Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Penyakit Tumor Otak, dari Penyebab, Jenis, hingga Pencegahan

Penyakit tumor otak adalah adanya massa atau pertumbuhan sel secara tidak normal di otak. Jenis tumor otak banyak dan beberapa dapat bersifat jinak, lainnya bersifat ganas sehingga dapat menyebabkan kerusakan otak yang berakibat pada kematian. Tumor otak dibagi dua, yaitu tumor otak primer yang dimulai dari otak, dan tumor otak sekunder yang dimulai dari bagian tubuh yang lain lalu menyebar ke otak. Pertumbuhan penyakit ini sangat bervariasi. Tingkat pertumbuhan serta lokasinya juga sangat mempengaruhi fungsi sistem saraf. Demikian juga pada pengobatannya.

penyakit tumor otak

Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama?

Penyebab Terjadinya Penyakit

Tumor otak primer dimulai ketika sel normal mengalami mutasi pada DNA. Mutasi ini memungkinkan sel untuk tumbuh dan membelah dengan kecepatan tinggi dan terus hidup ketika sel sehat akan mati. Dari sinilah kemudian tercipta massa sel abnormal yang membentuk tumor. Sedangkan pada tumor otak sekunder biasanya menyerang pada orang-orang yang memiliki riwayat kanker. Tumor otak jenis ini jauh lebih umum terjadi daripada tumor otak primer. Beberapa kanker yang dapat menyebar ke otak dan menyebabkan tumor otak sekunder adalah kanker payudara, kanker usus besar, kanker ginjal, kanker paru-paru, dan melanoma.

Jenis-jenis Tumor Otak

Jenis-jenis tumor otak biasanya ada pada tumor otak primer, dan terdapat lebih dari 100 jenis. Namun, tumor otak yang paling umum terjadi adalah sebagai berikut:

Glioma

Tumor ini berawal dari sel glial, yaitu sel yang membantu menjaga kesehatan saraf. Sel-sel ini yang paling sering menjadi ganas. Terdapat beberapa jenis glioma berdasarkan sel yang secara spesifik dijadikan sasaran. Astrositoma merupakan yang paling sering terjadi pada orang dewasa sedangkan glioblastoma adalah jenis tumor glial yang paling agresif.

Meningioma

Tumor otak jenis ini terbentuk di meninges, yaitu lapisan tipis jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Tumor ini tidak ganas tetapi dapat menimbulkan permasalahan karena sifatnya yang menekan otak.

Schwannoma

Tumor ini merusak lapisan pelindung sel saraf dan tidak ganas tapi sering menyebabkan gangguan pendengaran atau masalah keseimbangan.

Adenoma Hipofisis

Tumor yang satu ini terbentuk di kelenjar pituari yang terdapat di dasar otak. Kelenjar ini mempunyai fungsi penting dalam memproduksi hormon. Adenoma hipofisis tidak ganas dan tumbuh dengan lambat.

Gejala-gejala Penyakit

Gejala penyakit tumor otak berbeda-beda sesuai dengan jenis tumor dan keberadaannya dalam tubuh. Hal ini karena area otak yang berbeda mengontrol berbagai fungsi tubuh sehingga letak tumor memengaruhi gejala yang didapat. Beberapa tumor tidak memiliki gejala hingga membesar tetapi dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Namun, ada beberapa tumor yang kemungkinan memiliki gejala yang berkembang perlahan.

Baca Juga: 5 Perbedaan Tumor dan Kanker yang Perlu Sobat Ketahui

Beberapa gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Sakit kepala yang tidak kunjung membaik jika diobati dengan obat sakit kepala biasa, dan biasanya lebih sering terjadi dari biasanya
  • Kejang terutama pada orang yang tidak memiliki riwayat kejang
  • Perubahan dalam bicara atau pendengaran
  • Perubahan dalam penglihatan seperti penglihatan yang kabur
  • Masalah keseimbangan
  • Masalah saat berjalan
  • Mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki
  • Masalah dengan memori
  • Kepribadian yang berubah
  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
  • Kelemahan di salah satu bagian tubuh
  • Muntah tanpa mengalami mual di pagi hari

Meskipun begitu, gejala yang terjadi tergantung pada situasi dan kondisi. Oleh karena itu, segra konsultasikan ke dokter mengenai gejala-gejala diatas.

Selain gejala-gejala umum di atas juga terdapat gejala-gejala lain sebagai berikut:

  • keluarnya cairan dari puting susu atau galaktorea
  • kurangnya menstruasi pada wanita
  • perkembangan jaringan payudara pada pria, atau ginekomastia
  • pembesaran tangan dan kaki
  • kepekaan terhadap panas atau dingin
  • peningkatan jumlah rambut tubuh, atau hirsutisme
  • tekanan darah rendah
  • kegemukan

Faktor Risiko Tumor

Faktor-faktor risiko yang dapat memengaruhi meningkatnya penyakit ini adalah sebagai berikut:

Sejarah Penyakit dalam Keluarga

Hanya sekitar 5-10% tumor diturunkan secara genetik atau turun-temurun. Tumor otak merupakan penyakit yang tidak membawa sifat genetik. Setelah mengetahui siapa saja di keluarga yang pernah punya riwayat tumor otak hendaknya konsultasikan kepada dokter, dan dokter akan merekomendasikan seorang konselor genetik untuk membantu memahami informasi mengenai penyakit yang diderita secara genetik.

Usia

Usia merupakan faktor risiko seseorang dapat menderita tumor otak karena beberapa jenis tumor ini malah dapat meningkat seiring bertambahnya usia.

Ras

Faktor ras juga mempengaruhi, dan biasanya secara umum lebih sering terjadi pada orang Kaukasia daripada ras-ras lain seperti Mongoloid di Asia.

Terpapar bahan kimia

Risiko tumor otak juga terjadi karena terpapar bahan kimia yang memang mengandung zat-zat kimia yang dapat memengaruhi otak.

Terpapar radiasi

Radiasi yang diakibatkan oleh ledakan nuklir dapat meningkatkan faktor risiko tumor otak. Selain radiasi dari ledakan nuklir terapi kanker radiasi tinggi juga mempengaruhi karena dapat menghasilkan radiasi pengion, dan risikonya cukup tinggi.

Tidak Pernah Terkena Cacar Air

Menurut American Brain Tumor Association, orang dengan riwayat cacar air pada masa kanak-kanak memiliki risiko yang lebih rendah terkena tumor otak daripada yang tidak.

Penanganan

Penanganan pada penyakit tumor otak bergantung pada sejumlah faktor seperti jenis, lokasi, dan ukuran tumor, serta usia pasien dan kesehatan umum. Metode untuk orang dewasa dan anak-anak juga berbeda. Penanganan dapat melalui pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi.

Operasi

Tindakan ini adalah yang paling umum dilakukan untuk menangani sebagian besar tumor otak. Ahli bedah saraf akan membuat lubang di tengkorak supaya tumor dapat diangkat, dan dinamakan dengan kraniotomi. Dalam hal ini dokter akan berupaya semampunya mengangkat tumor yang ada. Namun, jika hanya sebagian yang mampu diangkat, pengobatan dilanjutkan  dengan terapi radiasi atau kemoterapi. Apabila tumor tidak dapat diangkat, dokter akan melakukan biopsi menggunakan jarum melalui CT scan dan MRI untuk menentukan lokasi tumor.

Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

Terapi radiasi

Penanganan kedua adalah melalui terapi radiasi atau radioterapi yang menggunakan sinar berkekuatan tinggi untuk merusak sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya. Biasanya terapi radiasi digunakan untuk menghancurkan tumor yang tidak dapat diangkat atau tidak memungkinkan dengan pembedahan. Terapi ini terdiri dari dua cara, yaitu eksternal dan implan. Selain dengan radiasi, penanganan juga menggunakan gamma knife atau pisau gamma, yaitu dengan teknik radiasi dosis tinggi tunggal yang focus dan tepat ke sasaran.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah cara terakhir dalam penanganan tumor otak. Cara ini dilakukan dengan penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker atau tumor. Obat yang digunakan dapat satu atau kombinasi, dan diberikan dengan dikonsumsi langsung ke dalam mulut atau melalui suntikan ke pembuluh darah atau otot.

Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kemoterapi

Pencegahan

Pencegahan untuk menurunkan risiko terjadinya tumor otak tidak ada yang terlalu spesifik. Berikut  adalah tindakan yang secara umum dapat membantu mencegah terkena tumor:

  • Menjalani dan mempertahankan gaya hidup sehat
  • Istirahat yang cukup
  • Menjalankan diet seimbang
  • Masukkan makanan kaya antioksidan dalam setiap menu
  • Pertahankan berat badan optimal
  • Hindari makanan olahan
  • Tidak merokok sama sekali atau jika merokok usahakan berhenti
  • Jalani pemeriksaan medis sesuai rekomendasi

Itulah Sobat mengenai penyakit tumor otak yang cukup berbahaya jika tidak segera ditangani karena akan menimbulkan berbagai komplikasi seperti timbulnya cairan di otak (hidrosefalus), pembengkakan otak, dan gangguan pada saraf. Penanganan dan pencegahan yang tepat akan mampu meminimalkan risiko yang ada. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tumor otak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan untuk penanganan dan pencegahan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Referensi:

  1. Brain tumor – Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-tumor/symptoms-causes/syc-20350084
  2. Brain Tumor: Types, Risk Factors, and Symptoms [Internet]. Healthline. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/brain-tumor#risk-factors
  3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Brain Tumor [Internet]. WebMD. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/brain-tumors-in-adults#1
  4. Brain Tumor Treatment [Internet]. ucsfhealth.org. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.ucsfhealth.org/conditions/brain-tumor/treatment
  5. Brain Tumor: Causes, Symptoms,Treatments and Prevention – Medlife Blog: Health and Wellness Tips [Internet]. Medlife.com. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.medlife.com/blog/brain-tumor-causes-symptoms-treatments-prevention/#what-causes-brain-tumor

Chat Asisten ProSehat aja