Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Bagaimana Cara Merawat dan Menyimpan Sikat Gigi yang Benar?

Selain membersihkan gigi untuk menjaga kebersihan mulut, mulut selalu segar, dan tidak bau, hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara merawat dan menyimpan sikat gigi sehabis pemakaian. Sikat gigi adalah alat yang tidak akan terpisahkan dari membersihkan gigi.1 Dengan alat inilah, membersihkan gigi menjadi lebih mudah, terutama untuk menghilangkan plak dan sisa makanan yang menumpuk di gigi dan gusi.

merawat dan menyimpan sikat gigi

Baca Juga: Apa Itu Impacted Wisdom Teeth? Berikut Penjelasannya

Akan tetapi, hingga hari ini rupanya masih banyak yang belum bisa merawat dan menyimpan sikat gigi dengan benar. Padahal, jika tidak dirawat dan disimpan dengan benar, sikat gigi dapat menjadi sarang kuman hingga menyebabkan penyakit. Tentu saja, hal ini akan berpengaruh pada kesehatan gigi dan mulut Sobat.2

Nah, apakah Sobat Sehat selama ini sudah menyimpan dan merawat sikat gigi dengan benar? Bila belum, simaklah cara merawat dan menyimpan sikat gigi supaya tetap steril di bawah ini.

Cara Merawat dan Menyimpan Sikat Gigi

Bersihkan Sikatnya

Cara pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan sikat pada sikat gigi yang Sobat miliki. Hal ini merupakan salah satu poin paling penting. Sikat harus dibersihkan setelah dipakai supaya sisa kotoran yang menempel di gigi tidak pindah ke sikat gigi. Apabila ada kotoran yang menempel, hal tersebut malah akan membuat Sobat jijik untuk memakai kembali sikat gigi yang dimiliki.3

Keringkan Setelah Dipakai

Setelah dibersikan, sikat gigi sebaiknya juga dikeringkan setelah dipakai. Hal ini supaya bakteri dalam sikat gigi bisa mati terkena udara, sehingga sikat gigi tidak menjadi sarang bakteri. Oleh karena itu, sikat jangan tutup sikat gigi dalam keadaan basah. Selain bisa menjadi sarang bakteri, sikat gigi yang disimpan dalam keadaan basah, lembap, dan di tempat tertutup dapat menyebabkan masalah kesehatan mulut, misalnya sariawan.3

Menyemprot Disinfektan pada Sikat Gigi

Penyemprotan disinfektan pada sikat gigi juga diperlukan sebagai salah satu cara merawat dan menyimpan gigi. Penyemprotan ini merupakan upaya yang paling efektif untuk menjaga sikat gigi tetap bersih. Salah satu disinfektan yang efektif dalam menghancurkan komponen sel bakteri dan membunuh berbagai jenis mikroorganisme adalah hidrogen peroksida.4 Selain disinfektan, bahan lain yang dilaporkan efektif adalah antiseptic mouthwash karena mengandung berbagai bahan, seperti alkohol, mentol, dan eucalyptol yang dapat membunuh bakteri pada sikat gigi.3

Produk Terkait: Antiseptik Pencuci Mulut

Jangan Simpan di Dekat Toilet

Satu hal yang tidak pernah disadari semua orang, mungkin juga termasuk Sobat Sehat, adalah jangan menyimpan sikat gigi di dekat toilet. Dengan menyimpan sikat gigi di dekat tempat membuang hajat tersebut, sikat gigi berpotensi terkena sisa kotoran, air sabun, dan air kotor yang mengandung banyak kuman penyakit. Ketika membilas toilet dengan air, air toilet dapat terciprat hingga sejauh dua meter ke segala arah atau menempel di seluruh permukaan kamar mandi, termasuk di sela-sela bulu sikat gigi dan mengendap dalam beberapa waktu.1 Selain jangan disimpan di dekat toilet, juga jangan simpan sikat gigi di dekat wastafel karena berpotensi menyebabkan hal yang sama.2

Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB

Jangan Campurkan Sikat Gigi

Biasanya sikat gigi disimpan dalam keadaan dicampur satu sama lain. Padahal, hal tersebut dapat menyebabkan bersarangnya banyak bakteri dari mulut yang tentu bisa membahayakan kesehatan tubuh. Supaya tidak terkena dan tertular penyakit, hendaknya sikat gigi pribadi jangan dicampur dan ditempatkan terpisah dari sikat gigi milik anggota keluarga lainnya.1 Bila Sobat mencampurkan beberapa sikat gigi dalam satu tempat, permukaan bulu antar sikat gigi bisa saling menempel dan menyebabkan kontaminasi silang. Bahaya yang ditimbulkan bisa sama halnya dengan apabila Sobat berbagi sikat gigi.2

Posisikan Sikat Gigi Tegak ke Atas

Supaya terbebas dari bakteri, sebaiknya selalu posisikan sikat gigi menghadap ke atas atau dalam posisi tegak, yaitu bulu sikat gigi di atas dan gagang sikat gigi di bawah. Dengan cara ini, bulu sikat terpapar sirkulasi udara yang baik, sampai ke sela-selanya. Selain itu, hal ini bermanfaat untuk mengalirkan sisa-sisa air di sela bulu sikat gigi, sehingga kelembapan pada bulu sikat gigi terjaga.2

Produk Terkait: Sikat Gigi Formula

Rutin Mengganti Sikat

Sikat gigi juga harus rutin diganti setiap 3-4 bulan sekali. Namun, Sobat bisa segera menggantinya lebih dini apabila Sobat menemukan bulu sikat gigi sudah melebar. Sikat gigi yang bulu-bulunya sudah melebar tidak akan lagi efektif membersikah rongga mulut. Selain itu, gantilah sikat gigi ketika Sobat sehabis sembuh dari berbagai macam penyakit seperti flu, sariawan, dan sakit tenggorokan karena virus penyebab penyakit tersebut berpotensi menempel di bulu sikat gigi.4

Cuci Tangan

Ini hal yang sering dilupakan, yaitu mencuci tangan setelah menyikat gigi. Padahal, seperti Sobat ketahui, tangan merupakan kendaraan utama dari penularan bakteri dan virus. Oleh karena itu, usahakan selalu mencuci tangan dengan sabuh dan air selama 20 detik setelah menyikat gigi untuk mencegah penyebaran kuman dari bulu sikat gigi.3

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat dan menyimpan sikat gigi agar tetap steril setelah pemakaian beberapa kali. Selain itu, di bawah ini ada beberapa tips memilih sikat gigi berdasarkan jenisnya.

Tips Memilih Sikat Gigi

Perhatikan Jenis Bulunya

Saat ini bulu sikat gigi terbagi menjadi tiga, yaitu soft (halus), medium (sedang), dan hard (keras). Para ahli kesehatan gigi menyarankan menyikat gigi dengan sikat gigi berbulu halus atau soft bristles brush yang mampu menyingkirkan plak tanpa merusak lapisan luar atau enamel gigi. Enamel gigi sendiri sangat rentan terkikis dan dapat mempengaruhi keadaan gigi sensitif. Apabila Sobat menyikat dengan bulu sikat yang keras, hal tersebut berisiko melukai gusi.5

Baca Juga: Mengenal Anestesi dan Jenis-jenisnya

Perhatikan Ukuran Kepalanya

Untuk ukuran kepala sikat, sebaiknya pilihlah kepala sikat yang tidak terlalu besar. Sebab, jika besar akan sulit untuk menjangkau bagian terdalam mulut. Perlu diketahui gigi bagian belakang, seperti gigi geraham adalah bagian yang penuh dengan sisa makanan. Oleh karena itu, supaya lebih mudah menjangkau sela-sela gigi, gunakanlah sikat berkepala kecil.5

Perhatikan Pegangannya

Pegangan sikat gigi atau handle grip yang nyaman akan membuat aktivitas menyikat gigi menjadi menyenangkan. Pilihlah pegangan yang agak panjang supaya nyaman digenggam. Usahakan cari non-slip handle grip agar sikat tidak mudah lepas dari genggaman karena licin, dan setidaknya handle grip harus nyaman dipegang selama 3 menit, sebagai waktu yang ideal untuk menyikat gigi.5

Perhatikan Cara Mengoperasikannya

Untuk pengoperasian, saat ini ada dua jenis sikat gigi yang digunakan, yaitu manual yang biasa Sobat gunakan dan elektrik. Keduanya tentu mempunyai banyak perbedaan. Apabila Sobat ingin yang efektif, dapat mengurangi plak pada gusi, dan mudah digunakan, Sobat bisa memilih sikat gigi elektrik, sedangkan jika ingin efektif dengan menggunakan teknik sikat gigi yang benar, sikat gigi manual bisa jadi pilihan di samping harganya yang murah. Terlepas dari itu, keduanya sama saja asal digunakan dengan benar.6

Baca Juga: 8 Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Setelah Sobat mengetahui cara merawat dan menyimpan sikat gigi dengan benar, serta cara memilih sikat gigi berdasarkan ukuran, bulu, dan pengoperasian, Sobat jangan lupa untuk rutin memeriksa gigi setiap 6 bulan sekali untuk menjaga gigi tetap sehat. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan gigi dan produk-produk kesehatannya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi

  1. 5 Tips Menyimpan Sikat Gigi agar Tak Jadi Sarang Kuman [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 9 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/04/23/101000320/5-tips-menyimpan-sikat-gigi-agar-tak-jadi-sarang-kuman?pag
  2. Rompies J. 5 Cara Menyimpan Sikat Gigi agar Tak Menjadi Sarang Bakteri [Internet]. POPMAMA.com. 2020 [cited 9 September 2020]. Available from: https://www.popmama.com/life/home-and-living/jemima/cara-tepat-menyimpan-sikat-gigi-agar-tak-menjadi-sarang-bakteri/2
  3. Tips Membersihkan Sikat Gigi agar Terbebas dari Kuman [Internet]. medcom.id. 2020 [cited 9 September 2020]. Available from: https://www.medcom.id/rona/kesehatan/9K50ej3k-tips-membersihkan-sikat-gigi-agar-terbebas-dari-kuman
  4. Lima Tips Membersihkan Sikat Gigi Agar Bebas Kuman [Internet]. Jernih.co. 2020 [cited 9 September 2020]. Available from: https://jernih.co/oikos/lima-tips-membersihkan-sikat-gigi-agar-bebas-kuman/
  5. Cara Memilih Sikat Gigi Yang Baik [Internet]. Listerin.co.id. 2020 [cited 11 September 2020]. Available from: https://www.listerine.co.id/artikel/jangan-asal-memilih-sikat-gigi
  6. Abdi H. Perbandingan Sikat Gigi Manual dan Elektrik, Mana Efeknya Lebih Bersih [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 11 September 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4094226/perbandingan-sikat-gigi-manual-dan-elektrik-mana-efeknya-lebih-bersih

Chat Asisten ProSehat aja