Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: admin

ProSehat

About ProSehat

Showing 101–110 of 198 results

  • Hidup di negara dengan angka penyakit infeksi yang tinggi tentunya merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi penduduk Indonesia, khususnya wanita yang sedang hamil. Untuk itu pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan mutlak dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Banyak yang melupakan hal ini. Padahal banyak sekali manfaat dari melakukan pemeriksaan sebelum pernikahan dan melakukan vaksinasi ibu hamil atau […]

    11 Jenis Vaksinasi Wajib Bagi Ibu Hamil yang Harus Diketahui

    Hidup di negara dengan angka penyakit infeksi yang tinggi tentunya merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi penduduk Indonesia, khususnya wanita yang sedang hamil. Untuk itu pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan mutlak dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Banyak yang melupakan hal ini. Padahal banyak sekali manfaat dari melakukan pemeriksaan sebelum pernikahan dan melakukan vaksinasi ibu hamil atau pra kehamilan.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

    am_140820_pregnant_influenza_vaccine_800x600

    Salah satu manfaatnya adalah penyakit dan kelainan yang dimiliki oleh pasangan yang akan menikah dapat terdeteksi sehingga penyakit menular yang diidap oleh salah satunya dapat dengan segera ditangani. Sebab dalam pernikahan, seks tak bisa dilepaskan dari risiko tertularnya penyakit menular. Agar hasil lebih optimal, pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan satu tahun sebelum pernikahan. Pemeriksaan kesehatan yang mendekati hari pernikahan hanya bisa dipilih oleh pasangan yang rajin melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun.

    Dengan adanya penyakit HIV/AIDS, pernikahan tidak hanya berisiko batal, namun juga bisa mengancam kondisi jiwa pasangan dan anak yang akan dilahirkan. Untuk itu ibu yang pintar perlu melakukan beberapa tes kesehatan pranikah dan kehamilan yang meliputi:

    1. Tes kesehatan umum seperti USG, X-ray, tes laboratorium, dan sebagainya.
    2. Tes penyakit hubungan seksual (PHS).
    3. Tes persiapan kehamilan (TORCH dan lain-lain)
    4. Tes kesuburan
    5. Tes genetika

    Jika tes pra nikah dan kehamilan berhasil dilalui, jangan sampai melewatkan vaksinasi. Dengan melakukan vaksinasi ibu hamil, tubuh Anda akan kebal terhadap serangan penyakit. Tujuan dari imunisasi atau  memasukkan virus yang dilemahkan itu sendiri adalah agar terbentuk antibodi terhadap virus tersebut.

    Baca Juga: Sobat Ingin Menikah? Yuk, Tes Check-Up Kesehatan Pranikah

    Kemudian vaksin apa saja yang aman diberikan pada saat sebelum hamil dan saat hamil? Faktanya, tidak semua vaksin rutin dan aman diberikan pada ibu hamil. Hanya vaksin-vaksin yang tidak mengandung kuman hidup saja yang aman diberikan untuk ibu hamil. Vaksin hidup hanya boleh diberikan bila keuntungan yang diperoleh melebihi kerugian yang terjadi akibat pemberian vaksin.

    Berikut adalah pilihan vaksin yang menjadi pertimbangan para calon ibu hamil:

    1. Vaksin Hepatitis A

    • Sebelum Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Saat Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Setelah Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    2. Vaksin Hepatitis B

    • Sebelum Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Saat Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Setelah Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    3. Vaksin HPV

    • Sebelum Hamil: Ya, usia 9-26 tahun
    • Saat Hamil: Tidak dianjurkan
    • Setelah Hamil: Ya, usia 9-26 tahun
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    4. Vaksin Influenza (Inaktif)

    • Sebelum Hamil: Ya
    • Saat Hamil: Ya
    • Setelah Hamil: Ya
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    5. Vaksin Influenza (Aktif)

    • Sebelum Hamil: Ya, hindari konsepsi (hamil) selama 4 minggu
    • Saat Hamil: Tidak dianjurkan
    • Setelah Hamil: Ya, hindari konsepsi (hamil) selama 4 minggu
    • Tipe Vaksin: Hidup

    6. Vaksin MMR

    • Sebelum Hamil: Ya, hindari konsepsi (hamil) selama 4 minggu
    • Saat Hamil: Tidak dianjurkan
    • Setelah Hamil: Ya, berikan segera setelah kelahiran jika rentan
    • Tipe Vaksin: Hidup

    7. Vaksin Meningitis / Meningococcus

    • Sebelum Hamil: Jika ada indikasi
    • Saat Hamil: Jika ada indikasi
    • Setelah Hamil: Jika ada indikasi
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    8. Vaksin Pneumonia / Pneumococcus / IPD

    • Sebelum Hamil: Jika ada indikasi
    • Saat Hamil: Jika ada indikasi
    • Setelah Hamil: Jika ada indikasi
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    9. Vaksin DT

    • Sebelum Hamil: Ya, DPT lebih dipilih
    • Saat Hamil: Ya, DPT lebih dipilih jika usia kehamilan lebih dari 20 minggu
    • Setelah Hamil: Ya, DPT lebih dipilih
    • Tipe Vaksin: Toksoid

    10. Vaksin DPT

    • Sebelum Hamil: Ya
    • Saat Hamil: Ya
    • Setelah Hamil: Ya
    • Tipe Vaksin: Toksoid

    11. Vaksin Varicella

    • Sebelum Hamil: Ya, hindari konsepsi (hamil) selama 4 minggu
    • Saat Hamil: Tidak dianjurkan
    • Setelah Hamil: Ya, berikan segera setelah kelahiran jika rentan
    • Tipe Vaksin: Hidup

    Keterangan:

    • HPV: human papilloma virus,
    • MMR: mumps, measles, rubella,
    • DT: difteri, tetanus,
    • DPT: difteri, tetanus, pertusis

    Risiko terinfeksinya janin oleh vaksin hidup membuat vaksin hidup tidak direkomendasikan pada saat kehamilan. Dengan demikian hendaknya vaksin hidup diberikan sebelum hamil atau setelah melahirkan. MMR dan varicella merupakan vaksin-vaksin hidup yang direkomendasikan karena penyakit-penyakit yang dicegah dengan vaksin ini (rubella dan varicella) dapat menyebabkan gangguan kehamilan dan kelainan pada janin. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pemberian vaksin merupakan hal penting dipertimbangkan sehubungan dengan kehamilan. Oleh karena pemberian vaksin yang cukup rumit pada saat kehamilan, maka setiap wanita yang berencana untuk hamil sebaiknya melakukan konsultasi pada dokter kebidanan dan kandungan untuk pemberian vaksin ini.

    Baca Juga: 4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

    Sudah  banyak ibu hamil yang mempersiapkan kehamilan dan melakukan vaksinasi saat hamilnya melalui layanan vaksinasi Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    • TanyaDok.com: Vaksin Sebelum, Saat dan Setelah Kehamilan, Bolehkah?
    • TanyaDok.com: Perlukah Imunisasi Sebelum Menikah dan Saat Hamil
    • Merck. (2007). Merck Vaccine Patient Assistance Program. Retrieved December 19, 2007
    • Department of Vaccine and Biology. Report of a meeting on preventing CRS: Immunization strategies, surveillance needs. WHO. Geneva, 2000 (12-14 Jan)
    • Clark AL, Gall SA. Clinical uses of intravenous immunoglobulin in pregnancy. AmJ Obstet Gynecol 1997
    Read More
  • Sudah memasuki bulan ke-8 dari kehamilan, sebaiknya 10 perlengkapan melahirkan ini mulai Anda masukkan ke dalam tas yang siap dibawa saat masa persalinan. Mengapa harus dari bulan ke-8? Karena biasanya waktu persalinan terjadi tidak sesuai perhitungan HPL (hari perkiraan lahir) dari dokter dan bisa terjadi kapan saja mendekati bulan ke-9. Oleh karena itu, sebaiknya seluruh […]

    10 Checklist Perlengkapan Melahirkan yang Wajib Dibawa

    Sudah memasuki bulan ke-8 dari kehamilan, sebaiknya 10 perlengkapan melahirkan ini mulai Anda masukkan ke dalam tas yang siap dibawa saat masa persalinan. Mengapa harus dari bulan ke-8? Karena biasanya waktu persalinan terjadi tidak sesuai perhitungan HPL (hari perkiraan lahir) dari dokter dan bisa terjadi kapan saja mendekati bulan ke-9. Oleh karena itu, sebaiknya seluruh perlengkapan melahirkan yang penting sudah dipersiapkan dan mudah dibawa.

    Baca Juga: Inilah 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Apa saja perlengkapan melahirkan yang wajib dibawa? Checklist berikut yang dibuat oleh seorang ibu yang sudah berpengalaman melahirkan hingga 4 kali!

    perlengkapan melahirkan

    Perlengkapan melahirkan yang wajib dibawa untuk 3 hari (minimal) menginap di Rumah Sakit:

    1. Baju Ganti, Selop dan Kaos Kaki

    Biasanya Rumah Sakit di Indonesia menyediakan baju ganti, selop dan kaos kaki untuk digunakan selama Anda merasa harus berjalan dan menunggu kontraksi. Namun terkadang beberapa wanita memilih untuk menggunakan miliknya sendiri. Pilih baju ganti seperti kimono atau daster yang mudah dipakai dan dilepaskan.

    2. Pembalut Bersalin

    Perlengkapan melahirkan yang satu ini penting untuk dibawa. Pembalut bersalin ini berfungsi untuk menjaga kebersihan akibat darah yang masih keluar paska melahirkan. Baik normal maupun caesar, mulai hari pertama hingga selama masa nifas akan keluar darah seperti menstruasi dari vagina,walaupun jumlahnya berangsur berkurang namun ibu pasti akan merasa lebih nyaman dan bersih bila menggunakan pembalut bersalin yang akan menjaga area kewanitaan tetap kering.  Siapkan sekitar 3-4 pak untuk berjaga-jaga.

    3. Celana Dalam Ganti

    Perlengkapan melahirkan yang satu ini sebaiknya dibawa dalam jumlah lebih banyak untuk berjaga-jaga bila darah nifas masih merembes walaupun sudah menggunakan pembalut bersalin. Jika memungkinkan, bawa beberapa buah dengan ukuran besar agar tidak melukai bekas jahitan caesar Anda (jika Anda melahirkan dengan metode caesar).

    Baca Juga: Ini Dia Penambahan Berat Badan Normal Ibu Hamil

    4. Gurita atau Korset

    Siapa sih yang ingin perutnya melar setelah melahirkan? Banyak Rumah Sakit di Indonesia juga menyarankan untuk membawa perlengkapan melahirkan ini karena otot perut Anda masih bisa dibentuk kembali hingga 2 bulan setelah proses persalinan. Jadi persiapkan Gurita atau Korset untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal pasca melahirkan.

    5. Dokumen administrasi

    Dokumen administrasi dibutuhkan untuk proses di rumah sakit maupun registrasi akta kelahiran anak. Dokumen tersebut meliputi:

    • Fotokopi KTP suami dan istri
    • Fotokopi Kartu Keluarga
    • Fotokopi Akta Nikah
    • Fotokopi Akta Kelahiran Suami dan Istri

    6. Bra Menyusui

    Jika Anda ingin menyangga payudara namun tetap ingin membuat nyaman si kecil yang baru lahir saat menyusui, perlengkapan melahirkan yang satu ini juga wajib dibawa.

    7. Pompa ASI

    Perlengkapan melahirkan yang ini berguna sebagai pemeras ASI jika si kecil yang baru lahir belum dapat menyusui secara langsung. Banyak produk yang menjualnya dalam versi manual dan elektrik. Pompa ASI ini pastinya akan berguna hingga 6 bulan ke depan untuk menjaga masa ekslusif ASI sang buah hati.

    8. Perlengkapan Bayi

    Nah, perlengkapan si kecil yang baru lahir meliputi:

    – selimut

    – popok kain atau popok sekali pakai

    – kain bedong

    – minyak telon

    – pakaian bayi beserta sarung tangan dan kaki

    Jika si kecil belum memungkinkan untuk menyusui langsung, jangan lupa botol susu untuk menyimpan ASI ibu yang diperas dengan alat pemeras ASI. Selama di rumah sakit bayi anda akan menggunakan baju dan popok rumah sakit. Perlengkapan bayi anda ini baru akan dipakai ketika bayi anda pulang dari rumah sakit

    9. Benda-benda yang Akan Membuat Anda Relaks

    Benda-benda tersebut meliputi bantal milik Anda sendiri, foto keluarga Anda, mini speaker untuk memutar musik, digital camera untuk merekam proses persalinan Anda, buku fiksi, apapun yang akan membuat Anda tenang dan nyaman. Benda-benda ini tentunya akan membuat Anda merasa berada di rumah sendiri selama masa sebelum dan setelah persalinan.

    10. Pakaian untuk Pulang

    Pilih baju yang tetap terlihat bergaya namun tidak melupakan kenyataan bahwa Anda baru saja melahirkan. Baju yang longgar bisa menjadi pilihan.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

    10 perlengkapan diatas bila disiapkan dengan baik jauh hari sebelum mendekati persalinan akan mengurangi stres di hari H, dan untuk mencegah adanya barang yang tertinggal sebaiknya anda menyiapkanya dalam kondisi yang lebih tenang. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut tentang kehamilan dan produk-produk kesehatan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    • Babycenter: Packing for the Hospital or Birth Center
    • TheBump: Checklist Packing a Hospital Bag
    • Fitpregnancy: 10 Essential Items, Hospital Bag
    • Parents: Hospital Packing List
    Read More
  • Jika merencanakan kehamilan, waspada hal ini untuk calon ibu! Banyak wanita yang mendambakan kehamilan, namun tanpa mereka sadari, banyak yang kurang memahami hal-hal yang berpengaruh pada kesehatan kandungannya. Karena kehamilan memang akan membawa banyak perubahan pada tubuh dan kondisi psikologis wanita, kami sertakan di bawah ini , hal penting yang harus dipertimbangkan seorang wanita masak-masak sebelum […]

    Anda Merencanakan Kehamilan? 6 Hal Ini Perlu Anda Waspadai!

    Jika merencanakan kehamilan, waspada hal ini untuk calon ibu!

    Banyak wanita yang mendambakan kehamilan, namun tanpa mereka sadari, banyak yang kurang memahami hal-hal yang berpengaruh pada kesehatan kandungannya. Karena kehamilan memang akan membawa banyak perubahan pada tubuh dan kondisi psikologis wanita, kami sertakan di bawah ini , hal penting yang harus dipertimbangkan seorang wanita masak-masak sebelum dia memutuskan untuk hamil.

    waspada hal ini untuk calon ibu

    Untuk itu jika Anda ingin hamil, sebaiknya waspada 5 hal ini untuk calon ibu hamil:

    1. Usia

    Banyak yang sering menyepelekan faktor usia. Padahal faktor usia merupakan salah satu hal yang harus diwaspadai para calon ibu hamil. Rentang usia yang perlu diperhatikan para calon ibu sebelum merencanakan kehamilan adalah antara 20 tahun untuk usia yang terlalu muda dan 35 tahun untuk usia yang sudah tua. Banyak kendala dari kehamilan di usia selain rentang usia 20-35 tahun tersebut.

    • Hamil di bawah usia 20 tahun: usia ini tergolong masih usia remaja ketika rahim dan panggul para wanita belum tumbuh sempurna. Beberapa wanita yang mengalami kehamilan di bawah usia 20 tahun akan mengalami kendala saat proses persalinan seperti kesulitan saat ingin melahirkan. Sistem reproduksi mereka pada usia tersebut juga belum siap. Belum lagi sel telur pada wanita yang belum sempurna sehingga dikhawatirkan malah akan mengganggu pertumbuhan janinnya.
    • Hamil di atas usia 35 tahun: usia ini termasuk usia produktif untuk wanita, namun usia tersebut stamina tubuh sudah menurun sehingga bisa membahayakan kesehatan si ibu dan janinnya ketika usia kehamilan semakin besar. Ditambah pula risiko penyakit lain yang sebelumnya sudah hinggap pada sang calon ibu. Beberapa risiko seperti melahirkan anak cacat dan gangguan saat persalinan seperti pendarahan bisa terjadi.

    2. Jumlah Anak

    Waspada hal ini untuk calon ibu hamil, karena jumlah anak yang Anda miliki sekarang menentukan kualitas rahim Anda. Jika anak Anda sudah 3 orang, maka masih terbilang cukup. Mengapa jumlah anak harus diperhitungkan sebagai salah satu hal yang harus diwaspadai, karena kondisi dinding rahim pada wanita yang akan terus merenggang setiap mereka melahirkan. Merenggangnya dinding rahim ini akan berakibat pada kekuatan dinding rahim yang akan menurun. Karena itu jika anak Anda sudah lebih dari 4 orang, dikhawatirkan akan terjadi gangguan terhadap kondisi rahim pada masa kehamilan Anda.

    3. Jarak Kelahiran

    Waspada hal ini untuk calon ibu hamil jauh sebelum mempersiapkan kehamilan. Pastikan beri jarak antara kehamilan sebelumnya dengan kehamilan yang saat ini sedang Anda rencanakan. Jika jarak yang diambil hanya 2 tahun saja, hal tersebut masih belum cukup untuk memulihkan kesehatan Anda. Sebaiknya beri ajrak kelahiran hingga 3 tahun lamanya karena jarak waktu tersebut dapat membuat organ tubuh Anda pulih seutuhnya. Anda pun masih bisa memberikan perhatian penuh kepada sang kakak sebelum adiknya lahir.

    4. Berat Badan

    Waspadai pula ukuran tubuh Anda, mulai dari tinggi hingga lingkar lengan Anda. Kondisi tinggi badan kurang dari 145 cm biasanya memiliki panggul yang kecil atau sempit. Dengan kondisi tubuh tersebut proses persalinan akan semakin sulit. Ibu hamil dengan tinggi badan kurang dari 145 cm harus konsultasi dengan dokter tentang rencana kehamilannya. Hal ini berbeda dengan kondisi Anda yang memiliki lingkar lengan kurang dari 23,5 cm. Jika kurang harus diwaspadai karena bisa saja Anda mengalami Kekurangan Energi Kronis. Dan juga berat badan yang tidak boleh obesitas saat merencanakan kehamilan. Perhitungkan dengan baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diijinkan saat masa kehamilan.

    5. Riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya

    Jika riwayat kehamilan sebelumnya kurang baik, lebih baik konsultasikan dengan dokter kandungan Anda terkait rencana kehamilan Anda yang selanjutnya. Yang ditakutkan dari riwayat kehamilan yang buruk adalah jika kondisinya belum pulih benar dan masih meninggalkan bekas. Contoh riwayat kehamilan yang patut diwaspadai adalah:

    • Pendarahan hebat pada saat hamil atau saat persalinan
    • Saat persalinan atau saat Anda tidak hamil sering mengalami kejang-kejang
    • Anda pernah megalami demam tinggi
    • Waktu persalinan  yag lebih dari 12 jam
    • Proses melahirkan dengan metode caesar
    • Pernah mengalami janin meninggal saat lahir

    6. Gaya Hidup Buruk

    Waspada hal ini untuk calon ibu hamil karena kehamilan anda bisa berisiko tinggi karena gaya hidup sebelumnya. Gaya hidup yang buruk sebelumnya seperti perokok aktif, sering mengkonsumsi pil KB sebelum waktunya, sering minum minuman keras dan sering bergonta ganti pasangan, dan mantan pecandu narkoba patut dipantau secara ketat kehamilannya. Apalagi jika Anda masih mengidap penyakit menular dan sedang menjalani pengobatan, lebih baik menunda dahulu kehamilannya sebelum membahayakan janin dan diri Anda sendiri.

    Ibu yang pintar, sehat dan kuat akan menyadari bahwa sangat penting untuk waspada pada hal-hal yang telah disebutkan di atas, sehingga selama kehamilan tidak ada hal buruk yang terjadi. Masih memiliki banyak pertanyaan untuk perencanaan kehamilan Anda, segera tanya dokter di aplikasi Android ProSehat, gratis!

    Referensi:

    • TanyaDok.com: Usia 40 Masihkan Bisa Hamil
    • TanyaDok.com: Asam Folat Dosis Tinggi Menyebabkan Masalah Pada Kehamilan
    • TanyaDok.com: Apa Saja Pengaruh Alkohol Pada Kehamilan
    • TanyaDok.com: Belum Terlambat untuk Stop Merokok Bagi Ibu Hamil
    • TanyaDok.com: Kita Mesti Waspada Diabetes Saat Kehamilan
    • TanyaDok.com: Vaksin Sebelum, Saat dan Setelah Kehamilan, Bolehkah?
    • TanyaDok.com: Siapkah Pasutri Menghadapi Kehamilan?
    • TanyaDok.com: Persiapan Mental Seorang Calon IbuTanyaDok.com:
    Read More
  • Penasaran buah hati tidak kunjung tiba? Simak 10 cara cepat hamil berikut ini! Tidak semua wanita dikaruniai kemudahan dalam proses pembuahan. Terkadang walau sudah menjaga kesehatan tubuh dan kesehatan suami, lebih dari setahun masa pernikahan bayi yang diharapkan masih belum datang juga, padahal segala upaya sudah dilakukan. Lalu jika memang sudah melakukan hal yang benar […]

    Ini Dia 10 Cara Cepat Hamil untuk Yang Ingin Punya Buah Hati

    Penasaran buah hati tidak kunjung tiba? Simak 10 cara cepat hamil berikut ini!

    Tidak semua wanita dikaruniai kemudahan dalam proses pembuahan. Terkadang walau sudah menjaga kesehatan tubuh dan kesehatan suami, lebih dari setahun masa pernikahan bayi yang diharapkan masih belum datang juga, padahal segala upaya sudah dilakukan. Lalu jika memang sudah melakukan hal yang benar untuk mempersiapkan kehamilan, apa yang salah hingga belum hamil juga? Faktanya, 4 dari 5 wanita menikah, sehat dan tidak menggunakan kontrasepsi, akan mengandung dalam setahun pertama masa pernikahan, sedangkan sisanya harus menunggu lebih lama.

    cara cepat hamil

    Memang untuk merencanakan kehamilan, tidak hanya wanita yang perlu memahami siklus menstruasi wanita, cara kerja dari organ reproduksinya dan masa subur mereka, cara ini juga perlu dipahami oleh suami Anda. Coba cek 10 cara cepat hamil di bawah ini. Apakah semuanya sudah pernah Anda lakukan?

    Baca Juga: 10 Jenis Vaksinasi yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil

    Namun sebelumnya ketahui tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesuburan ini:

    1. Usia: untuk pria, puncak kesuburan adalah 24-25 tahun. Dan 21-24 tahun untuk wanita. Sebelum usia tersebut kesuburan belum benar-benar matang dan setelah usia tersebut biasanya kesuburannya menurun.
    2. Frekuensi hubungan seksual
    3. Lingkungan: baik fisik, kimia maupun biologis seperti panas, radiasi, asap rokok, narkotika, infeksi, alkohol, dan lain-lain.
    4. Gizi dan nutrisi: kesuburan berkurang jika kekurangan protein dan vitamin tertentu.
    5. Stress psikis seperti mengganggu siklus haid, menurunkan libido dan kualitas spermatozoa, dan lain-lain.

    Baca Juga: Apakah Wanita Menikah Wajib Melakukan Pap Smear

    Infertilitas atau ketidaksuburan adalah ketika sudah melakukan hubungan seksual tanpa kontrasepsi selama 12 bulan atau lebih dan masih belum hamil. Jika belum 12 bulan, Anda masih memiliki kesempatan untuk mencoba 10 cara cepat hamil ini:

    1. Jika Anda dan pasangan sedang mengkonsumsi pil KB, segera hentikan konsumsi pil tersebut. Tunggu hingga 3 kali siklus mens agar tubuh dapat kembali beradaptasi setelah Anda berhenti minum pil, sebelum mencoba untuk hamil.

    Baca Juga: Sebelum Menikah, Pria Juga Butuh Ini

    2. Jika Anda masih tergolong pengantin baru, lakukan pemeriksaan kandungan. Apakah kondisinya dalam keadaan baik atau bahkan sebaliknya. Pemeriksaan dini untuk wanita dan pria yang telah menikah dapat dengan mudah mendapatkan hasil yang jelas tentang kondisi kesuburan Anda dan suami.

    3. Berhubungan intim dengan pasangan menggunakan posisi V, di mana kaki Anda bersandar di bahu pasangan Anda. Posisi ini menghasilkan penetrasi penis maksimal ke dalam vagina, sehingga bila terjadi ejakulasi, sperma yang dikeluarkan akan lebih mudah mencapai saluran telur untuk membuahi sel telur Anda.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda Dari Kanker Serviks

    4. Mengetahui dengan baik kapan waktu ovulasi Anda. Rahasia terbesar dari cara cepat hamil adalah mengetahui kapan tubuh melepaskan sel telur dari indung telur Anda. Anda berovulasi sekali setiap bulan sehingga ada beberapa hari puncak masa subur yang akan memperbesar kemungkinan Anda untuk hamil. Untuk itu kenali dengan baik siklus menstruasi Anda.

    5. Lakukan hubungan seks tanpa perlindungan saat masa subur Anda. Sel sperma dapat bertahan dalam saluran reproduksi selama 2 hingga 3 hari. (sesuai saran no.4, ketahui dahulu kapan masa subur anda)

    Baca Juga: Waspada! Menderita Diabetes Saat Kehamilan

    6. Lakukan hubungan seks pada waktu yang tepat, yaitu beberapa hari sebelum Anda menstruasi. Contohnya adalah jika Anda berovulasi pada hari ke-14, maka waktu yang baik untuk berhubungan seks adalah pada hari ke-12, 13 dan 14. Dan jika waktunya tepat, orgasme pada wanita dapat membantu terjadinya konsepsi.

    7. Kelola stress Anda. Kondisi mental pastinya juga menjadi faktor pendukung dalam persiapan tubuh mengandung. Ketika Anda terganggu secara mental dan emosi akibat stress dan depresi yang berlebihan, maka kehamilan akan sulit untuk terjadi. Sebagai salah satu cara cepat hamil, sangatlah penting untuk menciptakan lingkungan yang baik.

    8. Lakukan hubungan intim dengan pasangan saat dini hari, pada waktu tersebut kadar hormon testosteron milik pria mencapai puncaknya, sehingga kualitas sperma yang dikeluarkan paling baik.

    Baca Juga: Pertanyaan Seputar Kehamilan Pertama

    9. Give sperm a boost! Ketika Anda belum juga hamil, sementara Anda merasa bahwa diri Anda sehat walafiat, maka sebaiknya segera cek kondisi kesehatan suami Anda. Berikan sperma suami Anda dukungan dengan beberapa cara berikut ini:

    • Kurangi alkohol, bahkan berhenti konsumsi minuman keras. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa banyak minum minuman alkohol dapat menurunkan level testosteron dan kualitas sperma. Banyak minum alkohol malah akan menghasilkan produksi sel sperma yang tidak normal.
    • Berhenti merokok dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang yang dapat mengakibatkan fungsi-fungsi pada sperma menurun.
    • Coba untuk mengatur berat badan Anda. Obesitas juga dapat menurunkan produksi sel sperma.
    • Dapatkan nutrisi-nutrisi penting seperti zinc, asam folat, kalsium, dan vitamin C dan D yang akan membantu produksi sel sperma yang deras dan berkualitas. Selain dari makanan nutrisi ini bisa diperoleh dari suplemen.

    10. Skip the lube!

    Pelumas bisa menjadi racun bagi sperma dan dapat mengurangi kemungkinan Anda untuk hamil. Do it naturally.

    Baca Juga: Serba Serbi Gentle Birth

    Jika usaha yang anda dan pasangan lakukan belum berhasil, jangan menyerah. Lengkapi usaha Anda dengan mengkonsumsi susu nutrisi persiapan kehamilan. Periksakan diri ke dokter kandungan dan ulangi kembali langkah-langkah tersebut di atas setiap bulannya hingga anda berhasil mengandung. Kesulitan memiliki anak merupakan ketakutan dan kegelisahan yang dimiliki setiap pasangan suami istri. Dan belum tentu hal tersebut merupakan kegagalan permanen. Dengan sedikit pengetahuan dan perubahan gaya hidup sehat, bisa menjadi jawaban tepat untuk memperoleh keturunan! Selamat mencoba 10 cara cepat hamil di atas dengan cara yang wajar dan benar. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kehamilan dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    • TanyaDok.com: Buah Hati Tak Kunjung Datang
    • TanyaDok.com: Mau Cepat Hamil? Ikuti 8 Tips Ini
    Read More
  • “A child’s first and best teacher is his mother.” Ungkapan di atas menegaskan bahwa apapun yang diajarkan seorang ibu pada anaknya di sepanjang hidup mereka akan membentuk kesan terdalam di hati dan kenangan mereka sehingga kehidupan mereka terwujud berdasarkan ajaran sang ibu. Pengaruhnya yang amat kuat terhadap anak-anaknya berlandaskan satu tujuan: untuk mereka menjadi generasi […]

    Life Doesn’t Come with a Manual, It Comes with a Mother

    “A child’s first and best teacher is his mother.”

    Ungkapan di atas menegaskan bahwa apapun yang diajarkan seorang ibu pada anaknya di sepanjang hidup mereka akan membentuk kesan terdalam di hati dan kenangan mereka sehingga kehidupan mereka terwujud berdasarkan ajaran sang ibu. Pengaruhnya yang amat kuat terhadap anak-anaknya berlandaskan satu tujuan: untuk mereka menjadi generasi bersinar di masa depan.

    Kemudian kriteria seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang ibu untuk dapat mencetak generasi baik di masa depan?

    life doesn’t come with a manual. It comes with a mother.

    “Ibu pintar adalah mereka yang sehat, kuat namun tetap terlihat anggun.”

    Dibalik perjuangannya membesarkan anak-anaknya, ibu pintar akan selalu mencari cara demi mencetak anak-anak cemerlang bagi bangsa dan agamanya. Namun, yang perlu disadari juga terutama oleh para calon ibu adalah, kesehatan mereka juga mempengaruhi kualitas kehidupan anak. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan untuk wanita dan calon ibu adalah sangat penting. Karena guru pertama anak-anak adalah ibu mereka, para ibu perlu mendapatkan pendidikan bukan hanya tentang bagaimana mereka mendidik anak-anaknya, melainkan dengan mendidik dirinya sendiri, jauh dari sebelum seorang anak lahir.

    Ada banyak wanita di Indonesia yang perlu diberikan edukasi yang lebih baik tentang kesehatan, sebelum mereka melahirkan anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Penelitian juga menunjukkan bahwa memberikan edukasi tinggi kepada wanita atau calon ibu dapat mengurangi jumlah kematian anak. Saat calon ibu tidak diberikan edukasi terutama tentang kesehatan dirinya sendiri, semakin banyak kejadian kelahiran prematur yang akan meningkatkan risiko kematian bayi. Menurut WHO, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-5 untuk negara dengan jumlah kematian prematur terbanyak. Para peneliti sedang mencoba untuk mencari tahu mengapa dan bagaimana mencegah kelahiran prematur. Tetapi para ahli setuju bahwa wanita perlu lebih sehat sebelum hamil dan selama masa kehamilan itu sendiri agar mencetak anak-anak sehat dan cemerlang.

    Dapat dikatakan secara garis besar, langkah menjadi ibu pintar dapat dibagi menjadi:

    1. Tes kesehatan dan mempersiapkan vaksinasi yang diperlukan.
    2. Rutin periksa dan berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan.
    3. Memenuhi asupan yang baik untuk persiapan kehamilan.
    4. Selalu memperhatikan kondisi kesehatan janin, terutama keaktifan geraknya.
    5. Mulai pelajari persiapan persalinan dan menyusui.

    ProSehat dengan sangat senang akan menjembatani para ibu dan calon ibu di luar sana untuk menjadi lebih pintar lagi dalam mencetak generasi cemerlang yang akan mengharumkan nama bangsa di masa depan. Berbagai info menarik seputar pra kehamilan, masa kehamilan, hingga masa menyusui akan diberikan dengan harapan banyak ibu dan calon ibu juga berkeinginan untuk belajar bersama. 

    Because after all, life doesn’t come with a manual. It comes with a mother.

    Ikuti juga keseruan kampanye #IbuPintar di media sosial ProSehat dan dapatkan kesempatan memenangkan voucher ProSehat total Rp 1.000.000,-  tanpa minimal pembelian. Caranya:

    1. Follow Twitter & Instagram @prosehat
    2. Foto anak Anda dengan seragamnya dan jelaskan apa sarapannya di tanggal 2 Mei 2016
    3. Mention @prosehat
    4. Gunakan hashtag #IbuPintar
    5. Tweet / Post! Selamat Anda telah berhasil bergabung dalam kontes foto #IbuPintar.

    Dapatkan promo produk hamil sehat, mulai dari susu, alat kesehatan, suplemen hingga multivitamin di sini

    Read More
  • Rekan Sehat yang penasaran bagaimana obesitas dan diabetes memiliki kaitan kerat benar-benar suatu kemalangan jika tidak dapat mengikuti Trending Health Talk (THT) bersama dr. Irzan, MSc yang diadakan di twitter ProSehat, 22 April kemarin. Beliau  merupakan seorang Medical Life Coach yang juga aktif sbagai praktisi dan trainer di dunia akupunktur. Selain aktif sebagai coach dan […]

    Trending Health Talk (THT) Bersama dr. Irzan – Obesitas & Diabetes

    Rekan Sehat yang penasaran bagaimana obesitas dan diabetes memiliki kaitan kerat benar-benar suatu kemalangan jika tidak dapat mengikuti Trending Health Talk (THT) bersama dr. Irzan, MSc yang diadakan di twitter ProSehat, 22 April kemarin. Beliau  merupakan seorang Medical Life Coach yang juga aktif sbagai praktisi dan trainer di dunia akupunktur. Selain aktif sebagai coach dan dokter klinis akupunktur, dr. Irzan juga menjadi pendiri Fit Skin Clinic, yang merupakan sebuah lembaga riset dalam bidang estetika.

    THT_Obesitas_&_Diabetes-03

    Pada 22 April kemarin ProSehat berkesempatan untuk mengadakan THT yang membahas mengenai Obesitas dan Diabetes. Rekan Sehat tidak sempat mengikuti THT kemarin? Simak yang berikut ini:

    1. Sebenarnya apa itu obesitas? Dan kapan seseorang dikatakan obesitas?

    Jawab: Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan akibat penimbunan lemak tubuh berlebih. Menurut WHO (2000) obese: kondisi abnormal atas akumulasi lemak berlebih pada jaringan lemak. Kita perlu bedakan dengan overweight. Overweight adalah kelebihan berat badan dibanding BB ideal yang didapat akibat penimbunan lemak dan jaringan non lemak, contohnya adalah massa otot. Sementara obesitas sentral adalah penimbunan lemak tubuh yang lokasinya lebih banyak di perut dibanding pinggul, paha, lengan. Kapan dikatakan obesitas? Paling sederhana bisa menggunakan rumus Broca, di mana berat badan ideal: (Tinggi badan – 100) – 10 %. Jika hasilnya > 12% maka berat badannya termasuk ideal. Pendekatan lebih baik, gunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh / IMT. Rumusnya berat (kg) dibagi tinggi (m) kuadrat. IMT >25 sudah mulai masuk obesitas. Lingkar perut >90 cm untuk laki-laki dan >80 cm untuk wanita. dh mulai msuk obese.

    2. Bagaimana obesitas atau berat badan seseorang bisa dikaitkan dengan diabetes?

    Jawab: Obesitas adalah salah satu faktor risiko diabetes. Makin besar IMT risiko diabetes naik. Tingginya kadar lemak viseral di perut yang membungkus organ-organ dalam berhubungan dengan resistensi insulin yang ujungnya adalah penyakit diabetes itu sendiri. Orang yang obesitas kadar asam lemak bebasnya naik sehingga memicu gangguan metabolisme gula darah dan terjadi peradangan sel-sel.

    3. Bagaimana dengan orang yang obesitas namun gula darah puasa dan sewaktunya normal? Apakah tetap perlu waspada diabetes?

    Jawab: 20% dari yang obesitas ada yang masih sehat, belum ada gangguan karena belum terjadi gangguan fungsi sel-sel lemak. Pada non-morbid obesity ini, yang terjadi baru perubahan jumlah dan massa sel lemak tapi tidak terjadi adiposopathy. Adiposopathy adalah gangguan fungsi sel-sel lemak yang berujung pada gangguan metabolisme, termasuk resistensi insulin. Apakah perlu waspada? Jelas harus waspada, karena risiko penimbunan jumlah menjadi gangguan fungsi tetap besar. Apalagi selain obesitas, walau masih sehat namun masih mempunyai faktor-faktor risiko diabetes lainnya, jadi harus lebih berhati-hati.

    4. Apa gejala dari seseorang yang obesitas kemudian positif terdiagnosa diabetes?

    Jawab: Yang klasik diwaspadai adalah cepat lapar, cepat haus, banyak buang air kecil, berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas. Keluhan lain bisa saja jadi sering lemas, mudah lelah, sering kesemutan, pandangan kabur, luka yang sulit sembuh, gatal-gatal dan disfungsi ereksi. Selain gejala klasik dan pemeriksaan gula darah puasa >126 mg/dl atau sewaktu >200 mg/dL, kadar HbA1C >6.5%.

    5. Apa yang bisa dilakukan oleh orang dengan obesitas agar tidak terkena diabetes (jika setelah dicek orang ybs belum positif diabetes)?

    Jawab: Menurunkan BB menuju ideal, dengan modifikasi pola makan, aktivitas fisik, manajemen stress. Menurunkan berat badan dengan bertahap dan aman. Penggunaan obat untuk turunkan berat badan menurut WHO hanya diperbolehkan jika IMT >30 atau >27 dengan sindrom metabolik. Pilar utama bukanlah obat atau suntik-suntik lipolisis. Pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik adalah yang utama. Pola makan rendah gula, garam, tinggi serat sangat dianjurkan. Pola makan tinggi protein bantu kurangi lapar berlebih. Dan yang penting juga jangan sampai dehidrasi. Minum air putih 2-2.5 Liter sehari sangat membantu metabolisme tubuh. Aktivitas fisik yang rutin seperti jalan kaki, kalau bisa dengan target 10.000 langkah/hari lebih baik. Atau bisa juga dengan rutin olahraga lain. Bagi yang obesitas dan merasa berat karena lutut, disarankan untuk olahraga dengan low-impact seperti berenang. Manage stress penting dalam penurunan BB serta istirahat yang cukup sangat berperan dalam pembakaran lemak optimal.

    6. Apakah diabetes hanya dapat dilihat dari faktor berat badan berlebih/obesitas saja?

    Jawab: Tidak, masih ada faktor risiko lain, seperti ras, riwayat keluarga, dan usia >45 tahun. Faktor risiko lainnya yaitu pernah melahirkan bayi >4 kg, diabetes saat hamil, aktivitas yang kurang, merokok, hipertensi, dislipidemia HDL <35 mg/dL trigliserida >250 mg/dL, diet tinggi gula rendah serat.

    7. Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit diabetes?

    Jawab: Diabetes dapat dicegah dengan gaya hidup yang sehat. Pola makan sehat, sesuai kebutuhan tubuh. Jumlah yang tidak berlebih, pilih karbo sederhana dengan indeks glikemik rendah, bervariasi, tinggi serat. Jangan biasakan berlapar-lapar, namun tetap berhenti sebelum kenyang, serta makan pada waktu yang lebih teratur. Kurangi minuman berkemasan yang tinggi gula. Biasakan banyak bergerak dan beraktivitas fisik. Olahraga rutin jadikan kebiasaan. Merokok tinggalkan. Dan jika memang punya risiko, periksa gula secara teratur dan kontrol penyakit yang mendasari, seperti hipertensi atau gangguan kolesterol.

    Read More
  • Siapa yang tidak ingin terbebas dari diabetes? Bagi beberapa orang yang telah menjalani gaya hidup sehat dengan diet seimbang, rajin aktifitas fisik dan mengenyahkan asap rokok mungkin tidak perlu takut dengan faktor risiko penyakit tidak menular ini. Baca Juga: Susu untuk Pengidap Diabetes yang Tepat Seperti Apa? Namun bagaimana dengan Anda yang tidak ‘cerdik’ mencegah […]

    10 Cara Mudah Bakar 500 Kalori Setiap Hari

    Siapa yang tidak ingin terbebas dari diabetes? Bagi beberapa orang yang telah menjalani gaya hidup sehat dengan diet seimbang, rajin aktifitas fisik dan mengenyahkan asap rokok mungkin tidak perlu takut dengan faktor risiko penyakit tidak menular ini.

    Baca Juga: Susu untuk Pengidap Diabetes yang Tepat Seperti Apa?

    Namun bagaimana dengan Anda yang tidak ‘cerdik’ mencegah penyakit ini? Yang terpenting adalah mengetahui bahwa beberapa kegiatan seperti berjalan kaki untuk mencapai kantor atau menggunakan tangga daripada lift juga dapat membuat Anda terbebas dari diabetes, dengan syarat Anda melakukannya dengan komitmen kuat.

    10 cara bakar 500 kalori agar terbebas dari diabetes

    Membakar 500 kalori setiap harinya setidaknya sudah dapat membuat Anda terhindar dari obesitas lho. Lalu, bagaimana ya cara untuk membakar setidaknya 500 kalori dengan aktifitas Anda yang super padat? Simak yang berikut ini!

    1. Membersihkan Rumah Selama 2 Jam

    Menari sambil vacuum cleaning setiap sudut rumah Anda dapat membakar kalori hingga 500 kalori. Belum lagi menyapu, mengepel, mengelap kaca, dan mencuci gorden dan sprei Anda. Jangan biarkan asisten rumah tangga Anda yang memiliki bentuk tubuh ideal! It’s your time now!

    1. Berkebun Selama 1 Setengah Jam

    Siapa yang sangka kegiatan berkebun Anda dapat menurunkan berat badan dan bonusnya, terbebas dari diabetes? Kegiatan ini dapat Anda lakukan dengan berjongkok untuk menanam bunga di taman rumah Anda atau menyiram tanaman dengan bantuan gayung dan ember, bukan selang air.

    1. Bermain Badminton Selama 55 Menit

    Pilih teman bermain Anda dan bermain badminton selama 55 menit untuk membakar kalori hingga 500. You’ll have so much fun, you won’t even realize that you’re burning it off!

    Baca Juga: 5 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Generasi Milenial

    1. Jump Rope Selama 42 Menit

    500 kalori yang Anda dapatkan dari semangkuk mie ayam sebagai menu makan siang Anda bisa dibakar dengan melakukan lompat tali selama 42 menit.

    1. Berlari dengan Kecepatan 6 mph Selama 42 Menit

    Sempatkan berlari selama 42 menit di treadmill atau di taman saat sore menjelang. Rasakan 500 kalori dari semangkuk bubur ayam dengan sate dan telur puyuh terbakar dengan sempurna.

    1. Berdansa dengan Wii

    Jika Anda suka gemas melihat anak Anda yang senang bermain games seperti XboX atau Wii, mengapa tidak ikut bermain bersamanya? Mainkan Just Dance selama 15 menit akan membakar 500 kalori Anda. Menyenangkan pastinya!

    1. Naik Turun Tangga Selama 30 Menit

    Malas menggunakan lift dan lebih suka menggunakan tangga? Terus budayakan kebiasaan tersebut untuk membakar 500 kalori Anda setiap hari. To bring it to a new level, berlari saat naik turun tangga selama 45 menit dapat membakar 600 kalori! You don’t like it? Your loss.

    1. Berenang Selama 1 Jam (Moderate Swimming)

    Olahraga ini memang sudah terkenal paling cepat dan menyenangkan untuk membakar lemak di perut Anda. Ingin lebih optimal lagi dan merasakan manfaat langsung? Swimming for 1 hour non-stop will burn 500 calories off.

    1. Berjalan Cepat atau Sekitar 4 mph Selama 90 Menit

    Yang satu ini paling mudah dan murah untuk dilakukan. Berjalan cepat mengitari area kantor untuk keperluan yang tidak penting sekalipun patut untuk Anda coba, karena semua mau sehat dan mengapa tidak? Go for a walk, now!

    Baca Juga: Ingin Aman Berjalan Kaki Tanpa Alas? Simak 4 Tips Berikut!

    1. Bermain Tenis Selama 1 Jam

    Tidak ada yang pernah mengatakan bahwa olahraga Tenis mudah untuk dilakukan. Butuh waktu hanya 1 jam untuk membakar 500 kalori dengan bermain Tenis.

    10 kegiatan dan olahraga di atas memang bukan hal yang besar dan tidak terlihat sulit apalagi mahal untuk dilakukan. 10 kegiatan tersebut pasti pernah Anda lakukan tanpa Anda sadari. Dan ternyata menyenangkan ya, ketika melakukan kegiatan sehari-hari dapat membuat Anda terbebas dari diabetes dan obesitas? Jadi tunggu apa lagi? Lawan diabetes dengan rajin aktivitas fisik mulai dari sekarang!

    Apabila Sobat Sehat menginginkan informasi lebih lanjut mengenai aktivitas membakar kalori dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Frequently Asked Questions tentang Diabetesi dan Caregivers Seperti yang telah kita ketahui, pada tahun 2014, hampir 9% dari penduduk dunia yang berusia di atas 18 tahun positif menderita diabetes. Bahkan 2 tahun sebelumnya 1,5 juta orang meninggal per tahun akibat penyakit tidk menular ini. Oleh karena itu bentuk pencegahan dalam melawan diabetes penting untuk dilakukan. […]

    FAQ: Diabetesi dan Caregivers

    Frequently Asked Questions tentang Diabetesi dan Caregivers

    Seperti yang telah kita ketahui, pada tahun 2014, hampir 9% dari penduduk dunia yang berusia di atas 18 tahun positif menderita diabetes. Bahkan 2 tahun sebelumnya 1,5 juta orang meninggal per tahun akibat penyakit tidk menular ini. Oleh karena itu bentuk pencegahan dalam melawan diabetes penting untuk dilakukan. Cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktifitas fisik, diet seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stress merupakan bentuk pencegahan diabetes yang selalu digaungkan oleh Menteri Kesehatan.

    Ada 2 tipe dari diabetes, yaitu:

    1. Diabetes tipe 1 yang diakibatkan oleh produksi insulin kurang, sehingga memerlukan suntikan tambahan insulin setiap hari.
    2. Diabetes tipe 2 yang diakibatkan oleh tubuh yang tidak dapat menggunakan insulin secara efektif akibat kurangnya aktivitas fisik dan berat badan berlebih.

    Ketahui pula bahwa 90% penderita diabetes merupakan diabetes tipe 2. Dan bagi para diabetesi, yang penting untuk dilakukan untuk mencegah komplikasi diabetes adalah melakukan pengawasan ketat yang biasanya dibantu oleh seorang caregiver (baca: perawat orang sakit di rumah). Para caregivers dan keluarga pasien menjadi faktor penting dari keberhasilan terapi bagi para diabetesi. Mereka tidak harus berasal dari tenaga kesehatan. Keluarga terdekat pun bisa menjadi caregivers. Mereka pun kemudian harus mengetahui banyak hal seputar penyakit diabetes, seperti menu makanan diabetesi yang mitosnya sangatlah terbatas.

    Untuk mencegah kebingungan dari banyaknya mitos yang beredar di sekitar diabetesi dan caregivers, berikut ini frequently asked questions (FAQ) yang harus diketahui oleh para caregivers diabetes:

    1. Apakah pasien diabetes atau diabetesi harus selalu makan dengan menu diet khusus?

    Jawaban: Tidak selalu, karena selama bisa mengetahui kebutuhan harian dan bisa mengontrol porsi makanan, mereka dapat mengkonsumsi makanan yang sama dengan orang lain.

    1. Apakah ketika belanja makanan untuk para diabetesi, amatlah penting untuk memilih makanan yang “sugar free” atau “diabetes friendly”?

    Jawaban: Salah. Semua makanan olahan walaupun sugar free tapi kebanyakan tetap tinggi karbohidrat, karena itu sebaiknya baca teliti kandungan nutrisinya, dan pilihlah makanan segar dibanding produk instan dan olahan.

    1. Apakah saya (caregiver) benar-benar tidak boleh makan permen atau kue-kue manis?

    Jawaban: Boleh makan semua jenis kue, dan coklat asal paham betul porsinya yang aman bagi gula darah mereka.

    1. Apakah para penderita diabetes bisa merasakan saat gula darahnya terlalu rendah atau terlalu tinggi?

    Jawaban: Tidak benar! Banyak pasien diabetes tidak mengetahui saat gula darahnya terlalu tinggi atau terlalu rendah.

    1. Bagaimana jika penderita diabetes ingin mendonorkan darahnya?

    Jawaban: Selama gula darahnya terkontrol maka tidak ada masalah bila ingin mendonorkan darahnya.

    1. Apakah para pasien diabetes tidak boleh mengendari kendaraan bermotor, menjadi pilot pesawat terbang, atau masinis kereta?

    Jawaban: Penderita diabetes bisa produktif di tempat kerja manapun selama gula darahnya terkontrol. Khusus untuk menjadi pilot FAA memiliki acuan kesehatan khusus yang harus dipenuhi, dan ini tidak hanya mencakup diabetes.

    1. Apakah para penderita diabetes mudah terserang flu dan penyakit lainnya?

    Jawaban: Daya tahan tubuh tidak tergantung apakah seseorang diabetes atau tidak. Namun penderita diabetes yang sedang sakit, kadar gula darahnya akan lebih sulit dikontrol.

    1. Jika salah seorang keluarga saya menderita diabetes dan merencanakan kehamilan, apakah diperbolehkan?

    Jawaban: Penderita diabetes yang gula darahnya terkontrol bisa hamil dan mengalami persalinan normal seperti wanita pada umumnya

    1. Bagaimana dengan penderita diabetes tipe 2 yang sudah memakai insulin? Apakah mereka termasuk ke dalam kondisi yang sudah berat?

    Jawaban: Diabetes adalah penyakit yang progresif. Jadi lambat laun pasti akan memakai insulin, dan insulin akan membuat kadar gula darah lebih terkontrol dibandingkan obat minum.

    Pertanyaan di atas tentang diabetesi dan caregivers beserta jawabannya penting untuk dipahami oleh para caregivers diabetesi agar tidak ada lagi mitos-mitos tidak jelas yang menghalangi niat dan ketulusan mereka merawat pasien diabetes.

    Read More
  • Apakah saya dapat terkena penyakit diabetes? Apakah gaya hidup saya dapat menjadi faktor risiko penyakit diabetes? Ada banyak pertanyaan yang selama ini Anda sembunyikan mengenai diabetes pastinya. Ya, diabetes bukan lagi penyakit orang kaya. Faktanya penyakit ini menyerang siapa saja, tidak mengenal usia dan jenis kelamin, apalagi kelas sosial. Lalu apa yang bisa saya lakukan […]

    Trending Health Talk #THT Bersama BlogDokter: Apakah Saya Dapat Menderita Diabetes?

    Apakah saya dapat terkena penyakit diabetes? Apakah gaya hidup saya dapat menjadi faktor risiko penyakit diabetes?

    Ada banyak pertanyaan yang selama ini Anda sembunyikan mengenai diabetes pastinya. Ya, diabetes bukan lagi penyakit orang kaya. Faktanya penyakit ini menyerang siapa saja, tidak mengenal usia dan jenis kelamin, apalagi kelas sosial. Lalu apa yang bisa saya lakukan agar tidak terkena penyakit diabetes?

    Woro2_Ngobat_BlogDokter-02

    Menjalani gaya hidup sehat memang sudah kewajiban. Beruntungnya hari Jumat, 15 April kemarin ProSehat berkesempatan untuk mengadakan Trending Health Talk #THT dengan tema “Apakah Saya Dapat Menderita Diabetes?”. Merupakan suatu kesempatan yang baik bagi kami karena dapat mengadakan #THT bersama dr. I Made Cock Wirawan dari @blogdokter yang saat ini sudah memiliki 1 Juta followers di dunia maya. Selain aktif di Twitter, dokter kelulusan FK UNUD, Bali ini juga memiliki blog yang dikhususkan untuk edukasi kesehatan di www.blogdokter.net. Nah, berikut ini sesi #THT kami dengan dr. Made dalam usaha #LawanDiabetes kemarin. Yuk, simak!

    1. Untuk memulai Trending Health Talk #THT kali ini, bisa dijelaskan dulu dok, apa itu penyakit Diabetes?

    Jawaban: Diabetes adalah penyakit yang diakibatkan oleh gangguan pada hormon insulin. Insulin sendiri adalah hormon yang mengatur glukosa/gula dari makanan agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh tubuh. Bila insulin bermasalah maka proses pemanfaatan glukosa oleh tubuh pun bermasalah sehingga timbul gejala diabetes.

    2. Kami dengar ada 2 jenis Diabetes ya dok? Apa bedanya dan apakah keduanya bisa dicegah?

    Jawaban: Betul, secara umum ada 2 jenis diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi akibat gangguan pada pankreas sehingga produksi insulin terganggu (tidak berproduksi/produksinya kurang). Sedangkan diabetes tipe 2 terjadi saat produksi insulin normal tapi sel tubuh tidak merespon dengan baik kerja insulin. Di antara kedua jenis diabetes ini, maka diabetes tipe 2 yang paling bisa dicegah.

    3. Lalu,untuk diabetes yang bisa dicegah, bagaimana cara mencegahnya?

    Jawaban: Cara mencegah diabetes yang paling simpel adalah menjaga pola makan dan pola hidup agar selalu sehat. Usahakan berat badan selalu dalam kondisi sehat, mengurangi konsumsi makanan yang kadar gulanya tinggi. Jadi prinsip utama pencegahan diabetes adalah jaga pola makan dan pola hidup tetap sehat.

    4. Untuk mengetahui apakah kita mengidap penyakit diabetes, cek kesehatan apa yang perlu dilakukan?

    Jawaban: Seseorang yang menderita diabetes tidak akan tahu dirinya menderita sampai dilakukan pengecekan kadar gula darah. Mengapa perlu dilakukan pengecekan kadar gula darah? Karena pada fase awal, diabetes tidak bergejala. Pengecekan gula darah secara teratur dapat mendeteksi secara dini adanya diabetes untuk cegah komplikasi.

    5. Seberapa sering kita harus cek gula darah? Dan berapa kadar gula darah yang normal?

    Jawaban: Cek gula darah bisa dilakukan kapan saja tapi yang paling bagus adalah cek gula darah saat puasa. Kadar gula darah normal adalah antara 70 sampai 100 mg/dL pada pemeriksaan kadar gula darah puasa. Disebut diabetes bila saat pemeriksaan kadar gula puasa didapatkan hasil di atas 126 mg/dL. pemeriksaan kadar gula darah puasa dilakukan setelah pasien tidak makan 8 jam sebelum pemeriksaan.

    6. Lalu, kalau HbA1c, itu apa ya dok?

    Jawaban: HbA1c atau glycated hemoglobin test adalah salah satu metode untuk diagnosa diabetes. HbA1c juga penting untuk memantau seberapa berhasil pengobatan diabetes yang telah dilakukan. Disebut diabetes bila pada pemeriksaan HbA1c diperoleh hasil lebih besar atau sama dengan 6,5%.

    7. Kalau gejala yang harus diwaspadai karena kemungkinan dari merupakan tanda penyakit diabetes, apa saja ya dok?

    Jawaban: Meskipun pada fase awal diabetes tidak menimbulkan gejala tapi ada beberapa gejala khas diabetes yang bisa diwaspadai. Gejala khas diabetes: kerap kehausan tapi sering kencing dan mulut kering dan kerap lapar dan makan tapi badan justru mengurus dan lemas. Gejala lain akan muncul bila telah terjadi komplikasi seperti mata kabur bila telah terjadi komplikasi pada mata. Bisa juga ada gejala pada saraf, kulit, dan lain-lain, menurut komplikasi yang telah terjadi.

    8. Lalu, siapa saja sih yang mempunyai risiko untuk terkena penyakit diabetes?

    Jawaban: Ada beberapa faktor risiko diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Faktor risiko diabetes tipe 1: riwayat keluarga, penyakit pankreas serta penyakit lain yang merusak pankreas. Faktor risiko diabetes tipe 2: kegemukan, hipertensi, kebanyakan duduk, usia, rendahnya kadar HDL kolesterol, dan lain-lain. Di antara faktor risko diabetes tipe 2 yang paling utama adalah kegemukan terutama timbunan lemak pada perut/buncit.

    9. Bagaimana cara pencegahan diabetes dari sisi makanan dan olahraga?

    Jawaban: Menjaga pola makan dan tetap berolahraga menjadi sangat penting dalam mencegah diabetes. Pilihlah makanan yang sehat, tinggi serat, rendah lemak, rendah garam dan rendah gula. Makanan yang mutlak dikurangi adalah makanan yang kadar gulanya tinggi dan yang memiliki indeks glikemik tinggi. Olahraga juga penting untuk menjaga berat badan tetap sehat sehingga diabetes menjauh. Lakukan olahraga aerobik secara rutin minimal 150 menit per minggu untuk jaga berat badan.

    Read More
Chat Dokter 24 Jam