Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Tempat Kerja

Pemerintah telah mencoba berbagai cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta yang mengeluarkan peraturan mengenai penanganan dan pencegahan Covid-19.

pencegahan dan penanganan covid-19 di tempat kerja

Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

Protokol kesehatan yang wajib diterapkan di perkantoran atau tempat kerja ini mengacu pada Surat Keputusan Nomor 1363 tahun 2020 tentang “Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Perkantoran atau Tempat Kerja Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif”. SK ini adalah turunan dari peraturan Gubernur nomor 51 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk stabilitas ekonomi masyarakat semua perkantoran wajib menerapkan protokol penanganan dan pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan dengan bijak oleh pemerintah.

Baca Juga: Cara Mengendalikan Laju Covid-19 di Lingkungan Kantor

Lalu apa saja protokol yang wajib diterapkan di tempat kerja? Berikut rinciannya

  1. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh normal 36,1 derajat Celcius – 37,2 derajat Celcius untuk orang dewasa, di setiap pintu masuk/titik area perkantoran dan perhatikan kondisi badan untuk umum pekerja/tamu
  2. Menyediakan fasilitas/sarana untuk mencuci tangan dan pembersih tangan yang berbasis alkohol di tempat-tempat strategis, seperti pintu masuk, meja lobby utama, area menunggu lift, meja kerja, area tombol absensi, dan akses lainnya.
  3. Pastikan area tempat bekerja selalu dibersihkan secara berkala menggunakan disinfektan dengan sangat detail, karena virus akan bersarang ditempat yang sering disentuh seperti : gagang pintu, meja kerja, tombol lift, tombol absen, gagang tangga dan area besar lainnya untuk perlu disemprotkan disinfektan.
  4. Meminimalkanpenggunaan ruang lebih dan maksimalkan untuk bekerja secara virtual.
  5. Perhatikan sirkulasi keluar masuknya udara dan sinar matahari dalam ruang kerja, karena siapapun bisa terinfeksi melalui udara.
  6. Setiap pekerja diiimbau untuk menggunakan akses/kendaraan pribadi untuk melakukan perjalanan ke
  7. Pihak perusahaan wajib memberikan surat perintah tugas/dinas untuk diperlukan hadir ke tempat kerja.
  8. Pimpinan tempat kerja wajib selalu memperhatikan imbauan atau informasi mengenai Covid-19 dan menginformasikannya kepada seluruh pekerja melalui media.
  9. Wajib menyediakan tisu dan masker untuk pekerja, dan pekerja yang mengalami gejala flu, batuk dan sesak nafas untuk dipisahkan di area kerja tersendiri dan segera diistirahatkan di rumah. bersihkan area kerja sementara yang sudah terkontaminasi dengan diisnfektan
  10. Memberikan arahan dan edukasi kepada pekerja untuk tetap menjaga protokol kesehatan diri sendiri dan selalu menjaga kebersihan
  11. Memberikan perhatian atau peringatan tentang menjaga kebersihan dan terapkan Protokol Kesehatan di media dan tempat strategis, seperti : Poster dan Digital Media di area kantor
  12. Membuat hierarki untuk mencegah penularan Covid-19, seperti :
  • Membatasi jumlah pekerja yang hadir ke kantor maksimal 50% dari semua pekerja
  • Menyesuaikan jam kerja, shift kerja, hari kerja dan sistem kerja virtual untuk beradaptasi dengan pandemi Covid-19
  • Memasang pembatas pekerja seperti : Physical Distancingdi area kerja agar mempunyai jarak dan tidak kontak langsung dengan pekerja lainnya
  • Menghimbau pekerja untuk membawa alat pribadi masing-masing dan tidak campur dengan yang lainnya, seperti : mukena, alat makan, botol minum dan lainnya
  1. Memberikan kebijakan kepada pekerja yang memiliki riwayat perjalanan dari luar kota, memiliki riwayat pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, dan mengalami gejala flu, batuk, demam, dan sesak nafas untuk beristirahat di rumah saja atau bekerja dari rumah
  2. Tidak boleh melakukan pemutusan hubungan kerja dan tetap memberikan hak-hak kepada pekerja yang sedang isolasi mandiri
  3. Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3 wajib memantau atau mengamati seluruh pekerja yang memiliki gejala Covid-19 dengan segera memberi peringatan untuk Swab Test (memerikasakan diri) di pelayanan kesehatan terdekat
  4. Setiap pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit dan mengalami gejala seperti demam, flu, batuk dan sesak nafas wajib melaporkan ke Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3, guna untuk dipantau lebih detail apakah pekerja termasuk kedalam kriteria ODP (Orang Dalam Pemantauan) / PDP (Pasien Dalam Pengawasan), kasus probable
  5. Apabila Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3 menerima informasi bahwa pekerja masuk dalam kriteria ODP, PDP, kasus probabledan bahkan positif Covid-19. Petugas Kesehatan Perusahaan/Petugas K3 harus segera berkoordinasi dengan puskesmas atau pelayanan kesehatan untuk segera diatasi dan dirujuk ke Rumah Sakit
  6. Jika Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3 menerima informasi bahwa pekerjanya positif Covid-19, ODP, PDP, kasus Petugas Kesehatan Perusahaan/Petugas K3 wajib mengidentifikasi kontak dengan orang-orang yang mempunyai riwayat berinteraksi langsung dengan pekerja yang terinfeksi, dan diwajibkan untuk bekerja dari rumah dan isolasi mandiri.
  7. Untuk perusahaan yang menyediakan fasilitas/layanan umum diharapkan untuk memperketat penggunaan protokol kesehatan diri sendiri dan memperketat kebersihan untuk fasilitas/layananannya.

Peraturan yang dibuat sudah disahkan, dan perusahaan wajib mengikuti peraturan tersebut. Apabila perusahaan kurang mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dan banyak sekali pekerja yang terinfeksi virus Covid-19. Konsekuensinya perusahaan tersebut ditutup karena target pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan memulihkan perekonomian Indonesia sudah terancam gagal.

Baca Juga: Siapkan Diri Kembali Bekerja Setelah PSBB

Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar, mengusulkan secara langsung seharusnya pemerintah melaksanakan intervensi langsung, seperti petugas pengawas dan mediator ketenagakerjaan memantau protokol kesehatan secara ketat di setiap perusahaan untuk mendapatkan pembinaan dan pengawasan langsung.

Produk Terkait: Pemantauan Kesehatan

Selain itu, Timboel mengusulkan pemerintah untuk membantu perusahaan yang mengalami kesulitan finansial dengan memberikan fasilitas alat pengaman diri (APD) dan fasilitas kesehatan lainnya untuk penerepan protokol kesehatan secara detail. BPJS Ketenagakerjaan pun memberikan fasilitas hal seperti program manfaat layanan tambahan (MLT) dan program JHT yang sudah berjalan.

Baca Juga: Perhatikan Cara Gunakan APD yang Benar

Itulah mengenai protokol penanganan dan pencegahan Covid-19 di tempat kerja yang perlu Sahabat ketahui. Apabila Sahabat ingin mencegah mendeteksi Covid-19 Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. [Internet]. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5f10497477953/penerapan-protokol-kesehatan-di-tempat-kerja-butuh-intervensi-pemerintah?
  2. [Internet]. Covid19.kemkes.go.id. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id/download/SE_protokol_pencegahan_Covid-19_di_tempat_kerja.pdf
  3. Media K. 24 Protokol Pencegahan Covid-19 di Perkantoran, Perusahaan Wajib Bentuk Gugus Tugas [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/06/08/15175061/24-protokol-pencegahan-covid-19-di-perkantoran-perusahaan-wajib-bentuk
  4. Media K. Berapa Sebenarnya Suhu Tubuh Normal Manusia? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/10/151933120/berapa-sebenarnya-suhu-tubuh-normal-manusia?page=all

Chat Asisten ProSehat aja