Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Minuman Soda Nol Kalori, Tetap Bikin Gemuk Loh!

Apakah Sobat pernah mengonsumsi minuman soda nol kalori? Jika belum, mungkin Sobat sering melihatnya di deretan kulkas atau etalase minuman yang dijajakan di supermarket. Yup, embel-embel “nol kalori” tampaknya mendukung program diet. Namun, benarkah “zero calori” ini aman dikonsumsi?

Baca  Juga: 10 Daftar Makanan Rendah Kalori yang Turunkan BB

Sebanyak 1 dari 5 orang di Amerika memiliki kebiasaan mengonsumsi soda setiap hari, tapi dalam beberapa tahun terakhir banyak penelitian yang menyatakan bahwa mengonsumsi soda terlalu berisiko bagi kesehatan, karena soda mengandung banyak kandungan gula yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi tubuh seperti  peningkatan berat badan sampai obesitas, diabetes, gangguan jantung, serta masalah kesehatan lainnya. Soda juga bisa menyebabkan gangguan pada saraf seperti demensia dan stroke pada seseorang yang sering mengonsumsi soda. Oleh karena itu, diciptakanlah soda dengan nol kalori, tapi apakah memang benar soda nol kalori memang lebih baik dan tidak berdampak bagi kesehatan?

Walaupun tidak mengandung kalori, tapi diet soda tetap manis karena mengandung pemanis buatan seperti aspartam, xilitol, poliol, manitol, sorbitol dan laktitol. Apabila dikonsumsi dalam jumlah tepat, dan tidak berlebih, diet soda terbukti dapat membantu mengurangi asupan kalori yang masuk, tapi apabila dikonsumsi hampir setiap hari tentunya tidak baik bagi kesehatan.

Seorang peneliti bernama Matthew Pase, PhD dan rekan-rekannya dari Universitas di Boston mengumpulkan data kesehatan selama 10 tahun, informasi dari 3000 orang dewasa di Amerika, hampir 45 yang mengalami stroke, dan dari 1500 orang dewasa di Amerika, sekitar 60 orang terkena demensia. Para peneliti mulai mengumpulkan data, aktivitas fisik, usia dan menghubungkannya dengan kebiasaan minum soda diet dan soda yang mengandung gula. Diperoleh kesimpulan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi soda nol kalori cenderung mengonsumsi kalori lebih banyak dari makanan lainnya. Hal ini disebabkan pemanis buatan yang terkandung dalam soda nol kalori dapat mengubah bakteri normal di usus, yang dapat menstimulasi rasa lapar sehingga mendorong seseorang untuk mengonsumsi makanan lebih banyak (overeating).

Baca Juga: Yuk, Hitung Kalori Makanan Sehat Sahabat dengan Tepat

Pada tahun 2012, Ludwig meneliti 224 pasien kelebihan berat badan, dibagi menjadi dua kelompok. Grup satu mengonsumsi soda yang mengandung gula dan yang lainnya mengonsumsi soda nol kalori. Setelah satu tahun, kelompok yang mengonsumsi soda nol kalori menunjukkan peningkatan berat badan dibandingkan dengan yang mengonsumsi soda yang mengandung gula. Kemudian, penelitian dilanjutkan sampai 2 tahun kemudian, dan hasilnya menunjukkan kesimpulan yang sama.

Berikut ini beberapa penelitian yang menunjukkan efek negatif dari mengonsumsi gula nol kalori:

  • Pada tahun 2014, sebuah studi menunjukkan orang yang obesitas dan mengonsumsi soda nol kalori, makan 90-200 kalori lebih banyak dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi soda dengan kandungan gula biasa.
  • Pada tahun 2014, sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh British Journal of Nutrition, menyatakan bahwa sekelompok orang yang mengonsumsi soda nol kalori berisiko untuk menderita Diabetes tipe II sebanyak 13% lebih banyak dibandingkan dengan kelompok orang yang mengonsumsi soda dengan kandungan gula biasa.
  • Pada tahun 2015, BMJ mempublikasikan bahwa kelompok orang yang mengonsumsi gula nol kalori hampir setiap hari, meningkatkan risiko diabetes sebanyak 8%.
  • Pada tahun 2012, sebuah studi menyatakan bahwa sekelompok orang yang mengonsumsi soda nol kalori pada usia 69 tahun akan mempunyai kemungkinan sebanyak 43% menderita penyakit jantung, stroke atau kelainan pembuluh darah.
  • Peneliti dari Israel meneliti dari 381 orang dewasa tanpa adanya riwayat diabetes, kemudian mengonsumsi soda nol kalori, akan mempunyai faktor risiko diabetes tipe 2 lebih besar, termasuk peningkatan berat badan, peningkatan lemak perut dan tingginya gula dalam darah

Menurut Christopher Gardner, PhD seorang Direktur Nutrition Studies at the Stanford Prevention Research Center, hubungan antara mengonsumsi soda nol kalori dengan peningkatan berat badan dapat disebabkan karena pemanis buatan yang terkandung dalam soda nol kalori dapat menyebabkan tubuh mengonsumsi kalori lebih banyak dibandingkan biasanya. Salah satu penyebabnya karena faktor psikologis, ketika memilih makanan rendah kalori atau nol kalori, maka otak akan memberikan penghargaan pada diri dan menghadiahkan diri sendiri dengan mengonsumsi minuman atau makanan berkalori lainnya (sehingga mengonsumsi makanan lebih banyak dari yang tidak mengonsumsi makanan rendah kalori atau nol kalori). Oleh karena itu, asupan kalori pada seseorang yang mengonsumsi soda nol kalori akan lebih banyak dibandingkan dengan yang mengonsumsi soda dengan kandungan gula.

Menurut Gardner, soda nol kalori atau makanan dengan kalori rendah, sangat baik bagi kesehatan, dan dapat membantu mengurangi berat badan selama mengonsumsinya dalam jumlah tepat dan tanpa disertai asupan kalori berlebih dari makanan lainnya.

Dibandingkan mengonsumsi minuman bersoda nol kalori, untuk membantu mengurangi berat badan, sebaiknya Sobat mengonsumsi minuman atau makanan yang lebih sehat seperti:

  1. Air Putih

Mengonsumsi air putih minimal 8 gelas per hari sangat baik bagi kesehatan, selain karena nol kalori, membiasakan minum air putih dengan cukup membantu dalam mengalihkan rasa lapar, sehingga menghindari kita makan di luar jadwal makan utama.

Menurut penelitian, meminum air putih dapat memberikan efek rasa kenyang, kebanyakan dari kita merasa bingung apakah yang kita rasakan haus ataukah lapar. Dengan mengonsumsi air putih secara cukup, meminimalkan kita untuk mengonsumsi makanan ringan.

  1. Jus buah-buahan

Dibandingkan mengonsumsi soda, lebih baik mengonsumsi jus buah buahan, selain buah mengandung vitamin, antioksidan, air dan serat yang baik bagi tubuh. Serat yang terkandung dalam buah-buahan akan memberikan efek kenyang yang lebih lama.

Produk Terkait: Vegefrut Kapsul Ekstrak Buah dan Sayur

  1. Teh hijau

Teh hijau (green tea) dapat membantu mengurangi berat badan karena teh hijau membantu pembakaran kalori lebih cepat.

Baca Juga: Minuman Selain Kopi yang Membantu Meningkatkan Konsentrasi

Kini, Sobat tentunya sudah lebih paham mengenai minuman soda nol kalori dan dampaknya bagi kesehatan tubuh. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan rendah kalori dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Daftar Pustaka

  1. Gallagher J. Are diet drinks a no-go? [Internet]. BBC News. 2018 [cited 2 October 2018]. Available from: bbc.com/news/health-34924036
  2. MacMillen M. Is Drinking Diet Soda a Health Risk? [Internet]. WebMD. 2018 [cited 2 October 2018]. Available from: webmd.com/diet/news/20170505/diet-soda-health-risks
  3. Low-Calorie Sweeteners [Internet]. The Nutrition Source. 2018 [cited 2 October 2018]. Available from: hsph.harvard.edu/nutritionsource/healthy-drinks/artificial-sweeteners/
  4. Miller P, Perez V. Low-calorie sweeteners and body weight and composition: a meta-analysis of randomized controlled trials and prospective cohort studies. The American Journal of Clinical Nutrition [Internet]. 2014 [cited 2 October 2018];100(3):765-777. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4135487/
  5. Do diet drinks really make you fatter? [Internet]. nhs.uk. 2018 [cited 2 October 2018]. Available from: nhs.uk/news/food-and-diet/do-diet-drinks-really-make-you-fatter/

Chat Asisten ProSehat aja