Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Vaksin Corona Buatan Indonesia: Vaksin Merah Putih, Sudah Sampai Mana Perkembangannya?

Saat ini, sejumlah negara di dunia saling membantu dan berupaya keras dalam mengatasi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan membuat dan mengembangkan vaksin, termasuk di Indonesia. Selain mendatangkan vaksin dari luar negeri melalui kerja sama dengan perusahaan Cina, Sinovac dan G42-Sinopharm dari Uni Emirat Arab, Indonesia juga mengembangkan vaksin secara lokal yang dinamakan Vaksin Merah Putih.

vaksin Corona buatan Indonesia

Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

Vaksin Merah Putih

Vaksin Merah Putih adalah vaksin yang proses pengembangan bibitnya memakai isolat virus SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Vaksin buatan Indonesia Merah Putih ini sedang dikembangkan di sejumlah lembaga penelitian dengan berbagai pendekatan atau platform. Vaksin Merah Putih ini sangat penting untuk dikembangkan agar tidak ada ketergantungan dengan vaksin impor, demikianyang dituturkan Menteri BUMN, Erick Tohir, pada rapat koordinasi pengendalan pembangunan Pemda DIY.

Bambang mengupayakan bibit vaksin Merah Putih dapat dikirim ke PT Bio Farma pada Maret 2021. Bibit yang dikirim ke Bio Farma ini adalah bibit vaksin yang diteliti oleh Lembaga Eijkman. Lembaga Molekular Eijkman dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggunakan metode protein rekombinan. Para peneliti hanya menggunakan satu atau beberapa gen yang mengkode selubung dari protein virus. Profesor Amin Soebandrio dari Lembaga Eijkman mengatakan bahwa metode ini lebih aman dikarenakan tidak menggunakan virus utuh. Jadi, para peneliti tidak perlu mengembangbiakan virus dalam jumlah besar di laboratorium.

Selain itu, metode ini juga memperkecil efek samping dari timbulnya reaksi yang tidak diinginkan pada tubuh penerima vaksin yang dikhawatirkan terjadi apabila memakai virus utuh.

Metode Adenovirus

Sementara itu, ITB dan UNAIR mencoba metode lain, yakni dengan menggunakan Adenovirus. Adenovirus ialah virus yang biasanya menginfeksi hewan primata dan manusia dan menyebabkan beragam penyakit. Para ilmuan memodifikasi adenovirus agar tidak bisa memperbanyak diri di tubuh manusia. Adenovirus yang tidak berbahaya dapat digunakan sebagai vektor atau pembawa gen yang mengkode protein ‘spike’ pada virus corona.

Ketika vaksin adenovirus disuntikan ke dalam tubuh, ia akan memasukkan gen tersebut ke dalam sel, kemudian sel tubuh kita sendiri akan memproduksi protein ‘spike’ pada lapisan virus corona. Hal tersebut yang akan memicu respons sistem pertahanan tubuh, sehingga ketika virus corona benar-benar masuk ke tubuh, sistem pertahanan tubuh kita sudah terlatih untuk melawannya.

Vektor adenvirus juga sudah dipakai dalam produksi vaksin untuk berbagai patogen lain, seperti flu, zika, dan MERS.

Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

Lembaga yang Berpartisipasi dalam Pengembangan Virus Merah Putih

Saat ini, terdapat tujuh lembaga yang ditunjuk Kementerian Riset dan Teknologi untuk membentuk asosiasi riset nasional dalam membuat bibit atau prototipe vaksin Merah Putih yang dipimpin oleh LBM Eijkman, ucap Direktur Utama PT Bio Farma. Lima lembaga diantaranya berada dibawah naungan perguruan tinggi negeri, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Airlangga (Unair).

Dan dua lembaga lainnya berada dibawah naungan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), yaitu Lembaga Biologi Molekular Eijkman dan LIPI. Kemudian Bio Farma yang akan mengoptimalkan, melakukan uji klinik, hingga produksi massal vaksin setelah izin Badan Pengawas Obat dan Makanan didapatkan.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan bahwa studi praklinis dan uji klinis selesai dilaksanakan pada tahun 2021. Apabila hasilnya sukses, vaksin akan segera diedarkan di awal tahun 2022.

Uji Klinis Vaksin Merah Putih

Direktur utama Bio Farma menyatakan vaksin corona buatan Indonesia akan menjalani uji praklinis dan uji klinis pada tahun 2021. Studi praklinis akan dilaksanakan pada kuartal kedua tahun 2021, kemudian dilanjutkan uji klinis tahap satu yang diharapkan dapat dimulai pada kuartal ketiga tahun 2021. Untuk mendapatkan izin darurat emergency use authorize atau EUA dari BPOM, vaksin harus melewati serangkaian uji klinis selama 8 bulan oleh BPOM dan Bio Farma. Bila hasilnya bagus, vaksin mungkin dapat diberikan kepada masyarakat pada kuartal pertama tahun 2022.

Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, berharap uji klinis Vaksin Merah Putih bisa selesai dengan hasil yang memuaskan agar bisa segera tersedia untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Tahap Riset Vaksin Merah Putih

Berdasarkan situs LBM Eijkman, berikut ini adalah delapan langkah dari dari tahap riset vaksin:

  1. Pemetaan genetik virus corona di Indonesia dengan mengisolasi virus SARS-CoV-2 dari spesimen pasien dan melakukan genom RNA penyandi protein virus.
  2. Isolasi dan amplikasi gen S dan N pada virus corona. Pada tahap ini gen yang mengkode protein S (spike) dan N (nukleokapsid) diisolasi, kemudian diperbanyak dengan metode polymerase chain reaction (PCR)
  3. Cloninggen target ke dalam vektor. Apabila tahapan ini berhasil, proses selanjutnya adalah melakukan verifikasi dengan metode sequencing.
  4. Memasukan vektor dan gen virus corona ke dalam sel mamalia dengan tujuan mengekspresikan gen target dan menghasilkan antigen. Pada tahapan ini menggunakan mekanisme sistem imun dalam melindungi tubuh.
  5. Menghasilkan antigen dari sel-sel mamalia. Antigen inilah yang akan menjadi calon vaksin dan dapat diuji coba ditahap selanjutnya.
  6. Memperbanyak dan pemurnian antigen dengan tujuan menghasilkan antigen target dengan jumlah yang besar, serta memisahkan zat dan senyawa yang tidak dibutuhkan. Hasil dari tahapan ini akan diperoleh antigen murni dengan jumlah besar, walau dengan waktu lama dan proses uji yang banyak.
  7. Uji klinis, tahapan ini bertujuan untuk menilai keamanan dari calon vaksin dan menentukan kadar yang tepat. Pada tahap uji klinis akan dinilai efek samping dan efikasi (kemanjuran) vaksin.
  8. Jika tahapan uji klinis berhasil, maka tahapan terakhir adalah mendapakan izin BPOM kemudian memproduksi vaksin dalam jumlah besar. 

Tambah Kapasitas Alat PCR

Selain vaksin, Bio Farma juga membuat alat tes PCR. Dalam sebulan, Bio Farma dapat memproduksi 240 ribu alat PCR, seperti yang dijelaskan oleh Honesti Basyir. Ia juga mengatakan alat tes PCR buatan Indonesia memiliki kelebihan tersendiri karena mampu memeriksa whole genome sequence virus corona yang ada di Indonesia dan setara dengan yang telah dilaporkan ke WHO. Keakuratannya hampir 100 persen. Harapannya, alat PCR ini akan menambahkan ketersediaan alat tes diagnostik dan memudahkan distribusi alat PCR ke seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

Itulah mengenai Vaksin Merah Putih, vaksin Corona buatan Indonesia yang sejauh ini masih dalam pengembangan. Yuk, Sahabat supaya tidak terpapar Covid-19 tetap berperilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Mengenal vaksin Covid-19 buatan Indonesia, vaksin Merah Putih [Internet]. BBC News Indonesia. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/media-54600959
  2. Widiyani R. Vaksin Corona Buatan Indonesia: Uji Klinis, Tahap Riset, Jadwal Suntik [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5242913/vaksin-corona-buatan-indonesia-uji-klinis-tahap-riset-jadwal-suntik
  3. Alam S. Kabar Terkini Vaksin COVID Merah Putih, Bisa Diproduksi Akhir 2021 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5362363/kabar-terkini-vaksin-covid-merah-putih-bisa-diproduksi-akhir-2021?_ga=2.168950113.1795609098.1612776158-1840929098.1580616254
  4. Hikam H. Menristek: Maret, Bibit Vaksin Merah-Putih Diberikan ke Bio Farma [Internet]. detikfinance. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://finance.detik.com/industri/d-5338317/menristek-maret-bibit-vaksin-merah-putih-diberikan-ke-bio-farma?_ga=2.228275805.1795609098.1612776158-1840929098.1580616254
  5. Vaksin Corona Buatan Indonesia Siap Edar Tahun 2022 [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/vaksin-corona-buatan-indonesia-siap-edar-tahun-2022

Chat Asisten ProSehat aja