Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Sebelum Menikah, Ketahui Terlebih Dahulu 5 Jenis Vaksinasi Pranikah

Melangsungkan  pernikahan, biasanya akan berurusan dengan segala persiapan seperti orang-orang yang ingin diundang, menentukan pakaian pernikahan, dekorasi pernikahan hingga jalannya prosesi pernikahan Anda. Namun, ada satu hal penting yang tak boleh  ketinggalan yang belum lazim di Indonesia, yaitu persiapan vaksinasi pranikah.

Banyak orang yang enggan melakukan vaksinasi pranikah karena dianggap akan mengeluarkan biaya yang cukup besar. Padahal, dengan melakukan vaksinasi pranikah Anda akan terlindung dari beberpa infeksi penyakit yang dapat menyerang kapan saja. Vaksinasi pranikah  juga dapat melindungi calon Ibu dari penyakit yang mematikan apabila hamil nanti.

Beberapa vaksin pranikah tidak diberikan  pada wanita hamil, sehingga disarankan penyuntikannya dilakukan sebelum  menikah. Maka, yuk mari kita ketahui lebih lanjut jenis-jenis vaksinasi pranikah yang Anda butuhkan:

1. Vaksinasi TT (Tetanus-Toxoid)

Vaksinasi TT adalah  vaksinasi wajib sebagai salah satu syarat pemberkasan di KUA saat kita akan mendaftarkan pernikahan. KUA akan memberikan surat pengantar ke puskesmas terdekat atau dokter untuk Anda melakukan suntik TT. Vaksinasi TT bertujuan mencegah terjadinya penyakit tetanus yang disebabkan oleh infeksi Clostridium tetani yang masuk melalui luka terbuka dan menghasilkan racun yang dapat menyerang sistem saraf pusat.  

Tetanus dapat menyerang siapa saja, anak-anak dan dewasa. Vaksinasi TT dilakukan sebelum anda melangsungkan pernikahan dan 2 kali ketika anda hamil. Vaksinasi pertama diberikan saat kehamilan trimester kedua dan vaksinasi kedua di berikan minimal 4 minggu setelah TT pertama.  jika terlewat maka pemberian vaksinasi TT yang kedua adalah minimal 2 minggu sebelum melahirkan.

2. Vaksinasi MR (Measles– Rubella)

MR adalah dari gabungan Measles (Campak) dan Rubella (Campak Jerman) yang merupakan penyakit yang berbahaya. Virus campak dapat menyebabkan beberapa gejala seperti demam, batuk, pilek, mata berair dan ruam yang menutup seluruh tubuh. Selain itu campak juga dapat menyebabkan infeksi telinga, diare, infeksi paru-paru (pneumonia), dan dapat menyebabkan kerusakan otak atau kematian.

Hampir sama dengan campak, virus rubela dapat menyebabkan demam, sakit tenggorokan, ruam, sakit kepala dan  iritasi pada mata. Rubela juga dapat menyebabkan artritis (peradangan pada satu atau lebih persendian). Saat seorang wanita mengalami rubela saat hamil, maka rubela dapat menginfeksi janin sehingga janin dapat mengalami keguguran atau lahir cacat. Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya infeksi Measles dan Rubella,  lakukanlah vaksinasi MR sebagai bentuk pencegahan pada penyakit tersebut

3. Vaksinasi Hepatitis B

Vaksinasi selanjutnya yang dibutuhkan untuk calon pengantin wanita yaitu vaksinasi hepatitis B. Vaksin ini dapat melindungi Anda dari penyakit hepatitis B yang  menyerang organ hati dan menular melalui hubungan seks dan penggunaan jarum suntik atau pisau cukur bergantian. Periksakan diri terlebih dahulu diri Anda sebelum melakukan vaksinasi hepatitis.

4. Vaksinasi Varicella / Cacar

Varicella merupakan salah satu virus penyebab penyakit cacar air yang sangat menular. Gejala dari  penyakit ini adalah gatal, lelah, demam dan kulit melepuh (blister). Penyakit ini menular melalui kontak langsung dengan penderita cacar air dan  cipratan cairan saluran pernapasan seseorang yang terinfeksi.

Ibu hamil yang terinfeksi varicella akan  melahirkan bayi yang mengalami kelainan pada kepala, mata, saluran pencernaan, saluran  kemih, hingga gangguan jantung. Selain itu, bayi akan lahir dengan berat badan rendah serta keterbelakangan mental.

5. Vaksinasi HPV

Vaksinasi HPV merupakan salah satu cara pencegahan kanker serviks dari virus HPV (Human Papiloma Virus), salah satu penyakit yang ditakuti para wanita. Penyebab terjadinya kanker serviks banyak dikaitkan dengan berhubungan seksual seperti melakukan hubungan seksual diusia muda, terdapat infeksi kelamin akibat dari hubungan seksual hingga berganti-ganti pasangan seksual. Namun,  rokok dapat menjadi faktor yang meningkatkan risiko kanker serviks.

Gejala awal kanker serviks sendiri tidak terlihat dan cenderung susah untuk dideteksi. Gejala stadium lanjut ditandai dengan  mentruasi yang tidak teratur, terasa nyeri bagian panggul, tubuh cepat lemas sehingga perlu diwaspadai. Segera periksakan diri anda bila ada keluhan dan jangan lupa untuk segera melakukan vaksinasi HPV.

Vaksinasi pranikah  bisa Anda dapatkan di ProSehat dengan layanan vaksinasi ke rumah dan dokter untuk melakukannya di rumah Anda. Selain itu, anda juga dapat berkonsultasi kepada Maya sebagai Asisten Kesehatan di ProSehat melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800, vaksinasi yang dijamin asli serta di tangani oleh dokter professional. Jadi tunggu apa lagi? Vaksinasi sekarang demi kesehatan Anda, pasangan, dan calon buah hati Anda.

Sumber:

  1. Tanyadok. Khusen, Daniel Denny. “Perlukah Imunisasi Sebelum Menikah dan saat Hamil”. Diakses pada 5 Maret 2018
  2. Tanyadok.com. Widodo, Ariani Dewi. “Benarkah Vaksin MMR Membuat Autis?”. Diakses pada 5 Maret 2018
  3. CDC. “Vaccine Information Statements (VISs) – MMR (Measles, Mumps & Rubella)”. Diakses pada 5 Maret 2018
  4. WebMD. “Hepatitis B”. Diakses pada 5 Maret 2018
  5. TanyaDok. “Cacar Air (Varicella)”. Diakses pada 5 Maret 2018
  6. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. Diakses pada 5 Maret 2018

Chat Asisten ProSehat aja