Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: irfan.seo@tanyadok.com

Irfan

About Irfan

Showing 111–120 of 423 results

  • Belakangan ini marak pemberitaan terkait permainan catur online dimulai dari ditutupnya akun Dewa Kipas karena diduga bermain curang di Gotham Chess hingga pertandingan catur secara langsung yang melibatkan Grand Master dunia, Irene Sukandar melawan Dadang Subur (alias Dewa Kipas). Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga Tidak seperti olahraga lainnya yang […]

    Apa Saja Manfaat Bermain Catur Bagi Kesehatan?

    Belakangan ini marak pemberitaan terkait permainan catur online dimulai dari ditutupnya akun Dewa Kipas karena diduga bermain curang di Gotham Chess hingga pertandingan catur secara langsung yang melibatkan Grand Master dunia, Irene Sukandar melawan Dadang Subur (alias Dewa Kipas).

    manfaat bermain catur bagi kesehatan

    Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga

    Tidak seperti olahraga lainnya yang umumnya mengandalkan kekuatan fisik, catur mengandalkan kekuatan otak dan kemampuan menyusun strategi dalam permainannya. Diketahui catur dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan bagi tubuh. Apa saja manfaat kesehatan bermain catur? Yuk, mari simak di bawah ini!

    Manfaat Bermain Catur Bagi Kesehatan

    Melatih Fungsi Otak

    Permainan catur adalah permainan yang menuntut pemainnya untuk bisa menyeimbangkan sisi otak kiri dan kanan. Sisi otak kiri berkaitan dengan pengenalan objek sedangkan otak kanan berkaitan dengan pengenalan pola. Bermain catur secara rutin dapat melatih dan menyeimbangkan ke dua sisi otak Sahabat.

    Produk Terkait: Jual Konilife Focus Tab Penambah Daya Ingat

    Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi

    Bermain catur dapat mengasah daya ingat dan konsentrasi. Hal ini dikarenakan dalam bermain catur, seseorang perlu menghafal berbagai kombinasi gerakan. Sehingga seorang pecatur yang sudah memiliki kemampuan di atas rata-rata mampu mengingat dan mengenali pola dengan cepat.

    Mencegah Alzheimer

    Dengan bermain catur, Sahabat telah melakukan salah satu upaya untuk mencegah Alzheimer yang merupakan salah satu jenis penyakit saraf ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif secara berangsur angsur. Apabila kemampuan otak tidak dilatih, dapat mengakibatkan penurunan kemampuan otak.

    Membantu Atasi Skizofrenia

    Berdasarkan sebuah penelitian dari Center of Cognitive Neuroscience di Paris bahwa pasien skizofrenia yang diarahkan untuk bermain catur setiap hari menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis dan kemampuan penalaran, dibandingkan dengan pasien yang tidak bermain catur.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Mencegah Serangan Panik

    Bermain catur ternyata memberi dampak untuk meningkatkan rasa tenang dan mengalihkan dari serangan panik.

    Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah

    Catur adalah salah satu jenis permainan yang mengutamakan strategi, tentunya hal tersebut turut membantu mengasah kemampuan memecahkan masalah.

    Melatih Kemampuan Perencanaan

    Kemampuan perencanaan berkaitan dengan korteks prefrontal dalam otak. Bermain catur diketahui dapat membantu perkembangan korteks prefrontal, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam perencanaan dan membuat keputusan.

    Meningkatkan Rasa Percaya Diri

    Meskipun dalam bermain catur Sahabat tidak selalu menang, dengan adanya kekalahan Sahabat akan menganalisis kesalahan yang dilakukan. Begitu pula saat Sahabat menang, hal ini tanpa disadari mampu meningkatkan rasa kepercayaan diri.

    Catur ternyata memiliki sejumlah manfaat kesehatan, mari Sahabat mulai mencoba bermain catur agar meningkatkan kesehatan bagi tubuh dan otak.

    Baca Juga: 10 Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Apabila Sahabat perlu info lebih lanjut soal konsentrasi otak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dewa Kipas Kalah, Gotham Chess Buka Youtube untuk Netizen RI [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210323144538-185-621022/dewa-kipas-kalah-gotham-chess-buka-youtube-untuk-netizen-ri
    2. 7 Manfaat Mengejutkan Bermain Catur Bagi Kesehatan [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210324135737-260-621482/7-manfaat-mengejutkan-bermain-catur-bagi-kesehatan
    3. 9 Manfaat Bermain Catur untuk Otak, Cegah Alzheimer hingga Tingkatkan Daya Ingat | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jabar/9-manfaat-bermain-catur-untuk-otak-cegah-alzheimer-hingga-tingkatkan-daya-ingat-kln.html
    Read More
  • Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa sekolah tatap muka siap dilaksanakan di 14 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito, pada Kamis, 25 Maret 2021 melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden. Baca Juga: Tepatkah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali di Tengah Pandemi Adapun ke-14 […]

    Sekolah Tatap Muka Siap Dilaksanakan di 14 Provinsi

    Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa sekolah tatap muka siap dilaksanakan di 14 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito, pada Kamis, 25 Maret 2021 melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

    sekolah tatap muka dilaksanakan di 14 provinsi

    Baca Juga: Tepatkah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali di Tengah Pandemi

    Adapun ke-14 provinsi yang diperbolehkan melaksanakan sekolah tatap muka tersebut adalah:

    1. Jawa Barat
      2. DI Yogyakarta
      3. Riau
      4. Sumatera Selatan
      5. Lampung
      6. Kalimantan Tengah
      7. Sulawesi Utara
      8. Sulawesi Tenggara
      9. Bali
      10. Nusa Tenggara Barat
      11. Maluku Utara
      12. Bangka Belitung
      13. Kepulauan Riau
      14. Sulawesi Barat.

    Pelaksanaan sekolah tatap muka ini juga didukung dari keterangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada awal Januari 2021.

    5 Aspek Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

    Meski begitu Wiku menyatakan bahwa pelaksanaan sekolah tatap muka ini akan memperhatikan 5 aspek, yaitu:

    • Pemberlakuan kebiasaan baru. Pada tahap ini pemerintah berusaha menjamin proses adaptasi kebiasaan baru berjalan dengan baik melalui fasilitas dan sarana pendukung untuk memudahkan masyarakat.
    • Proses untuk menentukan waktu yang tepat. Tahapan ini mengacu kepada data dari epidemiolog, kesiapan institusi pendidikan, dan ketersediaan fasilitas kesehatan.
    • Penentuan prioritas. Tahapan ini dilakukan dengan simulasi pelaksanaan sekolah tatap mukaoleh institusi percontohan terlebih dahulu sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi untuk menentukan kebijakan nasional dan daerah.
    • Koordinasi pusat dan daerah yang diimplementasikan secara timbal balik yang melibatkan dinas kesehatan, dinas pendidikan, institusi pendidikan, dan orang tua murid.
    • Monitoring dan evaluasi pemantauan pelaksanaan kegiatan dan evaluasi berdasarkan skenario dengan prinsip kebijakan diibaratkan seperti gas dan rem. Setiap pelaporan akan menjadi masukan berharga dalam perluasan pelaksanaan sekolah tatap muka maupun padasektor lainnya.

    Guru Belum Sepenuhnya Divaksin

    Terdapat kendala dalam persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka di 14 provinsi, yaitu masih banyak guru yang belum mendapat vaksin Covid-19 sebagai syarat supaya kegiatan belajar mengajar menjadi lancar dan aman.

    Baca Juga: Vaksinasi Corona untuk Tenaga Pendidik Demi Mendukung Sekolah Tatap Muka Juli 2021

    Sebagai contoh masih ada 170 sekolah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang sudah menjalani uji coba sekolah tatap muka sejak awal Maret 2021 namun belum semua guru di kabupaten Bogor mendapatkan vaksin karena stok vaksin yang menipis.

    Padahal vaksinasi merupakan syarat utama untuk dapat mencapai kekebalan kelompok di sekolah, demikian yang diungkapkan oleh Kepala Divisi Pengawas, Monitoring dan Evaluasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra.

    Orang tua murid, serta para pekerja sekolah juga seharusnya turut mendapatkan vaksin Covid 19 sehingga menjamin keamanan dan keselamatan di lingkungan sekolah. Karena itu, Jasra meminta Satgas Covid-19 wajib memastikan kesiapan sekolah agar kegiatan belajar tatap muka tidak menjadi kluster baru Covid 19.

    Demikianlah mengenai persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka di 14 provinsi yang tentu saja harus dipersiapkan dengan matang supaya tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid 19, untuk mendukung pelaksanaan sekolah tatap muka diharapkan semua pihak tetap melaksanakan protokol kesehatan dan menjalani vaksinasi Covid 19.

    Baca Juga: Cara Mencegah Virus Corona di Sekolah

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai protokol kesehatan di sekolah serta vaksinasi Covid-19, Sahabat bisa berkonsultasi secara online di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 14 Provinsi Akan Buka Sekolah Tatap Muka Secara Bertahap, ini Rinciannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/03/26/06100021/14-provinsi-akan-buka-sekolah-tatap-muka-secara-bertahap-ini-rinciannya?page=all
    2. Iqbal M. Hai Bunda! Ini 14 Provinsi yang Siap Buka Sekolah Tatap Muka [Internet]. news. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210326091242-4-233004/hai-bunda-ini-14-provinsi-yang-siap-buka-sekolah-tatap-muka
    3. Sekolah Tatap Muka Sudah Berjalan, Tapi Belum Semua Guru di Bogor Dapat Vaksin Covid-19 [Internet]. Ayobogor.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.ayobogor.com/read/2021/03/24/10018/sekolah-tatap-muka-sudah-berjalan-tapi-belum-semua-guru-di-bogor-dapat-vaksin-covid-19
    4. Yulika N. Sebelum Sekolah Dibuka, KPAI Minta Guru dan Pekerja Sudah Vaksinasi Covid-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/news/read/4515960/sebelum-sekolah-dibuka-kpai-minta-guru-dan-pekerja-sudah-vaksinasi-covid-19
    Read More
  • Jantung merupakan salah satu organ penting dalam tubuh untuk mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh bagian tubuh yang perlu didukung dengan kondisi jantung yang baik. Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab Hingga Pencegahan Apabila kondisi jantung lemah, tidak dapat menyuplai darah dan oksigen yang cukup ke seluruh tubuh. Hal ini ditandai dengan munculnya keluhan […]

    Mengenal Gagal Jantung Kongestif dan Pencegahannya

    Jantung merupakan salah satu organ penting dalam tubuh untuk mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh bagian tubuh yang perlu didukung dengan kondisi jantung yang baik.

    gagal jantung kongestif

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab Hingga Pencegahan

    Apabila kondisi jantung lemah, tidak dapat menyuplai darah dan oksigen yang cukup ke seluruh tubuh. Hal ini ditandai dengan munculnya keluhan mudah lelah, sesak napas, hingga dapat menyebabkan kematian.

    Kondisi ini disebut gagal jantung kongestif, yaitu kondisi ketika bilik jantung masih berfungsi dengan baik namun dinding otot jantung tidak kuat menahan aliran darah.

    Penyebab Gagal Jantung Kongestif

    Gagal jantung kongestif dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

    Penyakit Jantung Koroner

    Penyakit jantung koroner disebabkan karena tersumbatnya pembuluh darah arteri yang memasok darah dan oksigen ke jantung sehingga mengakibatkan penurunan aliran darah ke  otot jantung.

    Serangan Jantung

    Hal ini terjadi ketika pembuluh darah utama jantung tersumbat, sehingga menghentikan aliran darah ke otot jantung. Serangan jantung merusak otot jantung, menimbulkan bekas luka pada jantung sehingga fungsi jantung menurun.

    Kardiomiopati

    Kardiomiopati atau kerusakan otot jantung, dapat disebabkan karena gangguan pada pembuluh darah arteri, infeksi dalam tubuh atau akibat penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.

    Kondisi Lain

    Tekanan darah tinggi, gangguan katup jantung, penyakit tiroid, penyakit ginjal, diabetes, atau cacat jantung bawaan dapat menyebabkan gagal jantung kongestif.

    Selain kondisi-kondisi di atas, kondisi berikut juga dapat menyebabkan gagal jantung kongestif, yaitu:

    • Kegemukan
    • Merokok
    • Kurang darah (anemia)
    • Gangguan tiroid, termasuk hipertiroidisme dan hipotiroidisme
    • Penyakit autoimun (misalnya lupus)
    • Radang otot jantung (miokarditis)
    • Gangguan irama jantung (aritmia, fibrilasi atrium)
    • Kondisi ketika zat besi menumpuk di dalam di jaringan (hemochromatosis)

    Gejala Gagal Jantung Kongestif

    Berikut adalah beberapa gejala yang dapat dialami pada pasien gagal jantung kongestif:

    Sesak Napas

    Cairan yang menumpuk di paru-paru dapat menyebabkan sesak nafas, dan batuk ketika seseorang sedang beristirahat dan berbaring.

    Bengkak

    Gagal jantung kongestif dapat menimbulkan keluhan bengkak pada pergelangan kaki, tungkai, dan perut, bahkan peningkatan berat badan

    Kelelahan dan Pusing

    Penurunan jumlah darah yang mencapai organ tubuh dapat menyebabkan kelelahan, dan bila penurunan aliran darah ke otak maka dapat menyebabkan pusing.

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

    Detak Jantung Tidak Teratur

    Jantung memompa darah lebih cepat, dan pelepasan hormon stres meningkat yang dapat menyebabkan denyut jantung tidak teratur.

    Bagaimana Cara Mendeteksi Gagal Jantung Kongestif ?

    Selain dengan pemeriksaan fisik, berikut beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mendeteksi gagal jantung kongestif :

    Tes Darah dan Urine

    Tes darah dan tes urine berguna untuk memeriksa jumlah darah, fungsi hati, fungsi kelenjar tiroid, dan fungsi ginjal.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Rontgen Dada

    Rontgen dada dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi jantung dan paru. Pada kondisi gagal ginjal kongestif, akan ditemukan pembesaran jantung dan paru-paru akibat penumpukan cairan.

    Elektrokardiogram (EKG)

    Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dapat merekam aktivitas listrik dan ritme jantung, serta dapat memperkirakan kerusakan jantung akibat serangan jantung.

    Ekokardiogram

    Pemindaian ekokardiogram dilakukan untuk memeriksa kemampuan pompa jantung.

    Selain dengan pemeriksaan diatas, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan tambahan berikut:

    Tes Stres Treadmill

    Tes stres treadmill dapat dilakukan untuk mengetahui respon jantung, dilakukan dengan cara pasien berjalan atau berlari di treadmill dalam kurun waktu tertentu.

    Tes Darah Peptida Natriuretik (BNP) tipe-B

    Pelepasan BNP ke dalam darah terjadi jika jantung bekerja terlalu keras dalam jangka waktu yang lama, misalnya pada kondisi gagal jantung. Umumnya kadar BNP akan berkurang setelah mendapatkan pengobatan.

    Angiogram

    Pemeriksaan angiogram dilakukan dengan menyuntikkan pewarna ke dalam pembuluh darah utama jantung untuk membantu mendeteksi penyakit jantung koroner atau penyempitan pembuluh darah arteri, yang dapat menyebabkan gagal jantung.

    Penanganan Gagal Jantung Kongestif

    Penanganan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan obat obatan dan pada beberapa kasus dapat menjalani prosedur operasi (misalnya pada kondisi : gangguan katup jantung).

    Bagaimana Cara Mencegah Gagal Jantung Kongestif ?

    Pencegahan lebih baik daripada mengobati, karena itu sebelum Sahabat menderita gagal jantung kongestif sebaiknya lakukan beberapa langkah pencegahan berikut:

    • Hentikan kebiasaan merokok
    • Terapkan pola makan yang sehat dan seimbang
    • Berolahraga secara teratur minimal 30 menit sehari atau total minimal 150 menit dalam seminggu
    • Beristirahat yang cukup

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    Demikian mengenai penyakit gagal jantung kongestif yang dapat Sahabat cegah dan atasi dengan pemberian obat maupun menjalani prosedur operasi.

    Apabila Sahabat perlu info lebih lanjut mengenai penanganan jantung dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Is It Congestive Heart Failure? [Internet]. Healthline. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/congestive-heart-failure
    2. Congestive heart failure: Causes, symptoms, and treatments [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/156849#types
    3. Ba, Social Distancing Q. Congestive Heart Failure and Heart Disease [Internet]. WebMD. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://www.webmd.com/heart-disease/guide-heart-failure
    Read More
  • Ketika Sahabat berhubungan intim pertama kali, mungkin muncul rasa berdebar atau khawatir. Namun di satu sisi Sahabat mungkin merasa bahagia yang bercampur-aduk dan hal ini sangatlah wajar. Baiknya perasaan tersebut jangan sampai mengganggu saat Sahabat berhubungan intim, sehingga berdampak pada ketidakharmonisan hubungan dengan pasangan. Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak […]

    Ingin Seks Pertama Lancar? Lakukan 5 Persiapan Mental Berikut Sebelum Berhubungan Intim

    Ketika Sahabat berhubungan intim pertama kali, mungkin muncul rasa berdebar atau khawatir. Namun di satu sisi Sahabat mungkin merasa bahagia yang bercampur-aduk dan hal ini sangatlah wajar.

    Baiknya perasaan tersebut jangan sampai mengganggu saat Sahabat berhubungan intim, sehingga berdampak pada ketidakharmonisan hubungan dengan pasangan.

    persiapan mental sebelum berhubungan intim

    Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak

    Agar hubungan seksual berjalan lancar, mari simak beberapa tips berikut :

    1. Berkomunikasi dengan Pasangan

    Sebelum melakukan hubungan intim pertama kali, sebaiknya jalin komunikasi dengan pasangan agar saling mengetahui perasaan masing masing. Jangan melakukan hubungan intim terburu-buru karena dapat membuat pasangan merasa kurang nyaman.

    2. Perhatikan Sinyal dari Pasangan

    Perhatikan sinyal dari pasangan untuk mengetahui kesiapan pasangan dalam berhubungan intim sebab, pada kenyataannya bisa saja pasangan merasa belum siap untuk berhubungan intim karena dipengaruhi berbagai faktor seperti sedang merasa lelah, muncul perasaan takut dan kondisi mood yang sedang tidak baik.

    3. Persiapkan Mood dengan Baik

    Apabila pasangan siap berhubungan intim, yang perlu Sahabat lakukan adalah mempersiapkan dan mempertahankan mood agar tetap baik.

    Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Gairah Pasangan

    Caranya bisa dengan menyiapkan suasana supaya lebih romantis dan sensual seperti menyalakan lilin aroma terapi, meredupkan lampu, maupun memutar lagu romantis agar hubungan intim pertama kali yang Sahabat dan pasangan lakukan menjadi berkesan.

    4. Siap Jika Mengalami Pendarahan

    Keluarnya darah saat berhubungan intim pertama kali adalah hal yang wajar karena robeknya selaput dara di vagina. Hal ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan.

    Produk Terkait: Jual Alat Bantu Seks

    Maka, sebelum berhubungan intim untuk pertama kalinya sebaiknya Sahabat dan pasangan diskusikan terlebih dahulu mengenai hal ini.

    5. Utamakan Kenyamanan

    Rata rata setiap orang berpendapat bahwa saat berhubungan intim harus mencapai orgasme, namun untuk mencapai hal tersebut sebaiknya Sahabat selalu mengutamakan kenyamanan ketika berhubungan intim dengan pasangan.

    Untuk mempersiapkan kenyamanan dan ketenangan saat hubungan intim, Sahabat dan pasangan dapat melakukan berbagai aktivitas bersama seperti melakukan yoga atau meditasi, berolahraga bersama, dan aktivitas lainnya.

    Selain melakukan persiapan diatas, jangan lupa melakukan beberapa hal berikut:

    • Mencuci tangan dan area kemaluan sebelum dan sesudah berhubungan intim.
    • Persiapkan alat kontrasepsi jika ingin menunda
    • Siapkan cairan pelumas untuk meminimalkan rasa sakit saat berhubungan intim
    • Rutin berolahraga
    • Hindari berganti pasangan seksual untuk mencegah penularan penyakit menular seksual

    Demikian mengenai persiapan mental sebelum berhubungan intim yang Sahabat dan pasangan dapat lakukan agar berjalan lancar.

    Baca Juga: 3 Fakta Seks Oral yang Perlu Sahabat ketahui

    Sahabat bisa berkonsultasi lebih lanjut mengenai hal ini secara online di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. 11 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berhubungan Intim [Internet]. Orami.co.id. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://www.orami.co.id/magazine/hal-yang-perlu-diperhatikan-sebelum-berhubungan-intim/
    2. Syarifah F. Siapkan 10 Hal Ini Sebelum Bercinta Pertama Kali [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/815558/siapkan-10-hal-ini-sebelum-bercinta-pertama-kali
    3. Sebelum Hubungan Seks Pertama Kali, Wanita Sebaiknya Siapkan 5 Hal Ini [Internet]. suara.com. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://jateng.suara.com/read/2021/02/27/212151/sebelum-hubungan-seks-pertama-kali-wanita-sebaiknya-siapkan-5-hal-ini?page=all
    4. Putra S. Ini Tips Malam Pertama yang Wajib Dipersiapkan [Internet]. wolipop. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://wolipop.detik.com/sex/d-4780544/ini-tips-malam-pertama-yang-wajib-dipersiapkan
    Read More
  • TBC atau tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, TBC merupakan penyakit dengan kasus penyebaran yang tinggi. Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kasus TBC terbesar […]

    Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin Covid 19?

    TBC atau tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, TBC merupakan penyakit dengan kasus penyebaran yang tinggi.

    penderita TBC menghadapi Covid-19

    Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kasus TBC terbesar ketiga di dunia setelah India dan Cina.

    Kemudian berdasarkan data Kementerian Kesehatan terbaru seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr. Siti Nadia Tarmizi pada Selasa, 23 Maret 2021, estimasi jumlah kasus TBC di Indonesia pada 2020 mencapai 845.000. Namun sepanjang 2020 tersebut hanya ditemukan sekitar 349.000-350.00 kasus.

    Angka kematian akibat TBC terbilang cukup tinggi, diperkirakan 13 orang per jam meninggal karena TBC. Di masa pandemi Covid-19 para penderita TBC harus lebih waspada karena baik TBC maupun Covid-19 adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui cipratan air liur (droplet), dan rentan menyerang anak, lansia serta penderita gangguan kronis paru.

    Gejala TBC hampir mirip dengan Covid-19, yaitu batuk, demam, hingga lemas. Meski demikian terdapat beberapa perbedaan, yaitu pada kondisi TBC tidak mengalami nyeri kepala maupun gangguan penciuman dan pengecap.

    Kedua penyakit tersebut sama-sama menyerang saluran pernapasan, sehingga penderita TBC menjadi lebih rentan terserang Covid-19. Bagaimana cara penderita TBC menjaga kesehatan di masa pandemi Covid 19? Mari kita simak penjelasan berikut :

    Cara Penderita TBC Menghadapi Pandemi Covid-19

    Minum Obat Secara Teratur

    Para penderita TBC disarankan untuk minum obat sesuai jadwal agar tetap menjaga daya tahan tubuh hingga dinyatakan sembuh.

    Menerapkan Protokol Kesehatan

    Di masa pandemi, para penderita TBC disarankan untuk tetap kontrol ke dokter agar diketahui perkembangan kondisinya.

    Terapkan protokol kesehatan pada saat beraktivitas di luar rumah maupun ketika kontrol ke dokter, meliputi mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, mengenakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi serta interaksi.

    Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Menerapkan Etika Batuk yang Tepat

    Agar tidak menularkan penyakit dan mencegah tertular penyakit maka penderita TBC perlu menerapkan etika batuk yang tepat ketika batuk maupun bersin, yaitu:

    • Mengenakan masker
    • Tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam.
    • Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu sekali pakai, dan buang di tempat sampah.
    • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama kurang lebih 20 detik.

    Gunakan Layanan Konsultasi Kesehatan Online

    Penderita TBC dapat menggunakan layanan konsultasi kesehatan online untuk tetap menjaga kesehatan selama masa pandemi sehingga memudahkan dalam mendapatkan penanganan secara medis.

    Apakah Penderita TBC Boleh Divaksinasi Covid-19?

    Pada awalnya, para penderita TBC tidak diperkenankan mendapatkan vaksinasi Covid-19 karena TBC merupakan salah satu penyakit komorbid yang kronis. Jika diberikan vaksin, dikhawatirkan berpotensi menimbulkan efek samping.

    Namun berdasarkan peraturan terbaru mengenai pemberian vaksin, penderita TBC diperbolehkan diberikan vaksin Covid-19 dengan catatan kondisi penyakit telah terkendali, membawa surat keterangan layak vaksinasi dari dokter, dan sudah menjalani pengobatan TBC lebih dari 2 minggu.

    Pemberian vaksin Covid-19 bagi penderita TBC diharapkan dapat memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap infeksi Covid-19.

    Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita TBC namun khawatir keluar rumah, mari manfaatkan layanan berobat dan konsultasi online dari Prosehat sehingga Sahabat tetap merasa aman dan nyaman. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 W. Waspada Tuberculosis di Tengah Pandemi, Ini Perbedaan dengan COVID-19 – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/waspada-tuberculosis-di-tengah-pandemi-ini-perbedaan-dengan-covid-19
    2. Pasien TBC Harus Lebih Waspadai Corona [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20200324/0633499/pasien-tbc-harus-lebih-waspadai-corona/
    3. Yustiawan A. Penderita TBC Diminta Harus Lebih Mewaspadai Virus Corona Covid-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4212442/penderita-tbc-diminta-harus-lebih-mewaspadai-virus-corona-covid-19
    4. COVID-19 W. Etika Batuk yang Baik – Masyarakat Umum | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/etika-batuk-yang-baik
    5. Alam S. Syarat Baru Vaksinasi, Ini yang Boleh dan Tak Boleh Disuntik Vaksin Corona [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5374231/syarat-baru-vaksinasi-ini-yang-boleh-dan-tak-boleh-disuntik-vaksin-corona
    6. Cara Sama Tanggulangi TBC dan COVID-19l [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210323/1937312/cara-sama-tanggulangi-tbc-dan-covid-19l/
    Read More
  • Pemerintah Indonesia sedang gencar memberikan vaksin kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Walaupun tidak banyak, sebagian masyarakat mungkin mengalami efek samping dari vaksin. Salah satu efek samping yang mungkin didapatkan adalah demam. Baca Juga: Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak […]

    Cara Mengatasi Demam Setelah Divaksin Covid-19

    Pemerintah Indonesia sedang gencar memberikan vaksin kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Walaupun tidak banyak, sebagian masyarakat mungkin mengalami efek samping dari vaksin. Salah satu efek samping yang mungkin didapatkan adalah demam.

    demam setelah divaksin

    Baca Juga: Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak menimbulkan efek samping yang serius.

    Dalam Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal (Dirjen) tentang pencegahan dan pengendalian penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19) telah dijelaskan secara umum bahwa, vaksin Covid-19 tidak menimbulkan reaksi pada tubuh ataupun apabila terjadi hanya menimbulkan reaksi yang ringan.

    Vaksinasi memicu perlawanan tubuh akan infeksi dengan menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung di dalam vaksin. Pemberian vaksin ini dapat memicu reaksi lokal atau sistemik (seluruh tubuh), seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam. Demam yang terjadi adalah bagian dari respon imun.

    Vaksin yang berkualitas adalah vaksin yang menimbulkan reaksi ringan seminimal mungkin, namun tetap memicu respons imun terbaik. Frekuensi terjadinya reaksi ringan vaksinasi biasanya ditentukan oleh jenis vaksinnya.

    Dalam surat keputusan yang ditetapkan oleh Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Muhammad Budi Hidayat mengatakan, bahwa reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 hampir sama dengan vaksin lainnya.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, demam adalah efek samping yang umum dari vaksinasi. Jadi, Sahabat Sehat, sangat penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika mengalami demam setelah mendapatkan vaksin Covid-19.

    Alasan Munculnya Demam Setelah Divaksin

    Sahabat Sehat harus tahu, pada awalnya, tubuh belum mengenali virus dan dianggap seperti benda asing. Ketika disuntikkan vaksin, tubuh akan membentuk antibodi/kekebalan tubuh untuk mengenali protein virus.

    Karena sistem kekebalan tubuh dihidupkan oleh vaksin, tubuh akan meresponsnya dengan mengeluarkan mediator radang atau inflamasi yang menyebabkan demam. Terkadang, reaksi tubuh terhadap vaksin ini berbeda-beda, sehingga tidak semua orang yang divaksin akan mengalami demam.

    Tidak Perlu Khawatir

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir jika setelah vaksinasi mengalami demam karena demam pasca vaksinasi dalam konteks efek samping vaksin adalah suatu hal yang normal. Biasanya efek samping pasca vaksin akan cenderung hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Untuk mengatasi reaksi seperti demam, petugas kesehatan biasanya menganjurkan penerima vaksin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, mengompres atau mandi air hangat, dan meminum obat parasetamol sesuai dosis.

    Jangan ragu untuk menghubungi dokter apabila terdapat gejala tambahan, seperti sakit di leher, diare, sesak napas ataupun batuk, atau pun bila Sahabat memiliki beberapa pertanyaan terkait reaksi pasca vaksin.

    Produk Terkait: Jual Obat Batuk

    Istirahat yang Cukup

    Jika Sahabat Sehat mengalami gejala demam setelah divaksin, Sahabat harus bisa memastikan tubuh mendapat waktu tidur dan asupan air yang cukup karena hidrasi dan istirahat yang cukup bisa bermanfaat bagi pasien yang mengalami demam pasca vaksinasi.

    Prof. Dr. Hindra Irawan Satari, Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), pasca vaksin Covid-19 Sinovac, menjawab pertanyaan mengenai laporan efek samping dari beberapa orang seperti demam hingga lemas. Sebagian besar gejala pasca vaksin merupakan gejala ringan, seperti demam, pegal, nyari tempat suntikan, dan kemerahan, yang pada umumnya tidak memerlukan pengobatan.

    Namun, apabila didapatkan reaksi berat pasca vaksin dan sebelumnya memiliki riwayat penyakit komorbid, pasien mungkin perlu rawat inap dan membutuhkan tindakan segera.

    Sahabat Sehat, sekarang sudah paham kan mengapa Sahabat Sehat bisa mengalami demam setelah vaksin. Demam memang efek samping ringan yang umum ditemukan dari vaksin Covid-19.

    Bagi Sahabat Sehat yang memang mengalami efek samping demam karena vaksin Covid-19, tidak perlu khawatir. Sahabat hanya perlu menjaga asupan cairan dan istirahat cukup. Perlu diingat juga, biasanya, efek samping ringan dari vaksin Covid-19 bisa hilang dengan sendirinya hanya dalam waktu beberapa hari.

    Namun, apabila Sahabat Sehat merasa keluhan tidak kunjung hilang atau bertambah berat, Sahabat bisa segera melapor ke dokter dan menceritakan keluhan yang dirasakan.

    Satu hal yang perlu diingat juga, walaupun Sahabat Sehat telah divaksinasi, bukan berarti Sahabat Sehat tidak bisa terpapar Covid-19. Sahabat Sehat harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Pastikan Sahabat Sehat tetap menjaga diri sendiri dan juga keluarga agar terhindar dari virus yang berbahaya ini. Sampai dengan pandemi Covid-19 ini berakhir di Indonesia atau bahkan dunia, Sahabat Sehat baru bisa sedikit melonggarkan kebiasaan-kebiasaan seperti sekarang.

    Terakhir, jangan takut divaksin hanya karena takut terjadi efek samping yang didapat oleh tubuh. Dukung lah pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19, agar Indonesia segera bebas dari Covid-19.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi seputar vaksinasi Covid-19 Sahabat bisa mengonsultasikannya pada para dokter di Prosehat melalui layanan konsultasi online. Info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media, K., 2021. 3 Reaksi yang Mungkin Terjadi Setelah Divaksin Covid-19 Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://health.kompas.com/read/2021/01/14/140700468/3-reaksi-yang-mungkin-terjadi-setelah-divaksin-covid-19?page=all[Accessed 20 March 2021].
    2. Astutik, Y., 2021. Dari Demam Hingga Lemas, Ini Efek Samping Pasca Vaksin Covid. [online] news. Available at: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210120132626-4-217424/dari-demam-hingga-lemas-ini-efek-samping-pasca-vaksin-covid. [Accessed 20 March 2021].
    3. Media, K., 2021. Jika Demam Pasca-vaksinasi Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan? Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/02/25/105109320/jika-demam-pasca-vaksinasi-covid-19-apa-yang-harus-dilakukan?page=all. [Accessed 20 March 2021].

     

    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 telah berjalan di Indonesia. Bahkan, saat ini pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan menekan angka pertambahan kasus Covid-19. Bagi Sahabat Sehat yang telah divaksinasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah tentang makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi. Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat […]

    Daftar Makanan Boleh dan Tidak Boleh Setelah Vaksinasi Apa Saja?

    Vaksinasi Covid-19 telah berjalan di Indonesia. Bahkan, saat ini pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan menekan angka pertambahan kasus Covid-19.

    Bagi Sahabat Sehat yang telah divaksinasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah tentang makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi.

    makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi

    Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Saat Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tingkat efektivitas vaksin yang telah diberikan atau telah masuk ke dalam tubuh.

    Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari setelah vaksinasi, agar vaksin tetap bekerja secara efektif

    Minuman bersoda atau manis

    Apabila Sahabat Sehat telah melakukan vaksinasi, Sahabat Sehat disarankan tidak mengonsumsi minuman yang bersoda ataupun manis. Pasalnya, minuman jenis ini tidak memiliki satu pun manfaat bagi kesehatan.

    Bahkan, minuman bersoda dan manis berisiko menambah berat badan, penyakit diabetes, kerusakan pada gigi, pembentukan lemak, kolesterol tinggi, dan masih banyak lagi risiko kesehatan lainnya.

    Minuman beralkohol

    Sahabat Sehat sebaiknya menghindari atau tidak meminum minuman beralkohol setelah divaksinasi. Alkohol dikhawatirkan dapat mempengaruhi respons vaksin dalam membentuk pertahanan melawan virus.

    Sebuah studi pernah menemukan bahwa mengonsumsi alkohol akan berdampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh. Karena itu, setelah Sahabat Sehat melakukan vaksinasi lebih baik jangan dulu atau menghindari minuman beralkohol.

    Makanan cepat saji

    Makanan cepat saji sangat jelas bukan pilihan yang tepat apabila dikonsumsi sehabis vaksin. Makanan cepat saji dibuat melalui proses yang tinggi dengan tambahan lemak jenuh dan juga garam yang tinggi. Sehingga, tidak baik dikonsumsi jika Sahabat Sehat selesai melaksanakan vaksinasi.

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Minuman berenergi

    Minuman berenergi mengandung stimulan, seperti kafein yang bisa membebani kelenjar adrenal dan bersifat adiktif. Bahkan, bukan hanya mengandung stimulan seperti kafein, minuman berenergi biasanya mengandung gula dengan jumlah yang cukup tinggi.

    Makanan olahan

    Makanan olahan bisa didefinisikan sebagai makanan yang telah diubah dari bentuk aslinya atau dilakukan dengan proses pabrik. Makanan seperti ini biasanya dilakukan dengan proses tinggi, yang cenderung dibuat dengan bahan yang tidak sehat, seperti gula dan lemak jenuh.

    Sebagian Sahabat Sehat yang telah melakukan vaksinasi mungkin mengalami efek samping dari vaksin yang didapat. Efek samping tersebut bisa diakibatkan dari peradangan yang terjadi di dalam tubuh karena tubuh bereaksi terhadap protein dan bekerja melawan infeksi yang dirangsang oleh pemberian vaksin. Demam, nyeri lengan, nyeri tubuh, dan pegal merupakan beberapa gejala yang umum ditemukan setelah vaksinasi.

    Dengan demikian, Sahabat Sehat juga juga disarankan untuk mengonsumsi beberapa makanan untuk menambah kekebalan tubuh agar mendukung pemulihan yang cepat.

    Berikut makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah vaksinasi

    Mengonsumsi makanan yang mengandung air tinggi

    Asupan yang mengandung air tinggi sangat penting guna meringankan efek samping setelah vaksin. Jadi, apabila Sahabat Sehat merasa tidak enak badan setelah mendapatkan vaksin Covid-19, makanan yang cocok dikonsumsi adalah makanan yang berkuah atau makanan yang mengandung sayuran seperti kangkung, kacang-kacangan, kentang, dan juga brokoli.

    Jenis sayuran yang disebutkan tersebut diketahui mengandung banyak nutrisi yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

    Mengonsumsi sup ayam

    Penelitian dalam jurnal Chest membuktikan bahwa sup ayam mengandung anti-inflamasi ringan. Meskipun tidak pasti elemen mana yang bisa membantu dan memiliki efek pengobatan yang bermanfaat, komponen yang ada di dalam sup ayam, seperti ayam, wortel, selederi, peterseli, garam, dan merica diketahui bisa membantu dalam melawan peradangan.

    Sup kaldu tulang

    Sup kaldu tulang mengandung asam amino yang disebut glisin dan arginin, yang memang diketahui memiliki efek anti-inflamasi yang kuat. Jadi, jika Sahabat Sehat tidak ingin makan apa pun, Sahabat Sehat cukup saja menyesap kuah dari kaldu tulang.

    Makanan vegetarian

    Jika Sahabat Sehat adalah orang yang tidak mengonsumsi daging atau biasa disebut vegetarian, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi sup yang berisi makanan yang meningkatkan kekebalan tubuh, seperti kangkung, kacang-kacangan, kentang, dan brokoli.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu kan makanan apa saja yang bisa dikonsumsi setelah vaksin dan tidak boleh dikonsumsi setelah vaksin. Mulai sekarang, perhatikan ya, makanan apa saja yang sebaiknya dihindari setelah vaksin.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mencegahnya

    Jangan sampai setelah Sahabat Sehat melakukan vaksin, bukan kekebalan tubuh yang didapat, tetapi mengakibatkan sakit. Jangan lupa juga, walaupun Sahabat Sehat telah divaksinasi, tetap patuhi protokol kesehatan, karena vaksinasi bukan berarti tidak akan terpapar Covid-19.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut seputar vaksinasi Covid-19, silakan konsultasikan secara online dengan dokter-dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Republika Online. 2021. Ini Makanan yang Direkomendasikan Usai Vaksin Covid-19 Republika Online. [online] Available at: https://www.republika.co.id/berita/qpnnfb423/ini-makanan-yang-direkomendasikan-usai-vaksin-covid19-part1 [Accessed 20 March 2021].
    2. Media, K., 2021. Tidak Enak Badan Usai Dapat Vaksin Covid-19, Coba Konsumsi Makanan Ini Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://health.kompas.com/read/2021/03/05/180800868/tidak-enak-badan-usai-dapat-vaksin-covid-19-coba-konsumsi-makanan-ini?page=all [Accessed 20 March 2021].
    3. Kusumo, R., 2021. Catat! 5 Makanan yang ‘Diharamkan’ Setelah Vaksin Corona. [online] lifestyle. Available at: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20210314133427-33-229981/catat-5-makanan-yang-diharamkan-setelah-vaksin-corona [Accessed 20 March 2021].
    Read More
  • Di masa pandemi  Covid-19, menjadi suatu keharusan untuk menggunakan masker agar terhindar dari virus yang ditularkan melalui air liur. Air liur yang berada di dalam mulut mengandung  ratusan mikroorganisme, termasuk bakteri berbahaya dan dapat menjadi salah satu cara penularan penyakit tertentu. Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka? Bagaimana cara air liur menyebarkan […]

    Begini Cara Air Liur Menyebarkan Virus dan Risiko Penyakitnya

    Di masa pandemi  Covid-19, menjadi suatu keharusan untuk menggunakan masker agar terhindar dari virus yang ditularkan melalui air liur. Air liur yang berada di dalam mulut mengandung  ratusan mikroorganisme, termasuk bakteri berbahaya dan dapat menjadi salah satu cara penularan penyakit tertentu.

    cara air liur menyebarkan virus

    Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?

    Bagaimana cara air liur menyebarkan virus?

    Virus dalam air liur dapat ditularkan melalui beberapa cara berikut :

    Berciuman

    Berciuman merupakan salah satu tindakan kasih sayang yang paling umum dilakukan setiap pasangan, namun ternyata hal tersebut justru dapat menjadi salah satu cara penyebaran virus. Virus pada air liur dapat masuk ke dalam tenggorokan dan paru-paru.

    Bersin

    Bersin juga diketahui dapat menyebarkan virus. Saat seseorang bersin, udara yang keluar secara tiba-tiba dan kuat dapat mendorong tetesan lendir dan air liur dengan kecepatan 100 mil per jam. Namun hal tersebut dapat dihindari jika Sahabat menjaga jarak dengan orang lain dan menggunakan masker.

    Berbagi Sikat Gigi

    Menggunakan sikat gigi bersama sama, juga dapat menyebarkan virus melalui air liur. Jika Sahabat berbagi sikat gigi, maka dapat bersentuhan dengan air liur orang lain dan berisiko menularkan infeksi virus maupun kuman. Risiko ini akan meningkat jika Sahabat memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Berbagi Alat Makan

    Penggunaan alat makan dan minum yang sama, dapat menjadi salah satu cara penularan virus dan kuman lainnya. Sehingga Sahabat sebaiknya menggunakan alat makan dan minum pribadi terutama di masa pandemi Covid 19.

    Jenis Penyakit yang Ditularkan Melalui Air Liur

    Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang dapat ditularkan melalui air liur:

    TBC

    TBC atau tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat ditularkan melalui cipratan air liur. Umumnya, bakteri penyebab TBC menginfeksi paru. Namun dalam beberapa kasus, bakteri tersebut juga dapat menyerang tulang, usus, kelenjar getah bening atau organ tubuh lainnya.

    Produk Terkait: Imunisasi BCG

    Influenza

    Virus influenza dapat menyebar melalui cipratan air liur yang dikeluarkan saat bersin atau batuk, ditandai dengan keluhan sakit tenggorokan, demam, pegal di seluruh tubuh dan hidung berair. Umumnya keluhan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 5-7 hari.

    Produk Terkait: Vaksinasi Flu

    Meningitis

    Meningitis adalah kondisi infeksi dan peradangan di lapisan otak, dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau protozoa melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita serta cipratan air liur yang tersebar di udara. Meningitis dapat ditandai dengan keluhan demam, sakit kepala, kaku pada leher, penurunan kesadaran hingga kejang.

    Produk Terkait: Vaksinasi Meningitis

    Pneumonia

    Pneumonia adalah salah satu infeksi pernapasan yang dapat ditularkan melalui udara dan cipratan air liur penderitanya, ditandai dengan keluhan batuk berdahak, demam, sesak napas, serta nyeri dada.

    Produk Terkait: Vaksinasi Pneumonia

    Penyakit Gusi

    Bakteri dalam air liur dapat membentuk plak di gigi dan di bawah garis gusi, sehingga menimbulkan radang gusi dan sakit gigi.

    Baca Juga: Penyakit Gigi dan Gusi yang Sering Terjadi dan Penanganannya

    Covid-19

    Cipratan air liur penderita Covid-19 baik saat bersin, tertawa maupun batuk berisiko menularkan infeksi Covid-19 pada orang lain.

    Karena air liur dapat menjadi salah satu cara penyebaran penyakit, Sahabat Sehat harus tetap waspada dan melakukan pencegahan salah satunya dengan melakukan vaksinasi yang dapat diperoleh dari Prosehat. Vaksinasi dari Prosehat memiliki banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 3 Cara Air Liur Bisa Menularkan Penyakit Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/03/18/120000568/3-cara-air-liur-bisa-menularkan-penyakit?page=all
    2. Media K. Dapatkah Covid-19 Menular Melalui Makanan? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/08/30/133400768/dapatkah-covid-19-menular-melalui-makanan-?page=all
    3. Waspadai, 6 penyakit ini menular lewat mulut! | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/waspadai-6-penyakit-ini-menular-lewat-mulut.html
    Read More
  • Di masa tumbuh-kembang, anak-anak rentan terhadap berbagai infeksi kuman salah satu contohnya adalah impetigo, yaitu suatu infeksi pada kulit. Baca Juga: Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak  Infeksi kulit ini lebih sering diderita anak-anak pada usia 2-5 tahun daripada orang dewasa, dan diperkirakan sekitar 162 juta orang anak di seluruh dunia mengalami impetigo dan lebih […]

    Kenali Impetigo, Infeksi Kulit pada Anak yang Sering Dialami di Masa Tumbuh-Kembang

    Di masa tumbuh-kembang, anak-anak rentan terhadap berbagai infeksi kuman salah satu contohnya adalah impetigo, yaitu suatu infeksi pada kulit.

    infeksi kulit pada anak

    Baca Juga: Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak 

    Infeksi kulit ini lebih sering diderita anak-anak pada usia 2-5 tahun daripada orang dewasa, dan diperkirakan sekitar 162 juta orang anak di seluruh dunia mengalami impetigo dan lebih sering terjadi di negara berkembang maupun negara miskin. Impetigo dapat ditularkan melalui sentuhan kulit penderitanya.

    Penularan biasanya terjadi setelah anak selesai bermain dan memegang benda yang sebelumnya sudah dipakai oleh orang yang menderita infeksi kulit ini, yang ditandai dengan munculnya luka kecil atau ruam pada kulit.

    Penyebab Impetigo

    Impetigo disebabkan oleh bakteri bernama Staphylococcus aureus (S.aureus) atau Streptococcus pyogenes (S.pyogenes).Bakteri ini dapat menginfeksi  lapisan kulit luar, misal pada wajah, lengan, dan tungkai.

    Bakteri tersebut dapat berkembang biak dalam kondisi cuaca yang panas serta lembab, sehingga kasusnya dapat memuncak di saat cuaca panas dan akan menurun saat musim dingin.

    Pada anak-anak, impetigo dapat terjadi ketika kulit anak terluka atau tergores karena gigitan serangga. Anak berisiko menderita impetigo jika mengalami salah satu kondisi di bawah ini:

    • Menderita diabetes.
    • Tinggal di iklim yang hangat atau
    • Menderita gangguansistem kekebalan
    • Menjalani cuci darah.
    • Riwayat gigitan serangga.
    • Sering berolahraga.
    • Memiliki riwayat gangguan kulit seperti eksim, ataupun gangguan psoriasis.
    • Kulit terbakar sinar matahari atau mengalami luka bakar.

    Jenis & Gejala Impetigo

    Gejala impetigo dapat mulai dirasakan dalam kurun waktu 4-10 hari setelah terpapar oleh bakteri, dapat diawali dengan keluhan demam, tidak enak badan, maupun pembesaran kelenjar getah bening. Gejala lainnya dapat dibedakan sesuai jenis impetigo, sebagai berikut:

    Impetigo NonBulosa

    Diperkirakan 70% impetigo merupakan jenis impetigo nonbulosa, yang ditandai dengan gejala:

    • Kemerahan, luka gatal di sekitar mulut dan hidung
    • Luka pecah, meninggalkan kulit merah, dan iritasi di sekitarnya
    • Kulit berkerak berwarna kuning kecoklatan
    • Ketika kulit sembuh terdapat bintik kemerahan yang memudar dan tidak meninggalkan bekas pada kulit

    Impetigo Bulosa

    Ditandai dengan gejala berikut :

    • Muncul lepuhan atau bintikberisi cairan bening yang dapat terlihat keruh, serta tidak dikelilingi oleh area kemerahan
    • Lepuhan atau bintik menjadi lunak dan pecah
    • Bentuk luka kekuningan dan berkerak di area lepuhan yang pecah
    • Lepuhan atau bintik biasanya tidak meninggalkan bekas luka pada kulit saat sudah sembuh

    Ecthyma

    Merupakan jenis impetigo yang terjadi bila tidak ditangani dengan baik, dan dapat ditandai dengan gejala berikut :

    • Muncul lepuhan atau pun luka lecet yang terasa nyeri pada kulit bokong, paha, tungkai, pergelangan kaki, dan kaki
    • Lepuhan berubah menjadi luka yang berisi nanah dengan kerak yang tebal
    • Kulit di sekitar luka sering kali tampak merah
    • Luka sembuh secara perlahan dan dapat meninggalkan bekas pada kulit setelah  penyakit sembuh

    Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?

    Bagaimana Cara Mengatasi Impetigo?

    Impetigo dapat diatasi dengan pemberian obat dan menjaga kesehatan kulit. Dokter umumnya memberikan obat salep serta antibiotik untuk melawan infeksi pada kulit.

    Produk Terkait: Jual Salep Ruam 

    Jika ditangani dengan baik, impetigo dapat menunjukan perbaikan dalam waktu 7-10 hari. Namun proses pemulihan dapat membutuhkan waktu lebih lama jika ada infeksi lain pada kulit.

    Untuk mencegah terjadinya impetigo, dapat melakukan beberapa hal berikut :

    • Bersihkan benda-benda yang sering disentuh oleh anak seperti mainan, kaus, seprai, karpet, boneka bulu, kasur lipat, handuk, maupun sofa.
    • Cuci hingga bersih dan sebaiknya dijemur di bawah sinar matahari.
    • Anjurkan anak untuk mandi teratur.
    • Gunting kuku jari secara berkala.
    • Cuci tangan teratur sebelum dan setelah makan serta setiap habis bermain.
    • Berikan sayur, buah yang kaya akan vitamin C.
    • Beri air putih yang cukup.

    Nah, itulah Sahabat Sehat mengenai impetigo yang merupakan salah satu jenis infeksi kulit pada anak yang seringkali dialami pada masa tumbuh-kembang.

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai impetigo dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Danti N. Infeksi Kulit Impetigo: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya [Internet]. POPMAMA.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/nisrina-danti/infeksi-kulit-impetigo/7
    2. Afani A. Kenali Impetigo Bulosa, Infeksi Bakteri yang Sering Menyerang Kulit Balita [Internet]. parenting. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.haibunda.com/parenting/20201104165610-60-171348/kenali-impetigo-bulosa-infeksi-bakteri-yang-sering-menyerang-kulit-balita#
    3. Irawan D. Mengenal Impetigo Bulosa, Infeksi Kulit Pada Anak yang Muncul di Musim Pancaroba [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3361887/mengenal-impetigo-bulosa-infeksi-kulit-pada-anak-yang-muncul-di-musim-pancaroba
    Read More
  • Di tengah situasi pandemi seperti ini, bukan merupakan hal aneh lagi apabila seseorang mengalami mental block atau kehilangan kendali saat berpikir. Mental block sendiri ialah suatu kondisi seseorang tidak dapat berkonsentrasi dan tidak dapat berpikir jernih. Kondisi seperti ini juga biasa disebut dengan kelelahan mental. Baca Juga: Mengenal Mental Block, Mulai dari Gejala hingga Terapi Khusus untuk Mengatasinya […]

    7 Jenis Mental Block yang Perlu Sahabat Ketahui, Apa Saja?

    Di tengah situasi pandemi seperti ini, bukan merupakan hal aneh lagi apabila seseorang mengalami mental block atau kehilangan kendali saat berpikir. Mental block sendiri ialah suatu kondisi seseorang tidak dapat berkonsentrasi dan tidak dapat berpikir jernih. Kondisi seperti ini juga biasa disebut dengan kelelahan mental.

    jenis mental block

    Baca Juga: Mengenal Mental Block, Mulai dari Gejala hingga Terapi Khusus untuk Mengatasinya

    Umumnya mental block sering dialami oleh seseorang ketika menulis, merencanakan perjalanan, sedang dalam pengerjaan proyek, atau bahkan ketika sedang berolahraga. Pada awalnya kondisi seperti ini dianggap biasa saja, tetapi jika kondisi seperti ini terjadi terlalu sering bisa membebani psikologi dan fisik seseorang.

    Mental block dapat dialami oleh semua orang, mulai dari pelajar, mahasiswa, bahkan pekerja. Biasanya gejala dari mental block ini tidak ada hubungannya dengan usia seseorang, justru sering dialami oleh orang yang sedang semangat-semangatnya. Jadi mungkin saja bisa memberikan dampak negatif pada kinerja seseorang.

    Serangan mental block memiliki beberapa jenis yang sangat beragam, mungkin salah satunya pernah Sahabat alami tanpa disadari.

    Berikut ini adalah 7 jenis mental block yang paling umum terjadi berdasarkan laman Asian Efficency:

    1. Self-doubt

    Self-doubt adalah suatu fenomena munculnya keraguan pada diri sendiri. Kondisi ini seringkali terjadi dibawah alam sadar. Meskipun telah berupaya sekuat tenaga untuk memberi hasil yang terbaik,  perasaan itu tetap hadir.

    Yang lebih parah, apabila seseorang merasa sudah menjadi penipu yang mengaku ahli dalam bidang pekerjaan tersebut, namun kenyataannya mereka hanya dihinggapi perasaan cemas. Keraguan diri ini sangat membuat seseorang menjadi tidak berdaya, sehingga mempengaruhi kepercayaan diri.

    Biasanya orang yang tidak dapat mengatasi self-doubt dengan tepat, akan berujung pada kurangnya kepercayaan diri, dan sebaliknya, orang yang dapat mengatasi dengan kondisi ini dengan tepat akan mendapatkan manfaat yang lebih baik.

    Pada umumnya, self-doubt disebabkan oleh dua hal yaitu inner voice negatif dan perasaan yang kurang baik. Suara ini dapat memilik beragam bentuk, mulai dari kritik negatif hingga ingatan terhadap kesalahan, kesedihan serta kekecewaan yang pernah terjadi dimasa lalu.

    Hal inilah yang memicu rasa ketakutan berlebih, sehingga berujung pada hilangnya keyakinan akan masa depan yang cerah.

    2. Indecision

    Sifat indecision ini dimiliki oleh seseorang yang terlalu fokus akan suatu penilaian di setiap keputusan, dengan adanya pola pikir “sebuah pilihan akan menentukan keberhasilan atau kegagalan di waktu yang akan datang”.

    Sifat seperti ini akan membawa seseorang pada kondisi mental block, karena terlalu banyaknya energi yang dikeluarkan dalam membuat sebuah keputusan, sehingga lupa dengan perioritas lainnya.

    3. Fixed Mindset

    Fixed mindset dapat diartikan sebagai pola pikir yang memegang kepercayaan bahwa bakat atau kecerdasan yang dimiliki seseorang adalah bersifat tetap dan tidak akan berubah. Pengidap fixed mindset ini selalu percaya jika mereka adalah orang yang “cerdas” sehingga tidak memerlukan usaha yang lebih dan bekerja keras untuk mencapai kesuksesan.

    Baca Juga: 7 Tips Wanita Sukses Biar Kamu Makin Sukses

    Dengan pola pikir yang kaku seperti ini dapat menyebabkan seseorang sibuk memikirkan sesuatu dari masa lampau dan takut untuk mencoba hal baru. Hal inilah yang membentuk pemahaman tentang kemampuan seseorang terbatas pada hal tertentu, sehingga senang berada di zona nyaman dan kurang tertarik mempelajari hal baru.

    4. Comparison

    Suatu kondisi dimana seseorang memiliki sifat yang senang membandingkan diri sendiri dengan orang lain dapat mengakibatkan terjadinya mental block.

    Seseorang yang memiliki sifat seperti ini cenderung akan menganggap bahwa kesuksesan orang lain adalah ancaman bagi dirinya, sehingga mereka bisa menjadi seseorang yang pesimis dan sering mengalami kepanikan atau stres.

    5. Uncertainty

    Uncertainty atau ketidakpastian merupakan kondisi seseorang yang gagal menemukan cara dalam membuat membuat keputusan. Ketidakpastian ini juga dapat menghalangi seseorang untuk melaksanakan keputusan yang telah dibuat.

    Pada umumnya kondisi ini datang disaat seseorang dihadapkan oleh banyaknya pilihan yang pada dasarnya sama, sehingga banyak waktu yang terbuang sia-sia.

    6. No Limits

    Kemampuan seseorang dalam multi-tasking tidak sepenuhnya dapat membantu, karena justru dapat memacu seseorang untuk terus melakukan berbagai aktivitas dengan fokus yang terpecah-pecah.

    Apabila kemampuan tersebut terus dijalankan dapat membuat seseorang jadi kewalahan dan perkembangan diri yang dihasilkan kurang sepadan dengan energi yang telah dikeluakan. Selain itu, juga dapat membuat mereka mengalami kebuntuan dalam melakukan pekerjaan.

    7. Tunnel Vision

    Suatu kondisi seseorang mengurung diri dalam khayalan cara berpikirnya sendiri. Meskipun begitu, mereka tidak dapat menentukan seberapa ketepatan perspektif tersebut, dan pada akhirnya jadi tidak bisa berpikir objektif untuk menemukan solusi lainnya yang lebih mudah.

    Dengan memiliki sifat seperti ini, seseorang bisa jadi kehilangan ide, sulit konsentrasi, dan tidak bisa berpikir dengan jelas sehingga dapat menganggu kinerjanya sendiri maupun lingkungan disekitarnya.

    Untuk mengurangi risiko yang terjadi akibat mental block, Sahabat dapat melakukan beberapa cara dalam mengatasinya, seperti:

    1. Menata ulang pola pikir
    2. Fokus pada masa sekarang
    3. Selesaikan tugas yang termudah
    4. Beristirahatlah saat diperlukan
    5. Buatlah lingkungan sekitar menjadi nyaman, supaya produktivitas Sahabat dalam bekerja dapat meningkat.

    Demikian penjelasan mengenai 7 jenis mental block yang sering dijumpai. Apabila sahabat merasa sedang mengalami salah satunya atau bahkan semuanya, sahabat tidak perlu khawatir dan panik. Sahabat dapat mengatasinya mulai dari menata ulang pola pikir dan beristirahat sejenak.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Apabila kondisi Sahabat tidak juga membaik setelah melakukan beberapa cara penanganan diatas, alangkah baiknya jika sahabat segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater.

    Namun sahabat tidak perlu khawatir jika harus pergi keluar rumah, karena Sahabat Sehat dapat langsung berkonsultasi secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. id. 2021. Mengenal 7 Bentuk Mental Block dan Cara Mengatasinya – Tirto.ID. [online] Available at: <https://tirto.id/mengenal-7-bentuk-mental-block-dan-cara-mengatasinya-f87X> [Accessed 16 March 2021].
    2. Glints Blog. 2021. Mental Block: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya – Glints Blog. [online] Available at: <https://glints.com/id/lowongan/mental-block/#.YFA5iZ37S03> [Accessed 16 March 2021].
    3. 2021. Mengenal Self-Doubt dan Cara Mengatasinya. [online] Available at: <https://kumparan.com/berita-hari-ini/mengenal-self-doubt-dan-cara-mengatasinya-1t9L4xAPGQ0/full> [Accessed 18 March 2021].
    4. Evans, P., 2021. 7 Mental Blocks Preventing Your Success. [online] Entrepreneur. Available at: <https://www.entrepreneur.com/article/281556> [Accessed 18 March 2021].
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja