Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Panduan Menyiapkan Makanan Bayi 6 Bulan

Bayi Moms sudah berumur 6 bulan? Wah, waktunya ia untuk memulai makanan padat pertamanya, nih. Bagi sebagian Moms, hal ini adalah fase menggairahkan dan menyenangkan. Namun, beberapa juga merasa cemas, karena khawatir si kecil tidak bisa menerima makanan lain selain ASI.

Yups, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi usia 6 bulan harus menerima kombinasi ASI dan makanan padat alias MPASI (Makanan Pendamping ASI). Makanan pendamping seperti apakah yang sebaiknya diberikan? Kali ini, kami akan membahas panduan menyiapkan makanan bayi 6 bulan. Cari tahu, yuk, Moms!

Tetap Berikan ASI

Perlu diingat, ASI atau susu formula masih menjadi sumber utama nutrisi untuk bayi Moms. Makanan padat hanya merupakan pendamping, dan Moms harus tetap menyusui bayi setiap dua hingga tiga jam atau sesuai permintaan. Atau, berikan sekitar 700 – 1000 ml susu formula setiap hari.

Berikan Makanan Pokok yang Dilumatkan

Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang pertama kali diberikan adalah makanan pokok yang dilumatkan (Jagung, beras,kentang, ubi). Moms bisa memberikan bubur beras terlebih dulu. Moms juga harus cermat dalam memilih sereal bayi yang telah ditambahkan kandungan vitamin dan mineralnya. Pada umumnya bubur sereal mudah dicerna, tidak memicu alergi dan biasanya diterima dengan baik oleh tubuh. Sehingga menjadi peralihan yang tepat bagi bayi dari mengasup makanan yang murni cair (ASI) hingga makanan semi padat.

Moms bisa memberikan sereal berbutir seperti beras, campurkan dengan air atau susu formula.

Bila Moms menyusui, jangan campurkan ASI dengan sereal untuk tahap-tahap awal. Tunggu sampai bayi Moms benar-benar mau memakan atau menerima sereal sebagai makanan pertamanya. Biasanya, sih, percobaan ke-1, 2 atau 3, bubur sereal akan berakhir di baki, atau lantai.

ASI Moms terlalu berharga untuk dibuang. Jadi, campurkan sereal dengan sedikit air pada awalnya. Ketika bayi Anda akhirnya bisa memakan sereal dengan baik, Moms bisa mencampurnya dengan ASI.

Buatlah sereal sedikit encer pada awalnya dan berikan ia beberapa sendok. Setelah bayi Moms cukup piawai dan mau menerima sereal dengan baik, cobalah menyusui dua kali sehari. Setelah ia makan sereal selama 1-2 minggu, Moms bisa mencoba menu makanan lain yang dihaluskan (pure).

Pure Sayur dan Buah

Moms bisa membuat pure buah atau pure sayur. Buah-buahan seperti pisang, alpukat, apel, labu, mangga, cocok diberikan untuk makanan pertama bayi. Bayi juga dapat mencerna sayuran rebus yang dihaluskan seperti kacang hijau, wortel, ubi jalar, atau kentang.

Namun, saat memberikan satu jenis makanan yang belum pernah dicoba bayi, berikan setidaknya 3 hari berturut-turut sebelum bayi mencoba makanan baru lainnya. Hal ini dilakukan untuk membantu mengidentifikasi makanan yang mungkin alergi atau tidak toleran pada bayi Anda.

Daging

Daging adalah sumber protein yang baik. Kebanyakan bayi mendapatkan protein dari ASI atau susu formula. Namun, simpanan zat besi dalam tubuh bayi mulai berkurang antara usia 6 – 9 bulan. Itulah mengapa, memasukkan daging ke dalam makanan bayi bermanfaat sebagai tambahan zat besi untuk tubuhnya.

Moms bisa memberikan bubur dengan campuran daging ayam, atau unggas, maupun ikan (rendah merkuri) yang direbus dan sudah dihaluskan. Pastikan Moms sudah menyingkirkan semua tulang atau duri ikan ketika menyajikan menu bubur daging ini.

Perlu diperhatikan, hindari daging olahan seperti ham atau hot-dog. Daging olahan biasanya asin alias ditambahkan bumbu-bumbu penyedap dan tidak memiliki nilai gizi yang dibutuhkan bayi Moms.

Hindari Memberikan Hal Ini!

Ada beberapa makanan yang tidak boleh diberikan pada tahap ini, antara lain:

1. Madu

Jangan berikan madu pada bayi di bawah usia 12 bulan. Sebab, bakteri Clostridium yang menyebabkan botulisme pada bayi biasanya tumbuh subur di tanah dan debu, dan dapat mencemari makanan tertentu, khususnya madu.
Botulisme pada bayi dapat menyebabkan kelemahan otot, yang ditandai dengan kemampuan mengisap bayi yang lemah, tangisan yang lemah, konstipasi, dan penurunan tonus otot (floppiness).

Cegah botulisme pada bayi dengan tidak memberikan madu atau makanan olahan yang mengandung madu. Jika ingin memberikan madu, tunggulah setidaknya hingga si kecil berusia 1 atau 2 tahun.

2. Susu sapi

Produk susu sapi seperti keju atau yoghurt, boleh diberikan kepada bayi Moms. Namun khusus untuk susu sapi, tunda dulu pemberiannya hingga bayi berusia satu tahun ke atas.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), susu sapi tidak menyediakan cukup vitamin E, zat besi dan asam lemak esensial yang dibutuhkan bayi usia 6 bulan. Selain itu, bayi juga belum mampu mencerna dengan baik kandungan protein dan lemak dalam susu sapi. Sehingga jika dipaksakan untuk minum, bisa menimbulkan perdarahan mikroskopis pada feses bayi.

Susu sapi, juga termasuk ke dalam kelompok makanan/minuman yang bisa memicu alergi.

3. Makanan yang Berisiko Tersedak

Pada usia 6 bulan, jangan dulu berikan makanan yang keras, berpotongan besar dan bisa menimbulkan risiko tersedak pada bayi. Moms boleh memberikan wortel lunak/dihaluskan yang dicampurkan dalam bubur, misalnya, namun bukan wortel dengan potongan besar, atau bulat, yang bisa membuat bayi tersedak.

4. Makanan Pemicu Alergi

Tunda pemberian makanan yang bisa memicu alergi pada bayi, seperti telur, susu sapi, kacang (kacang tanah, kacang mede), ikan tertentu (tuna, cod, salmon), kerang-kerangan (termasuk lobster, udang, kepiting).
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengenalan awal makanan ini sebenarnya dapat membantu mencegah alergi. Namun, untuk lebih aman, tunggulah setidaknya hingga bayi berusia setahun.

Jika Moms khawatir dengan potensi alergi pada bayi karena riwayat keluarga, atau bayi mungkin mengalami reaksi alergi, bicarakan pada dokter anak Anda mengenai rekomendasi makanan yang boleh atau tidak boleh diberikan kepada bayi Anda.

Demikianlah panduan menyiapkan makanan bayi 6 bulan yang bisa Moms coba. Untuk informasi atau panduan mengenai makanan sehat untuk bayi, kini tak perlu repot. Anda bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga! Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

instal aplikasi prosehat

Referensi:

1. Can I Feed My Baby Honey? [Internet]. Kidshealth.org. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: kidshealth.org/en/parents/honey-botulism.html
2. infants C. Cow’s milk – infants: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. Medlineplus.gov. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: medlineplus.gov/ency/article/002448.htm
3. 6-Month-Old Feeding Schedule: A Doctor-Recommended Plan [Internet]. Healthline. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: healthline.com/health/parenting/6-month-old-feeding-schedule#1
4. [Internet]. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: quora.com/What-solid-food-can-we-give-to-6-month-old-baby
5. Maheswari S. 6 Months Baby Food Chart And Recipes [Internet]. MomJunction. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: momjunction.com/articles/top-10-food-ideas-6-months-baby_006689/

WhatsApp Asisten Maya saja