Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

9 Penyakit Mematikan di Indonesia yang Harus Kita Perangi

Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

Penyakit Mematikan di Indonesia yang Membutuhkan Penanganan Serius dari Berbagai Pihak

Walaupun sudah jadi bangsa merdeka, masih ada penyakit mematikan di Indonesia yang masih menjajah kesehatan serta harus kita perangi. Ya, selain pandemi Covid-19 yang belum juga kunjung reda dalam satu tahun belakangan ini, masih terdapat berbagai penyakit mematikan lainnya yang harus dihadapi masyarakat.

Beberapa penyakit masih menjadi penyakit endemik di beberapa wilayah di Indonesia. Beberapa penyakit mematikan adalah penyakit yang menjadi masalah global yang harus dihadapi banyak bangsa dan negara. Untuk menumbuhkan semangat juang melawan penyakit-penyakit tersebut, yuk cek apa saja penyakit mematikan yang masih banyak ditemukan di Indonesia.

Selain Covid, Ini Penyakit Global yang Mematikan di Indonesia

Berikut adalah beberapa penyakit yang masih menjadi menjadi penyebab meningkatnya angka kematian di Indonesia berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dan berbagai sumber lainnya, yaitu :

Hipertensi

Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui bahwa hipertensi adalah salah satu penyumbang angka kematian terbesar di Indonesia. Data menunjukan bahwa angka kejadian penyakit hipertensi yang awalnya hanya 25,8% pada tahun 2013 meningkat menjadi 34,1% pada tahun 2018. Penyakit hipertensi menimbulkan kematian sekitar 8 juta orang per tahun.

Hipertensi sering kali disebut the silent killer karena membuat penderitanya tidak menyadari bahwa tengah menderita hipertensi. Kebanyakan penderita baru menyadari setelah mengalami komplikasi, sehingga hal inilah yang menyebabkan hipertensi menjadi ancaman kematian tertinggi di Indonesia.

Diabetes Melitus

Selanjutnya, penyakit diabetes melitus atau disebut juga kencing manis. Angka kejadian penyakit kencing manis meningkat dari 6,9% menjadi 8,5% per tahun 2018, sehingga menyebabkan berkurangnya harapan hidup hingga 5 – 10 tahun.

Untuk mencegah dan mengontrol penyakit diabetes, Sahabat Sehat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dengan beristirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, serta melakukan aktivitas fisik. Diabetes melitus dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak terkontrol dengan baik, misalnya gangguan pada mata, ginjal, jantung, saraf, kulit, hingga saluran pernapasan.

Stroke 

Stroke menjadi salah satu penyakit yang menyumbang angka kematian terbanyak di Indonesia. Pada tahun 2018, angka kejadian penyakit stroke meningkat dari 7% menjadi 10,9%. Meskipun penyakit stroke seringkali dialami pada kelompok usia 45 – 74 tahun, faktanya stroke juga dapat menyerang  kelompok usia 15 – 24 tahun.

Penyakit ini disebabkan karena pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah sehingga memutus pasokan darah dan oksigen ke otak. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kemampuan motorik, kognitif, serta beresiko menyebabkan kematian.

Gagal Ginjal Kronis

Diketahui bahwa angka kejadian penyakit gagal ginjal kronis pada tahun 2013 sebesar 2%, kemudian meningkat menjadi 3,8% di tahun 2018. Selain akibat pola hidup yang tidak sehat, penyakit gagal ginjal kronis juga dapat disebabkan akibat komplikasi penyakit diabetes melitus, obesitas dan tekanan darah tinggi.

Untuk menghindari penyakit ginjal, saat ini banyak bergaung gerakan minum air putih serta menghindari minuman-minnuman mengandung pemanis buatan maupun alkohol. Mari kita dukung bersama.

Kanker

Penyakit mematikan di Indonesia selanjutnya adalah kanker, yang kini turut menjadi penyumbang angka kematian di Indonesia. Angka kejadian kanker meningkat dari 1,4% pada tahun 2013 menjadi 1,8% pada tahun 2018. 

Penyakit kanker disebabkan karena sel di dalam tubuh mengalami mutasi atau abnormalitas, sehingga perkembangannya menjadi tidak terkendali. Beberapa jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian ialah kanker otak, kanker darah, (leukemia), kanker paru, kanker usus besar, dan kanker payudara.

Diare

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Diare berkaitan dengan 31% kematian yang terjadi pada anak berusia 1 hingga 12 bulan, dan turut menyumbang 25% kematian pada anak. Beberapa faktor resiko yang menyebabkan diare, yaitu sistem sanitasi yang buruk dan kondisi air yang kurang layak minum. 

Penyakit Mematikan di Indonesia yang Termasuk Endemik

Secara wilayah, Indonesia memiliki beberapa penyakit endemik dan tergolong mematikan. Penyakit tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, dokter, dan banyak pihal lainnya.

Adapun beberapa penyakit yang termasuk endemik di Indonesia antara lain adalah:

DBD

Penyakit mematikan di Indonesia yang satu ini disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypty. Penyakit DBD menjadi endemi setiap musim penghujan. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dengan gejala nyeri pada belakang mata, nyeri sendi dan otot, kelelahan, mual, muntah, ruam kulit, dan berbagai gejala lainnya. Kasus DBD di Indonesia sangat tinggi, oleh sebab itu, sangat penting untuk menjaga diri dari gigitan nyamuk.

Malaria

Lagi-lagi penyakit akibat gigitan nyamuk. Malaria adalah penyakit mematikan yang endemik di Indonesia. Penyakit ini menular melalui gigital nyamuk Anopheles betina yang mengandum plasmodium malaria. Gejala malaria meliputi menggigil, sakit kepala, mual, dan muntah. Penyakit ini juga tergolong penyakit mematikan, apalagi jika tidak mendapatkan pertolongan yang tepat pada waktu yang tepat.

Kusta

Penyakit kusta disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae. Penyakit ini sangat berbahaya dan mengerikan karena menyebabkan kecacatan bentuk tubuh bahkan kematian. Daerah yang menjadi endemis kusta berdasarkan laporan per tahun 2021 antara lain adalah Jawa Timur dan Papua. Walaupun hanya 2 daerah yang memiliki kusta tinggi di Indonesia, nyatanya secara global Indonesia adalah salah satu dari tiga negara dengan penyakit kusta tertinggi (peringkat 1 adalah India, dan peringkat 2 adalah Brazil).

Tuberkulosis

TBC atau tuberkolosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan menyerang paru-paru, kelenjar getah bening, dan tulang. Indonesia merupakan daerah endemik tertinggi untuk penyakit tuberkulosis bersama dengan  India, China, Philipina, dan Pakistan. Untuk mencegah dampak terburuk dari TBC, vaksinasi BCG adalah solusi terbaik.

Leptospirosis

Penyakit leptospirosis bukanlah penyakit sepele. Banyak potensi komplikasi yang terjadi karena infeksi leptospirosis. Mulai dari gangguan paru, gagal ginjal, perdarahan parah, hingga kematian. Penyakit akibat bakteri Leptospira interrogans ini disebarkan melalui urine hewan. Penyakit ini biasa menyerang pekerja di bidang peternakan dan pemotongan hewan. Selain itu, orang yang tinggal di daerah yang kumuh berpotensi menderita leptospirosis dari urine tikus.

Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa penyakit yang masih “menjajah” kesehatan masyarakat di Indonesia. Mari mulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menerapkan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan, menggunakan masker, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan membatasi mobilisasi, dan menjaga imunitas tubuh sehingga bisa terhindar dari daftar penyakit mematikan di Indonesia ini.

Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Siloam Hospitals. Waspada! 5 Jenis Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia [Internet]. Indonesia : Siloam Hospitals. 2020 [updated 2020 Jan 02; cited 2021 Aug 17].
  2. Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [cited 2021 Aug 17]
  3. Mustinda L. Ini Urutan Penyakit Mematikan Versi WHO [Internet]. Indonesia : DetikHealth. 2020 [updated 2020 Dec 03; cited 2021 Aug 17].

Chat Asisten ProSehat aja