Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Tidak Biasa Sarapan Pagi? Cermati Bahayanya Pada Tubuh

Banyaknya aktivitas yang dilakukan sehari-hari tentunya memerlukan energi yang cukup. Energi paling besar didapatkan dari asupan makanan dan setiap orang pastinya memiliki pola makan masing-masing. Pola makan seharusnya disesuaikan dengan jam kerja pada umumnya. Contohnya kita terbiasa beraktivitas dari pagi hingga sore hari dibanding malam hari, sehingga asupan makanan juga seharusnya lebih banyak dikonsumsi pada pagi dan siang hari. Nah, bagaimana dengan pola makan kalian, Sobat?

Sesungguhnya, pola makan yang sering dilewatkan adalah sarapan pagi. Apakah kalian termasuk orang-orang yang tidak biasa sarapan pagi? Umumnya 25-30% orang-orang yang beraktivitas, sekolah hingga bekerja, melewatkan waktu sarapan pagi mereka. Fakta menyatakan bahwa sarapan sesungguhnya mengambil 15-25% dari total energi yang dibutuhkan per harinya, yang berarti pada wanita dibutuhkan 300-500 kalori dan pada pria 375-625 kalori, tentunya hal ini mengambil sebagian besar porsi dari total energi sehari-hari. Sampai saat ini sebenarnya tidak ada patokan waktu yang tepat untuk sarapan pagi, tapi yang perlu diperhatikan adalah jangan biarkan diri Sobat dalam kondisi kelaparan > 8 jam sejak makan malam terakhir.

Lantas muncul pertanyaan benarkah sarapan pagi membuat tubuh jadi gemuk? TIDAK! Justru Sobat bisa mendapatkan manfaat dari sarapan pagi. Berikut ini beberapa manfaat dari sarapan pagi. Yuk, kita simak agar lebih mengerti untungnya membiasakan diri sarapan:

  1. PRODUKTIVITAS KERJA

stress kerja

Setiap hari pasti ada saja aktivitas yang harus dikerjakan Sobat, bukan? Nah, sarapan pagi berperan untuk membantu Anda supaya bisa menyelesaikan tugas dengan baik dan benar. Menurut suatu penelitian, waktu terbaik untuk tubuh dapat bekerja tanpa adanya asupan makanan pagi hari itu hanya 8 jam, terhitung dari waktu makan malam terakhir. Bagaimana dengan sobat yang tidak biasa sarapan pagi? Apabila tubuh sudah tidak lagi ada asupan > 8 jam, diketahui bahwa daya pikir cenderung menurun.

Penurunan daya pikir ini dilihat dari konsentrasi yang semakin berkurang saat bekerja dan daya ingat yang semakin melemah. Hal ini disebabkan karena cadangan glukosa yang ada pada tubuh pastinya akan menurun selama keadaan puasa, termasuk glukosa yang terdapat pada otak manusia. Di sisi lain, glukosa merupakan sumber utama energi untuk otak dan fungsi kognitif manusia hanya dapat bekerja optimal ketika memiliki kadar glukosa yang cukup. Dengan adanya aktivitas yang harus dilakukan, namun kadar glukosa tidak cukup untuk memberikan energi, maka otak akan bekerja dengan lambat dan berujung pada penurunan produktivitas kerja sehari-hari.

  1. CEGAH OBESITAS

Sobat, tahukah Anda bahwa 35-50% populasi yang terbiasa sarapan pagi justru memiliki risiko yang lebih rendah terhadap terjadinya obesitas dan diabetes? Setiap aktivitas yang dilakukan tentunya dibutuhkan energi dari dalam tubuh, tapi apabila seseorang tidak biasa sarapan pagi, energi yang dibutuhkan tidak tersedia cukup. Hal ini akan berujung pada peningkatan hormon ghrelin, atau disebut sebagai hormon lapar.

Ketika tubuh dalam keadaan lapar, maka hormon ghrelin akan dikeluarkan. Semakin lama seseorang menahan lapar, maka hormon ghrelin yang dikeluarkan akan semakin banyak untuk memberi sinyal ke tubuh bahwa dibutuhkan energi yang lebih. Hal ini menyebabkan orang akan cenderung makan sedikit-sedikit, tapi sering. Tanpa disadari, kebiasaan makan sering tersebut justru akan menaikkan jumlah kalori yang masuk dan berujung pada kenaikan berat badan.

  1. CEGAH KENCING MANIS & PENYUMBATAN JANTUNG

Penyakit kencing manis, atau dikenal diabetes mellitus juga dapat dipicu akibat tidak biasa sarapan pagi. Mengapa hal ini dapat terjadi? Tubuh memiliki waktu tersendiri untuk mencerna setiap kalori yang masuk, atau kita sebut sebagai irama sirkadian tubuh. Irama sirkadian tubuh diyakini bekerja paling maksimal setelah bangun tidur dan semakin berkurang menjelang malam. Irama sirkadian pada metabolisme pencernaan ini berperan banyak pada metabolisme kadar gula darah.

Insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah, dikeluarkan secara teratur berdasarkan irama sirkadian tubuh. Apabila seseorang melewatkan waktu sarapannya, produksi insulin akan tetap terus dihasilkan, dan apabila sudah dijadikan kebiasaan, maka akan berujung pada gangguan metabolisme. Hasil akhir dari gangguan metabolisme ini adalah insulin yang dikeluarkan tidak lagi sensitif terhadap gula darah dalam tubuh dan mengakibatkan kadar gula darah akan tetap tinggi.

Kelainan metabolisme insulin yang menyebabkan tingginya kandungan gula dalam pembuluh darah akan berakibat pada pembentukan plak. Plak paling banyak ditemukan pada pembuluh darah kecil, khususnya pembuluh darah yang memberi nutrisi ke jantung itu sendiri, atau biasa disebut sebagai pembuluh darah koroner jantung. Apabila plak sudah terbentuk pada pembuluh darah koroner, maka penyumbatan pada jantung pun akan terjadi perlahan. Bahaya ini semua diakibatkan karena terjadinya gangguan metabolisme insulin akibat tidak biasa sarapan pagi.

  1. KURANGI RISIKO DARAH TINGGI & STROKE

Tekanan darah didapati lebih tinggi pada pagi hari, terutama saat bangun tidur, hal ini berhubungan pula dengan irama sirkadian tubuh. Tidak biasa sarapan pagi menyebabkan adanya respon stres pada tubuh yang kemudian berpengaruh pada sinyal otak yang mengatur tekanan darah, sehingga berujung pada kenaikan tekanan darah lebih lagi. Melalui penelitian yang telah dilakukan, didapati adanya penurunan signifikan pada tekanan darah setelah melakukan sarapan pagi.

Selain itu, tekanan darah tinggi juga menjadi salah satu faktor pencetus terjadinya stroke, jadi secara langsung bisa mengurangi risiko terjadinya stroke loh. Namun, tentunya tidak hanya itu saja. Pada orang-orang yang tidak biasa sarapan pagi, didapati bahwa pembuluh darah pada tubuh dalam keadaan dehidrasi (kekurangan cairan), yang menyebabkan kekentalan darah semakin bertambah.

Ketika hal ini terjadi, aliran darah ke bagian kepala juga akan berubah yang menyebabkan otak tidak mendapatkan darah dengan baik. Semakin lama hal ini dibiarkan, pembuluh darah pada otak akhirnya akan rusak dan pecah, yang berujung pada terjadinya stroke.

Sobat, setelah membaca bahaya ini semua, masihkah Kamu ogah-ogahan sarapan pagi? Yuk, miliki gaya hidup sehat, dimulai dari biasakan diri untuk sarapan pagi! Jangan lupa untuk mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

DAFTAR PUSTAKA

  1. Nas A. Mirza N. Hägele F. Kahlhöfer J. Keller J.Rising R. Kufer T. and Bosy-Westphal, A. Impact of breakfast skipping compared with dinner skipping on regulation of energy balance and metabolic risk. The American Journal of Clinical Nutrition. 2017.
  2. Galioto R, Spitznagel M. The Effects of Breakfast and Breakfast Composition on Cognition in Adults. Advances in Nutrition.2016;7(3):576S-589S.
  3. Spence C. Breakfast: The most important meal of the day?. International Journal of Gastronomy and Food Science. 2017;8:1-6.
  4. Adolphus K. Lawton C. and Dye L. The effects of breakfast on behavior and academic performance in children and adolescents. Frontiers in Human Neuroscience. 2013;7.
  5. Zilberter T, and Zilberter E. Breakfast: To Skip or Not to Skip?. Frontiers in Public Health. 2014 2.
  6. Eckel-Mahan K,Sassone-Corsi P. Metabolism and the Circadian Clock Converge. Physiological Reviews. 2013;93(1):107-135.
  7. Cahill L, Chiuve S, Mekary R. Prospective Study of Breakfast Eating and Incident Coronary Heart Disease in a Cohort of Male US Health Professionals. Journal of Vascular Surgery. 2014;59(2):555.
  8. Kubota Y, Iso H, Sawada N, Tsugane S. Association of Breakfast Intake With Incident Stroke and Coronary Heart Disease. Stroke. 2016;47(2):477-481.

 

Chat Asisten ProSehat aja