Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Penyebab Mual Setelah Makan dan Pencegahannya

Apakah kalian pernah merasa mual? Mual bukanlah suatu jenis penyakit tapi merupakan suatu tanda ada yang tidak beres di tubuh kita. Mual adalah suatu hal yang normal ketika hanya dialami sesekali dan timbul setelah kita selesai makan. Namun, hal ini berbeda ketika kita merasa mual dalam intensitas yang sering dan dalam jangka waktu lama – yang sebaiknya kita perlu segera mengonsultasikan permasalahan ini kepada dokter. Apakah terdapat beberapa hal lainnya yang biasanya menyertai rasa mual sebagai tanda ada yang tidak beres dengan kondisi tubuh kita?

Parahnya lagi, rasa mual ini bisa disertai oleh berbagai hal lainnya yang akan membuat kita semakin tidak nyaman seperti sakit perut yang luar biasa, timbulnya rasa nyeri pada dada, detak jantung kita yang menjadi cepat, bahkan bisa jadi terdapat darah dalam muntah kita. Mual yang berujung pada muntah dapat menyebabkan dehidrasi dan pastinya membuat kita menjadi lemas, pusing, bahkan demam selama berhari-hari. Ketika gejala lainnya ini sudah muncul, kita harus segera menemui dokter untuk mengetahui permasalahan yang kita alami dan penanganan apakah yang tepat untuk permasalahan ini.

Penyebab Mual Setelah Makan

Mengetahui penyebab mual setelah makan adalah cara yang tepat untuk mengetahui apa langkah selanjutnya yang harus kita lakukan dalam mengatasi permasalahan ini. Berikut adalah beberapa hal yang berpotensi menjadi penyebab mual setelah makan:

1. Berbicara saat makan

Meskipun kelihatannya sepele, kegiatan yang satu ini ternyata juga dapat menimbulkan rasa mual setelah makan. Yup, berbicara saat makan menyebabkan proses penghalusan makanan tidak berjalan dengan lancar dan berujung pada kinerja lambung yang lebih keras daripada biasanya. Kinerja lambung yang terlalu keras ini akan membuat lambung mengeluarkan gas berlebih dan berujung pada timbulnya rasa mual.

2. Alergi makanan

Seperti yang kita tahu, tidak semua orang bisa mengonsumsi jenis makanan yang sama dan ketika seseorang alergi terhadap makanan tertentu bisa menimbulkan rasa mual setelah makan. Ketika kita alergi pada sebuah makanan, otomatis sistem kekebalan tubuh akan melepaskan histamin dan berbagai senyawa lainnya dan hal inilah yang menimbulkan rasa mual. Rasa mual di sini bisa disertai dengan gatal-gatal atau timbul ruam pada kulit kita.

3. Makan terlalu banyak

Banyak orang bilang jika sebaiknya kita hanya makan secukupnya dan tidak terburu-buru. Hal ini dibenarkan oleh banyak pihak karena ketika kita terlalu banyak makan akan menyebabkan lambung dan organ pencernaan lainnya menjadi “kaget” lalu otomatis menolaknya dan hal ini berujung pada timbulnya rasa mual.

4. Tukak lambung

Timbulnya rasa mual secara terus menerus bisa jadi merupakan sebuah gejala kita mengalami penyakit tertentu, dan tukak lambung adalah salah satu penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Tukak lambung ditandai dengan timbulnya rasa perih pada daerah ulu hati, muntah, perut kembung, bahkan penurunan berat badan. Penyebab tukak lambung adalah karena adanya luka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari dan kondisi ini timbul karena terjadinya infeksi bakteri ataupun penggunaan berbagai obat anti peradangan.

5. Penyakit asam lambung

Mual juga bisa disebabkan oleh asam lambung yang naik dan hal inilah yang membuat iritasi pada lapisan kerongkongan. Pada sebagian besar kasus asam lambung, otot bagian bawah kerongkongan tidak bisa menutup dengan sempurna sehingga terjadi refluks; alias isi perut naik ke kerongkongan. Kondisi refluks ini juga akan menimbulkan rasa terbakar pada daerah dada.

Penanganan Rasa Mual Setelah Makan

Setelah mengetahui beberapa penyebabnya, selanjutnya kita mengetahui apa yang bisa kita lakukan untuk menangani permasalahan ini sehingga kita bisa menerapkannya di kemudian hari ketika rasa mual menyerang, Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita coba untuk menangani rasa mual setelah makan:

1. Menjalankan pola makan sehat

Memulai pola makan yang sehat adalah pilihan yang tepat untuk menjauhkan kita dari berbagai penyakit tak terkecuali meminimalisir timbulnya rasa mual setelah makan. Sebaiknya kita menerapkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan lebih baik lagi apabila kita mengonsumsi air hangat pada pagi dan sore hari. Selain itu, kita juga sebaiknya menghindari atau mengurangi konsumsi makanan yang dijual di pinggir jalan karena berbagai kandungan yang ada di dalamnya bisa memicu berbagai penyakit timbul.

2. Cek kesehatan

Hal yang satu ini jarang dilakukan apabila kita tidak terserang penyakit tertentu dan sejatinya rutin melakukan cek kesehatan adalah hal yang tidak boleh terlupakan. Ketika kita merasa mual semakin parah dari waktu ke waktu maka sebaiknya kita segera berkonsultasi ke dokter pencernaan agar kita mendapatkan obat yang tepat.

3. Berolahraga

Berolahraga adalah suatu hal yang tidak boleh dilupakan sebagai salah satu cara untuk menjalani pola hidup yang sehat. Namun, sayangnya banyak dari kita yang belum menyempatkan diri untuk berolahraga meskipun banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Untuk mengurangi rasa mual setelah makan, kita hanya perlu rutin berolahraga minimal 3 kali dalam seminggu dan berdurasi sekitar 30 menit.

4. Menghindari makanan pemicu GERD

Gastrophageal Reflux Disease (GERD) adalah salah satu pemicu utama timbulnya rasa mual setelah makan, sehingga sebaiknya kita menghindari berbagai jenis makanan yang dapat memicu asam lambung menjadi tinggi. Beberapa jenis makanan yang dimaksud di sini adalah berbagai makanan yang digoreng, makanan pedas, makanan yang mengandung kafein, berbagai buah yang mengandung asam tinggi, ataupun minuman bersoda.

Itu tadi adalah beberapa penyebab timbulnya mual setelah makan dan beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal ini terjadi sewaktu-waktu. Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjalani pola hidup yang sehat untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit. So, tunggu apalagi untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat daripada sebelumnya?

instal aplikasi prosehat

WhatsApp Asisten Maya saja