Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Penanganan Kecelakaan Ketika Bersepeda

Lucky Aninditha – Kecelakaan atau cedera yang paling banyak terjadi sewaktu kita bersepeda adalah overuse injuries yaitu cedera yang disebabkan oleh pola gerakan atau beban berulang seperti gerakan mengayuh pedal terutama beban ketika menanjak. Cedera lain yang berhubungan dengan bersepeda adalah cycle seat neuropathy, dimana cedera dan gejalanya diakibatkan oleh posisi tempat duduk yang diduduki pesepeda dimana beban tubuh selalu dalam posisi sulit sehingga cedera lazim terjadi pada saraf pudendal dan juga hambatan aliran pembuluh darah.

Kapan kita harus mencari pertolongan dokter?

Kita harus mengenal tanda-tanda bahaya ketika kita mengalami cedera atau kecelakaan ketika bersepeda. Adapun tanda yang harus diwaspadai :

  • Nyeri yang hebat, terutama ketika kita berjalan
  • Sendi atau kaki tangan mengalami pembengkakan (oedem)
  • Ada kelainan sensasi pada kaki seperti kebas, seperti tertusuk-tusuk jarum (paresthesia) atau baal yaitu tidak ada rasa sama sekali ( anaesthesia )
  • Tidak bisa beraktifitas secara normal setelah 72 jam.

Apabila dijumpai hal-hal seperti diatas maka kita sebaiknya menemui dokter untuk mendapat pengananan lebih lanjut.

kecelakaan-sepeda

Penanganan segera atau pertolongan pertama pada cedera/kecelakaan

Semua penanganan pertama pada cedera olahraga akut adalah dengan menerapkan prinsip PRICE. PRICE merupakan singkatan dari Protection, Rest, Compression dan Elevasi yang harus segera di aplikasikan sedini mungkin paling tidak pada 24-72 jam pertama.

Protection (proteksi)

Proteksi atau perlindungan dari jaringan yang terluka adalah penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memudahkan proses penyembuhan secara efektif dan efisien. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi daerah yang cedera adalah mencegah gerakan yang berlebih dan penggunaan pada sendi, ligament, otot serta tendon.  Hal ini dapat dicapai dengan penggunaan alat support yaitu splint.

 Rest (istirahat)

Pada tahap awal, istirahat sangat dibutuhkan dalam prinsip penanganan P.R.I.C.E  namun justru sering diabaikan. Hal ini harus dilakukan segera setelah cedera terjadi.

Atlet harus tau kapan harus berhenti melakukan latihan dan membiarkan cedera sembuh karena nanti akan berakibat cedera minor berulang yang berujung pada cedera yang berat yang akan menghambat aktifitas atlet lebih lama.

Ice (terapi es)

Terapi es yang dikenal dengan krioterapi adalah salah satu terapi modalitas untuk cedera olahraga akut. Selain murah, sarana yang digunakan juga mudah dan membutuhkan waktu singkat bisa digunakan oleh orang awam tanpa pengetahuan medis lebih lanjut.

Penggunaan es pada cedera pada fase akut bisa menurunkan perluasan kerusakan pada jaringan. Hal ini dicapai oleh karena :

  • Menurunkan jumlah pendarahan dengan penyempitan pembuluh darah ( yang disebut juga edngan vasokonstriksi ).
  • Meredakan nyeri
  • Meringankan spasme otot
  • Menurunkan resiko dari kematian sel yang disebut nekrosis, dengan menurunkan metabolisme sel.

Cara mengaplikasikan es pada daerah cedera adalah mengisi kantong dengan es yang sudah dihancurkan dan dibalut dengan handuk. Handuk diperlukan untuk pembatas dari kantong es dan kulit dan menurunkan risiko „ice burn“. Jangan biarkan es lebih dari 15 menit menyentuh kulit anda. Ada beberapa area yang tidak boleh diaplikasikan es seperti leher, bagian luar siku, bagian depan pinggang dan lutut, karena serabut saraf berada pada lapisan dekat dengan kulit sehingga mudah untuk mengalami cedera.

Compression (kompresi)

Melakukan kompresi pada daerah cedera bisa meminimalisasikan pembengkakan yang terbentuk setelah cedera yang sebaiknya dilakukan 24-72 jam dari kejadian cedera. Pemberian tekanan atau kompresi dapat menggunakan bandage elastis yang dililit disekitar daerah cedera.

Elevation

Elevasi dari sendi atau bagian ekstremitas yang cedera adalah prinsip terakhir dari PRICE, namun bukan berarti tidak penting. Dengan mengangkat sendi akan memudahkan terjadinya gravitasi dan aliran cairan tubuh menjauhi daerah cedera, sehingga pembengkakan diharapkan akan berkurang.

Semua kecelakaan dan cedera sewaktu kita bersepeda dapat dicegah. Namun hal ini bisa dicapai  dengan melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu. Pertama-tama kita sebaiknya melakukan pemanasan terlebih dahulu untuk mempersiapkan otot dan saraf, dilanjutkan dengan pendinginan. Kemudian penting bagi kita untuk memakai perlengkapan yang aman dan lengkap seperti helm, sarung tangan, pelindung lutut. Alternatif lain sebagai pencegahan kecelakaan bersepeda adalah melakukan sport massage sebelum berolahraga dan jangan lupa untuk mengkonsumsi nutrisi dan hidrasi yang optimal. Tak kalah penting adalah istirahat yang cukup sebelumnya, agar stamina kita tetap terjaga dan fokus ketika sedang melakukan olahraga. Selamat bersepeda!

Referensi :

  1. Bicycle Seat Neuropathy: Background, Epidemiology, Sport-Specific Biomechanics [Internet]. Emedicine.medscape.com. 2017 [cited 31 March 2017]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/91896-overview
  2. Rivara M. Bicycle-Related Injuries – American Family Physician [Internet]. Aafp.org. 2017 [cited 31 March 2017]. Available from: http://www.aafp.org/afp/2001/0515/p2007.html
  3. Running and Cycling Clinic – Des Moines University [Internet]. Des Moines University. 2017 [cited 31 March 2017]. Available from: https://www.dmu.edu/clinic/physical-therapy/running-and-cycling-clinic/
  4. sport I, Injuries C. Cycling Injuries [Internet]. Sportsinjuryclinic.net. 2017 [cited 31 March 2017]. Available from: http://www.sportsinjuryclinic.net/sports-specific/cycling-injuries

WhatsApp Asisten Maya saja