuk, kita bahas satu-persatu supaya kamu bisa mengantisipasi dan mendeteksinya sejak dini.

    1.Kanker Kolorektal

    Kanker kolorektal merupakan pertumbuhan abnormal dari sel kanker pada bagian usus besar hingga rektum. Jenis kanker ini sangat berbahaya, bahkan menjadi penyebab kematian nomor satu dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. Kanker kolorektal dapat dialami oleh kaum pria maupun wanita. 1 dari 24 wanita bisa berisiko mengalami ini, lebih umum terjadi dibandingkan pada pria. Berikut adalah beberapa faktor penyebab kanker kolorektal:

    • Obesitas
    • Merokok
    • Mengidap diabetes tipe 2
    • Tidak menjaga pola hidup yang sehat
    • Mengkonsumsi daging dengan olahan yang tinggi
    • Memiliki riwayat penyakit radang usus
    • Memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit kanker kolorektal atau polip

    2. Kanker Paru-paru

    Kanker paru-paru bisa berisiko terjadi pada kaum pria maupun wanita. Namun dalam 41 tahun terakhir, angka kejadian pada pria sudah menurun 35% dan pada wanita justru meningkat sebesar 87%. Kanker paru-paru sebenarnya banyak jenisnya, namun yang paling umum terjadi pada wanita adalah adenokarsinoma. Beberapa faktor penyebab kanker paru-paru, antara lain:

    • Perokok aktif maupun pasif
    • Riwayat menjalani radioterapi
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker paru-paru
    • Bertempat tinggal dilingkungan yang tercemar zat berbahaya
    • Sering terpapar polusi udara saat di luar

    3. Kanker Tiroid

    Kanker tiroid tiga kali lebih cepat berkembang pada wanita daripada pria, apalagi pada wanita berusia muda. Perkembangan penyakitnya sendiri ada yang terjadi sangat lambat dan ada juga yang sangat cepat. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan kanker tirotid, yaitu:

    • Mengidap penyakittiroid seperti gondok atau peradangan kelenjar tiroid
    • Memiliki riwayat paparan radiasi seperti radioterapi
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker tiroid
    • Obsesitas

    Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan

    4. Kanker Payudara

    Tidak asing lagi ketika mendengar kanker payudara, yang juga merupakan penyebab kematian paling umum pada wanita. Adapun peluang wanita akan mengalami kanker payudara adalah sebanyak 1 banding 8. Kanker jenis ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

    • Faktor genetik, adanya mutasi gen BRCA1 dan BRCA2
    • Memasuki usia menopause
    • Wanita yang mengalami menstruasi di bawah 12 tahun dan menopause di atas 55 tahun
    • Payudara padat yang lebih banyak jaringan ikat dibandingkan lemak
    • Memilikiriwayat kanker payudara sebelumnya
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker payudara
    • Pernah mengalami terapi radiasi dibagian dada seperti perawatan Limfoma Hodgkin atau kanker kelenjar getah bening

    5. Kanker Rahim

    Kanker endometrium atau yang sering dikenal sebagai kanker rahim adalah jenis kanker yang tumbuh di bagian dinding rahim. Gejala kanker rahim yang paling umum terjadi adalah terjadinya pendarahan dari vagina diluar masa haid atau saat sudah memasuki masa menopause, kehilangan nafsu makan, cepat kenyang, perut kembung, bengkak dan nyeri pada panggul. Faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab kanker rahim adalah:

    • Berusia di atas 50 tahun
    • Mulai menstruasi usia terlalu dini dan menopause terlambat
    • Obesitas
    • Pola makan yang tinggi akan lemak dan kalori
    • Menderita diabetes
    • Memilikiriwayat kanker payudara atau kanker ovarium
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker rahim
    • Menderita pertumbuhan berlebih pada jaringan endometrium
    • Memiliki riwayat keluargadengan kanker rahim atau kolorektal
    • Mengikuti hormone repalcement therapy

    6. Kanker Serviks

    Penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim ini terjadi karena adanya virus HPV tipe 16 dan 18. Kanker serviks terjadi paling sering pada wanita yang berusia 35-55 tahun. Tapi, kanker serviks tidak akan terjadi pada wanita yang belum melakukan hubungan seksual. Adapun beberapa faktor terjadinya kanker serviks adalah sebagai berikut:

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    • Kebiasaan merokok
    • Hubungan seksual pertamadi usia muda
    • Bergonta-ganti pasangan seksual
    • Menggunakan jeniskontrasepsi oral dalam waktu panjang
    • Infeksi human papillomavirus(HPV)
    • Menderita penyakit menular seksual sepertigonore, sifilis, klamidia, ataupun kutil kelamin
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker serviks

    7. Kanker vulva

    Kanker vulva terjadi akibat pertumbuhan sel yang abnormal pada bagian bibir vagina, yang awal mulanya dari penyakit menular seksual. Kanker ini berupa benjolan yang terasa sangat gatal, rapuh, dan terasa nyeri pada bibir vagina dan bisa dideteksi dengan biopsi. Beberapa faktor penyebab kanker vulva, adalah:

    • Kebiasaan merokok
    • Infeksi Human papillomavirus(HPV)
    • Bergonta-ganti pasangan seksual
    • Melakukan hubungan seksual sejak dini
    • Peradangan vulva menahun
    • Mempunyai penyakit kulit pada area vulva

    8. Kanker Vagina

    Kanker vagina juga memiliki gejala dan penyebab yang hampir sama dengan kanker serviks. Kanker jenis ini merupakan kanker yang langka terjadi, namun tidak boleh sesekali disepelekan karena bisa mengancam jiwa. Berikut adalah beberapa faktor penyebab kanker vagina:

    • Kebiasaan merokok
    • Berusia lebih dari 60 tahun
    • Memiliki riwayat infeksi HIV
    • Infeksi Human papillomavirus(HPV)
    • Bergonta-ganti pasangan seksual
    • Penggunaanobat diethylstilboestrol
    • Mempunyai riwayat kanker serviks

    9. Kanker Saluran Tuba

    Saluran tuba falopi yang merupakan jalur sperma menuju sel telur juga bisa terserang kanker, yang disebut dengan kanker saluran tuba. Pada umumnya, wanita yang mengidap kanker saluran tuba tidak merasakan gejala apapun dan kanker ini memang jarang terjadi pada wanita. Sampai saat ini penyebab kanker saluran tuba juga belum ditemukan.

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Itulah Sahabat Sehat mengenai beberapa faktor penyebab kanker pada wanita. Supaya Sahabat tidak terkena salah satu kanker di atas, yaitu kanker serviks, Sahabat bisa melakukan pencegahan dengan vaksinasi kanker HPV di Prosehat. Layanan vaksinasi ini bisa datang ke rumah, dan mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Media K. 6 Jenis Kanker yang Menyerang Sistem Reproduksi Wanita Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2016/11/15/170500523/6.jenis.kanker.yang.menyerang.sistem.reproduksi.wanita?page=all
    2. Sendari A. 8 Jenis Kanker yang Rentan Dialami Wanita, Waspadai [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4200344/8-jenis-kanker-yang-rentan-dialami-wanita-waspadai
    3. Kanker pada Organ Reproduksi Wanita – RS Awal Bros [Internet]. RS Awal Bros. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: http://awalbros.com/kebidanan-dan-kandungan/kanker-pada-organ-reproduksi-wanita/
    4. 5 Jenis Penyakit Kanker yang Kerap Menyerang Wanita [Internet]. Pfimegalife.co.id. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://www.pfimegalife.co.id/literasi-keuangan/kesehatan/read/5-jenis-penyakit-kanker-yang-kerap-menyerang-wanita
    5. Media K. 3 Penyebab Kanker Vagina yang Perlu Diwaspadai Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/01/06/180500168/3-penyebab-kanker-vagina-yang-perlu-diwaspadai?page=all
    6. Media K. 6 Penyebab Kanker Tiroid yang Perlu Diwaspadai Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/10/31/133300068/6-penyebab-kanker-tiroid-yang-perlu-diwaspadai?page=all

     

    Read More
  • Kesehatan wanita dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah gizi yang seimbang. Gizi yang seimbang dapat diperoleh dari beraneka ragam makanan. Semakin bervariasi makanan yang dimakan setiap hari, maka semakin baik asupan gizi yang masuk dalam tubuh. Kesadaran untuk pola makan sehat itu, sampai kini belum dimiliki oleh kebanyakan wanita. Bahkan ada yang cenderung untuk […]

    Seperti Apa Makanan untuk Meningkatkan Kesehatan Wanita?

    Kesehatan wanita dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah gizi yang seimbang. Gizi yang seimbang dapat diperoleh dari beraneka ragam makanan. Semakin bervariasi makanan yang dimakan setiap hari, maka semakin baik asupan gizi yang masuk dalam tubuh. Kesadaran untuk pola makan sehat itu, sampai kini belum dimiliki oleh kebanyakan wanita. Bahkan ada yang cenderung untuk makan di luar rumah, yaitu tempat-tempat bergengsi dengan pilihan menu yang tidak memenuhi asas gizi seimbang, seperti makanan fast food atau junk food.

    makanan untuk meningkatkan kesehatan wanita

    Baca Juga: Wanita Harus Mengonsumsi 10 Makanan Ini!

    Padahal, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, wanita juga mengalami perubahan bahkan dan perlambatan metabolisme. Hal tersebut dapat membuat hilangnya massa otot serta perubahan fisik terkait menopouse. Sehingga, untuk menunjang dan memperlambat hal tersebut, wanita perlu makanan untuk meningkatkan kesehatannya.

    Wanita sering mengalami masalah kesehatan, baik berupa gangguan kesehatan fisik maupun mental. Oleh karena itu, makanan yang masuk ke dalam tubuh  menjadi alat yang sangat menentukan untuk menangkis segala macam penyakit berbahaya yang masuk, seperti diabetes, kanker payudara, jantung, gangguan kulit hingga osteoporosis. Oleh sebab itu untuk menunjang kesehatannya, wanita sangat membutuhkan beberapa makanan khusus untuk menunjang dan meningkatkan kesehatan mereka.

    Berikut adalah makanan yang harus dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan wanita:

    Bayam

    Bayam  memiliki banyak sekali manfaat, loh Sahabat Sehat. Apabila kalian lebih banyak mengonsumsi makanan seperti bayam dapat membantu mencegah alergi, diabetes, dan penambahan berat badan yang berlebih. Selain itu, bayam juga mengandung vitamin K, kalsium, dan magnesium. Ketiga kandungannya dapat meningkatkan kekuatan tulang dan tinggi akan folat serta lutein yang baik untuk kesehatan mata.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Ikan Berminyak

    Ikan berminyak di dalamnya terdapat lemak sehat yang mampu membantu produksi hormon yang dibutuhkan dalam tubuh wanita. Selain itu, ikan juga mampu menjaga kesehatan otak, jantung, dan sendi. Asam lemak omega 3 yang terdapat pada ikan berminyak berfungsi membantu mengurangi gejala menopouse, seperti hot flushes dan keringat di malam hari. Biasanya makanan untuk meningkatkan kesehatan wanita yang memiliki kandungan lemak sehat ada di ikan salmon.

    Pepaya

    Buah pepaya memiliki banyak manfaat untuk meningkatkan kesehatan wanita. Buah berwarna merah atau oranye ini ternyata mengandung beta karoten dan likopen. Likopen diketahui dapat menurunkan kemungkinan terkena kanker serviks dan payudara. Dan juga merupakan antioksidan, yang dapat menjaga kolesterol dan tekanan darah pada tingkat kesehatan yang sehat untuk membantu menangkal penyakit jantung.

    Wortel

    Si oranye kecil ini adalah salah satu makanan untuk meningkatkan kesehatan wanita. Wortel banyak mengandung vitamin A yang sangat tinggi karena tingginya kandungan vitamin A, maka wortel dapat membantu menjaga kesehatan kulit tetap halus dan membuat penglihatan jadi tajam. Selain itu, sayuran yang mengandung serat ini memiliki bahan aktif yang dapat membantu melawan flek hitam, kerutan, dan jerawat di wajah kalian.

    Baca Juga: 10 Bahan Makanan yang Sehat untuk Perawatan Kulit Wajah

    Telur

    Siapa yang tidak tahu tentang telur yang kaya akan vitamin D dan juga zat besi. Telur dapat meningkatkan kesehatan wanita, karena memiliki sumber protein yang baik dan dapat menurunkan risiko penyakit jantung serta obesitas. Kandungan lemak yang dimiliki telur sedang, protein yang sangat tinggi, serta karbohidrat dan gula yang sangat sedikit, sangat baik bagi wanita. Kalian bisa menjadikan telur sebagai makanan untuk meningkatkan kesehatan wanita, khususnya bagi kalian yang berusia sudah di atas 40 tahun.

    Daun mint

    Daun kecil berwarna hijau ini ternyata memiliki banya manfaat untuk meningkatkan kesehatan wanita. Si kecil hijau banyak mengandung vitamin K, zat besi, dan asam folat. Nutrisi yang terkandung di daun mint sangat berguna untuk menghindarkan tubuh dari anemia saat masa menstruasi yang berat, serta dapat untuk mencegah insomnia.

    Yogurt

    Yogurt, selain memiliki rasa yang enak ternyata juga memiliki sumber kalsium yang sangat baik dan kaya akan protein yang bisa meningkatkan kesehatan wanita. Yogurt juga bisa dijadikan sebagai sumber energi. Selain itu yogurt juga memiliki kultur aktif yang dapat menjaga kesehatan usus.

    Produk Terkait: Jual Heavenly Blush Yoghurt

    Brokoli

    Sayuran brokoli mengandung banyak vitamin C yang dapat memproduksi kolagen di dalam kulit. Kolagen tersebut berfungsi untuk memberikan elastisitas pada kulit. Brokoli juga tinggi akan beta karoten yang diubah menjadi vitamin A. Vitamin yang berfungsi untuk mempercepat pergantian sel sehingga kulit selalu terlihat nampak cerah. Jadi bagi kalian Sahabat Sehat cocok sekali mengkonsumsi brokoli untuk meningkatkan kesehatan wanita.

    Kacang-kacangan

    Tidak sedikit wanita yang memiliki masalah hipertensi atau diabetes. Ada baiknya, mereka mengonsumsi kacang-kacangan. Kacang-kacangan diketahui kaya akan serat dan rendah lemak yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan gula darah. Seperti contohnya, kacang merah, kacang kenari atau kacang almond. Mereka sangat aman untuk menjaga kolesterol dalam tubuh agar tetap stabil. Bila sahabat mengonsumsi 12 buah kacang kenari setiap harinya, kalian juga dapat mengurangi dari risiko penyakit jantung.

    Baca Juga: Menu Makanan Sehat yang Pas untuk Sehari-hari

    Nah, Sahabat Sehat sekarang sudah tahu kan makanan apa saja yang berguna untuk meningkatkan kesehatan wanita? Mulai sekarang, kurangi ya makan-makanan cepat saji. Dan perbanyak makanan yang telah dianjurkan di atas. Semoga dengan lebih banyak mengkonsumsi makanan tersebut, bisa semakin meningkatkan kesehatan wanita Sahabat Sehat. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan sehat untuk wanita dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dewantari NM. Peranan gizi dalam Kesehatan reproduksi. Jurnal Skala Husada. 2013;10(2): 219 – 224.[online] Available at: <http://www.poltekkesdenpasar.ac.id/files/JSH/V10N2/Ni%20Made%20Dewantari1%20JSH%20V10N2.pdf> [Accessed 29 January 2021].
    2. com. 2021. Wanita wajib mengonsumsi 10 makanan sehat ini setiap hari! | merdeka.com. [online] Available at: <https://www.merdeka.com/sehat/wanita-wajib-mengonsumsi-10-makanan-sehat-ini-setiap-hari.html> [Accessed 29 January 2021].
    3. Rakyat, P., 2021. 8 Jenis Makanan yang Bernutrisi Tinggi, Bagus Dikonsumsi untuk Kesehatan Wanita – Pikiran-Rakyat.com. [online] Pikiran-Rakyat.com. Available at: <https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-011214726/8-jenis-makanan-yang-bernutrisi-tinggi-bagus-dikonsumsi-untuk-kesehatan-wanita> [Accessed 29 January 2021].
    4. Antara News. 2021. Makanan bernutrisi untuk menambah imun wanita usia 40-an. [online] Available at: <https://www.antaranews.com/berita/1926332/makanan-bernutrisi-untuk-menambah-imun-wanita-usia-40-an> [Accessed 29 January 2021].
    Read More
  • Keluarnya cairan dari vagina sering kita sebut dengan keputihan.  Cairan yang keluar berfungsi agar vagina tetap bersih dan lembab dan menjaganya dari infeksi. Pada dasarnya keputihan pada wanita dapat bersifat normal dan abnormal. Keputihan normal hampir dialami oleh semua wanita dan anak perempuan. Biasanya keputihan yang normal terjadi sesuai dengan proses siklus menstruasi. Gejala keputihan […]

    Keputihan, Waspadai Penyebab dan Jenisnya!

    Keluarnya cairan dari vagina sering kita sebut dengan keputihan.  Cairan yang keluar berfungsi agar vagina tetap bersih dan lembab dan menjaganya dari infeksi. Pada dasarnya keputihan pada wanita dapat bersifat normal dan abnormal. Keputihan normal hampir dialami oleh semua wanita dan anak perempuan. Biasanya keputihan yang normal terjadi sesuai dengan proses siklus menstruasi. Gejala keputihan yang normal adalah tidak berbau, jernih (antara bening hingga puth susu), tidak gatal, dan tidak perih. Lain halnya dengan keputihan yang abnormal.

    keputihan

    Baca Juga: Benarkah keputihan Pertanda Kanker Serviks?

    Sebaliknya, keputihan abnormal terjadi akibat adanya infeksi dari berbagai mikro organisme, seperti bakteri, jamur, atau parasit. Keputihan abnormal iditandai dengan banyaknya cairan yang keluar, berwarna pulih kekuningan, kuning kehijauan, terasa gatal  perih dan sensasi terbakar pada vagina, disertai bau amis atau busuk. Warna cairan yang keluar pun berbeda tergantung penyebabnya.

    Apa saja penyebab keputihan abnormal?

    Keputihan abnormal dapat disebabkan karena infeksi organisme berikut:

    • Bakteri Vaginosis

    Infeksi bakteri yang cukup umum ini disebabkan oleh meningkatnya keputihan yang memliki bau kuat, seperti amis, dan bau busuk. Biasanya yang memiliki risiko terinfeksi tinggi oleh bakteri  ini adalah wanita yang melakukan oral seks atau memiliki banyak pasangan seksual.

    • Trikomoniasis

    Infeksi jenis ini disebabkan oleh protozoa. Infeksi ini menyebar melalui hubungan seksual, dan dapat pula ditularkan dengan berbagi handuk atau pakaian renang. Gejala dari infeksi ini adalah cairan yang kuning kehijauan dengan bau busuk, rasa nyeri, dan gatal pada vagina.

    • Infeksi Jamur

    Cairan yang dihasilkan oleh infeksi jamur ini adalah cairan putih seperti gumpalan keju, selain itu infeksi ini juga menimbulkan sensasi terbakar dan gatal. Hal ini disebabkan oleh adanya penyakit diabetes, penggunaan pil KB, sedang hamil, konsumsi antibiotik jangka panjang, gonore, dan klamida (infeksi menular seksual atau IMS).

    • Penyakit Radang Panggul (PID)

    Infeksi ini sering menular melalui hubungan seksual. Infeksi ini terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya sehingga menghasilkan cairan yang berat dan berbau busuk.

    • Human Papillomairus(HPV) atau Kanker Serviks

    Infeksi ini disebarkan melalui hubungan seksual. Walaupun tidak memiliki gejala, jens infeksi ini dapat mengeluarkan cairan berdarah, coklat, atau encer dengan bau yang tidak sedap.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    • Atrofi Vagina (Atrofik Vaginitis)

    Penipisan dan peradangan pada dinding vagina akibat menurunnya kadar estrogen. Peradangan ini paling sering terjadi setelah menopause atau saat sedang menyusui. Gejala yang sering ditemui adalah vagina kering dan terasa terbakar, berair sensasi panas saat buang air kecil, pendarahaan setelah hubungan seksual, dan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

    • Candida

    Infeksi ini disebabkan oleh  jamur Candida albicans yang mengakibatkan adanya perubahan nilai pH pada vagina atau perubahan hormon di dalam tubuh, misalnya, selama kehamilan, akibat diabetes atau melemahnya sistem kekebalan tubuh, mengonsumsi antibiotik, penggunaan steroid atau imunosupresan dalam jangka panjang. Tanda yang ditimbulkan oleh infeksi ini adalah warna merah atau pembengkakan pada vagina, cairan keputihan mirip keju atau kembang tahu yang sangat gatal di sekitar area genital.

    Baca Juga: Keputihan dan Komplikasinya

    Jenis–jenis Keputihan

    Keputihan dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan warna dan kepekatannya.

    1. Putih

    Cairan berwarna putih pada fase awal dan akhir siklus menstruasi adalah normal. Tetapi, apabila keputihan disertai gatal dengan terlihat seperti gumpalan yang kental, itu adalah keputihan abnormal dan perlu perawatan. Keputihan jenis ini merupakan indikasi adanya infeksi jamur.

    1. Jernih dan Berair

    Cairan berwarna jernih dan encer adalah hal yang wajar. Keputihan seperti ini bisa terjadi kapan saja setiap bulan, biasanya sering terjadi setelah melakukan aktifitas atau kegiatan yang berat.

    1. Bening dan Elastis

    Keputihan jenis ini menunjukan bahwa kemungkinan besar anda berovulasi dan ini adalah jenis keputihan yang normal.

    1. Coklat dan Berdarah

    Peristiwa keluarnya cairan coklat disertai darah ini ini biasanya normal apabila terjadi selama atau setelah siklus menstruasi. Namun dalam kasus tertentu cairan seperti ini bisa menjadi tanda adanya kanker endometrium atau serviks. Namun, bisa juga terjadinya masalah seperti fibroid atau pertumbuhan abnormal lainnya. Jika hal ini terjadi kepada anda, segeralah periksa ke dokter.

    1. Kuning kehijauan

    Warna keputihan ini mirip dengan fases (kotoran). Jenis keputihan ini kemungkinan adanya infeksi trikomoniasis, dan biasanya menyebar melalui hubungan seksual.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    Hal–hal yang perlu diperhatikan dalam mencegah keputihan, yaitu:

    • Menjalankan gaya hidup yang sehat dan jaga kebersihan pribadi
    • Gunakan pakaian dalam dari bahan katun dan hindari celana ketat
    • Hindarkan penggunaan sabun yang dapat memicu alergi
    • Keringkan area genital atau anus dari depan ke belakang, hindari bilas vagina
    • Besihkan dan cuci vagina sebelum berhubungan seks dan berkemih atau buang air kecil setelahnya
    • Berhubungan seksual pada satu pasangan, dan beraktivitas seks dengan aman menggunakan kondom

    Nah, Sahabat itulah mengenai keputihan. Apabila Sahabat merasa keputihan yang dimiliki mengarah ke kanker HPV, yuk segera lakukan vaksinasi HPV di Prosehat, yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Vaginal Discharge: What’s Abnormal? [Internet]. WebMD. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal#1
    2. What to Know About Vaginal Discharge [Internet]. Healthline. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://www.healthline.com/symptom/vaginal-discharge#home-remedies
    3. [Internet]. Ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: http://www.ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JSH/article/download/67/33
    4. Vaginal discharge [Internet]. nhs.uk. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/
    5. Atrofi Vagina [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/penyakit/d-1272046/atrofi-vagina
    6. Family Health Service – Vaginitis [Internet]. Fhs.gov.hk. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.fhs.gov.hk/english/other_languages/bahasa_indonesia/women_health/women_health/12124.html

     

    Read More
  • Menjelaskan persoalan kesehatan manusia dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan siklus hidup. Siklus kehidupan sendiri adalah suatu rangkaian aktivitas alami yang terjadi pada setiap individu dalam populasi yang berkaitan dengan perubahan tahapan kehidupan. Hal tersebut menjelaskan tentang masa depan suatu individu yang diistilahkan dengan pertumbuhan, kemampuan bertahan hidup, dan proses reproduksi pada rentang waktu berturut-turut. Karena […]

    Hubungan Antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

    Menjelaskan persoalan kesehatan manusia dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan siklus hidup. Siklus kehidupan sendiri adalah suatu rangkaian aktivitas alami yang terjadi pada setiap individu dalam populasi yang berkaitan dengan perubahan tahapan kehidupan. Hal tersebut menjelaskan tentang masa depan suatu individu yang diistilahkan dengan pertumbuhan, kemampuan bertahan hidup, dan proses reproduksi pada rentang waktu berturut-turut. Karena itu, siklus kehidupan selalu melibatkan tahapan-tahapan yang demikian, seperti kelahiran, kematian, dan transisi-transisi antar setiap tahapan.

    siklus kehidupan dan kesehatan wanita

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Dari sekian rangkaian siklus kehidupan tersebut, pendekatan yang dapat diterapkan dalam menguraikan ruang lingkup kesehatan reproduksi adalah memperhatikan kekhususan kebutuhan dalam menangani sistem reproduksi pada setiap fase kehidupan, serta menjaga kesinambungan antarfase kehidupan. Dengan demikian, masalah kesehatan reproduksi pada setiap fase kehidupan dapat diperkirakan, dan apabila tidak ditangani dengan baik akan berakibat buruk pada masa kehidupan selanjutnya.  Perkembangan individu dengan potensi genetik akan berkembang secara maksimal jika diberikan lingkungan yang berkualitas, baik dari gizi maupun lingkungan sosialnya sehingga dapat membangun pribadi manusia yang sehat, baik secara jasmaniah, emosi, spiritual, sosial, dan ekonomi.

    Apa saja 5 tahapan dalam pendekatan siklus kehidupan ini?

    Ini adalah beberapa gambaran pendekatan siklus hidup kesehatan reproduksi untuk laki–laki dan perempuan dengan mempehatikan hak reproduksi per orangnya. Perempuan merupakan sumber daya yang tidak kalah pentingnya dengan tenaga kerja laki-laki dan pada dasarnya perempuan memiliki kebutuhan khusus dibandingkan dengan laki–laki, seperti haid, hamil, melahirkan, menyusui, dan mengalami menopause. Itu sebabnya perempuan perlu pemeliharaan kesehatan yang lebih intensif selama hidupnya.

    Fase Konsepsi

    Konsepsi adalah fertilisasi atau pembuahan, disebut juga sebagai peristiwa bertemunya sel telur dengan sperma. Peristiwa tersebut secara formal didefinisikan sebagai persatuan antara sebuag sel dan sperma. Hal inilah yang menandai awalnya suatu kehamilan.

    Pada fase ini sangat dianjurkan untuk memberikan perlakuan yang sama terhadap janin laki–laki/perempuan seperti:

    1. Antenatal Care(pemeriksaan kehamilan), tujuannya untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat (Depkes RI) sehingga mengurangi angka kematian ibu dan angka kematian bayi dari suatu proses persalinan.
    2. Pesalinan
    3. Pemeriksaan Bayi baru lahir
    4. Postnatal Care(pemeriksaan pasca persalinan) tujuannya untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya dan memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.

    Fase Bayi dan Anak

    Pada bayi yang lahir dengan usia kelahiran yang cukup, pembentukan genitalia internal (organ reproduksi dalam) sudah selesai, dan jumlah folikel primordial dalam kedua ovarium telah lengkap sebanyak 750.000 butir serta tidak akan bertambah lagi pada kehidupan selanjutnya.

    Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat Bayi Baru Lahir? Simak Poin Berikut!

    Periode bayi bawah lima tahun atau yang biasa disebut disingkat menjadi Balita. Pada periode ini usia ini, manusia disebut sebagai bayi sebelum anak awal. Rentang usia balita dimulai dari dua sampai dengan lima tahun, atau biasa menggunakan perhitungan bulan , yaitu usia 24–60 bulan. Periode ini biasa disebut juga dengan usia prasekolah.

    Untuk meningkatkan kemampuan kognitif PAUD dapat diberikan melalui bermain. Melalui bermain anak secara tidak langsung melakukan kegiatan belajar dengan bereksplorasi, bereksperimen, dan mengekspresikan diri dengan bebas melalui rangsangan dari lingkungannya, terutama lingkungan rumah. Selain itu, ada pula Pendidikan diluar rumah yang melakukan kegiatan belajar yang lebih  terprogram dan terstruktur.

    Fase Remaja

    Fase remaja purbertas adalah masa transisi diri dari periode anak ke dewasa. Masa transisi ini antara usia 10 sampai 19 tahun, dan pada fase ini dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu: remaja awal, usia 11–13 tahun, remaja pertengahan, usia 14–16 tahun, dan remaja lanjut, usia 17–19 tahun.

    Apabila dilihat perkembangan anak sejak lahir hingga besar, akan didapati bahwa seorang anak tumbuh secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia. Sama halnya dengan pertumbuhan pemikiran dan konsep diri bersamaan dengan banyaknya pengalaman dan pengetahuan yang ia dapatkan, baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun dari masyarakat sekitar. Selain pertumbuhan fisik yang cepat, juga timbul tanda–tanda sex sekunder dan datangnya peristiwa penting pada gadis remaja yaitu haid pertama yang dinamakan menarche, sedangkan pada laki–laki adalah mimpi basah, kemudian dari serangakaian tanda–tanda diatas diakhiri dengan berhentinya pertumbuhan fisik.

    Selain itu muncul pula berbagai permasalahan dari fase remaja ini, seperti:

    1. Kesehatan
    2. Seksualitas
    3. Sekolah
    4. Jerawat
    5. Gizi
    6. NAPZA
    7. Dll

    Dari sekian masalah diatas, pendekatan yang dapat dilakukan adalah Pendidikan sedini mungkin, konseling perubahan hukum/ sosial, Pendidikan kesehatan, deteksi, pencegahan, pengobatan, pemberian suplemen, Pendidikan dalam keluarga, konseling, dan lain-lain.

    Fase Dewasa Atau Usia Subur

    Usia dewasa muda, yaitu antara 18–20, sering kali dihubungkan dengan masa subur, karena pada usia ini kehamilan sehat paling mungkin terjadi. Pada masa inilah usia produkif dalam menjalani karir yang penuh kesibukan di luar rumah. Pada wanita hamil di usia ini , mereka harus lebih memperhatikan kondisi tubuhnya agar selalu dalam kondisi prima, sehingga kehamilan dapat bejalan dengan lancar dan bayi yang dilahirkan pun sehat.

    Baca Juga: 4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

    Gangguan yang mungkin muncul pada usia ini adalah endometriosis yang ditandai dengan gejala nyeri haid, kram haid, nyeri pinggul saat berhubungan seks, sakit saat buang air besar  atau buang air kecil. Tetapi tidak semua wanita mengalami gangguan seperti ini, dan banyak yang tidak mengalami gejala apa–apa. Namun, masalah yang mungkin terjadi adalah kesakitan dan kematian seorang ibu yang disebabkan berbagai kondisi, malnutrisis/anemia, kemandulan, pelecehan/kekerasan seksual, komplikasi aborsi, ISR/IMS/HIV/AIDS, dan pengaturan kesuburan.

    Pencegahan yang dapat dilakukan adalah Pendidikan kesehatan, pemberian suplemen, konseling, pencegahan primer, pengobatan KB, Pendidikan seksual, pencegahan dan pengobatan IMS, pelayanan antenatal, persalinan, postpartum, imunisasi dan informasi lainnya.

    Fase Usia Lanjut

    Pada fase usia lanjut, kebanyakan dari mereka akan measakan rasa loneliness, yaitu suatu pengalaman yang tidak menyenangkan muncul akibat dari kurangnya hubungan social seseorang dari berbagai aspek, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Biasanya mereka yang mengalami hal seperti ini akan menilai dirinya tidak berharga, tidak diperhatikan, dan tidak dicintai. Hal tersebut akan semakin dirasakan oleh usia lanjut yang sebelmnya adalah seorang yang aktif dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan orang banyak.

    Baca Juga: Batuk Kronis Pada Lansia, dari Gejala Hingga Pencegahan

    Sementara itu, sangat penting bagi wanita lanjut usia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara  teratur, agar dapat menjaga  tubuh tetap sehat dengan mengatur pola makan yang benar, minum suplemen yang dibutuhkan tubuh. Selain itu olahraga ringan dan tetap aktif secara intelektual.

    Itulah Sahabat Sehat mengenai hubungan antara siklus kehidupan dan kesehatan wanita. Kesehatan wanita ini penting sekali untuk dijaga terutama dari virus HPV. Apabila Sahabat ingin memeriksakan diri untuk virus HPV, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. nurjannah a. KESEHATAN WANITA SEPANJANG SIKLUS KEHIDUPAN [Internet]. Academia.edu. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://www.academia.edu/5555418/KESEHATAN_WANITA_SEPANJANG_SIKLUS_KEHIDUPAN?sm=b
    2. neliti.com. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://media.neliti.com/media/publications/135210-ID-analisis-peranan-perempuan-pada-rantai-n.pdf
    3. usu.ac.id. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/20555/Chapter%20I.pdf?sequence=4
    4. Serba-Serbi Kesehatan Reproduksi Wanita dan Keluarga Berencana [Internet]. Google Books. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=DDDTDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR5&dq=kesehatan+wanita+sepanjang+siklus+kehidupan&ots=S16dDaWWoL&sig=MNdwX_v25zdLjkyVuJNo4RdVUCw&redir_esc=y#v=onepage&q=kesehatan%20wanita%20sepanjang%20siklus%20kehidupan&f=true
    5. Bpjs-kesehatan.go.id. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/c2145cecc7a821fe00e19d57e67bc950.pdf
    6. KESEHATAN WANITA SEPANJANG SIKLUS KEHIDUPAN [Internet]. Google Docs. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://docs.google.com/presentation/d/1BXXfvEAqt_V-xj5ReW6rDEFDhKOeNmU49o4-fOsmpS4/htmlpresent

     

    Read More
  • Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa […]

    Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi

    Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis.

    obesitas rentan covid-19

    Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung

    Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa penderita obesitas ternyata berpeluang cukup besar untuk terinfeksi Covid-19 dengan angka mencapai 30,2%. Selain obesitas, kondisi hipertensi (26,2%), diabetes (20,5%), dan gagal jantung juga berpeluang terinfeksi Covid 19.

    Studi yang sama juga dilampirkan oleh para peneliti dari John Hopkins University dan World Health Organization (WHO), yang menyatakan bahwa tingkat kematian Covid-19 disebut dapat mencapai 10 kali lebih tinggi pada negara yang sekitar 50% populasinya mengalami obesitas.

    Lebih lanjut studi ini juga menyatakan bahwa sekitar 90% atau 2,2 juta dari 2,5 juta kematian Covid-19 di dunia, terjadi di negara dengan tingkat angka obesitas yang tinggi. Dalam laporan ini, Amerika Serikat dan Inggris merupakan negara yang paling banyak melaporkan kematian akibat Covid-19 pada penderita obesitas.

    Di Inggris tercatat 184 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dan 63,7% populasinya mengalami obesitas sementara di Amerika Serikat tercatat 152,49 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dengan 67,9% populasinya mengalami obesitas. Hal ini cukup kontras dengan negara asia seperti Jepang dan Korea Selatan, yang tingkat persentase penderita Covid-19 tinggi namun angka persentase obesitasnya rendah.

    Bagaimana di Indonesia?

    Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, tercatat 21,8% penduduk di Indonesia mengalami obesitas. Kebanyakan terjadi pada masyarakat perkotaan dengan persentase sebesar 25,1% jika dibandingkan dengan masyarakat pedesaan, hanya 17,8% yang mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat pedesaan yang melakukan aktivitas fisik.

    Baca Juga: Hati-hati Obesitas pada Anak!

    Selain kurangnya aktivitas fisik, juga terdapat faktor budaya seperti kepercayaan masyarakat apabila seseorang berpostur gemuk maka menandakan makmur dan apabila balita terlihat gemuk maka dianggap lucu. Hal ini tentu saja menganggap bahwa obesitas merupakan hal yang biasa.

    Obesitas dan Pandemi Covid-19

    Obesitas atau kelebihan berat badan di masa pandemi Covid-19 rupanya cukup dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya akibat kebijakan pemerintah untuk meminta warga berdiam di rumah dan melakukan aktivitas dari dalam rumah yang berakibat masyarakat menjadi semakin konsumtif dalam mengkonsumsi makanan secara daring.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Akibatnya, tanpa disadari hal tersebut mengarah pada kondisi obesitas yang juga dapat menyebabkan timbulnya risiko penyakit diabetes. Kebijakan beraktivitas dari rumah juga menyebabkan berkurangnya pergerakan fisik.

    Mengapa Obesitas Bisa Rentan Terpapar Covid-19?

    Hal ini dikarenakan obesitas menyebabkan banyak perubahan pada fungsi kekebalan tubuh. Penyakit diabetes yang salah satu faktor resikonya akibat obesitas, dapat membuat kadar gula darah tinggi merusak fungsi sel darah putih dan kondisi tersebut dapat memperlambat proses penyembuhan.

    Lalu Bagaimana Cara Menghindari Obesitas Selama Masa Pandemi?

    Berikut ini adalah beberapa langkah penderita obesitas dalam menghadapi pandemi dan cara menghindarinya selain melakukan protokol kesehatan:

    Tetap Penuhi Kebutuhan Gizi yang Seimbang

    Direktur Gizi Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr. RR Dhian Proboyekti seperti dilansir dari Liputan6.com, meminta masyarakat untuk tetap dapat memenuhi gizi yang seimbang. Mulai dari membiasakan konsumsi makanan pokok, membatasi asupan makanan camilan yang manis, asin, dan berlemak. Biasakan diri untuk membaca label pada kemasan makanan untuk memastikan komposisi dan asupan makanan yang dikonsumsi.

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

    Berikut kadar gula, garam dan lemak yang dianjurkan dalam makanan sehari hari:

    • Gula: 50 gram per hari
    • Garam: 5 gram per hari
    • Lemak: 67 gram per hari

    Yang terpenting mengatur jumlah gula, garam, dan lemak tanpa menghindari asupan tersebut dalam makanan.

    Lakukan Aktivitas Fisik

    Aktivitas fisik seperti olahraga bagaimanapun tetap harus dilakukan untuk menghindari obesitas dan menurunkan risiko obesitas selama masa pandemi. Lakukanlah olahraga minimal 30 menit sesuai anjuran World Health Organization (WHO). Jenis olahraga dapat disesuaikan dengan kondisi dan preferensi setiap orang.

    Baca Juga: 10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba

    Itulah mengenai kondisi obesitas, yang cukup rentan terinfeksi Covid 19. Yuk, Sahabat Sehat tetap jaga kesehatan selama masa pandemi dan apabila Sahabat ingin informasi kesehatan lebih lanjut mengenai obesitas dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. O’Hearn M, Liu J, Cudhea F, Micha R, Mozaffarian D. Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in the United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Journal of the American Heart Association [Internet]. 2021 [cited 5 March 2021];10(5). Available from: https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/JAHA.120.019259
    2. Anwar F. Obesitas Jadi Faktor Pendorong Terbesar Kematian COVID-19 di Dunia [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5481734/obesitas-jadi-faktor-pendorong-terbesar-kematian-covid-19-di-dunia
    3. Hari Obesitas Dunia, Perbanyak Aktivitas Fisik dan Jaga Pola Makan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4498419/hari-obesitas-dunia-perbanyak-aktivitas-fisik-dan-jaga-pola-makan
    4. Hari Obesitas Sedunia, Kenali dan Cegah Bahayanya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/fotohealth/d-5480387/hari-obesitas-sedunia-kenali-dan-cegah-bahayanya/10/#photos
    5. Media K. Kenapa Orang dengan Obesitas Rentan Saat Terinfeksi Covid-19? Berikut Alasannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/17/122500665/kenapa-orang-dengan-obesitas-rentan-saat-terinfeksi-covid-19-berikut?page=all
    Read More
  • Diet a la Tya Ariestya sedang diperbincangkan oleh publik. Hal ini dikarenakan sang aktris telah berhasil menurunkan bobot tubuhnya hingga 22 kilogram hanya dalam kurun waktu 4 bulan. Pengalaman suksesnya menjalani diet diungkapkan dalam sebuah buku berjudul The Journey of Fit Tya Ariestya. Baca Juga: Inilah 10 Tips Langsing Alami, Mudah Kok! Namun buku tersebut menimbulkan […]

    Mengapa Diet Ala Tya Ariestya Menjadi Sangat Kontroversial?

    Diet a la Tya Ariestya sedang diperbincangkan oleh publik. Hal ini dikarenakan sang aktris telah berhasil menurunkan bobot tubuhnya hingga 22 kilogram hanya dalam kurun waktu 4 bulan. Pengalaman suksesnya menjalani diet diungkapkan dalam sebuah buku berjudul The Journey of Fit Tya Ariestya.

    diet ala Tya Ariestya

    Baca Juga: Inilah 10 Tips Langsing Alami, Mudah Kok!

    Namun buku tersebut menimbulkan kontroversi karena sang aktris, yang bernama lengkap Ariestya Noormita Azhar tersebut tidak menyertakan sayur dalam menu dietnya. Selain itu, ia menyertakan boleh bebas mengonsumsi garam. Hal ini menimbulkan kontroversi dan dikhawatirkan berdampak pada orang-orang yang mencoba menerapkan anjuran diet tersebut, terutama bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang harus mengurangi asupan garam ataupun harus mengonsumsi banyak sayur.

    Berikut ini adalah beberapa kontroversi diet tersebut beserta alasannya yang dicuit oleh akun Gizipedia, di akun sosial media Twitter seperti dilansir dari Kompas.com.

    Kesampingkan Asupan Sayur  

    Hal ini merupakan poin pertama yang disorot dari diet dalam buku Tya Ariestya, tertulis bahwa sayur tidak disertakan dalam diet karena dianggap menghambat turunnya berat badan bahkan mengganggu bakteri baik dalam tubuh sehingga tidak menyerap nutrisi penting dari lambung dan usus. Selain itu, diet dalam buku Tya Ariestya menyebut sayur mentah dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Bebas Konsumsi Garam

    Dalam bukunya, Tya Ariestya menyebut garam dapat dikonsumsi secara bebas. Padahal konsumsi garam yang berlebihan dapat menimbulkan risiko kenaikan tekanan darah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa asupan garam per hari yang dianjurkan sekitar 1 sendok teh atau setara 2.000 mg natrium (garam).

    Menu Diet Murah dan Tidak Realistis

    Buku “The Journey of Fit Tya Ariestya” juga memuat harga satu kali makan adalah Rp 4.350. Angka tersebut dianggap tidak realistis jika disesuaikan dengan perencanaan menu makanan yang tercantum seperti menyertakan multivitamin, omega 3, dan biskuit diet.

    Produk Terkait: Jual Biskuit Granola Chinamon Violet Kitchen

    Diet Rendah Kalori

    Menu diet rendah kalori juga disorot karena menyebut menu diet hanya mempunyai asupan kalori harian kurang dari 500 kalori. Padahal, diet rendah kalori tidak dianjurkan untuk kesehatan jika dilakukan dalam jangka panjang.

    Tanggapan beragam tentunya tidak hanya dari akun Gizipedia saja, namun juga mendapat sorotan dari fitness influencer Yulia Baltschun dan ahli gizi. Berikut tanggapan mereka:

    Gizipedia

    Akun yang sering mengulas masalah gizi ini menyatakan bahwa apa yang dimuat dalam buku diet ala Tya Ariestya, menyamaratakan proses diet untuk semua orang. Padahal, setiap orang mempunyai proses metabolisme tubuh yang berbeda-beda sehingga pola diet yang sukses  dilakukan Tya Ariestya belum tentu cocok bagi orang lain.

    Yulia Baltschun

    Fitness dan health influencer yang juga merupakan juara 3 Masterchef Indonesia, Yulia Baltschun juga memberikan tanggapan mengenai buku Tya Ariestya. Yulia mengaku mendapat banyak pertanyaan mengenai pola diet tersebut.

    Yulia menyebut bahwa apa yang dilakukan Tya Ariestya sebenarnya sangat tidak tepat karena bertentangan dengan ketetapan dan teori mengenai jumlah asupan kalori yang dibutuhkan tubuh, dan pola diet dalam buku tersebut pada akhirnya lebih cocok dilakukan untuk orang yang mempunyai gangguan makan atau eating disorder. Yulia menilai apa yang dilakukan Tya hendaknya cukup dijadikan sebagai cerita pribadi saja, dan bukan menjadi konsumsi publik.

    Para Ahli Gizi

    Para ahli gizi seperti Fiastuti Witjaksono dan Ika Setyani juga mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap pola diet yang tercantum dalam buku The Journey of Fit Tya Ariestya.

    Seperti dilansir dari CNN Indonesia, dua ahli gizi ini menyebut bahwa sayur tidak boleh dihilangkan dalam menu diet karena berperan penting untuk menurunkan berat badan dan juga menjaga kesehatan tubuh.

    Mereka mengatakan bahwa prinsip diet adalah bukan untuk menghindari jenis makan, melainkan mengatur jumlah makanan yang masuk dan tidak menghilangkan salah satu dari zat gizi yang diperlukan tubuh. Apabila sayur dihilangkan dari pola makan, dikhawatirkan seseorang dapat mengalami kekurangan serat, vitamin, dan mineral yang dapat berdampak pada tubuh seperti munculnya keluhan susah buang air besar.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Bagaimana Cara Diet yang Tepat dan Seimbang?

    Pilih Makanan yang Tepat

    Memilih makanan yang tepat merupakan cara yang harus Sahabat lakukan jika ingin melakukan diet, namun juga tetap menjaga kesehatan tubuh. Hindari makanan berlemak, berminyak, asin, atau manis secara berlebihan.

    Jangan Biarkan Tubuh Kelaparan

    Ketika Sahabat sedang melakukan diet, sebaiknya jangan menahan lapar karena hal ini dapat mengakibatkan Sahabat makan secara berlebihan setelahnya.

    Mengatur Jadwal Makan

    Aturlah jadwal makan supaya tubuh tidak kelaparan. Pola makan diet yang sehat, umumnya  tetap dapat membuat Sahabat makan seperti biasa namun dengan memperhatikan porsi serta menu makanan yang akan dikonsumsi.

    Sarapan dengan Menu Buah dan Sayur

    Buah dan sayur tetap diperlukan karena dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan tubuh. Hal ini tentunya akan membantu melancarkan buang air besar yang merupakan salah satu cara diet yang sehat.

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Kurangi Konsumsi Gula dan Garam

    Menjalankan diet, berarti Sahabat juga membatasi asupan gula dan garam agar tidak berlebihan.

    Mengunyah Makanan dengan Benar

    Mengunyah makanan dengan benar dan perlahan akan membantu Sahabat merasa kenyang lebih cepat, sehingga Sahabat tidak akan makan secara berlebihan.

    Cukupi Kebutuhan Cairan

    Sahabat sebaiknya tetap memenuhi kebutuhan asupan cairan per hari untuk mencegah hilangnya cairan berlebih dari tubuh akibat aktivitas yang dilakukan sehari hari. Karena itu, selalu bawa persediaan air saat beraktivitas di luar rumah.

    Konsumsi Makanan yang Dikukus dan Direbus

    Apabila Sahabat ingin sukses dalam diet, pilihlah makanan yang dikukus dan direbus daripada makanan yang digoreng karena mengandung kalori yang lebih rendah dan lemak tidak jenuh.

    Baca Juga: Apakah Makanan yang Dibakar dan Dipanggang Menyehatkan?

    Olahraga Teratur

    Jangan lupa melakukan olahraga, ketika Sahabat melakukan diet. Sebab, olahraga dapat secara efektif membakar kalori, membantu membentuk otot dan membuat tubuh lebih ideal. Lakukanlah olahraga minimal 30 menit sehari.

    Hindari Alkohol

    Alkohol diketahui dapat membuat Sahabat kehilangan mineral penting yang diperlukan tubuh. Untuk menjalani diet yang sehat, sebaiknya hindari konsumsi Alkohol.

    Istirahat yang Cukup

    Cara terakhir adalah beristirahat yang cukup, sekitar 6-8 jam sehari. Istirahat yang cukup dapat membantu proses metabolisme tubuh ketika Sahabat sedang menjalani diet.

    Itulah mengenai diet ala Tya Ariestya yang kontroversial,  karena tidak memasukkan sayur dan bebas mengkonsumsi garam dalam menu dietnya. Untuk Sahabat Sehat tetaplah melakukan diet dengan menu makanan bergizi dan seimbang, supaya diet yang dilakukan tidak hanya memperindah tampilan bentuk fisik namun juga menyehatkan tubuh.

    Baca Juga: 6 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Sebulan

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut seputar diet dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Ramai di Medsos, Ini 5 Hal yang Disorot dari Diet Tya Ariestya [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/03/04/061600820/ramai-di-medsos-ini-5-hal-yang-disorot-dari-diet-tya-ariestya
    2. Diet Ala Tya Ariestya Turunkan Berat Badan Tanpa Makan Sayur [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201207164457-255-579017/diet-ala-tya-ariestya-turunkan-berat-badan-tanpa-makan-sayur
    3. Sari Y. Buku Diet Tya Ariestya Jadi Kontroversi, Yulia Baltschun: Blacklist Aja! [Internet]. detikfood. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://food.detik.com/info-sehat/d-5480924/buku-diet-tya-ariestya-jadi-kontroversi-yulia-baltschun-blacklist-aja
    4. Respons Pakar Gizi Soal Kontroversi Diet Tya Ariestya [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210304160101-255-613793/respons-pakar-gizi-soal-kontroversi-diet-tya-ariestya
    5. Pratiwi F. 11 Cara Diet Sehat untuk Menurunkan Berat Badan, Wajib Tahu Nih! [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4604754/11-cara-diet-sehat-untuk-menurunkan-berat-badan-wajib-tahu-nih

     

    Read More
  • Varian baru virus Corona B.1.1.7 dari Inggris akhirnya masuk ke Indonesia, demikian hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, pada Selasa, 2 Maret 2021. Hal tersebut bertepatan dengan setahun masuknya Covid-19 di Indonesia. Ia meminta semua pihak bekerja lebih keras dalam menangani pandemi. Baca Juga: Setahun Covid-19 di Indonesia Ditandai dengan Munculnya Varian Baru […]

    Mengenal Varian Baru Virus Corona B.1.1.7 yang Sudah Masuk ke Indonesia

    Varian baru virus Corona B.1.1.7 dari Inggris akhirnya masuk ke Indonesia, demikian hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, pada Selasa, 2 Maret 2021. Hal tersebut bertepatan dengan setahun masuknya Covid-19 di Indonesia. Ia meminta semua pihak bekerja lebih keras dalam menangani pandemi.

    varian baru virus Corona B.1.1.7

    Baca Juga: Setahun Covid-19 di Indonesia Ditandai dengan Munculnya Varian Baru Virus dari Inggris

    Masuknya varian baru yang merupakan mutasi dari virus SARS-CoV-2 , diketahui berasal dari dua orang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru saja pulang dari Arab Saudi dan saat ini berada di Karawang. Keduanya sudah dinyatakan sembuh setelah dilakukan pemeriksaan PCR.

    Seperti Apa Varian Virus ini?

    B.1.1.7 pertama kali dilaporkan di Inggris pada September 2020, dan diketahui sudah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia.

    Nama B.1.1.7 berasal dari nama galur virus yang mengalami mutasi, yang diketahui memiliki 23 macam mutasi. Salah satunya adalah E484K yang disebut dapat lolos dari perlindungan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat menyebabkan kurang efektifnya vaksin Covid-19 di Afrika Selatan.

    Selain itu,varian B.1.1.7 juga bermutasi menjadi N501Y, yang dapat membuat virus menjadi lebih cepat menular. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh pakar biologi molekuler, Ahmad Rusdan Utomo yang dilansir dari Detikcom.

    Bagaimana Daya Penularannya?

    Terdapat perbedaan mengenai daya penularan antara virus Covid-19 yang berasal dari Wuhan, Cina, dengan varian B.1.1.7 dari Inggris. Daya penularan B.1.1.7 dapat mencapai 70%, hal ini diketahui berdasarkan kondisi di Inggris yang menunjukan penularan mencapai 60% dalam kurun waktu dua bulan.

    Dilansir dari CNN Indonesia, Profesor Zubairi Djoerban menyatakan bahwa B.1.1.7 merupakan super shedder atau virus yang mampu bereplikasi pada saluran pernapasan pasien sehingga mudah menular ke orang lain.

    Mengapa Varian Virus Ini Lebih Cepat Menular?

    Hal ini disebabkan karena varian B.1.1.7 memiliki beberapa mutasi yang menyebabkan virus mudah menempel di sel manusia. Daya penularan yang lebih cepat juga berpotensi meningkatkan beban kapasitas rumah sakit.

    Baca Juga: Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan N95 Saat di Rumah Sakit

    Apa Saja Gejalanya?

    Gejala yang ditimbulkan sedikit berbeda dari virus Covid 19 sebelumnya. Pasien dapat mengalami keluhan demam dalam kurun waktu 2-14 hari. Berdasarkan penuturan salah satu pasien di Indonesia yang telah terinfeksi varian B.1.1.7, hanya mengalami gejala ringan saja.

    Berikut ini adalah gejala yang dapat dialami apabila terinfeksi varian B.1.1.7:

    Demam

    Diketahui sebanyak 22% pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7 mengalami demam.

    Batuk

    Sebanyak 35% pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7 mengalami keluhan batuk, sementara batuk hanya dialami 28% pasien yang terinfeksi virus Covid 19 dari Wuhan.

    Sesak Nafas

    Gejala yang satu ini merupakan gejala yang cukup umum, yang dapat ditemui pada pasien yang terinfeksi virus Covid 19 dari Wuhan dan varian baru B.1.1.7.

    Nyeri Otot

    Nyeri Otot dilaporkan dialami 24% pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7.

    Kehilangan Indera Penciuman dan Perasa

    Varian B.1.1.7 juga dapat menimbulkan keluhan hilangnya indera penciuman dan perasa pada 15% pasien.

    Sakit Kepala

    Pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7 turut mengeluhkan adanya sakit kepala.

    Sakit Tenggorokan

    Sebanyak 22% pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7 mengaku mengalami sakit tenggorokan. Sementara keluhan sakit tenggorokan hanya dialami 19% pasien yang terinfeksi virus Covid 19 yang berasal dari Wuhan.

    Selain gejala di atas, beberapa gejala lain yang dapat dialami yaitu:

    • Diare
    • Mata merah
    • Ruam pada kulit
    • Perubahan warna pada jari tangan dan kaki
    • Kelelahan
    • Pilek
    • Muntah-muntah dan gangguan pencernaan

    Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Vaksinasi?

    Kemunculan varian baru virus Corona B.1.1.7 menimbulkan anggapan skeptis, apakah vaksinasi mampu memberikan perlindungan terhadap varian ini? Dilansir dari berbagai sumber, sejumlah peneliti percaya bahwa vaksin yang ada masih berpeluang memberikan perlindungan. Namun hal tersebut masih memerlukan data pendukung ilmiah.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Direktur Kantor Deteksi Molekuler Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC), Greg Armstrong, menyatakan bahwa varian baru virus Corona B.1.1.7 tidak akan berdampak besar pada sistem kekebalan tubuh. Meski demikian, beberapa produsen vaksin seperti Pfizer tengah memodifikasi produk nya agar dapat memberi perlindungan terhadap varian baru virus Corona B.1.1.7.

    Pencegahan Apa Saja yang Harus Dilakukan?

    Untuk mencegah terinfeksi varian baru virus Corona B.1.1.7, Sahabat dianjurkan melakukan beberapa hal berikut :

    Menggunakan Masker Dua Lapis

    Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) menyebutkan bahwa penggunaan masker dua lapis terutama bila berada di wilayah atau tempat penularan yang berisiko tinggi, dapat mengurangi risiko terinfeksi.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Hal ini juga dapat Sahabat lakukan bila berada di tempat ramai. Jika tidak memungkinkan menggunakan masker rangkap, kenakanlah masker yang memiliki 2-3 lapis di dalamnya.  Namun sebelum itu periksa terlebih dahulu jenis, kualitas, dan kesesuaian masker.

    Sering Mencuci Tangan

    Mencuci tangan tetap merupakan salah satu upaya perlindungan diri dari infeksi varian baru Corona B.1.1.7. Cucilah tangan sesering mungkin dengan menggunakan sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik. Apabila tidak memungkinkan, bisa menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%.

    Cucilah tangan Sahabat setelah melepas masker, dan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut.

    Tetap Lakukan Jaga Jarak

    Situasi pandemi yang telah berlangsung selama setahun dapat memunculkan kondisi pandemic fatigue atau kondisi lelah dalam menghadapi pandemi, akhirnya banyak yang kembali tidak melakukan protokol kesehatan.

    Padahal hal ini berpotensi meningkatkan resiko tertular virus Covid 19. Sahabat sebaiknya tetap lakukan jaga jarak, dan usahakan untuk membatasi aktivitas atau interaksi dengan banyak orang.

    Vaksinasi

    Langkah terakhir adalah dengan melakukan vaksinasi, sebagai upaya untuk membantu mencegah lonjakan virus yang berulang, dapat mencapai kekebalan kelompok dan mengurangi keparahan infeksi pada tubuh.

    Beberapa negara termasuk Indonesia diketahui sudah melakukan vaksinasi secara bertahap, dengan kelompok rentan sebagai prioritas.

    Itulah mengenai varian baru virus corona B.1.1.7 dari Inggris yang sudah masuk ke Indonesia melalui 2 orang TKI yang baru pulang dari Arab Saudi dan sudah terdeteksi di Karawang, Jawa Barat.

    Baca Juga: Mutasi Virus Corona yang Perlu Sahabat Tahu

    Mengingat sifat virus yang mudah menyebar, Sahabat Sehat disarankan tetap melakukan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi atau interaksi), dan lakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Jangan lupa lakukan deteksi Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Bestari N. Mengenal Mutasi Corona B117 Inggris yang Ditemui di Karawang [Internet]. tech. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210303125639-37-227530/mengenal-mutasi-corona-b117-inggris-yang-ditemui-di-karawang
    2. Media K. Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Ini Macam Varian Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/03/110200523/mutasi-virus-corona-b117-masuk-indonesia-ini-macam-varian-covid-19?page=all
    3. K N. Makna di Balik Kode ‘B117’, Varian Corona Inggris yang Baru Saja Masuk RI [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5479280/makna-di-balik-kode-b117-varian-corona-inggris-yang-baru-saja-masuk-ri
    4. Ahli Ungkap Fakta Mutasi Virus Corona B117 yang Masuk RI [Internet]. teknologi. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210304070539-199-613449/ahli-ungkap-fakta-mutasi-virus-corona-b117-yang-masuk-ri
    5. K N. Dari 2 Kasus Corona B117 Pertama RI, Salah Satunya Keluhkan Gejala Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5480119/dari-2-kasus-corona-b117-pertama-ri-salah-satunya-keluhkan-gejala-ini
    6. Hasibuan L. 8 Ciri Terinfeksi Varian Baru Virus Corona B117 Inggris [Internet]. tech. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210303161559-37-227598/8-ciri-terinfeksi-varian-baru-virus-corona-b117-inggris
    7. Azizah K. Penting! Ini 4 Cara Melindungi Diri dari Corona B117 yang Sudah Masuk RI [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5478973/penting-ini-4-cara-melindungi-diri-dari-corona-b117-yang-sudah-masuk-ri
    Read More
Chat Dokter 24 Jam