Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: irfan.seo@tanyadok.com

Irfan

About Irfan

Showing 151–160 of 423 results

  • Sebuah kabar mengejutkan datang dari Aprilia Manganang, seorang mantan atlet bola voli putri tim nasional Indonesia yang saat ini telah menjabat sebagai sersan dua di TNI AD diketahui ternyata adalah seorang laki-laki, bukan sebagaimana yang selama ini diketahui publik adalah seorang wanita. Kabar tersebut diungkapkan oleh KASAD Jenderal Andika Perkasa pada Selasa, 9 Maret 2021. […]

    Apa Itu Hipospadia, Kelainan yang Dialami Aprilia Manganang?

    Sebuah kabar mengejutkan datang dari Aprilia Manganang, seorang mantan atlet bola voli putri tim nasional Indonesia yang saat ini telah menjabat sebagai sersan dua di TNI AD diketahui ternyata adalah seorang laki-laki, bukan sebagaimana yang selama ini diketahui publik adalah seorang wanita.

    hipospadia, kelainan hipospadia

    Kabar tersebut diungkapkan oleh KASAD Jenderal Andika Perkasa pada Selasa, 9 Maret 2021. Hal ini berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim dokter RSPAD Gatot Soebroto, seperti pemeriksaan kelamin, hormon, dan pembedahan korektif.

    Baca Juga: Persiapan yang Diperlukan Sebelum Pembiusan Atau Anestesi

    Setelah diperiksa diketahui bahwa Aprilia Manganang ternyata adalah seorang laki-laki yang menderita kelainan hipospadia sejak lahir, yaitu suatu kelainan pada area kemaluan. Hal inilah yang membuat orang tua Aprilia sebelumnya menganggap anaknya adalah seorang perempuan. Diketahui, dahulu pada riwayat persalinannya, orang tua Aprilia Manganang dibantu oleh dukun beranak akibat kesulitan ekonomi.

    Ketika akhirnya diakui sebagai laki-laki, Aprilia langsung mengucap rasa syukurnya karena telah terbebas dari rasa kurang nyaman yang selama ini dialaminya sebagai seorang wanita selama 28 tahun. Ia berniat akan mengurus administrasi kependudukan seperti ganti nama dan kelamin.

    Sahabat Sehat tentu heran dan bertanya-tanya mengenai kondisi yang dialami Aprilia. Yuk, mari kita simak mengenai hal tersebut.

    Apa Itu Hipospadia?

    Hipospadia adalah istilah medis untuk menunjukkan suatu kondisi berupa kelainan yang terjadi pada kemaluan pria. Jika pada kondisi normal, kemaluan pria mempunyai lubang saluran kemih (uretra) di ujung penis. Namun pada kondisi ini lubang saluran kemih (uretra) tersebut berada di bagian bawah penis.

    Bagi orang yang memiliki keterbatasan pengetahuan medis, hal tersebut akan menyebabkan seorang bayi langsung dianggap berjenis kelamin perempuan.

    Apa Saja Gejalanya?

    Kelainan ini ditandai dengan:

    • Saluran kemih (uretra)bukan berada di ujung penis
    • Lekukan penis ke arah bawah (chordee)
    • Penampilan penis berkerudung karena hanya bagian atas penis yang tertutup kulup. Hal yang demikian membuat bayi sebaiknya tidak disunat
    • Penyemprotan urine tidak normal saat buang air kecil

    Apa Penyebab Kelainan Hipospadia?

    Penyebab paling umum hipospadia adalah karena gangguan hormon yang bekerja dalam merangsang pembentukan saluran kemih (uretra) dan kulup penis. Akibatnya, saluran kemih (uretra) tidak berkembang secara  normal. Dalam beberapa kasus, kelainan ini juga diakibatkan karena pengaruh faktor genetik dan lingkungan.

    Apa Saja Faktor Risiko Kelainan Hipospadia?

    Berikut ini adalah faktor risiko yang kemungkinan mempengaruhi terjadinya Hipospadia:

    • Riwayat Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi dengan riwayat keluarga menderita hipospadia
    • Variasi gen tertentu mungkin berperan dalam gangguan hormon yang merangsang pembentukan alat kelamin pria
    • Usia ibu saat hamil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mungkin ada peningkatan risiko hipospadia pada bayi laki-laki yang lahir dari wanita berusia di atas 35 tahun
    • Paparan zat tertentu selama kehamilan. Beberapa spekulasi menyebutkan tentang hubungan antara hipospadia dan paparan ibu terhadap hormon tertentu atau senyawa tertentu seperti pestisida atau bahan kimia industri. Namun hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

    Baca Juga: Infografik Angka Kelahiran Selama Pandemi

    Apa Saja Tipe Hipospadia?

    Hipospadia mempunyai 3 tipe yang tergantung pada lokasi saluran kemih (uretra), yaitu:

    • Ujung saluran kemih berada di dekat kepala penis (subkoronal)
    • Ujung saluran kemih berada di sepanjang batang penis (poros tengah)
    • Ujung saluran kemih berada di tempat pertemuan penis dan skrotum, atau di skrotum (penoskrotal)

    Bagaimana Cara Mendiagnosis Hipospadia?

    Diagnosis terhadap kelainan ini biasanya sudah dilakukan oleh tenaga medis saat bayi baru lahir, dan merupakan bagian dari pemeriksaan rutin. Apabila lubang penis berada di tempat yang salah dan kulup tidak berbentuk, sudah dapat dipastikan bayi mengalami kelainan ini.

    Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat Bayi Baru Lahir? Simak Poin Berikut!

    Dokter yang memeriksa dapat mengarahkan orang tua kepada ahli urologi untuk tindakan perawatan lebih lanjut.

    Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Untuk mengatasi kelainan ini, dokter dapat menyarankan melakukan prosedur operasi sehingga dapat memperbaiki posisi lubang penis. Operasi bisa dilakukan pada anak berusia 6-12 bulan. Usia ini sangat dianjurkan karena lebih mudah untuk merawat bekas luka setelah prosedur pembedahan, dan aman bagi anak untuk dibius.

    Bagaimana Prosedur Operasinya?

    Tujuan operasi ini adalah untuk membenarkan kembali posisi penis. Lubang saluran kemih (uretra) akan diperbaiki ke posisi yang benar. Pembedahan korektif ini juga harus memastikan aliran kemih mengalir ke dengan benar, sehingga penis benar-benar lurus saat ereksi.

    Biasanya lubang akan diperbaiki dengan menggunakan kulit dari kulup atau area lain pada tubuh, dan kulup akan dibiarkan utuh.

    Ringkasnya, inilah yang akan dilakukan dokter urologi saat operasi:

    • Meluruskan batang penis
    • Membuat lubang saluran kencing yang baru
    • Memposisikan lubang saluran di ujung penis
    • Merekonstruksi kulup penis

    Apa yang Harus Dilakukan Setelah Bayi Dioperasi?

    Setelah anak atau bayi dioperasi, orang tua biasanya akan diberi beberapa petunjuk mengenai cara merawat selama masa pemulihan yang meliputi:

    • Cara memandikan bayi
    • Cara memberikan perban pada penis yang telah dioperasi
    • Cara mengetahui tanda-tanda adanya infeksi dan komplikasi

    Produk Terkait: Perawatan Bayi

    Ikutilah semua petunjuk yang diberikan dengan cermat supaya pemulihan dapat berjalan dengan lancar. Proses pemulihan biasanya membutuhkan waktu beberapa bulan, dan pada proses awal akan terlihat memar dan bengkak di bekas operasi. Namun dapat membaik dalam beberapa minggu.

    Sahabat dapat menghubungi dokter, jika selama pemulihan mengalami hal berikut:

    • Demam(suhu mencapai >380C atau lebih) selama lebih dari 24 jam.
    • Kesulitan buang air kecil.
    • Warna biru atau abu-abu di ujung penis.
    • Ketidaknyamanan akibat obat pereda nyeri.
    • Pendarahan dari bekas operasi.

    Apakah Hipospadia Dapat Dicegah?

    Kelainan ini dapat dicegah oleh para orang tua yang ingin memiliki anak, dengan melakukan hal berikut:

    • Tidak merokok dan tidak konsumsi alkohol selama hamil atau program hamil
    • Pertahankan berat badan yang ideal
    • Konsumsi asam folat (sekitar 400 hingga 800 mikrogram) selama kehamilan
    • Selalu periksa kehamilan secara rutin

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

    Itulah mengenai hipospadia, kelainan yang dialami oleh Aprilia Manganang. Kelainan ini sebenarnya termasuk hal yang wajar dan dapat diatasi dengan melakukan prosedur operasi.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai hipospadia yang berkaitan dengan perawatan bayi dan ibu hamil serta produk-produk kesehatan lainnya, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Awal Mula Mantan Pevoli Aprilia Manganang Disangka Wanita : Okezone Sports [Internet]. https://sports.okezone.com/. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://sports.okezone.com/read/2021/03/09/43/2375171/awal-mula-mantan-pevoli-aprilia-manganang-disangka-wanita
    2. Arunanta L. KSAD Ungkap Rekrutmen Aprilia Manganang ke TNI hingga Hasil Tes Buktikan Pria [Internet]. detiknews. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5487291/ksad-ungkap-rekrutmen-aprilia-manganang-ke-tni-hingga-hasil-tes-buktikan-pria
    3. Hypospadias – Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypospadias/symptoms-causes/syc-20355148
    4. Hypospadias: Causes, Diagnosis & Treatment [Internet]. Cleveland Clinic. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15060-hypospadias
    5. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. What is Hypospadias? [Internet]. WebMD. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://www.webmd.com/parenting/baby/what-is-hypospadias#1

     

     

    Read More
  • Disfungsi seksual wanita akan mempengaruhi kehidupan dan hubungannya dengan pasangan. Kenali, deteksi dan sadari di awal untuk mengatasinya dan melakukan perawatan secara intens. Ini adalah kondisi  seorang wanita sulit mengalami orgasme, kepuasan seksual, kurangnya gairah seksual, nyeri saat berhubungan intim, dan penyakit-penyakit lainnya yang terkait dengan hubungan intim. Baca Juga: 11 Makanan Penurun Gairah Seksual […]

    Penyebab, Gejala, Pengobatan,dan Terapi Disfungsi Seksual Wanita!

    Disfungsi seksual wanita akan mempengaruhi kehidupan dan hubungannya dengan pasangan. Kenali, deteksi dan sadari di awal untuk mengatasinya dan melakukan perawatan secara intens. Ini adalah kondisi  seorang wanita sulit mengalami orgasme, kepuasan seksual, kurangnya gairah seksual, nyeri saat berhubungan intim, dan penyakit-penyakit lainnya yang terkait dengan hubungan intim.

    disfungsi seksual wanita, disfungsi seksual perempuan

    Baca Juga: 11 Makanan Penurun Gairah Seksual yang Harus Dihindari

    Banyak kasus wanita yang tidak mau memeriksakan diri ke ahli medis atau psikolog karena malu dan kurangnya kesadaran diri sendiri. Padahal jika Sahabat sadari penyakit disfungsi seksual bisa membahayakan hubungan dan mempengaruhi kehidupan. Biasanya penyebab gangguan disfungsi seksual pada wanita yaitu fisik, psikologis, hormonal, gaya hidupnya dan kualitas hubungannya dengan pasangan.

    Faktor-faktor penyebab disfungsi seksual pada wanita

    Fisik

    Secara fisik pemicu disfungsi seksual pada wanita yaitu memiliki penyakit seperti gangguan jantung, saraf, ginjal, gagal hati, gangguan pada kemih dan masalah nyeri-nyeri lainnya.

    Obat-obatan

    Mengonsumsi obat-obatan seperti obat antihistamin, obat tekanan darah, obat antidepresan, obat kemoterapi dapat menjadi pemicu mengurangnya gairah seksual dan menurunnya kemampuan untuk orgasme.

    Psikologis

    Masalah psikologis juga menjadi penyebab disfungsi seksual, wanita yang mengalami depresi, tingkat kecemasan yang tinggi, stress, kekhawatiran, masalah perkawinan dan trauma, menjadi pemicu mengalami disfungsi seksual.

    Pola hidup yang tidak sehat

    Pola hidup yang tidak sehat menjadi pemicu mengalami disfungsi seksual pada wanita, seperti merokok, jarang berolahraga, mengonsumsi obat-obatan, minum alkohol, pola makanan yang tidak sehat dan tidak bergizi. 

    Kualitas hubungan dengan pasangan

    Kualitas hubungan dengan pasangan juga mempengaruhi, seperti kurangnya komunikasi, terlalu sibuk dengan kegiatannya sendiri sampai melupakan komunikasi atau kehangatan bersama pasangan, konflik yang tidak selesai, kondisi yang sedang buruk, faktor-faktor ini sangat mempengaruhi penurunan gairah seksual.

    Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Gairah Pasangan

    Faktor hormonal

    Faktor hormonal atau kondisi hormon yang tidak menentu menyebabkan disfungsi seksual wanita dan gairah seksualnya menurut seperti sedang mengandung/hamil, setelah melahirkan dan masa menyusui, karena berbagai kondisi tertentu yang mempengaruhi.

    Gangguan emosi

    Gangguan emosi dikarenakan banyak faktor seperti kelelahan, terlalu banyak pikiran, konflik yang tidak kunjung usai, akan berpengaruh besar terhadap disfungsi seksual.

    Kehilangan gairah seksual sampai tidak mencapai orgasme perlu untuk disadari dan patut dikhawatirkan, deteksi sejak dini gejala-gejala yang berkaitan dengan disfungsi seksual pada wanita.

    Gejala-gejala disfungsi seksual

    1. Tidak adanya gairah seks atau menurunnya gairah seksual
    2. Tidak bisa mempertahankan gairah seks saat berhubungan atau tidak sama sekali terangsang padahal ada keinginan untuk melakukan seks
    3. Tidak dapat mengalami orgasme selama berhubungan seks
    4. Merasakan nyeri atau kesakitan yang tidak wajar saat berhubungan intim

    Ketika Sahabat sudah merasakan beberapa gejala di atas, segera untuk melakukan pemeriksaan ke dokter, untuk melakukan terapi atau pengobatan yang tepat sesuai anjuran dokter.

    Namun, untuk berbagai pengobatan disfungsi wanita berbagai macam bervariasi dan tergantung kondisi dan penyebabnya mengapa disfungsi bisa terjadi.

    Sebagai informasi, beberapa pengobatan untuk disfungsi seksual pada wanita karena psikisnya adalah :

    Komunikasi

    Berbicara, mendengarkan dan terbuka pada pasangan apa yang sedang dirasakan dan apa yang sedang dialami, komunikasi adalah cara awal untuk meminta bantuan kepada pasangan agar pasangan dapat mengerti dan mencari solusi terbaik.

    Gaya hidup yang sehat

    Hentikan kebiasaan untuk merokok, minum obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol. Minuman beralkohol dapat menurunkan gairah seksual dan merokok dapat memperlambat aliran darah seksual dan menurunkan gairah seksual. Untuk itu, berolahraga penting secara teratur untuk meningkatkan stamina dan mood.

    Konsultasi

    Carilah konseling untuk menceritakan masalahmu mengenai masalah disfungsi seksual, biasanya konseling bisa membantumu mencarikan solusinya dengan cara yang sesuai.

    Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak

    Pelumas

    Pelumas sangat membantu dalam berhubungan seksual, apabila Sahabat mengalami nyeri atau kesakitan saat melakukan hubungan seksual.

    Produk Terkait: Jual Durex Play Lubricant

    Sedangkan disfungsi seksual pada wanita untuk pengobatan kondisi medis adalah :

    1. Berkonsultasi dengan dokter mengenai obat yang sedang dikonsumsi dan efek sampingnya terhadap apa yang Sahabat  alami mengenai disfungsi seksual.
    2. Maksimalkan pengobatan untuk depresi dan kecemasan
    3. Mengobati masalah tiroid dan hormonal lainnya
    4. Beralih dengan menggunakan obat-obatan herbal dan menghindari efek samping
    5. Coba strategikan dengan cara lain untuk mengurangi sakit dan nyeri lainnya

    Terapi

    Untuk masalah disfungsi seksual pada wanita dengan penyebab hormonal kemungkinan pengobatannya adalah terapi, beberapa jenis terapi yang harus anda ketahui sebelum melakukan, ada 2 jenis terapi yaitu :

    Terapi Estrogen

    Terapi estrogen ini dalam bentuk cincin, krim atau pelumas, bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah di vagina, meningkatkan nada dari elasitas vagina sehingga peningkatan pada pelumas di vagina maksimal.

    Terapi Androgen

    Androgen adalah hormon testosteron yang dimiliki pria, wanita hanya mempunyai hormon ini sedikit dan lebih rendah daripada laki-laki. Akan tetapi hormon ini dapat membantu meningkatkan gairah sesksual pada wanita yang memiliki disfungsi seksual. Terapi androgen ini masih kontroversial, namun ini sangat bermanfaat sekali bagi wanita yang menderita disfungsi seksual.

    Disfungsi seksual juga mempunyai solusi dalam pengobatan alternatif yang sangat aman dan membentuk gaya hidup yang sehat, beberapa di antara pengobatan alternatif adalah sebagai berikut :

    Yoga

    Selama melakukan yoga gerakan-gerakan postur tubuh dan latihan pernapasan agar tubuh lebih fleksibel dan pikiran merasa lebih tenang, yang bermanfaat untuk menyalurkan energi seksual dengan peningkatan psikologis secara keseluruhan.

    Akupunktur

    Akupunktur adalah jenis terapi yang diterapkan dengan penyisipan jarum tipis di area-area yang sudah ditargetkan pada tubuh, penyisipan ini bermanfaat untuk mengurangi nyeri pada seksual, meningkatkan libido wanita dan gairah seksual wanita.

    Meditasi

    Meditasi dapat meningkatkan kesadaran seseorang, fokus dengan aktivitas yang sedang dijalani seperti aliran pernafasan yang diatur secara baik dan teratur. Peningkatan kesadaran dapat mengurangi personal distress dan meningkatkan respons gairah seksual.

    Baca Juga: Manfaat Seks Rutin bagi Kesehatan

    Itulah mengenai disfungsi seksual wanita. Bagi Sahabat Sehat yang juga ingin tetap menjaga fungsi seksual dengan baik dan terhindar dari virus HPV penyebab kanker serviks, yuk segera vaksinasi HPV di Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah.

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. 5 Faktor Penyebab Disfungsi Seksual pada Wanita [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191202160558-255-453429/5-faktor-penyebab-disfungsi-seksual-pada-wanita
    2. Saat Wanita Alami Disfungsi Seksual [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/697157/saat-wanita-alami-disfungsi-seksual
    3. Wajib Tahu, 3 Penyebab Disfungsi Seksual pada Wanita [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3933782/wajib-tahu-3-penyebab-disfungsi-seksual-pada-wanita#
    Read More
  • Pemeriksaan rutin atau medical check up untuk perempuan sangat perlu dilakukan mulai dari usia 18 tahun hingga 39 tahun, jenis pemeriksaan rutinnya adalah yang berlainan dan tergantung dengan usianya. Di sisi lain faktor usia, lingkungan, kegiatan, pola hidup, riwayat medis, dan keluarganya juga menjadi faktor seberapa sering kita harus melakukan pemeriksaan kesehatan. Baca Juga: Pentingnya Menjaga Reproduksi […]

    Jenis-jenis Tes Kesehatan untuk Perempuan yang Wajib Dilakukan Apa Saja?

    Pemeriksaan rutin atau medical check up untuk perempuan sangat perlu dilakukan mulai dari usia 18 tahun hingga 39 tahun, jenis pemeriksaan rutinnya adalah yang berlainan dan tergantung dengan usianya. Di sisi lain faktor usia, lingkungan, kegiatan, pola hidup, riwayat medis, dan keluarganya juga menjadi faktor seberapa sering kita harus melakukan pemeriksaan kesehatan.

    tes kesehatan untuk perempuan, tes kesehatan untuk wanita

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Sekalipun tubuh sudah terkait penyakit alangkah baiknya kita mengetahui sejak dini dan lebih baik mencegah daripada mengobati, perawatan dan pencegahan lebih dini solusi yang terbaik daripada harus menjalani pengobatan ketika tubuh sudah merasakan gejala parah yang mengakibatkan fatal. Pencegahan dan perawatan sejak dini adalah mendeteksi kesehatan tubuh kita dengan cara rutin dalam melakukan pemeriksaan tubuh.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Beberapa hal yang harus perempuan perhatikan untuk pemeriksaan rutin, yaitu:

    Ultrasonography (USG) 

    USG Perut untuk mendeteksi segala hal penyakit yang berkaitan dengan kehamilan. Sahabat bisa mengetahui apakah penyakit tersebut ada atau tidak dan amankah untuk janin.

    Penyakit yang dideteksi untuk USG perut misalnya seperti masalah kesehatan sistem empedu, sistem perkemihan, sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), usus buntu serta pembesaran kelenjar getah bening.

    Test pap smear

    Bagi perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan seksual secara aktif atau mempunyai keluarga yang punya riwayat penyakit HPV atau kanker rahim, perlu sekali untuk melakukan pemeriksaan upaya mendeteksi risiko kanker serviks sejak dini.

    Baca Juga: Wanita Menikah Wajib Lakukan Tes Pap Smear?

    Pemeriksaan pap smear meliputi pemeriksaan panggul, sehingga anda bisa mendapatkan pemeriksaan vulva, vagina dan mulut rahim. dan bagi seseorang yang keluarganya mempunyai riwayat penyakit HPV atau kanker rahim, sangat wajib untuk mengikuti saran dokter untuk pemeriksaan berikutnya.

    Pemeriksaan payudara atau mamogram

    Mamogram adalah jenis pemeriksaan khusus untuk kanker payudara, sebagian perempuan di dunia banyak sekali yang menderita kanker payudara. Disarankan sejak dini perempuan harus melakukan mamogram, setidaknya 1-3 tahun lebih awal pemeriksaan.

    Dokter akan mengetahui walaupun tubuh belum memilki gejala, benjolan atau keluhan apapun. Cara pemeriksaannya adalah dengan menggunakan sinar X dengan menggunakan alat ini, dokter akan bisa mendiagnosis lewat hasil screening tersebut.

    Pemeriksaan TORCH

    TORCH adalah singkatan dari toxoplamosis, rubella, cytomegalovirus dan herpes simplex virus. Ibu hamil dan ibu yang sedang merencanakan kehamilan wajib untuk pemeriksaan TORCH untuk mendeteksi apakah ibu mengalami infeksi TORCH di dalam tubuh atau tidak.

    Infeksi TORCH sangat berbahaya untuk ibu hamil dapat menyebabkan kondisi bayi lahir dengan kondisi kurang sempurna (cacat) dan dapat menyebabkan kematian. Bagi ibu yang belum hamil, idealnya pemeriksaan ini dilakukan 6 bulan sebelum merencanakan kehamilan, sedangkan bagi ibu hamil, awal kehamilan atau trimester awal bisa dilakukan pemeriksaan dini.

    Pemeriksaan tiroid

    Lakukan pengecekan tiroid, karena tiroid yang tidak aktif menyebabkan mudahnya kenaikan berat badan, sedangkan tiroid yang aktif mengindikasi tubuh menjadi autoimun (imunitas tubuh menyerang sel yang sehat alih-alih menyerang penyakit).

    Pemeriksaan tiroid bisa dilakukan saat berusia 35 tahun atau bisa sebelumnya. Jika Sahabat sudah merasakan gejala seperti perubahan mood, berat badan, susah tidur dan kadar kolesterol segeralah untuk melakukan pemeriksaannya ke dokter.

    Baca Juga: Apakah Sahabat Berisiko Tinggi Mengalami Gangguan Tiroid?

    Pemeriksan infeksi menular seksual

    Pada perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual secara aktif dan mempunyai risiko tinggi, diwajibkan sekali untuk pemeriksaan infeksi menular seksual upaya mendeteksi adanya penyakit gonorrhea, sifilis, trichomoniasis dan penyakit menular seksual lainnya.

    Cek tekanan darah

    Cek tekanan darah merupakan pemeriksaan rutin yang harus dilakukan minimal 2 tahun sekali, biasanya tekanan darah tinggi mengindikasi penyakit jantung, gagal ginjal, atau stroke.

    Untuk pemeriksaan tekanan darah bisa dilakukan dalam segala usia, apabila anda mempunyai tekanan darah tinggi, biasanya dokter akan menyuruh Sahabat untuk selalu melakukan pemeriksaan tekanan darah selama 6 bulan sekali untuk tetap menjaga kestabilan tekanan darah dan dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai. Biasanya idealnya tekanan darah wanita adalah 120/80 mmHg

    Cek kolesterol

    Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan risiko terkena serangan jantung, pemeriksaan kolesterol ini dilakukan melalui test darah. Apalagi jika keluarga Sahabat mempunyai penyakit jantung, segeralah untuk meminta cek kolesterol dokter dengan menggunakan lipoprotein subfraction karena test ini lebih sensitif dan detail sehingga partikel-partikel yang ada di dalam kolesterol lebih terlihat. Cek kolesterol bisa dimulai dari usia 20 tahun.

    Pemeriksaan mata dan penglihatan

    Semakin menua, perempuan lebih berisiko tinggi memiliki gangguan kesehatan mata yaitu deregenarasi makular atau menurunnya fungsi retina mata yang menyebabkan turunnya ketajaman mata dalam pengelihatan. Dengan ini, sangat diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan mata sekaligus pengelihatan secara rutin seperti pemeriksaan deregenerasi makular, retinopati, dan penyakit mata lainnya.

    Pemeriksaan diabetes

    Banyak sekali perempuan yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit diabetes, tidak terkecuali ibu hamil dan dapat membahayakan ibu dan janin, walaupun akan ada kemungkinan setelah melahirkan penyakit diabetes akan pergi.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Namun, diabetes tipe yang lainnya, melainkan kadar metabolik yang mempunyai kadar glukosa yang tinggi dalam konteks resistensi insulin dan defisiensi insulin akibat rusaknya pankreas. Gejala diabetes adalah kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, faktor keturunan dan faktor-faktor lainnya, segerakan untuk melakukan pemeriksaan secara detail.

    Pemeriksaan kepadatan tulang

    Sebagian besar perempuan mengalami penurunan padatnya tulang setelah menopause, ini terjadi ketika menurunnya kadar estrogen. Penduduk dunia paling banyak menderita osteoporosis, osteoporsis turun terjadi ketika mineral air di dalam tulang luruh dari tulang. Sehingga mudah sekali membuat tulang menjadi ringkih dan rapuh.

    Itulah mengenai tes kesehatan perempuan yang wajib dilakukan supaya mereka terhindar dari penyakit. Buat Sahabat Sehat yang ingin melindungi diri dari kanker serviks yang ditimbulkan oleh virus HPV, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Layanan ini mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Sulaeman S. 10 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Wanita [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3787537/10-tes-kesehatan-yang-wajib-dilakukan-wanita
    2. Sharin D, Sharin D. 11 Tes Kesehatan untuk Perempuan yang Penting Dilakukan [Internet]. Love Life. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://ilovelife.co.id/blog/11-tes-kesehatan-yang-penting-dilakukan-untuk-perempuan/
    3. Daftar Jenis Cek Kesehatan Rutin Bagi Perempuan Usia 18-39 Tahun – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://tirto.id/daftar-jenis-cek-kesehatan-rutin-bagi-perempuan-usia-18-39-tahun-eAeg
    Read More
  • Kesehatan mental adalah gangguan yang sangat serius. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 7 dari 1.000 rumah tangga terdapat anggota yang memiliki gangguan kesehatan psikis, lebih dari 19 juta penduduk yang berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk yang berusia di atas 15 tahun mengalami depresi. Baca Juga: […]

    Rendahnya Penanganan Kesehatan Jiwa di Indonesia

    Kesehatan mental adalah gangguan yang sangat serius. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 7 dari 1.000 rumah tangga terdapat anggota yang memiliki gangguan kesehatan psikis, lebih dari 19 juta penduduk yang berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk yang berusia di atas 15 tahun mengalami depresi.

    penanganan kesehatan jiwa, penanganan kesehatan mental

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

    Melihat kondisi tersebut, pemerintah sebaiknya cepat tanggap tangani masalah penanganan kesehatan jiwa di Indonesia yang semakin meningkat,. Apalagi dengan kondisi negara yang sedang dilanda wabah penyakit virus Covid-19, kemungkinan besar banyak sekali yang mengalami gangguan kesehatan jiwa, dikarenakan beberapa faktor, yaitu:

    • Krisis ekonomi
    • Kehilangan pekerjaan
    • Disabilitas ketidakmampuan untuk bekerja
    • Gangguan kecemasan
    • Pandemi Covid-19

    Indonesia menempati urutan ke-7 dalam kategori depresi. Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas menyatakan bahwa pihaknya akan menargetkan mengenai cekatan dalam menanggapi masalah gangguan kesehatan jiwa di Indonesia.

    Pada pembangunan program kerja selanjutnya, pemerintah akan meningkatkan program kerja dan salah satu targetnya adalah di tahun 2020 penduduk Indonesia harus mengurangi angka kematian akibat penyakit tidak menular dan mengutamakan peningkatan kesehatan jiwa penduduk Indonesia.

    Bappenas melakukan beberapa strategi seperti mendeteksi gangguan kejiwaan, secara rutinitas memberikan informasi mengenai gangguan kejiwaan. Setelah itu, jika menemukan pasien yang berkasus, segera untuk mengeksekusi pasien dan mengikuti prosedur dalam perawatan atau pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien tersebut.

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia memiliki berbagai tingkat, yaitu primer, sekunder, dan tersier. Di tingkat primer pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan di Puskesmas. Di tingkat sekunder pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan di rumah sakit umum (RSU).

    Di tingkat tersier pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan di rumah sakit jiwa (RSJ) atau bisa di rumah sakit umum (RSU) yang benar-benar memiliki dokter spesialis jiwa konsultan jiwa (SpKJ) atau dokter spesialis jiwa konsultan yang berada di kota umum dan memiliki pusat pendidikan khusus dokter spesialis kedokteran jiwa di Indonesia.

    Upaya Pelayanan Kesehatan Jiwa Tingkat Sekunder di RSU (Rumah Sakit Umum)

    Tidak seluruh RSU mempunyai poliklinik jiwa. Artinya, tidak semua RSU memiliki dokter spesialis jiwa konsultan jiwa yang juga merupakan dokter tetap di RSU tersebut.

    Sedangkan untuk perawatan dalam pengobatan di RSU, tidak selalu mempunyai rawat inap untuk pasien tersebut. Jadi, apabila ada RSU yang mempunyai rawat inap untuk pasien sakit jiwa ialah hanya pasien yang benar-benar kondisinya akut atau gawat darurat.

    Sehingga, pelayanan kesehatan jiwa di Rumah Sakit Umum (RSU) dalam kategori sekunder, belum memenuhi perawatan terbaik atau belum maksimal.

    Upaya Pelayanan Kesehatan Jiwa Tingkat Premier di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)

    Upaya pemerintah dalam penanganan melalui pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas berbeda, bahkan data Rifaskes 2011 menyatakan bahwa Puskesmas di Indonesia mempunyai program kesehatan jiwa sebesar 64% di seluruh Indonesia.

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Corona Berakhir

    Namun, dengan kategori yang berbeda-beda yaitu terlaksana atau tidaknya program pelayanan kesehatan jiwa, nyatanya direktorat kesehatan menyatakkan bahwa hanya 21,4% yang melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa yang di puskesmas Indonesia.

    Upaya Sumber Daya Manusia dan Pembiayaan Kesehatan Jiwa

    Data mengenai fasilitas dan sumber daya manusia dalam penanganan kesehatan jiwa bisa dikatakan hampir fasilitas seluruhnya belum tersedia di RSJ dan sebagian kecil sekali di RSU, yang tersedia hanya tempat tidur.

    Itu pun dengan presentase yang sangat kecil. Fasilitas pelayanan lain misalnya rumah singgahan, rumah perawatan dikomunitas, day care treatment, dan sebagainya belum ada di Indonesia.

    Sedangkan mengenai data biaya kesehatan jiwa, menurut ASEAN, Indonesia adalah negara paling rendah pengeluarannya untuk penanganan kesehatan jiwa, dan belum ada data pasti dari pemerintah. Akan tetapi, jumlah presentase untuk pengeluaran kesehatan jiwa dari Kementerian Kesehatan sebanyak 2,89% dari total anggaran kesehatan.

    Akses terhadap obat esensial

    Dalam penanganan akses obat esensial terhadap pasien gangguan kesehatan mental jiwa, Indonesia termasuk kategori yang cukup memadai dalam obat-obatan tersebut, daftar obat-obatan tersebut mengacu pada buku Formularium Nasional (FORNAS) dan Esensial Nasional (DOEN) tahun 2015 dan 2017.

    Indonesia memiliki UU (Undang-Undang) kesehatan jiwa yang khusus dan terpisah dari UU (Undang-Undang) di bidang kesehatan, yaitu Kesehatan Jiwa Nomor 18 Tahun 2014 yang isinya hal-hal penting mengenai hak-hak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), kewajiban pemerintah dan masyarakat, fasilitas pelayanan khusus kesehatan jiwa dan anggaran kesehatan jiwa.

    Namun, sampai saat ini banyak hal-hal yang perlu ditingkatkan dan dimaksimalkan kembali untuk pelayanan kesehatan jiwa, karena beberapa hal masih belum dieksekusi dan terlaksana sesuai dengan amanat UU Kesehatan Jiwa Nomor 18 Tahun 2014, yaitu mengatur fasilitas non kesehatan yang sedang dalam perawatan/pengobatan pasien gangguan jiwa.

    Baca Juga: Mengenai Kesehatan Mental di Indonesia

    Misalnya, rehabilitas pasien gangguan jiwa masih belum jelas bentuk dan kriterianya, hal lainnya adalah mendorong promotif dan preventif ditingkat keluarga.

    Jadi, kondisi pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia masih sangat kecil presentasenya, belum memenuhi kebutuhan akses layanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau.

    Jumlah psikiater di Indonesia masih sangat jauh tertinggal sekali dengan negara-negara lainnya, bahkan upaya penanganan kesehatan jiwa di Puskesmas saja, masih banyak yang merangkap tugasnya.

    Akses terhadap pelayanan kesehatan jiwa, fasilitas untuk pelayanannya, sumber daya manusia yang akan merawat pasien gangguan kesehatan jiwa secara intensif dan legalisasi pembiayaan khusus untuk kesehatan jiwa terus dan harus dapat ditingkatkan lagi.

    Itulah mengenai rendahnya penanganan kesehatan jiwa di Indonesia. Padahal, kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan dampaknya cukup besar bagi diri sendiri dan orang lain.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan kesehatan jiwa dan produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Indonesia C. Penanganan Kesehatan Mental RI Diklaim Masih Terbatas [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201019042144-255-559867/penanganan-kesehatan-mental-ri-diklaim-masih-terbatas
    2. https://www.jpnn.com/news/bappenas-penanganan-kesehatan-mental-di-indonesia-masih-terbatas?page=2
    3. [Internet]. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/331595372_Sistem_Kesehatan_Jiwa_di_Indonesia_Tantangan_untuk_Memenuhi_Kebutuhan
    Read More
  • Pertolongan pertama kesehatan mental sebenarnya sudah ada dan sudah diterapkan sebelum Perang Dunia Kedua. Hal ini diakui sebagai cara terbaik untuk menolong banyak orang dalam kondisi yang berisiko. Gejala penyakit gangguan mental ini sulit sekali untuk dideteksi, banyak orang lain atau keluarga yang menemukan perilaku atau sikap dengan perubahan yang seperti biasanya. Meskipun orang lain […]

    Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Pertolongan pertama kesehatan mental sebenarnya sudah ada dan sudah diterapkan sebelum Perang Dunia Kedua. Hal ini diakui sebagai cara terbaik untuk menolong banyak orang dalam kondisi yang berisiko.

    Gejala penyakit gangguan mental ini sulit sekali untuk dideteksi, banyak orang lain atau keluarga yang menemukan perilaku atau sikap dengan perubahan yang seperti biasanya. Meskipun orang lain atau keluarga sendiri menemukannya, tetap saja cara menghadapi dan bagaimana melakukan intervensi atau mencari pengobatan yang tepat itu tidak mudah.

    pertolongan pertama gangguan kesehatan jiwa

    Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi Sejak Dini

    Pertolongan pertama kesehatan jiwa adalah kursus selama 8 jam. Pasien diberi pemahaman dan dikenalkan tentang risiko-risiko dan tanda-tanda awal gangguan jiwa. Pasien dikenalkan dampak dari gangguan jiwa serta cara pengobatannya secara umum.

    Selain itu, pasien juga ikut simulasi dalam menilai seberapa krisis gangguan jiwa, melakukan intervensi, memberikan bantuan awal dan bagaimana cara menguhubungi dokter, teman terdekat, keluarga, serta bantuan dukungan sosial.

    Dekati, kaji dan dengar masalah yang sedang dialami

    Hal yang pertama yang harus Sahabat lakukan adalah melakukan pendekatan dengan penuh perhatian dan sikap positif, dengarkan masalahnya, dan coba memberi bantuan atau solusi sesuai dengan masalah yang sedang dihadapinya. Step by step melakukan pendekatan juga harus memperhatikan

    • Cara pendekatan dengan penuh perhatian dan sikap yang nyaman
    • Cari tempat yang nyaman untuk kita maupun orang tersebut, tempat yang nyaman dan tenang untuk bercerita
    • Apabila orang tersebut tidak berinisiatif memulai cerita, maka kita boleh memulai pembicaraan dengan syarat tidak langsung to the point
    • Jika orang tersebut sudah memulai cerita, hormati privasi dan kerahasiaan orang tersebut.

    Dengarkan ceritanya tanpa menghakimi

    Ketika orang tersebut mulai bercerita, salah satu yang harus anda lakukan yang penting sekali adalah dengarkan dan tahan penilaian anda dahulu,  jangan memotong cerita orang tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiran Sahabat, dengarkan dulu sampai selesai, dengarkan dengan rasa empati yang tinggi dan dengarkan secara verbal maupun non verbal.

    Perhatikan juga untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh, mengerti apa yang diceritakan kemudian berikan kebebasan untuk berbicara tanpa menghakimi. Ada hal yang harus dilakukan dan jangan sesekali Sahabat lakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan adalah:

    Lakukan

    • Beretika dan lakukan hal yang sewajarnya sesuai dengan budaya, usia dan orang yang kita hadapi
    • Jujur dan dapat dipercaya
    • Hormati keputusan dan hak orang lain
    • Jangan mengungkapkan tentang penilaian pertama terhadap orang tersebut dan berhati-hati dalam menilai
    • Jelaskan ketersediaanmu dalam membantunya kapan saja

    Jangan Lakukan

    • Jangan berlebihan dalam memberikan informasi
    • Jangan berlebihan dalam berbicara
    • Jangan menonjolkan status kita sebagai penolong
    • Jangan memaksa mereka untuk bercerita kepada kita
    • Jangan ambisius, membosankan atau memaksa untuk menolong
    • Jangan menghakiminya karena perilaku dan perasaannya
    • Jangan menceritakan masalahnya ke semua orang maupun sedikit orang

    Berikan informasi dan dukungan

    Setelah seseorang tersebut merasa lebih didengarkan dan merasa ada dukungan lebih, maka ini adalah peluang anda untuk terus melanjutkan bantuan.

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Berikan dukungan berupa dukungan emosional seperti memberikan harapan bahwa masalah ini akan selesai dengan kondisi yang membaik dan berikan dukungan seperti berempati apa yang orang tersebut rasakan. Jangan lupa untuk menanyakan atau memberikan informasi tentang bantuan kesehatan jiwa.

    Beri dorongan untuk mendapatkan bantuan profesional

    Ketika mereka sudah mulai terbuka terkait cerita dan masalahnya, sebaiknya langkah selanjutnya Sahabat memberikan pilihan bantuan profesional yang tepat, seseorang dengan gangguan kesehatan jiwa harus ditangani langsung dengan yang lebih profesional.

    Kita dalam membantu memiliki batasan dan pilihan bantuan terapi ada berbagai macam misalnya dengan obat-obatan, terapi psikis atau konseling, dukungan dari anggota keluarga/terdekat, bantuan/bimbingan aktifitas.

    Beberapa gejala yang harus diperhatikan dan butuh bantuan lebih, yaitu:

    • Orang dengan kondisi serius, yang dapat membahayakan nyawa diri sendiri maupun orang lain dan membutuhkan perawatan gawat darurat
    • Orang dengan kondisi yang sangat sedih dan berlarut-larut, sehingga tidak mampu merawat diri sendiri dan anak-anaknya
    • Orang yang hanya membahayakan orang lain

    Setelah itu, beri dorongan untuk mendapatkan bantuan lainnya

    Orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa sangat penting juga untuk mendapatkan bantuan dorongan lainnya, selain bantuan profesional atau bantuan yang tepat, orang-orang di sekitar yang pernah mengalami gangguan kesehatan jiwa bisa untuk membantu mereka yang saat ini sedang mengalami, bantuan dorongannya orang-orang di sekitar saja dan orang-orang terdekat.

    Menurut data World Federation of Mental Health (WFMH) seseorang di suatu tempat di dunia meninggal akibat bunuh diri. Data menunjukkan bahwa satu dari empat orang dewasa akan mengalami masalah hidupnya dan mengganggu kesehatan jiwa.

    Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

    Hal itu karena orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan jiwa ini tidak mendapatkan perhatian dan tidak mendapatkan dukungan psikologis dari orang-orang di sekitar. Apalagi jika masalah psikis mereka dalam keadaan darurat, mengakibatkan banyak sekali orang-orang yang akan mengalami gangguan kesehatan jiwa

    Karena itu, pertolongan pertama pada gangguan kesehatan jiwa berasal dari orang-orang terdekat dan keluarga, rasa peduli dan perhatian terhadap orang-orang yang dekat dengan kita adalah obat pertama untuk pertolongan awal menghadapi orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

    Baca Juga: 5 Gangguan Jiwa Paling Sering Dialami Kawula Muda

    Demikianlah mengenai pertolongan pertama pada kesehatan jiwa bagi teman atau saudara yang sedang mengalaminya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai pertolongan pertama ini dan produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi :

    1. RSJ Dr. Radjiman W. Lawang [Internet]. Rsjlawang.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: http://rsjlawang.com/news/detail/154/pertolongan-pertama-pada-gangguan-kesehatan-jiwa
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Kemkes.go.id. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.kemkes.go.id/article/view/16101100004/hkjs-2016-pertolongan-pertama-psikologis-dan-kesehatan-jiwa-bagi-semua-.html
    3. Penerapan Metode Algee Dalam Pertolongan Pertama Pada Gangguan Jiwa [Internet]. Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://dinkes.bulelengkab.go.id/artikel/penerapan-metode-algee-dalam-pertolongan-pertama-pada-gangguan-jiwa-44

     

    Read More
  • Ancaman kematian tertinggi di dunia adalah Virus Covid-19, tetapi masih banyak sekali masyarakat yang menganggap remeh virus ini, sementara pemerintah sudah berupaya keras mencegah dan menangani virus dengan berbagai cara termasuk mengedarkan vaksin Covid-19 secara massal walaupun masih dalam tahap percobaan. Baca Juga: Yuk, Sahabat, Ketahui dan Waspadai Mitos Vaksin Covid-19 Berikut! Vaksin COVID-19 sudah […]

    Yuk, Sahabat, Perhatikan Fakta vaksin COVID-19 Berikut!

    Ancaman kematian tertinggi di dunia adalah Virus Covid-19, tetapi masih banyak sekali masyarakat yang menganggap remeh virus ini, sementara pemerintah sudah berupaya keras mencegah dan menangani virus dengan berbagai cara termasuk mengedarkan vaksin Covid-19 secara massal walaupun masih dalam tahap percobaan.

    fakta vaksin Covid-19, fakta vaksin Corona

    Baca Juga: Yuk, Sahabat, Ketahui dan Waspadai Mitos Vaksin Covid-19 Berikut!

    Vaksin COVID-19 sudah melalui banyak tahap uji klinis dan ditangani dengan ribuan relawan untuk menciptakannya. Namun, tak sedikit masyarakat yang masih menanyakan keefektifan vaksin, keamanan, dan standar pembuatannya.

    Para ahli memberikan pesan untuk meninggalkan informasi yang tidak masuk akal dan merugikan diri sendiri sehingga dampaknya besar karena menganggap remeh virus COVID-19.

    Beberapa fakta vaksin COVID-19

    1. Efek samping vaksin 

    Setelah tenaga kesehatan mendapatkan vaksin, beberapa ada laporan mengenai efek samping vaksin COVID-19 yang merasakan seperi lemas, nyeri, ngantuk, nafsu makan bertambah dan juga demam, reaksi tubuh ini dianggap wajar karena adanya suatu reaksi dalam pembentukan sistem imunitas tubuh.

    Laporan tersebut termasuk laporan efek samping ringan dan tidak ada efek samping yang membutuhkan perawatan intensif atau berat, jadi efek samping dari vaksin COVID-19 itu hal yang wajar karena reaksi tubuh merespon vaksin untuk pembentukkan imunitas tubuh.

    2. Vaksin diuji ketat

    Setiap vaksin telah melakukan evaluasi keamanan, tujuan vaksin di uji klinis adalah keamanan nomer satu untuk manusia yang meliputi komponen, bahan kandungan serta dosisnya diperhatikan secara intensif dan sangat detail. Sebelum vaksin dilakukan ke manusia, vaksin sudah melalui percobaan pada hewan, setelah itu vaksin dilakukan ke puluhan ribu manusia hingga mendapatkan izin untuk digunakan kepada masyarakat.

    Pelaksanaan uji klinis ini sesuai dengan standar pelaksanaan yang ketat dan sesuai aspek ilmiah, menjunjung tinggi penelitian dan keamanan sehingga tidak ada reaksi yang berlebih setelah di vaksinisasi.

    3. Vaksin tidak mengandung sel vero

    Sebagian masyarakat mengira bahwa vaksin COVID-19 mengandung sel vero yang kabarnya haram. Padahal, sel vero digunakan hanya sebagai media kultur untuk tumbuh kembangnya virus sebagai bahan baku vaksin.

    Baca Juga: Penggunaan mRNA dalam Vaksin Corona untuk Mencegah Kanker

    Setelah mendapatkan cukup banyak virus, virus akan dipisahkan dengan media pertumbuhan kemudian dimatikan dan dijadikan vaksin, jadi sel vero tidak akan terbawa dalam proses akhir atau final pembuatan vaksin.

    4. Vaksin yang sudah diedarkan sudah melalui tahap uji klinis

    Informasi yang benar mengenai vaksin COVID-19 yang diedarkan sudah melalu tahap uji klinis dan sudah dalam persetujuan BPOM. Jadi, program vaksinisasi ini bukan untuk tahap uji klinis, akan tetapi sudah melalui uji klinis.

    5. Vaksin aman dan halal

    Vaksin COVID-19 sama sekali tidak mengandung virus yang hidup di dalamnya maupun dilemahkan, vaksin ini sudah lulus uji klinis artinya dalam standar keamanannya sudah dipastikan aman dan halal, bahan kandungan yang ada di dalam vaksin tidak mengandung boraks, formalin, merkuri dan pengawet.

    6. Distribusi vaksin akan selesai dengan waktu 15 bulan

    Pemerintah akan menyelesaikan vaksinasi ke seluruh masyarakat Indonesia hingga ke pelosok dalam jangka waktu 15 bulan, sedangkan untuk distribusi vaksin COVID-19 ke seluruh dunia memakan waktu 3,5 tahun. Jadi untuk masyarakat Indonesia, perlu sekali mengamati Informasi secara cerdas dan tuntas ya.

    7. Tahapan target penerima vaksin

    Pemerintah telah mengatur menyebaran vaksinasi kepada seluruh masyarakat, namun pemerintah tidak bisa menyebarkan vaksinasi dalam satu waktu ke seluruh masyarakat Indonesia.

    Karena itu, dibuat program secara bertahap dan mengutamakan yang diprioritaskan seperti tenaga kesehatan, tenaga publik, dan masyarakat yang berisiko besar terinfeksi virus COVID-19 dengan penyakit penyerta, masyarakat yang gampang tertular.

    Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Tahapan vaksinasi virus COVID-19 ada dua:

    Periode pertama, akan dimulai dari Januari 2021 sampai dengan April 2021

    • 1,3 juta vaksin COVID-19 untuk Tenaga kesehatan
    • 17,4 juta vaksin untuk tenaga publik yang tidak bisa menjaga jarak secara efeketif
    • 21,5 juta vaksin untuk lansia yang berusia di atas 60 tahun

    Periode kedua, akan dimulai dari April 2021 hingga Maret 2022

    • 63,9 juta vaksin untuk masyarakat dengan risiko besar penularan tertinggi dari segi ekonomi maupun sosial
    • 77,4 juta vaksin untuk masyarakat umum dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin

    Program vaksinasi ini sudah dilakukan secara bertahap dan berharap dapat membentuk herd immunity. Kementerian Kesehatan melaporkan dan mencatat sebanyak 149.242 orang sudah di vaksin dari target vaksin 181.554.465 penduduk Indonesia yang akan di vaksin berumur di atas 18 tahun.

    Namun, dikarenakan jumlah ketersediaan vaksin COVID-19 ini terbatas dan bertahap ,maka dilakukan vaksinasi dahulu atau memprioritaskan sumber daya manusia (SDM), yaitu tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja di pelayanan kesehatan.

    Banyak masyarakat awam terpengaruh dengan informasi-informasi yang salah dan tidak masuk akal, sebagian masyarakat bahkan banyak yang meragukan vaksin COVID-19 dari standar keamanan, kemanjuran vaksin. Padahal vaksin ini sendiri bisa mencegah berbagai penyakit juga seperti vaksin lainnya, yaitu BCG, Polio, Hepatitis B, Campak, Rubela, Hib, PCV, Influenza, Dengue, HPV.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi ke Rumah

    Vaksin merupakan salah satu cara kita untuk menghindari agar tidak terinfeksi dari virus yang berbahaya, akan tetap antisipasi dalam menjaga protokol kesehatan tetap harus diterapakan setelah divaksinisasi bukan berarti Sahabat tidak bisa tertular atau terinfeksi ya, tetap menjalankan 3M (Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19, Sahabat bisa berkonsultasi dengan para dokter di Prosehat selama 24 jam. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Ini Fakta Penting Vaksin COVID-19 – DPPKBPMD Bantul [Internet]. Dppkbpmd.bantulkab.go.id. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://dppkbpmd.bantulkab.go.id/ini-fakta-penting-vaksin-covid-19/
    2. Anindita K. Fakta-fakta Vaksinasi COVID-19 RI, Efek Samping hingga Alasan Ada yang Batal [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5347008/fakta-fakta-vaksinasi-covid-19-ri-efek-samping-hingga-alasan-ada-yang-batal
    3. COVID-19 W. Mitos Vaksin Salah, Faktanya Vaksin Aman – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/mitos-vaksin-salah-faktanya-vaksin-aman

     

    Read More
  • Beberapa negara sudah mengupayakan berbagai pencegahan virus Covid-19, termasuk pemerintah Indonesia berencana akan memulai penyuntikan vaksinasi di bulan Januari 2020. Vaksin COVID-19 yang akan tiba di Indonesia disebut dapat melindungi diri dari virus dengan tahap pertama penyuntikan ditujukan pada petugas kesehatan. Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19 Sebagian masyarakat sentimen dengan kabar […]

    Yuk, Sahabat, Ketahui dan Waspadai Mitos Vaksin COVID-19 Berikut!

    Beberapa negara sudah mengupayakan berbagai pencegahan virus Covid-19, termasuk pemerintah Indonesia berencana akan memulai penyuntikan vaksinasi di bulan Januari 2020. Vaksin COVID-19 yang akan tiba di Indonesia disebut dapat melindungi diri dari virus dengan tahap pertama penyuntikan ditujukan pada petugas kesehatan.

    mitos vaksin covid-19, mitos vaksin Corona

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19

    Sebagian masyarakat sentimen dengan kabar vaksin COVID-19 dan mempertanyakan keefektifan vaksin COVID-19, praktik keamanannya, standar keamanannya dan tujuan dari vaksin tersebut karena sering mendapatkan informasi yang salah dan beredar di media.

    Padahal sangat penting untuk mencari tahu secara detail, membaca dan menyaring terlebih dahulu informasi mengenai vaksin Corona. Beredarnya mitos  vaksin COVID-19 ini menjadi penghambat rencana pemerintah dalam mengantisipasi virus yang terus merajalela.

    Beberapa mitos vaksin COVID-19 yang tidak perlu Sahabat percaya!

    1. Isu halal/haramnya vaksin

    Isu halal/haramnya vaksin hanya terjadi pro dan kontra di Indonesia, vaksin sama sekali tidak mengandung bagian dari babi. Pemicunya adalah ada kandungan Trypsin yang dipinjam dalam enzim babi untuk hasil akhir yang lebih baik, agar dapat komponen vaksin maksimal.

    Padahal enzim akan dimurnikan kembali agar komponen sementara tidak ikut masuk pada vaksin yang telah steril, apabila jika ada komponen sementara yang ikut masuk ke dalam vaksin, maka hasil akhir produksi hanya virus saja yang masuk ke vaksin tersebut.

    Faktanya, MUI sudah menyatakan bahwa vaksin COVID-19 halal. Artinya, vaksin COVID-19 steril dan tidak membawa bagian dari babi sekecil apa pun.

    2. Menyebabkan autisme

    Thimerosal adalah salah satu bahan kandungan yang digunakan untuk vaksin COVID-19. Sebelumnya, thimerosal pernah dihapuskan oleh Amerika Serikat karena takut kandungannya dapat memicu penyebab autisme.

    Baca Juga: Apakah Benar Imunisasi MMR Menyebabkan Autisme?

    Setelah dihapus dan bahan ini tidak digunakan lagi, faktanya kategori autisme di Amerika Serikat sama sekali tidak menurun. Masyarakat perlu tahu bahwa bahan thimerosal digunakan pada vaksin sebagai bahan pengawet vaksin.

    3. Dapat mengubah DNA

    Vaksin COVID-19 berbasis Vaksin MRNA berfungsi untuk menginstruksi pembuatan protein dalam tubuh dan kemudian sistem kekebalan alami akan meresponsnya.

    Kebanyakan vaksin dikembangkan memang untuk membuat dan memberikan protein dalam tubuh atau memberikan komponen kecil dari virus yang kita coba untuk vaksin. Jadi MRNA tidak mengubah DNA sel manusia ya.

    4. Mempengaruhi fertilitas

    Banyak kabar yang memberikan informasi salah tentang vaksin COVID-19 ini mengganggu fertilitas atau kesuburan untuk memiliki keturunan, padahal vaksin yang diberikan sama sekali tidak menyebabkan infertilitas.

    Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    5. Memiliki zat yang berbahaya

    Vaksin yang telah diedarkan ke masyarakat secara massal harus sudah memenuhi syarat keamanan bahan produksinya, efektif, efisien dalam biaya dan stabil.

    Berarti jika vaksin sudah beredar massal dan pemerintah sudah mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 ke beberapa masyarakat, terutama masyarakat yang diprioritaskan di Indonesia,  vaksin tersebut sudah di bawah montoring atau sudah BPOM.

    Apabila ada bahan yang memiliki efek samping yang tidak diinginkan sewaktu-waktu vaksin tersebut akan ditarik massal secara paksa.

    6. Vaksin tidak dipercaya, karena memproduksinya dalam waktu cepat

    Para ahli dalam dan 1.000 relawan membuat vaksin covid melalui uji klinis beberapa kali. Dalam tahap uji klinis terakhir vaksin Pfizer-BioNtech dan Moderna ditemukan 95% dan 94,1% efektif masing-masing vaksin dalam mencegah infeksi virus COVID-19 yang sangat parah.

    Baca Juga: BPOM Resmi Keluarkan Penggunaan Izin Darurat untuk Vaksin AstraZeneca

    Vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca juga memiliki kemanjuran dalam mencegah virus COVID-19 sebanyak 70%. Jadi, pembuatan vaksin ini, melalu beberapa tahap produksi dan uji klinis yang sangat intensif, ketat dan tidak asal-asalan.

    7. Menularkan virus COVID-19

    Pengetahuan vaksin Universitas Oxford sudah menjelaskan bahwa vaksin Oxford dan AstraZeneca memproduksi vaksin dengan bahan aktif dari adenovirus yang sudah dimodifikasi.

    Virus ini berguna untuk mengirimkan kode genetik untuk protein lonjakan COVID-19. Jadi virus yang ada di dalam vaksin itu tidak mengandung virus hidup dan diproduksi, baik dari Pfizer-BioNtech maupun Moderna.

    8. Setelah divaksin, bebas dari protokol kesehatan

    Kemungkinan besar setelah divaksin akan tetap bisa terinfeksi virus COVID-19. Karena itu, tetap waspada dan jangan menyepelekan protokol kesehatan.

    Vaksin COVID-19 berpengaruh manjur sebanyak 70%. Artinya, Sahabat akan tetap bisa terinfeksi virus COVID-19 dan bukan berarti virus COVID-19 tidak bisa masuk dalam tubuh atau mati, semua tergantung kondisi tubuh atau imunitas masing-masing.

    Baca Juga: Mengapa Tubuh Masih Terpapar Virus Meski Sudah Divaksin?

    Para ahli harus memberikan klarifikasi langsung dan pemahaman awam kepada masyarakat berupaya untuk menghindari informasi mitos seputar vaksin yang salah dan tidak masuk akal, karena masih ada sedikit dari masyarakat yang meragukan keamanan dalam vaksin COVID-19 tersebut yang masih dalam tahap percobaan.

    Mitos seputar vaksin masih banyak sekali beredar di kalangan masyarakat, dan masyarakat harus pandai-pandai memilah informasi secara detail dan masuk akal, tinggalkan informasi yang tidak masuk akal dan harap berhati-hati untuk menyebarkan informasi yang tidak pasti.  

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Untuk informasi mengenai vaksin ini Sahabat bisa konsultasi langsung dengan para dokter di Prosehat selama 24 jam. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. COVID-19 W. Mitos Vaksin Salah, Faktanya Vaksin Aman – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/mitos-vaksin-salah-faktanya-vaksin-aman
    2. 5 Mitos vs Fakta Seputar Vaksin Covid-19 | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210108/106/1340298/5-mitos-vs-fakta-seputar-vaksin-covid-19
    3. Azizah K. Vaksinasi COVID-19 Sebentar Lagi, Mitos Soal Vaksin Ini Tak Perlu Dipercaya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5214208/vaksinasi-covid-19-sebentar-lagi-mitos-soal-vaksin-ini-tak-perlu-dipercaya
    4. Mitos Vaksin Covid-19: Ubah DNA Manusia hingga Menularkan Virus [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4465139/mitos-vaksin-covid-19-ubah-dna-manusia-hingga-menularkan-virus
    5. Media K. Perlu Tahu, Ini Penjelasan WHO soal Mitos dan Fakta Vaksin Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/08/190300365/perlu-tahu-ini-penjelasan-who-soal-mitos-dan-fakta-vaksin-covid-19?page=all

     

    Read More
  • Bagaimanakah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19? Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang cukup menyita perhatian karena ternyata orang yang menderita penyakit tersebut rentan terhadap Covid-19. Penderita Covid-19 banyak yang mempunyai penyakit komorbid atau penyerta. Penderita penyakit ginjal menduduki posisi pertama dengan risiko kematian sebesar 13,7 kali lipat. Di tempat kedua ada penyakit jantung dan […]

    Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19

    Bagaimanakah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19? Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang cukup menyita perhatian karena ternyata orang yang menderita penyakit tersebut rentan terhadap Covid-19. Penderita Covid-19 banyak yang mempunyai penyakit komorbid atau penyerta. Penderita penyakit ginjal menduduki posisi pertama dengan risiko kematian sebesar 13,7 kali lipat. Di tempat kedua ada penyakit jantung dan diabetes dengan risiko kematian sebesar 9 dan 8,3 kali lipat. Kemudian ada hipertensi dan autoimun dengan risiko kematian sebesar 6 kali lipat.

    cara penderita penyakit ginjal menghadapi covid-19

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Mengapa Penderita Penyakit Ginjal Rentan Terkena Covid-19?

    Perlu diketahui bahwa seseorang yang menderita penyakit ginjal umumnya mempunyai imun yang rendah karena kerusakan pada ginjal menyebabkan tubuh tidak bisa membuang racun sehingga menumpuk di dalam tubuhnya. Pasien penderita ginjal yang tertular Covid-19 selain harus mengurangi gejala Covid-19 dengan rutin mengonsumsi obat tertentu, mereka juga harus tetap cuci carah untuk menghilangkan racun di tubuhnya.

    Produk Terkait: Jual Pengobatan Ginjal

    Bagaimana Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19?

    Ada beberapa tips yang dianjurkan bagi penderita ginjal saat menghadapi Covid-19, yaitu:

    Tetap Berada di Rumah

    Cara terbaik bagi penderita ginjal selama masa pandemi dan supaya tidak rentan tertular adalah tetap berada di dalam rumah dan menghindari kerumunan dengan orang-orang sekitar yang berpotensi terkena Covid-19 dan tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, apabila harus keluar rumah karena urusan yang sangat penting tetaplah untuk menjaga jarak sejauh 1,5-2 meter dari orang lain, memakai masker, mencuci tangan serta tutupilah hidung dan mulut ketika batuk dan bersin.

    Cucilah Tangan Sesering Mungkin

    Mencuci tangan merupakan salah satu hal yang harus dilakukan selama masa pandemi, dan merupakan bagian dari perilaku 3M. Gunakanlah sabun dan air dan cucilah pada air yang mengalir selama 20 detik atau lebih. Apabila sabun tidak tersedia, gunakanlah hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol.

    Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Sebaik Mungkin

    Meningkatkan daya tahan tubuh juga merupakan salah satu cara supaya penderita ginjal terhindar dari Covid-19. Caranya adalah mengonsumsi makanan yang bergizi, hindari gula, garam dan lemak berlebihan. Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen yang diperlukan.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Hubungi Layanan Kesehatan Setempat untuk Ketersediaan Obat-obatan

    Penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19 pasti membutuhkan obat-obatan untuk tetap sehat. Silakan hubungi penyedia layanan kesehatan untuk ketersediaan obat-obatan. Minumlah obat yang telah diresepkan, dan jangan mengganti obat tanpa konsultasi terlebih dahulu dari penyedia layanan tersebut.

    Mintalah Bantuan Pada Fasilitas Layanan Terdekat

    Apabila Sahabat menunjukkan gejala-gejala Covid-19 segera lakukan tes Covid-19 pada fasililtas kesehtatan terdekat. Lakukan isolasi diri di rumah atau milik pemerintah selama 10 hari, jika memang terkonfirmasi positif. Selama itu pula jangan bepergian langsung ke unit penanganan ginjal, dokter umum, dan apotek. Sahabat harus terlebih dahulu menghubungi via telepon. Pada pasien ginjal yang harus menjalani dialisis, segera hubungi unit dialisisis untuk mengetahui kapan bisa melakukannya. Apabila selama isolasi 10 hari gejala yang dirasakan memburuk segera hubungi Satgas Covid-19 setempat.

    Ikuti Protokol Kesehatan Saat Cek dan Cuci Darah

    Apabila Sahabat memang diharuskan untuk cek darah rutin yang dianggap riskan pada masa pandemik Covid-19, Sahabat dapat menghubungi penyedia layanan kesehatan setempat untuk menentukan tes bisa ditunda atau tidak. Apabila dokter merasa tes harus dilakukan rutin dan sesuai jadwal, usahakan untuk meminta laboratorium tempat tes agar tes bisa dilakukan di rumah. Perhatikan apakah lab dapat menerima sampel urine yang dikirim melalui kurir. Apabila cek darah tidak bisa dilakukan di rumah, dan Sahabat harus mendatangi laboratorium, jangan khawatir. Biasanya laboratorium tempat Sahabat mengecek darah sudah menerapkan protokol 3M, dan memeriksa suhu setiap orang yang datang. Apabila ada yang positif, akan dilakukan isolasi di lab tersebut.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Begitulah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19 karena mereka termasuk yang rentan terkena. Para penderita diharapkan untuk tidak abai terhadap protokol 3M dan rutin memeriksakan darah di laboratorium. Supaya Sahabat Sehat tidak mengalami masalah pada ginjal berikut beberapa hal yang bisa Sahabat lakukan dengan perilaku CERDIK yaitu:

    • C: Cek kesehatan rutin/berkala
    • E: Enyahkan asap rokok
    • R: Rajin aktivitas fisik
    • D: Diet sehat dengan kalori seimbang
    • I: Istirahat yang cukup
    • K: Kelola stres

    Baca Juga: Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Satgas: Pasien Covid Komorbid Ginjal Paling Berisiko Kematian [Internet]. nasional. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201216144409-20-582945/satgas-pasien-covid-komorbid-ginjal-paling-berisiko-kematian
    2. Media K. Penyakit Ginjal Komorbid Paling Berisiko Sebabkan Kematian Pasien Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/15/21030961/penyakit-ginjal-komorbid-paling-berisiko-sebabkan-kematian-pasien-covid-19?page=all
    3. Azizah K. Risiko Kematian Virus Corona Pada Pasien Gagal Ginjal Tinggi [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4937422/risiko-kematian-virus-corona-pada-pasien-gagal-ginjal-tinggi
    4. Panduan Bagi Orang dengan Faktor Risiko dan Penyandang PTM di Era Pandemi Covid-19 (1) – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/panduan-bagi-orang-dengan-faktor-risiko-dan-penyandang-ptm-di-era-pandemi-covid-19-1
    5. COVID-19: Kidney disease [Internet]. National Kidney Foundation. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.kidney.org/coronavirus/kidney-disease-covid-19#:~:text=Various%20COVID%2D19%2Drelated%20effects,direct%20infection%20of
    6. Coronavirus (Covid-19) guidance for patients with kidney disease [Internet]. Kidney Care UK. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.kidneycareuk.org/news-and-campaigns/coronavirus-advice/#symptomscovid
    7. Direktur P2PTM : CERDIK! Cara Terhindar dari Risiko Penyakit Ginjal – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/direktur-p2ptm-cerdik-cara-terhindar-dari-risiko-penyakit-ginjal
    Read More
  • Setelah Sinovac, kini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penggunaan darurat untuk vaksin produksi AstraZeneca dari Inggris. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam jumpa pers virtual pada Selasa, 9 Maret 2021. Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Darurat untuk Vaksin Sinovac Pemberian izin penggunaan darurat ini berdasarkan efikasi vaksin sebesar 62,1% dari […]

    BPOM Resmi Mengeluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin AstraZeneca

    Setelah Sinovac, kini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penggunaan darurat untuk vaksin produksi AstraZeneca dari Inggris. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam jumpa pers virtual pada Selasa, 9 Maret 2021.

    izin penggunaan darurat untuk vaksin AstraZeneca

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Pemberian izin penggunaan darurat ini berdasarkan efikasi vaksin sebesar 62,1% dari hasil pemantauan selama dua bulan setelah 15 hari pemberian dua dosis vaksin. Efikasi ini tentunya sesuai dengan standar World Health Organization (WHO), yaitu minimal 50%. Angka efikasi ini tentunya lebih rendah daripada vaksin Sinovac, yaitu 65,3%.

    Sejauh ini sudah 1,1 juta dosis vaksin yang diterima Indonesia melalui kerja sama dengan skema kerja sama multilateral Covax. Kedatangan pertama vaksin tersebut adalah pada Senin, 8 Maret 2021 yang rencananya akan digunakan pada vaksinasi tahap kedua.

    Sebelum BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat ini, WHO telah memasukkan AstraZeneca dalam daftar penggunaan izin darurat. Pada analisa interim, efikasi vaksin mencapai 70,4% terutama di negara dengan varian baru Corona seperti Afrika Selatan, Brasil hingga Inggris.

    Siapa Target Penerima Vaksin Ini?

    Pemberian vaksin ditargetkan untuk para lanjut usia dan petugas pelayanan publik termasuk di dalamnya para pedagang pasar, pengemudi ojek online, dan tenaga pendidik.

    Baca Juga: Vaksinasi Corona untuk Tenaga Pendidik

    Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menyebut bahwa vaksin AstraZeneca sudah terbukti aman untuk penduduk berusia lanjut. Diharapkan penggunaan vaksin dapat mengurangi angka kematian yang cukup tinggi pada lansia.

    Mengenal Vaksin AstraZeneca

    Vaksin AstraZeneca merupakan vaksin yang diproduksi AstraZeneca dan Universitas Oxford. Vaksin ini diketahui menggunakan metode adenovirus yang berasal dari simpanse. Virus ini diketahui aman bagi manusia. Adenovirus disebut dapat melindungi dari Covid-19, dengan tidak mengubah DNA seseorang.

    Apa Saja Efek Samping Pasca Vaksinasi AstraZeneca?

    Seperti halnya vaksin Covid-19 lainnya, vaksin ini juga mempunyai beberapa efek samping, yaitu:

    • Kelelahan
    • Menggigil atau demam
    • Sakit kepala
    • Nyeri sendi
    • Pusing
    • Nafsu makan menurun
    • Sakit perut
    • Keringat berlebihan
    • Kulit gatal atau ruam
    • Peradangan sistemik

    Suhu Penyimpanan

    Mengenai suhu penyimpanan, vaksin AstraZeneca dapat disimpan pada suhu 2-80Celcius. Tujuannya agar kandungan dalam vaksin mengalami degradasi atau rusak sehingga mempengaruhi efektivitas vaksin.

    Bagaimana Dosis Pemberiannya?

    Dosis pemberian untuk vaksin AstraZeneca adalah sebanyak 0,5 ml per dosis, dengan rentang jarak penyuntikan dosis pertama dan kedua adalah 28 hari.

    Berapa harganya?

    Vaksin AstraZeneca dibanderol pada kisaran harga USD 3 hingga USD 25, atau jika dikonversikan dalam Rupiah adalah sekitar Rp 42.000 hingga Rp 70.000 per dosis. Di Indonesia, distribusi vaksin AstraZeneca seperti halnya Sinovac akan dilakukan oleh Bio Farma.

    Demikianlah mengenai pemberian izin darurat oleh BPOM untuk AstraZeneca yang baru saja tiba di Indonesia, dan diperuntukkan khusus bagi lansia.

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Meskipun vaksin sudah tiba dan Sahabat divaksinasi, Sahabat harus tetap melakukan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi atau interaksi), dan melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta lakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. BPOM Sebut Efikasi Vaksin Corona AstraZeneca 62,1%, Lebih Rendah dari Sinovac [Internet]. kumparan. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/bpom-sebut-efikasi-vaksin-corona-astrazeneca-62-1-lebih-rendah-dari-sinovac-1vJv8h822an
    2. Vaksin AstraZeneca Disebutkan Menggunakan Adenovirus, Virus Apa Itu? | Indozone.id [Internet]. indozone.id. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.indozone.id/health/o8seMve/vaksin-astrazeneca-disebutkan-menggunakan-adenovirus-virus-apa-itu/read-all
    3. K N. Vaksin Corona AstraZeneca Tiba di RI, Siapa Saja yang Akan Memakainya? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5486373/vaksin-corona-astrazeneca-tiba-di-ri-siapa-saja-yang-akan-memakainya
    4. Alam S. Perbandingan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Vs Sinovac, Jenis hingga Harganya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5485432/perbandingan-vaksin-covid-19-astrazeneca-vs-sinovac-jenis-hingga-harganya
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan beberapa negara termasuk Indonesia pada awal tahun 2021. Beberapa melaporkan adanya efek samping yang dialami setelah divaksin, seperti demam dan sakit kepala. Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19 Satuan Tugas Covid-19 menjelaskan bahwa efek samping yang dapat dialami beragam dan umumnya bersifat ringan seperti demam, nyeri otot, dan ruam. […]

    Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan beberapa negara termasuk Indonesia pada awal tahun 2021. Beberapa melaporkan adanya efek samping yang dialami setelah divaksin, seperti demam dan sakit kepala.

    sakit kepala setelah vaksinasi Covid-19

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Satuan Tugas Covid-19 menjelaskan bahwa efek samping yang dapat dialami beragam dan umumnya bersifat ringan seperti demam, nyeri otot, dan ruam.

    Penyebab Munculnya Sakit Kepala Setelah Divaksin

    Sakit kepala yang muncul setelah divaksin adalah merupakan efek samping ringan, hal ini  dikarenakan sistem kekebalan tubuh mengira adanya patogen yang masuk ke tubuh saat vaksin disuntikkan.

    Dilaporkan, hal ini sering dialami saat menerima vaksin dosis kedua karena antibodi yang dihasilkan setelah dosis pertama meningkatkan respons terhadap suntikan vaksin kedua. Hal ini berakibat tubuh mengalami reaksi yang lebih kuat dari sebelumnya.

    Merek Vaksin Apakah yang Dapat Menyebabkan Sakit Kepala Ini?

    Semua merek vaksin yang telah diproduksi dan digunakan, baik Pfizer maupun Sinovac, berpeluang untuk mengalami efek samping tersebut.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Apakah Terasa Mengganggu?

    Meskipun ringan, efek samping seperti sakit kepala dapat terasa mengganggu. Terutama jika Sahabat yang mengalaminya memiliki riwayat penyakit kronis seperti tumor otak, meningitis, dan stroke. Tentu saja hal tersebut akan mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan penanganan secara medis.

    Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Ada beberapa cara untuk mengatasi sakit kepala yang Sahabat alami setelah divaksin Covid-19, yaitu:

    Menggunakan Pengobatan Rumahan

    Jika Sahabat tidak menyukai pil atau kapsul, Sahabat dapat melakukan pengobatan awal dengan menggunakan kantong es atau kompres dingin yang diletakkan di atas kepala. Selain itu, hal ini juga dapat mengatasi pembengkakan setelah vaksinasi.

    Mengonsumsi Makanan Alami

    Sahabat dapat mengkonsumsi sayur berdaun hijau serta obat herbal alami seperti rempah jahe, kopi atau menggunakan terapi minyak esensial. Hindari makanan kaya histamin yang dapat memicu reaksi alergi.

    Produk Terkait: Jual Herbadrink Sari Jahe 22 gram

    Kurangi Konsumsi Alkohol

    Kurangi konsumsi alkohol atau sama sekali tidak konsumsi alkohol karena diketahui merupakan salah satu pemicu sakit kepala.

    Cuti

    Sahabat dapat mempertimbangkan cuti setelah melakukan vaksinasi untuk membantu tubuh beristirahat dan pulih dengan baik.

    Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

    Apabila sakit kepala yang Sahabat alami tak tertahankan lagi dan tidak mereda dengan berbagai cara di atas, Sahabat diharapkan segera berkonsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Itulah mengenai sakit kepala yang dapat dialami setelah menjalani vaksin Covid-19. Meski demikian, Sahabat tetap harus menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi atau interaksi), serta menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Jangan lupa untuk melakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Vaksin Covid-19 Sebabkan Sakit Kepala, Begini Cara Mengatasinya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/03/07/101000968/vaksin-covid-19-sebabkan-sakit-kepala-begini-cara-mengatasinya?page=all
    2. Mediatama G. Inilah dua efek samping vaksin Covid-19 yang sering terjadi, kenali solusinya [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-dua-efek-samping-vaksin-covid-19-yang-sering-terjadi-kenali-solusinya?page=all
    3. COVID-19 W. Tanya Jawab | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/tanya-jawab?search=Apakah%20terdapat%20efek%20samping%20dari%20pemberian
    4. Media K. Jangan Sepelekan, Ini 5 Penyakit Kronis yang Ditandai Sakit Kepala Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/09/26/120600468/jangan-sepelekan-ini-5-penyakit-kronis-yang-ditandai-sakit-kepala?page=all
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja