Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: irfan.seo@tanyadok.com

Irfan

About Irfan

Showing 131–140 of 423 results

  • Penyakit kritis merupakan suatu kondisi penyakit dengan tingkat mortalitas atau kematian yang tinggi, atau mengancam jiwa. Berdasarkan penelitian, telah dibuktikan bawah perempuan lebih rentan terkena beberapa penyakit kritis tertentu. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Salah satu contoh penyakit kritis adalah penyakit ginjal. Menurut Riskesdas 2013, penderita penyakit ginjal 60% adalah kaum perempuan dan […]

    Alasan Perempuan Lebih Rentan Terkena Penyakit Kritis

    Penyakit kritis merupakan suatu kondisi penyakit dengan tingkat mortalitas atau kematian yang tinggi, atau mengancam jiwa. Berdasarkan penelitian, telah dibuktikan bawah perempuan lebih rentan terkena beberapa penyakit kritis tertentu.

    rentan terkena penyakit kritis

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Salah satu contoh penyakit kritis adalah penyakit ginjal. Menurut Riskesdas 2013, penderita penyakit ginjal 60% adalah kaum perempuan dan 40% sisanya barulah kaum laki-laki. Di seluruh dunia, terdapat 195 juta perempuan yang mengidap penyakit ginjal kronis pada setiap tahunnya dan 600.000 perempuan meninggal akibat penyakit kronis ini.

    Terdapat beberapa faktor yang membuat perempuan rentan terkena penyakit kritis, antara lain:

    Kehamilan

    Salah satu faktor yang membuat perempuan rentan terkena penyakit kritis adalah kehamilan. Seperti contohnya, kehamilan yang disertai oleh komplikasi preeklamsia dapat berujung pada penyakit ginjal kronis. Dan sebaliknya, penyakit ginjal kronis juga bisa berisiko menimbulkan preeklamsia.

    Infeksi saluran kemih, lupus, dan kanker serviks

    Rasio penderita penyakit tersebut perbandingannya antara perempuan dan laki-laki adalah 9 : 1. Dari perbandingan tersebut, bisa dilihat resiko perempuan terhadap penyakit ginjal kronis yang diakibatkan oleh penyakit lain adalah sangat rentan.

    Kondisi biologis dan fisiologis perempuan dan pria berbeda

    Karena kondisi biologis dan fisiologis perempuan dan pria berbeda, akibatnya ada beberapa kondisi kesehatan yang lebih mempengaruhi perempuan dibanding pria.

    Antara lain, gangguan pola makan atau hormonal. Hal yang sama juga terjadi pada penyakit autoimun yang lebih umum menyerang wanita disbanding pria, seperti penyakit lupus. 9 dari 10 wanita yang terkena penyakit lupus adalah perempuan.

    Penyakit yang lebih sering menyerang perempuan:

    Multipel Sklerosis (MS)

    Penyakit MS merupakan penyakit yang gangguan pada sistem saraf pusat. Multiple Sclerosis Society melaporkan, MS saat ini diderita oleh 2 juta orang di dunia. Angka tersebut bisa dua sampai tiga kali lebih rentan terkena pada perempuan disbanding pria.

    Beberapa dokter juga mengklasifikasikan MS sebagai penyakit autoimun. Hal ini dikarenakan tidak adanya penyebab khusus yang terindentifikasi. Kebanyakan orang yang mengalami gejala MS pertama adalah saat berusia 20 sampai 40 tahu. Gejala MS juga bervariasi, mulai dari kelumpuhan sampai hilangnya penglihatan.

    Pengobatan dari penyakit yang lebih rentan menyerang perempuan ini adalah hanya berfungsi mengurangi gejala yang timbul, karena belum ada obat yang jelas untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

    Lupus

    Penyakit lupus juga merupakan penyakit autoimun yang lebih rentan menyerang perempuan. Penyakit ini memicu kekerasan pada kulit, sendi, dan juga organ. Gejala dari penyakit lupus sendiri sangat banyak, namun kebanyakan pasien mengalami gejala sangat lelah, sakit kepala, rambut rontok, dan persendian bengkak.

    Berdasarkan data Lupus Foundation of America, 90% penderita lupus adalah wanita. Namun, penyakit ini jarang bisa didiagnosa di awal, sehingga penderita yang biasanya sudah terkena dampaknya untuk waktu yang lama.

    Sindrom kelelahan kronis

    Sindrom ini merupakan sesuatu yang bisa dibilang kompleks. Kondisi kelelahan ini tidak bisa hilang hanya dengan beristirahat.

    Ada gejala lain yang mengikuti dari sindrom ini, antara lain nyeri otot, kurangnya daya ingat, serta insomnia. Bahkan, saat melakukan kegiatan ringan, seperti berpakaian, mandi, atau berpikir, bisa menyebabkan seseorang sangat kelelahan.

    Depresi

    Para ahli yakin bahwa depresi menyerang perempuan dua kali lebih banyak dibandingkan lelaki. Alasan biologis yang menjadi penyebab utamanya.

    Seperti pada saat menstruasi, melahirkan, dan menopause, perempuan biasanya mengalami fluktuasi hormone yang mempengaruhi mood.

    Baca Juga: Sahabat, Ketahui Fenomena Ghosting dan Cara Menghadapinya

    Dan menurut Psychology Today, perempuan lebih sering merenung dibandingkan lelaki. Hal tersebut kemudian diduga dapat memicu depresi, apalagi perempuan biasa lebih cenderung memiliki umur yang panjang sehingga lebih merasa kesepian dan berujung depresi.

    Celiac

    Berdasarkan National Foundation for Celiac Awareness, 60 sampai 70 persen penderita celiac adalah perempuan. Celiac disease merupakan reaksi negative yang diberikan oleh tubuh, karena tidak bisa mencerna gluten protein yang terdapat dalam tepung atau juga gandum.

    Pada umumnya, perempuan yang memiliki penyakit celiac disease baru didiagnosa saat berusia 45 tahun. Dan diagnose celiac disease memerlukan waktu selama 10 tahun, yang berarti perempuan sudah mengalami gangguan reproduksi beberapa tahun sebelumnya.

    Irritable Bowel Syndrome (IBS)

    IBS adalah gangguan yang terjadi pada usus besar dan mempengaruhi usus secara keseluruhan. IBS sendiri dapat menyebabkan perut menjadi sakit, kembung, diare, dan konstipasi paling sedikit selama tiga bulan.

    Sebanyak 65% pasien dari IB adalah perempuan, namun alasan perempuan rentan terkena penyakin ini belum juga diketahui,. Gejala ini semakin parah apabila sedang dalam periode menstruasi.

    Infeksi penyakit seksual

    Di Amerika sendiri, kasus infeksi seksual setiap tahunnya mencapai 19 juta kasus. Dan perempuan lebih sering tertular serta mengalami sebab yang serius dibandingkan lelaki.

    Sebabnya adalah kulit vagina dari perempuan lebih halus dibandingkan penis. Hal tersebut yang menjadi alasan mengapa perempuan lebih rentan terkena penyakit ini, karena virus dan bakteri jadi lebih mudah masuk.

    Baca Juga: Kanker Serviks, Bisakah Disembuhkan?

    Nah, Sahabat Sehat sudah paham kan alasan perempuan lebih rentan terkena penyakit? Maka dari itu, mari sama-sama menjaga kesehatan. Mulai sekarang, berperilaku dan mulailah hidup sehat agar tidak rentan terkena penyakit.

    Bahkan jangan segan untuk periksa dan kontrol ke dokter apabila sudah ada gejala tentang tubuh yang sudah memberikan sinyal tidak enak. Karena, bagaimana pun untuk mengetahui sebuah penyakit harus diserahkan kembali kepada ahlinya.

    Untuk pemeriksaan kesehatan penyakit kritis ini, Sahabat bisa melakukan salah satu pencegahannya dengan vaksinasi HPV di Prosehat untuk melindungi diri dari kanker serviks, dan tersedia layanan ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Eprints.umpo.ac.id. 2021. [online] Available at: <http://eprints.umpo.ac.id/1262/1/Artikel%20Jurnal%20Florence%20Vol%20VII%202014.pdf> [Accessed 11 March 2021].
    2. Eprints.undip.ac.id. 2021. [online] Available at: <http://eprints.undip.ac.id/44025/3/Kwa_Angela_G2A009110_BAB_2KTI.pdf> [Accessed 11 March 2021].
    3. Media, K., 2021. Perempuan Rentan Terserang Penyakit Ginjal Kronis, Kenapa Begitu?. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://sains.kompas.com/read/2018/03/10/163400723/perempuan-rentan-terserang-penyakit-ginjal-kronis-kenapa-begitu-> [Accessed 11 March 2021].
    4. Media, K., 2021. 7 Penyakit yang Lebih Sering Menyerang Wanita Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2013/08/07/1107224/7.Penyakit.yang.Lebih.Sering.Menyerang.Wanita?page=all> [Accessed 11 March 2021].
    Read More
  • Saat usia muda, sebagian besar orang merasa bebas dapat mengonsumsi makanan apapun tanpa memikirkan kenaikan berat badan yang signifikan. Ketika sudah menginjak usia 40 tahun, meski telah mengatur pola makan dengan diet, berat badan tetap saja lebih mudah bertambah. Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan Hal tersebut bukan hanya terjadi karena […]

    Tips Diet Aman dan Sehat untuk Usia 40 Tahun ke Atas

    Saat usia muda, sebagian besar orang merasa bebas dapat mengonsumsi makanan apapun tanpa memikirkan kenaikan berat badan yang signifikan. Ketika sudah menginjak usia 40 tahun, meski telah mengatur pola makan dengan diet, berat badan tetap saja lebih mudah bertambah.

    tips diet sehat dan aman

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Hal tersebut bukan hanya terjadi karena tubuh kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia, namun metabolisme tubuh juga sudah tidak sebaik ketika muda.

    Diet sering dimaknai dengan menahan lapar ataupun tidak mengonsumsi makanan sama sekali agar terhindar dari kegemukan dan menginginkan berat badan turun dengan waktu yang singkat. Pola penerapan yang salah akan berdampak negatif pada tubuh.

    Diet sehat adalah cara bagaimana mengatur asupan makanan dengan jumlah yang telah diatur dan ditetapkan bagi tubuh. Kalori dan gizi yang masuk harus seimbang agar metabolisme tubuh bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya.

    Pola makan pada seseorang yang sedang diet pun harus dilakukan dengan cara yang benar agar bisa mendapatkan penurunan berat badan, namun tidak memiliki efek yang merugikan.

    Berikut cara menurunkan berat badan di usia 40 tahun

    Jangan pernah memaksakan diri

    Jangan hanya karena diet sedang tren, jadi membuat Sahabat Sehat ikut-ikutan begitu saja. Perlu dicatat, di usia 40 tahun ke atas, sebaiknya menghindari diet yang ekstrem dan menjanjikan penurunan berat badan secara drastis.

    Pola makan yang akan digunakan untuk diet bisa diatur sesuai dengan gaya hidup Sahabat Sehat. Intinya, jangan memilih diet hanya karena hal tersebut tampak berhasil pada orang lain. Lebih baik pilih yang bisa dilakukan dengan konsisten.

    Pastikan tidur nyenyak dan tidur yang cukup

    Hal ini merupakan hal yang penting, jika gaya hidup membuat Sahabat Sehat sulit tidur ataupun bahkan kurang tidur. Maka, sebaiknya pikirkan hal apa yang bisa dilakukan untuk mnegubahnya. Walaupun kadang faktor biologis membuat mata sulit terpejam di jam-jam tidur, hal tersebut harus dibiasakan.

    Baca Juga: Duh, Sering Susah Tidur Malam Hari Nih!

    Makan teratur dengan menu dan porsi yang seimbang

    Bagi Sahabat Sehat yang sedang diet, usahakanlah makan tepat pada waktunya. Dengan makan tiga kali dalam sehari serta ditambah camilan ringan, merupakan salah satu langkah dalam pola makan sehat. Serta makanlah dengan porsi yang tidak berlebihan.

    Perbanyak konsumsi buah dan konsumsi sayur

    Dengan mengonsumsi buah dan sayur berfungsi agar menu makan bisa menjadi seimbang. Cara mengonsumsi buah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Seperti dijadikan jus, salad, atau sekadar dipotong. Namun, apabila dibuat jus, usahakan tidak menambah dengan pemanis tambahan atau buatan serta menghindari pemberian gula yang berlebihan.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Biasakan sarapan pagi

    Makan pagi atau yang biasa disebut sarapan memiliki manfaat bagi setiap orang. Bagi orang dewasa, makan sebelum jam 12, bisa membantu memelihara kesehatan fisik, mempertahankan daya tahan saat bekerja, serta meningkatkan produktivitas kerja.

    Tahapan diet yang aman dan sehat

    Terpenuhinya kebutuhan nutrisi

    Meskipun sedang diet,  tubuh tetap membutuhkan lemak dan karbohidrat. Lemak yang dipilih adalah lemak baik, yang bisa didapatkan dari alpukat, salom, minyak zaitun dan lainnya untuk membantu transportasi nutrisi ke seluruh tubuh di jaringan tubuh.

    Sementara karbohidratnya bisa didapat dari makanan seperti ubi, oatmeal, gandung, dan sebagainya yang bisa digunakan sebagai sumber energi saat beraktivitas.

    Perbanyak minum air putih

    Untuk tetap melancarkan metabolisme tubuh dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, minumlah air putih sebanyak 8 sampai 10 gelas per harinya.

    Tetap makan malam

    Sebenarnya tubuh tetap membutuhkan protein saat tidur guna memaksimalkan pertumbuhan. Hal penting yang harus dikurangi dalam makan malam adalah menu makanan yang berkarbohidrat.

    Hal yang harus dihindari saat diet

    Menahan lapar

    Menahan lapar bisa menurunkan metabolisme tubuh yang kemudian memperlambat proses pembakaran lemak. Sehingga energi bisa terkurang dan membuat tubuh menjadi tidak fit dan loyo.

    Tidak sarapan atau melewatkan makan malam

    Sarapan merupakan waktu makan paling penting bagi tubuh, karena tubuh telah tidur selama delapan jam tanpa asupan nutrisi apapun, sehingga tubuh sangat membutuhkan nutrisi yang didapat dari sarapan.

    Baca Juga: Inilah Waktu, Kriteria, dan Menu Makan Malam Sehat Tepat

    Sedangkan saat tidur, manusia membutuhkan banyak protein karena pertumbuhan akan digunakan untuk memperbaiki semua sel tubuh yang rusak.

    Mengurangi asupan makanan secara drastis

    Mengurangi jumlah asupan makanan secara drastis akan membuat tubuh jadi kehilangan banyak energi untuk beraktivitas.

    Diet tanpa konsultasi ke dokter

    Perubahan pola makan yang berubah dapat berakibat buruk bagi kesehatan apibila tanpak konsultasi kepada dokter. Jadi kesehatan harus tetap dipantau dengan baik dengan cara berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi, sebelum Sahabat Sehat memulai diet.

    Sembarangan menggunakan herbal

    Meskipun herbal cenderung tidak memiliki efek samping, pengguna herbal sendiri harus harus tetap hati-hati dan tetap dalam pengawasan, serta tidak boleh sembarangan.

    Produk Terkait: Jual Jamu dan Herbal

    Jadi, Sahabat Sehat, pola diet yang tidak mengandung keseimbangan bisa menyebabkan seseorang kekurangan vitamin dan mineral penting. Akibat dari kekurangan gizi tersebut adalah bisa mengalami malnutrisi dan muncul beragam gejala lainnya.

    Karena sebenarnya diet adalah mengatur pola makan agar asupan yang masuk ke tubuh itu seimbang, jadi asupan kalori pada tubuh harus diperhatikan nilai-nilai gizinya. Seperti karbohidrat, protein, dan lemak.

    Namun, seringkali masyarakat mengartikan bahwa diet adalah cara untuk tidak makan agar mendapatkan penurunan tubuh yang ideal. Padalah diet sendiri adalah pengurangan porsi makan atau bahkan puasa berlebihan 6 merupakan pengertian diet yang umum di masyarakat.

    Pengurangan porsi makan hanyalah salah satu komponen diet, pengaturan variasi makanan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh merupakan komponen penting yang menentukan kebehasilan diet. Dan diet yang benar adalah tetap mengonsumsi makanan dengan komposisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah seimbang.

    Baca Juga: Yuk, Hitung Kalori Makanan Sehat Sahabat dengan Tepat!

    Itulah Sahabat Sehat mengenai tips diet aman dan sehat bila pada umur 40 tahun ke atas. Bagaimanapun kesehatan merupakan hal penting, dan untuk diet pada umur ini hendaknya dilakukan sesuai prosedur.

    Apabila Sahabat perlu info lebih lanjut mengenai diet dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 5 Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Berusia 40 Tahun Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/03/073908520/5-cara-menurunkan-berat-badan-setelah-berusia-40-tahun?page=all> [Accessed 11 March 2021].
    2. Elib.unikom.ac.id. 2021. [online] Available at: <https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/708/jbptunikompp-gdl-derrysetiy-35358-10-unikom_d-h.pdf> [Accessed 11 March 2021].
    Read More
  • Kesehatan di Indonesia masih mengalami banyak kendala terutama pada cara mengakses layanan kesehatan yang sangat diperlukan. Hal itu terjadi karena masih belum meratanya fasilitas layanan kesehatan di Tanah Air serta masih kurangnya tenaga kesehatan untuk pelayanan terutama ke pelosok. Kenyataan ini juga diungkapkan oleh WHO dalam laporannya yang menyebut bahwa hanya terdapat 10 dokter di […]

    Dukung Kebutuhan Layanan Kesehatan Digital Mandiri di Indonesia, Prosehat Kenalkan Kios Sehat di Acara Vaksinasi Covid-19 Lansia Atmajaya BSD

    Kesehatan di Indonesia masih mengalami banyak kendala terutama pada cara mengakses layanan kesehatan yang sangat diperlukan.

    Hal itu terjadi karena masih belum meratanya fasilitas layanan kesehatan di Tanah Air serta masih kurangnya tenaga kesehatan untuk pelayanan terutama ke pelosok.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    Kenyataan ini juga diungkapkan oleh WHO dalam laporannya yang menyebut bahwa hanya terdapat 10 dokter di antara 10.000 orang di Indonesia.

    Kementerian Kesehatan juga menyebut bahwa hanya ada 10.168 puskesmas, 2.877 rumah sakit, 9.205 klinik, dan 30. 260 apotek dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia yang sebesar 271 juta orang!

    Namun di sisi lain, jumlah pengguna internet di Tanah Air berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) adalah sebanyak 196,7 juta.

    Berangkat dari hal itulah, Prosehat sebagai penyedia jasa layanan kesehatan Indonesia menghadirkan salah satu produk untuk menjawab permasalahan tersebut, yang berupaya menjembatani antara kebutuhan akan layanan kesehatan dan akses digital yang cukup tinggi di masyarakat Indonesia.

    Produk itu bernama Kios Sehat hasil kerja sama Prosehat dengan Widya Imersif, sebuah startup teknologi dari Yogyakarta.

    Kios Sehat merupakan sebuah perangkat keras berbentuk seperti mesin ATM, dan memiliki peran sebagai support system tenaga kesehatan.

    Produk ini mampu melakukan pengecekan, diagnosis, dan edukasi kesehatan. Teknologi yang diusungnya memiliki fitur utama mengukur tinggi dan berat badan, suhu tubuh, hemoglobin, hingga kadar gula dan tekanan darah.

    Prosehat sendiri sudah menggunakan produk ini pada Klinik Kasih di Palmerah, dan diperkenalkan pada acara vaksinasi Covid-19 di Kampus Atmajaya BSD, Cisauk, Banten, Kamis, 18 Maret 2021.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    Keberadaan Kios Sehat sesuai dengan tujuan Prosehat sendiri yang mengusung telehealth connected device, yaitu pencegahan dan pemeliharaan kesehatan dapat dilakukan secara virtual sehingga mudah dan praktis, terutama untuk pemantauan kesehatan karyawan di kantor.

    Bagi para penerima vaksin atau masyarakat yang berada di sekitar kampus bisa mencoba produk ini untuk menganalisis kesehatan pada tubuh secara mandiri.

    Untuk hasilnya pun dapat diakses melalui smartphone, dan pengguna dapat berkonsultasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan di layanan telemedisin Prosehat berupa chat dokter 24 jam.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. ACCI dan Kemenperin Gelar Cloud Computing Indonesia Conference 2021 [Internet]. investor.id. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://investor.id/it-and-telecommunication/acci-dan-kemenperin-gelar-cloud-computing-indonesia-conference-2021
    2. Teknologi Kesehatan Makin Canggih tapi Kenapa Sistem Antrean Pasien Masih Kuno? [Internet]. kumparan. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://kumparan.com/pandangan-jogja/teknologi-kesehatan-makin-canggih-tapi-kenapa-sistem-antrean-pasien-masih-kuno-1vLdD41bBYy

     

    Read More
  • SoloStar adalah suntikan pena insulin yang di telah didesain khusus agar mudah digunakan.  Sebelum Sahabat menggunakan SoloStar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: Cuci tangan hingga bersih Periksa kondisi insulin, pastikan insulin tampak jernih Selalu lakukan tes pengamanan Gunakan jarum baru yang steril setiap kali melakukan penyuntikan Buang jarum yang telah dipakai, dengan baik Simpan insulin […]

    Bagaimana Cara Memakai SoloSTAR®? Simak Penjelasan Berikut!

    SoloStar adalah suntikan pena insulin yang di telah didesain khusus agar mudah digunakan.  Sebelum Sahabat menggunakan SoloStar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

    1. Cuci tangan hingga bersih
    2. Periksa kondisi insulin, pastikan insulin tampak jernih
    3. Selalu lakukan tes pengamanan
    4. Gunakan jarum baru yang steril setiap kali melakukan penyuntikan
    5. Buang jarum yang telah dipakai, dengan baik
    6. Simpan insulin SoloStar yang baru di lemari es
    7. Pastikan insulin SoloStar tidak membeku
    8. Setelah digunakan, insulin SoloStar dapat disimpan di suhu ruangan

    Cara Menggunakan SoloStar Secara Efektif

    cara memakai SoloStar, cara menggunakan SoloStar

    Sebelum menggunakan insulin SoloStar, pastikan Sahabat telah menggunakan insulin yang benar. Lantus SoloStar berwarna abu-abu dengan tombol suntik berwarna ungu polos pada bagian atasnya. Sementara Apidra SoloStar berwarna biru dengan tombol suntik berwarna biru tua dan terdapat penonjolan berbentuk lingkaran pada bagian atasnya.

    Sebelum melakukan penyuntikan, bukalah tutup pena. Periksa insulin apakah tampak jernih atau tidak. Jangan gunakan SoloStar jika insulin terlihat keruh, berubah warna, atau terdapat  butiran-butiran.

    Langkah Penyuntikan

    Berikut adalah langkah-langkah penyuntikan insulin :

    1. Memasang Jarum Baru

    Berikut beberapa langkah untuk memasang jarum baru:

    • Ambil jarum baru dan lepaskan label pelindung jarum.
    • Selalu gunakan jarum baru setiap kali penyuntikan untuk mencegah kontaminasi dan sumbatan pada jarum.
    • Gunakan jarum yang sesuai dengan SoloStar. Sejajarkan jarum dengan pena, pasang jarum baru ke SoloStar secara tegak lurus.
    1.   Tes Pengamanan

    Tes pengamanan dilakukan untuk mendapatkan dosis yang akurat dan memastikan pena dan jarum dapat bekerja dengan baik, serta membuang gelembung udara. Tes pengamanan dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:

    • Putarlah penunjuk dosis sampai menunjukkan angka 2.
    • Buka penutup luar jarum dan simpan.
    • Buka penutup jarum dalam dan buang
    • Pegang pena dengan posisi jarum di sebelah atas dan ketukan catridge agar gelembung udara naik ke arah jarum.
    • Dengan posisi jarum mengarah keatas, tekan tombol suntik sedalam mungkin dan periksa apakah insulin keluar dari jarum.
    • Jika insulin tidak tampak pada ujung jarum, lakukan tes pengamanan ini hingga insulin keluar
    • Pasang kembali penutup pena dan simpan di suhu ruangan hingga penyuntikan berikutnya. 

     Pertanyaan yang Sering Ditanyakan:

    1. Bagaimana saya mengetahui bahwa saya sudah mendapatkan insulin yang saya butuhkan?
    • Jika Sahabat sudah mencapai ujung akhir dari catridge, mungkin tidak akan cukup insulin untuk memenuhi kebutuhan dosis Sahabat.
    • Jika Sahabat tidak dapat memutar dosis yang Sahabat kehendaki, jangan dipaksa. Pengaturan dosis tidak dapat diputar melebihi unit yang tersisa di dalam catridge SoloStar.
    • Jika menggunakan SoloStar yang baru atau terdapat gelembung udara di dalam catridge, lakukanlah tes pengamanan beberapa kali.
    • Jika insulin tidak keluar setelah 3 kali tes, ganti jarum dengan yang baru dan lakukan kembali tes pengamanan. 

          2. Pengaturan Dosis

    Pengaturan dosis dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut :

    • Atur dosis yang diinginkan, dosis bisa diatur dalam kelipatan 1 unit sampai dengan maksimal 80 unit. 
    • Jika diputar melebihi dosis yang diinginkan, Sahabat bisa mengoreksi dengan memutar ke arah sebaliknya. 

         3. Penyuntikan Insulin

    Sahabat harus mengikuti petunjuk dokter mengenai area penyuntikan yang tepat. Suntikan dilakukan pada area yang berbeda setiap kali menyuntik, ikuti cara penyuntikan sesuai instruksi dokter. Berikut beberapa langkah dalam penyuntikan insulin:

    • Cubit kulit Sahabat dan suntikkan jarum langsung ke area yang dicubit tersebut.
    • Masukkan insulin dengan menekan tombol suntik insulin sedalam mungkin. Angka dosis akan kembali ke 0 setelah selesai penyuntikan.
    • Tetap tekan tombol suntik, hitung perlahan sampai hitungan ke 10. Insulin masih akan mengalir keluar hingga 10 detik setelah menekan tombol suntik sedalam mungkin. Hal ini penting untuk memastikan Sahabat mendapatkan dosis sempurna.
    • Cabut jarum suntik dari kulit Sahabat.

           4. Lepaskan Jarum

    Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melepaskan jarum:

    • Selalu lepaskan jarum dan simpan SoloStar tanpa jarum didalamnya, setiap selesai melakukan penyuntikan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi maupun infeksi, masuknya gelembung udara ke dalam catridge, serta kebocoran insulin.
    • Pasang kembali penutup jarum luar untuk mengurangi resiko terjadinya luka, jangan pernah memasang kembali penutup jarum dalam.
    • Gunakan penutup jarum luar untuk melepaskan jarum.
    • Buang jarum yang telah dipakai sesuai petunjuk dokter.
    • menyuntikkan insulin yang tersisa dalam catridge dan kekurangannya dapat ditambahkan dari SoloStar yang baru, atau Sahabat dapat menggunakan SoloStar yang baru untuk memenuhi seluruh kebutuhan dosis Sahabat.
    • Jika Sahabat menghadapi masalah lainnya dengan SoloStar, ganti jarum dengan yang baru dan lakukan kembali tes pengamanan. Jarum yang tersumbat atau bengkok dapat menyebabkan masalah pada pena namun mudah untuk diselesaikan.

    5. Bagaimana Cara Menyimpan SoloStar?

    • Simpan SoloStar yang belum terpakai di dalam lemari es pendingin dengan suhu 2-8oC sampai Sahabat memerlukannya. Simpan di dalam kardusnya, jangan sampai SoloStar membeku karena dapat merusak insulin di dalamnya.
    • Jangan pernah menyimpan SoloStar di dalam freezer (lemari es beku). Ketika Sahabat akan menggunakan SoloStar yang baru, keluarkan dari lemari es 1-2 jam sebelum melakukan penyuntikan dan simpan di suhu ruangan. Begitu Sahabat telah menggunakan SoloStar yang sudah di keluarkan dari lemari es, insulin dalam SoloStar dapat bertahan hingga 4 minggu. Setelah itu, Sahabat harus membuang Solostar.
    • Selama 4 minggu, Sahabat harus menjaga SoloStar pada suhu ruangan dibawah 30oC. Jangan menyimpan kembali pada lemari es dan jangan meletakan pada tempat yang terlalu panas, misalnya pada tepi jendela atau di dalam mobil di bawah terik matahari.
    • Jangan menggunakan SoloStar jika rusak atau bila Sahabat tidak yakin bahwa alat tersebut dapat bekerja dengan baik.
    • Selalu sediakan cadangan SoloStar sebagai antisipasi bila hilang atau rusak.
    • Sahabat dapat membaca petunjuk lengkap dalam brosur kemasan Solostar

    Bila Sahabat memiliki pertanyaan lain mengenai SoloStar, insulin, maupun diabetes hubungi dokter atau PT Aventis Pharma (021) 4892208-4895608. 

    MAT-ID-2100364-V1.0 (03/2021)

    Referensi

    1. Sanofi. Lantus® Dosage and Administration [Internet]. Diakses 5 November 2020. Tersedia di: https://www.lantus.com/hcp/dosing-injection/injection-guide
    2. Sanofi. Apidra®: How to Use [Internet]. Diakses 5 November 2020. Tersedia di: https://www.apidra.com/about/how-to-use
    3. Trend-UK Limited. Best Practice Guideline to Support Correct Injection Technique in Diabetes Care [Internet]. 2018 (Diakses 5 November 2020). Tersedia di: https://trend-uk.org/wp-content/uploads/2018/11/ITM-Guideline_v9-FINAL-251018.pdf 
    Read More
  • Apa itu hipoglikemia? Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula) darah berada di bawah nilai normal. Umumnya seseorang dianggap mengalami hipoglikemia jika kadar glukosa darah kurang dari 70 mg/dl. Baca Juga: Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes dan berpotensi menyebabkan penurunan […]

    Mengenal Hipoglikemia: Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Penanganannya

    Apa itu hipoglikemia?

    Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula) darah berada di bawah nilai normal. Umumnya seseorang dianggap mengalami hipoglikemia jika kadar glukosa darah kurang dari 70 mg/dl.

    mengenal hipoglikemia

    Baca Juga: Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya

    Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes dan berpotensi menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian.¹ Oleh sebab itu,  penting untuk kita, terutama penderita diabetes untuk memahami gejala, pencegahan, hingga penanganannya.

    Apa saja tanda dan gejala hipoglikemia?

    Deteksi dini tanda dan gejala hipoglikemia agar dapat melakukan penanganan dengan cepat dan menghindari komplikasi yang berat.²

    1. Gemetar, gugup dan gelisah ¹
    2. Keringat dingin, menggigil, dan sangat kelelahan ¹
    3. Mudah marah, tidak sabar, emosi tidak stabil¹
    4. Tampak kebingungan ¹
    5. Berdebar-debar atau denyut jantung meningkat ¹
    6. Pening atau pusing ¹
    7. Sakit kepala ¹
    8. Kelaparan dan mual ¹
    9. Mengantuk, berkurangnya koordinasi dan konsentrasi¹
    10. Penglihatan kabur ¹
    11. Kesemutan atau baal pada bibir dan lidah¹
    12. Mimpi buruk atau menangis selama tidur ¹
    13. Kejang ¹
    14. Tidak sadar atau koma ¹

    Gula darah dapat turun dengan sangat cepat tanpa mengalami gejala ringan terlebih dahulu. Segera periksa gula darah Sahabat jika memungkinkan.³

    Apa penyebab hipoglikemia?

    Hipoglikemia dapat terjadi pada penderita diabetes maupun pada orang tanpa diabetes. 

    Beberapa hal yang dapat menyebabkan hipoglikemia pada penderita diabetes adalah: ³,4,5

    1. Aktivitas fisik berlebihan tanpa makan yang cukup. 
    2. Menyuntikkan insulin dengan dosis terlalu besar dan tidak diimbangi dengan makan yang cukup.
    3. Hipoglikemia dapat terjadi saat melewatkan, menunda, atau makan terlalu sedikit.

    Baca Juga: Tips Mengatur Makanan untuk Penderita Diabetes

    Hal lain yang dapat menyebabkan hipoglikemia adalah:

    1. Obat-obatan tertentu, seperti kina.
    2. Mengonsumsi alkohol terlalu banyak.
    3. Kondisi medis tertentu, seperti hepatitis atau gangguan ginjal.
    4. Produksi insulin yang berlebihan, seperti pada tumor pankreas.

    Bagaimana mencegah hipoglikemia?³,4,5

    1. Menyuntikkan insulin sesuai dosis anjuran dokter.
    2. Makan dengan jam yang teratur, tidak menunda maupun melewatkan makan.
    3. Menyeimbangkan aktivitas fisik dengan konsumsi makanan.
    4. Hindari konsumsi alkohol berlebih.
    5. Selalu membawa camilan ke mana saja.
    6. Periksa glukosa darah secara teratur.

    Apa yang harus dilakukan jika terjadi hipoglikemia? ¹,²,³

    1. Segera konsumsi 15-20 gram glukosa atau atau setara dengan:
    •       setengah cangkir jus atau soda biasa
    •       satu sendok makan madu
    •       lima sampai enam buah permen keras, atau 
    •       satu sendok makan gula.

          2.Periksa kembali glukosa darah Sahabat setelah mengonsumsi makanan tersebut di atas.

          3. Jika gula darah masih dibawah normal, ulangi seluruh langkah di atas sampai kadar glukosa darah normal, yaitu di atas 70 mmHg.

         4. Setelah glukosa darah kembali normal, jaga kadar glukosa darah dengan makan makanan ringan yang sehat.

         5. Jika gejala tidak membaik atau Anda mengalami gejala hipoglikemia yang berat, seperti penurunan kesadaran, kejang, maupun koma, segera ke IGD terdekat. Hipoglikemia berat membutuhkan pemberian glukosa secara intravena (melalui infus) segera.

    Bawalah selalu ID medis!

    ID medis adalah tanda pengenal berisi informasi medis. ID medis biasanya dipakai sebagai gelang, kalung ataupun sekarang sudah tersedia di berbagai aplikasi. Bagi kelompok orang yang rentan mengalami hipoglikemia, salah satunya pengguna insulin, ID medis wajib dibawa setiap saat.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Saat terjadi hipoglikemia berat, kecelakaan lalu lintas, ataupun keadaan gawat darurat lainnya, ID medis memudahkan penolong pertama untuk mengetahui informasi medis yang penting, seperti fakta bahwa Sahabat menderita diabetes, apakah Sahabat menggunakan insulin, riwayat alergi, dll. ¹

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai hipoglikemia dengan cara cek gula darah, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100216-V1.0 (02/2021)

    Referensi:

    1. American diabetes association. Hipoglikemia (gula darah rendah). Tersedia di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/ treatment-and care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    2. Diabetes dan Hipoglikemia. Diabetes.co.uk. Tersedia di: <http://www.diabetes.co.uk/Diabetes-and-Hypoglycaemia.html> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    3. Healthline. Gula Darah Rendah (Hipoglikemia). Tersedia di: <http://www.healthline.com/health/hypoglycemia#Signs> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    4. Mayoclinic. Hipoglikemia. Tersedia di: <http://www.mayoclinic.com/health /hypoglycemia/DS00198/ DSECTION=causes> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    5. Hipoglikemia. Tersedia di: <http://www.diabetescare.net/ content_detail. asp?id=796>. (Terakhir diakses Februari 2014).
    Read More
  • Banyak orang berusaha membuat badannya terlihat ideal, salah satunya dilakukan dengan menjalani program diet dan olahraga. Namun ternyata keinginan ini dapat berubah menjadi kekhawatiran yang bersifat obsesif, yang disebut dengan anoreksia nervosa. Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi Anoreksia nervosa (seringkali disebut anoreksia) merupakan salah satu jenis kelainan makan yang menyebabkan terjadinya […]

    Apa Itu Anoreksia Nervosa? Yuk, Sahabat Kenali Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Penanganannya

    Banyak orang berusaha membuat badannya terlihat ideal, salah satunya dilakukan dengan menjalani program diet dan olahraga. Namun ternyata keinginan ini dapat berubah menjadi kekhawatiran yang bersifat obsesif, yang disebut dengan anoreksia nervosa.

    anoreksia nervosa, anoreksia

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Anoreksia nervosa (seringkali disebut anoreksia) merupakan salah satu jenis kelainan makan yang menyebabkan terjadinya penurunan berat badan drastis.

    Penderita anoreksia kerap disibukkan dengan perhitungan kalori dan berat badan sehingga mengkonsumsi makanan rendah kalori karena ketakutannya yang berlebihan terhadap berat badan, disertai dengan melakukan olahraga secara berlebihan.

    Anoreksia kebanyakan diderita oleh para remaja wanita,wanita karier, ibu rumah tangga, maupun pria.

    Apa Gejala anoreksia?

    Anoreksia ditandai dengan:

    • Tidak mampu mempertahankan berat badan normal
    • Kelelahan
    • Sulit tidur
    • Kulit kering, menguning atau muncul bercak
    • Rambut menipis atau rontok
    • Sembelit
    • Gangguan haid
    • Tekanan darah rendah

    Selain itu, beberapa hal berikut juga dapat dialami penderita anoreksia:

    • Berlebihan dalam berolahraga
    • Menghindari dan memilih makanan tertentu
    • Mudah marah
    • Menarik diri dari kegiatan sosial
    • Suasana hati yang tertekan
    • Menahan lapar dan menolak tawaran makan
    • Mengonsumsi obat pencahar, ataupun pil diet

    Apa Penyebab Anoreksia?

    Penyebab anoreksia sebenarnya tidak diketahui secara pasti. Para penderita berfokus untuk terlihat sempurna, terlepas dari pandangan negatif orang terhadap cara mereka mencapai hal tersebut.

    Namun, beberapa faktor berikut diketahui dapat menyebabkan anoreksia :

    Faktor Biologis

    Genetika dan hormon mungkin berpengaruh pada timbulnya anoreksia. Beberapa bukti menunjukkan adanya hubungan antara anoreksia dengan kadar serotonin, yang merupakan bahan kimia yang diproduksi di otak.

    Lingkungan

    Tekanan dari masyarakat agar terlihat kurus, juga dapat berkontribusi menimbulkan kelainan anoreksia. Citra tubuh yang tidak realistis dari media seperti majalah dan televisi, dapat mempengaruhi kaum muda dan memicu timbulnya keinginan tersebut.

    Psikologi

    Penderita gangguan obsesif-kompulsif (OCD) cenderung lebih mempertahankan diet ketat dan melakukan olahraga secara berlebihan.

    Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi Sejak Dini

    Bagaimana Cara Mendiagnosis Anoreksia?

    Anoreksia dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik, untuk memeriksa tekanan darah dan denyut jantung. Selain itu perlu melakukan pemeriksaan laboratorium, seperti tes darah untuk mengetahui kadar elektrolit, fungsi hati, fungsi ginjal, serta pemeriksaan kepadatan tulang dan rekam jantung.

    Setelah itu penderita anoreksia perlu dirujuk untuk melakukan pemeriksaan psikologis, umumnya pemeriksa akan menanyakan beberapa hal berikut:

    • Cara penderita dalam membatasi asupan makanan
    • Ketakutan akan bertambahnya berat badan
    • Ketidakpuasan bentuk atau tampilan tubuh

    Bagaimana Penanganan Anoreksia?

    Penanganan anoreksia melibatkan para dokter spesialis untuk mengatasi masalah fisik, emosional, sosial, dan psikologis yang dihadapi para penderita anoreksia.

    Adapun penanganan yang dilakukan yaitu:

    • Terapi perilaku kognitif, untuk membantu penderita anoreksiamenemukan cara baru dalam berpikir, berperilaku, dan mengelola stres
    • Terapi konseling
    • Terapi nutrisi, untuk memberikan informasi perihalmakanan yang benar untuk kesehatan
    • Obat, untuk mengatasi depresi dan kecemasan
    • Pemberian suplemen, untuk mengatasi kekurangan nutrisi

    Perawatan di rumah sakit diperlukan, jika memenuhi kriteria sebagai berikut:

    • Indeks massa tubuh (IMT) yang rendah
    • Malnutrisi
    • Menolak makan secara terus-menerus
    • Keadaan darurat pada kejiwaan, misalnya depresi berat

    Hal tersebut tentu saja menjadi tantangan bagi penderita anoreksia karena kondisi ini dapat berulang meski sudah menjalani terapi dan pengobatan.

    Baca Juga: Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Dukungan keluarga dan teman sangat dibutuhkan sehingga dapat mencegah dan mengatasi hal ini. Pemberian nutrisi secara bertahap turut membantu proses pemulihan penderita anoreksia saat menjalani perawatan.

    Apakah Anoreksia Dapat Menyebabkan Komplikasi?

    Anoreksia dapat menyebabkan komplikasi pada tubuh, yang melibatkan gangguan pada jantung dan pembuluh darah, sistem pencernaan, ginjal, ketidakseimbangan hormon, dan kekuatan tulang

    Beberapa dari masalah ini dapat mengancam nyawa. Selain efek fisik dari nutrisi yang buruk, penderita kemungkinan memiliki risiko bunuh diri sehingga memerlukan penanganan secara psikologis serta deteksi dini.

    Perbedaan Anoreksia dan Bulimia

    Anoreksia kerap disamakan dengan Bulimia, karena keduanya merupakan jenis gangguan makan. Namun pada kondisi Bulimia, penderita akan memuntahkan kembali makanan yang sudah dimakan misalnya menggunakan obat pencahar.

    Hal ini dapat berdampak besar pada kesehatan, seperti meningkatkan risiko penyakit lambung, kram perut, diare, sembelit, radang tenggorokan, gigi terkikis karena asam lambung, dan sakit pada gusi.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Demikianlah mengenai anoreksia nervosa, salah satu jenis gangguan makan yang cukup berpengaruh pada penderitanya jika dibiarkan berlarut-larut. Apabila Sahabat ingin berkonsultasi khusus mengenai hal ini, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. anoreksiaNervosa: Symptoms, Causes, and Treatments [Internet]. Healthline. 2021 [cited 17 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/anoreksia-nervosa
    2. anoreksianervosa: Symptoms, causes, and treatment [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2021 [cited 17 March 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/267432
    3. Perbedaan Eating Disorder: Anoreksia, Binge Eating, dan Bulimia [Internet]. kumparan. 2021 [cited 17 March 2021]. Available from: https://kumparan.com/info-kesehatan/perbedaan-eating-disorder-anoreksia-binge-eating-dan-bulimia-1t0N6RcOtzO/full
    Read More
  • Diabetes bukanlah suatu penghalang untuk seseorang bergerak aktif termasuk berolahraga. Justru penderita diabetes tipe 2 perlu aktif secara fisik dan menurunkan berat badan yang berlebih agar diabetes Sahabat terkontrol. Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis Sebelum mulai berolahraga, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena perencanaan olahraga sama pentingnya dengan perencanaan […]

    Pentingnya Olahraga Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

    Diabetes bukanlah suatu penghalang untuk seseorang bergerak aktif termasuk berolahraga. Justru penderita diabetes tipe 2 perlu aktif secara fisik dan menurunkan berat badan yang berlebih agar diabetes Sahabat terkontrol.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Sebelum mulai berolahraga, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena perencanaan olahraga sama pentingnya dengan perencanaan makanan, kontrol gula darah, dan pengobatan diabetes.¹

    olahraga bagi penderita diabetes tipe 2

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apa peran olahraga untuk penderita diabetes?

    Saat Sahabat berolahraga, akan terjadi peningkatan sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin. Hormon tersebut merupakan hormon yang membuat gula dalam darah dapat masuk ke dalam sel, sehingga gula tersebut dapat digunakan sebagai energi.

    Selain itu, penderita diabetes  perlu mengetahui cara mengontrol tekanan darah dan kolesterol karena kedua hal tersebut juga perlu dijaga agar tubuh Sahabat tetap sehat.² Olahraga dapat membantu mengontrol hal-hal tersebut. Beberapa manfaat utama dari olahraga adalah sebagai berikut:

    • Meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menjaga gula darah dalam kisaran target³
    • Membantu menurunkan berat badan yang berlebih.³
    • Meningkatkan sirkulasi darah.³
    • Menurunkan tekanan darah.³
    • Mengurangi risiko stroke dan serangan jantung
    • Mengurangi perasaan stres, depresi, dan gelisah.³

    Olahraga apa yang direkomendasikan untuk penderita diabetes tipe 2?

    Untuk pilihan olahraga sebenarnya mudah, pilihlah olahraga yang Sahabat nikmati. Tentu akan lebih mudah menjalankan suatu aktivitas jika Sahabat menggemarinya, dan lebih baik lagi untuk membuat olahraga sebagai komitmen seumur hidup.6

    Olahraga dapat berupa berjalan di taman, bersepeda atau sepeda statis, dan berenang.6
    Mulailah olahraga tersebut dengan intensitas yang rendah dan perlahan-lahan ditingkatkan.² Sebagai contoh, berjalan selama 30-45 menit setiap harinya baik untuk kesehatan.

    Namun jika belum terbiasa, Sahabat dapat mulai dengan berjalan selama 5-10 menit per hari, lalu ditingkatkan hingga mencapai sasaran. Pastikan untuk melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah olahraga.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    Untuk sasaran idealnya diperlukan olahraga aerobik selama 150 menit dengan intensitas sedang atau 75 menit dengan intensitas berat setiap minggunya. Tambahkan juga olahraga penguatan otot atau latihan resistensi setidaknya 2 kali seminggu.6,7,8

    Ikuti checklist ini sebelum mulai berolahraga jika Sahabat penderita diabetes:

    • Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.2
    • Minum air secukupnya sebelum, selama, dan setelah berolahraga.2
    • Menggunakan sepatu dan kaos kaki selama berolahraga.2
    • Melakukan pemanasan dan pendinginan.2
    • Berolahraga di sekitar waktu yang sama setiap hari.2
    • Menunggu 30-60 menit setelah makan.2
    • Hindari berolahraga sebelum tidur.2

    Checklist tersebut penting untuk Anda yang menderita diabetes, karena orang yang menderita diabetes memiliki beberapa risiko, salah satunya adalah hipoglikemia. Hipoglikemia merupakan keadaan kadar gula darah tubuh kurang dari 70 mg/dL.

    Kondisi ini dapat mengakibatkan kebingungan, gangguan pandangan, gelisah, berdebar-debar, berkeringat, hingga kehilangan kesadaran.12

    Keadaan hipoglikemia dapat berupa ringan hingga berbahaya, namun dapat diatasi. Jika merasakan tanda dan gejala tersebut, segera hentikan aktivitas dan periksa gula darah Sahabat.

    Sahabat dapat mengonsumsi glukosa atau karbohidrat sederhana berupa 1 sendok makan gula, 5-6 buah permen, 1 sendok makan madu, atau setengah cangkir jus/soda.

    Produk Terkait: Jual Tropicana Slim Sweetener 

    Pada beberapa kasus hipoglikemia yang berat, penanganan berbeda dan perlu diberikan secepatnya. Dalam hal ini, perawat akan memberikan infus melalui pembuluh darah yang berisi glukosa.13

    Berolahraga memiliki berbagai manfaat bagi Sahabat yang menderita diabetes, namun konsultasi dahulu ke dokter untuk hal tersebut. Selain itu, Sahabat perlu waspada mengenai hipoglikemia dan cara mengatasinya. Apabila Sahabat menggunakan insulin, bawalah ID medis setiap saat.

    Baca Juga: Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetasi Tipe 2?

    ID medis penting karena terdapat status kesehatan Anda mengenai informasi penyakit yang Sahabat derita termasuk alergi.14,15

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100215-V1.0 (02/2021

    REFERENSI

    1. Diabetes Tipe 2, 2020. [online] Tersedia di: <http://www.diabetes.ucsf.edu/clinical-care-education/about-diabetes/type-2-diabetes-faqs> 
    2. Berolahraga Aman dengan Diabetes Tipe 2. Cleveland Clinic. 2020. [online] Tersedia di: <https://my.clevelandclinic.org/Documents/Regional_Locations/LakewoodHospital/lakewood -exercise-safely.pdf>
    3. Aktivitas Fisik. 2020 [online] Tersedia di: <http://www.idf.org/worlddiabetesday/toolkit/pwd/physical-activity> 
    4. Glukosa Darah Kontrol dan Olahraga. Diabetes.org. 2020. | ADA. [online] Tersedia di: <http://www.diabetes.org/food-and-fitness/fitness/get-started-safely/blood-glucose-control-and-exercise.html>
    5. Colberg SR, Sigal RJ, Fernhall B, Regensteiner JG, Blissmer BJ, Rubin RR, et al. Exercise and type2 diabetes: the American College Sports Medicine and the American Diabetes Association: joint position statement. Diabetes Care. 2010 Dec;33(12):e147-67. 
    6. Diabetes Tipe2 dan Olahraga [online] WebMD. Tersedia di: <http://www.webmd.com/diabetes/guide/exercise-guidelines?page=3> 
    7. Olahraga: 4 tips Untuk Memulai. [online] Tersedia di: <http://www.diabetesforecast.org/2009/dec/exercise-4-tips-for-getting-started.html> 
    8. Diabetes Mellitus dan Olahraga. American Diabetes Association. Diabetes Care. January 2002 ; 25 (suppl1): s64. 2020. [online] Tersedia di: <http:// care.diabetesjournals.org/content/25/suppl_1/s64.full>
    9. Manfaat berjalan biasa untuk kesehatan, kesejahteraan dan lingkungan. 2020.  [online] Tersedia di: <http://www.c3health.org/wpontent/uploads/ 2009/09/C3-report-on-walking-v-1-20120911.pdf> 
    10. Aktivitas Fisik / Olahraga dan Diabetes. American Diabetes Association. Diabetes Care. January 2004; 27(suppl 1): s58-s62. Tersedia online di: <http: //care.diabetesjournals.org/content/27/suppl_1/s58.full> 
    11. Gula Darah Rendah (Hipoglikemia). Tersedia di: <http://www.healthline.com/health/hypoglycemia#Signs> 
    12. Hipoglikemia (gula darah rendah). American diabetes association. Tersedia di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html>
    13. Hipoglikemia: Gejala. Tersedia online di: <http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglycemia/basics/symptoms/con-20021103>
    14. Diabetes dan Hipoglikemia. Diabetes.co.uk. Tersedia di: <http://www.diabetes.co.uk/Diabetes-and-Hypoglycaemia.html> 
    15. Hipoglikemia (gula darah rendah). Tersedia online di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html>
    Read More
  • Diabetes merupakan keadaan penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah di atas nilai normal. Diabetes dapat dikontrol dengan gaya hidup dan makanan yang tepat. Diabetes yang terkontrol sangat memungkinkan penderita untuk tetap aktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.¹ Baca Juga: Tips Mengatur Makanan untuk Penderita Diabetes Gula darah tinggi terus-menerus pada penderita diabetes […]

    Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya

    Diabetes merupakan keadaan penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah di atas nilai normal. Diabetes dapat dikontrol dengan gaya hidup dan makanan yang tepat. Diabetes yang terkontrol sangat memungkinkan penderita untuk tetap aktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.¹

    diabetes tidak terkontrol, komplikasi diabetes

    Baca Juga: Tips Mengatur Makanan untuk Penderita Diabetes

    Gula darah tinggi terus-menerus pada penderita diabetes yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada berbagai organ tubuh.² Menurut waktu terjadinya, komplikasi yang terjadi dibagi menjadi 2, yaitu akut dan kronis.³

    Komplikasi Akut

    Komplikasi akut atau komplikasi jangka pendek dari diabetes adalah diabetes ketoasidosis dan hipoglikemia.4

    1. Diabetes Ketoasidosis 

    Diabetes ketoasidosis merupakan suatu krisis hiperglikemia (glukosa darah diatas normal) akibat kurangnya insulin dalam tubuh. Insulin dibutuhkan tubuh untuk membantu penyerapan glukosa darah ke dalam sel.

    Kurangnya insulin menyebabkan glukosa darah tidak dapat terserap ke dalam sel sehingga tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi.

    Akibatnya, konsentrasi keton yang merupakan hasil pemecahan lemak menjadi berlebihan dalam tubuh (ketosis) dan tubuh menjadi asam (asidosis). 4

    Tanda dan gejala diabetes ketoasidosis adalah: ¹,4

    1. Haus berlebihan.
    2. Berkemih dengan jumlah sangat banyak.
    3. Mual, tidak nafsu makan, nyeri perut.
    4. Penurunan kesadaran hingga koma.
    5. Diabetes ketoasidosis merupakan keadaan gawat darurat dan harus segera ditangani tenaga kesehatan secara cepat

    2. Hipoglikemia

    Hipoglikemia merupakan kondisi ketika glukosa darah dibawah nilai normal. Hal tersebut merupakan komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin atau obat golongan sulphonylurea.

    Gejala yang ditimbulkan adalah lemas, berkurangnya konsentrasi, sampai penurunan kesadaran. Semua pasien yang menggunakan insulin dan obat golongan sulphonylurea sebaiknya selalu membawa camilan manis untuk penanganan awal hipoglikemia.

    Jika Sahabat sering mengalami hipoglikemia atau mengalami gejala hipoglikemia berat, segera konsultasi ke dokter.5,6

    Komplikasi Kronis

    Komplikasi kronis atau jangka panjang dari diabetes adalah kerusakan pembuluh darah pada berbagai organ tubuh, seperti:7

    Penyakit jantung dan stroke

    Pasien diabetes tidak terkontrol rentan mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) dan kolesterol tinggi. Hal tersebut akan meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti gagal jantung dan penyakit jantung koroner maupun penyakit stroke. ¹,5,8,9

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

    Penyakit ginjal

    Fungsi ginjal adalah memfilter darah dan membuang zat sisa yang tidak terpakai oleh tubuh.10,11 Glukosa darah tinggi akan menyebabkan kerja ginjal lebih berat dan harus menyaring glukosa dengan jumlah lebih banyak.

    Selain itu, diabetes menyebabkan kerusakan pembuluh darah kecil (mikrovaskular) pada ginjal. Jika tidak segera diberi pengobatan yang tepat, fungsi ginjal akan terus menurun dan akhirnya terjadi gagal ginjal.²

    Apabila hal tersebut terjadi, pasien harus menjalani dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal untuk menggantikan tugas ginjal memfilter darah.12

    Produk Terkait: Cek Hemodialisis Klinik Denam

    Penyakit mata

    Glukosa darah tinggi menyebabkan kerusakan pembuluh darah retina sehingga menyebabkan penyakit retinopati diabetes. Penglihatan pasien akan menurun dan jika tidak cepat dilakukan bisa mengakibatkan kebutaan.¹13

    Kerusakan saraf dan kaki diabetes

    Kerusakan saraf akibat diabetes disebut neuropati diabetes. Kerusakan saraf dapat terjadi pada berbagai bagian dan organ tubuh. Neuropati yang paling sering terjadi adalah pada kaki yang menyebabkan rasa panas seperti terbakar, kesemutan, atau mati rasa. Hal tersebut akan meningkatkan risiko luka pada kaki akibat diabetes atau yang disebut dengan kaki diabetes.11,14

    Baal atau mati rasa pada kaki sering mengakibatkan penderita neuropati diabetes lupa memakai sandal dan tidak terasa saat kakinya terluka.

    Akibatnya, pasien sering tidak sadar jika terdapat luka pada kakinya. Luka akan semakin berat dan terjadi infeksi. Ditambah lagi, glukosa darah tinggi dan kerusakan pembuluh darah pada diabetes akan memperlambat penyembuhan luka.

    Jika tidak segera ditangani, jaringan di sekitar luka akan mati sehingga kaki harus diamputasi. Selain menjaga glukosa darah terkontrol, selalu memakai alas kaki dan rajin memeriksa kaki sendiri merupakan kunci untuk mencegah terjadinya kaki diabetes.11,15,16

    Tips untuk merawat kaki pada penderita diabetes:

    1. Aturlah waktu setiap hari untuk memeriksa kondisi kaki Sahabat. Periksa kaki dengan seksama termasuk sela-sela jari. Jika kesulitan untuk melihat kaki, Sahabar dapat menggunakan cermin atau meminta bantuan orang lain. Lihatlah apakah terdapat perubahan warna kulit, bengkak, perubahan suhu, atau nyeri saat disentuh.17,18,19
    2. Selalu memakai alas kaki yang nyaman dan ukuran yang sesuai.20
    3. Cucilah kaki dengan air hangat (tidak panas) setiap hari. Bersihkan hingga sela-sela jari. Pakailah lotion atau pelembab untuk selalu menjaga kelembutan kaki.20
    4. Jangan memotong kuku terlalu dalam. 20
    5. Jangan menggunakan bantalan pemanas atau botol air panas karena dapat menyebabkan iritasi jaringan.20

    Komplikasi Lainnya

    Komplikasi lain yang dapat terjadi pada penderita diabetes adalah mual, diare, konstipasi, dan disfungsi ereksi. 15

    Begitu banyak komplikasi akibat diabetes. Komplikasi dapat dicegah dengan deteksi dini diabetes, pengobatan yang sesuai, dan gaya hidup sehat.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Jangan ragu berkonsultasi ke dokter bila ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau memeriksakan diri Sahabat. Untuk konsultasi manfaatkan layanan chat dokter 24 jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100214 -V1.0 (20/2021)

    REFERENSI

     

    1. Type 2 Diabetes. A..-bleathttps: //www.liabetes.org.nz/abouUiabetesllype_2_diabetes. L.astao:: essed111: 2fl/2/14. 
    2. Diabetes 1 Type 2. Available At: hllp://www.nhi.uk/ConditionS/lliabelet-type21Pil(les/l ntrodudion.aspx. Last accessed on: 10/2/14. 
    3. PinhaH!amiel 0, Zeitler P. Al:!Jte and c:llronic: corr.,locations al type 2 diabetes mellitus in c:llildren and adolescents. Lancet 2007 May 26;369(9575):1823-31. 
    4. Dlaba Hckato8cldosls. Available at: http:/lwww.nhi.ukkllndllonshlaballo.lallblcldos ntroducllon.aspx. Last accessed on:2612114. 
    5. Amlel SA, DlxonT, MannR, Jameson K. Hypoglycemia Only pe2dlabetea. Diabet Med.2008Man:h 1;25(3):245-254. 
    6. Law blood glucose (hypoglycemia) for Tp 2 diabetes. Available et https://Www.dabatea.org.nzlllvl”G-wlth_dlabateallype…2…dabatell lowooae_ hypo. Last accessed on:26/21 

    7.Chronlcccmpbtlons. hllp://www2.wpro.who.lntlWpcld/doWoadS/lllabetell_ tex1(21- 33). pdf. L.asteccassed on: 2612114. 

    1. Type 1 and Type 2 compllcaHons. Good control – why bolher? Available at http:/1Www. dlabetes.le/Wp-<:ontenm..,toed&l201 1/D91Durt<an-T1-12- compllca11ons.pdf. Last accessed on: 10/2/14. 
    2. BloodV8allels.Available: http:/1Www.dlabales. co.uk/bodyll>loocl-veasels.h1ml . Last accessed on: 10/2/14.
    3. x.AainKidneyFailu111.A..-bleat htlp:/lwww.nlm.nll.gov/medlineplusltutorials/kilileyfail ulllfld269104.pdf. Last.-don: 512/14. 
    4. DlabaHcNeuropathlas: The Nerve Damagaof Dlabatea. Available at http://dlabetel.nlddk.nlh.gov/Gn/puropelhles/. Last accessed on: 512/14. 
    5. Diabetes And Kidney Disease 9e. Availableat:hllpJ/www.diabeles.ca/diabelewndmpllcations/kifiley/. L.astacoessad on: 512114. 
    6. Diabetes – Symptoms, diagnosis and traalmant. Avallablls at hftpl:/1Www.80Ulhemcross. co. nz/AboulTheGroup/HealthRalourcaal Medlcallllraryl tabld/178/wli1ntemlD/18WabeU!e-Sympfome-Olagnael&- Treatment. lcaHons.L.astaccaasedon:26/2114. 
    7. Diabat8I HeallhConcams. Avalableat htlp://www.cdc.gov/diabat8slooneumerlprobleml. htrn .L.astaccassed on:512/14. 
    8. icalionsoauaad bydiabetss.Available at hltp:l/www.nhl.uldConditionsltliabefes.lype2/Pages/Compl lcations.aspx.Lutaconsed on 10/1114. 
    9. FoolCompllcalons.Avallablaat: hllp1/www. dlabetes.orgi1IYlfl!t”W1th-dlebelaalcompllcallonlllloot-aimpllcallonll .l.ast8CC81811dcn: 512114.
    10. Caraal1heDlabellcFoot.Avallabllsathltp://ortholnfo.aeos.org/ll)plc.cfm’ltop lccA00148&webld=26DBE25F. Laataccaased on 10/1114. 
    11. Diabetesfootcare.Availabllsat hllp://www. nlm.nih.gov/rnedlineplus/tu1Drials/diabetesloolcareldb0291 05.pdf(Lastacc:easedon: 512/14.). 
    12. Foot and Skin Related Complications of Diabeles. Available al: http://my.clevelandcli nic.org/disorders/diabsles_mellilusl hic_looland_sllif1J’llal9d_ ccmplicalionl_of_diabetes.aspx. L.astaccessedcn 10/1114. 
    13. GellilgS11nd'”FoolCara Dos and Don’ts.Availabllsat hltp:l/www. bd.oomllllsolltll.aspx?IDX=22098 L.astac:cessadon 10/1/14. 

     

    Read More
  • Jakarta, 17 Maret 2021–Prosehat bekerja sama dengan SVA Atmajaya dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar program vaksinasi Covid-19 massal di Kampus 3 BSD Unika Atma Jaya, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Program vaksinasi ini merupakan bentuk perwujudan Prosehat sebagai salah satu mitra  pendukung program pemerintah Indonesia untuk mempercepat pengendalian pandemi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Program ini akan […]

    Press Release: Dukung Program Percepatan Vaksinasi dari Pemerintah, Prosehat Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia

    Jakarta, 17 Maret 2021–Prosehat bekerja sama dengan SVA Atmajaya dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar program vaksinasi Covid-19 massal di Kampus 3 BSD Unika Atma Jaya, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

    Program vaksinasi ini merupakan bentuk perwujudan Prosehat sebagai salah satu mitra  pendukung program pemerintah Indonesia untuk mempercepat pengendalian pandemi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

    Foto: Nadya Bunga Amandha/Prosehat

    Program ini akan dilaksanakan selama lima hari, yaitu dari tanggal 17 hingga 21 Maret 2021, dan menargetkan kepada setidaknya 3.000 lansia yang berdomisili di Tangerang.

    Hal ini berdasarkan arahan dari pemerintah yang menyatakan bahwa program vaksinasi tahap dua ini menyasar pada lansia 60 tahun ke atas dan pekerja publik esensial seperti tenaga pendidik, tokoh agama, dan pegawai pemerintah.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    Untuk bisa mendapatkan vaksin ini calon penerima diharapkan mendaftar terlebih dahulu melalui Prosehat.

    Founder Prosehat yang juga alumnus FKIK Atma Jaya, dr. Gregorius Bimantoro, menyebut bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat program vaksinasi dari pemerintah untuk menekan angka infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    “Vaksinasi ini sangat penting untuk melindungi masyarakat dari Covid-19. Dengan melakukan vaksinasi, maka dapat membantu menghasilkan sistem kekebalan tubuh seseorang untuk mengenali dan dapat dengan cepat melawan virus penyebab infeksi,” jelas dr. Bimo yang juga ketua program ini.

    Vaksin merupakan produk biologis yang memberikan kekebalan khusus terhadap sebuah penyakit tertentu seperti Covid-19. Selain terus dengan ketat menerapkan protokol kesehatan 5 M, vaksin akan berguna membantu melindungi diri dari ancaman serius Covid-19 yang selama ini telah menghambat banyak sektor kehidupan di Indonesia.

    Tentang Prosehat

    Prosehat adalah sebuah penyedia layanan jasa kesehatan Indonesia yang berdiri sejak 2015. Prosehat hadir untuk menjawab permasalahan layanan kesehatan di Indonesia terutama vaksinasi.

    Salah satu layanan utama Prosehat adalah layanan vaksinasi ke rumah. Di samping itu Prosehat juga menyediakan kebutuhan kesehatan lainnya secara online seperti telemedisin berupa chat dokter 24 jam, fisioterapi, obat herbal, vitamin, cek lab, hingga kebutuhan ibu hamil dan bayi.

    Semua layanan yang ada dikerjakan oleh para tenaga profesional yang terpercaya, dan Prosehat bermitra dengan apotek, laboratorium, dan produsen kesehatan untuk menjamin keaslian produk.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau www.prosehat.com.

    Referensi:

    1. UNIKA Atma Jaya Gelar SVADaya Bagi Lansia dan Pelayan Publik [Internet]. beritasatu.com. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.beritasatu.com/photo/51423/unika-atma-jaya-gelar-svadaya-bagi-lansia-dan-pelayan-publik
    2. Vaksinasi di UNIKA Atma Jaya Targetkan 3.000 Lansia Ber-KTP Kabupaten Tangerang – http://www.kalderanews.com [Internet]. http://www.kalderanews.com. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.kalderanews.com/2021/03/vaksinasi-di-unika-atma-jaya-targetkan-3-000-lansia-ber-ktp-kabupaten-tangerang/
    3. Universitas Atma Jaya Buka Vaksinasi Covid-19 Lansia di Kabupaten Tangerang Gratis Sampai 21 Maret – Warta Kota [Internet]. Warta Kota. 2021 [cited 21 March 2021]. Available from: https://wartakota.tribunnews.com/2021/03/20/universitas-atma-jaya-buka-vaksinasi-covid-19-lansia-di-kabupaten-tangerang-gratis-sampai-21-maret
    Read More
  • Pernahkah Sahabat Sehat mendengar kata albumin? Kata ini mungkin terasa asing dan kurang familiar di telinga Sahabat. Namun, dibalik itu ternyata albumin merupakan salah satu unsur penting dalam tubuh. Mengapa demikian? Albumin adalah salah satu jenis protein yang beredar di dalam darah, dan merupakan protein utama tubuh yang diproduksi oleh organ hati. Baca Juga: 5 […]

    Apa Fungsi dan Dampak Kekurangan Albumin pada Tubuh?

    Pernahkah Sahabat Sehat mendengar kata albumin? Kata ini mungkin terasa asing dan kurang familiar di telinga Sahabat. Namun, dibalik itu ternyata albumin merupakan salah satu unsur penting dalam tubuh. Mengapa demikian?

    Albumin adalah salah satu jenis protein yang beredar di dalam darah, dan merupakan protein utama tubuh yang diproduksi oleh organ hati.

    fungsi dan dampak kekurangan albumin

    Baca Juga: 5 Resep untuk Penuhi Kebutuhan Protein dan Serat

    Fungsi albumin adalah untuk mengatur tekanan dalam pembuluh darah, dan menjaga cairan yang ada di dalam pembuluh darah agar tidak bocor ke jaringan tubuh di sekitarnya. Karena perannya sangat penting, perlu ada keseimbangan albumin dalam tubuh.

    Fungsi Lain Albumin

    Selain fungsi diatas, albumin juga mempunyai beberapa fungsi lain dalam tubuh seperti:

    Sebagai Antioksidan

    Albumin merupakan antioksidan bagi tubuh untuk mencegah radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Albumin dapat mengikat logam serta menjadi benteng pertahanan tubuh terhadap radikal bebas.

    Pengangkut Zat Dalam Darah

    Albumin berfungsi sebagai protein pengangkut zat yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti zat nutrisi, hormon, maupun zat kimia obat yang memerlukan pengangkut untuk diedarkan ke seluruh tubuh melalui darah.

    Memperbaiki Kerusakan Jaringan

    Albumin ternyata juga mempunyai fungsi lain yang sangat vital, yaitu memperbaiki kerusakan jaringan. Kerusakan jaringan jika tidak segera diperbaiki akan membuat tubuh terserang berbagai penyakit.

    Dampak Jika Kekurangan Albumin

    Karena fungsi albumin yang sangat vital, Sahabat perlu menjaga keseimbangan albumin dalam tubuh agar tidak kekurangan albumin. Apabila tubuh kekurangan albumin, dapat mengalami kondisi Hipoalbuminemia yang ditandai dengan pembengkakan pada tubuh serta mempengaruhi fungsi ginjal.

    Penyebab Kekurangan Albumin

    Gagal Hati

    Gagal hati disebabkan karena hati yang bertugas untuk memproduksi albumin, tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Hal ini dapat disebabkan karena kondisi pengerasan hati (sirosis), kanker hati, dan infeksi hati (hepatitis).

    Baca Juga: Sirosis Hati, Penyakit Kronis yang Tidak Dapat Disembuhkan

    Gagal Jantung

    Penyebab rendahnya Albumin dalam tubuh selanjutnya adalah karena gagal jantung, yang merupakan kondisi ketidakmampuan jantung memompa darah berisi oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

    Kerusakan Ginjal

    Karena ginjal berkaitan erat dengan albumin, apabila terjadi kerusakan ginjal dapat menyebabkan sejumlah besar protein dilepaskan ke dalam urine, termasuk juga Albumin.

    Kehilangan Protein Enteropati

    Penyebab lain yang memicu rendahnya kadar albumin dalam tubuh adalah akibat kehilangan protein enteropati yang berawal dari kesehatan lambung dan kondisi saluran cerna, seperti pada penyakit celiac dan radang usus.

    Malnutrisi

    Kekurangan gizi atau malnutrisi, menjadi salah satu penyebab tubuh kesulitan menyerap nutrisi.

    Penyebab lainnya adalah sebagai berikut:

    • Luka bakar yang serius
    • Infeksi darah
    • Reaksi alergi
    • Lupus
    • Rendahnya hormon tiroid
    • Kencing manis

    Gejala Kekurangan Albumin

    Berikut ini adalah gejala yang dapat dialami jika tubuh kekurangan albumin:

    • Kelebihan protein dalam urine, yang diketahuidengan melakukan tes urine
    • Pembengkakan, terutama pada kaki atau tangan
    • Kulit atau mata kuning
    • Perasaan lemah atau lelah
    • Jantung berdetak cepat
    • Muntah, diare, dan mual
    • Nafsu makan berubah
    • Rambut menjadi tipis
    • Kulit yang sangat kering atau gatal

    Cara Menangani

    Untuk menangani kekurangan albumin, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

    • Pengobatan tekanan darah untuk penderita penyakit ginjal atau gagal jantung
    • Pengobatan untuk mengatasi penyakit saluran cerna kronis atau mengurangi peradangan dalam tubuh
    • Pemberianantibiotik, jika seseorang mengalami luka bakar yang berat
    • Perlunya mengubah pola makan untuk mengurangi keparahan penyakit jantung atau ginjal
    • Transplantasi organ
    • Cuci darah
    • Infus albumin

    Penanganan ini bisa dilakukan dengan medical check-up rutin atau perawatan di rumah sakit.

    Bagaimana Cara Mencegah Kekurangan Albumin?

    Caranya cukup mudah, Sahabat hanya perlu mengonsumsi makanan-makanan yang tinggi akan albumin, yaitu:

    Selain makanan-makanan tersebut Sahabat juga bisa mendapatkannya dalam suplemen nutrisi.

    Produk Terkait: Jual Pro Albumin (Ekstra Ikan Gabus)

    Apa yang Terjadi Jika Kekurangan Albumin Dalam Jangka Panjang?

    Bila kondisi kekurangan albumin dialami dalam jangka panjang, dapat menyebabkan timbulnya komplikasi, seperti:

    • Gagal napas
    • Penumpukan cairan di sekitar paru-paru dan perut
    • Radang paru-paru
    • Kerusakan otot

    Itulah mengenai fungsi albumin dan kekurangannya yang cukup berdampak besar pada tubuh. Karena itu, Sahabat diharapkan tetap menjaga keseimbangan albumin dengan mengonsumsi makanan tinggi albumin serta berperilaku hidup sehat.

    Baca Juga: Perlu Makan Apa Supaya Tekanan Darah Jadi Normal?

    Ingin mengetahui info lebih lanjut mengenai albumin dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sari N. Fungsi Albumin dalam Tubuh dan Bahayanya Apabila Kekurangan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4016922/fungsi-albumin-dalam-tubuh-dan-bahayanya-apabila-kekurangan
    2. Hypoalbuminemia: Causes, treatment, and symptoms [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/321149
    3. Desel S, Rachmawati B. Hubungan Derajat Keterbatasan Fungsional Dengan Tes Fungsi Hati Pada Penyakit Gagal Jantung Kongestif. Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine [Internet]. 2017 [cited 16 March 2021];4(3). Available from: http://medicahospitalia.rskariadi.co.id/medicahospitalia/index.php/mh/article/view/3
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja