Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Yuk Kenali dan Pahami Imunisasi WAJIB VS DIANJURKAN!

Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah yang wajib diikuti oleh setiap anak untuk memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit yang berbahaya pada anak. Di Indonesia, terdapat imunisasi wajib dan imunisasi yang dianjurkan. Keduanya sebenarnya sama-sama penting, hanya saja imunisasi wajib dibiayai oleh pemerintah, sedangkan imunisasi yang dianjurkan boleh diikuti bagi mereka yang mampu.

Imunisasi wajib menjadi salah satu program pemerintah yang berisikan pemberian vaksin penyakit tertentu yang dianggap sangat diperlukan untuk perlindungan anak. Imunisasi wajib biasanya diberikan melalui fasilitas kesehatan pemerintah seperti puskesmas atau posyandu sehingga setiap anak, baik dari kalangan mampu dan tidak mampu mendapatkan perlindungan ini.

Adapun beberapa imunisasi wajib yang disediakan secara gratis oleh pemerintah Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Hepatitis B

hepatitis b

Vaksin hepatitis B adalah vaksin yang diberikan untuk melindungi anak dari serangan penyakit hepatitis. Vaksin hepatitis B diberikan setelah bayi lahir, paling lambat setelah 12 jam kelahiran. Vaksin ini akan melindungi bayi terhindar dari hepatitis B yang ditularkan lewat ibunya. Bayi yang prematur juga wajib mendapatkan vaksin ini karena daya tahan tubuhnya jauh lebih lemah dibandingkan bayi pada umumnya.

6. DPT-HB

Vaksin ini mempunyai fungsi yang sama seperti vaksin DPT, yakni melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus, hanya saja terdapat perlindungan lainnya yakni perlindungan dari penyakit hepatitis B. Pemberian vaksin DPT-HB juga dilakukan sebanyak 3 kali, yakni 2, 3, dan 4 bulan.

 

3. Campak

Imunisasi wajib selanjutnya adalah vaksin campak. Vaksin campak diberikan sebanyak dua kali pada anak, yakni ketika umur 9 bulan dan penguatan pada usia 18 bulan dan 6-7 tahun. Vaksin campak kedua tidak diberikan bila anak sudah menerima suntikan MMR. Vaksin ini akan melindungi anak dari penyakit campak yang dapat menyebabkan demam tinggi, ruam pada tubuh, kebutaan, gangguan pendengaran, kerusakan otak, hingga kematian.

4. Polio

Imunisasi polio juga menjadi salah satu imunisasi wajib dari pemerintah Indonesia. Imunisasi polio diberikan untuk mencegah anak terkena penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Imunisasi polio diberikan ketika anak berusia 0, 2, 3, dan 4 bulan dengan cara diteteskan langsung ke dalam mulut dengan alat tetes khusus.

5. DPT

Vaksin DPT berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksin ini diberikan sebanyak 6 kali ketika anak berusia 2, 3, dan 4 bulan dengan penguatan pada usia 18 bulan, 5 tahun. DTP 6 diberikan 10-12 tahun dalam bentuk Td/TdaP dan dapat dilakukan penguatan setiap 10 tahun.  Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, batuk kering yang cukup lama, dan diare parah.

 

6. BCG

Vaksin BCG diberikan hanya satu kali saja sebelum bayi berusia 3 bulan. Vaksin ini akan memberikan perlindungan dan pencegahan dari penyakit tuberkulosis. Bentuk vaksin yang kering menyebabkan bekas luka parut pada bagian tubuh yang disuntikkan.

7. MR

Pada mulanya, vaksin MR termasuk ke dalam jenis imunisasi yang dianjurkan. Namun seiring dengan perkembangan di dunia kesehatan, pemerintah Indonesia akhirnya memasukkan vaksin MR ke dalam imunisasi wajib. Saat ini, pemerintah sedang gencarnya mensosialisasikan imunisasi ini.

Vaksin MR berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit campak dan rubella. Penyakit campak dan rubella sangat mudah menyerang anak-anak dan dapat menyebabkan demam tinggi, kebutaan, gangguan otak, hingga kematian. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali, yakni ketika anak berusia 15-18 bulan dan 5 tahun.

Itulah beberapa imunisasi wajib yang disediakan oleh pemerintah. Sedangkan imunisasi yang dianjurkan dan bisa didapatkan di beberapa rumah sakit adalah sebagai berikut:

1. HiB

Vaksin HiB adalah vaksinyang berisikan Haemophilus Influenza Tipe B yang berfungsi untuk melindungi anak dari penyakit selaput radang otak. Vaksin ini diberikan pada anak ketika usia 2,3,4 bulan dengan penguatan pada usia 15-18 bulan.

2. PCV

Imunisasi yang dianjurkan selanjutnya adalah vaksin PCV. Vaksin ini diberikan agar anak terlindungi dari penyakit pneumokokus. Vaksin ini diberikan sejak anak berusia 2 bulan sebanyak 3 kali, yakni pada usia 2, 4, dan 6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan.

3. Rotavirus

Vaksin rotavirus berfungsi untuk melindungi anak dari diare parah yang biasanya berlangsung pada musim pancaroba. Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 2 dan 4 bulan serta 6 bulan (bila vaksin yang diberikan berupa pentavalent).

4. Varisela

Vaksin vaerisela dianjurkan untuk diberikan pada anak sejak usia 1 tahun dan akan jauh lebih baik jika diberikan sebelum anak masuk sekolah. Vaksin ini akan melindungi anak dari penyakit cacar air.

5. Influenza

Imunisasi yang dianjurkan lainnya adalah vaksin influenza. Vaksin influenza akan memberikan perlindungan anak terhadap infeksi saluran pernapasan. Vaksin ini dapat diberikan pada anak sejak usia 6 bulan.

6. Tifoid

Vaksin tifoid berguna untuk melindungi anak dari demam tifus. Diberikan pada anak mulai usia 2 tahun dan diberikan vaksin ulang setiap 3 tahun.

7. HPV

Vaksin hpv berguna untuk melindungi sobat dari kanker serviks yang banyak menyerang wanita. Tentu pemberian vaksin ini efektif diberikan jika sebelum menikah.

Itulah beberapa imunisasi yang dianjurkan untuk diberikan pada anak-anak. Meskipun beberapa imunisasi belum sepenuhnya diwajibkan dan dibiayai oleh pemerintah, mari kita dukung sepenuhnya program imunisasi pemerintah yang telah berjalan agar ke depannya pemerintah dapat lebih baik dalam memfasilitasi kesehatan bagi masyarakat Indonesia, terutama anak-anak.

WhatsApp Asisten Maya saja