Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Pentingnya Tes HIV Aids Sebelum Melangsungkan Pernikahan

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh : dr. Monica C

Dokter Melakukan Pengujian Sampel Tes HIV Sebelum Menikah dari Pasangan yang Melakukan Premarital Check Up

Banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum menikah. Termasuk premarital check up seperti tes HIV, kesuburan, dan beberapa tes lainnya. Setelah melakukan pemeriksaan, maka pasangan akan mendapatkan sertifikat pra-nikah.

Pemeriksaan HIV biasanya dilakukan melalui metode pemeriksaan darah untuk menilai apakah seseorang memiliki riwayat HIV/Aids. Tes ini sebaiknya dilakuka oleh kedua belah pihak (perempuan dan laki-laki).

Tujuan Utama Tes HIV Sebelum Menikah

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh seseorang, sehingga tubuh akan semakin rentan terhadap berbagai penyakit. Jika penyakit HIV yang tidak ditangani dengan baik, maka dapat berkembang menjadi kondisi yang sangat serius yaitu AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yang merupakan stadium akhir dari HIV. Penularan virus HIV terjadi ketika seseorang terkontaminasi atau ada riwayat kontak dengan cairan tubuh penderita yaitu seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus serta ASI.

Lihat Juga: 10 Tes Kesehatan Pranikah

Data terakhir sampai dengan Maret 2019, jumlah kumulatif kasus HIV dilaporkan sebanyak 338.363 dengan kasus tertinggi sebanyak 60.561 kasus di DKI Jakarta, diikuti dengan Jawa Timur sebanyak 50.060 kasus, jawa barat sebanyak 35.529 kasus, papua sebanyak 33.485 kasus dan jawa tengah sebanyak 29.048 kasus.

Oleh karena itu pemerintah terus menggalakan program test HIV/AIDS sebagai syarat pra-nikah. Tujuannya antara lain:

Agar HIV Tidak Menular ke Pasangan dan Anak

Menurut Prof.dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM, salah satu Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sub Spesialis Hematologi Onkologi Medik mengatakan bahwa tujuan tes HIV sebelum menikah yaitu memastikan status diri sendiri serta pasangan bebas dari HIV/AIDS. Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan agar HIV/AIDS tidak menular ke pasangan atau anak.

Lihat Juga: Persiapan Menikah di Tengah Pandemi Corona

Jika pasangan ternyata berstatus positif HIV, bukan berarti pernikahan harus batal. Kerjasama kedua-belah pihak dapat mencegah HIV/AIDS agar tidak menular ke pasangan ataupun anak. Dengan mengkonsumsi obat dengan rutin, maka risiko penularan HIV/AIDS dapat ditekan. Bahkan kemungkinannya sangat besar untuk memiliki anak dengan status bebas HIV/AIDS.

Dapat Segera Melakukan Pengobatan

Jika pasangan diketahui terinfeksi HIV/AIDS melalui tes HIV sebelum menikah, maka pasangan dapat saling mendukung dalam hal pengobatan. Pengobatan HIV bisa dilakukan dengan mengkonsumsi obat antiretroviral (ARV) kurang lebih selamaa enam bulan. Konsumsi rutin obat tersebut dapat membantu menjadikan jumlah virus di dalam tubuh menjadi sangat minim sehingga risiko menularkan kepada orang lain menjadi sangat rendah.

Pihak wanita yang terinfeksi HIV juga diketahui kecil sekali kemungkinannya menularkan HIV kepada bayi dalam kandung jika rutin mengkonsumsi obat antiretroviral. Namun demikian, pemeriksaan rutin perlu dilakukan untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan.

Prosedur Tes HIV dan AIDS Sebelum Menikah

Pemeriksaan tes HIV/AIDS dilakukan sebanyak dua kali. Jika hasil test pertama menunjukan positif atau reaktif, maka tidak perlu melanjutkan ke test kedua. Namun, apabila hasil test pertama negative, maka setelah 3 bulan kemudian perlu dilakukan tes yang kedua. 

Pengulangan test dengan jarak 3 bulan bermaksud untuk mencegah jangan sampai hasil tes pertama yang negatif karena masih dalam periode jendela (window period), dimana saat itu infeksi virus sudah mulai ada tetapi antibodinya belum terbentuk sehingga memberikan hasil negatif atau non-reaktif.

Bila ada fasilitas kesehatan atau laboratorium yang menyediakan alat viral load, maka tidak perlu menunggu sampai 3 bulan. Pemeriksaan tersebut dapat menunjukan hasil yang lebih akurat, namun sayangnya biayanya cukup mahal.

Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal penting seputar tes hiv sebelum menikah dan tindakan yang harus dilakukan jika pasangan ternyata positif HIV. Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan pra nikah silahkan cek layanan berikut ini:

Layanan Pemeriksaan Pranikah dari Prosehat

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

Referensi

  1. Universitas Indonesia. Dear Calon Mempelai, Ini Pentingnya Tes HIV/AIDS Sebelum Menikah [Internet]. Indonesia : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2021 [cited 23 November 2021].
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 7 Jenis Tes dalam Cek Pra-Nikah yang akan Dijalani Calon Pengantin [Internet]. Indonesia : Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2019 [cited 23 November 2021].
  3. Katu I. Jangan Nikah Sebelum Tes HIV [Internet]. Indonesia : RSUP Wahidin. 2019 [cited 23 November 2021].
  4. Kementerian Sosial. Informasi dan Pengetahuan Dasar Mengenai HIV/AIDS [Internet]. Indonesia : BALAI KARYA BAHAGIA MEDAN. 2019 [cited 23 November 2021].
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kemenkes Pecahkan Rekor MURI Red Ribbon, Hari AIDS Sedunia [Internet]. Indonesia : P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019 [cited 23 November 2021].

Chat Dokter 24 Jam