Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Waspada! 7 Asupan Ini Bisa Meningkatkan Risiko Darah Tinggi

Moms, sadarkah Anda bahwa makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari ternyata dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit terutama darah tinggi (hipertensi), apalagi jika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan.

Sebelumnya, kita harus mengenal apa yang dimaksud dengan darah tinggi. Darah tinggi atau dalam bahasa kedokteran disebut hipertensi, adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah. Dikatakan tekanan darah tinggi bila tekanan darah di atas atau sama dengan 140/90 mmHg. Faktor penyebab darah tinggi tidaklah hanya berasal dari makanan berlemak saja, tetapi seperti obesitas atau kegemukan, alkohol, stres, kafein, mengonsumsi makanan yang asin atau dengan tinggi garam, keturunan (riwayat darah tinggi dalam keluarga), kurangnya aktivitas fisik dan olahraga dapat meningkatkan tekanan darah.

Terkadang kita tidak menyadari makanan yang kita konsumsi berisiko meningkatkan tekanan darah, yakni:

1. GARAM

Garam yang biasa disebut Natrium sangat berpotensi meningkatkan tekanan darah, batas konsumsi garam per hari bagi orang dewasa adalah 1500-2300 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per harinya, dengan kata lain untuk orang yang sudah menderita tekanan darah tinggi harus mengonsumsi garam jauh di bawah dari batas asupan normal per harinya. Namun, kenyataannya rata-rata masyarakat mengonsumsi garam lebih tinggi dari batas anjuran, sumber garam tidak hanya berasal dari makanan utama saja, terkadang kita mengonsumsi garam berlebih berasal dari makanan tambahan atau snack seperti mie instan, keripik, biskuit, dan lain sebagainya. Sehingga, rata-rata masyarakat mengonsumsi 3000-5000 mg sodium per hari.

Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah terutama peningkatan tekanan darah karena sodium atau garam akan menahan (meretensi) air dalam tubuh sehingga terjadi peningkatan volume plasma darah kemudian akan meningkatkan beban kerja jantung. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi asupan garam per harinya ya, Moms.

2. GULA

Gula merupakan hal yang penting harus kita waspadai sebagai salah satu makanan penyebab tekanan darah tinggi. Batasan asupan normal gula pada orang dewasa rata-rata sekitar 24-36 gram per hari atau setara dengan 6 sampai 9 sendok teh per harinya. Gula bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan seperti biskuit, makanan dalam kemasan, pemanis buatan, susu kental manis, kue, kopi dan minuman dengan perasa.

Tingginya asupan gula setiap hari dapat membuat cadangan lemak dalam tubuh meningkat sehingga menyebabkan risiko obesitas, bila penumpukan lemak dalam pembuluh darah terjadi maka akan meningkatkan beban kerja jantung kemudian dapat meningkatkan risiko darah tinggi.

3. MAKANAN TINGGI LEMAK

Makanan tinggi lemak seperti misalnya daging berlemak, kulit ayam, jeroan (otak sapi, paru ayam), susu tinggi lemak dan makanan yang digoreng, dapat meningkatkan kolesterol total dalam darah terutama kolesterol jahat atau yang biasa dikenal dengan sebutan LDL (Low Density Lipoprotein) meningkat, dengan meningkatnya kolesterol dalam darah, mengakibatkan lemak menumpuk dan membuat plak di sepanjang pembuluh darah. Setelah terjadi sumbatan, maka pompa darah oleh jantung terganggu, jantung harus memompa darah lebih keras, hal ini membuat tekanan darah meningkat. Bila hal ini berlangsung secara terus-menerus, maka dapat memperparah hipertensi bahkan menimbulkan penyakit jantung koroner.

4. MAKANAN CEPAT SAJI

Pada zaman modern seperti sekarang ini, rata-rata masyarakat lebih gemar  mengonsumsi makanan cepat saji karena lebih praktis dan rasanya yang lebih gurih sehingga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa terkadang lebih memilih konsumsi makanan cepat saji. Makanan cepat saji seperti ayam goreng, burger, dan kentang goreng mudah sekali untuk ditemui.

Makanan seperti ini sangat tidak baik bagi kesehatan karena mengandung minyak berlebih sehingga dapat menyebabkan kolesterol total dalam darah, dan makanan cepat saji kadang mengandung bumbu penyedap dan garam dalam jumlah berlebih, ditambah lagi daging pada makanan cepat saji bukanlah daging segar melainkan daging yang sudah diawetkan.

Melihat kondisi di atas, sebaiknya batasi asupan makanan fast food atau makanan cepat saji ya, Moms.

5. MINUMAN BERSODA

Siapa yang tidak pernah merasakan minuman bersoda? Dibalik rasanya yang manis, minuman bersoda ternyata mengandung gula yang sangat tinggi.  Gula ternyata memiliki nama samaran dalam kemasan misalnya sukrosa atau HFCS (High Fructose Corn Syrup). Seperti yang telah dijelaskan di atas, konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas yang secara tidak langsung dapat menyebabkan risiko tekanan darah tinggi.

6. KAFEIN

Minuman atau makanan berkafein seperti kopi, teh dan cokelat ternyata termasuk ke dalam makanan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, selain kandungan gula dan perasa tambahan dalam secangkir kopi, kandungan kafein yang terkandung dalam kopi, teh dan cokelat dapat meningkatkan tekanan darah. Ketika kafein masuk ke dalam sistem pencernaan, sebanyak 99% akan diserap ke pembuluh darah dan mencapai kadar puncak di pembuluh darah dalam waktu 45-60 menit. Setelah itu, kafein dalam pembuluh darah mengikat reseptor Adenosin yang mengaktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan hormon kortisol. Hal ini yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan darah naik, pompa jantung meningkat. Jadi, otomatis bila Anda mengonsumsi kopi terlalu sering dan dalam jumlah yang banyak, dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Umumnya kandungan kafein dalam secangkir kopi adalah 60,4 – 80,1 mg, sedangkan batas konsumsi harian kopi (kafein) adalah 400 mg per hari atau setara dengan 4 cangkir kopi.

7. ALKOHOL

Minuman beralkohol seperti wine (anggur merah), bir, makanan yang mengandung alkohol seperti tape juga dapat meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah. Batas konsumsi alkohol 1-2 kali dalam sehari atau 100 ml–350 ml per hari.

Tekanan darah tinggi yang berlangsung terus-menerus tentu sangat berbahaya bagi kesehatan, hal ini dapat mengganggu sistem organ tubuh lainnya seperti:

  • Kerusakan Pembuluh Darah

Tekanan darah yang tinggi terus-menerus dapat menyebabkan pembuluh darah kurang kelenturannya atau sifat elastisitasnya, sehingga lemak dan kolesterol sangat memungkinkan lebih cepat menumpuk, dengan adanya penumpukan ini maka darah yang mengalir akan tersumbat, darah akan lambat sampai ke seluruh tubuh, kerja jantung akan semakin berat sehingga dapat menyebabkan jantung koroner, gangguan irama listrik jantung, serta sianosis (oksigen ke jaringan berkurang karena darah lambat sampai ke jaringan tubuh).

  • Kerusakan Organ Jantung

Beban jantung akan semakin berat karena memompa darah lebih keras akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah, maka semakin lama dinding otot jantung semakin melebar sehingga menyebabkan perbesaran otot jantung.

  • Kerusakan Organ Paru-Paru

Bila pompa jantung terganggu, otomatis akan terjadi penumpukan darah paru-paru menuju jantung, sehingga darah akan terbendung di pembuluh darah paru dan jaringan paru sehingga menyebabkan pasien mudah lelah, keringat dingin malam hari, sesak napas ketika melakukan aktivitas fisik berlebihan. Bila kondisi ini berlangsung lama, maka akan mengakibatkan gagal jantung dan paru.

  • Kerusakan Organ Ginjal

Bila terjadi gangguan pada sirkulasi darah dan pompa jantung maka darah yang melewati ginjal pun akan terganggu sehingga dapat menyebabkan gagal ginjal.

  • Kerusakan Otak

Tidak hanya sumbatan ke jantung dan paru-paru saja yang dapat terjadi, adanya gangguan aliran darah dapat mengganggu kerja otak. Bila asupan oksigen menuju otak terhambat maka otak dalam keadaan iskemik (kekurangan oksigen) sehingga pasien dapat jatuh ke dalam kondisi stroke.

Moms, melihat beberapa komplikasi penyakit lain yang mungkin timbul akibat peningkatan tekanan darah, maka kita harus mencegah risiko timbulnya peningkatan tekanan darah. Dimulai dengan langkah yang mudah yaitu mewaspadai segala asupan makanan sehari-hari, batasi asupan kalori untuk mencegah kenaikan berat badan, melakukan olahraga fisik secara teratur minimal 3-5 kali seminggu selama 30 menit per hari, ganti makanan berlemak dengan makanan yang lebih sehat seperti sayur dan buah-buahan, hindari makanan cepat saji, serta hindari makanan yang digoreng. Apabila Moms gemar makanan yang digoreng, Moms dapat mengganti minyak goreng dengan olive oil atau minyak sunflower yang lebih sehat.

Walaupun Moms tidak sedang menderita hipertensi, ada baiknya tetap memeriksakan kesehatan diri secara berkala ke dokter karena seringkali hipertensi muncul secara tidak kita sadari. Selain itu, jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

Daftar Pustaka

  1. Sudoyo A, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. 5th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2009.
  2. Ha S. Dietary Salt Intake and Hypertension. Electrolytes & Blood Pressure [Internet]. 2014 [cited 22 August 2018];12(1):7-18. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4105387/
  3. WHO | Obesity, high blood pressure, high cholesterol, alcohol and tobacco: The World Health Organization’s response [Internet]. Who.int. 2018 [cited 22 August 2018]. Available from: who.int/whr/media_centre/factsheet3/en/
  4. Husain K, Ansari R, Ferder L. Alcohol-induced hypertension: Mechanism and prevention. World Journal of Cardiology [Internet]. 2014 [cited 22 August 2018];6(5):245. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4038773/
  5. Bazzano L, Green T, Harrison T, Reynolds K. Dietary Approaches to Prevent Hypertension. Current Hypertension Reports [Internet]. 2013 [cited 22 August 2018];15(6):694-702. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4366416/

 

Chat Asisten ProSehat aja