Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Perhatikan Makanan Ini Saat Bumil Diare

Diare merupakan penyakit yang paling sering ditemui diseluruh dunia, termasuk pada ibu hamil. Berbagai  faktor dapat menyebabkan usus pada bumil mengalami ketidakmampuan untuk menyerap air yang terkandung dalam bakalfeses atau kotoran. Hal tersebut menyebabkan feses keluar dalam bentuk yang encer dan lebih dari 3 kali dalam sehari atau diare.

Pada saat diare, tidak hanya air yang keluar berlebihan tetapi juga mineral yang sangat diperlukan oleh bumil dan janinnya. Oleh karena itu, bumil harus lebih memerhatikan makanan yang dikonsumsi pada saat diare, agar kebutuhan air dan mineralnya tetap terpenuhi.

Ketidakmampuan usus untuk menyerap air pada kondisi diare tersebut dapat disebabkan proses infeksi maupun proses non-infeksi. Infeksi merupakan penyebab utama diare pada kehamilan. Bakteri, parasit, maupun virus seperti E.coli, Salmonella, Balantidium coli, Entamoeba, Rotavirus, dan Adenovirusdapat menyebabkan diare yang disebabkan oleh proses infeksi. Sekitar 80% kejadian diare disebabkan oleh infeksi Rotavirus.

Pola makan, obat-obatan, pengaruh hormonal, serta stres pada saat hamil juga dapat menjadi penyebab diare. Pada saat hamil, bumil cendrung mengonsumsi makanan pedas, asam, atau tidak higienis karena mengidam. Pola makan yang tidak baik seperti ini dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya diare pada ibu hamil. Selain itu, biasanya ibu hamil juga mengeluhkan mengalami sembelit sehingga memerlukan obat pencahar. Penggunaan obat pencahar dapat mengganggu ketidak seimbangan pada dinding usus, sehingga usus kehilangan kemampuan menyerap airnya. Perubahan hormon pada saat hamil juga memengaruhi sistem pencernaan sehingga dapat menimbulkan diare. Faktor stres juga dapat memicu terjadinya diare pada ibu hamil.

Diare pada ibu hamil umumya bersifat ringan, tapi jangan disepelekan karena diare yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan kelemahan, dehidrasi, hingga kekurangan nutrisi yang dapat memengaruhi kondisi ibu dan janinnya. Pada saat diare, jumlah cairan dalam tubuh akan berkurang, termasuk cairan yang ada didalam pembuluh darah. Apabila cairan didalam pembuluh darah berkurang, maka pasokan aliran darah ke janin juga akan berkurang. Hal ini dapat menyebabkan janin kekurangan cairan, oksigen, dan makanan, yang pada akhirnya menyebabkan gangguan pertumbuhan pada janin hingga kematian. Oleh karena itu bumil yang diare harus memerhatikan makanan yang diasupnya.

Pada saat bumil mengalami diare, kurangilah makanan yang dapat memperparah diare seperti beberapa makanan berikut:

  1. Makanan pedas dan asam

Makanan pedas dan asam dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, sehingga mampu memperparah diare.

  1. Susu

Jika diare disebabkan alergi terhadap laktosa (salah satu kandungan dalam susu), berarti susu harus dihindari, tapi beberapa penelitian terbaru mengatakan apabila diare tidak disebabkan karena alergi laktosa, susu dapat terus dilanjutkan.

  1. Makanan yang digoreng

Selain itu, hindari juga mengonsumsi makanan yang digoreng, karena kandungan minyak dalam makanan yang digoreng cukup tinggi dan membuat saluran pencernaan menjadi lebih berat.

  1. Makanan yang mengandung pemanis buatan dan cokelat

Terakhir,yang harus hindari saat diare adalah makanan yang mengandung pemanis buatan dan cokelat, karena kedua makanan ini bisa membuat diare makin parah.

Sebaliknya, ada beberapa makanan yang justru dianjurkan untuk ibu hamil, antara lain:

  1. Minum air putih yang cukup

Hal terpenting yang harus dilakukan bumil pada saat diare yaitu mengganti cairan yang keluar dengan banyak minum air putih. Pemberian oralit atau minuman pengganti elektrolit juga dapat diberikan saat bumil mengalami diare.

  1. Makan sup kaldu ayam

Sup kaldu ayam mengandung protein yang cukup tinggi. Protein tersebut sangat diperlukan untuk nutrisi dan membantu melawan sumber infeksi seperti bakteri, virus, atau parasit yang menyebabkan diare.

  1. Makan kentang

Kentang juga bisa dijadikan alternatif pengganti nasi untuk bumil yang mengalami diare. Kentang mengandung karbohidrat sederhana yang mudah diterima oleh saluran pencernaan. Selain itu, karbohidrat sederhana yang terdapat pada kentang juga baik dalam melawan efek diare. Kentang dapat dikonsumsi dengan cara direbus, dibuat sup, atau disajikan dalam bentuk mashed potato yang tidak banyak mengandung bumbu tambahan.

  1. Minum air jahe

Jahe sering digunakan untuk mengobati diare, termasuk diare pada ibu hamil. Jahe mengandung gingerol dan senyawa lain yang sangat bermanfaat untuk mengurangi diare. Jahe dapat disajikan dengan cara merebus air dan jahe yang sudah dipotong kecil-kecil, lalu air rebusan tersebut disaring dan diminum saat masih hangat.

  1. Minum madu

Madu sangat baik dikonsumsi ketika diare, karena madu sudah terkenal mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

  1. Makan sup wortel

Diare yang terjadi pada ibu hamil maupun orang yang tidak hamil, dapat disembuhkan dengan wortel. Dalam sebuah penelitian, telah terbukti bahwa bagian dari serat wortel mengandung efek antidiare alami. Selain itu, nutrisi yang terdapat dalam wortel juga sangat baik untuk ibu dan janinnya.

Selain harus memerhatikan makanan yang dihindari dan dikonsumsi saat diare, bumil juga harus memeriksakan dirinya kedokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat. Jangan membiasakan membeli obat tanpa resep dokter termasuk obat diare, terutama saat  hamil.

Nah, bumil yang membutuhkan aneka produk kesehatan maupun ‘haus’ akan artikel-artikel kesehatan lainnya, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

instal aplikasi prosehat

Referensi:

  1. Simadibrata M. Diarepadakehamilan. Penyakit-penyakitpadakehamilan: peranseoranginternis. Jakarta:PusatPenerbitanDepartemenIlmuPenyakitDalam FKUI; 2013.
  2. Firmansyah MA. Penata laksanaan gangguan saluran cerna dalam kehamilan. Medicinus 2014.
  3. Barr W, Smith A. Acute diarrhea in adults. American Family Physician 2014.
  4. Gill CJ, Lau J, Gorbach SL, Hamer DH. Diagnostic accuracy of stool assays for inflammatory bacterial gastroenteritis in developed and resource-poor countries. ClinInfect Dis. 2013.
  5. Abbassi GM, Greer LG, Cunningham FG. Pregnancy and laboratory studies: a referencetable for clinicians. ObstetGynecol 20
  6. Pazhayattil GS, Rastegar A, Brewster UC. Approach to the diagnosis and treatmentof hyponatremia in pregnancy. Am J Kidney Dis 2015.

WhatsApp Asisten Maya saja