Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: irfan.seo@tanyadok.com

Irfan

About Irfan

Showing 161–170 of 435 results

  • Beberapa negara sudah mengupayakan berbagai pencegahan virus Covid-19, termasuk pemerintah Indonesia berencana akan memulai penyuntikan vaksinasi di bulan Januari 2020. Vaksin COVID-19 yang akan tiba di Indonesia disebut dapat melindungi diri dari virus dengan tahap pertama penyuntikan ditujukan pada petugas kesehatan. Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19 Sebagian masyarakat sentimen dengan kabar […]

    Yuk, Sahabat, Ketahui dan Waspadai Mitos Vaksin COVID-19 Berikut!

    Beberapa negara sudah mengupayakan berbagai pencegahan virus Covid-19, termasuk pemerintah Indonesia berencana akan memulai penyuntikan vaksinasi di bulan Januari 2020. Vaksin COVID-19 yang akan tiba di Indonesia disebut dapat melindungi diri dari virus dengan tahap pertama penyuntikan ditujukan pada petugas kesehatan.

    mitos vaksin covid-19, mitos vaksin Corona

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19

    Sebagian masyarakat sentimen dengan kabar vaksin COVID-19 dan mempertanyakan keefektifan vaksin COVID-19, praktik keamanannya, standar keamanannya dan tujuan dari vaksin tersebut karena sering mendapatkan informasi yang salah dan beredar di media.

    Padahal sangat penting untuk mencari tahu secara detail, membaca dan menyaring terlebih dahulu informasi mengenai vaksin Corona. Beredarnya mitos  vaksin COVID-19 ini menjadi penghambat rencana pemerintah dalam mengantisipasi virus yang terus merajalela.

    Beberapa mitos vaksin COVID-19 yang tidak perlu Sahabat percaya!

    1. Isu halal/haramnya vaksin

    Isu halal/haramnya vaksin hanya terjadi pro dan kontra di Indonesia, vaksin sama sekali tidak mengandung bagian dari babi. Pemicunya adalah ada kandungan Trypsin yang dipinjam dalam enzim babi untuk hasil akhir yang lebih baik, agar dapat komponen vaksin maksimal.

    Padahal enzim akan dimurnikan kembali agar komponen sementara tidak ikut masuk pada vaksin yang telah steril, apabila jika ada komponen sementara yang ikut masuk ke dalam vaksin, maka hasil akhir produksi hanya virus saja yang masuk ke vaksin tersebut.

    Faktanya, MUI sudah menyatakan bahwa vaksin COVID-19 halal. Artinya, vaksin COVID-19 steril dan tidak membawa bagian dari babi sekecil apa pun.

    2. Menyebabkan autisme

    Thimerosal adalah salah satu bahan kandungan yang digunakan untuk vaksin COVID-19. Sebelumnya, thimerosal pernah dihapuskan oleh Amerika Serikat karena takut kandungannya dapat memicu penyebab autisme.

    Baca Juga: Apakah Benar Imunisasi MMR Menyebabkan Autisme?

    Setelah dihapus dan bahan ini tidak digunakan lagi, faktanya kategori autisme di Amerika Serikat sama sekali tidak menurun. Masyarakat perlu tahu bahwa bahan thimerosal digunakan pada vaksin sebagai bahan pengawet vaksin.

    3. Dapat mengubah DNA

    Vaksin COVID-19 berbasis Vaksin MRNA berfungsi untuk menginstruksi pembuatan protein dalam tubuh dan kemudian sistem kekebalan alami akan meresponsnya.

    Kebanyakan vaksin dikembangkan memang untuk membuat dan memberikan protein dalam tubuh atau memberikan komponen kecil dari virus yang kita coba untuk vaksin. Jadi MRNA tidak mengubah DNA sel manusia ya.

    4. Mempengaruhi fertilitas

    Banyak kabar yang memberikan informasi salah tentang vaksin COVID-19 ini mengganggu fertilitas atau kesuburan untuk memiliki keturunan, padahal vaksin yang diberikan sama sekali tidak menyebabkan infertilitas.

    Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    5. Memiliki zat yang berbahaya

    Vaksin yang telah diedarkan ke masyarakat secara massal harus sudah memenuhi syarat keamanan bahan produksinya, efektif, efisien dalam biaya dan stabil.

    Berarti jika vaksin sudah beredar massal dan pemerintah sudah mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 ke beberapa masyarakat, terutama masyarakat yang diprioritaskan di Indonesia,  vaksin tersebut sudah di bawah montoring atau sudah BPOM.

    Apabila ada bahan yang memiliki efek samping yang tidak diinginkan sewaktu-waktu vaksin tersebut akan ditarik massal secara paksa.

    6. Vaksin tidak dipercaya, karena memproduksinya dalam waktu cepat

    Para ahli dalam dan 1.000 relawan membuat vaksin covid melalui uji klinis beberapa kali. Dalam tahap uji klinis terakhir vaksin Pfizer-BioNtech dan Moderna ditemukan 95% dan 94,1% efektif masing-masing vaksin dalam mencegah infeksi virus COVID-19 yang sangat parah.

    Baca Juga: BPOM Resmi Keluarkan Penggunaan Izin Darurat untuk Vaksin AstraZeneca

    Vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca juga memiliki kemanjuran dalam mencegah virus COVID-19 sebanyak 70%. Jadi, pembuatan vaksin ini, melalu beberapa tahap produksi dan uji klinis yang sangat intensif, ketat dan tidak asal-asalan.

    7. Menularkan virus COVID-19

    Pengetahuan vaksin Universitas Oxford sudah menjelaskan bahwa vaksin Oxford dan AstraZeneca memproduksi vaksin dengan bahan aktif dari adenovirus yang sudah dimodifikasi.

    Virus ini berguna untuk mengirimkan kode genetik untuk protein lonjakan COVID-19. Jadi virus yang ada di dalam vaksin itu tidak mengandung virus hidup dan diproduksi, baik dari Pfizer-BioNtech maupun Moderna.

    8. Setelah divaksin, bebas dari protokol kesehatan

    Kemungkinan besar setelah divaksin akan tetap bisa terinfeksi virus COVID-19. Karena itu, tetap waspada dan jangan menyepelekan protokol kesehatan.

    Vaksin COVID-19 berpengaruh manjur sebanyak 70%. Artinya, Sahabat akan tetap bisa terinfeksi virus COVID-19 dan bukan berarti virus COVID-19 tidak bisa masuk dalam tubuh atau mati, semua tergantung kondisi tubuh atau imunitas masing-masing.

    Baca Juga: Mengapa Tubuh Masih Terpapar Virus Meski Sudah Divaksin?

    Para ahli harus memberikan klarifikasi langsung dan pemahaman awam kepada masyarakat berupaya untuk menghindari informasi mitos seputar vaksin yang salah dan tidak masuk akal, karena masih ada sedikit dari masyarakat yang meragukan keamanan dalam vaksin COVID-19 tersebut yang masih dalam tahap percobaan.

    Mitos seputar vaksin masih banyak sekali beredar di kalangan masyarakat, dan masyarakat harus pandai-pandai memilah informasi secara detail dan masuk akal, tinggalkan informasi yang tidak masuk akal dan harap berhati-hati untuk menyebarkan informasi yang tidak pasti.  

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Untuk informasi mengenai vaksin ini Sahabat bisa konsultasi langsung dengan para dokter di Prosehat selama 24 jam. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. COVID-19 W. Mitos Vaksin Salah, Faktanya Vaksin Aman – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/mitos-vaksin-salah-faktanya-vaksin-aman
    2. 5 Mitos vs Fakta Seputar Vaksin Covid-19 | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210108/106/1340298/5-mitos-vs-fakta-seputar-vaksin-covid-19
    3. Azizah K. Vaksinasi COVID-19 Sebentar Lagi, Mitos Soal Vaksin Ini Tak Perlu Dipercaya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5214208/vaksinasi-covid-19-sebentar-lagi-mitos-soal-vaksin-ini-tak-perlu-dipercaya
    4. Mitos Vaksin Covid-19: Ubah DNA Manusia hingga Menularkan Virus [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4465139/mitos-vaksin-covid-19-ubah-dna-manusia-hingga-menularkan-virus
    5. Media K. Perlu Tahu, Ini Penjelasan WHO soal Mitos dan Fakta Vaksin Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/08/190300365/perlu-tahu-ini-penjelasan-who-soal-mitos-dan-fakta-vaksin-covid-19?page=all

     

    Read More
  • Bagaimanakah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19? Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang cukup menyita perhatian karena ternyata orang yang menderita penyakit tersebut rentan terhadap Covid-19. Penderita Covid-19 banyak yang mempunyai penyakit komorbid atau penyerta. Penderita penyakit ginjal menduduki posisi pertama dengan risiko kematian sebesar 13,7 kali lipat. Di tempat kedua ada penyakit jantung dan […]

    Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19

    Bagaimanakah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19? Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang cukup menyita perhatian karena ternyata orang yang menderita penyakit tersebut rentan terhadap Covid-19. Penderita Covid-19 banyak yang mempunyai penyakit komorbid atau penyerta. Penderita penyakit ginjal menduduki posisi pertama dengan risiko kematian sebesar 13,7 kali lipat. Di tempat kedua ada penyakit jantung dan diabetes dengan risiko kematian sebesar 9 dan 8,3 kali lipat. Kemudian ada hipertensi dan autoimun dengan risiko kematian sebesar 6 kali lipat.

    cara penderita penyakit ginjal menghadapi covid-19

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Mengapa Penderita Penyakit Ginjal Rentan Terkena Covid-19?

    Perlu diketahui bahwa seseorang yang menderita penyakit ginjal umumnya mempunyai imun yang rendah karena kerusakan pada ginjal menyebabkan tubuh tidak bisa membuang racun sehingga menumpuk di dalam tubuhnya. Pasien penderita ginjal yang tertular Covid-19 selain harus mengurangi gejala Covid-19 dengan rutin mengonsumsi obat tertentu, mereka juga harus tetap cuci carah untuk menghilangkan racun di tubuhnya.

    Produk Terkait: Jual Pengobatan Ginjal

    Bagaimana Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19?

    Ada beberapa tips yang dianjurkan bagi penderita ginjal saat menghadapi Covid-19, yaitu:

    Tetap Berada di Rumah

    Cara terbaik bagi penderita ginjal selama masa pandemi dan supaya tidak rentan tertular adalah tetap berada di dalam rumah dan menghindari kerumunan dengan orang-orang sekitar yang berpotensi terkena Covid-19 dan tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, apabila harus keluar rumah karena urusan yang sangat penting tetaplah untuk menjaga jarak sejauh 1,5-2 meter dari orang lain, memakai masker, mencuci tangan serta tutupilah hidung dan mulut ketika batuk dan bersin.

    Cucilah Tangan Sesering Mungkin

    Mencuci tangan merupakan salah satu hal yang harus dilakukan selama masa pandemi, dan merupakan bagian dari perilaku 3M. Gunakanlah sabun dan air dan cucilah pada air yang mengalir selama 20 detik atau lebih. Apabila sabun tidak tersedia, gunakanlah hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol.

    Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Sebaik Mungkin

    Meningkatkan daya tahan tubuh juga merupakan salah satu cara supaya penderita ginjal terhindar dari Covid-19. Caranya adalah mengonsumsi makanan yang bergizi, hindari gula, garam dan lemak berlebihan. Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen yang diperlukan.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Hubungi Layanan Kesehatan Setempat untuk Ketersediaan Obat-obatan

    Penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19 pasti membutuhkan obat-obatan untuk tetap sehat. Silakan hubungi penyedia layanan kesehatan untuk ketersediaan obat-obatan. Minumlah obat yang telah diresepkan, dan jangan mengganti obat tanpa konsultasi terlebih dahulu dari penyedia layanan tersebut.

    Mintalah Bantuan Pada Fasilitas Layanan Terdekat

    Apabila Sahabat menunjukkan gejala-gejala Covid-19 segera lakukan tes Covid-19 pada fasililtas kesehtatan terdekat. Lakukan isolasi diri di rumah atau milik pemerintah selama 10 hari, jika memang terkonfirmasi positif. Selama itu pula jangan bepergian langsung ke unit penanganan ginjal, dokter umum, dan apotek. Sahabat harus terlebih dahulu menghubungi via telepon. Pada pasien ginjal yang harus menjalani dialisis, segera hubungi unit dialisisis untuk mengetahui kapan bisa melakukannya. Apabila selama isolasi 10 hari gejala yang dirasakan memburuk segera hubungi Satgas Covid-19 setempat.

    Ikuti Protokol Kesehatan Saat Cek dan Cuci Darah

    Apabila Sahabat memang diharuskan untuk cek darah rutin yang dianggap riskan pada masa pandemik Covid-19, Sahabat dapat menghubungi penyedia layanan kesehatan setempat untuk menentukan tes bisa ditunda atau tidak. Apabila dokter merasa tes harus dilakukan rutin dan sesuai jadwal, usahakan untuk meminta laboratorium tempat tes agar tes bisa dilakukan di rumah. Perhatikan apakah lab dapat menerima sampel urine yang dikirim melalui kurir. Apabila cek darah tidak bisa dilakukan di rumah, dan Sahabat harus mendatangi laboratorium, jangan khawatir. Biasanya laboratorium tempat Sahabat mengecek darah sudah menerapkan protokol 3M, dan memeriksa suhu setiap orang yang datang. Apabila ada yang positif, akan dilakukan isolasi di lab tersebut.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Begitulah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19 karena mereka termasuk yang rentan terkena. Para penderita diharapkan untuk tidak abai terhadap protokol 3M dan rutin memeriksakan darah di laboratorium. Supaya Sahabat Sehat tidak mengalami masalah pada ginjal berikut beberapa hal yang bisa Sahabat lakukan dengan perilaku CERDIK yaitu:

    • C: Cek kesehatan rutin/berkala
    • E: Enyahkan asap rokok
    • R: Rajin aktivitas fisik
    • D: Diet sehat dengan kalori seimbang
    • I: Istirahat yang cukup
    • K: Kelola stres

    Baca Juga: Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Satgas: Pasien Covid Komorbid Ginjal Paling Berisiko Kematian [Internet]. nasional. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201216144409-20-582945/satgas-pasien-covid-komorbid-ginjal-paling-berisiko-kematian
    2. Media K. Penyakit Ginjal Komorbid Paling Berisiko Sebabkan Kematian Pasien Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/15/21030961/penyakit-ginjal-komorbid-paling-berisiko-sebabkan-kematian-pasien-covid-19?page=all
    3. Azizah K. Risiko Kematian Virus Corona Pada Pasien Gagal Ginjal Tinggi [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4937422/risiko-kematian-virus-corona-pada-pasien-gagal-ginjal-tinggi
    4. Panduan Bagi Orang dengan Faktor Risiko dan Penyandang PTM di Era Pandemi Covid-19 (1) – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/panduan-bagi-orang-dengan-faktor-risiko-dan-penyandang-ptm-di-era-pandemi-covid-19-1
    5. COVID-19: Kidney disease [Internet]. National Kidney Foundation. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.kidney.org/coronavirus/kidney-disease-covid-19#:~:text=Various%20COVID%2D19%2Drelated%20effects,direct%20infection%20of
    6. Coronavirus (Covid-19) guidance for patients with kidney disease [Internet]. Kidney Care UK. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.kidneycareuk.org/news-and-campaigns/coronavirus-advice/#symptomscovid
    7. Direktur P2PTM : CERDIK! Cara Terhindar dari Risiko Penyakit Ginjal – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/direktur-p2ptm-cerdik-cara-terhindar-dari-risiko-penyakit-ginjal
    Read More
  • Setelah Sinovac, kini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penggunaan darurat untuk vaksin produksi AstraZeneca dari Inggris. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam jumpa pers virtual pada Selasa, 9 Maret 2021. Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Darurat untuk Vaksin Sinovac Pemberian izin penggunaan darurat ini berdasarkan efikasi vaksin sebesar 62,1% dari […]

    BPOM Resmi Mengeluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin AstraZeneca

    Setelah Sinovac, kini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penggunaan darurat untuk vaksin produksi AstraZeneca dari Inggris. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam jumpa pers virtual pada Selasa, 9 Maret 2021.

    izin penggunaan darurat untuk vaksin AstraZeneca

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Pemberian izin penggunaan darurat ini berdasarkan efikasi vaksin sebesar 62,1% dari hasil pemantauan selama dua bulan setelah 15 hari pemberian dua dosis vaksin. Efikasi ini tentunya sesuai dengan standar World Health Organization (WHO), yaitu minimal 50%. Angka efikasi ini tentunya lebih rendah daripada vaksin Sinovac, yaitu 65,3%.

    Sejauh ini sudah 1,1 juta dosis vaksin yang diterima Indonesia melalui kerja sama dengan skema kerja sama multilateral Covax. Kedatangan pertama vaksin tersebut adalah pada Senin, 8 Maret 2021 yang rencananya akan digunakan pada vaksinasi tahap kedua.

    Sebelum BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat ini, WHO telah memasukkan AstraZeneca dalam daftar penggunaan izin darurat. Pada analisa interim, efikasi vaksin mencapai 70,4% terutama di negara dengan varian baru Corona seperti Afrika Selatan, Brasil hingga Inggris.

    Siapa Target Penerima Vaksin Ini?

    Pemberian vaksin ditargetkan untuk para lanjut usia dan petugas pelayanan publik termasuk di dalamnya para pedagang pasar, pengemudi ojek online, dan tenaga pendidik.

    Baca Juga: Vaksinasi Corona untuk Tenaga Pendidik

    Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menyebut bahwa vaksin AstraZeneca sudah terbukti aman untuk penduduk berusia lanjut. Diharapkan penggunaan vaksin dapat mengurangi angka kematian yang cukup tinggi pada lansia.

    Mengenal Vaksin AstraZeneca

    Vaksin AstraZeneca merupakan vaksin yang diproduksi AstraZeneca dan Universitas Oxford. Vaksin ini diketahui menggunakan metode adenovirus yang berasal dari simpanse. Virus ini diketahui aman bagi manusia. Adenovirus disebut dapat melindungi dari Covid-19, dengan tidak mengubah DNA seseorang.

    Apa Saja Efek Samping Pasca Vaksinasi AstraZeneca?

    Seperti halnya vaksin Covid-19 lainnya, vaksin ini juga mempunyai beberapa efek samping, yaitu:

    • Kelelahan
    • Menggigil atau demam
    • Sakit kepala
    • Nyeri sendi
    • Pusing
    • Nafsu makan menurun
    • Sakit perut
    • Keringat berlebihan
    • Kulit gatal atau ruam
    • Peradangan sistemik

    Suhu Penyimpanan

    Mengenai suhu penyimpanan, vaksin AstraZeneca dapat disimpan pada suhu 2-80Celcius. Tujuannya agar kandungan dalam vaksin mengalami degradasi atau rusak sehingga mempengaruhi efektivitas vaksin.

    Bagaimana Dosis Pemberiannya?

    Dosis pemberian untuk vaksin AstraZeneca adalah sebanyak 0,5 ml per dosis, dengan rentang jarak penyuntikan dosis pertama dan kedua adalah 28 hari.

    Berapa harganya?

    Vaksin AstraZeneca dibanderol pada kisaran harga USD 3 hingga USD 25, atau jika dikonversikan dalam Rupiah adalah sekitar Rp 42.000 hingga Rp 70.000 per dosis. Di Indonesia, distribusi vaksin AstraZeneca seperti halnya Sinovac akan dilakukan oleh Bio Farma.

    Demikianlah mengenai pemberian izin darurat oleh BPOM untuk AstraZeneca yang baru saja tiba di Indonesia, dan diperuntukkan khusus bagi lansia.

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Meskipun vaksin sudah tiba dan Sahabat divaksinasi, Sahabat harus tetap melakukan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi atau interaksi), dan melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta lakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. BPOM Sebut Efikasi Vaksin Corona AstraZeneca 62,1%, Lebih Rendah dari Sinovac [Internet]. kumparan. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/bpom-sebut-efikasi-vaksin-corona-astrazeneca-62-1-lebih-rendah-dari-sinovac-1vJv8h822an
    2. Vaksin AstraZeneca Disebutkan Menggunakan Adenovirus, Virus Apa Itu? | Indozone.id [Internet]. indozone.id. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.indozone.id/health/o8seMve/vaksin-astrazeneca-disebutkan-menggunakan-adenovirus-virus-apa-itu/read-all
    3. K N. Vaksin Corona AstraZeneca Tiba di RI, Siapa Saja yang Akan Memakainya? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5486373/vaksin-corona-astrazeneca-tiba-di-ri-siapa-saja-yang-akan-memakainya
    4. Alam S. Perbandingan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Vs Sinovac, Jenis hingga Harganya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5485432/perbandingan-vaksin-covid-19-astrazeneca-vs-sinovac-jenis-hingga-harganya
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan beberapa negara termasuk Indonesia pada awal tahun 2021. Beberapa melaporkan adanya efek samping yang dialami setelah divaksin, seperti demam dan sakit kepala. Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19 Satuan Tugas Covid-19 menjelaskan bahwa efek samping yang dapat dialami beragam dan umumnya bersifat ringan seperti demam, nyeri otot, dan ruam. […]

    Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan beberapa negara termasuk Indonesia pada awal tahun 2021. Beberapa melaporkan adanya efek samping yang dialami setelah divaksin, seperti demam dan sakit kepala.

    sakit kepala setelah vaksinasi Covid-19

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Satuan Tugas Covid-19 menjelaskan bahwa efek samping yang dapat dialami beragam dan umumnya bersifat ringan seperti demam, nyeri otot, dan ruam.

    Penyebab Munculnya Sakit Kepala Setelah Divaksin

    Sakit kepala yang muncul setelah divaksin adalah merupakan efek samping ringan, hal ini  dikarenakan sistem kekebalan tubuh mengira adanya patogen yang masuk ke tubuh saat vaksin disuntikkan.

    Dilaporkan, hal ini sering dialami saat menerima vaksin dosis kedua karena antibodi yang dihasilkan setelah dosis pertama meningkatkan respons terhadap suntikan vaksin kedua. Hal ini berakibat tubuh mengalami reaksi yang lebih kuat dari sebelumnya.

    Merek Vaksin Apakah yang Dapat Menyebabkan Sakit Kepala Ini?

    Semua merek vaksin yang telah diproduksi dan digunakan, baik Pfizer maupun Sinovac, berpeluang untuk mengalami efek samping tersebut.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Apakah Terasa Mengganggu?

    Meskipun ringan, efek samping seperti sakit kepala dapat terasa mengganggu. Terutama jika Sahabat yang mengalaminya memiliki riwayat penyakit kronis seperti tumor otak, meningitis, dan stroke. Tentu saja hal tersebut akan mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan penanganan secara medis.

    Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Ada beberapa cara untuk mengatasi sakit kepala yang Sahabat alami setelah divaksin Covid-19, yaitu:

    Menggunakan Pengobatan Rumahan

    Jika Sahabat tidak menyukai pil atau kapsul, Sahabat dapat melakukan pengobatan awal dengan menggunakan kantong es atau kompres dingin yang diletakkan di atas kepala. Selain itu, hal ini juga dapat mengatasi pembengkakan setelah vaksinasi.

    Mengonsumsi Makanan Alami

    Sahabat dapat mengkonsumsi sayur berdaun hijau serta obat herbal alami seperti rempah jahe, kopi atau menggunakan terapi minyak esensial. Hindari makanan kaya histamin yang dapat memicu reaksi alergi.

    Produk Terkait: Jual Herbadrink Sari Jahe 22 gram

    Kurangi Konsumsi Alkohol

    Kurangi konsumsi alkohol atau sama sekali tidak konsumsi alkohol karena diketahui merupakan salah satu pemicu sakit kepala.

    Cuti

    Sahabat dapat mempertimbangkan cuti setelah melakukan vaksinasi untuk membantu tubuh beristirahat dan pulih dengan baik.

    Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

    Apabila sakit kepala yang Sahabat alami tak tertahankan lagi dan tidak mereda dengan berbagai cara di atas, Sahabat diharapkan segera berkonsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Itulah mengenai sakit kepala yang dapat dialami setelah menjalani vaksin Covid-19. Meski demikian, Sahabat tetap harus menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi atau interaksi), serta menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Jangan lupa untuk melakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Vaksin Covid-19 Sebabkan Sakit Kepala, Begini Cara Mengatasinya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/03/07/101000968/vaksin-covid-19-sebabkan-sakit-kepala-begini-cara-mengatasinya?page=all
    2. Mediatama G. Inilah dua efek samping vaksin Covid-19 yang sering terjadi, kenali solusinya [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-dua-efek-samping-vaksin-covid-19-yang-sering-terjadi-kenali-solusinya?page=all
    3. COVID-19 W. Tanya Jawab | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/tanya-jawab?search=Apakah%20terdapat%20efek%20samping%20dari%20pemberian
    4. Media K. Jangan Sepelekan, Ini 5 Penyakit Kronis yang Ditandai Sakit Kepala Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/09/26/120600468/jangan-sepelekan-ini-5-penyakit-kronis-yang-ditandai-sakit-kepala?page=all
    Read More
  • Covid-19 yang sekarang menjadi pandemi akan menjadi endemik. Itulah yang diungkapkan oleh epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University, Australia. Hal itu berdasarkan pengamatannya jika melihat pada perkembangan dan mutasi virus selama ini. Prediksi ini ia sudah ungkapkan pada Mei 2020 lalu. Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu? Hal serupa diungkapkan pula oleh para […]

    Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Covid-19 yang sekarang menjadi pandemi akan menjadi endemik. Itulah yang diungkapkan oleh epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University, Australia. Hal itu berdasarkan pengamatannya jika melihat pada perkembangan dan mutasi virus selama ini. Prediksi ini ia sudah ungkapkan pada Mei 2020 lalu.

    covid-19 akan menjadi endemik

    Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu?

    Hal serupa diungkapkan pula oleh para peneliti dalam jurnal Nature pada Januari 2021. Jurnal tersebut menyatakan bahwa lebih dari 100 ahli imunologi, peneliti penyakit menular, dan ahli virologi berpendapat bahwa virus Corona akan menjadi endemik. Artinya, virus akan terus beredar dan akan ada terus di tengah masyarakat selama bertahun-tahun mendatang.

    World Health Organization (WHO) juga sudah mengungkapkan hal ini pada akhir 2020 lalu. Profesor David Heymann, Ketua Kelompok Penasihat Strategi dan Teknis WHO untuk Bahaya Infeksi menyatakan bahwa dunia sudah harus siap hidup berdampingan dengan Covid-19 saat menjadi endemik.

    Lalu Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Merujuk pada istilah dalam epidemiologi, pandemi merupakan sebutan untuk penyakit yang mewabah di sebagian besar dunia dalam waktu yang bersamaan. Pada awal kemunculannya, Covid-19 merupakan endemik karena hanya terjadi di suatu wilayah saja.

    Baca Juga: Infodemik, Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Berikut ini adalah penyakit-penyakit yang sempat menjadi pandemi, yaitu:

    • Flu Spanyol 1918
    • Flu Asia 1956
    • HIV-AIDS
    • Flu Babi

    Sedangkan endemik adalah penyakit yang terjadi dalam satu wilayah saja dalam rentang waktu tertentu, contohnya:

    Apakah Covid-19 di Indonesia Dapat Menjadi endemik?

    Seperti dilansir dari CNBC Indonesia, epidemiolog Dicky Budiman menyatakan sangat mungkin Covid-19 di Indonesia menjadi endemi. Hal itu berdasarkan angka reproduksi suatu wilayah atau negara, dan bila sulit mencapai angka di bawah satu, Covid-19 bisa menjadi endemik. Hal lainnya adalah sistem kesehatan yang masih buruk dan strategi 3T (tracing, testing,treatment) yang belum maksimal.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Demikianlah Sahabat Sehat mengapa Covid-19 bisa menjadi kondisi endemik dari sebelumnya pandemi. Sahabat disarankan tetap harus berperilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak,menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi atau interaksi) serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Baca Juga: Virus Nipah, Calon Pandemi Baru Setelah Covid-19?

    Selain itu, jangan lupa vaksinasi Covid-19 jika vaksinasi massal sudah berjalan sebagai salah satu pencegahan, dan tetap lakukan deteksi dini Covid-19 melalui Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Alam S. COVID-19 Disebut Sangat Mungkin Jadi endemikdi RI, Apa Bedanya dengan Pandemi? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5485048/covid-19-disebut-sangat-mungkin-jadi-endemik-di-ri-apa-bedanya-dengan-pandemi
    2. Media K. WHO Peringatkan, Pandemi Covid-19 Kemungkinan Besar Bakal Jadi endemik[Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/02/28/170200423/who-peringatkan-pandemi-covid-19-kemungkinan-besar-bakal-jadi-endemik
    3. Media K. Covid-19 Diprediksi Bakal Jadi endemik, Apa Artinya untuk Kita? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/01/124314423/covid-19-diprediksi-bakal-jadi-endemik-apa-artinya-untuk-kita?page=all
    4. Waspadai 10 Penyakit Endemis Ini Saat Jalan-jalan ke Luar Negeri [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1899299/waspadai-10-penyakit-endemis-ini-saat-jalan-jalan-ke-luar-negeri
    5. Hasibuan L. Akankah Virus Covid-19 Jadi endemik di RI? Ini Prediksinya! [Internet]. tech. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210308115922-37-228539/akankah-virus-covid-19-jadi-endemik-di-ri-ini-prediksinya
    Read More
  • Ragam kuliner Indonesia diketahui bercita rasa pedas, dan kebanyakan orang Indonesia memang menyukai rasa pedas dalam makanan sebab memberikan sensasi saat menyantap makanan. Baca Juga: Perhatikan Makanan Ini Saat Bumil Diare? Cita rasa pedas dalam masakan Indonesia saat ini menjadi daya tarik. Tak hanya karena tampilan yang menarik, tetapi juga tingkat kepedasan dalam makanan tersebut. […]

    Mengapa Makanan Pedas Menyebabkan Diare? Berikut Penjelasannya!

    Ragam kuliner Indonesia diketahui bercita rasa pedas, dan kebanyakan orang Indonesia memang menyukai rasa pedas dalam makanan sebab memberikan sensasi saat menyantap makanan.

    makanan pedas menyebabkan diare, makanan pedas menimbulkan diare

    Baca Juga: Perhatikan Makanan Ini Saat Bumil Diare?

    Cita rasa pedas dalam masakan Indonesia saat ini menjadi daya tarik. Tak hanya karena tampilan yang menarik, tetapi juga tingkat kepedasan dalam makanan tersebut. Semakin tinggi tingkat kepedasan, semakin orang ingin terus mencobanya.

    Namun makanan pedas dapat menimbulkan reaksi berupa diare, ditandai dengan terus-menerus ke kamar mandi sehingga tubuh dapat menjadi lemas karena kekurangan cairan.

    Lalu timbul pertanyaan mengapa hal demikian bisa terjadi?

    Penjelasan Makanan Pedas Menyebabkan Diare

    Diare merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan keluhan buang air besar cair  dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam sehari. Penyebab diare dapat disebabkan karena infeksi virus dan bakteri pada saluran cerna, dan dapat pula disebabkan karena jenis makanan yang dikonsumsi.

    Makanan pedas dapat menyebabkan diare dikarenakan adanya kandungan capsaicin yang terkandung dalam cabai, komponen utama dalam makanan pedas yang dapat mengiritasi tubuh. Hal ini bisa Sahabat rasakan apabila kulit menyentuh cabai, tentu akan terasa terbakar dan panas pada kulit Sahabat.

    Capsaicin dapat mengiritasi saluran pencernaan seperti lambung dan usus. Pada beberapa kasus ada sejumlah orang yang kuat terhadap efek capsaicin, namun ada juga yang tidak tahan karena sensitifnya kedua organ tersebut sehingga dapat menyebabkan diare, dan sakit maag.

    Capsaicin disebut dapat menyebabkan diare karena adanya reaksi dalam tubuh yang disebut dengan reseptor transient potential vanilloid 1 receptors (TRPV1). Reseptor inilah yang memberi tahu otak bahwa tubuh sedang mengalami sensasi terbakar. Oleh otak hal ini kemudian ditafsirkan, dan kemudian dilepaskan hormon penghambat nyeri (endorfin).

    Baca Juga: 5 Trik Tetap Makan Pedas, Tanpa Sakit Maag

    Hormon inilah yang membuat Sahabat mengalami sedikit perasaan gembira dan ketagihan. Namun, endorfin yang Sahabat miliki akan bergerak lebih cepat dari biasanya dan tiba di usus besar saat capsaicin mengiritasi usus kecil.

    Proses pencernaan kemudian melambat, tetapi reseptor TRPV1 diaktifkan secara berlebihan dan usus besar akan mempercepat keseluruhan proses sebagai pertahanan. Reaksi secara berlebihan inilah yang tidak memungkinkan usus besar menyerap air, dan akhirnya menyebabkan diare.

    Diare Tidak Hanya Disebabkan oleh Makanan Pedas

    Namun diare sebenarnya tidak hanya disebabkan oleh makanan pedas. Profesor Ari Fahrial Syam seperti dilansir dari Suara.com menyatakan bahwa diare bisa disebabkan oleh hal lain seperti bakteri dan virus dalam makanan.

    Hal ini kemudian akan menimbulkan disentri atau diare berdarah pada BAB-nya terutama pada orang yang memiliki ambeien sehingga orang seperti ini tidak disarankan mengkonsumsi makanan pedas. Selain ambeien, orang yang memiliki riwayat maag juga tidak disarankan konsumsi makanan pedas.

    Produk Terkait: Jual Obat Diare

    Selain Makanan Pedas, Makanan Apa Saja yang Dapat Menimbulkan Diare?

    Diare tidak hanya disebabkan dari makanan pedas namun dari makanan-makanan lain yang tidak mengandung cita rasa pedas, misalnya:

    Makanan yang Mengandung Pemanis Buatan

    Aspartam, sakarin, dan sukrosa serta alkohol gula (manitol, sorbitol, dan xylitol) ternyata juga dapat menyebabkan diare akibat memiliki efek pencahar. Efek ini tidak hanya menyebabkan diare, tetapi juga dapat menyebabkan perut kembung. Efek pencahar ini biasanya sudah ada dalam tabel peringatan.

    Berikut adalah makanan-makanan manis yang perlu dihindari:

    • Permen karet
    • Makan penutup rendah gula
    • Soda diet
    • Minuman diet
    • Sereal rendah gula
    • Bumbu rendah gula

    Susu

    Susu juga dapat menyebabkan diare pada penderita intoleransi laktosa yang dialami apabila seseorang tidak memiliki enzim untuk memecah gula tertentu. Namun, alih-alih memecahnya tubuh membuang gula dengan sangat cepat, dan seringkali dalam bentuk diare. Jenis susu yang sebaiknya dihindari:

    • Susu bebas laktosa
    • Susu almond
    • Susu kedelai
    • Susu kacang mete

    Kopi

    Kopi juga dapat menyebabkan diare karena kandungan kafein yang terkandung di dalamnya, yang juga bersifat sebagai stimulan sehingga dapat merangsang sistem pencernaan. Diare dapat terjadi dari kopi jika minuman ini dikonsumsi 2-3 cangkir dalam sehari. Supaya tidak mengalami diare, Sahabat disarankan menggunakan susu oat atau krimer untuk mengurangi efek pencahar dari kopi.

    Baca Juga: Minuman Selain Kopi yang Membantu Meningkatkan Konsentrasi

    Fruktosa

    Fruktosa merupakan gula alami dalam buah yang sebenarnya baik buat tubuh. Namun apabila dikonsumsi secara berlebihan bisa memiliki efek pencahar yang memicu diare. Karena itu, konsumsilah dalam jumlah yang wajar.

    Bawang Merah dan Putih

    Bawang merah dan putih yang merupakan jenis bumbu masakan sehari-hari yang ternyata dapat juga menimbulkan diare. Hal ini karena keduanya mengandung serat tidak larut yang bisa membuat makanan lebih cepat melewati sistem pencernaan.

    Serat tidak larut ini berupa sari yang jika diurai oleh asam di perut, dapat melepaskan gas, dan mengiritasi usus besar. Apabila Sahabat ingin menghindari diare dari bawang merah dan putih, Sahabat bisa menggantinya dengan seledri dan adas yang mempunyai risiko diare dan gas yang lebih kecil.

    Brokoli dan Kembang Kol

    Sayuran seperti brokoli dan kembang kol juga bisa menyebabkan diare meskipun keduanya kaya nutrisi dan serat nabati curah sehingga bermanfaat bagi kesehatan. Diare dari kedua sayuran akibat serat yang dimilikinya, dan dikonsumsi dalam jumlah besar.

    Makanan Cepat Saji

    Makanan cepat saji dapat menyebabkan diare karena mengandung lemak jenuh dan lemak trans, sehingga tubuh cenderung sulit mencerna makanan tersebut.

    Kapankah Harus ke Dokter?

    Diare sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 hari. Cara penyembuhannya bisa dilakukan dengan menghindari makanan pedas, makan secara perlahan, dan makan secukupnya selama beberapa hari. Selain itu, penting untuk tetap terhidrasi dan hindari minuman berkafein.

    Baca Juga: 8 Asupan yang Tepat untuk Mengatasi Diare Si Kecil

    Namun apabila Sahabat merasa lemas dan tidak ada perbaikan, sudah waktunya bagi Sahabat untuk memeriksakan diri ke dokter.

    Sahabat bisa memanfaatkan layanan Prosehat terutama jika yang mengalami diare adalah Si Kecil sekaligus mencegah Si Kecil menderita penyakit tersebut. Layanan ini berupa pemberian imunisasi Rotavirus, dan dapat dilakukan di rumah. Layanan ini mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Mengapa Makanan Pedas Bisa Sebabkan Diare? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/01/30/140800368/mengapa-makanan-pedas-bisa-sebabkan-diare-?page=all
    2. Diare Setelah Makan Pedas? Penyebabnya Bisa Jadi Bakteri [Internet]. suara.com. 2021 [cited 8 March 2021]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/07/15/124258/diare-setelah-makan-pedas-penyebabnya-bisa-jadi-bakteri
    3. Media K. 10 Makanan Penyebab Diare yang Perlu Diwaspadai Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/11/01/120600868/10-makanan-penyebab-diare-yang-perlu-diwaspadai?page=all
    4. Wiyanti W. Hindari Makanan Pedas Kalau Punya Sakit Mag, Ini Alasannya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3574207/hindari-makanan-pedas-kalau-punya-sakit-mag-ini-alasannya
    Read More
  • Demi menekan penularan Covid-19, saat ini banyak perusahaan yang memberi kebijakan karyawannya agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini dirasa mampu mengatasi berbagai macam kekhawatiran dari banyak pihak, terutama bagi karyawan. Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai Saat WFH Meskipun terdengar […]

    Waspadai! 4 Gangguan Kesehatan Saat WFH dan Tips Pencegahannya

    Demi menekan penularan Covid-19, saat ini banyak perusahaan yang memberi kebijakan karyawannya agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini dirasa mampu mengatasi berbagai macam kekhawatiran dari banyak pihak, terutama bagi karyawan.

    gangguan kesehatan saat WFH

    Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan

    Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai Saat WFH

    Meskipun terdengar menyenangkan, bekerja dari rumah dapat menyebabkan masalah baru apabila kita tidak menerapkan pola hidup yang sehat. Bahkan dapat menyebabkan masalah pada kesehatan fisik maupun mental, seperti di bawah ini.

    1. Burnout Syndrome

    Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), burnout syndrome merupakan kondisi seseorang yang mengalami stress kronis akibat pekerjaan. Kondisi ini dapat dirasakan secara fisik dan emosional. Kondisi seperti ini memiliki gejala seperti rasa lelah, rasa ketidakpuasan, dan rasa kesal dengan pekerjaan.

    Biasanya burnout saat WFH dapat terjadi dikarenakan tidak adanya batasan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan, jadwal kerja yang berantakan, dan minimnya interaksi sosial.

    Berikut ini adalah tanda-tanda burnout yang dapat dialami oleh pekerja, yaitu:

    • Sulit berpikir jernih
    • Sering menunda-nunda sesuatu
    • Merasa cemas berlebihan
    • Selalu merasa kurang berusaha
    • Terus memikirkan pekerjaan sampai waktu mau tidur

    Jika terus dibiarkan, burnout dapat berakibat fatal dan mengurangi produktifitas serta menurunkan imun tubuh. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah burnout syndrome saat WFH, di antaranya:

    Lakukan rutintas seperti biasa

    Bangun pagi dan melakukan perenggangan dipercaya dapat meningkatkan aliran darah serta memberi energi yang lebih besar untuk menjalankan aktivitas seharian. Mandi pagi dan pakailah baju kerja yang biasa anda pakai pergi ke kantor.

    fokus pada pekerjaan dan hindari multitasking

    Buatlah to-do list harian setiap hari agar kamu tidak terdistraksi untuk mengerjakan pekerjaan lain.

    Komunikasi dengan team lead atau Human Resource

    Jika Sahabat keberatan dengan suatu pekerjaan yang seharusnya bukan job desk Sahabat, maka sampaikan keberatan anda dan mintalah kebijakan dari perusahaan.

    Gunakan alarm sebagai tanda batasan waktu

    Dengan alarm ini Sahabat dapat mengatur waktu dengan disiplin, kapan harus memulai kerja, istrirahat dan waktu untuk selesai kerja.

    Meskipun lebih santai, bukan berarti anda tidak akan mengalami stres kerja saat WFH, justru akan lebih buruk jika pola WFH yang Sahabat terapkan berantakan.

    2. Computer Vision Syndrome

    Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan keluhan pada mata dan penglihatan akibat dari terlalu lama bekerja di depan layar komputer atau laptop. Jika keluhan ini dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan pengelihatan menjadi kabur.

    Selain itu, telalu lama menatap layar monitor juga dapat membuat mata jadi cepat Lelah, gatal, kering, hingga terasa nyeri bagian kepala.

    Baca Juga: Panduan Ergonomi Saat WFH Seperti Apa?

    Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, berikut panduan menjaga kesehatan mata untuk pekerja selama WFH:

    • Atur kecerahan dan kontras layar sesuai dengan kenyamanan mata anda
    • Sesuaikan posisi layar komputer 10-20 lebih rendah dari mata anda, untuk meminimalisir penguapan air mata yang menyebabkan mata kering.
    • Atur jarak pandang 40-60cm dengan posisi anda duduk tegak, dan sesuaikan dengan kenyamanan
    • Beri istirahat pada mata secara berkala
    • Berkediplah dengan sering
    • Mengonsumsi sayur hijau dan buah yang mengandung vitamin A baik untuk kesehatan mata

    3. Nyeri pada leher dan punggung

    Risiko mengalami nyeri leher dan punggung dapat meningkat pada saat anda WFH, terutama jika anda banyak duduk. Ditambah dengan alat penunjang yang tidak memadai, seperti meja dan kursi yang seadanya, atau mungkin kerja dengan posisi tiduran di kasur. Oleh sebab itu, sakit leher dan punggung jadi tak terhindarkan.

    Produk Terkait: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat duduk:

    • Hindari duduk dengan psotuh tubuh membungkuk
    • Gunakan bantalan pada alas duduk kursi
    • Beristirahatlah dengan sesekali berdiri atau berjalan setiap 30-60 menit sekali
    • Posisikan layar komputer 10-20 derajat dibawah pandangan mata

    4. Carpal Tunnel Syndrome

    Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan gangguan cumulative trauma disorders (CTD) yang mengakibatkan adanya sensasi kesemutan, mati rasa, atau nyeri pada jari tangan. Bagian yang paling sering mengalami gangguan ini adalah ibu jari, jari tengah, dan telunjuk.

    CTS dapat ditangani dengan cara mudah dan sederhana, antara lain:

    • Rendam atau kompres bagian pergelangan tangan anda menggunakan air es sekitar 10-15 menit, dan dapat dilakukan sekali dalam satu atau dua jam.
    • Rendam tangan anda ke dalam air hangat, kemudian tekuk perlahan tangan anda secara lembut.
    • Kibaskan tangan dan pergelangan tangan anda secara perlahan.
    • Isitrahat sejenak dari aktivitas yang menggunakan pergelangan tangan secara terus menerus, seperti, menulis, mengetik, ataupun menggunakan mouse.
    • Jika dengan cara diatas pergelangan tanan anda tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter.

    Tips Menjaga Kesehatan Selama WFH

    Demi terhindar dari gangguan kesehatan diatas, ada baiknya kita lebih menjaga kesehatan selama WFH. Berikut hal yang dapat anda praktekan seperti dikutip dari Healtline.

    1. Menjaga rutinitas dengan teratur

    jika sebelum pandemi Sahabat biasa bangun pagi untuk pergi ke kantor, pada WFH ini tetap pertahankan rutinitas sehat tersebut. Karena dengan bangun pagi, menghirup udara pagi dan menikmati sinar matahari pagi sangat baik bagi tubuh. Dengan bangun pagi, anda juga dapat memanfaat waktu luang di pagi hari untuk olahaga dan rutin sarapan pagi.

    2. Jangan tidur siang berlebihan

    Tidur sianglah secukupnya saja, karena jika berlebihan akan merusak rutinitas anda. Anda dapat menggunakan waktu istirahat siang anda yang berlebh untuk melakukan aktivitas produktif lainnya.

    3. Rutin berolahraga

    Lakukan olahraga ringan secara rutin di rumah, seperti stretching, yoga, lompat tali, angkat barbel, dan sebagainya. Dengan berolahaga, membuat metabolisme tubuh anda dapat bekerja dengan optimal, selain itu juga dapat meredakan tingkat stress dan depresi serta membakar kalori.

    4. Konsumsi makanan sehat

    Mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat kaya akan nutrisi bagus untuk tetap menjaga kebugaran tubuh selama dirumah saja. Gantilah cemilan dengan buah-buahan dan sayuran yang kaya air. Memasak sendiri lebih baik, selain bisa menjaga kebersihan makanan, memasak sendiri dapat membuat tubuh anda bergerak.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    5. Batasi paparan cahaya biru dan gadget

    Selama WFH, waktu dan tenaga kita sudah banyak terkuras didepan layar monitor. Hal ini dapat memicu mata Lelah, kering hingga sakit pada bagian kepala anda. Oleh sebab itu, anda harus membatasi dan memberi waktu istirahat mata anda dari paparan cahaya biru dan penggunaan gadget.

    Bekerja dari rumah atau WFH memang memberi kenyamanan tersendiri bagi sahabat sehat. Namun, siapa sangka kalau WFH ternyata juga dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti di atas jika sahabat sehat tidak mengatur pola hidup dengan baik. Jangan malah menjadi terlena akan waktu senggang dan bersantai-santai seharian ya sahabat.

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH

    Oleh sebab itu, jadikanlah waktu senggang sahabat selama WFH menjadi lebih produktif lagi dan menjalankan pola hidup yang sehat. Demi mencegah munculnya gejala gangguan kesehatan yang tidak diinginkan, saat ini kalian sudah bisa loh memantau sendiri kesehatan Sahabat. Cukup menggunakan WISH Health Watch sahabat sudah dapat memantau kesehatan secara akurat dan sangat simpel penggunaannya. WISH Smartwatch ini juga dapat diintegrasikan ke ponsel pintar sahabat, sangat mudah dan praktis kan?

    Produk Terkait: WISH Health Watch

    WISH  Smartwatch akan dapat membantu Sahabat supaya terhindar dari Covid-19. Apabila Sahabat tertarik, Sahabat bisa membelinya di Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia, S., 2021. Kembali WFH? Ini 4 Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai – Safety Sign Indonesia. [online] Safety Sign Indonesia. Available at: <https://safetysignindonesia.id/kembali-wfh-ini-4-gangguan-kesehatan-yang-harus-diwaspadai/> [Accessed 4 March 2021].
    2. gaya hidup. 2021. Cara Menjaga Postur Tubuh Selama ‘Work from Home’. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200409125005-255-492152/cara-menjaga-postur-tubuh-selama-work-from-home> [Accessed 4 March 2021].
    3. com. 2021. 5 Cara Tetap Sehat dan Antigendut Saat Work From Home. [online] Available at: <https://www.jawapos.com/lifestyle/19/03/2020/5-cara-tetap-sehat-dan-anti-gendut-saat-work-from-home/> [Accessed 4 March 2021].
    4. com. 2021. 6 Tips Menjaga Kesehatan Jiwa dan Raga Saat WFH Diperpanjang. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/otomotif/read/4229836/6-tips-menjaga-kesehatan-jiwa-dan-raga-saat-wfh-diperpanjang> [Accessed 4 March 2021].

     

     

     

    Read More
  • Pada masa pandemi seperti ini, kesehatan menjadi prioritas utama dalam mencegah tertularnya virus penyebab Covid-19. Memantau kesehatan pun kini menjadi wajib hukumnya, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, masalah pernapasan, dan penyakit jantung. Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19 Untuk itu pemerintah mengimbau masyarakat agar memiliki beberapa alat kesehatan di […]

    Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Wajib Sahabat Punya di Masa Pandemi!

    Pada masa pandemi seperti ini, kesehatan menjadi prioritas utama dalam mencegah tertularnya virus penyebab Covid-19. Memantau kesehatan pun kini menjadi wajib hukumnya, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, masalah pernapasan, dan penyakit jantung.

    alat pemantau kesehatan, alat pemantau kesehatan di masa pandemi Covid-19

    Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Untuk itu pemerintah mengimbau masyarakat agar memiliki beberapa alat kesehatan di rumah untuk memantau kondisi badan secara mandiri. Tentu saja hal ini dilakukan guna meminimalkan kepentingan orang untuk keluar rumah.

    Dengan adanya alat kesehatan ini di rumah, kita dapat mencegah terjadinya masalah kesehatan yang tak terdeteksi. Sehingga dapat melakukan konsultasi dokter apabila ada gambaran tidak wajar dari hasil pemantauan alat kesehatan mandiri di rumah.

    Berikut beberapa alat kesehatan yang wajib kalian miliki di rumah, khususnya saat pandemi Covid-19:

    1. Tensimeter, Pengukur Tekanan Darah

    Tensimeter adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah seseorang. Dengan mengukur tekanan darah, anda dapat mengetahui apakah kadar tensi anda normal atau tidak. Sehingga anda dapat segera mencegah kemungkinan buruk apabila nilai tensi anda tidak normal, terutama bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, stroke, atau penyakit jantung.

    Menurut Perhimpunan Hipertensi Indonesia (Indonesia Society of Hypertension/InaSH), hipertensi  atau tekanan darah tinggi merupakan suatu penyakit bawaan (komorbid) yang sangat berbahaya bagi pasien Covid-19. Hal inilah yang membuat penderita hipertensi harus memantau tekanan darah mereka lebih sering, karena mereka akan menghadapi resiko komplikasi yang lebih parah apabila mereka terinfeksi virus Covid-19.

    Produk Terkait: Jual Tensimeter

    Meskipun efek khusus yang ditimbulkan Covid-19 terhadap sistem kardiovaskular belum ditemukan, namun tetap memiliki resiko dan dapat mempengaruhui penderita penyakit jantung. Infeksi virus ini berkaitan dengan adanya peradangan di dalam tubuh sehingga dapat memeperburuk kondisi acute coronary syndrome, yaitu kondisi dimana terjadi gangguan akibat dari terhambatnya aliran darah ke jantung.

    Oleh karena itu, di masa pandemi seperti ini penderita hipertensi, tekanan darah rendah, stroke, dan penyakit jantung sangat dianjurkan untuk sering mengukur tekanan darahnya agar terhindar dari stroke, serangan jantung, serta komplikasi yang lebih parah jika terinfeksi Covid-19. Pengukuran darah di rumah juga mampu memprediksi lebih baik jika adanya kerusakan pada organ dibandingkan dengan pengukuran tekanan darah diklinik.

    2. Pulse Oxymeter, Pengukur Kadar Oksigen

    Pulse oximeter merupakan alat untuk mendeteksi kadar oksigen di dalam darah. Alat ini dapat digunakan untuk memantau kadar oksigen setiap waktu. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pulse oximeter wajib dimiliki saat pasien Covid-19 isolasi mandiri, karena dapat membantu mengarahkan kondisi klinis seseorang untuk isolasi mandiri atau perlu dirawat di rumah sakit.

    Baca Juga: WHO Mewajibkan Penggunaan Pulse Oximeter untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

    Dengan menggunakan pulse oximeter, pasien Covid-19 dapat lebih waspada jika saturasi oksigen menunjukan angka yang sangat rendah padahal tidak memiliki gejala apapun. Hal ini sangat berbahaya karena pasien Covid-19 ada kemungkinan mengidap gejala happy hypoxia.

    Produk Terkait: Jual Beurer Pulse Oximeter

    Cara penggunaan pulse oximeter pun sangat mudah, kalian cukup meletakan ujung jari di dalam mulut oximeter. Kemudian alat ini akan membaca kadar oksigen didalam jaringan tubuh melalui ujung jari kita. Alat ini juga dapat digunakan sebagai alat pendeteksi dini dari gejala happy hypoxia.

    Setelah beberapap menit ditempelkan dijung jari, oximeter akan menunjukan hasil dari saturasi oksigen. Jika hasilnya menunjukan angka antara 95 hingga 100 persen, artinya saturasi didalam tubuh normal. Namun, bila angka yang ditunjukan di bawah 90 persen berarti kadar oksigen di dalam darah rendah.

    3. Glukometer, Alat Cek Gula darah

    Glukometer atau striptes adalah alat kesehatan yang saat ini banyak digunakan untuk swamonitoring (pemantauan sendiri) kadar gula dalam darah. Para peneliti mengatakan bahwa diabetes atau gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko kematian akibat terinfeksi oleh virus Covid-19.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Pemeriksaan gula darah mandiri juga dapat memberkan informasi tentang macam-macam gula darah harian, misalnya glukosa darah sebelum makan, satu atau dua jam setelah makan, atau di waktu-waktu khusus. 

    Produk Terkait: Jual Alat Cek Gula Darah

    Banyak manfaat yang kita rasakan dari pemeriksaan gula darah mandiri (PGDM) seperti,  menjaga keselamatan pengidap diabetes, membantu dalam upaya perubahan gaya hidup, membantu mempermudah dalam pengambilan keputusan, serta membantu anda dalam menyesuaikan dosis insulin yang diberikan Bersama dengan steroid.

    Secara umum, penggunaan glukometer memiliki tata cara PGDM yang dapat diikuti sebagai berikut:

    • Pilihlah tempat tusukan dengan tepat, kalian dapat menusukan di ujung jari tangan karena kurang menimbulkan rasa nyeri.
    • Mencuci tangan dengan sabun, lalu keringkan. Sterilkan tempat yang akan di tusuk menggunakan alcohol 76 persen, kemudian gunakan tetes darah pertama.
    • Lakukan pijatan ringan ringan diujung jari sebelum ditusuk. Dan setelah ditusuk, jari tidak boleh ditekan-tekan lagi.
    • Gunakan lanset tipis dan tajam agar tidak terasa terlalu nyeri
    • Atur kedalaman tusukan lanset sesuai dengan yang dibutuhkan
    • Lakukan penusukan menggunakan lanset
    • Teteskan darah pada ujung strip
    • Bersihkan darah yang tertinggal pada ujung jari
    • Catat hasil dan waktu PGDM

    Setelah melakukan langkah PGDM tersebut, buanglah strip dan lanset yang telah dpakai ke tempat pembuangan yang aman, seperti botol, kaleng, kotak karton, atau pun dengan wadah plastic tebal tertutup. Setelah terkumpul hingga penuh, anda dapat menyerahkan sampah medis tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat.

    4. Termometer, Pengukur Suhu Tubuh

    Saat ini termometer merupakan alat kesehatan yang wajib dimiliki di setiap rumah. Funginya tentu saja untuk memantau suhu tubuh seseorang apakah sedang normal atau tidak. Di masa pandemi Covid-19, termometer banyak digunakan sebagai pendeteksi dini gejala utama infeksi Covid-19.

    Produk Terkait: Jual Termometer

    Apabila hasil pengukuran suhu tubuh telah menunjukan angka yang tidak normal, kalian dapat mencatat hasilnya dan gunakan hasil tersebut untuk melakukan konsultasi ke dokter. Dengan begitu, kalian akan mendapatkan diagnosis lebih cepat dari tenaga kesehatan profesional.

    5. WISH Health Watch

    Alat pemantau kesehatan terakhir yang Sahabat Sehat wajib punya adalah WISH Health Watch, yaitu berupa smartawatch yang memiliki keakuratan tinggi untuk memantau Covid-19 di mana saja dan kapan saja. Tak hanya itu, smartwatch ini bisa diintegrasikan langsung dengan smartphone sehingga mudah dan praktis supaya Sahabat dapat terhindar dari Covid-19.

    Produk Terkait: WISH Health Watch

    Itulah alat pemantau kesehatan yang perlu dimiliki Sahabat Sehat di rumah saat pandemi Covid-19. Selain dapat memantau kesehatan harian sahabat secara mandiri, alat kesehatan tersebut juga dapat membantu dalam pendeteksi dini sebuah penyakit. Jika sahabat sudah melakukan pencegahan awal dari dalam rumah, namun perintah 3M nya tetap dilaksanakan ya sabahat! Mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

    Apabila Sahabat tertarik pada WISH Health Watch supaya membantu memantau kesehatan di masa pandemi, Sahabat bisa memesannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 4 Alat Kesehatan yang Perlu Dimiliki di Rumah saat Pandemi Covid-19 Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2021/02/19/180100268/4-alat-kesehatan-yang-perlu-dimiliki-di-rumah-saat-pandemi-covid-19?page=all> [Accessed 4 March 2021].
    2. Mediatama, G., 2021. Pandemi Covid-19 belum berakhir, sediakan 4 alat kesehatan ini di rumah. [online] PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Available at: <https://kesehatan.kontan.co.id/news/pandemi-covid-19-belum-berakhir-sediakan-4-alat-kesehatan-ini-di-rumah?page=all> [Accessed 4 March 2021].
    3. Maarif, N., 2021. Pengidap Hipertensi Berisiko Tinggi Komplikasi COVID-19, Cegah dengan Ini. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4984893/pengidap-hipertensi-berisiko-tinggi-komplikasi-covid-19-cegah-dengan-ini> [Accessed 4 March 2021].
    4. K, N., 2021. Diwajibkan Punya oleh WHO, Kenali Fakta-fakta Pulse Oximeter. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5351601/diwajibkan-punya-oleh-who-kenali-fakta-fakta-pulse-oximeter> [Accessed 4 March 2021].

     

     

    Read More
  • Bermain game online di waktu luang atau saat merasa jenuh memang sangat menyenangkan. Apalagi di masa pandemi Covid-19, banyak waktu luang yang dimiliki banyak orang karena berdiam diri di rumah. Game online bisa berdampak positif apabila memang dimanfaatkan sebagai hiburan. Namun, game online juga mempunyai dampak yang buruk bagi kesehatan. Baca Juga: Cara Mencegah Kecanduan […]

    Yuk, Sahabat Sehat, Ketahui Dampak Kecanduan Game Online di Tengah Pandemi Bagi Kesehatan Mental

    Bermain game online di waktu luang atau saat merasa jenuh memang sangat menyenangkan. Apalagi di masa pandemi Covid-19, banyak waktu luang yang dimiliki banyak orang karena berdiam diri di rumah. Game online bisa berdampak positif apabila memang dimanfaatkan sebagai hiburan. Namun, game online juga mempunyai dampak yang buruk bagi kesehatan.

    dampak kecanduan game online di tengah pandemi

    Baca Juga: Cara Mencegah Kecanduan Game Online di Tengah Pandemi

    Saat ini, game online banyak dimainkan secara berlebihan dah digunakan untuk melarikan diri dari realita kehidupan yang sebenarnya. Akibatnya adalah kecanduan game online yang berdampak bagi kesehatan mental.

    Berdasarkan survei, remaja dianggap lebih sering dan rentan terhadap kecanduan game online dibandingkan orang dewasa. Pada masa remaja, individu dianggap berada di periode yang tidak stabil dan cenderung lebih mudah terjerumus terhadap percobaan hal-hal baru.

    World Health Organization (2018) telah mengklasifikasikan dampak kecanduan game online sebagai gangguan mental ke dalam International Classification of Diseases (IDC-11). Hal tersebut ditandai dengan adanya gangguan kontrol atas game dengan meningkatnya prioritas yang diberikan pada dibandingkan dengan kegiatan yang lain.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa salah satu dampak kecanduan game online yang dialami remaja adalah mereka akan lebih banyak menghabiskan waktunya hanya untuk bermain. Berdasarkan studi, remaja menghabiskan waktu bermain game online pada umumnya lebih dari dua jam per hari atau setara dengan lebih dari 14 jam per minggu.

    Penelitian yang dilakukan Jap, Tiatri, Jaya, & Suteja (2013) mengungkapkan bahwa 10,15% remaja di Indonesia terindikasi mengalami kecanduan game online. Artinya, satu dari 1 sepuluh  remaja di Indonesia terindikasi mengalami kecanduan game online. Fenomena kecanduan game online ini semakin meluas dan memprihatinkan.

    Bahaya utama yang ditimbulkan akibat kecanduan game online adalah investasi waktu ekstrem dalam bermain. Waktu yang digunakan berlebihan untuk bermain game online, membuat kehidupan sehari-hari terganggu. Dan jelas, gangguan tersebut secara nyata mengubah prioritas hidup, serta menghasilkan minat yang sangat rendah terhadap sesuatu yang tidak terkait dengan game online.

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

    Dampak kecanduan game online

    • Kurang peduli terhadap kegiatan sosial
    • Kehilangan kontrol atas waktu
    • Menurunnya prestasi akademik
    • Menurunnya relasi sosial
    • Menurunnya finansial
    • Menurunnya kesehatan, dan fungsi kehidupan lain yang penting
    • Tidak bisa mengendalikan keinginan bermain game
    • Lebih memprioritaskan bermain game daripada kegiatan lain
    • Merasa gelisah saat tidak dapat bermain game online

    Dampak negatif yang muncul akibat kecanduan game online

    Aspek kesehatan

    Kecanduan game online mengakibatkan gangguan kesehatan pada remaja bisa menurun, di antaranya daya tahan tubuh yang lemah. Hal tersebut diakibatkan karena kurangnya aktivitas fisik, kurangnya waktu tidur, dan sering terlambat makan.

    Aspek Psikologis

    Saat bermain game online, biasanya banyak adegan yang memperlihatkan tindakan kriminal atau kekerasan seperti perkelahian, perusakan, dan pembunuhan. Hal tersebut secara tidak langsung telah mempengaruhi alam bawah sadar pemain, bahwa sebenarnya kehidupan nyata disamakan dengan kehidupan di game online.

    Dari sinilah, dampak kecanduan game online terhadap kesehatan mental terjadi. Biasanya pemain akan lebih mudah marah dan sulit mengatur emosinya.

    Aspek akademik

    Bagi para remaja yang tentunya ada di usia sekolah, kecanduan game online bisa membuat perfoma akademik menurun. Waktu luang yang seharusnya bisa digunakan untuk mempelajari pelajaran sekolah, justru lebih dimanfaatkan untuk menyelesaikan misi dalam game online.

    Baca Juga: Dampak Buruk Bullying pada Kesehatan Mental Remaja

    Kemudian, biasnaya daya konsentrasi pemain atau remaja pada umumnya sangat terganggu, sehingga kemampuan dalam menyerap pelajaran yang disampaikan oleh guru tidak diterima dengan maksimal.

    Aspek sosial

    Biasanya para pemain menemukan jati dirinya saat bermain game online, karena dirasa ada keterikatan emosional. Hal tersebut menyebabkan para pemain game online tenggelam dalam dunia fantasi yang diciptakannya sendiri.

    Hal inilah yang dapat membuat para pecandu game online kehilangan kontak dengan dunia nyata, dan mengurangi interaksi dengan sekelilingnya. Dan saat sudah terbiasa hidup di dunia maya, biasanya para pecandu game online akan sulit bersosialisasi di dunia nyata. Sikap antisosialnya mucul dan tidak memiliki keinginan untuk berbaur dengan masyarakat, keluarga, dan teman.

    Aspek keuangan

    Biasanya bermain game online membutuhkan biaya, entah untuk membeli voucher agar tetap bisa memainkan jenis game online atau untuk membeli pulsa kuota. Yang jelas, biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit.

    Apabila ada remaja yang kecanduan game online dan belum memiliki penghasilan sendiri, biasanya mereka dapat melakukan kebohongan kepada orangtuanya. Bahkan tidak sedikit yang melakukan berbagai cara lainnya, seperti mencuri.

    Sesuai dengan hasil penelitian Chen et al. (2005) yang menemukan bahwa mayoritas kejahatan game online ialah pencurian (73,7%) dan penipuan (20,2%). Penelitian ini juga menemukan bahwa usia pelaku kejahatan akibat game online adalah remaja usia sekolah.

    Sahabat Sehat, sekarang sudah tahu kan betapa bahayanya dampak dari kecanduan game online? Kalau bisa, mulai sekarang coba hindari waktu bermain game online dengan terlalu sering ya! Bermain game online bisa dilakukan secukupnya dan seperlunya saja, karena segala sesuatu yang berlebihan tidak baik, dan bisa menimbulkan dampak bagi kesehatan mental dan fisik manusia.

    Baca Juga: Yuk, Kenali Kesehatan Mental di Indonesia

    Apalagi di masa pandemi Covid-19, masih banyak kegiatan lain yang bisa Sahabat Sehat lakukan di rumah. Antara lain, berkebun, membaca, olahraga, dan masih banyak lainnya. Jika Sahabat Sehat sudah merasa kecanduan game online dan dampak dari kecanduan game online sudah mulai terasa, Sahabat Sehat bisa langsung konsultasi kepada psikolog atau psikiater. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    The Conversation. 2021. WHO tetapkan kecanduan game sebagai gangguan mental, bagaimana “gamer” Indonesia bisa sembuh?. [online] Available at: <https://theconversation.com/who-tetapkan-kecanduan-game-sebagai-gangguan-mental-bagaimana-gamer-indonesia-bisa-sembuh-99029> [Accessed 5 March 2021].

    Jurnal.ugm.ac.id. 2021. [online] Available at: <https://jurnal.ugm.ac.id/buletinpsikologi/article/download/47402/pdf> [Accessed 5 March 2021].

    Media, K., 2021. 4 Bahaya Game Online untuk Kesehatan, dari Kecanduan hingga Obesitas Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2020/01/25/073300368/4-bahaya-game-online-untuk-kesehatan-dari-kecanduan-hingga-obesitas?page=all> [Accessed 5 March 2021].

    Read More
  • Pandemi Covid-19 mengharuskan banyak orang untuk melakukan aktivitas di rumah. Salah satunya bekerja, atau yang biasa disebut Work From Home (WFH). Dengan adanya WFH, banyak yang merasa jenuh dengan kegiatan yang hanya itu-itu saja. Dampak hal tersebut salah satunya bisa berakibat ke perselingkuhan. Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Sebenarnya, konsekuensi […]

    Dampak Perselingkuhan di Tengah Pandemi Bagi Kesehatan Mental Apa Saja?

    Pandemi Covid-19 mengharuskan banyak orang untuk melakukan aktivitas di rumah. Salah satunya bekerja, atau yang biasa disebut Work From Home (WFH). Dengan adanya WFH, banyak yang merasa jenuh dengan kegiatan yang hanya itu-itu saja. Dampak hal tersebut salah satunya bisa berakibat ke perselingkuhan.

    perselingkuhan di tengah pandemi

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Sebenarnya, konsekuensi logis dari tujuan pernikahan adalah diikatkan sebuah komitmen untuk mengarungi sebuah pernikahan dalam waktu yang tidak terbatas, atau bahkan berlangsung seumur hidup, dan selamanya. Namun, realita menunjukkan janji kesetiaan ketika akad nikah seringkali diabaikan.

    Perselingkuhan tentunya akan banyak memberikan dampak negatif karena biasanya mempengaruhi seluruh aspek dalam kehidupan dan berdampak dalam jangka panjang. Biasanya muncul perasaan negatif seperti marah, sedih, kecewa, tidak, berharga, dikhianati, dan benci, akan dirasakan oleh korban perselingkuhan,

    Menurut Satiuadarma (2001), perselingkuhan yang dialami oleh korban menghasilkan luka dan sakit hati yang muncul akibat adanya cedera yang dialami pada kesatuan hubungan interpersonal yang diyakini sebagai selubung rasa aman dalam kehidupannya.

    Berikut Dampak Perselingkuhan di Tengah Pandemi bagi Kesehatan Mental

    Marah

    Dampak perselingkuhan terhadap kesehatan mental, salah satunya kemarahan. Kemarahan muncul akibat perasaan kehilangan, sehingga menjadi tidak berdaya dan tidak jarang menyebabkan perubahan suasana hari yang berlangsung cepat. Bahkan marah biasanya dapat terjadi dalam kurun waktu yang tidak sebentar.

    Sedih

    Dampak dari perselingkuhan adalah sedih, karena sedih merupakan perasaan yang paling intens dan wajar terjadi. Kesedihan dan perasaan kehilangan mengakibatkan korban menjadi menutup diri dengan orang lain. Biasanya korban akan mengalami emosi yang mengguncang kestabilan jiwanya. Keguncangan jiwa seorang korban dialami secara bertahap.

    Tahap pertama adalah syok, karena masih sulit mempercayai kenyataan yang terjadi. Baru kemudian akan timbul rada marah dan kecewa. Dan tahap ketiga barulah ada penyesalan. Biasanya korban akan menyalahkan dirinya sendiri, dan akan menelaah dirinya agar menyadari kekurangan-kekurangannya.

    Depresi

    Dampak perselingkuhan terhadap kesehatan mental adalah depresi, salah satunya. Setelah melewati sedih dan menyalahkan diri sendiri, biasanya korban mulai timbul depresi yang berkepanjangan. Terlebih harus mengalami dua pilihan. Yaitu tetap bertahan atau tetap bersama namun rela diselingkuhi.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona Justru Turunkan Imun Tubuh

    Namun, bagi pasangan yang memutuskan untuk tetap bertahan dalam hubungannya, dampak negatif akan sangat dirasakan oleh korban. Rasa sakit yang amat dalam membuat korban menjadi mudah marah dan kehilangan kepercayaan diri. Serta juga memiliki trauma yang mendalam atau mempengaruhi pola relasi pasangannya dengan orang lain.

    Kesulitan memercayai orang lain

    Jika suatu hubungan berakhir karena perselingkuhan, pasti ada lapisan yang hancur dan mempengaruhi kepercayaan yang telah dimiliki. Karena perselingkuhan membawa emosi dan pikiran yang sangat kompleks, tentang amarah, sakit hati, ragu, penghinaan, kebingungan, dan ketakutan. Jadi tidak hanya rasa sakit hati yang membuat move on menjadi lebih sulit, namun juga sulitnya percaya lagi kepada orang lain.

    Lemahnya kepercayaan diri

    Bagian yang paling berbahaya dari dampak selingkuh terhadap kesehatan mental adalah hilang atau melemahnya kepercayaan diri korban. Seorang pakar kencan, Cherly Chong mengatakan, berusahalah agar tidak jatuh dalam perangkap membandingkan diri sendiri dengan selingkungan sang mantan.

    Karena biasanya bukan hanya rasa kehilangan yang hadir, namun juga rasa malu karena digantikan oleh orang lain. Sehingga korban terus membandingkan dirinya dengan selingkuhannya. Padahal perbandingan tersbeut bukanlah kenyataan dari situasi yang ada. Korban seharusnya bisa menyadari bahwa selingkuh merupakan keputusan masing-masing individu, dan bukanlah kesalahan korban.

    Apakah Hal ini Juga Berdampak pada Anak?

    Selain berdampak pada korban perselingkuhan, perselingkuhan di tengah pandemi juga mempunyai dampak kepada psikis anak dalam hubungannya. Karena situasi tersebut, anak cenderung mengalami beban mental. Anak yang belum bisa mengekspresikan emosinya, biasanya akan menunjukkan gejala kecemasan.

    Antara lain, mengompol, menyendiri, mengisap jempol, bermimpi buruk, dan memiliki emosi yang tidak stabil. Hal tersebut muncul kepada anak sebagai respons ketakutan, bahwa kebahagiaan keluar mereka akan sirna.

    Sementara, apabila anak sudah mulai beranjak dewasa, maka yang didapatkan adalah rasa marah, dikhianati, dan mungkin akan lebih berani mengekspresikan kekesalannya. Seperti yang dijelaskan oleh psikolog anak, Anna Surti, ketika ada anak yang memergoki secara langsung perselingkuhan orangtuanya, mereka akan kebingungan.

    Dampak perselingkuhan bagi anak lainnya adalah menurunnya prestasi belajar, berkurangnya rasa percaya diri, depresi, dan bisa jadi berlaku kasar. Secara jangka panjang, perselingkuhan bisa membuat anak menyimpan amarah dan luka sekaligus kepada orangtuanya yang berselingkuh.

    Baca Juga: 14 Kesehatan Mental pada Anak

    Bahkan, dampak perselingkuhan bagi anak juga bisa menyebabkan trauma dan memiliki kecemasan dalam membina hubungan intim di kala dewasa nanti. Dan akan sulit percaya pada orang lain, terutama pasangan. Karena merasa teringat perselingkuhan yang telah dilakukan oleh orangtuanya.

    Bahkan, penelitian psikolog klisis Ana Nogales, menunjukkan bahwa perselingkuhan orantua mengakibatkan 75 persen anak jadi merasa dikhianati. Kemudian sebanyak 80 persen, perselingkuhan orangtuanya membawa dampak mereka takut dalam membina hubungan. Serta 70 persen anak akan sulit mempercayai orang lain. Bahkan, penelitian juga menemukan pola berulang yang terjadi pada hubungan si anak saat dewasa.

    Sahabat Sehat, sudah tahu kan dampak dari perselingkuhan  di tengah pandemi terhadap kesehatan mental. Maka dari itu, sebelum melakukan sesuatu, Sahat Sehat harus memikirkannya terlebih dahulu. Jangan sampai melakukan sesuatu yang nantinya berujung merugikan diri sendiri dan orang lain, apalagi orang-orang tersayang.

    Namun sesungguhnya, para korban perselingkuhan, janganlah selalu menyalahkan diri sendiri. Karena pada dasarnya, bukan kalianlah yang salah dalam keretakan hubungan kalian. Namun, karena yang selingkuh memang salah.

    Baca Juga: Bagaimana Supaya Tetap Akur Selama Pandemi?

    Kondisi di tengah pandemi Covid-19, banyak hal yang bisa membuat hubungan Sahabat Sehat dengan pasangan semakin harmonis, bahkan apabila bertemu di rumah seharian. Sahabat Sehat bisa menciptakan suasan yang nyaman dan damai di rumah selama WFH.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan mental dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Putri, A., 2021. Perselingkuhan Orangtua Berisiko Merusak Mental Anak – Tirto.ID. [online] tirto.id. Available at: <https://tirto.id/perselingkuhan-orangtua-berisiko-merusak-mental-anak-cAqr> [Accessed 5 March 2021].
    2. liputan6.com. 2021. 2 Dampak Psikologis yang Terjadi Bila Pasangan Selingkuh. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/4106251/2-dampak-psikologis-yang-terjadi-bila-pasangan-selingkuh> [Accessed 5 March 2021].
    3. Adam, A., 2021. Dampak Perselingkuhan Suami Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik Istri. [online] Journal.iain-ternate.ac.id. Available at: <http://journal.iain-ternate.ac.id/index.php/alwardah/article/view/291> [Accessed 5 March 2021].

     

     

     

    Read More
Chat Dokter 24 Jam