Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: irfan.seo@tanyadok.com

Irfan

About Irfan

Showing 91–100 of 423 results

  • Seminggu lagi bulan Ramadan tiba, dan umat Islam mulai menjalankan salah satu amalan suci yaitu dengan berpuasa. World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia telah mengeluarkan pedoman untuk melaksanakan puasa di tengah masa pandemi Covid-19. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa WHO menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik, […]

    Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19?

    Seminggu lagi bulan Ramadan tiba, dan umat Islam mulai menjalankan salah satu amalan suci yaitu dengan berpuasa. World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia telah mengeluarkan pedoman untuk melaksanakan puasa di tengah masa pandemi Covid-19.

    berpuasa bagi penderita Covid-19

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    WHO menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik, menjaga asupan nutrisi, hindari merokok serta menjaga kesehatan mental, selama menjalankan puasa. Berpuasa disebut dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi virus.

    WHO dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa penderita Covid-19 dapat menjalani puasa selama memperhatikan ketentuan agama dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

    Apabila penderita Covid-19 merasa kesulitan untuk menjalankan puasa akibat penyakit yang sedang diderita maka yang bersangkutan diperbolehkan untuk tidak menjalankan puasa, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan namun puasa tetap harus diganti pada hari lain saat tubuh telah kembali pulih.

    Lalu bagaimana caranya supaya penderita Covid-19 bisa tetap menjalankan puasa selama bulan Ramadan? Yuk, Sahabat Sehat mari simak penjelasan di bawah ini!

    Hati-Hati Jika Memiliki Riwayat Komorbid

    Diketahui bahwa seseorang yang memiliki riwayat penyakit komorbid (riwayat penyakit penyerta sebelumnya) misalnya penyakit diabetes, karena menjadi lebih rentan terinfeksi Covid-19.

    Penderita diabetes tentu tidak boleh sembarangan ketika menjalankan puasa karena tidak makan dalam kurun waktu tertentu dapat menurunkan jumlah kadar gula darah.

    Kadar gula darah yang turun dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Karena itu, penderita diabetes harus memperhatikan kondisi tubuh terlebih dahulu jika ingin melaksanakan puasa dan konsultasikan lebih lanjut ke dokter.

    Konsumsi Buah & Sayur

    Agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga baik, penderita Covid 19 sebaiknya rajin mengkonsumsi buah dan sayuran serta makanan bernutrisi lainnya. Hindari konsumsi makanan bergas saat sahur dan buka puasa.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Minum Air Putih Saat Buka & Sahur

    Selama berpuasa seseorang dapat kekurangan asupan cairan sehingga tubuh terasa lemas, pusing, dan bibir kering. Agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, sebaiknya minum air putih yang cukup saat sahur maupun buka puasa dengan takaran 6-8 gelas per hari.

    Baca Juga: Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?

    Beristirahat yang Cukup

    Kunci penting supaya Sahabat Sehat tetap dapat menjalankan puasa meski sedang menderita Covid-19, adalah dengan beristirahat yang cukup selama kurang lebih 8 jam sehari agar sistem kekebalan tubuh tetap baik untuk melawan virus Covid 19.

    Berhenti Merokok

    Penderita Covid-19 disarankan untuk berhenti merokok sebab merokok berpotensi menimbulkan rasa sesak, dan kandungan dalam rokok kurang baik bagi kesehatan tubuh.

    Bagaimana Jika Mengalami Demam Saat Berpuasa?

    Salah satu gejala yang dialami saat terinfeksi Covid-19 adalah demam. Apabila Sahabat tiba-tiba mengalami demam saat berpuasa, sebaiknya segera membatalkan puasa dengan minum air putih yang cukup serta minum obat penurun demam.

    Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Bagi Sahabat Sehat yang menginginkan informasi lebih lanjut mengenai puasa bagi penderita Covid-19, segera konsultasikan dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Wajibkah Pasien Covid-19 Puasa saat Bulan Ramadhan? Ini Kata WHO dan MUI [Internet]. KOMPAS.tv. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/article/161115/wajibkah-pasien-covid-19-puasa-saat-bulan-ramadhan-ini-kata-who-dan-mui?page=all
    2. K N. 3 Tips Aman Jalani Puasa Jika Alami Gejala Ringan Corona [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4988783/3-tips-aman-jalani-puasa-jika-alami-gejala-ringan-corona
    3. 4 Tips Puasa Ramadan jika Alami Gejala Ringan Virus Corona COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4233700/4-tips-puasa-ramadan-jika-alami-gejala-ringan-virus-corona-covid-19
    4. Panduan WHO agar Aman Jalani Puasa Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4237033/panduan-who-agar-aman-jalani-puasa-ramadan-di-tengah-pandemi-covid-19
    5. Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya ——— Artikel ini sudah Terbit di AyoJakarta.com, dengan Judul Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya, pada URL https://www.ayojakarta.com/read/2020/05/04/16877/pasien-covid-19-tanpa-gejala-boleh-berpuasa-begini-penjelasannya [Internet]. Ayo Jakarta. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.ayojakarta.com/read/2020/05/04/16877/pasien-covid-19-tanpa-gejala-boleh-berpuasa-begini-penjelasannya
    Read More
  • Tanggal 2 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Autisme Sedunia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan dari masyarakat atas hak para penderita autisme agar dapat hidup mandiri dan mendapatkan kesetaraan untuk mengakses pendidikan serta pekerjaan. Baca Juga: Mengenai Kesehatan Mental di Indonesia Apa Itu Autisme ? Autisme merupakan kondisi adanya gangguan dalam menjalin hubungan […]

    Hari Autisme Sedunia, Sahabat Kenali Apa Itu Autisme ?

    Tanggal 2 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Autisme Sedunia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan dari masyarakat atas hak para penderita autisme agar dapat hidup mandiri dan mendapatkan kesetaraan untuk mengakses pendidikan serta pekerjaan.

    hari autisme sedunia

    Baca Juga: Mengenai Kesehatan Mental di Indonesia

    Apa Itu Autisme ?

    Autisme merupakan kondisi adanya gangguan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Istilah autisme diperkenalkan pertama kali oleh Leo Kanner, seorang psikiater dari Harvard pada tahun 1943.

    Autisme dapat dialami siapa saja, baik anak maupun dewasa. Rata-rata autisme dapat dikenali sejak usia dini sekitar usia 2-3 tahun.

    Gejala Autisme

    Autisme dapat ditandai dengan :

    • Tidak peduli terhadap lingkungan sosial
    • Kurang dapat bergaul dalam lingkungan sosial
    • Perkembangan bicara dan kemampuan bahasa yang terlambat

    Gejala yang dialami ini bergantung pada umur, kemampuan berpikir, pengaruh obat, dan faktor lainnya.

    Penyebab Autisme

    Banyak orang menganggap autisme disebabkan oleh rasa malu atau pengaruh pola asuh. Namun berdasarkan penelitian medis, autisme diketahui terjadi karena adanya kelainan dari sistem saraf seperti:

    • Keracunan kehamilan
    • Infeksi pada ibu hamil seperti rubella, dan penyakit CMV (cytomegalovirus)
    • Bayi lahirkekurangan oksigen
    • Gangguan pembentukan otak janin
    • Kelainan metabolisme seperti pada penyakit Addison
    • Kelainan kromosom

     Penanganan Autisme

    Hingga kini belum ada penanganan untuk Autisme, namun penderita autisme dapat menjalani berbagai metode penanganan medis agar dapat beraktivitas seperti orang lain.

    Baca Juga: 14 Masalah Kesehatan Mental Pada Anak

    Sebelum mendiagnosis autisme, perlu dilakukan berbagai pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik dan penunjang misalnya CT Scan, maupun EEG.

    Level Kecerdasan Penderita Autisme

    Meskipun dianggap memiliki perilaku yang berbeda, para penderita autisme diketahui memiliki level kecerdasan yang baik. Hal ini berdasarkan hipotesis dari Kanner, seorang psikiater asal AS pada tahun 1943.

    Cara Mencegah Perundungan Bagi Penderita Autisme

    Pengidap autisme seringkali mendapatkan perundungan, karena itu Kementerian Kesehatan berupaya melakukan berbagai pencegahan sebagai berikut:

    • Melakukan upaya promotif dan preventif melalui media komunikasi, informasi dan edukasi, sosialisasi, penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar dapat melakukan deteksi dini autisme
    • Melaksanakan pelatihan keterampilan kecakapan hidup bagi guru dan remaja serta pelatihan pola asuh bagi kader dan orang tua
    • Memberdayakan peran keluarga, guru, dan masyarakat untuk mencegah dan mendeteksi dini tanda autisme untuk segera ditindaklanjuti

    Baca Juga: Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Apabila Sahabat Sehat memerlukan info lebih lanjut mengenai Autisme, Sahabat bisa konsultasi secara online dengan para dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Autisme: Ciri-ciri, Penyebab, dan Cara Menangani Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/02/15/150100568/autisme–ciri-ciri-penyebab-dan-cara-menangani?page=all
    2. Hari Peduli Autisme Sedunia 2 April: Melawan Bullying Pengidap GSA – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://tirto.id/hari-peduli-autisme-sedunia-2-april-melawan-bullying-pengidap-gsa-gbCb

     

    Read More
  • Setiap tahunnya, tanggal 1 April dirayakan sebagai hari April Mop, yaitu suatu hari yang dimanfaatkan setiap orang untuk berbuat iseng atau membuat lelucon kepada orang lain. Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Namun ternyata hal tersebut dapat berdampak bagi kesehatan mental. Apa saja dampak April mop bagi kesehatan mental? Yuk, Sahabat Sehat […]

    Apa Dampak April Mop Bagi Kesehatan Mental?

    Setiap tahunnya, tanggal 1 April dirayakan sebagai hari April Mop, yaitu suatu hari yang dimanfaatkan setiap orang untuk berbuat iseng atau membuat lelucon kepada orang lain.

    dampak April Mop bagi kesehatan mental

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Namun ternyata hal tersebut dapat berdampak bagi kesehatan mental. Apa saja dampak April mop bagi kesehatan mental? Yuk, Sahabat Sehat mari simak penjelasan di bawah ini!

    Dampak April Mop Bagi Kesehatan Mental

    Menganggap Berita Benar Menjadi Hoax

    April Mop identikkan dengan berita tidak benar (hoax), maka segala berita yang ada di tanggal 1 April dianggap bohong meskipun kenyataannya berita tersebut benar.

    Contohnya pada saat Tsunami yang terjadi pada tanggal 1 April 2008 silam di Hawaii, awalnya dianggap hoax oleh banyak orang sehingga diabaikan begitu saja.

    Mengalami Gangguan Cemas

    Seseorang yang sering dijahili selama April Mop, dikhawatirkan dapat mengalami gangguan cemas yang ditandai dengan munculnya rasa cemas yang berlebihan sehingga berdampak pada kondisi emosional dan psikologis.

    Baca Juga: Rendahnya Penanganan Kesehatan Jiwa di Indonesia

    Gejala cemas bervariasi, misalnya keringat berlebihan, nyeri dada hingga sesak napas. Cara untuk mengatasinya cukup mudah, yaitu dengan menenangkan diri dan melakukan aktivitas yang menyenangkan untuk mengalihkan dari rasa cemas.

    Namun, jika gangguan cemas dirasa mengganggu aktivitas sehari hari maka sebaiknya dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.

    Memicu Emosi Berlebihan

    Dampak April Mop bagi kesehatan mental lainnya adalah dapat menimbulkan emosi yang berlebihan. Hal ini dapat terjadi pada orang yang sering menerima kabar bohong pada April Mop.

    Bagaimana Dengan April Mop di Masa Pandemi?

    Menggunakan pandemi Covid-19 sebagai sebuah lelucon dianggap kurang etis dan tidak lucu karena pandemi Covid-19 adalah salah satu tragedi terburuk sepanjang masa yang telah merenggut nyawa hingga puluhan ribu jiwa di seluruh dunia.

    Apabila pandemi digunakan sebagai lelucon, hal ini dapat menyebabkan kebingungan, ketakutan, dan kepanikan, serta memunculkan perselisihan.

    Baca Juga: Infodemik: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Sahabat Sehat sebaiknya tidak menggunakan Covid-19 sebagai sebuah lelucon di hari April Mop dan bijaklah dalam bercanda terutama di masa pandemi.

    Apabila Sahabat ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan mental, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Bahaya April Mop [Internet]. MerahPutih. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://merahputih.com/post/read/bahayanya-april-mop-untuk-kesehatan-mental
    2. Alasan Tidak Gunakan Tema Virus Corona Sebagai Lelucon April Mop [Internet]. Telkomsel. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.telkomsel.com/about-us/blogs/alasan-tidak-gunakan-tema-virus-corona-sebagai-lelucon-april-mop
    Read More
  • Sahabat Sehat, kondisi pandemi Covid-19 ini memberi kita pelajaran berharga akan pentingnya jaminan akan kondisi kesehatan kita. Risiko tingkat keparahan dan kefatalan paparan virus Covid-19 termasuk tinggi, apalagi jika penderita sudah mempunyai penyakit komorbid yang berpotensi terjadi komplikasi. Baca Juga: Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi? Fakta menunjukkan tingkat kematian akibat Covid-19 di […]

    Lebih Tenang dan Terlindungi Berkat Asuransi Simedis dari Equity Life

    Sahabat Sehat, kondisi pandemi Covid-19 ini memberi kita pelajaran berharga akan pentingnya jaminan akan kondisi kesehatan kita. Risiko tingkat keparahan dan kefatalan paparan virus Covid-19 termasuk tinggi, apalagi jika penderita sudah mempunyai penyakit komorbid yang berpotensi terjadi komplikasi.

    asuransi simedis, asuransi kesehatan Prosehat

    Baca Juga: Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Fakta menunjukkan tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia tinggi. Berdasarkan laporan di laman covid-19.go.id (15/3), persentase kematian di Indonesia mencapai 2,7% per 14 Maret 2021. Ini artinya, sudah 38.000 lebih penduduk Indonesia meninggal dunia dari total kasus yang mencapai 1,4 juta lebih.

    Jika dibandingkan presentasenya dengan tingkat rata-rata kasus kematian secara global, tingkat kematian akibat di Indonesia lebih tinggi. Menuru laporan dari World Health Organization (WHO) di hari yang sama, tingkat kematian di dunia mencapai 2,6 juta dari 119,2 juta total kasus. Sehingga, persentasenya lebih rendah dari Indonesia yaitu 2,2%.

    Kombinasi Pencegahan dan Perlindungan

    Ancaman tingkat kematian yang tinggi tersebut tentunya meresahkan kita. Dari fakta yang menguatirkan tersebut, langkah ideal yang bisa kita pilih adalah dengan mengombinasikan antara pencegahan terhadap infeksi virus Corona dan tak kalah penting, perlindungan serta jaminan yang pasti terhadap potensi tertular penyakit yang sangat mengancam tersebut.

    Kombinasi antara upaya pencegahan dengan menerapkan 5M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Membatasi mobilitas, dan Menjauhi kerumunan) dengan dengan membekali diri dengan jaminan dari asuransi terpercaya menjadi kombinasi ideal yang akan memberi keamanan dan kenyamanan.

    Untuk memberi manfaat tersebut bagi para Sahabat Sehat, Prosehat bekerja sama dengan Asuransi Medis (Simedis) dari Equity Life. Layanan perlindungan asuransi ini berlaku untuk setiap pembelian paket PCR Swab COVID-19 di semua kanal Prosehat.

    Tidak sebatas itu, Sahabat Sehat juga akan mendapatkan jaminan perlindungan finansial terhadap risiko meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan serta memberikan tambahan manfaat meninggal dunia dan santunan biaya perawatan harian Rumah Sakit akibat terinfeksi Virus COVID-19.

    Baca Juga: Gratis! Mahalnya Biaya Perawatan Covid-19 Ditanggung Pemerintah, Begini Cara Klaimnya!

    Manfaat Maksimal dengan Biaya Minimal

    Siapapun tentu ingin mendapatkan manfaat maksimal dengan pengeluaran minimal, bukan? Anda tidak salah. Begitu pula dengan memanfaat perlindungan dari Simedis ini.

    Ada beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh. Secara garis besar, terdapat manfaat utama dan manfaat tambahan yang tersedia. Untuk manfaat utama, peserta Simedis mendapatkan jaminan jika meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan.

    Jika tertanggung meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan yang terjadi dalam masa asuransi (90 hari), penanggung akan membayarkan 100% klaim perlindungan.

    Sebagai catatan, jika tertanggung memiliki beberapa kepesertaan asuransi, maka maksimum manfaat meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan yang dibayarkan adalah sebesar Rp20.000.000 (dua puluh juta Rupiah).

    Manfaat utama yang kedua adalah jaminan jika tertanggung meninggal dunia akibat Covid-19. Jika tertanggung meninggal dunia karena secara pasti terinfeksi Virus COVID-19, Penanggung akan membayarkan tambahan Manfaat Meninggal Dunia sebesar 50% klaim perlindungan.

    Sebagai catatan, jika tertanggung memiliki beberapa tanda kepesertaan asuransi, maksimum tambahan manfaat meninggal dunia karena COVID-19 yang dibayarkan sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta Rupiah)

    Bagaimana dengan manfaat tambahannya? Tak kalah menarik, yaitu jika tertanggung menjalani perawatan di Rumah Sakit akibat terinfeksi Virus COVID-19 yang terjadi dalam masa asuransi, akan diberikan santunan biaya perawatan Rumah Sakit sebesar 1% per hari dari Manfaat Meninggal Dunia karena Penyakit atau Kecelakaan dengan maksimum 14 (empat belas) hari per Masa Kontrak Asuransi.

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Sebagai catatan, manfaat ini hanya diberikan 1 (satu) kali selama masa asuransi. Dan, jika Tertanggung memiliki beberapa tanda kepesertaan asuransi, maka maksimum santunan harian rawat inap yang dibayarkan sebesar Rp200.000 (dua ratus ribu Rupiah) per hari

    Segera manfaatkan layanan plus jaminan kesehatan yang bisa Anda peroleh dengan membeli paket pemeriksaan Covid-19 dari Prosehat. Promo kerjasama ini dapat dapat Anda nikmati selama satu tahun,  mulai dari 8 Maret 2021 hingga 7 Maret 2022.

    Anda pun dapat mendapatkan layanan ini secara mudah. Sahabat Sehat tinggal menanyakan paket ini kepada petugas kami baik secara langsung di klinik Prohsehat atau melalui layanan chat Asisten Kesehatan Maya 08111816800. Petugas Prosehat akan melayani dan mendata Anda sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

    Baca Juga: 8 Tips Memilih Asuransi yang Tepat di Tengah Pandemi

    Tidak ribet, kan? Yuk, makin lindungi diri dan keluarga Anda dengan layanan kesehatan komprehensif dari Prosehat, yang di dalamnya meliputi jaminan asuransi. Dalam kondisi yang seperti sekarang ini, apalagi yang Anda cari selain kesehatan serta rasa aman?

    Read More
  • Setiap orang tentunya ingin tidur nyenyak supaya dapat kembali berenergi setelah beraktivitas seharian penuh. Namun beberapa orang diketahui mengalami gangguan tidur, seperti gangguan tidur berjalan yang menyebabkan seseorang berdiri dan berjalan saat tidur. Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Bergadang Penderita gangguan tidur berjalan, umumnya tidak dapat merespons dan biasanya tidak mengingat […]

    Sahabat Mengalami Gangguan Tidur Berjalan? Berikut Cara Mengatasinya!

    Setiap orang tentunya ingin tidur nyenyak supaya dapat kembali berenergi setelah beraktivitas seharian penuh. Namun beberapa orang diketahui mengalami gangguan tidur, seperti gangguan tidur berjalan yang menyebabkan seseorang berdiri dan berjalan saat tidur.

    gangguan tidur berjalan

    Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Bergadang

    Penderita gangguan tidur berjalan, umumnya tidak dapat merespons dan biasanya tidak mengingat hal yang dilakukan saat tidur.

    Gangguan semacam ini dapat disebabkan oleh banyak faktor misalnya faktor genetik (keturunan), gaya hidup (kurang tidur, jadwal tidur yang tidak teratur, demam, stres, kekurangan magnesium, keracunan alkohol), dan kondisi fisik (menstruasi, kehamilan, gangguan psikiatri, sleep apnea, sindrom tourette, dan Tirotoksikosis).

    Jika hal ini dibiarkan, gangguan tidur dapat berpengaruh pada kondisi fisik dan mental. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Yuk, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Cara Mengatasi Gangguan Tidur Berjalan

    Gangguan tidur berjalan dapat diatasi dengan pemberian obat seperti benzodiazepin atau antidepresan, yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan dan gangguan tidur. Penggunaan obat obatan lain mungkin diperlukan, namun sebaiknya diperiksakan ke dokter terlebih dahulu.

    Produk Terkait: Jual Obat Tidur Nyenyak

    Hipnosis

    Terapi hipnosis dinilai turut membantu seseorang menjadi lebih rileks dan fokus. Terapis akan memberikan saran yang disesuaikan dengan kondisi tiap individu.

    Baca Juga: Ternyata Tidur Selama 6 Jam Saja Tidak Cukup

    Penanganan Lanjutan

    Apabila gangguan gangguan tidur berjalan disertai keluhan lain, misalnya sindrom kaki gelisah, perlu mendapatkan penanganan lanjutan sesuai keluhan yang dialami.

    Apabila gangguan tidur berjalan ini dirasa cukup mengganggu, Sahabat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

    Selain dengan berbagai cara di atas, Sahabat Sehat juga dapat melakukan beberapa tips berikut di rumah :

    • Cobalah tidur pada waktu yang sama setiap malam
    • Memastikan kamar tidur gelap dan tenang
    • Batasi minuman sebelum tidur, terutama minuman berkafein
    • Buang air kecil sebelum tidur
    • Mandi air hangat, membaca, atau menarik napas secara dalam agar rileks.
    • Kelola stres dengan baik

    Apabila yang mengalami gangguan tidur berjalan ini adalah orang lain, yang bisa Sahabat lakukan adalah:

    • Bimbing penderita tidur berjalan agar dapat kembali tidur. Usahakan jangan berteriak atau mengejutkan penderita.
    • Bangunkan penderita 15-30 menit sebelum gejala penyakit tidur berjalan muncul, terutama bila hal tersebut selalu dialami di waktu yang sama tiap malam.
    • Jika kondisi ini terjadi pada anak-anak, buatlah tambahan pengaman di tiap sisi ranjang untuk mencegah mereka turun dari kasur.

    Seperti itulah cara mengatasi gangguan tidur berjalan yang perlu Sahabat lakukan, agar kualitas tidur tetap baik.

    Baca Juga: Duh, Sering Susah Tidur Malam Hari Nih!

    Apabila Sahabat ingin informasi lebih lanjut mengenai gangguan tidur dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Gangguan Tidur Berjalan: Penyebab dan Cara Mengatasinya [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4179627/gangguan-tidur-berjalan-penyebab-dan-cara-mengatasinya
    2. Mengenal Sleepwalking, Gangguan Tidur Sambil Berjalan dan Cara Mengatasinya | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jatim/mengenal-sleepwalking-gangguan-tidur-sambil-berjalan-dan-cara-mengatasinya-kln.html
    3. Gangguan Tidur Sambil Berjalan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya [Internet]. suara.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.suara.com/lifestyle/2020/12/29/134942/gangguan-tidur-sambil-berjalan-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya
    Read More
  • Pemerintah mengumumkan bahwa sekolah tatap muka mulai dilakukan secara terbatas pada Juli 2021. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Siap Dilaksanakan di 14 Provinsi Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir […]

    Berikut Panduan Sekolah Tatap Muka Mulai Juli 2021!

    Pemerintah mengumumkan bahwa sekolah tatap muka mulai dilakukan secara terbatas pada Juli 2021. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

    panduan sekolah tatap muka

    Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Siap Dilaksanakan di 14 Provinsi

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, pada Selasa, 30 Maret 2021. Surat keputusan bersama tersebut telah ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

    Adapun sekolah tatap muka terbatas akan mulai dilaksanakan setelah pemerintah menyelesaikan program vaksinasi untuk para pendidik dan tenaga kesehatan, yang ditargetkan sebelum tahun ajaran baru dimulai.

    Panduan Kemendikbud Mengenai Sekolah Tatap Muka Terbatas

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengungkapkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah menyiapkan panduan terkait pembelajaran tatap muka yang meliputi pembatasan jarak antar siswa hingga aturan mengenai berbagai aktivitas yang tidak boleh dilakukan selama di sekolah.

    Nadiem meminta agar para siswa menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal kapasitas dalam kelas adalah 50% atau sekitar 18 orang. Aktivitas yang tidak boleh dilakukan selama pembelajaran tatap muka terbatas, yaitu kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, dan operasional kantin selama 2 bulan pertama.

    Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian,meminta pengawasan secara ketat protokol kesehatan di sekolah agar tidak menjadi area penyebaran virus. Pengawasan secara ketat harus dilakukan tanpa menakuti para peserta didik dan tenaga pendidik.

    Baca Juga: Cara Mencegah Virus Corona di Sekolah

    Vaksinasi Anak

    Meskipun pemerintah telah melaksanakan vaksinasi untuk guru sebagai syarat agar sekolah tatap muka dapat dilaksanakan meski secara terbatas, timbul pertanyaan kapankah vaksinasi untuk anak dilaksanakan?

    Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa vaksinasi untuk anak memang belum tersedia karena belum ada uji klinis yang dilakukan pada anak.

    Ia memprioritaskan para tenaga pendidik untuk divaksin terlebih dahulu karena termasuk dalam golongan berisiko, dibandingkan dengan anak yang risiko terinfeksi Covid-19 nya lebih kecil dan bisa sembuh dengan sendirinya.

    Baca Juga: Vaksinasi Corona untuk Tenaga Pendidik Demi Mendukung Sekolah Tatap Muka Juli 2021

    Selain dengan melaksanakan protokol kesehatan, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 Sahabat dapat melakukan pemantauan dengan WISH Health Watch yang memiliki fitur geofencing untuk mendeteksi keberadaan virus.

    Jam tangan pintar ini dapat diintegrasikan dengan smartphone Sahabat, sehingga mudah dan praktis untuk memantau penyebaran virus Covid 19.

    Tertarik? Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. SKB 4 Menteri, Juli 2021 Dilakukan Pembelajaran Tatap Muka secara Terbatas [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/03/30/11481651/skb-4-menteri-juli-2021-dilakukan-pembelajaran-tatap-muka-secara-terbatas
    2. Safitri E. Panduan Kemendikbud Terkait Pembukaan Sekolah Tatap Muka Terbatas Juli 2021 [Internet]. detiknews. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5513524/panduan-kemendikbud-terkait-pembukaan-sekolah-tatap-muka-terbatas-juli-2021
    3. Hastuti R. Sekolah Tatap Muka, Kapan Vaksinasi Covid-19 Anak-anak? [Internet]. tech. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210330134801-37-233982/sekolah-tatap-muka-kapan-vaksinasi-covid-19-anak-anak
    4. Safitri E. Ini Arahan Mendagri soal Pengawasan Prokes Jika Sekolah Tatap Muka Digelar [Internet]. detiknews. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5513667/ini-arahan-mendagri-soal-pengawasan-prokes-jika-sekolah-tatap-muka-digelar
    Read More
  • Kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI adalah hal yang wajar dalam setiap vaksinasi termasuk vaksinasi Covid-19. Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan, yaitu produksi Sinovac dan AstraZeneca yang baru tiba pada 8 Maret 2021. Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19 Mengenai KIPI pada vaksin asal Inggris ini belum begitu […]

    Amankah Vaksin AstraZeneca? Simaklah Pendapat Para Ahli Ini!

    Kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI adalah hal yang wajar dalam setiap vaksinasi termasuk vaksinasi Covid-19. Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan, yaitu produksi Sinovac dan AstraZeneca yang baru tiba pada 8 Maret 2021.

    amankah vaksin AstraZeneca

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Mengenai KIPI pada vaksin asal Inggris ini belum begitu banyak yang tahu seperti apa reaksi  yang diterima. Pemberitaan banyak menyebutkan bahwa AstraZeneca akan memberikan efek samping berupa bengkak, demam, muntah, diare, dan bahkan sakit perut.

    Selain efek samping itu, terdapat isu-isu yang cukup meresahkan seperti kejang, dan tentu saja kehalalan vaksin. Di Sulawesi Utara, pemberian AstraZeneca sementara dihentikan karena efek samping yang dirasakan seperti demam, menggigil, panas.

    Namun sebenarnya bagaimana efek samping atau KIPI dari AstraZeneca tersebut?

    Sri Rezeki Hadinegoro dari ITAGI menyatakan bahwa efek samping yang dirasakan adalah ringan dan tidak akan menyebabkan penerimanya dirawat di rumah sakit.

    Demikian ia ungkapkan dalam keterangan pers di YouTube “Penjelasan KIPI Terkait Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Covax Facilty” pada Selasa, 30 Maret 2021.

    AstraZeneca merupakan produk vaksin yang aman karena dikombinasikan dengan adenovirus sehingga virus Corona tidak berkembang dalam tubuh. AstraZeneca bahkan dalam prosesnya sudah menjalani uji klinis 20.000 relawan di Amerika Serikat dan Jepang.

    Terkait dengan gangguan pembekuan darah beliau menyatakan bahwa itu hal yang alami terjadi namun tidak akan menambah risiko. Dapat disimpulkan bahwa lebih banyak manfaat yang akan didapatkan. Untuk Indonesia sendiri vaksin yang digunakan diambil langsung dari pabriknya sehingga aman.

    Lalu apakah AstraZeneca Aman?

    Hal senada diungkapkan oleh Ketua Komnas KIPI, Indra Himawan pada keterangan pers tersebut yang menyatakan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca adalah ringan.

    Hal ini berkaitan dengan yang terjadi di Sulawesi Utara mengenai efek samping yang dirasakan penerima ternyata berhubungan dengan kecemasan, dan yang mengalami efek samping berdasarkan investigasi Komnas sudah sembuh.

    Dengan demikian, vaksinasi dengan AstraZeneca direkomendasikan tetap dilanjutkan dan harus dimasukkan ke dalam program vaksinasi nasional.

    Pemerintah Tidak Sembarangan Memilih Vaksin

    Dr. Siti Nadia Tarmizi sebagai juru bicara vaksinasi Covid-19 menyatakan bahwa pemerintah tidak sembarangan dalam memilih vaksin karena melalui beberapa kajian yang mendetail, baik oleh WHO, ITAGI, dan Komnas KIPI. Pemberian izin darurat dari BPOM pun tidak sembarangan karena sudah melalui uji klinis 1,2, dan 3.

    Bahkan dr. Nadia juga menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya efek samping berat dan mematikan dalam proses penyuntikan vaksin dengan AstraZeneca. Demam di angka >38 derajat Celcius dan nyeri di tempat suntikan merupakan hal yang wajar dan normal.

    Baca Juga: BPOM Resmi Mengeluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin AstraZeneca

    Indonesia lalu disebutnya sudah mengamankan pasokan vaksin demi mencapai kekebalan kelompok, dengan kebutuhan vaksin 436 juta, dan per Jumat 26 Maret sudah 10 juta orang divaksinasi dari 500.000 pemberian vaksin per hari yang selanjutnya ditargetkan menjadi 1 juta per hari.

    Tentunya ini bukanlah hal yang mudah karena Indonesia bersama dengan 130 negara lainnya berebut mendapatkan vaksin, dan vaksinasi yang dilakukan Indonesia menempatkannya sebagai 4 besar negara non-produsen vaksin dengan penyuntikan vaksin terbesar.

    Karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak takut divaksin karena manfaatnya yang lebih besar untuk pencegahan yang optimal terutama pada kelompok prioritas seperti lansia yang angka kematiannya 3 kali lebih tinggi.

    Pandangan WHO dan UNICEF Indonesia

    Mengenai manfaat vaksin juga dipaparkan oleh Vinod Bura dari WHO Indonesia berkaitan dengan yang sudah dipaparkan oleh Komnas KIPI dan Kemenkes. Disebutnya bahwa AstraZeneca berkualitas tinggi, dan WHO sudah mengecek faktor keamanan yang ada.

    Vinod Bura bahwa yang terjadi di Sulawesi Utara berdasarkan investigasi dari Komnas KIPI tidak berhubungan sama sekali dengan efek samping vaksin

    Mengenai pengentalan darah juga tidak ada hubungannya dengan efek samping yang dirasakan. Demikian yang diungkapkan oleh Rizki Ika Syafitri dari UNICEF Indonesia. Ia juga menyatakan AstraZeneca aman untuk orangtua, dan sudah dijamin keamanannya oleh BPOM.

    Kesimpulan

    Intinya adalah vaksin AstraZeneca aman karena efek samping yang diberikan termasuk ringan serta wajar dalam vaksinasi.

    Karena itu, Sahabat Sehat, jangan ragu untuk divaksin sebab vaksin itu baik dan perlu serta dapat mencegah secara optimal Covid-19.

    Namun tetap ingat jangan lupa tetap terapkan perilaku 5M dan pola hidup bersih dan sehat meskipun sudah divaksin.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi, konsultasikan saja dengan para dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Apakah Sahabat Sehat termasuk orang yang menikmati alunan musik? Kalau iya, berarti Sahabat termasuk orang yang beruntung karena ternyata musik memiliki segudang manfaat kesehatan bagi tubuh. Baca Juga: Terapi Pengobatan Air Putih untuk Mengatasi Penyakit-penyakit Kronis Lalu apa saja manfaat mendengarkan musik bagi kesehatan? Sahabat Sehat, mari simak penjelasannya di bawah ini! 1. Meredakan Stres Musik […]

    Tahukah Sahabat, 9 Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Kesehatan?

    Apakah Sahabat Sehat termasuk orang yang menikmati alunan musik? Kalau iya, berarti Sahabat termasuk orang yang beruntung karena ternyata musik memiliki segudang manfaat kesehatan bagi tubuh.

    manfaat mendengarkan musik bagi kesehatan

    Baca Juga: Terapi Pengobatan Air Putih untuk Mengatasi Penyakit-penyakit Kronis

    Lalu apa saja manfaat mendengarkan musik bagi kesehatan? Sahabat Sehat, mari simak penjelasannya di bawah ini!

    1. Meredakan Stres

    Musik ternyata mampu membantu meredakan stres, sehingga berangsur-angsur stress menghilang dan pikiran kembali tenang. Mendengarkan musik disebut dapat menurunkan kadar kortisol atau hormon yang bertanggung jawab terhadap stres. Musik dengan tempo yang lambat dinilai dapat menurunkan detak jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah.

    2. Meringankan Gangguan Cemas

    Apabila Sahabat memiliki gangguan cemas, Sahabat dapat mendengarkan musik sebagai  salah satu cara terapi cemas. Musik dinilai dapat mengalihkan dari rasa cemas, membuat lebih tenang dan nyaman.

    3. Menjaga Kemampuan Pendengaran

    Dari sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang sering mendengarkan musik ternyata memiliki kemampuan mendengar yang lebih baik. Meski begitu, disarankan untuk tidak mendengarkan musik dengan volume keras terutama saat menggunakan headphone.

    Baca Juga: Terapi Donor Plasma Konvalesen, dari Pengertian hingga Manfaat

    4. Memperkuat Daya Ingat

    Musik ternyata turut memperkuat daya ingat, hal ini diketahui dari sebuah studi yang menunjukan peserta yang mengingat suatu kata sambil mendengarkan musik ternyata jauh lebih unggul daripada peserta yang mengingat kata dalam keheningan.

    5. Meredakan Gejala Depresi

    Musik disebut dapat meredakan gejala depresi terutama musik klasik yang dikombinasikan dengan musik jazz, hal ini berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2017. Selain musik jazz dan klasik, musik yang disarankan adalah musik perkusi yang ternyata turut bermanfaat dalam meredakan gejala depresi.

    6. Mengatasi Lelah

    Berdasarkan sebuah penelitian, irama musik yang menenangkan ternyata dapat membantu mengurangi kelelahan dan membuat rileks.

    7. Meningkatkan Semangat Berolahraga

    Sebuah penelitian pada tahun 2020 mengungkapkan bahwa berolahraga sambil mendengarkan musik dapat meningkatkan suasana hati, dan meningkatkan gerakan tubuh saat berolahraga.

    Berolahraga dengan mendengarkan musik juga turut mempengaruhi intensitas dan waktu latihan yang lebih lama. Atlet yang mendengarkan musik dengan tempo cepat selama pemanasan, diketahui menjadi lebih termotivasi dalam persaingan.

    8.Membantu Proses Diet

    Sahabat sedang menjalani diet? Agar diet berhasil, tidak ada salahnya Sahabat mendengarkan musik ketika makan. Musik ternyata dapat membuat rileks sehingga Sahabat akan makan secara perlahan dan cepat merasa kenyang.

    9. Mengatasi Gangguan Tidur

    Banyak orang yang sering mengalami gangguan tidur atau insomnia. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mendengarkan musik terutama musik klasik dengan alunan yang rileks sehingga tidur menjadi lebih nyenyak.

    Baca Juga: Duh, Sering Susah Tidur Malam Hari Nih!

    Musik ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan, Sahabat Sehat mulai sekarang mari mendengarkan musik dan pilihlah jenis musik sesuai aktivitas yang Sahabat lakukan.

    Apabila Sahabat membutuhkan informasi lebih lanjut soal terapi dan konsultasi kesehatan, silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Kenali Manfaat Mendengarkan Musik untuk Kesehatan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 30 March 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/11/02/112016820/kenali-manfaat-mendengarkan-musik-untuk-kesehatan?page=all
    2. Abdi H. Jarang Diketahui, Ini 7 Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Kesehatan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 30 March 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4003992/jarang-diketahui-ini-7-manfaat-mendengarkan-musik-bagi-kesehatan
    3. 8 Manfaat Mendengarkan Musik bagi Kesehatan, Bantu Perbaiki Ingatan dan Atasi Lelah | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 30 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jatim/8-manfaat-mendengarkan-musik-bagi-kesehatan-bantu-perbaiki-ingatan-dan-atasi-lelah-kln.html
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama setahun rupanya turut mempengaruhi pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit Tuberkulosis (TBC) secara global, termasuk Indonesia. Demikian yang diungkapkan oleh Jose Luis Castro, Presiden dan CEO sebuah organisasi kesehatan di New York, Amerika Serikat. Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin? Dalam tulisan yang dimuat di The […]

    Pelayanan TBC Selama Masa Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama setahun rupanya turut mempengaruhi pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit Tuberkulosis (TBC) secara global, termasuk Indonesia. Demikian yang diungkapkan oleh Jose Luis Castro, Presiden dan CEO sebuah organisasi kesehatan di New York, Amerika Serikat.

    pelayanan TBC di masa pandemi Covid-19

    Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin?

    Dalam tulisan yang dimuat di The Jakarta Post berjudul “Covid-19 Causes Major Setbacks for RI as TB High Burden Country”, terdapat beberapa pandangan mengenai pelayanan TBC di Indonesia selama masa pandemi Covid 19. Seperti diketahui, Indonesia merupakan salah satu dari 3 negara dengan jumlah penderita TBC terbanyak setelah Cina dan India.

    Besarnya jumlah penderita tersebut tentunya harus diiringi dengan tingkat pelayanan kesehatan yang baik. Secara global, sebelum terjadinya pandemi Covid-19 telah terjadi peningkatan pelayanan kasus TBC yang ditandai dengan angka penurunan penderita TBC mencapai 9% pada periode 2015-2019.

    Namun tercatat sekitar 3 juta orang penderita TBC secara global tidak terdiagnosa atau tidak dilaporkan ke badan kesehatan yang berwenang untuk penanganan TBC, demikian menurut laporan World Health Organization (WHO).

    WHO juga menyebutkan bahwa pada tahun 2019 sekitar 465.000 orang terdiagnosa TBC yang resisten terhadap obat, dan kurang dari 40% penderita dapat mengakses pengobatan TBC. Hal itu turut didukung karena keterbatasan akses pengobatan untuk mencegah penyakit tersebut.

    Bagaimana Pelayanan TBC Selama Pandemi Covid 19 ?

    Pandemi Covid-19 kenyataannya turut mempengaruhi pelayanan TBC yang sebelumnya merupakan salah satu layanan kesehatan yang diprioritaskan. Hal ini ditandai dengan alokasi pelayanan yang lebih difokuskan pada penanganan Covid 19.

    WHO menyatakan bahwa telah terjadi penurunan laporan secara signifikan dalam pelaporan kasus TBC mencapai 25-30% yang terjadi pada negara-negara dengan jumlah penderita TBC terbesar, salah satunya di Indonesia. Di Indonesia pada periode Januari hingga Juni 2020, angka jumlah kematian akibat TBC diperkirakan mencapai 400.000 jiwa pada 2020.

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Kuat

    Apabila pelayanan kesehatan masih difokuskan untuk penanganan Covid-19, diprediksikan bahwa jumlah penderita TBC akan meningkat hingga mencapai 6,3 juta kasus pada 2020 hingga 2025. Sehingga pemerintah baik secara global dan di Indonesia memerlukan strategi khusus penanganan TBC selama masa pandemi Covid 19, yaitu dengan melakukan pelacakan, pengujian, dan pengisolasian pada setiap kasus TBC.

    TBC dapat dicegah melalui pemberian vaksin BCG (Bacillus Calmette–Guérin) sebagai salah satu bentuk pencegahan yang tepat, dengan efektivitas mencapai 70-80% terutama pada anak-anak.

    Pemberian vaksin BCG merupakan suatu keharusan sebagai cara pencegahan sekaligus peningkatan pelayanan kesehatan di negara dengan angka penderita TBC terbanyak. Vaksinasi harus tetap dilaksanakan meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid 19 agar dapat menekan angka kesakitan TBC selama masa pandemi Covid 19.

    Baca Juga: Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya!

    Mengingat vaksinasi BCG sangat penting sebagai salah satu cara pencegahan penyakit TBC, Sahabat dapat melakukan vaksinasi di Prosehat yang memiliki layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Post T. COVID-19 causes major setbacks for RI as TB high burden country [Internet]. The Jakarta Post. 2021 [cited 30 March 2021]. Available from: https://www.thejakartapost.com/index.php/academia/2021/03/26/covid-19-causes-major-setbacks-for-ri-as-tb-high-burden-country.html
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja