Telp / SMS / WhatsApp : 0857-75-500-800

Peraturan Membawa Obat-obatan ke Dalam Bagasi Pesawat

Merencanakan liburan terlihat mudah, namun sebenarnya banyak hal yang harus dipertimbangkan, termasuk ketika berlibur dengan diabetesi atau lansia yang memerlukan obat-obatan rutin yang harus diminum. Lalu bagaimana dengan syarat dan ketentuan ketika membawa obat-obatan ke dalam bagasi pesawat?

Mulai dari paracetamol sampai insulin, mengemas obat-obatan untuk pesawat udara memerlukan perawatan khusus. Singkatnya, Anda diperbolehkan untuk membawa obat-obatan apa pun yang akan Anda butuhkan selama di dalam pesawat terbang. Walaupun begitu, obat-obatan tertentu memerlukan jenis pemeriksaan keamanan tertentu, dan ketika liburan ke luar negeri Anda akan menemukan beberapa kesulitan untuk membawa obat-obatan ke pesawat. Rencanakan dengan baik untuk perjalanan liburan yang mulus tanpa menderita karena tidak dapat membawa obat-obatan rutin Anda dan keluarga.

klik di sini ebook p3k dewasa prosehat

beli di sini paket p3k dewasa prosehat

Beli di sini: Paket P3K Liburan Dewasa

Pengemasan
Harap diingat bahwa maskapai penerbangan di Indonesia menerapkan peraturan yang melarang penumpang untuk membawa zat cair lebih dari 100 ml per kemasan ke dalam bagasi kabin untuk obat-obatan non-resep. Jadi untuk jenis obat gel, cair dan aerosol hanya diperbolehkan dibawa tidak lebih dari 100 ml. Hal ini juga berlaku bagi penumpang yang membawa obat-obatan resep dan yang memang harus rutin dikonsumsi selama penerbangan seperti obat rutin untuk pasien penyakit kronis seperti diabetesi. Semua obat-obatan ini hanya diperbolehkan dibawa di dalam 1 tas/zip lock bening berukuran sedang dan setiap penumpang hanya boleh membawa 1 tas saja.

Yang Diizinkan Terbang
Anda diperbolehkan membawa obat-obatan jenis pil, cair, dan gel ke dalam bagasi pesawat dengan ketentuan dan peraturan pengemasan yang berlaku. Obat resep dan obat bebas (over the counter) diperbolehkan untuk dibawa ke dalam bagasi pesawat dengan ketentuan berikut ini:

  • Jika obatnya dikemas di dalam 1 kontainer plastic bening, kertas resep obatnya harus tetap dalam keadaan utuh dengan nama orang yang diresepkan sama dengan nama penumpang yang akan membawa obat tersebut ke dalam pesawat.
  • Jangan campur obat-obatan ke dalam satu botol yang sama. Pisahkan satu obat ke dalam botol yang berbeda. Jangan lupa diberi label agar tidak tertukar.
  • Insulin untuk diabetesi diperbolehkan dibawa ke dalam bagasi kabin pesawat jika Anda memiliki resep yang jelas dan volumenya tidak lebih dari 10 ml. Jika tidak, obat tersebut harus dipisahkan dari kabin pesawat.
  • Simpan semua botol berisi obat-obatan ke dalam plastic bag yang bening untuk memudahkan pemeriksaan keamanan.

Baca juga: Tips Traveling dengan Diabetesi

Pada saat screening melalui mesin x-ray, obat-obatan Anda yang berbentuk pil dapat disimpan di dalam tas jinjing Anda ketika harus melewati mesin x-ray untuk pemeriksaan. Hal ini akan berbeda ketika obat-obatan jenis cair, gel dan aerosol. Ketiga jenis obat ini harus dikemas di dalam one-quart bag atau zip lock bening dan dikeluarkan di dalam 1 kontainer untuk melewati pemeriksaan x-ray dengan selamat. Hubungi maskapai penerbangan Anda untuk ketentuan membawa obat-obatan jenis cair, gel dan aerosol untuk memudahkan perjalanan penerbangan Anda.

Have a nice vacation and stay healthy!

klik di sini ebook p3k keluarga

Free Download E-book P3K Keluarga: Tips dan Checklist Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan

Referensi: