Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: admin

ProSehat

About ProSehat

Showing 121–130 of 192 results

  • Hallo Rekan Sehat! Pada tanggal 29 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat part 3 tentang Obesitas Anak bersama dr. Stella E. Bela, M.Gizi, SpGK di Instagram ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part 3 kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Stella dengan pertanyaan terkait dengan obesitas pada anak. […]

    Ngobrol Sehat part 3 Tentang #Obesitas Anak dengan dr. Stella E. Bela, M.Gizi, SpGK

    Hallo Rekan Sehat!

    Pada tanggal 29 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat part 3 tentang Obesitas Anak bersama dr. Stella E. Bela, M.Gizi, SpGK di Instagram ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part 3 kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Stella dengan pertanyaan terkait dengan obesitas pada anak.  Apakah Rekan Sehat juga berpartisipasi dalam ngobrol sehat part 3? Jika tidak, berikut rangkuman beserta pertanyaan yang diutarakan oleh kami dan Rekan Sehat yang kemudian dijawab oleh dr. Stella secara langsung.

    12568194_1675422216063204_307394012_n

    Pertanyaan 1:

    Sebenarnya apa yang dimaksud dengan obesitas pada anak, ya dok?

    Jawaban:

    Obesitas pada anak dilihat dari status gizi berdasarkan pengukuran berat serta tingginya. Jika berlebih dan melewati Index Massa Tubuh (IMB), maka ia dikategorikan obesitas.

    Pertanyaan 2:

    Apa perbedaan obesitas pada anak dan orang dewasa? Apakah jauh lebih berbahaya dampak yang akan dialami si kecil jika ia obesitas, dok?

    Jawaban:

    Ya, tentunya akan lebih berbahaya jika si kecil sudah obesitas sejak ia kecil. Beban kerusakan organ tubuhnya juga akan dimulai sejak dini dan berakibat fatal di saat ia dewasa dan masih obesitas.

    Pertanyaan 3:

    Bagaimana cara mencegah obesitas anak? Makanan apa saja yang harus dihindari atau dikurangi?

    Jawaban:

    Agari tidak terjadi obesitas, makan sesuai pola gizi yang seimbang, cukup air dan aktivitas fisik. Hindari cemilan seperti gorengan dan yang terlalu manis. Perbanyaklah sayuran dan buah-buahan.

    Pertanyaan 4:

    Masalah kesehatan apa yang akan terjadi pada anak yang obesitas? Bagaimana cara penanganannya?

    Jawaban:

    Obesitas anak tentunya akan mengganggu kenyamanan anak dalam aktivitas. Ia akan mudah sesak nafas saat berlari, kaki yang tidak kuat menyangga badan dan gangguan organ tubuh seperti jantung, hati, dan lain-lain, karena timbunan lemak berlebihan di tubuhnya. Penanganan yang tepat adalah dengan mengurangi asupan kalori, perbanyak sayuran dan buah, serta meningkatkan aktifitas fisik si kecil setiap harinyaa.

    Pertanyaan 5:

    Faktor apa saja yang menyebabkan anak obesitas?

    Jawaban:

    Keturunan hanya mempengaruhi obesitas anak sebesar 20 persen. Ketahui bahwa pengaruh terbesar adalah pola hidup, jenis makanan yang ia konsumsi, atau ketika ia sakit, serta faktor lingkungan dan ketersediaan sumber makanan.

    Pertanyaan 6:

    Kriteria apa saja yang dapat mengkategorikan seorang anak mengalami obesitas? Apa yg harus kita waspadai sebelum mereka masuk dalam kategori tersebut?

    Jawaban:

    Kriteria obesitas anak dapat dilihat dari pengukuran status gizi yang biasa dilakukan berdasarkan berat badan dan tinggi badan setiap bulan lalu dicocokkan dengan kurva di buku KMS atau kurva yg dikeluarkan CDC dan WHO. Jika masuk kriteria obesitas, maka sebaiknya mulai diperhatikan jenis dan jumlah asupan makanan dan minumannya.

    Pertanyaan 7:

    Adakah cara praktis dan tepat untuk mendeteksi secara dini adanya masalah gizi dalam hal obesitas pada anak, dok?

    Jawaban:

    Lakukan kontrol berat badan dan tinggi badan setiap bulan di sarana kesehatan atau cocokkan dengan grafik pada buku KMS.

    Pertanyaan 8:

    Bagaimana cara mengontrol nafsu makan berlebih pada anak ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan?

    Jawaban:

    Mudah saja. Atur jadwal pemberian makan dan berikan mereka asupan kaya akan serat seperti sayur dan buah. Pada saat seperti itu Ibu bisa lebih kreatif mengkreasikan makanan dan cemilan sehat untuknya.

    Pertanyaan 9:

    Berpengaruhkah obesitas terhadap tingkat kecerdasan anak?

    Jawaban:

    Tentu saja. Seperti contohnya si kecil yang mengkonsumsi banyak makanan, melebihi asupan yang disarankan perharinya dapat dengan mudah membuat ia mengantuk. Jika mudah mengantuk, ia akan kesulitan untuk berkonsentrasi dan lambat (akhirnya) dalam menangkap pelajaran yang diberikan di sekolah.

    Pertanyaan 10:

    Apa yang menyebabkan obesitas anak, apakah makanan berat atau cemilan dan susu? Lalu perlukah menu tertentu makanan harian yang dikonsumsi agar anak terhindar obesitas?

    Jawaban:

    Obesitas anak terjadi karena jumlah asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi terlalu berlebihan. Menu harian dari jumlah, jenis dan jadwal makan dengan salah satu caranya memperbanyak cemilan sehat seperti buah-buahan tentunya harus dilakukan untuk menghindari obesitas anak.

    Pertanyaan 11:

    Adakah kaitannya obesitas anak dengan penyakit menyeramkan seperti jantung atau kanker?

    Jawaban:

    Ya, ada tentunya. Obesitas menyebabkan peningkatan inflamasi dan zat prooksidan yang dapat merusak sel-sel di dalam tubuh si kecil.

    Pertanyaan 12:

    Sebaiknya saya memberikan susu yg seperti apa setelah waktu wajib ASI si kecil selesai? Apakah UHT atau Susu Formula? Jika susu formula sebaiknya yang seperti apa? Apakah dengan kandungan sukrosa atau tidak?

    Jawaban:

    Susu UHT maupun susu formula sama-sama mengandung kalori yang berasal dari karbohidrat, protein dan lemak. Dan yg harus diperhatikan adalah jumlah kalori di dalam asupan makanan dan minuman yg diberikan pada anak. Pantau dari status gizinya yaitu dengan timbang berat badan dan ukur tinggi badannya setiap bulan di sarana kesehatan terdekat atau dokter gizi Anda.

    Nah itu tadi beberapa pertanyaan dengan jawaban hasil Ngobrol Sehat part 3 dengan dokter spesialis gizi anak, dr. Stella E. Bela, M.Gizi, SpGK. Temukan pertanyaan beserta penjelasan lainnya di sini.

    Read More
  • Hallo Rekan Sehat! Bagaimana kabar Anda hari ini? Pada tanggal 24 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat part 2 tentang tumbuh kembang anak bersama dr. Eva Devita, SpA. di fanpage FB ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part 2 kemarin, membanjiri linimasa kami dan […]

    Ngobrol Sehat Part 2 Tentang Tumbuh Kembang Anak dengan dr. Eva Devita, SpA

    Hallo Rekan Sehat! Bagaimana kabar Anda hari ini?

    Pada tanggal 24 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat part 2 tentang tumbuh kembang anak bersama dr. Eva Devita, SpA. di fanpage FB ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part 2 kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Eva dengan pertanyaan terkait dengan tumbuh kembang anak.  Apakah Rekan Sehat juga berpartisipasi dalam ngobrol sehat part 2? Jika tidak, berikut rangkuman beserta pertanyaan yang diutarakan oleh kami dan Rekan Sehat yang kemudian dijawab oleh dr. Eva secara langsung.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    12622270_1699974646903540_8329714281763058207_o

    Pertanyaan 1:

    Apa yang mempengaruhi tumbuh kembang pada anak, ya dok?

    Jawaban:

    Pertama kita harus membedakan pertumbuhan dan perkembangan terlebih dahulu. Pertumbuhan adalah pertambahan dalam ukuran fisik seorang anak (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala) sedangkan perkembangan adalah bertambahnya keterampilan seorang anak dari aspek motorik kasar dan halus, bahasa, dan personal sosial. Tumbuh kembang dipengaruhi faktor biopsikososial: genetik, status gizi, status kesehatan secara umum, pola asuh, stimulasi, dan lingkungan.

    Pertanyaan 2:

    Seberapa besar pengaruh pemberian nutrisi dan gizi seimbang terhadap tumbuh kembang anak, dok? Adakah cara tertentu yang dapat digunakan untuk memantau keterkaitan hal tersebut?

    Jawaban:

    Nutrisi sangat penting perannya dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Nutrisi diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak, otot, tulang yang semuanya berperan dalam tumbuh dan kembang anak. Nutrisi seimbang yang dibutuhkan anak artinya makanan anak harus mengandung karbohidrat dan protein sebagai zat pembangun, lemak dan mineral untuk pembentuk sel dan metabolisme tubuh, vitamin untuk menjaga sel-sel dari kerusakan dan juga berperan dalam metabolisme tubuh. Apabila nutrisi tidak seimbang, pasti berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan. Contohnya, anak yg berlebih karbohidrat dan lemaknya akan meningkatkan risiko obesitas dan tentunya akan menghambat ia untuk bergerak sehingga perkembangannya menjadi terlambat.

    Baca Juga: Jangan Lewatkan  Tahap Tumbuh Kembang Anak

    Pertanyaan 3:

    Bagaimana cara mengetahui pertumbuhan dan perkembangan seorang anak itu normal? Apakah diperlukan stimulasi khusus jika tumbuh kembang anak tidak normal, dok?

    Jawaban:

    Pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan oleh orangtua dan dokter anak. Pertumbuhan dipantau melalui penambahan berat/tinggi badan per bulan yang diplot pada grafik pertumbuhan. Sementara perkembangan dipantau melalui skrining dan evaluasi perkembangan oleh dokter anak.

    Pertanyaan 4:

    Bagaimana sebenarnya proses tumbuh kembang anak yang baik? Karena mungkin banyak orang tua yang khawatir ketika anaknya malas makan kemudian tumbuh kembangnya akan terganggu.

    Jawaban:

    Untuk anak usia di bawah 1 tahun ada patokan-patokan kenaikan berat badan rata-rata yang harus dicapai. Dan untuk 3 bulan pertama, kenaikan berat badan haru 800-1.000 gram/bulan. 3 bulan kedua, kenaikan berat badan harus berkisar antara 500-750 gram/bulan. Dan pada 3 bulan ketiga, kenaikannya harus sekitar 300-500 gram/bulan. Terakhir, pada 3 bulan keempat, kenaikannya harus sekitar 100-300 gram/bulan. Untuk usia 1-3 tahun, kenaikan akan berkurang hingga 1-2 kilogram karena anak sudah semakin aktif. Namun patokan kasarnya usia 6 bulan beratnya akan 2x berat lahir, sementara saat usia 1 tahun beratnya akan 3x berat lahir.

    Produk Terkait: Jual Susu Anak dan Balita

    Pertanyaan 5: 

    Pada usia berapa seorang anak dikategorikan sebagai masa golden ages mereka, ya dok?

    Jawaban:

    Masa emas perkembangan anak adalah 1000 hari pertama kehiupan atau 2 tahun pertama. Untuk perkembangan otak ada masa plastisitas otak yg bisa sampai 3-5 tahun.

    Pertanyaan 6:

    Apa saja yang biasanya menonjol pada masa golden ages mereka, ya dok?

    Jawaban:

    Di 2 tahun pertama, selain pertambahan berat dan tinggi badan yang pesat, kepintaran anak juga bertambah dengan cepat. Pada usia 3 bulan, bayi sudah bisa tengkurap, mengangkat kepala, membalas senyum, sampai mengikuti pergerakan benda yang ditunjukan dengan gerakan bola matanya. Sedangkan pada usia 6 bulan, bayi sudah bisa berguling, duduk dengan tegap, dan memegang benda dengan pegangan yang kuat. Pada usia 9 bulan ia sudah bisa merangkak, berdiri sambil pegangan, babbling dan duduk sendiri. Pada usia 12 bulan ia sudah bisa berjalan, memegang benda kecil dengan 2 jari dan mengucapkan banyak kata seperti ‘mama’ atau ‘papa’. Sedangkan pada usia 15 bulan, kosakatanya sudah bertambah hingga 10 kata. Ia juga sudah mengerti peringah sederhana, mengerti fungsi objek sederhana seperti sisir yang digunakan untuk menyisir rambut dan sudah berjalan dengan lancar. Pada usia 18 bulan kosakatanya bertambah hingga 20 kata. Ia sudah dapat menggunakan anggota tubuhnya dengan benar sesuai fungsinya walau belum banyak. Dan pada usia 20 sampai 24 bulan ia akan mulai merangkai kata untuk melakukan percakapan dengan orang di sekitarnya, berbicara untuk memberitahu keadaan dirinya, sudah mengetahui banyak fungsi benda dengan lebih baik.

    Pertanyaan 7:

    Kebutuhan bayi yang seperti apa yang akan membantu tumbuh kembang si kecil?

    Jawaban:

    Kebutuhan bayi di usia ini selain nutrisi tentu stimulasi, baik dari orang tua atau dari pengasuhnya. Stimulasi bisa dengan menggunakan mainan edukatif sesuai usia anak. Dan anak butuh istirahat yang cukup dan tidak terganggu karena saat tidur juga merupakan saat yang penting untuk tumbuh kembang anak. Jadi sebaiknya anak tidak terganggu tidurnya karena mengompol misalnya.

    Baca Juga: Hal Penting dalam Fase Toddler

    Nah itu tadi beberapa pertanyaan dengan jawaban hasil Ngobrol Sehat part 2 dengan dokter spesialis anak, dr. Eva Devita, SpA. Temukan pertanyaan beserta penjelasan lainnya di sini. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tumbuh-kembang anak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Memiliki anak yang gemuk memang menggemaskan. Tapi jangan sampai gemuknya berlanjut hingga si kecil memasuki usia 5 tahun. Dikhawatirkan ia malah akan obesitas pada saat sudah besar! Obesitas pada anak belum lama menjadi sorotan permasalahan gizi pada anak. Hal ini disebabkan karena komplikasi obesitas pada anak yang dapat ditimbulkan lebih kompleks dibandingkan dengan obesitas pada […]

    Hati-hati Obesitas Pada Anak!

    Memiliki anak yang gemuk memang menggemaskan. Tapi jangan sampai gemuknya berlanjut hingga si kecil memasuki usia 5 tahun. Dikhawatirkan ia malah akan obesitas pada saat sudah besar!

    obese-child

    Obesitas pada anak belum lama menjadi sorotan permasalahan gizi pada anak. Hal ini disebabkan karena komplikasi obesitas pada anak yang dapat ditimbulkan lebih kompleks dibandingkan dengan obesitas pada orang dewasa. Hal ini atas pertimbangan anak yang masih akan terus tumbuh dan berkembang, serta karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Dan jika mereka obesitas, aktifitas mereka dalam membangun bangsa ini akan terganggu.

    Tapi sebenarnya, apa itu obesitas pada anak?

    Obesitas adalah akumulasi jaringan lemak di bawah kulit yang berlebihan dan menyebar di seluruh tubuh. Obesitas pada umumnya memiliki tanda dan gejala yang khas, yaitu wajah membulat, dagu rangkap (double chin), leher pendek, pipi membulat, dada mengembung dan payudara yang membesar dengan jaringan lemak. Pada anak laki-laki penis akan tampak kecil karena terkubur dalam jaringan lemak supra-pubik sementara pada anak perempuan indikasinya adalah menstruasi dini.

    Hati-hati obesitas pada anak karena akan menyebabkan masalah kesehatan yang timbul ketika mereka dewasa, seperti berikut ini:

    • Penyakit jantung
    • Resistensi terhadap insulin sehingga rentan terhadap penyakit diabetes
    • Penyakit muskuloskeletal (penyakit otot dan tulang) seperti osteoarhtritis
    • Penyakit kanker
    • Disabilitas

    Berikut fakta-fakta yang terkait dengan resiko obesitas pada anak:

    1. Fakta Genetik: Sebuah penelitian mengatakan bahwa jika ibu biologis mengalami obesitas, maka keturunannya memiliki peluang 75% mengalami obesitas.

    2. Fakta Diet: Dalam hal ini ada 2 poin penting yang diperhatikan yaitu:

    • Perubahan trend makanan cepat saji atau junkfood: Salah satu penyebab obesitas pada anak disebabkan oleh terlalu banyak makan makanan junkfood. Peran orang tua yang memiliki lebih sedikit waktu dan energi untuk menyiapkan makanan sehat juga turut menjadi andil dalam pengalihan makanan ke junkfood. Makanan junkfood biasanya tinggi kadar gula dan lemaknya. Makanan ini juga biasa ditawarkan dalam ukuran besar yang menggiurkan.
    • Konsumsi minuman ringan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik: Selain itu, minuman ringan sudah lebih populer ketimbang susu dan air. Misalnya, setiap tahun, orang Meksiko membelanjakan lebih banyak uang untuk minuman ringan, daripada untuk gabungan sepuluh makanan pokok. Menurut buku Overcoming Childhood Obesity, menenggak minuman ringan 600 mililiter saja setiap hari dapat menaikkan berat badan sebanyak 11 kilogram dalam waktu setahun.

    3. Fakta Kurangnya Olahraga: Asupan makanan tidak berbanding lurus dengan kegiatan fisik atau kegiatan olahraga si kecil. Menonton TV sambil makan, bermain games sambil disuapin makan, tentunya akan menyebabkan obesitas pada anak dengan mudah.

    4. Fakta Faktor Psikologi: Beberapa anak memakan lebih banyak karena adanya gangguan emosi seperti stress atau sekedar bosan.

    5. Fakta Faktor Sosio-ekonomi: Makanan yang tersedia dengan harga  tidak terlalu mahal biasanya cepat saji seperti frozen meals, crackers dan cookies. Makanan tersebut biasanya tinggi lemak dan garam yang berperan dalam penambahan berat badan.

    Bertindak sekarang!

    Badan Kesehatan Dunia atau WHO, menghimbau agar keluarga terutama orang tua lebih pintar dan cermat dalam memilih makanan yang sehat bagi anak-anaknya. Hal ini disebabkan karena preferensi atau kecenderungan untuk menyukai makanan tertentu dibentuk sejak awal masa kanak-kanak dan saat tersebut orang tua memiliki peran yang penting. Memberikan anak-anak balita makanan yang tinggi kalori, tinggi lemak, tinggi gula dan tinggi kadar garam/natrium merupakan kontribusi utama obesitas di masa kanak-kanak. Para orang tua, terutama ibu harus paham mengenai nutrisi pada anak-anak dan harus membongkar kebiasaan lama yang mengatakan anak yang sehat adalah anak yang gemuk. Adanya mitos inilah yang juga menyebabkan orang tua cenderung memberikan asupan makanan berlebihan kepada anak-anaknya.

    Sumber: TanyaDok.com

    Daftar Pustaka

    • Budiwarti, Y. Endang, SKM,MPH. Gizi pada Anak Obesitas. [internet] 2012. [cited May 29 2014]. Available from  http://www.rscm.co.id/index.php?bhs=in&id=GIZ0000001
    • Anonymous. Fakta Penyakit Jantung pada Anak. [internet] 2014. [cited May 29 2014]. Available from http://www.parenting.co.id/article/mode/fakta.penyakit.jantung.pada.anak/001/003/640
    • Gabriella, J. Hartono, dr. Laporan  Gizi di Awal Tahun 2014 : Kurus vs Obesitas. [internet] 2012. [cited May 29 2014]. Available from http://www.tanyadok.com/anak/laporan-gizi-di-awal-tahun-2014-kurus-vs-obesitas
    • Agtadwimawanti, Nur Resti. Fakta Tentang Obesitas dan Kegemukan. [internet] 2012. [cited May 29 2014]. Available from  http://intisari-online.com/read/fakta-tentang-obesitas-dan-kegemukan
    • Mahadikawati, Ika. Obesitas  pada Anak. [internet] 2012. [cited May 28 2014]. Available from http://mediasehat.com/konten7no107
    • Anonymous, Mayo Clinic Staff. Childhood Obesity. [internet] 2014 [cited May 28 2014]. Available from http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/childhood-obesity/basics/causes/con-20027428
    • Anonymous. Obesitas – Fakta, Penyebab dan Resikonya.  [internet] 2014 [cited May 28 2014]. Available from Obesitas – Fakta, Penyebab dan Resikonya
    • Facts and figures on childhood obesity. [homepage on the Internet]. 2014 [cited 2014 Jun 11]. Available from: WHO, Web site: Facts and figures on childhood obesity
    Read More
  • Apa kabar, Rekan Sehat? Pada tanggal 15 Januari kemarin telah diadakan Ngobrol Sehat tentang vaksin anak bersama pakar vaksinasi anak dan dewasa, yaitu dr. Kristoforus Hendra Djaya, SpPd di Twitter @ProSehat. Banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part I kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Kristo dengan pertanyaan terkait dengan vaksinasi anak. […]

    Ngobrol Sehat Part 1 Tentang Vaksin Anak dengan dr. Kristo

    Apa kabar, Rekan Sehat?

    Pada tanggal 15 Januari kemarin telah diadakan Ngobrol Sehat tentang vaksin anak bersama pakar vaksinasi anak dan dewasa, yaitu dr. Kristoforus Hendra Djaya, SpPd di Twitter @ProSehat. Banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part I kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Kristo dengan pertanyaan terkait dengan vaksinasi anak.  Apakah Rekan Sehat juga berpartisipasi dalam acara tersebut? Jika tidak, berikut rangkuman beserta pertanyaan yang diutarakan oleh kami yang kemudian dijawab oleh dr. Kristoforus langsung.

    12417960_1697714697129535_44388730617041912_n

    Rangkuman Tanya Jawab Ngobrol Sehat bersama dr. Kristoforus Hendra Djaya:

    Pertanyaan 1:

    Dok, sebelum masuk ke tema kita hari ini, boleh kan dokter kenalin dulu apakah vaksinasi itu?

    Jawaban:

    Yup! Selamat malam semua! Kalau kita bicara vaksinasi, berarti kita bicara kekebalan. @Vaksinasi adalah proses menimbulkan kekebalan buatan dengan memaparkan tubuh kita pada kuman/virus yang sudah tak dapat menyerang tubuh kita lagi (sudah mati atau dilemahkan). Akibatnya tubuh kita akan membangun pasukan kekebalan.

    Pertanyaan 2:

    Jadi, vaksinasi itu perlu dilakukan sejak anak-anak ya dok, kenapa ya dok?

    Jawaban:

    Karena usia anak2 adalah usia yang paling rentan penyakit, pertahanan tubuh belum matang, dan belum bisa melindungi dirinya sendiri. Sedangkan kuman/virus cenderung akan mencari mereka yang berdaya tahan lemah, yang paling mudah diserang. Kita tidak selalu bisa memaksa anak-anak cuci tangan, pakai masker, atau makan makanan yang bersih. Tapi kita selalu bisa memberikan @vaksinasi pada mereka.

    Pertanyaan 3:

    Untuk jenis vaksinnya sendiri, ada berapa banyak vaksin yang harus dan penting diberikan kepada anak dok?

    Jawaban:

    Tidak ada lagi @vaksinasi yang harus atau yang penting untuk diberikan. Semua vaksin penting untuk diberikan, tergantung risiko apa saja yang kita hadapi. Ada 18 penyakit pada anak-anak yang sudah bisa diberikan vaksinasinya dan 17 diantaranya telah direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia.

    Pertanyaan 4:

    Wah banyak sekali ya dok, untuk pemberiannya harus diselang-seling atau bisa sekaligus saat anak lahir dok?

    Jawaban:

    Pemberian @vaksinasi sebaiknya mengikuti jadwal yang direkomendasikan untuk mendapatkan proteksi maksimal. Ada yang bisa diberikan sekaligus, ada yang harus bertahap. Yang jelas, dalam 1x kunjungan ke dokter bisa diberikan beberapa vaksinasi sekaligus.

    Pertanyaan 5:

    Mohon share sekalian dok, jadwal vaksin anak yang terbaru dan direkomendasikan dokter.

    Jawaban:

    Karena banyaknya jadwal @vaksinasi anak yang direkomendasikan oleh IDAI, saya berikan linknya saja agar bisa didownload dan dipelajari ya: klinikvaksinasi.com/jadwal-vaksinasi

    Pertanyaan 6:

    Nah dok, kenapa ya vaksin itu harus dilakukan sesuai jadwalnya?

    Jawaban:

    Yaa, setiap @vaksinasi itu sebelum diluncurkan kan sudah dilakukan uji coba ya. Bagaimana cara pemberiannya agar mencapai 1) proteksi maksimal 2) jangka proteksi panjang dan 3) efek samping minimal. Nah dari penelitian itulah dibuat rekomendasi. Karena itu jadwal itu sebaiknya diikuti semaksimal mungkin agar hasil perlindungannya maksimal.

    Pertanyaan 7:

    Bila terlewat dari jadwalnya sebaiknya apa yang dilakukan? Apa harus mengulang?

    Jawaban:

    Tidak, tidak perlu pengulangan dari awal. @Vaksinasi itu tidak hangus, hanya kekebalannya menurun perlahan-lahan. Makanya sebelum turun harusnya diberikan booster/suntikan berikutnya untuk melonjakkan kadar kekebalan kita. Kalau terlambat ya segera disusulkan saja sebelum kadar antibody kita turun. Makin cepat, makin vaik.

    Pertanyaan 8:

    Apakah mereka yang sudah di vaksin ada kemungkinan terkena penyakit tersebut?

    Jawaban:

    Ada. Kekebalan dari @vaksinasi tidak 100%. Ibarat kita perang pakai baju besi, kalau ditembak mungkin masih selamat. Kalau dibom nuklir tetap tidak selamat. Kira-kira begitulah analoginya. Kekebalan vaksin ibarat benteng yang kekuatannya hingga 90-an persen. Bila kuman/virusnya sangat banyak, bisa jadi pertahanan kita juga kalah dan akhirnya terserang juga. Tapi orang yang sudah divaksinasi biasanya lebih kebal dan kalau sakit pun lebih ringan.

    Pertanyaan 9:

    Apakah vaksin perlu juga dilakukan saat dewasa? Vaksin apa saja itu dok?

    Jawaban:

    Tentu! Analoginya seperti musim hujan. Anak-anak perlu bawa payung. Orang dewasa juga perlu payung kan? Tentu semua penyakit yang bisa menyerang anak-anak, tentu juga bisa menyerang dewasa, walaupun gejalanya lebih ringan. Tapi orang dewasa juga bisa jadi vektor penularannya. Makanya baik anak maupun dewasa semuanya perlu @vaksinasi!

    Nah, itu tadi acara Ngobrol Sehat part I kemarin. Jangan lupa untuk mengikuti ngobrol sehat part ke-2 pada tanggal 22 Januari ini dengan tema Tumbuh Kembang Anak.

    Psst… Ada hadiah menarik berupa voucher senilai 1 juta untuk setiap pertanyaan terbaik yang akan dipilih di setiap part acara Ngobrol Sehat. Follow sosial media kami @prosehat dan fb page ProSehat untuk update berita Ngobrol Sehat terbaru. Stay tuned!

    Read More
  • Kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak dengan melindunginya dari ancaman penyebaran penyakit yang berpotensi berat akan mengancam jiwanya. Apa yang bisa Sobat lakukan? Tentu saja dengan tidak terlambat memberikan vaksinasi atau imunisasi anak. Dengan rajin mengecek jadwal imunisasi anak, tumbuh kembang si kecil akan lebih aman tanpa adanya ancaman penyakit infeksi ganas seiring pertumbuhannya. […]

    Jadwal Imunisasi atau Vaksinasi Anak dan Bayi Terkini, Jangan Terlewatkan!

    Kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak dengan melindunginya dari ancaman penyebaran penyakit yang berpotensi berat akan mengancam jiwanya. Apa yang bisa Sobat lakukan? Tentu saja dengan tidak terlambat memberikan vaksinasi atau imunisasi anak. Dengan rajin mengecek jadwal imunisasi anak, tumbuh kembang si kecil akan lebih aman tanpa adanya ancaman penyakit infeksi ganas seiring pertumbuhannya.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    prosehat bantu vaksinasi anak di sini

    Mengapa imunisasi penting? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), seorang anak yang mendapat imunisasi, akan terhindar dari penyakit ganas dengan persentase 80 hingga 95%. Dengan banyaknya anak yang dilengkapi dan diberikan imunisasi, penyebaran penyakit pun akan berkurang dan mata rantai penularannya dapat terputus dari anak ke anak lain atau ke orang dewasa yang berada di dalam satu atap. Yup, keuntungan sosial dengan lengkapnya imunisasi anak dapat dirasakan karena 5-20% anak yang bahkan tidak diimunisasi juga akan terlindungi (yang biasa disebut sebagai herd immunity atau kekebalan komunitas). Jadi, bentuk perlindungan sejak si kecil dilahirkan ke dunia selain ASI eksklusif adalah dengan melakukan imunisasi yang akan menurunkan tingkat penyakit berat. Nah, sekarang kita bisa cek jadwal imunisasi anak tahun ini.

    Baca Juga: 6 Fakta dan Mitos Seputar Imunisasi

    Jadwal Imunisasi Anak (Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia)

    Jadwal Vaksin 2016

    Keterangan Tabel:

    1. BCG: Diberikan sejak lahir. Apabila umur > 3 bulan harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu, BCG diberikan apabila uji tuberkulin negatif.
    2. Hepatitis B: Diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 3 – 6 bulan. Interval dosis minimal 4 minggu.
    3. Polio: Polio-0 diberikan pada saat kunjungan pertama. Untuk bayi yang lahir di RB/RS OPV diberikan pada saat bayi dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksin kepada bayi lain).
    4. DTP: Diberikan pada umur >6 minggu, DTwP atau secara kombinasi dengan Hep B atau Hib. Ulangan DTP umur 18 bulan dan 5 tahun. Umur 12 tahun mendapat TT pada program BIAS SD kelas VI.Baca Juga: 8 Penyakit Anak yang Sering Menyerang

       

    5. Campak: Campak-1 umur 9 bulan, campak-2 diberikan pada program BIAS pada SD kelas 1, umur 6 tahun.
    6. Hib: Diberikan mulai umur 2 bulan dengan interval 2 bulan. Diberikan terpisah atau kombinasi.
    7. Pneumokokus (PVC): Pada anak yang belum mendapatkan PCV pada umur ³ 1 tahun PCV diberikan dua kali dengan interval 2 bulan. Pada umur 2 -5 tahun diberikan satu kali.
    8. Influenza: Umur < 8 tahun yang mendapat vaksin influenza trivalen (TIV) pertama kalinya harus mendapat 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
    9. Varisela: Vaksin ini dapat diberikan setelah umur 12 bulan, terbaik pada umur sebelum masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada umur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
    10. MMR: Diberikan pada umur 12 bulan, apabila belum mendapatkan vaksin campak umur 9 bulan. Selanjutnya MMR ulangan diberikan pada umur 5-7 tahun.
    11. Tifoid: Tifoid polisakarida injeksi diberikan pada umur > 2 tahun, diulang setiap 3 tahun.
    12. Hepatitis A: Hepatitis A diberikan pada umur > 2 tahun, dua kali dengan interval 6 – 12 bulan.
    13. HPV: Jadwal vaksin HPV bivalen 0, 1, 6 bulan. Vaksin HPV tetravalem 0, 2, 6 bulan. Dapat diberikan mulai umur 10 tahun.

    prosehat bantu vaksinasi anak di sini

    Nah, dengan jadwal imunisasi / vaksinasi anak di atas, jangan sampai terlambat memberikan perlindungan demi tabungan kesehatannya di masa depan ya. Tapi ketahui pula bahwa tujuan imunisasi / vaksinasi adalah untuk menimbulkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Kekebalan tubuh ternyata paling baik diperoleh dari infeksi alami (sakit), dan imunisasi memungkinkan membentuk kekebalan yang mirip dengan infeksi sesungguhnya tanpa harus melewati penderitaan dan bahaya komplikasi akibat sakit tersebut.

    Baca Juga: Gejala Diabetes Pada Anak

    Sepakat ya imunisasi /vaksinasi itu penting, terutama bagi bayi dan anak kecil. Mengapa? Karena sistem imun mereka belum sepenuhnya matang. Akibatnya, bayi dan anak kecil sangat rentan terkena penyakit. Jadi, jangan lupa imunisasi anak Sobat segera. Untuk imunisasi anak Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan imunisasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    • TanyaDok.com: Jadwal Imunisasi Anak
    • TanyaDok.com: Mengapa Imunisasi Harus Sesuai Jadwal
    • TanyaDok.com: Jadwal Imunisasi Anak Rekomendasi Dokter Anak Indonesia IDAI 
    • IDAI.or.id: Jadwal Imunisasi 2014
    Read More
  • Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa cacar air (varicella) yang sering dialami anak hingga beberapa kali dapat dicegah dengan vaksin Cacar. Dan ternyata cacar air dapat sembuh dengan sendirinya, namun yang menjadi kekhawatiran banyak orang tua di dunia adalah serangan berulang terutama ketika anak Anda sedang menurun daya tahan tubuhnya. Jangan menganggap enteng penyakit cacar […]

    Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air

    Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa cacar air (varicella) yang sering dialami anak hingga beberapa kali dapat dicegah dengan vaksin Cacar. Dan ternyata cacar air dapat sembuh dengan sendirinya, namun yang menjadi kekhawatiran banyak orang tua di dunia adalah serangan berulang terutama ketika anak Anda sedang menurun daya tahan tubuhnya. Jangan menganggap enteng penyakit cacar air karena akibat dari kambuhnya penyakit tersebut adalah terjadinya penyakit herpes atau cacar ular.

    Baca Juga: Mencegah Hepatitis A Pada Anak

    prosehat vaksin cacar air

    Terutama untuk anak-anak yang daya tahan tubuhnya belum terbentuk secara sempurna, suntik vaksin Cacar ini penting untuk dilakukan. Pemberian vaksin ini dilakukan hanya 1 kali pada bayi berusia 12-18 bulan. Namun penting untuk diingat bahwa seseorang yang berusia lebih dari 12 tahun dan belum pernah terkena cacar juga masih harus diberikan vaksin Cacar ini. Jangan takut dengan efek samping yang akan timbul karena reaksi yang timbul akibat vaksin Cacar ini jauh lebih ringan dibanding rasa sakit yang muncul bila anak Anda terkena penyakit cacar. Secara lebih lengkapnya efek samping cacar air, yaitu:

    • Nyeri atau Bengkak: Bengkak ini disebabkan oleh suntikan, dan hanya terjadi pada 1 dari 5 orang anak dan 1 dari 3 orang dewasa.
    • Demam: Kemungkinan terjadinya efek samping ini sangatlah kecil. Hanya 1 dari 10 orang dewasa saja yang tercatat pernah mengalaminya.
    • Ruam Ringan: Untuk efek samping ini jarang terjadi pada anak kecil. Hanya 1 dari 25 orang dewasa.
    • Kejang: Efek samping ini sangat jarang terjadi.

    Anda tidak perlu khawatir dengan efek samping yang timbul. Karena vaksinasi adalah hal yang mutlak dan perlu agar hidup Anda maupun anak Anda lebih sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit yang mengganggu seiring dengan pertumbuhan anak Anda.

    Baca Juga: Imunisasi Polio Suntik VS Imunisasi Polio Tetes

    Sementara untuk jadwal pemberian vaksin Varicella ini bisa dilakukan pada anak berusia lebih dari 12 bulan dengan 1x suntikan. Setelah anak Anda berusia lebih dari 12 tahun vaksin cacar ini bisa diberikan sebanyak 2x dengan selang penyuntikan 1 hingga 2 bulan.

    beli vaksin untuk anak di prosehat

    Karena banyaknya kasus serangan berulang dari cacar air, masyarakat Indonesia yang sudah terlanjur mempercayai bahwa vaksin cukup dilakukan 1 x saja, pun kebingungan untuk mendapatkan vaksin ini. Apakah diperjual belikan? Apakah aman? Pertanyaan tersebut pasti sempat terbesit di pikiran Anda. Penting untuk diingat, penyakit cacar air yang menyerang seseorang dengan daya tahan tubuh yang sangat rendah dapat berakibat fatal. Untuk itu lebih baik mencegah daripada mengobati. Dan vaksin Cacar untuk mengatasi penyakit cacar air anak Anda bisa didapatkan dengan mudah di sini.

    Ayo, vaksinasi sebelum terlambat!

    Baca juga: Jadwal Imunisasi Anak 2018

     

    Produk Terkait:

    Referensi:

    Read More
  • Stress memang bukan hal asing lagi. Banyak orang rawan terhadap serangan stress. Serangannya tidak kenal usia dan jenis kelamin. Termasuk anak Anda. Stress yang sering dialaminya akan menghambat tumbuh kembang otaknya. Banyaknya materi pelajaran dari sekolah dan tingginya standar kurikulum sekolah pastinya membuat anak cenderung mudah stress. Dalam kondisi seperti ini, peran keluarga sangat penting […]

    7 Cara Atasi Stress Pada Anak

    Stress memang bukan hal asing lagi. Banyak orang rawan terhadap serangan stress. Serangannya tidak kenal usia dan jenis kelamin. Termasuk anak Anda. Stress yang sering dialaminya akan menghambat tumbuh kembang otaknya. Banyaknya materi pelajaran dari sekolah dan tingginya standar kurikulum sekolah pastinya membuat anak cenderung mudah stress. Dalam kondisi seperti ini, peran keluarga sangat penting dalam penyembuhan stress pada anak. Terutama orang tua mereka yang pastinya juga mengalami stress akibat pekerjaan dan deadline yang setiap hari ditemui. Namun jangan perlihatkan stress Anda ke hadapan anak Anda yang juga sedang mengalami bad day.

    prosehat peduli stress pada anak 2

    Anak-anak mengalami dua jenis stress yang berbeda. Pertama adalah stress normatif yang kerap muncul seiring dengan tumbuh kembangnya. Stress seperti saat ia belajar berjalan, naik sepeda, makan dengan menggunakan sendok dan garpu sendiri masuk ke dalam kategori stress ini. Kemudian stress jenis kedua adalah ‘perubahan’ dalam hidupnya yang membuat shocked, seperti perceraian, pindah rumah, aktifitas di sekolah yang menumpuk dan masalah dengan temannya. Jika sudah mengetahui alasan stress pada anak, maka Anda dapat mengatasi stress tersebut dengan 7 cara di bawah ini:

    prosehat peduli stress pada anak 1

    1. Perhatikan Perubahan Emosi Anak

    Tips pertama atasi stress pada anak adalah dengan be aware with the change. Anda harus sadar bahwa jika memang anak Anda mudah depresi, saat mood tersebut datang, Anda harus sudah dapat mengenalinya. Cara termudah mengenali apakah anak Anda stress atau tidak adalah dengan mengamati perubahan emosinya. Jika ia menjadi lebih agresif atau murung, mungkin ia memang sedang stress. Biasanya ia akan cenderung menggerutu atas stress yang dialaminya.

    2. Luangkan Waktu untuk Bersantai

    Jika Anda sudah mengenali gejala stress yang dialami anak Anda, maka segera alihkan perhatiannya ke hal yang menyenangkan seperti rencana liburan berenang di water park, pergi ke studio Universal di Singapura atau tempat lainnya yang dapat membuat tubuhnya rileks dan pikirannya tenang.

    3. Ajarkan Anak untuk Berpikir Positif

    Tanamkan budaya pikiran positif sejak dini. Katakan padanya bahwa semuanya akan berjalan dengan sebagaimana mestinya dan pasti akan ada hikmah di balik setiap peristiwa yang menjadi penyebab stress pada anak Anda.

    4. Ajak Anak Mengucapkan Kalimat Positif Sebagai Bentuk Meditasi

    Selain berpikir positif, banyak orang tua yang beranggapan bahwa ucapan adalah doa atau perwujudan hal yang akan didapat. Hal tersebut benar. What you think and say, what you become. Jadi lebih baik tanamkan budaya kalimat berenergi positif seperti, ‘I am good,’ ‘I will be fine,’ ‘everything is going to be okay,’ dan masih banyak lagi.

    5. Membuat Visualisasi dengan Seni

    Entah itu menulis, bermusik, bernyanyi atau menggambar, kegiatan seni sudah dipercaya oleh para ahli dapat melepaskan stress akibat penuhnya pikiran yang ada di kepala. Jika anak Anda menyukai kegiatan menulis, ajak ia untuk menumpahkan segala isi hati dan pikirannya ke sebuah cerita. Setelah itu tanya anak Anda tentang stress yang dialaminya. Banyak orang menumpahkan emosi dan depresinya melalui tulisan atau gambar. Untuk itu kegiatan seni di rumah harus sering dilakukan sejak dini.

    6. Controlled Breathing

    Mengambil nafas panjang dalam selang interval tertentu sudah terbukti dapat membuat rileks tubuh Anda. Hal ini juga bisa Anda gunakan sebagai salah satu cara atasi stress pada anak. Ajak ia untuk mengambil nafas 2 hingga 4 detik, kemudian membuangnya dengan selang waktu yang sama. Melatih nafas yang diatur sedemikian rupa juga sudah terbukti dapat membuat Anda terlelap setelahnya sehingga baik digunakan untuk Anda yang sering insomnia.

    7. Do Exercise!

    Olahraga yang dibarengi dengan asupan nutrisi yang baik dapat membantu tubuh menangkal hal buruk yang dapat terjadi ketika anak Anda stress. Melakukan olahraga bersama seperti berenang atau bersepeda juga dapat membuka kesempatan bagi Anda untuk mengetahui lebih dalam lagi stress yang dialami anak Anda.

    Dengan 7 tips atasi stress di atas diharapkan stress pada anak Anda dapat berkurang. Jika tidak, segera hubungi dokter anak yang dapat membantu dari segi kesehatan yang lebih mendalam untuk mengatasi hal tersebut.

    Referensi:

    Read More
  • “Wah, masa jaman sekarang tidak punya iPad? Kamu miskin ya! Hahahaha…” Celotehan seperti itu marak terdengar di sekolah manapun, baik negeri maupun swasta. Class gap lah yang digadang-gadang menjadi salah satu penyebab perpecahan hanya karena salah satu orang memiliki kekuasaan lebih dalam hal kekuatan tubuh maupun materi sehingga ketika melihat seseorang yang lemah di matanya, […]

    7 Indikasi Anak Anda Korban Bully

    “Wah, masa jaman sekarang tidak punya iPad? Kamu miskin ya! Hahahaha…”

    Celotehan seperti itu marak terdengar di sekolah manapun, baik negeri maupun swasta. Class gap lah yang digadang-gadang menjadi salah satu penyebab perpecahan hanya karena salah satu orang memiliki kekuasaan lebih dalam hal kekuatan tubuh maupun materi sehingga ketika melihat seseorang yang lemah di matanya, perbuatan bullying pun terjadi.

    prosehat atasi bullying 1

    Seberapa jauh Anda mengenal anak Anda? Seberapa dalam Anda terjun ke dalam dunia mereka? Jangan sampai mereka luput dari perhatian Anda. Di jaman yang serba cepat, pertemanan antara anak pun berakhir dengan cepat pula. Bahkan beberapa di antaranya diakibatkan oleh hal sepele seperti tidak memiliki perangkat gadget canggih hingga kemudian bullying pun terjadi. Apakah anak Anda termasuk korban bully di sekolahnya? Cari tahu gejalanya di sini seperti yang dijelaskan oleh dr Samuel Stemi.

    7 indikasi ini bisa membantu Anda menentukan apakah anak Anda menjadi korban bully di sekolahnya:

    1. Penurunan Akademis

    Indikasi ini yang paling sering terlihat. Jika terjadi penurunan pada penampilan akademisnya, dan mungkin hal tersebut terdengar aneh di telinga Anda, coba selidiki apa yang mejadi penyebab penurunan tersebut. Apakah karena banyak absen atau memang kesulitan menangkap pelajaran? Sebaiknya ajak duduk anak Anda dan bicarakan dengan baik terkait kesulitan yang ia alami ketika di sekolah. Anak yang menjadi  korban bully cenderung akan menutup diri dari orang tua. Untuk itu jangan panik dan diskusikan dengan memulai topik yang ringan sebagai bahan pembicaraan.

    2. Banyak Absen

    Jika anak Anda menjadi korban bully, datang ke sekolah menjadi sebuah stressor yang memberati pundaknya setiap ia harus berangkat sekolah. Tindakan yang paling masuk akal ia lakukan adalah dengan  menghindari sumber stressor atau si bully itu. Dan hal ini dapat Anda cek setelah penerimaan raport atau laporan dari Wali Kelas yang bertanggung jawab dalam hal tersebut.

    3. Turunnya Minat Mengerjakan PR

    Berangkat ke sekolah saja sudah menjadi momok yang besar baginya, apalagi dengan mengerjakan pekerjaan rumah yang pastinya menumpuk akibat banyaknya absen. Pada saat seperti ini segera cari tahu terkait alasan mengapa terjadi penurunan tersebut. Dan sebaiknya sebagai orang tua, jangan dulu menghakimi tanpa mencari tahu penyebabnya.

    4. Sulit Konsentrasi

    Dengan ketakutan menjadi korban bully yang setiap hari menghantuinya, anak pun kesulitan untuk konsentrasi. Jangankan untuk konsentrasi, anak yang menjadi korban bully cenderung akan terlihat lebih murung dari biasanya dan menutup diri.

    5. Murung Tanpa Sebab

    Anak Anda yang dulu selaalu ceria akan terlihat jauh lebih murung. Dan ketika hal ini terjadi, pertanyaan besar pun ada di benak Anda yang kenal betul sifat dan pembawaan si kecil. Segera cari tahu sebab dari pembawaannya yang lebih gloomy dan murung.

    prosehat atasi bullying 3

    6. Berhenti Melakukan Hobi yang Dulu Sangat Disukainya

    Most parents know their children. Mulai dari hobi menyanyi, bermain musik, atau kesukaannya terhadap makanan dan masih banyak lagi hal yang orang tua tahu tentang anaknya. Dan ketika terjadi penurunan minat pada hal atau aktifitas yang dulu sangat disukainya, Anda harus curiga dan mencari tahu alasan di balik penurunan hal tersebut.

    7. Penurunan Nafsu Makan

    Hal ini yang mudah terlihat ketika mereka sedang menghadapi sesuatu seperti menjadi korban bully di sekolahnya. Anak Anda yang bukan picky eater tiba-tiba mengalami penurunan minat bahkan untuk menelan seteguk air mineral. Apa yang terjadi? Ikuti naluri Anda sebagai orang tua dan cari tahu penyebabnya.

    Dari tujuh indikasi diatas, apakah anak Anda mengalami salah satu atau lebih indikasi di atas? Jika iya, sebaiknya Anda segera melakukan sesuatu seperti menghubungi wali kelas di sekolahnya dan berbicara dengan baik kepada anak Anda. Jadikan diri Anda teman anak yang dapat ia ceritakan tentang hal apapun, termasuk ketika ia menjadi korban bully di sekolah.

    prosehat atasi bullying 2

    Referensi:

    Read More
  • Karena anak adalah buah cinta yang paling dinantikan, perkembangannya menjadi hal yang paling indah dan ditunggu oleh setiap orang tua. Tanggung jawab orang tua mendidik dan mengasuh anak juga menjadi faktor penentu hasil akhir tumbuh kembang anak. Seiring dengan berjalannya proses perkembangan, pembentukan watak dan kepribadian si kecil, terdapat 1 istilah, yaitu temper tantrum. Dan […]

    8 Cara Menghadapi Kemarahan Anak (Temper Tantrum)

    Karena anak adalah buah cinta yang paling dinantikan, perkembangannya menjadi hal yang paling indah dan ditunggu oleh setiap orang tua. Tanggung jawab orang tua mendidik dan mengasuh anak juga menjadi faktor penentu hasil akhir tumbuh kembang anak. Seiring dengan berjalannya proses perkembangan, pembentukan watak dan kepribadian si kecil, terdapat 1 istilah, yaitu temper tantrum. Dan hal ini harus diketahui oleh Anda sebagai orang tua agar anak Anda tidak memiliki kemarahan yang sulit dikontrol tersebut.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    Temper tantrum sendiri merupakan istilah yang biasa digunakan dalam dunia psikologi, yaitu perilaku yang tidak menyenangkan dan mengganggu, atau dikatakan pula sebagai luapan emosi atau kemarahan yang meledak-ledak dan tidak terkontrol. Tantrum yang alami biasanya berawal pada usia sekitar 12 – 18 bulan. Akan bertambah nyata pada usia antara 2 – 3 tahun, ketika anak – anak membentuk kesadaran diri namun mereka belum punya cukup perbendaharaan kata yang dapat digunakan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Pada usia 4 tahun, kejadian temper tantrum menurun, dan setelah usia 4 tahun, temper tantrum biasanya jarang terjadi.

    Tantrum bisa dengan parah terjadi ketika si kecil dalam keadaan letih, lapar, ataupun sakit. Namun, jangan takut! 8 cara ini adalah list yang harus dilakukan Anda sebagai orang tua terutama saat menghadapi kemarahan anak:

    1. Tetap Tenang
    Jika Anda panik saat menghadapi kemarahan si kecil, hal tersebut justru akan menyulut amarahnya. Energy is contagious. Jadi jika Anda membuat energi yang sedang panas tersebut semakin panas karena kepanikan Anda, maka energi buruk tersebut akan dengan mudah menular ke anak Anda.

    2. Abaikan Amarahnya
    Abaikan si kecil sampai Anda yakin kondisi emosinya sudah lebih stabil. Tunjukkan kepadanya bahwa ada aturan yang sudah disepakati bersama, jadi dengan Anda mengabaikan amarahnya, dengan kata lain Anda mendesak aturan tersebut untuk dituruti oleh si kecil. Namun tetap pastikan si kecil tidak mengalihkan kemarahan ke hal lain seperti benda atau bahkan orang yang ada di sekitarnya saat itu.

    3. Jangan Bertindak Agresif
    Jangan memukul, adu mulut, atau bertindak agresif. Lebih baik mendekapnya dalam pelukan sampai ia merasa tenang. Jika Anda mengajak si kecil berdebat selama kemarahannya meledak, tidak ada gunanya. Kemarahan si kecil membuatnya sulit berpikir secara rasional. Tunggulah hingga ia sudah dapat menggunakan logika berpikirnya kembali, kemudian ajak ia berdiskusi.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    4. Temukan Alasan Kemarahan Anak
    Jika anak Anda memang memiliki temper tantrum yang terkadang muncul, tuliskan di dalam agenda hal-hal yang menjadi penyulut kemarahan si kecil. Ketika Anda mencari jalan keluar dari hal tersebut, kemarahannya dapat dengan mudah diatasi.

    5. Jangan Menyerah Pada Kemarahan Anak
    Ketika orang tua menyerah, anak-anak akan menggunakan perilaku yang sama ketika mereka menginginkan sesuatu.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    6. Jangan Membujuk Anak
    Jangan membujuk anak dengan imbalan yang lain untuk menghentikan kemarahannya. Hal ini harus diingat dengan baik karena banyak orang tua mengeluhkan anaknya yang menjadi demanding. Karena ketika ada iming – iming imbalan, si kecil akan belajar untuk melakukan sesuatu jika mendapatkan imbalan.

    7. Alihkan Perhatiannya
    Arahkan perhatian anak dengan mengajaknya melakukan permainan yang telah lama tidak dilakukannya, atau perdengarkan lagu-lagu gembira favoritnya. Seorang ibu kenal betul sifat anaknya. Gunakan trik berupa benda, humor atau mainan yang dapat langsung memancing ketawanya.

    8. Peluk Anak
    Saat amarahnya sedang memuncak, tunjukkan rasa kasih sayang Anda dengan pelukan yang hangat. Kondisi tubuhnya saat ia meluapkan kemarahannya sedang berjuang keras, dan pelukan hangat dari ibu yang paling disayanginya dapat meluluhkan emosi tersebut.

    prosehat bantu atasi kemarahan anak

    Nah, penanganan dini untuk menghadapi kemarahan anak akan merubah sifatnya saat mereka dewasa kelak. Selamat mencoba!

    Referensi:

    Read More
  • Mengamati tumbuh kembang anak merupakan milestone yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap orang tua. Mulai dari kedipan pertama, senyum pertama, langkah pertama, dan masih banyak lagi hal-hal baru yang bisa dilakukannya, setiap perkembangan si kecil pasti menjadi momen kebanggaan para orang tua, termasuk Anda. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa anak Anda tumbuh dan berkembang dengan […]

    Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak

    Mengamati tumbuh kembang anak merupakan milestone yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap orang tua. Mulai dari kedipan pertama, senyum pertama, langkah pertama, dan masih banyak lagi hal-hal baru yang bisa dilakukannya, setiap perkembangan si kecil pasti menjadi momen kebanggaan para orang tua, termasuk Anda. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa anak Anda tumbuh dan berkembang dengan baik?

    prosehat dan tahap tumbuh kembang anak

    Menurut Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc dari Indonesian Nutrition Association, anak Anda dapat dikatakan tumbuh ketika tinggi dan beratnya mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia mereka. Sedangkan mereka dikatakan berkembang ketika banyak aktivitas fisik dan kognitif yang dapat mereka lakukan, seperti merangkak, melambaikan tangan, menggenggam benda, dan masih banyak lagi. Dan ketika mereka menunjukkan pencapaian tumbuh kembangnya, akan sangat disayangkan ketika Anda tidak dapat menyaksikan hal tersebut. Namun tenang saja ya, karena tahapan tumbuh kembang anak itu akan berlangsung seiring dengan pertambahan usia mereka.

    prosehat dan tahap tumbuh kembang anak

    3 Tahap Tumbuh Kembang Penting Pada Anak

    Proses tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi berbagai macam faktor yang saling terkait seperti genetik dan lingkungan. Karena proses ini bersifat individual, maka hasil akhir yang ditunjukkan pada setiap anak berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri. Pada umumnya tahap tumbuh kembang anak ini menjadi tolak ukur baik atau tidaknya proses tersebut pada anak Anda, yaitu:

    1. Bayi (0-12 bulan)
    Untuk perkembangan motoriknya, anak Anda akan masih lebih banyak tidur dan perkembangannya hanya dapat dilihat dari kebisaannya mengepalkan telapak tangan, walau belum begitu kuat. Namun di saat yang bersamaan, indera pendengaran, sentuh dan perasa sudah mulai berkembang. Kemudian saat menginjak 2 bulan, mereka akan mulai melihat warna serta mengembangkan banyak jenis suara. Hal tersebut mereka tunjukkan dengan seringnya mereka berkedip. Untuk pertumbuhan fisiknya, pada usia bulan ke-5, berat badannya akan 2x berat badan saat lahir dan setiap minggunya akan bertambah sekitar 140-200 gr.

    Memasuki usia 6-12 bulan, berat badan si kecil menjadi 3x berat badannya saat lahir. Sedangkan tingginya akan bertambah 1,25 cm. Untuk perkembangan motoriknya, pada usia ini bayi Anda akan mulai bisa memindahkan objek menggunakan tangan, menggenggam, menggapai objek tertentu, merangkak, merambat, mendongak, dan melangkah sambil berpegangan.

    prosehat tumbuh kembang anak 1

    2. Batita (1-3 tahun)
    Memasuki golden ages mereka, jangan sampai Anda kelewatan menyaksikan proses tumbuh kembang si kecil. Pada usia ini mereka mengalami banyak sekali perkembangan motorik, fisik dan bahasa. Sedangkan untuk pertumbuhan fisik, berat badannya akan 4x berat badannya saat lahir dan setiap tahunnya akan bertambah 2-3 kilogram. Tinggi badannya akan mengalami peningkatan hingga 50 % dari panjang badan saat ia berusia 1 tahun. Perkembangan motoriknya meliputi berjalan dengan tegak, berlari pelan, buang air kecil dengan lebih teratur, sudah dapat duduk sendiri, memegang benda dengan genggaman yang jauh lebih kuat, dan masih banyak lagi.

    Sementara untuk perkembangan dari segi bahasa, anak-anak pada usia ini cenderung meniru perkataan orang yang berada di sekitarnya. Untuk itu berhati-hati dalam berucap karena Anda tentunya tidak menginginkan jika anak Anda berkata kasar. Dan pada usia ini juga perbendaharaan kata mereka sudah lebih banyak karena kemampuan mendengarnya yang juga sudah berkembang dengan baik.

    prosehat tumbuh kembang anak 2

    3. Preschool (5 tahun)
    Pada usia ini tumbuh kembang anak sudah berkembang dan tumbuh dengan baik. Mereka sudah dapat bernyanyi, berbicara dengan jelas, berlari dengan kencang, mengendarai sepeda roda tiga, menggambar, dan melakukan banyak hal yang sebagian sudah dilakukan oleh anak-anak di atas usianya. Pada usia ini juga mereka cenderung memiliki rasa ingin tahu yang kuat sehingga banyak orang tua mendaftarkan mereka ke Taman Kanak-kanak agar mereka dapat bersosialisasi dengan anak-anak seumurannya dan potensi mereka dari segi motorik dan fisik dapat lebih terasah dengan baik.

    prosehat tumbuh kembang anak 3

    3 tahap tumbuh kembang anak di atas dapat menjadi momen membanggakan bagi para orang tua. Untuk itu, pastikan tumbuh kembang si kecil diawasi dengan baik sehingga ketika terjadi penghambatan dalam proses tumbuh kembangnya, Anda dapat segera melakukan tindakan yang tepat.

    Referensi:

    Read More
Chat Dokter 24 Jam