Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

Vaksinasi Covid-19 di  Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021. Presiden Joko Widodo merupakan orang pertama di Indonesia yang divaksin. Setelahnya barulah para pejabat tinggi negara lainnya, influencer, dilanjutkan dengan tenaga kesehatan pada 14 Januari 2021, dan kemudian lansia pada 8 Februari 2021. Meski pemerintah sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, tetap saja selalu ada rumor yang meragukan keamanan vaksin tersebut.

vaksin covid-19 menyebabkan kemandulan

Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

Hal terakhir adalah disebut bahwa vaksin Covid-19 akan membuat kemandulan pada wanita karena adanya kandungan yang dapat menyerang protein penting yang dibutuhkan bagi perkembangan plasenta, organ yang berkembang selama kehamilan untuk memberikan oksigen dan nutrisi pada bayi. Anggapan ini tentu saja akan memberikan ketakutan pada wanita terutama wanita hamil sehingga enggan divaksin. Padahal, pemerintah tengah berupaya melakukan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok minimal 70% sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia yang  berjumlah 271,34 juta jiwa berdasarkan sensus penduduk 2020.

Anggapan ini tentu saja akan menyulitkan upaya pemerintah. Tak hanya jumlah penduduk yang banyak untuk mencapai kekebalan kelompok, tetapi juga distribusi vaksin itu harus merata di 34 provinsi.

Tanggapan WHO

Anggapan tersebut tentu saja cukup meresahkan sehingga WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia harus turun tangan untuk dapat menyangkal anggapan tersebut. Dalam sebuah cuitan di Twitter, WHO melalui dr. Kate O’Brien, Direktur Program Imunisasi, menyatakan bahwa anggapan tersebut keliru sehingga tidak benar jika vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kemandulan. Sebab, sejauh ini berdasarkan beragam studi yang ada telah menunjukkan bahwa vaksin yang telah mendapat izin terbukti dapat memberikan efek perlindungan serta dapat mencegah infeksi yang menimbulkan gejala sedang hingga parah.

Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

Lalu Bagaimana dengan Tanggapan dari Para Dokter?

Senada dengan WHO, para dokter, juga ilmuwan menyatakan bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan mandul itu tidak benar. Dilansir dari Tempo, Michael Cackovic, dokter spesialis kandungan di Pusat Medis Wexner Universitas Ohio, menyatakan bahwa vaksin membuat mandul hanya karena adanya berita mengenai kandungan vaksin yang mengandung protein lonjakan atau syncytin-1 tidaklah benar sebab lonjakan Covid-19 sama sekali tidak mirip dengan syncytin-1.

Ia menegaskan tidak ada alasan untuk percaya memblokir syncytin-1 menyebabkan kemandulan. Hal seripa diungkapkan pakar penyakit menular di Johns Hopkins Centre for Health Security, Amesh  A. Adalja. Intinya, tidak ada bukti sama sekali bahwa vaksin Covid-19 sangat berdampak pada kesuburan wanita.

American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) juga menyetujui hal tersebut, dam merekomendasikan vaksinasi bagi indivudu yang berusaha untuk hamil atau sedang mempertimbangkan hamil dan memenuhi kriteria untuk vaksinasi. Sahabat tidak perlu menunda kehamilan setelah menyelesaikan kedua dosis vaksin Covid-19.

Meski begitu, dokter spesialis penyakit menular di Sekolah Kedokteran Universitas Vanderbilt, William Schaffner, mendesak wanita yang ingin hamil untuk mempertimbangkan risiko tidak mendapatkan vaksinasi. Risiko itu adalah potensi penyakit parah dan persalinan prematur jika sedang hamil. Ia juga menyarankan bagi setiap wanita untuk berbicara kepada dokter langsung mengenai aman-tidaknya vaksin bagi wanita hamil, dan bukan dari internet.

Baca Juga: Inilah 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

Demikianlah mengenai anggapan bahwa vaksin Covid-19 itu menyebabkan kemandulan itu salah dan hoaks. Bagi Sahabat untuk tetap mendapatkan informasi-informasi terpercaya soal vaksin Covid-19 sehingga hal tersebut akan meyakinkan Sahabat bahwa vaksin itu baik dan perlu karena dapat melindungi diri sendiri dan orang lain. Untuk mendapatkan informasi-informasi yang valid tersebut Sahabat bisa berkonsultasi 24 jam dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Referensi:

  1. Anwar F. WHO Bantah Rumor Vaksin COVID-19 Bisa Bikin Mandul [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5365327/who-bantah-rumor-vaksin-covid-19-bisa-bikin-mandul
  2. Media K. Jumlah Penduduk Indonesia Terkini Mencapai 271,34 Juta Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://money.kompas.com/read/2021/01/22/090554926/jumlah-penduduk-indonesia-terkini-mencapai-27134-juta?page=all
  3. Media K. Perlu Tahu, Ini Penjelasan WHO soal Mitos dan Fakta Vaksin Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/08/190300365/perlu-tahu-ini-penjelasan-who-soal-mitos-dan-fakta-vaksin-covid-19
  4. Widiyarti Y. Vaksin Covid-19 Bikin Mandul? Simak Penjelasan Pakar [Internet]. Tempo. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1421877/vaksin-covid-19-bikin-mandul-simak-penjelasan-pakar

Chat Asisten ProSehat aja