Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Penyakit yang Sering Dialami Lansia dan Cara Mencegahnya

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia D
Ditinjau oleh : dr. Monica C

Pemeriksaan Dini Potensi Adanya Penyakit yang Sering Dialami Lansia Dapat Membantu Meningkatkan Kualitas Kesehatan Lansia

Pemeriksaan Dini Potensi Adanya Penyakit yang Sering Dialami Lansia

Penyakit yang sering dialami lansia sangatlah beragam. Mulai dari penyakit ringan, hingga penyakit yang membutuhkan penanganan medis. Mengetahui apa saja jenis penyakit yang biasanya akan muncul saat memasuki usia lanjut sangatlah penting. Dengan mengetahui apa saja penyakit yang berisiko muncul saat memasuki lansia, persiapan bisa dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit tersebut.

Lansia (lanjut usia) atau dikenal juga dengan istilah medis geriatri merupakan istilah untuk menyebutkan seseorang yang sudah berusia diatas 60 tahun. Pada umur ini, banyak sekali masalah kesehatan yang terjadi.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015, angka kesakitan lansia mencapai 28,62%, pada tahun 2018 sebanyak 25,99%, dan pada tahun 2019 naik lagi mencapai 26,20%. Namun pada tahun 2020, Indonesia berhasil mencapai titik terendah untuk angka kesakitan lansia yaitu sebanyak 24,35%, angka tersebut menunjukkan bahwa sekitar 24 dari 100 lansia mengalami sakit dalam sebulan terakhir.

Penyakit yang Sering Dialami Lansia

Pada umumnya, penyakit yang dialami lansia merupakan penyakit yang tidak menular dan bersifat degeneratif. Artinya, penyakit yang disebabkan karena adanya faktor dan proses penuaan. Seperti misalnya penyakit jantung, diabetes melitus, stroke, rematik dan cedera. Penyakit tersebut bersifat kronis, menyebabkan disabilitas atau kecacatan pada lansia dan berbiaya besar.

Kesadaran lansia terhadap keluhan kesehatan yang diderita sudah cukup baik. Mayoritas lansia mengobati keluhan kesehatan dengan mengobati diri sendiri atau berobat jalan sebanyak 96,12%. Namun masih ada sekitar 4 dari 100 orang lansia yang enggan mengobati keluhan kesehatannya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit yang sering dialami oleh lansia yaitu:

Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit yang sering dialami lansia dimana sebanyak 54% lansia mengalami tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi adalah kondisi saat jantung memompa darah dengan kuat namun pembuluh darah sempit sehingga aliran darah menjadi tertahan sehingga tekanan pada pembuluh darah menjadi tinggi. Hipertensi  dapat mengganggu fungsi organ tubuh lainnya seperti stroke dan serangan jantung. Berikut ini hal yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah, antara lain :

  • Menjaga berat badan agar tetap normal
  • Mengendalikan stress
  • Batasi konsumsi alkohol dan juga garam
  • Olahraga secara teratur
  • Periksa tekanan darah secara teratur ke fasilitas kesehatan terdekat

Kadar Kolesterol Tinggi

Sebanyak 47% lansia mengalami kadar kolesterol tinggi didalam darah, hal ini dapat menyebabkan kekakuan pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan pembekuan darah sehingga memicu gangguan jantung. Berikut ini gaya hidup yang dapat mengurangi resiko tingginya kolesterol darah:

  • Hindari merokok dan juga mengkonsumsi alkohol
  • Lakukan aktivitas fisik seperti berolahraga secara teratur
  • Kendalikan berat badan 
  • Hindari makanan yang mengandung lemak berlebih.

Artritis

Sebanyak 31% lansia mengalami penyakit peradangan pada sendi atau yang disebut dengan artritis, yang menyebabkan nyeri hebat dan kekakuan pada sendi. Artritis menjadi penyakit yang sering dialami lansia wanita. Khususnya biasanya terjadi pada wanita berusia lebih dari 60 tahun keatas.

Berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya artritis :

  • Olahraga secara teratur selama 30 menit, 5 kali dalam seminggu seperti aerobic, dan pemanasan ringan 
  • Mengendalikan berat badan agar meringankan beban sendi kaki dalam menopang berat badan.
  • Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan cedera sendi
  • Hindari merokok

Penyakit Jantung Koroner

Sebanyak 29% lansia mengalami penyakit jantung koroner yang menyebabkan jantung kekurangan oksigen untuk memompa darah akibat sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan plak ini berasal dari kolesterol yang menumpuk di dalam pembuluh darah secara bertahun-tahun sehingga menyebabkan kekakuan pada pembuluh darah.

Berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya:

  • Hindari mengkonsumsi terlalu banyak lemak jenuh, gula dan garam
  • Tidur minimal 7 jam setiap malam
  • Management stress
  • Olahraga kardio secara teratur seperti jalan pagi, berlari, berenang atau bersepeda

Diabetes

Diketahui sekitar 27% lansia menderita diabetes, yang diakibatkan karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin atau tubuh resisten terhadap insulin sehingga menyebabkan gula darah terlampau tinggi didalam darah. Akibatnya kadar gula darah meningkat dan tubuh kekurangan energi untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah naiknya gula darah, antara lain :

  • Makan makanan sehat, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung gula, karbohidrat dan kalori.
  • Olahraga minimal 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu.
  • Turunkan berat badan sebanyak 5-7% dari berat badan saat ini apabila sudah termasuk pre-diabetes.

Gangguan Ginjal

18% pasien lansia mengalami gangguan ginjal kronis atau CKD (Chronic Kidney Disease) atau menurunnya fungsi ginjal seiring bertambahnya usia. Pasien dengan CKD memiliki resiko lebih besar juga timbulnya gagal ginjal dan gagal jantung. Berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya CKD :

  • Mengenal apa saja faktor yang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal misalnya seperti tekanan darah tinggi dan diabetes tak terkontrol.
  • Memeriksakan secara rutin fungsi ginjal, dengan tujuan mendeteksi secara dini apabila terjadi gangguan ginjal.

Gangguan Jantung

Sekitar 14% lansia diketahui menderita gangguan jantung yang menyebabkan pasokan darah dan juga nutrisi ke organ tubuh tidak terpenuhi dengan baik. Kondisi jantung mungkin akan membesar, memompa darah lebih cepat dibanding dengan yang tubuh butuhkan sehingga akan menimbulkan gejala seperti cepat lelah, nyeri kepala, mual kebingungan dan menurunnya nafsu makan.

Satu-satunya cara mencegah terjadinya gangguan jantung adalah dengan memeriksakan kesehatan jantung secara berkala dan mengendalikan tekanan darah tinggi.

Depresi

Penyakit yang sering dialami lansia berikutnya adalah depresi. Sekitar 14% lansia mengalami depresi dengan gejala perasaan sedih, merasa tidak berdaya, kelelahan yang berkepanjangan, sulit untuk menentukan tujuan atau sulit mengambil keputusan, kehilangan nafsu makan, kehilangan gairah untuk melakukan aktivitas.

Banyak hal yang dapat dihindari agar tidak terjadi depresi saat lansia, antara lain :

  • Management level stress dengan meditasi, berbicara dan berbagi masalah yang sedang dialami dengan kerabat terdekat.
  • Makan makanan sehat dan teratur. Makanan yang masuk ke dalam tubuh dapat berpengaruh pada mood, selain itu, makanan yang sehat dapat meningkatan pelepasan hormon endorphin (hormon bahagia). 
  • Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, alkohol serta makanan manis.
  • Olahraga yang teratur
  • Berkonsultasi dengan dokter apabila sudah mengalami gejala depresi seperti gejala yang telah disebutkan sebelumnya.

Lihat Artikel Lainnya: Manfaat Pergi Berlibur

Penyakit Alzhaimer

Sebanyak 11% lansia mengalami alzheimer atau penyakit demensia tipe lainnya, yang ditandai dengan hilangnya daya ingat dan kemampuan berpikir serta kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Demensia bukan merupakan penyakit akibat proses penuaan, tetapi disebabkan karena adanya perubahan fungsi otak dari waktu ke waktu. Faktor yang memperbesar terjadinya resiko demensia antara lain keturunan, riwayat keluarga yang mengalami alzheimer, gaya hidup (tidak terlalu banyak aktivitas fisik). 

Untuk mengurangi resiko demensia, maka dapat dilakukan beberapa hal seperti :

  • Meningkatkan aktivitas fisik seperti berolahraga
  • Tidur cukup, minimal 7 jam per hari
  • Pilih makanan yang sehat (makanan junk food, dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan otak).

Gangguan Pernapasan

Sebanyak 11% lansia mengalami gangguan pernapasan berupa PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik). Penyakit ini merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan gejala batuk terus menerus, nyeri pada dada dan kesulitan bernapas serta nafas pendek. Penyebab PPOK antara lain merokok, perokok pasif, maupun akibat menghirup bahan kimia beracun dan debu yang dapat mengiritasi paru-paru.

Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai jenis penyakit yang sering dialami lansia di seluruh dunia. Jika Sahabat Sehat memerlukan produk kesehatan seperti multivitamin, pemeriksaan laboratorium, maupun konsultasi Dokter 24 Jam, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih.

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyelenggaraan Pelayanan Geriatri di RS [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014 [cited 23 November 2021].
  2. Kata Data. Angka Kesakitan Lansia di Indonesia 2015-2019 [Internet]. Indonesia : Kata Data. 2021 [cited 23 November 2021].
  3. Ayu R. Cetak Rekor Terendah, Angka Kesakitan Lansia Jadi 24,35% pada 2020 [Internet]. Indonesia : Kata Data. 2021 [cited 23 November 2021].
  4. Madeline R. Vann M, Pat F. Bass III M. The 15 Most Common Health Concerns for Seniors [Internet]. USA : Everyday Health.com. [cited 23 November 2021].
  5. The National Council on Aging. The Top 10 Most Common Chronic Conditions in Older Adults [Internet]. USA : The National Council on Aging. 2021 [cited 23 November 2021].
  6. Daily Caring. 10 Most Common Chronic Diseases in Older Adults: Tips to Prevent and Manage [Internet]. USA : DailyCaring. 2021 [cited 23 November 2021].

Chat Dokter 24 Jam