Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: irfan.seo@tanyadok.com

Irfan

About Irfan

Showing 111–120 of 435 results

  • World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa masalah obesitas masih menjadi hal serius yang dihadapi oleh seluruh masyarakat di dunia. Karena, dari obesitas berbagai macam penyakit serius bisa berkembang, seperti stroke, serangan jantung, ataupun diabetes. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Sehingga angka kematian karena penyakit tersebut pun semakin meningkat pada setiap tahunnya. Karena itu, setiap […]

    Cara Tepat Memantau Berat Badan Beserta Alasannya

    World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa masalah obesitas masih menjadi hal serius yang dihadapi oleh seluruh masyarakat di dunia. Karena, dari obesitas berbagai macam penyakit serius bisa berkembang, seperti stroke, serangan jantung, ataupun diabetes.

    cara tepat memantau berat badan

    Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung

    Sehingga angka kematian karena penyakit tersebut pun semakin meningkat pada setiap tahunnya. Karena itu, setiap orang disarankan untuk selalu memantau berat badannya.

    Bahkan, memantau berat badan secara rutin telah menjadi kampanye yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan tema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau (Germas). Dan pada akhirnya, setiap orang disarankan agar selalu menjaga bobot tubuhnya, agar jangan sampai obesitas.

    Cara Tepat Memantau Berat Badan Sehat atau Tidak

    Berikut beberapa cara tepat memantau berat badan Sahabat Sehat masih masuk ke dalam kategori sehat atau tidak:

    Lingkar pinggang

    Jika ada orang yang berat badannya mungkin tidak terlalu tinggi, namun memiliki perut yang buncit, bisa dikatakan tidak sehat dan berisiko terkena diabetes serta penyakit jantung. Riset yang dilakukan di Newcastle University juga membuktikan bahwa pinggang dan perut yang besar bisa berkaitan dengan risiko penyakit kanker usus.

    Sahabat Sehat bisa memantau berat badan dengan cara mengukur lingkar pinggang dengan cara memasang tali meteran tepat di atas tulang pinggul, sekitaran pusar. Bagi pria, lingkar pinggang yang wajar adalah berada di bawah sekitar 100 cm. sedangkan bagi wanita lingkar pinggang yang wajar adalah di bawah 90 cm.

    Denyut jantung istirahat

    Sahabat Sehat bisa mengukur denyut jantung istirahat apabila sedang istirahat dan tidak habis melakukan aktivitas melelahkan. Caranya dengan meletakkan dua buah jari di nadi yang terletak di sekitar tangan atau leher, kemudian hitung berapa banyak jumlah denyut yang ada dalam waktu satu menit.

    Ukuran yang normal, seharusnya pada setiap menit ada sebanyak 60 sampai 100 denyutan. Apabila seseorang menganut gaya hidup yang minim olahraga, denyut jantungnya akan lebih cepat dari jumlah denyut normal.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Hal tersebut terjadi karena harus bekerja lebih kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal tersebut bisa berisiko bagi penyakit jantung jadi meningkat.

    Menghitung rata-rata tingkat metabolime basal

    Rata-rata tingkat metabolisme basal atau yang biasa disebut basal metabolic rate (BMR) adalah menghitung faktor tinggi, berat, usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas untuk menghitung jumlah kalori yang dibakar seseorang ketika dirinya sedang beristirahat.

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Dan biasanya dari ukuran tersebut, Sahabat Sehat bisa mengetahui berapa banyak jumlah kalori yang harus dipangkas setiap harinya, guna mencapai target berat badan yang normal. Namun, cara mengukurnya bisa dilakukan sendiri ataupun dengan menggunakan bantuan aplikasi pengukur yang telah tersedia.

    Persentase lemak tubuh

    Angka persentase lemak tubuh bisa menunjukkan prediksi jumlah lemak berlebih yang dimiliki oleh tubuh. Biasanya untuk mengetahuinya diperlukan bantuan alat yang bisa bekerja dengan cara mengirimkan sinyal elektrik ke seluruh tubuh.

    Serta kemudian bisa juga menghitung berapa banyak jumlah lemak yang ada di dalam tubuh dan berapa jumlah jaringan padat lainnya.

    Bagi pria, lemak tubuh yang masih dianggap normal adalah sekitar tujuh sampai 18%. Sedangkan bagi wanita, ukuran lemak tubuh yang masih dianggap normal adalah 20-32%.

    Alasan Harus Memantau Berat Badan Secara Rutin

    Ahli kesehatan menyarankan, setiap orang agar memantau berat badannya secara rutin. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu cara agar menghindari terkenanya obesitas.

    Saat Sahabat Sehat memantau berat badan, Sahabat Sehat bisa tahu apakah berat badan mulai naik atau turun. Sehingga Sahabat Sehat bisa memulai memperbaiki pola makan menjadi lebih sehat dan menambah aktivitas fisil lainnya, seperti olahraga.

    Baca Juga: Sudah Olahraga, Kok Berat Badan Tetap Naik?

    Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dikeluarkan oleh Pemerintah, disebutkan bahwa angka obesitas di Indonesia meningkat sejak tahun 2013. Dari yang semula 14% menjadi 21%, atau bisa dibilang naik sebanyak 7%. Yang artinya, semakin banyak masyarakat Indonesia mengalami kenaikan berat badan.

    Dan berdasarkan data pemantauan status gizi usia di atas 18 tahun, yang memiliki obesitas ada sebanyak 40,4%. Jadi, memantau berat badan sangatlah penting, guna menyebabkan beberapa penyakit yang membahayakan jiwa.

    Berikut beberapa penyakit yang disebabkan karena obesitas atau apabila tidak memantau berat berat badan secara rutin:

    Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi

    Perlu diketahui, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi adalah konsisi yang bisa membuat penyakit jantung atau stroke lebih mungkin terjadi.

    Produk Terkait: Sedia Obat Kolesterol

    Diabetes

    Apabila Sahabat Sehat tidak menjaga berat badan, bahkan memakan apa saja tanpa batas bisa menyebabkan penyakit diabetes.

    Kanker

    Kanker yang bisa terjadi karena obesitas diantaranya adalah kanker usus besar, kanker payudara (terjadi setelah menopause), kanker rahim (endometrium), kanker ginjal, dan kanker esophagus yang terkait dengan obesitas.

    Penyakit kandung empedu dan batu empedu

    Penyakit osteoarthritis

    Penyakit ini adalah kondisi sendi umum yang paling sering terjadi dan mempengaruhi lutut, pinggul, dan juga punggung.

    Encok

    Penyakit yang mempengaruhi sendi. Dan bisa terjadi ketika memiliki terlalu banyak asam urat dalam darah. Asam urat dapat membentuk kristal yang tersimpan di dalam sendi.

    Sleep Apnea

    Kondisi ini adalah kondisi pernapasan yang terkait dengan kelebihan berat badan. Sleep apnea ini adalah yang menyebabkan seseorang mendengkur berat saat tidur atau sebentar berhenti bernapas di saat tidur. Bahkan sleep apnea bisa menyebabkan kantuk di siang hari.

    Cara Menurunkan Berat Badan

    Supaya berat badan tidak bertambah naik, Sahabat bisa mencegahnya dengan cara-cara berikut:

    • Kurangi asupan energi 500 kkal per hari
    • Tidak mengurangi jumlah konsumsi makanan secara drastis
    • Meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga
    • Tidak menggunakan obat-obatan untuk menurunkan berat badan secara sembarangan tanpa pengawasan tenaga kesehatan

    Nah, Sahabat Sehat sekarang sudah paham kan pentingnya menjaga atau memantau berat badan. Cara untuk menurunkan risiko dari penyakit tersebut adalah dengan menjaga berat badan agar tetap seimbang, dengan cara memantau berat badan secara rutin.

    Baca Juga: Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi

    Sahabat Sehat juga bisa menggunakan Wish Health Watch, yaitu sebuah smartwatch yang mampu memantau kesehatan data dari penggunanya. Data yang didapat memiliki tingkat keakuratan yang tinggi dan bisa langsung terintegrasi ke ponsel penggunanya, sehingga pengguna bisa dengan mudah memantau kesehatan tubuhnya di mana dan kapan saja.

    Info lebih lengkap silakan hubungi  Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Anwar, F., 2021. 4 Cara Untuk Melihat Berat Badan Sehat atau Tidak. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-3204420/4-cara-untuk-melihat-berat-badan-sehat-atau-tidak/5/#news> [Accessed 25 March 2021].
    2. tirto.id. 2021. Pentingnya Memantau Berat Badan Secara Rutin – Tirto.ID. [online] Available at: <https://tirto.id/pentingnya-memantau-berat-badan-secara-rutin-dbcs> [Accessed 25 March 2021].
    3. Tarigan, M., 2021. Pentingnya Anda Memantau Berat Badan Secara Berkala. [online] Tempo. Available at: <https://gaya.tempo.co/read/1152870/pentingnya-anda-memantau-berat-badan-secara-berkala/full&view=ok> [Accessed 25 March 2021].
    4. Bagaimana cara menurunkan berat badan yang baik? – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/8/bagaimana-cara-menurunkan-berat-badan-yang-baik
    5. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/2/jaga-fisik-dan-berat-badan-tubuh-agar-tetap-ideal-dengan-rajin-melakukan-aktivitas-fisik
    6. Jaga fisik dan berat badan tubuh agar tetap ideal dengan rajin melakukan aktivitas fisik – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/2/jaga-fisik-dan-berat-badan-tubuh-agar-tetap-ideal-dengan-rajin-melakukan-aktivitas-fisik
    7. 30 Easy Ways to Lose Weight Naturally (Backed by Science) [Internet]. Healthline. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/30-ways-to-lose-weight-naturally
    8. Maintaining a Healthy Weight [Internet]. Nhlbi.nih.gov. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/lose_wt/control.htm
    Read More
  • Pada 24 Maret 2021 yang bertepatan dengan Hari Tuberkulosis Sedunia telah dilakukan peluncuran aplikasi digital oleh Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bersama Sub Direktorat Tuberkulosis Kementerian Kesehatan RI untuk mendukung pelayanan TBC secara online. Aplikasi tersebut bernama SOBAT TB dan EMPATI Client. Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19? Selain sebagai pendukung layanan TBC, keduanya juga sebagai media edukasi, dan […]

    Prosehat Mendukung Pendekatan Digital Aplikasi Kesehatan di Tengah Pandemi dalam Upaya Eliminasi Tuberkulosis

    Pada 24 Maret 2021 yang bertepatan dengan Hari Tuberkulosis Sedunia telah dilakukan peluncuran aplikasi digital oleh Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bersama Sub Direktorat Tuberkulosis Kementerian Kesehatan RI untuk mendukung pelayanan TBC secara online. Aplikasi tersebut bernama SOBAT TB dan EMPATI Client.

    pendekatan digital aplikasi di tengah pandemi

    Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19?

    Selain sebagai pendukung layanan TBC, keduanya juga sebagai media edukasi, dan membangun jejaring dalam upaya eliminasi tuberkulosis di Indonesia.

    Peluncuran ini tentunya berhubungan dengan penanganan TBC yang sebenarnya tidak kalah penting meskipun berada di masa pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020.

    TBC masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Penerapan pembatasan mobilitas berdampak pada menurunnya aktivitas investigasi kontak dan penemuan kasus TBC, termasuk pelaksanaan investigasi kontak dan pemantauan  pengobatan pasien TB, terutama pasien TB resistan obat.

    Kondisi ini kemudian menjadi tantangan dalam mendukung upaya  penanggulangan TBC di tengah masyarakat agar dapat tetap berjalan dalam situasi pandemi.

    Kondisi ini mendorong perlunya pemanfaatan teknologi digital dan telemidisin dalam mendukung layanan kesehatan bagi masyarakat di situasi pandemi karena mampu meminimalkan kontak fisik dalam memberikan layanan dan menjangkau setiap wilayah.

    Baca Juga: Manfaatkan Telemedisin bagi yang Memiliki Penyakit Kronis

    Keduanya dikembangkan dalam rangka berkontribusi terhadap capaian program penanggulangan TB. SOBAT TB diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan penemuan kasus TB melalui peningkatan akses terhadap informasi TBC yang akurat dan penilaian mandiri untuk skrining TBC.

    Sedangkan EMPATI Client diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kepatuhan pasien TB RO melalui pemantauan minum obat dan pemantauan terjadinya efek samping pasien TBC RO secara virtual.

    “SOBAT TB menjadi solusi digital di tengah pandemi untuk dapat membantu komunitas TBC di tiap daerah tetap dapat memberikan edukasi bagi masyarakat. Serta membantu faskes dalam penemuan kasus TBC melalui fitur skrining mandiri. Harapannya semoga SOBAT TB dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh seluruh masyarakat Indonesia, sehingga target kita untuk eliminasi TBC pada 2030 dapat terwujud,” ujar dr. Imran Pambudi, MPHM, Koordinator Tuberkulosis Kemenkes RI.

    Sementara EMPATI, e-TB Mobile untuk pendampingan Pasien TBC dikembangkan untuk membantu pendampingan dan memastikan pasien khususnya TBC Resistan Obat (TBC RO) menyelesaikan pengobatan. EMPATI Client dikembangkan dengan menambahkan fungsi pemantauan pengobatan mandiri, melalui fitur Video Observed Treatment (VOT).

    Melalui EMPATI Client, pasien TBC RO dapat merekam video saat minum obat yang tersimpan secara otomatis dan dapat dilihat oleh pendamping.

    “Pemanfaatan teknologi digital yang dilakukan oleh YKI merupakan salah satu cara organisasi non-Pemerintah dapat berkontribusi secara inovatif untuk program kesehatan di Indonesia terlebih di tengah situasi pandemi COVID-19. Pengembangan kedua aplikasi ini merupakan wujud konkret yang dapat dilakukan dalam mencapai target Eliminasi Tuberkulosis (TBC) di tahun 2030,” ujar dr. Jhon Sugiharto, Direktur Eksekutif Yayasan KNCV Indonesia.

    Baca Juga: Peran dan Efektivitas Telemedisin bagi Kesehatan Anak

    Dalam hal pemanfaatan telemedisin untuk penanganan TBC secara maksimal di masa pandemi ini, Prosehat sepenuhnya mendukung layanan tersebut melalui layanan chat dokter 24 jam untuk konsultasi online. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Dalam mengatur fungsi tubuh dan metabolisme, tubuh memiliki sistem yang disebut hormon. Salah satu hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh, serta mengatur kerja sel dan organ tubuh dihasilkan oleh kelenjar tiroid.¹-5 Fungsi dari hormon tiroid bagi tubuh yaitu: Metabolisme tubuh, termasuk mengatur pembakaran kalori dalam tubuh yang nantinya akan diubah menjadi Mengatur kecepatan pencernaan makanan. […]

    Apa sih Perbedaan Hipertiroid dan Hipotiroid?

    Dalam mengatur fungsi tubuh dan metabolisme, tubuh memiliki sistem yang disebut hormon. Salah satu hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh, serta mengatur kerja sel dan organ tubuh dihasilkan oleh kelenjar tiroid.¹-5 Fungsi dari hormon tiroid bagi tubuh yaitu:

    1. Metabolisme tubuh, termasuk mengatur pembakaran kalori dalam tubuh yang nantinya akan diubah menjadi
    2. Mengatur kecepatan pencernaan makanan.
    3. Mengatur suhu tubuh.
    4. Membantu perbaikan sel tubuh.
    5. Mengatur tumbuh kembang anak.
    6. Mengatur pertumbuhan sel otak dan kemampuan berpikir pada anak.¹-5

    perbedaan hipertiroid dan hipotiroid

    Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab Hingga Pencegahan

    Kelenjar tiroid memproduksi 3 hormon yaitu hormon tiroksin (T4), hormon triiodothyronine (T3) dan kalsitonin. Kadar hormon di dalam tubuh diatur agar tetap seimbang, sebab apabila kadar hormon berlebihan atau kurang tentunya akan berdampak pada tubuh serta menyebabkan gejala klinis. 15

    Gangguan keseimbangan yang terjadi pada kelenjar tiroid dapat dibagi menjadi dua, yaitu hipertiroid dan hipotiroid.

    Hipertiroid

    Hipertiroid adalah kondisi ketika kadar hormon tiroid di dalam darah meningkat, kondisi ini tentunya mempengaruhi metabolisme tubuh serta menimbulkan gejala klinis seperti:

    • Leher terlihat membesar atau bengkak karena disebabkan pembesaran kelenjar tiroid.
    • Gelisah, cemas dan
    • Perubahan mood yang cepat, mudah marah atau mudah tersinggung.
    • Sulit
    • Merasa mudah lelah walau tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat.
    • Mudah terasa kegerahan atau terlalu sensitif terhadap suhu ruangan yang panas.
    • Nyeri otot
    • Gangguan pencernaan, seperti diare.
    • Sering buang air kecil dibandingkan biasanya.
    • Mudah merasa haus.
    • Gatal-gatal pada kulit.
    • Penurunan hasrat seksual.
    • Mudah berkeringat, telapak tangan mudah basah.
    • Rambut rontok.
    • Berat badan menurun drastis.
    • Gangguan menstruasi pada wanita.

    Penyebab hipertiroid dapat bervariasi seperti penyakit graves, autoimun, peradangan pada kelenjar tiroid (tiroiditis), kanker tiroid, tumor testis atau tumor ovarium, konsumsi obat atau makanan yang mengandung tinggi yodium. 1

    Hipotiroid

    Hipotiroid adalah kondisi ketika kadar hormon tiroid dalam darah menurun. Kondisi hipotiroid dapat disebabkan oleh kelainan sistem imun (autoimun), efek samping pengobatan sehingga menghambat produksi hormon tiroid (misalnya menjalani pengobatan dengan obat-obatan anti depresi, dan riwayat operasi pada kelenjar tiroid), kurang mengonsumsi makanan beryodium (garam dapur) atau menderita kanker tiroid. 2

    Baca Juga: Infografik Gangguan Tiroid

    Berbeda dengan gejala hipertiroid, gejala hipotiroid bervariasi mulai dari ringan sampai berat. Gejala-gejala hipotiroid dapat ringan dan berkembang dengan lambat sampai hitungan tahun. Berikut ini gejala hipotiroid yang mungkin dialami:

    • Mudah lelah.
    • Sensitif terhadap dingin atau tidak kuat pada suhu ruangan yang dingin.
    • Berat badan meningkat tanpa sebab yang jelas.
    • Depresi (perubahan mood menjadi mudah sedih)
    • Konstipasi (sulit buang air besar).
    • Nyeri otot dan mudah kram.
    • Kulit terasa kering dan kuku rapuh atau mudah patah
    • Menstruasi tidak lancar atau perdarahan banyak saat menstruasi.
    • Suara serak dan berat.
    • Mudah lupa.
    • Rambut rontok. 2

    Bagaimana Mendiagnosis Hipertiroid dan Hipotiroid?

    Untuk mendiagnosis hipertiroid dan hipotiroid, dapat dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter, serta menjalani pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium darah untuk memeriksa kadar T3, T4 dan TSH (Thyroid Stimulating Hormone).

    Rendahnya kadar hormon Tiroid (T3 dan T4) dalam darah dan tingginya hormon TSH dapat menunjukkan bahwa seseorang menderita hipotiroid. Sebaliknya, apabila hormon Tiroid (T3 dan T4) meningkat sedangkan hormon TSH menurun maka dapat disimpulkan bahwa seseorang mengalami hipertiroid. 35

    Penanganan

     Penanganan pada kondisi Hipertiroid dan Hipotiroid bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan kadar hormon didalam darah dan juga mengobati penyebab utamanya. Pada kondisi hipertiroid, terapi dilakukan mulai dari penggunaan obat-obatan, terapi iodium aktif yang berfungsi untuk menyusutkan kelenjar tiroid, dan dapat dilakukan juga prosedur operasi. 35

    Produk Terkait: Cek Lab Kimia Farma

    Sedangkan penanganan pada kondisi hipotiroid, bertujuan untuk mengembalikan kadar hormon serta meringankan gejala. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian hormon tiroid sintetis (Levothyroxine).35

    Baca Juga: Apakah Sahabat Berisiko Tinggi Mengalami Gangguan Tiroid?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai dan tiroid dan penananganannya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00020

    Daftar Pustaka

    1. 2019. Hyperthyroid. [online] Availableat: <https://www.nhs.uk/conditions/overactive-thyroid-hyperthyroidism/> [Accessed 25 February 2021].
    1. 2019. Hypothyroid. [online] Availableat: <https://www.nhs.uk/conditions/underactive-thyroid-hypothyroidism/> [Accessed 25 February 2021].
    1. Jason Baker., 2020. Hypothyroidism vs Hyperthyroidism, what’s the difference.Healthline, [online] Available at:<https://www.healthline.com/health/hypothyroidism/hypothyroidism-vs-hyperthyroidism> [Accessed 25 February 2021].
    1. Cleveland Clinic. 2020. Thyroid Disease. [online] Available at: <https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8541-thyroid-disease> [Accessed 25 February 2021].
    1. MandyArmitage, MD.  Hypothyroidism vs Hyperthyroidism, how do they differ. [online]. Available at:<https://www.goodrx.com/blog/hypothyroidism-vs-hyperthyroidism-whats-the-difference/> [Accessed 25 February 2021].
    Read More
  • Pada penderita Diabetes, hal yang perlu diwaspadai selain kondisi tingginya kadar gula dalam darah adalah kondisi ketika kadar gula darah rendah dibawah batas normal (disebut Hipoglikemia). Seseorang dikatakan mengalami hipoglikemia apabila kadar gula darah mencapai di bawah 70 mg/dL. Baca Juga: Mengenal Hipoglikemia: Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Penanganan Hipoglikemia dapat disebabkan karena pola makan tidak […]

    9 Makanan Penambah Gula Darah untuk Penderita Hipoglikemia

    Pada penderita Diabetes, hal yang perlu diwaspadai selain kondisi tingginya kadar gula dalam darah adalah kondisi ketika kadar gula darah rendah dibawah batas normal (disebut Hipoglikemia). Seseorang dikatakan mengalami hipoglikemia apabila kadar gula darah mencapai di bawah 70 mg/dL.

    makanan penambah gula darah

    Baca Juga: Mengenal Hipoglikemia: Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Penanganan

    Hipoglikemia dapat disebabkan karena pola makan tidak teratur, dosis obat insulin yang berlebih pada penderita diabetes, efek samping obat, dan kondisi medis lain (misalnya menderita gangguan hati dan gangguan fungsi ginjal).

    Kondisi ini harus segera ditangani karena gula merupakan sumber utama energi bagi tubuh. Rendahnya gula darah dapat menyebabkan lemas, kejang dan hilang kesadaran. Untuk menaikkan gula darah dalam tubuh, Sahabat disarankan mengkonsumsi makanan-makanan berikut. Apa saja itu? Yuk, mari simak!

    1. Madu

    Madu merupakan salah satu makanan alami yang dapat meningkatkan gula darah dengan cepat, madu mudah dicerna dan diserap ke dalam darah. Sahabat dapat mengonsumsi 1 sendok makan madu apabila merasakan gejala hipoglikemia, seperti lemas dan kulit tampak pucat.

    Produk Terkait: Jual Madu

    2. Nasi Putih

    Pada penderita diabetes dengan kadar gula darah tinggi sebaiknya membatasi nasi putih, namun pada orang dengan kadar gula rendah justru dianjurkan untuk mengkonsumsi nasi putih. Hal ini dikarenakan nasi putih dapat diubah dengan cepat menjadi gula darah, dan diserap ke dalam tubuh.

    3. Roti Putih

    Sahabat juga dapat mengonsumsi roti putih yang turut berperan dalam menaikkan kadar gula darah.

    4. Tomat

    Makanan penambah gula darah selanjutnya adalah tomat, jenis sayuran yang sering digunakan dalam berbagai menu makanan. Sahabat dapat mengkonsumsi 4-5 buah tomat setiap hari untuk menjaga kadar gula darah tetap seimbang.

    5. Makanan Sumber Magnesium

    Untuk mencegah hipoglikemia, Sahabat dianjurkan untuk mengonsumsi menu makanan yang kaya akan magnesium misalnya alpukat, bayam, kacang-kacangan, dan ikan.

    Produk Terkait: Jual Wellness Calcium Magnesium Zinc

    6. Susu Bebas Lemak

    Susu bebas lemak diketahui mengandung vitamin D dan karbohidrat yang dapat membantu menaikkan kadar gula darah.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Cegah Osteoporosis

    7. Jus Buah

    Minumlah setengah cangkir (4 ons) jus buah favorit Sahabat seperti jus apel, jeruk, dan nanas untuk meningkatkan kadar gula darah Sahabat.

    8. Buah Segar dan Kering

    Buah dapat dikonsumsi secara langsung tanpa harus diolah menjadi jus. Buah-buahan diketahui mengandung karbohidrat yang cukup untuk menaikkan kadar gula darah yang rendah.

    Buah-buahan yang dapat menjadi pilihan Sahabat, misalnya setengah potong buah pisang, 15 buah anggur, 2 sendok makan kismis atau 1 buah apel kecil dan jeruk.

    9. Permen

    Permen diketahui dapat meningkatkan gula darah dalam waktu 5-15 menit. Sahabat dapat mengkonsumsi permen sebagai penanganan awal bila mengalami hipoglikemia.

    Apa yang Perlu Dihindari Saat Menaikkan Gula Darah

    Ketika Sahabat ingin menaikkan kadar gula darah, sebaiknya hindari makanan berikut:

    • Makanan berpemanis buatan, karena kurang memberikan kontribusi yang baik untuk peningkatan gula darah.
    • Makanan berserat seperti roti gandum, karena dapat memperlambat kenaikan gula darah.
    • Hindari makanan yang digoreng
    • Hindari minuman beralkohol, yang berpotensi mengganggu fungsi hati. Hati diketahui turut berperan saat proses melepaskan gula dalam tubuh.

    Selain itu, Sahabat hendaknya menjalani pola makan yang teratur agar terhindar dari penurunan gula darah secara mendadak.

    Baca Juga: Menu Diet Diabetes, Perhatikan 3J

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai makanan penambah gula darah, pemeriksaan gula darah, maupun produk-produk kesehatan yang berkaitan lainnya, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Cara Menaikkan Gula Darah yang Aman dan Cepat Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/08/16/060500868/cara-menaikkan-gula-darah-yang-aman-dan-cepat?page=all
    2. 6 Tips mengatasi kadar gula darah rendah | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/6-tips-mengatasi-kadar-gula-darah-rendah.html
    3. 5 Makanan yang Meningkatkan Gula Darah Selain Makanan yang Manis ——— Artikel ini sudah Terbit di AyoSurabaya.com, dengan Judul 5 Makanan yang Meningkatkan Gula Darah Selain Makanan yang Manis, pada URL https://www.ayosurabaya.com/read/2021/02/07/7222/5-makanan-yang-meningkatkan-gula-darah-selain-makanan-yang-manis Penulis: Andres Fatubun Editor : Andres Fatubun [Internet]. Ayosurabaya.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.ayosurabaya.com/read/2021/02/07/7222/5-makanan-yang-meningkatkan-gula-darah-selain-makanan-yang-manis
    4. Mengidap Hipoglikemia? Konsumsi 5 Makanan untuk Atasi Gula Darah Rendah Ini [Internet]. Orami.co.id. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.orami.co.id/magazine/makanan-untuk-gula-darah-rendah/
    Read More
  • Belakangan ini marak pemberitaan terkait permainan catur online dimulai dari ditutupnya akun Dewa Kipas karena diduga bermain curang di Gotham Chess hingga pertandingan catur secara langsung yang melibatkan Grand Master dunia, Irene Sukandar melawan Dadang Subur (alias Dewa Kipas). Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga Tidak seperti olahraga lainnya yang […]

    Apa Saja Manfaat Bermain Catur Bagi Kesehatan?

    Belakangan ini marak pemberitaan terkait permainan catur online dimulai dari ditutupnya akun Dewa Kipas karena diduga bermain curang di Gotham Chess hingga pertandingan catur secara langsung yang melibatkan Grand Master dunia, Irene Sukandar melawan Dadang Subur (alias Dewa Kipas).

    manfaat bermain catur bagi kesehatan

    Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga

    Tidak seperti olahraga lainnya yang umumnya mengandalkan kekuatan fisik, catur mengandalkan kekuatan otak dan kemampuan menyusun strategi dalam permainannya. Diketahui catur dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan bagi tubuh. Apa saja manfaat kesehatan bermain catur? Yuk, mari simak di bawah ini!

    Manfaat Bermain Catur Bagi Kesehatan

    Melatih Fungsi Otak

    Permainan catur adalah permainan yang menuntut pemainnya untuk bisa menyeimbangkan sisi otak kiri dan kanan. Sisi otak kiri berkaitan dengan pengenalan objek sedangkan otak kanan berkaitan dengan pengenalan pola. Bermain catur secara rutin dapat melatih dan menyeimbangkan ke dua sisi otak Sahabat.

    Produk Terkait: Jual Konilife Focus Tab Penambah Daya Ingat

    Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi

    Bermain catur dapat mengasah daya ingat dan konsentrasi. Hal ini dikarenakan dalam bermain catur, seseorang perlu menghafal berbagai kombinasi gerakan. Sehingga seorang pecatur yang sudah memiliki kemampuan di atas rata-rata mampu mengingat dan mengenali pola dengan cepat.

    Mencegah Alzheimer

    Dengan bermain catur, Sahabat telah melakukan salah satu upaya untuk mencegah Alzheimer yang merupakan salah satu jenis penyakit saraf ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif secara berangsur angsur. Apabila kemampuan otak tidak dilatih, dapat mengakibatkan penurunan kemampuan otak.

    Membantu Atasi Skizofrenia

    Berdasarkan sebuah penelitian dari Center of Cognitive Neuroscience di Paris bahwa pasien skizofrenia yang diarahkan untuk bermain catur setiap hari menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis dan kemampuan penalaran, dibandingkan dengan pasien yang tidak bermain catur.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Mencegah Serangan Panik

    Bermain catur ternyata memberi dampak untuk meningkatkan rasa tenang dan mengalihkan dari serangan panik.

    Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah

    Catur adalah salah satu jenis permainan yang mengutamakan strategi, tentunya hal tersebut turut membantu mengasah kemampuan memecahkan masalah.

    Melatih Kemampuan Perencanaan

    Kemampuan perencanaan berkaitan dengan korteks prefrontal dalam otak. Bermain catur diketahui dapat membantu perkembangan korteks prefrontal, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam perencanaan dan membuat keputusan.

    Meningkatkan Rasa Percaya Diri

    Meskipun dalam bermain catur Sahabat tidak selalu menang, dengan adanya kekalahan Sahabat akan menganalisis kesalahan yang dilakukan. Begitu pula saat Sahabat menang, hal ini tanpa disadari mampu meningkatkan rasa kepercayaan diri.

    Catur ternyata memiliki sejumlah manfaat kesehatan, mari Sahabat mulai mencoba bermain catur agar meningkatkan kesehatan bagi tubuh dan otak.

    Baca Juga: 10 Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Apabila Sahabat perlu info lebih lanjut soal konsentrasi otak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dewa Kipas Kalah, Gotham Chess Buka Youtube untuk Netizen RI [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210323144538-185-621022/dewa-kipas-kalah-gotham-chess-buka-youtube-untuk-netizen-ri
    2. 7 Manfaat Mengejutkan Bermain Catur Bagi Kesehatan [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210324135737-260-621482/7-manfaat-mengejutkan-bermain-catur-bagi-kesehatan
    3. 9 Manfaat Bermain Catur untuk Otak, Cegah Alzheimer hingga Tingkatkan Daya Ingat | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jabar/9-manfaat-bermain-catur-untuk-otak-cegah-alzheimer-hingga-tingkatkan-daya-ingat-kln.html
    Read More
  • Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa sekolah tatap muka siap dilaksanakan di 14 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito, pada Kamis, 25 Maret 2021 melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden. Baca Juga: Tepatkah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali di Tengah Pandemi Adapun ke-14 […]

    Sekolah Tatap Muka Siap Dilaksanakan di 14 Provinsi

    Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa sekolah tatap muka siap dilaksanakan di 14 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito, pada Kamis, 25 Maret 2021 melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

    sekolah tatap muka dilaksanakan di 14 provinsi

    Baca Juga: Tepatkah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali di Tengah Pandemi

    Adapun ke-14 provinsi yang diperbolehkan melaksanakan sekolah tatap muka tersebut adalah:

    1. Jawa Barat
      2. DI Yogyakarta
      3. Riau
      4. Sumatera Selatan
      5. Lampung
      6. Kalimantan Tengah
      7. Sulawesi Utara
      8. Sulawesi Tenggara
      9. Bali
      10. Nusa Tenggara Barat
      11. Maluku Utara
      12. Bangka Belitung
      13. Kepulauan Riau
      14. Sulawesi Barat.

    Pelaksanaan sekolah tatap muka ini juga didukung dari keterangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada awal Januari 2021.

    5 Aspek Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

    Meski begitu Wiku menyatakan bahwa pelaksanaan sekolah tatap muka ini akan memperhatikan 5 aspek, yaitu:

    • Pemberlakuan kebiasaan baru. Pada tahap ini pemerintah berusaha menjamin proses adaptasi kebiasaan baru berjalan dengan baik melalui fasilitas dan sarana pendukung untuk memudahkan masyarakat.
    • Proses untuk menentukan waktu yang tepat. Tahapan ini mengacu kepada data dari epidemiolog, kesiapan institusi pendidikan, dan ketersediaan fasilitas kesehatan.
    • Penentuan prioritas. Tahapan ini dilakukan dengan simulasi pelaksanaan sekolah tatap mukaoleh institusi percontohan terlebih dahulu sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi untuk menentukan kebijakan nasional dan daerah.
    • Koordinasi pusat dan daerah yang diimplementasikan secara timbal balik yang melibatkan dinas kesehatan, dinas pendidikan, institusi pendidikan, dan orang tua murid.
    • Monitoring dan evaluasi pemantauan pelaksanaan kegiatan dan evaluasi berdasarkan skenario dengan prinsip kebijakan diibaratkan seperti gas dan rem. Setiap pelaporan akan menjadi masukan berharga dalam perluasan pelaksanaan sekolah tatap muka maupun padasektor lainnya.

    Guru Belum Sepenuhnya Divaksin

    Terdapat kendala dalam persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka di 14 provinsi, yaitu masih banyak guru yang belum mendapat vaksin Covid-19 sebagai syarat supaya kegiatan belajar mengajar menjadi lancar dan aman.

    Baca Juga: Vaksinasi Corona untuk Tenaga Pendidik Demi Mendukung Sekolah Tatap Muka Juli 2021

    Sebagai contoh masih ada 170 sekolah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang sudah menjalani uji coba sekolah tatap muka sejak awal Maret 2021 namun belum semua guru di kabupaten Bogor mendapatkan vaksin karena stok vaksin yang menipis.

    Padahal vaksinasi merupakan syarat utama untuk dapat mencapai kekebalan kelompok di sekolah, demikian yang diungkapkan oleh Kepala Divisi Pengawas, Monitoring dan Evaluasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra.

    Orang tua murid, serta para pekerja sekolah juga seharusnya turut mendapatkan vaksin Covid 19 sehingga menjamin keamanan dan keselamatan di lingkungan sekolah. Karena itu, Jasra meminta Satgas Covid-19 wajib memastikan kesiapan sekolah agar kegiatan belajar tatap muka tidak menjadi kluster baru Covid 19.

    Demikianlah mengenai persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka di 14 provinsi yang tentu saja harus dipersiapkan dengan matang supaya tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid 19, untuk mendukung pelaksanaan sekolah tatap muka diharapkan semua pihak tetap melaksanakan protokol kesehatan dan menjalani vaksinasi Covid 19.

    Baca Juga: Cara Mencegah Virus Corona di Sekolah

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai protokol kesehatan di sekolah serta vaksinasi Covid-19, Sahabat bisa berkonsultasi secara online di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 14 Provinsi Akan Buka Sekolah Tatap Muka Secara Bertahap, ini Rinciannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/03/26/06100021/14-provinsi-akan-buka-sekolah-tatap-muka-secara-bertahap-ini-rinciannya?page=all
    2. Iqbal M. Hai Bunda! Ini 14 Provinsi yang Siap Buka Sekolah Tatap Muka [Internet]. news. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210326091242-4-233004/hai-bunda-ini-14-provinsi-yang-siap-buka-sekolah-tatap-muka
    3. Sekolah Tatap Muka Sudah Berjalan, Tapi Belum Semua Guru di Bogor Dapat Vaksin Covid-19 [Internet]. Ayobogor.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.ayobogor.com/read/2021/03/24/10018/sekolah-tatap-muka-sudah-berjalan-tapi-belum-semua-guru-di-bogor-dapat-vaksin-covid-19
    4. Yulika N. Sebelum Sekolah Dibuka, KPAI Minta Guru dan Pekerja Sudah Vaksinasi Covid-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/news/read/4515960/sebelum-sekolah-dibuka-kpai-minta-guru-dan-pekerja-sudah-vaksinasi-covid-19
    Read More
  • Jantung merupakan salah satu organ penting dalam tubuh untuk mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh bagian tubuh yang perlu didukung dengan kondisi jantung yang baik. Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab Hingga Pencegahan Apabila kondisi jantung lemah, tidak dapat menyuplai darah dan oksigen yang cukup ke seluruh tubuh. Hal ini ditandai dengan munculnya keluhan […]

    Mengenal Gagal Jantung Kongestif dan Pencegahannya

    Jantung merupakan salah satu organ penting dalam tubuh untuk mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh bagian tubuh yang perlu didukung dengan kondisi jantung yang baik.

    gagal jantung kongestif

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab Hingga Pencegahan

    Apabila kondisi jantung lemah, tidak dapat menyuplai darah dan oksigen yang cukup ke seluruh tubuh. Hal ini ditandai dengan munculnya keluhan mudah lelah, sesak napas, hingga dapat menyebabkan kematian.

    Kondisi ini disebut gagal jantung kongestif, yaitu kondisi ketika bilik jantung masih berfungsi dengan baik namun dinding otot jantung tidak kuat menahan aliran darah.

    Penyebab Gagal Jantung Kongestif

    Gagal jantung kongestif dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

    Penyakit Jantung Koroner

    Penyakit jantung koroner disebabkan karena tersumbatnya pembuluh darah arteri yang memasok darah dan oksigen ke jantung sehingga mengakibatkan penurunan aliran darah ke  otot jantung.

    Serangan Jantung

    Hal ini terjadi ketika pembuluh darah utama jantung tersumbat, sehingga menghentikan aliran darah ke otot jantung. Serangan jantung merusak otot jantung, menimbulkan bekas luka pada jantung sehingga fungsi jantung menurun.

    Kardiomiopati

    Kardiomiopati atau kerusakan otot jantung, dapat disebabkan karena gangguan pada pembuluh darah arteri, infeksi dalam tubuh atau akibat penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.

    Kondisi Lain

    Tekanan darah tinggi, gangguan katup jantung, penyakit tiroid, penyakit ginjal, diabetes, atau cacat jantung bawaan dapat menyebabkan gagal jantung kongestif.

    Selain kondisi-kondisi di atas, kondisi berikut juga dapat menyebabkan gagal jantung kongestif, yaitu:

    • Kegemukan
    • Merokok
    • Kurang darah (anemia)
    • Gangguan tiroid, termasuk hipertiroidisme dan hipotiroidisme
    • Penyakit autoimun (misalnya lupus)
    • Radang otot jantung (miokarditis)
    • Gangguan irama jantung (aritmia, fibrilasi atrium)
    • Kondisi ketika zat besi menumpuk di dalam di jaringan (hemochromatosis)

    Gejala Gagal Jantung Kongestif

    Berikut adalah beberapa gejala yang dapat dialami pada pasien gagal jantung kongestif:

    Sesak Napas

    Cairan yang menumpuk di paru-paru dapat menyebabkan sesak nafas, dan batuk ketika seseorang sedang beristirahat dan berbaring.

    Bengkak

    Gagal jantung kongestif dapat menimbulkan keluhan bengkak pada pergelangan kaki, tungkai, dan perut, bahkan peningkatan berat badan

    Kelelahan dan Pusing

    Penurunan jumlah darah yang mencapai organ tubuh dapat menyebabkan kelelahan, dan bila penurunan aliran darah ke otak maka dapat menyebabkan pusing.

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

    Detak Jantung Tidak Teratur

    Jantung memompa darah lebih cepat, dan pelepasan hormon stres meningkat yang dapat menyebabkan denyut jantung tidak teratur.

    Bagaimana Cara Mendeteksi Gagal Jantung Kongestif ?

    Selain dengan pemeriksaan fisik, berikut beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mendeteksi gagal jantung kongestif :

    Tes Darah dan Urine

    Tes darah dan tes urine berguna untuk memeriksa jumlah darah, fungsi hati, fungsi kelenjar tiroid, dan fungsi ginjal.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Rontgen Dada

    Rontgen dada dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi jantung dan paru. Pada kondisi gagal ginjal kongestif, akan ditemukan pembesaran jantung dan paru-paru akibat penumpukan cairan.

    Elektrokardiogram (EKG)

    Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dapat merekam aktivitas listrik dan ritme jantung, serta dapat memperkirakan kerusakan jantung akibat serangan jantung.

    Ekokardiogram

    Pemindaian ekokardiogram dilakukan untuk memeriksa kemampuan pompa jantung.

    Selain dengan pemeriksaan diatas, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan tambahan berikut:

    Tes Stres Treadmill

    Tes stres treadmill dapat dilakukan untuk mengetahui respon jantung, dilakukan dengan cara pasien berjalan atau berlari di treadmill dalam kurun waktu tertentu.

    Tes Darah Peptida Natriuretik (BNP) tipe-B

    Pelepasan BNP ke dalam darah terjadi jika jantung bekerja terlalu keras dalam jangka waktu yang lama, misalnya pada kondisi gagal jantung. Umumnya kadar BNP akan berkurang setelah mendapatkan pengobatan.

    Angiogram

    Pemeriksaan angiogram dilakukan dengan menyuntikkan pewarna ke dalam pembuluh darah utama jantung untuk membantu mendeteksi penyakit jantung koroner atau penyempitan pembuluh darah arteri, yang dapat menyebabkan gagal jantung.

    Penanganan Gagal Jantung Kongestif

    Penanganan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan obat obatan dan pada beberapa kasus dapat menjalani prosedur operasi (misalnya pada kondisi : gangguan katup jantung).

    Bagaimana Cara Mencegah Gagal Jantung Kongestif ?

    Pencegahan lebih baik daripada mengobati, karena itu sebelum Sahabat menderita gagal jantung kongestif sebaiknya lakukan beberapa langkah pencegahan berikut:

    • Hentikan kebiasaan merokok
    • Terapkan pola makan yang sehat dan seimbang
    • Berolahraga secara teratur minimal 30 menit sehari atau total minimal 150 menit dalam seminggu
    • Beristirahat yang cukup

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    Demikian mengenai penyakit gagal jantung kongestif yang dapat Sahabat cegah dan atasi dengan pemberian obat maupun menjalani prosedur operasi.

    Apabila Sahabat perlu info lebih lanjut mengenai penanganan jantung dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Is It Congestive Heart Failure? [Internet]. Healthline. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/congestive-heart-failure
    2. Congestive heart failure: Causes, symptoms, and treatments [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/156849#types
    3. Ba, Social Distancing Q. Congestive Heart Failure and Heart Disease [Internet]. WebMD. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://www.webmd.com/heart-disease/guide-heart-failure
    Read More
  • Ketika Sahabat berhubungan intim pertama kali, mungkin muncul rasa berdebar atau khawatir. Namun di satu sisi Sahabat mungkin merasa bahagia yang bercampur-aduk dan hal ini sangatlah wajar. Baiknya perasaan tersebut jangan sampai mengganggu saat Sahabat berhubungan intim, sehingga berdampak pada ketidakharmonisan hubungan dengan pasangan. Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak […]

    Ingin Seks Pertama Lancar? Lakukan 5 Persiapan Mental Berikut Sebelum Berhubungan Intim

    Ketika Sahabat berhubungan intim pertama kali, mungkin muncul rasa berdebar atau khawatir. Namun di satu sisi Sahabat mungkin merasa bahagia yang bercampur-aduk dan hal ini sangatlah wajar.

    Baiknya perasaan tersebut jangan sampai mengganggu saat Sahabat berhubungan intim, sehingga berdampak pada ketidakharmonisan hubungan dengan pasangan.

    persiapan mental sebelum berhubungan intim

    Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak

    Agar hubungan seksual berjalan lancar, mari simak beberapa tips berikut :

    1. Berkomunikasi dengan Pasangan

    Sebelum melakukan hubungan intim pertama kali, sebaiknya jalin komunikasi dengan pasangan agar saling mengetahui perasaan masing masing. Jangan melakukan hubungan intim terburu-buru karena dapat membuat pasangan merasa kurang nyaman.

    2. Perhatikan Sinyal dari Pasangan

    Perhatikan sinyal dari pasangan untuk mengetahui kesiapan pasangan dalam berhubungan intim sebab, pada kenyataannya bisa saja pasangan merasa belum siap untuk berhubungan intim karena dipengaruhi berbagai faktor seperti sedang merasa lelah, muncul perasaan takut dan kondisi mood yang sedang tidak baik.

    3. Persiapkan Mood dengan Baik

    Apabila pasangan siap berhubungan intim, yang perlu Sahabat lakukan adalah mempersiapkan dan mempertahankan mood agar tetap baik.

    Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Gairah Pasangan

    Caranya bisa dengan menyiapkan suasana supaya lebih romantis dan sensual seperti menyalakan lilin aroma terapi, meredupkan lampu, maupun memutar lagu romantis agar hubungan intim pertama kali yang Sahabat dan pasangan lakukan menjadi berkesan.

    4. Siap Jika Mengalami Pendarahan

    Keluarnya darah saat berhubungan intim pertama kali adalah hal yang wajar karena robeknya selaput dara di vagina. Hal ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan.

    Produk Terkait: Jual Alat Bantu Seks

    Maka, sebelum berhubungan intim untuk pertama kalinya sebaiknya Sahabat dan pasangan diskusikan terlebih dahulu mengenai hal ini.

    5. Utamakan Kenyamanan

    Rata rata setiap orang berpendapat bahwa saat berhubungan intim harus mencapai orgasme, namun untuk mencapai hal tersebut sebaiknya Sahabat selalu mengutamakan kenyamanan ketika berhubungan intim dengan pasangan.

    Untuk mempersiapkan kenyamanan dan ketenangan saat hubungan intim, Sahabat dan pasangan dapat melakukan berbagai aktivitas bersama seperti melakukan yoga atau meditasi, berolahraga bersama, dan aktivitas lainnya.

    Selain melakukan persiapan diatas, jangan lupa melakukan beberapa hal berikut:

    • Mencuci tangan dan area kemaluan sebelum dan sesudah berhubungan intim.
    • Persiapkan alat kontrasepsi jika ingin menunda
    • Siapkan cairan pelumas untuk meminimalkan rasa sakit saat berhubungan intim
    • Rutin berolahraga
    • Hindari berganti pasangan seksual untuk mencegah penularan penyakit menular seksual

    Demikian mengenai persiapan mental sebelum berhubungan intim yang Sahabat dan pasangan dapat lakukan agar berjalan lancar.

    Baca Juga: 3 Fakta Seks Oral yang Perlu Sahabat ketahui

    Sahabat bisa berkonsultasi lebih lanjut mengenai hal ini secara online di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. 11 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berhubungan Intim [Internet]. Orami.co.id. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://www.orami.co.id/magazine/hal-yang-perlu-diperhatikan-sebelum-berhubungan-intim/
    2. Syarifah F. Siapkan 10 Hal Ini Sebelum Bercinta Pertama Kali [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/815558/siapkan-10-hal-ini-sebelum-bercinta-pertama-kali
    3. Sebelum Hubungan Seks Pertama Kali, Wanita Sebaiknya Siapkan 5 Hal Ini [Internet]. suara.com. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://jateng.suara.com/read/2021/02/27/212151/sebelum-hubungan-seks-pertama-kali-wanita-sebaiknya-siapkan-5-hal-ini?page=all
    4. Putra S. Ini Tips Malam Pertama yang Wajib Dipersiapkan [Internet]. wolipop. 2021 [cited 25 March 2021]. Available from: https://wolipop.detik.com/sex/d-4780544/ini-tips-malam-pertama-yang-wajib-dipersiapkan
    Read More
  • TBC atau tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, TBC merupakan penyakit dengan kasus penyebaran yang tinggi. Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kasus TBC terbesar […]

    Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin Covid 19?

    TBC atau tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, TBC merupakan penyakit dengan kasus penyebaran yang tinggi.

    penderita TBC menghadapi Covid-19

    Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kasus TBC terbesar ketiga di dunia setelah India dan Cina.

    Kemudian berdasarkan data Kementerian Kesehatan terbaru seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr. Siti Nadia Tarmizi pada Selasa, 23 Maret 2021, estimasi jumlah kasus TBC di Indonesia pada 2020 mencapai 845.000. Namun sepanjang 2020 tersebut hanya ditemukan sekitar 349.000-350.00 kasus.

    Angka kematian akibat TBC terbilang cukup tinggi, diperkirakan 13 orang per jam meninggal karena TBC. Di masa pandemi Covid-19 para penderita TBC harus lebih waspada karena baik TBC maupun Covid-19 adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui cipratan air liur (droplet), dan rentan menyerang anak, lansia serta penderita gangguan kronis paru.

    Gejala TBC hampir mirip dengan Covid-19, yaitu batuk, demam, hingga lemas. Meski demikian terdapat beberapa perbedaan, yaitu pada kondisi TBC tidak mengalami nyeri kepala maupun gangguan penciuman dan pengecap.

    Kedua penyakit tersebut sama-sama menyerang saluran pernapasan, sehingga penderita TBC menjadi lebih rentan terserang Covid-19. Bagaimana cara penderita TBC menjaga kesehatan di masa pandemi Covid 19? Mari kita simak penjelasan berikut :

    Cara Penderita TBC Menghadapi Pandemi Covid-19

    Minum Obat Secara Teratur

    Para penderita TBC disarankan untuk minum obat sesuai jadwal agar tetap menjaga daya tahan tubuh hingga dinyatakan sembuh.

    Menerapkan Protokol Kesehatan

    Di masa pandemi, para penderita TBC disarankan untuk tetap kontrol ke dokter agar diketahui perkembangan kondisinya.

    Terapkan protokol kesehatan pada saat beraktivitas di luar rumah maupun ketika kontrol ke dokter, meliputi mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, mengenakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi serta interaksi.

    Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Menerapkan Etika Batuk yang Tepat

    Agar tidak menularkan penyakit dan mencegah tertular penyakit maka penderita TBC perlu menerapkan etika batuk yang tepat ketika batuk maupun bersin, yaitu:

    • Mengenakan masker
    • Tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam.
    • Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu sekali pakai, dan buang di tempat sampah.
    • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama kurang lebih 20 detik.

    Gunakan Layanan Konsultasi Kesehatan Online

    Penderita TBC dapat menggunakan layanan konsultasi kesehatan online untuk tetap menjaga kesehatan selama masa pandemi sehingga memudahkan dalam mendapatkan penanganan secara medis.

    Apakah Penderita TBC Boleh Divaksinasi Covid-19?

    Pada awalnya, para penderita TBC tidak diperkenankan mendapatkan vaksinasi Covid-19 karena TBC merupakan salah satu penyakit komorbid yang kronis. Jika diberikan vaksin, dikhawatirkan berpotensi menimbulkan efek samping.

    Namun berdasarkan peraturan terbaru mengenai pemberian vaksin, penderita TBC diperbolehkan diberikan vaksin Covid-19 dengan catatan kondisi penyakit telah terkendali, membawa surat keterangan layak vaksinasi dari dokter, dan sudah menjalani pengobatan TBC lebih dari 2 minggu.

    Pemberian vaksin Covid-19 bagi penderita TBC diharapkan dapat memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap infeksi Covid-19.

    Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita TBC namun khawatir keluar rumah, mari manfaatkan layanan berobat dan konsultasi online dari Prosehat sehingga Sahabat tetap merasa aman dan nyaman. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 W. Waspada Tuberculosis di Tengah Pandemi, Ini Perbedaan dengan COVID-19 – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/waspada-tuberculosis-di-tengah-pandemi-ini-perbedaan-dengan-covid-19
    2. Pasien TBC Harus Lebih Waspadai Corona [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20200324/0633499/pasien-tbc-harus-lebih-waspadai-corona/
    3. Yustiawan A. Penderita TBC Diminta Harus Lebih Mewaspadai Virus Corona Covid-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4212442/penderita-tbc-diminta-harus-lebih-mewaspadai-virus-corona-covid-19
    4. COVID-19 W. Etika Batuk yang Baik – Masyarakat Umum | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/etika-batuk-yang-baik
    5. Alam S. Syarat Baru Vaksinasi, Ini yang Boleh dan Tak Boleh Disuntik Vaksin Corona [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5374231/syarat-baru-vaksinasi-ini-yang-boleh-dan-tak-boleh-disuntik-vaksin-corona
    6. Cara Sama Tanggulangi TBC dan COVID-19l [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210323/1937312/cara-sama-tanggulangi-tbc-dan-covid-19l/
    Read More
  • Pemerintah Indonesia sedang gencar memberikan vaksin kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Walaupun tidak banyak, sebagian masyarakat mungkin mengalami efek samping dari vaksin. Salah satu efek samping yang mungkin didapatkan adalah demam. Baca Juga: Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak […]

    Cara Mengatasi Demam Setelah Divaksin Covid-19

    Pemerintah Indonesia sedang gencar memberikan vaksin kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Walaupun tidak banyak, sebagian masyarakat mungkin mengalami efek samping dari vaksin. Salah satu efek samping yang mungkin didapatkan adalah demam.

    demam setelah divaksin

    Baca Juga: Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak menimbulkan efek samping yang serius.

    Dalam Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal (Dirjen) tentang pencegahan dan pengendalian penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19) telah dijelaskan secara umum bahwa, vaksin Covid-19 tidak menimbulkan reaksi pada tubuh ataupun apabila terjadi hanya menimbulkan reaksi yang ringan.

    Vaksinasi memicu perlawanan tubuh akan infeksi dengan menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung di dalam vaksin. Pemberian vaksin ini dapat memicu reaksi lokal atau sistemik (seluruh tubuh), seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam. Demam yang terjadi adalah bagian dari respon imun.

    Vaksin yang berkualitas adalah vaksin yang menimbulkan reaksi ringan seminimal mungkin, namun tetap memicu respons imun terbaik. Frekuensi terjadinya reaksi ringan vaksinasi biasanya ditentukan oleh jenis vaksinnya.

    Dalam surat keputusan yang ditetapkan oleh Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Muhammad Budi Hidayat mengatakan, bahwa reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 hampir sama dengan vaksin lainnya.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, demam adalah efek samping yang umum dari vaksinasi. Jadi, Sahabat Sehat, sangat penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika mengalami demam setelah mendapatkan vaksin Covid-19.

    Alasan Munculnya Demam Setelah Divaksin

    Sahabat Sehat harus tahu, pada awalnya, tubuh belum mengenali virus dan dianggap seperti benda asing. Ketika disuntikkan vaksin, tubuh akan membentuk antibodi/kekebalan tubuh untuk mengenali protein virus.

    Karena sistem kekebalan tubuh dihidupkan oleh vaksin, tubuh akan meresponsnya dengan mengeluarkan mediator radang atau inflamasi yang menyebabkan demam. Terkadang, reaksi tubuh terhadap vaksin ini berbeda-beda, sehingga tidak semua orang yang divaksin akan mengalami demam.

    Tidak Perlu Khawatir

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir jika setelah vaksinasi mengalami demam karena demam pasca vaksinasi dalam konteks efek samping vaksin adalah suatu hal yang normal. Biasanya efek samping pasca vaksin akan cenderung hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Untuk mengatasi reaksi seperti demam, petugas kesehatan biasanya menganjurkan penerima vaksin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, mengompres atau mandi air hangat, dan meminum obat parasetamol sesuai dosis.

    Jangan ragu untuk menghubungi dokter apabila terdapat gejala tambahan, seperti sakit di leher, diare, sesak napas ataupun batuk, atau pun bila Sahabat memiliki beberapa pertanyaan terkait reaksi pasca vaksin.

    Produk Terkait: Jual Obat Batuk

    Istirahat yang Cukup

    Jika Sahabat Sehat mengalami gejala demam setelah divaksin, Sahabat harus bisa memastikan tubuh mendapat waktu tidur dan asupan air yang cukup karena hidrasi dan istirahat yang cukup bisa bermanfaat bagi pasien yang mengalami demam pasca vaksinasi.

    Prof. Dr. Hindra Irawan Satari, Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), pasca vaksin Covid-19 Sinovac, menjawab pertanyaan mengenai laporan efek samping dari beberapa orang seperti demam hingga lemas. Sebagian besar gejala pasca vaksin merupakan gejala ringan, seperti demam, pegal, nyari tempat suntikan, dan kemerahan, yang pada umumnya tidak memerlukan pengobatan.

    Namun, apabila didapatkan reaksi berat pasca vaksin dan sebelumnya memiliki riwayat penyakit komorbid, pasien mungkin perlu rawat inap dan membutuhkan tindakan segera.

    Sahabat Sehat, sekarang sudah paham kan mengapa Sahabat Sehat bisa mengalami demam setelah vaksin. Demam memang efek samping ringan yang umum ditemukan dari vaksin Covid-19.

    Bagi Sahabat Sehat yang memang mengalami efek samping demam karena vaksin Covid-19, tidak perlu khawatir. Sahabat hanya perlu menjaga asupan cairan dan istirahat cukup. Perlu diingat juga, biasanya, efek samping ringan dari vaksin Covid-19 bisa hilang dengan sendirinya hanya dalam waktu beberapa hari.

    Namun, apabila Sahabat Sehat merasa keluhan tidak kunjung hilang atau bertambah berat, Sahabat bisa segera melapor ke dokter dan menceritakan keluhan yang dirasakan.

    Satu hal yang perlu diingat juga, walaupun Sahabat Sehat telah divaksinasi, bukan berarti Sahabat Sehat tidak bisa terpapar Covid-19. Sahabat Sehat harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Pastikan Sahabat Sehat tetap menjaga diri sendiri dan juga keluarga agar terhindar dari virus yang berbahaya ini. Sampai dengan pandemi Covid-19 ini berakhir di Indonesia atau bahkan dunia, Sahabat Sehat baru bisa sedikit melonggarkan kebiasaan-kebiasaan seperti sekarang.

    Terakhir, jangan takut divaksin hanya karena takut terjadi efek samping yang didapat oleh tubuh. Dukung lah pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19, agar Indonesia segera bebas dari Covid-19.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi seputar vaksinasi Covid-19 Sahabat bisa mengonsultasikannya pada para dokter di Prosehat melalui layanan konsultasi online. Info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media, K., 2021. 3 Reaksi yang Mungkin Terjadi Setelah Divaksin Covid-19 Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://health.kompas.com/read/2021/01/14/140700468/3-reaksi-yang-mungkin-terjadi-setelah-divaksin-covid-19?page=all[Accessed 20 March 2021].
    2. Astutik, Y., 2021. Dari Demam Hingga Lemas, Ini Efek Samping Pasca Vaksin Covid. [online] news. Available at: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210120132626-4-217424/dari-demam-hingga-lemas-ini-efek-samping-pasca-vaksin-covid. [Accessed 20 March 2021].
    3. Media, K., 2021. Jika Demam Pasca-vaksinasi Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan? Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/02/25/105109320/jika-demam-pasca-vaksinasi-covid-19-apa-yang-harus-dilakukan?page=all. [Accessed 20 March 2021].

     

    Read More
Chat Dokter 24 Jam