Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Rangkuman Seminggu PSBB Ketat di DKI Jakarta

Sudah seminggu PSBB ketat kembali lagi dilaksanakan di Jakarta, menyusul naiknya angka penderita COVID-19 dan keterbatasan fasilitas layanan kesehatan untuk merawat pasien.1 Namun, selama seminggu pelaksanaan ini, apakah benar PSBB ketat yang dicanangkan Gubernur Anies Baswedan ini berjalan sesuai dengan arahan dan protokol kesehatan berdasarkan Pergub Nomor 88 Tahun 2020?

psbb ketat di dki jakarta, psbb ketat di jakarra, seminggu psbb ketat di dki jakarta

Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta, Poin-poin yang Perlu Sobat Ketahui

Berdasarkan hasil yang didapatkan Prosehat dari berbagai sumber, PSBB yang dilaksanakan secara ketat di Jakarta untuk mengurangi jumlah penderita COVID-19 selama PSBB Transisi belum benar-benar berjalan ketat. Sebab, ternyata masih banyak orang berkumpul dan berkerumun di suatu titik. Hal itu yang terlihat pada kerumunan warga di pasar ikan hias Jatinegara atau Pasar Mester. Tampak tidak dilakukannya protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, meskipun kebanyakan sudah memakai masker.2 Namun, masih banyak orang yang menggunakan masker yang tidak direkomendasikan, seperti masker scuba dan buff.

Selain kerumunan, banyak juga pelanggaran yang dilakukan warga DKI saat PSBB. Tercatat dari tanggal 14 September sampai tanggal 17 September 2020, sebanyak 13.000 warga DKI dihukum menyapu jalanan karena melanggar aturan-aturan dalam PSBB. Selain dikenai sanksi sosial, seperti menyapu jalan, beberapa warga DKI lebih memilih membayar denda administratif. Pelanggaran lain yang banyak dilakukan adalah tidak memakai masker, meskipun sendirian di dalam mobil.3

Seminggu setelah pelaksanaan PSBB ketat di DKI Jakarta juga memperlihatkan bahwa tidak semua fasilitas publik di Ibu Kota ditutup. Hal itu yang terlihat pada kawasan Gelora Bung Karno atau GBK, yang tetap membuka area ring sekitar stadion, walau hanya dibuka untuk lari dan jogging, dan tidak untuk bersepeda.4 Pada Minggu, 20 September, kawasan sekitar GBK seperti Jalan Jenderal Sudirman, masih juga dipadati warga untuk berolahraga yang kebanyakan bersepeda. Padahal, dalam instruksi gubernur dinyatakan bahwa berolahraga sebaiknya dilakukan di area sekitar rumah saja.6

Lalu bagaimana dengan bidang-bidang lainnya?

Untuk perkantoran, Pemprov DKI menyatakan telah menutup sementara 23 kantor hingga hari keempat pelaksanaan PSBB. Penyebab penutupan itu selain melanggar protokol kesehatan, ada 14 perusahaan yang ditutup karena salah satu karyawannya terpapar COVID-19. Perincian perkantoran yang ditutup adalah 6 berada di Jakarta Barat, 3 di Jakarta Selatan dan Utara, 1 di Jakarta Timur dan Pusat. Untuk peribadatan, sesuai aturan, tempat beribadah harus ditutup jika tempat ibadah itu merupakan tempat ibadah raya atau besar yang terletak di tepian jalan raya dan jamaahnya bisa dari mana saja. Beberapa masjid besar, seperti Istiqlal dan Al Azhar terlihat ditutup, begitu juga dengan Masjid Fatahillah di Balai Kota DKI. Untuk tempat ibadah umat non-muslim, seperti Gereja Katedral, masih mengadakan misa online.5

Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

Karena PSBB di Jakarta kembali seperti pada awal pandemi, tempat-tempat wisata di Ibu Kota yang dikelola Pemprov DKI juga ditutup, seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Monas. Hal ini  tentu saja membuat banyak warga Ibu Kota mengalihkan rekreasi ke wilayah-wilayah penyangga, seperti Depok, Bogor, dan Bekasi. Apalagi Pemprov juga meniadakan SIKM keluar-masuk Jakarta. Pengalihan ini yang membuat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melarang secara lisan warga Jakarta agar tidak ke Jawa Barat. Pelarangan itu juga terlihat pada tindakan aparat yang menjaga ketat pintu masuk wilayah Puncak. Tidak semua diperbolehkan masuk dan diminta kembali ke Jakarta.8

Namun, apakah pelarangan serta penindakan pelanggaran ini membuahkan efek yang begitu bagus untuk menekan tingkat penderita COVID-19 di Jakarta?

Sampai dengan tanggal 23 September, jumlah penderita virus asal Wuhan tersebut mencapai 65.687 kasus, dengan perincian 51.494 meninggal dan 1.628 sembuh. Jumlah ini juga selaras dengan positivity rate penderita COVID-19 di Jakarta yang angkanya mencapai 13,2%, dan melebihi standar WHO, yaitu 5%. Seminggu pelaksanaan PSBB di Jakarta belum menuai hasil yang menggembirakan, sehingga hal ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.7

Nah, karena gambaran yang demikian mengenai PSBB di DKI Jakarta yang ternyata belum memberikan efek yang menggembirakan akibat masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai protokol kesehatan dan abai pada aturan yang sudah ditetapkan, untuk bisa membantu pemerintah mengurangi jumlah penderita virus, Sobat Sehat hendaknya tetap menjalankan protokol-protokol kesehatan, seperti 3 M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak ketika berada di keramaian.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

Selain itu, tetap di rumah saja dan jangan keluar rumah apabila tidak ada hal-hal yang mendesak. Apabila Sobat ingin melakukan tes COVID-19, seperti rapid test dan PCR swab, bisa dilakukan di rumah saja dengan menghubungi Prosehat. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Referensi:

  1. Ikhsanudin A. Seminggu DKI Jakarta PSBB Ketat, Pakar: Belum Ada Perubahan [Internet]. detiknews. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5181183/seminggu-dki-jakarta-psbb-ketat-pakar-belum-ada-perubahan
  2. Sancaya R. Potret Warga Berkerumun di Pasar Ikan Hias Jatinegara saat PSBB [Internet]. detiknews. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/foto-news/d-5180700/potret-warga-berkerumun-di-pasar-ikan-hias-jatinegara-saat-psbb
  3. 13 Ribu Orang di Jakarta Dihukum Menyapu Jalan karena Langgar PSBB [Internet]. kumparan. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/13-ribu-orang-di-jakarta-dihukum-menyapu-jalan-karena-langgar-psbb-1uDuFlC9PHq/full
  4. Media K. Tetap Buka Saat PSBB Total DKI Jakarta, Kawasan GBK Sepi Pengunjung [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/09/20/13320101/tetap-buka-saat-psbb-total-dki-jakarta-kawasan-gbk-sepi-pengunjung
  5. Azahra T. PSBB Ketat Jakarta, Aktivitas Olahraga Masih Ramai di Kawasan Sudirman [Internet]. detiknews. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5180339/psbb-ketat-jakarta-aktivitas-olahraga-masih-ramai-di-kawasan-sudirman
  6. Nafian M. Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Tak Gelar Salat Jumat Selama PSBB [Internet]. detiknews. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5178115/masjid-fatahillah-balai-kota-dki-tak-gelar-salat-jumat-selama-psbb
  7. PSBB, Ridwan Kamil Larang Warga Jakarta Bepergian ke Jawa Barat [Internet]. KOMPAS.tv. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://www.kompas.tv/article/109410/psbb-ridwan-kamil-larang-warga-jakarta-bepergian-ke-jawa-barat
  8. Silaban M. Update Corona Jakarta: Pasien Positif Covid-19 Bertambah 1.079 Orang [Internet]. Tempo. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://metro.tempo.co/read/1388311/update-corona-jakarta-pasien-positif-covid-19-bertambah-1-079-orang

Chat Asisten ProSehat aja