Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Terapi Donor Plasma Konvalesen, Dari Pengertian hingga Manfaat

Terapi donor plasma konvalesen belakangan ini banyak menyita perhatian jika dihubungkan dengan pandemi Covid-19. Hal itu karena metode yang satu ini bisa digunakan untuk membantu para pasien positif Covid-19 khususnya yang derajat berat. Awal adanya penggunaan metode ini adalah dari cuitan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengenai imbauan untuk mengampanyekan sedekah darah untuk terapi donor ini.

terapi donor plasma konvalesen, terapi plasma konvalesen, plasma konvalesen

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta Donor Darah yang Sahabat Harus Tahu

Alasan kampanye ini, menurut Ganjar, karena ada testimoni penyitas Covid-19 yang mengalami perubahan kondisi tubuh yang semakin membaik setelah melakukan terapi tersebut. Sebelum Ganjar, imbauan untuk menerapkan terapi ini juga sudah diutarakan oleh Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Pelayanan, Jajang Edi Priyatno. Ia meminta seluruh dinas kesehatan, baik di Provinsi Jawa Tengah maupun DI Yogyakarta untuk menerapkan terapi plasma konvalesen sebagai terapi tambahan bagi pasien Covid-19.

Meskipun belum ada publikasi ilmiahnya, metode ini telah dipakai untuk perawatan pasien covid-19. Lalu sebenarnya apakah terapi plasma konvalesen itu? Yuk, Sahabat Sehat mari simak semua penjelasan di bawah ini yang berkaitan dengan terapi tersebut.

Pengertian

Dilansir dari Detik, epidemiolog lapangan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman yang juga tim ahli Satgas Covid-19 Banyumas, dr. Yudhi Wibowo, M.PH, menyatakan bahwa plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien yang terdiagnosis Covid-19, dan sudah 14 hari dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19, yang ditandai dengan pemeriksaan PCR swab sebanyak 1 kali dengan hasil negatif.

Terapi diberikan dari pasien Covid-19 yang sudah sembuh yang kaya akan antibodi poliklonal, yang kemudian ditransfusikan kepada pasien sebagai salah satu upaya pemberian terapi imun pasif dengan segera. Sederhananya adalah terapi ini dapat dipahami sebagai transfer antibodi antara penyintas suatu infeksi kepada orang yang sedang mengalami infeksi.

Apakah Ini Merupakan Terapi Baru?

Penggunaan plasma darah dalam pengobatan bukanlah hal baru sebab sudah dilakukan pada penderita penyakit yang pernah mewabah sepertu flu babi, Ebola, SARS, dan MERS.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Terapi donor plasma konvalesen diberikan dengan cara mengambil plasma darah yang mengandung antibodi dari donor. Antibodi tersebut ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan. Dilihat dari konteksnya, dalam pandemi Covid-19, pemberian terapi merupakan tindakan yang memberikan antibodi sedangkan dalam kondisi bukan pandemi tindakan ini sebenarnya untuk memberikan faktor pembekuan darah.

Baca Juga: 6 Alasan Pentingnya Rapid Swab Antigen yang Perlu Sahabat Ketahui

Lalu Seperti Apa Efektivitasnya?

Mengenai efektivitas PMI menyatakan bahwa terapi plasma konvalesen untuk pasien Covid-19 ini memiliki tingkat kesembuhan 99% sehingga para penyintas yang telah sembuh diharapkan mendonorkan darahnya untuk pengobatan pasien lain. Meski begitu, juga terdapat laporan-laporan yang menyatakan bahwa efektivitas terapi ini tidak membawa hasil yang baik.

Apa Syarat dan Kriteria Pendonornya?

Adapun syarat dan kriteria pendonor plasma konvalesen ini selain tentu saja sembuh dari Covid-19 sebagai penyintas, hal lainnya adalah tidak pernah ditransfusi. Pendonor sebaiknya adalah laki-laki karena jika perempuan, terutama telah menikah dan melahirkan, perlu diperiksa anti human leucocyt antigen (HLA), human neutrofil antigen (HNA), dan human platelet antigen (HPA) dalam tubuhnya.

Hal selanjutnya berkaitan dengan umur, yaitu umur 18-60 tahun, dengan berat badan kurang lebih 59 kilogram serta memiliki tekanan darah 160/100 sampai dengan 110/70 mm Hg. Kemudian denyut nadi teratur 50-100 kali per menit dengan suhu tubuh kurang dari 37 derajat Celcius, serta memiliki kadar hemoglobin ≥12,5 s/d ≤17 gr/dl. Hal lainnya adalah:

  • Tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Tidak sedang hamil atau menyusui bagi pendonor wanita
  • Tidak memiliki penyakit jantung dan epilepsi
  • Tidak mengidap penyakit infeksi menular seperti HIV, Hepatitis B dan C
  • Pernah didiagnosis positif Covid-19
  • Tidak menunjukkan gejala klinis Covid-19 selama minimal 14 hari sebelum donasi disertai dengan hasil negatif SARS-CoV-1 melalui naso/oro pharyngeal swab
  • Memiliki titer antibodi netralisasi SARS-CoV-2 setidaknya 1:160

Setelah para pendonor memenuhi kriteria tersebut mereka akan diambilnya sampelnya untuk pemeriksaan golongan darah abo dan rhesus, pemeriksaan skrining antibodi, pemeriksaan uji saring infeksi menular lewat transfusi darah terhadap HIV, sifilis, Hepatitis B dan C, titer antibodi dan netralisasi antibodi, pemeriksaan hematologi, pemeriksaan total protein dan albumin.

Manfaat yang Didapatkan

Manfaat dari terapi plasma konvalesen ini adalah dapat menolong nyawa pasien Covid-19 dengan gejala berat dan mengancam jiwa. Supaya terapi ini berjalan efektif perlu adanya perkumpulan para penyintas Covid-19, dan perlunya sosialisasi massif mengenai pentingnya pendonor pasca sembuh dari infeksi Covid-19.

Baca Juga: Bagaimana Cara Supaya Hasil Tes PCR Swab Negatif?

Demikianlah mengenai terapi donor plasma konvalesen buat Sahabat Sehat yang menjadi penyintas Covid-19 untuk bisa mendonorkan plasma darah kepada mereka yang masih menderita penyakit ini terutama yang bergejala berat. Buat Sahabat yang sampai sekarang ini belum terkena Covid-19 sama sekali yuk tetap berperilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Media K. 6 Hal yang Perlu Diketahui soal Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/07/182000065/6-hal-yang-perlu-diketahui-soal-plasma-konvalesen-untuk-pasien-covid-19?page=all
  2. Kemenkes Dorong Penggunaan Terapi Plasma Konvalesen Pada Pasien COVID-19 [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20201210/5935955/kemenkes-dorong-penggunaan-terapi-plasma-konvalesen-pasien-covid-19/
  3. Anugrah A. Terapi Plasma Konvalesen untuk COVID-19 Makin Populer, Begini Cara Kerjanya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5317130/terapi-plasma-konvalesen-untuk-covid-19-makin-populer-begini-cara-kerjanya?single
  4. Widiyarti Y. Efektivitas Plasma Konvalesen Sembuhkan Covid-19 Capai 99 Persen [Internet]. Tempo. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1409504/efektivitas-plasma-konvalesen-sembuhkan-covid-19-capai-99-persen

Chat Asisten ProSehat aja