Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Mengenal Lebih Jauh FAD Diet

Setiap tahun, diet menjadi salah satu topik yang paling dicari dan diminati oleh masyarakat. Bukan hanya itu saja, cara berdiet dari tahun ke tahun mengalami berbagai perubahan, mulai dari yang hanya mengurangi porsi makan sampai membatasi asupan makanan tertentu atau yang disebut FAD Diet. Banyaknya wanita yang mengidam-idamkan bentuk tubuh langsing dan ideal dalam jangka waktu yang relatif singkat dan menjadikan FAD diet ini begitu popular.

FAD diet adalah suatu cara mengurangi porsi makan dengan menghilangkan nutrisi harian tertentu (misalnya menghilangkan karbohidrat atau protein) dalam menu harian. FAD diet dilakukan hanya untuk jangka pendek, apabila dilakukan dalam jangka waktu yang terlampau panjang, tentunya akan membahayakan tubuh. FAD diet begitu popular pada kalangan masyarakat karena diet ini menjanjikan penurunan berat badan yang cepat dalam jangka waktu yang singkat.

diet fad

Asupan makanan harian yang dibutuhkan oleh tubuh umumnya mengandung karbohidrat, protein, lemak serta vitamin dan mineral. Komponen-komponen makanan di atas memiliki fungsi dan perannya sendiri-sendiri dalam tubuh.

Karbohidrat

Karbohidrat merupakan senyawa gula yang diperlukan tubuh sebagai sumber penghasil energi utama tubuh. Sumber makanan yang mengandung karbohidrat dapat diperoleh dari:

  1. Gula atau Glukosa (bila berasal dari buah disebut fruktosa, bila berasal dari susu disebut laktosa, sedangkan bila berasal dari gula pasir disebut sukrosa).
  2. Pati yaitu karbohidrat yang berasal dari tanaman, misalnya gandum dan kacang-kacangan. Bahan olahannya juga dapat disebut sebagai karbohidrat misalnya roti dan pasta.
  3. Serat, sumber serat juga dapat berasal dari tanaman, misalnya sayur-sayuran hijau, buah, nasi dan gandum.

Fungsi karbohidrat yaitu sebagai sumber energi untuk tumbuh kembang, proses berpikir, energi  tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun apabila mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang terlampau banyak dapat menyebabkan berbagai penyakit mulai dari obesitas (berat badan berlebih), diabetes, serta penyakit jantung koroner.

Menurut United States (U.S) Dietary Guideline 2015-2020, karbohidrat yang dibutuhkan tubuh yaitu 45-65% dari sumber kalori harian dan maksimal 10% kalori berasal dari karbohidrat simpleks seperti gula, sirup, dan kue. Bagi mereka yang sedang melakukan diet dianjurkan mengonsumsi karbohidrat 50-150 gram per harinya.

Protein

Protein merupakan salah satu asupan gizi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan terutama anak, remaja dan masa kehamilan. Protein berfungsi untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan sebagai senyawa dalam memperbaiki sel tubuh yang rusak, penghasil asam amino yang dibutuhkan tubuh (enzim, hormon, neurotransmitter atau senyawa kimia di otak), cara berpikir, menjaga kesehatan rambut dan kuku serta pembentuk massa otot. Protein ini sangat  penting bagi tubuh, sehingga setiap orang memerlukannya dalam asupan makanan harian. Sumber protein didapat dari sumber nabati maupun hewani.

Sumber protein nabati dapat berasal dari biji-bijian, kacang-kacangan (seperti kedelai, kacang hijau, almond) dan sayuran hijau. Sedangkan sumber protein hewani berasal dari daging ayam tanpa kulit, daging sapi tanpa lemak, makanan laut, ikan, telur dan produk yang berasal dari susu (susu, keju, mayones). Pada umumnya, orang dewasa memerlukan protein sebanyak 10-35% dari total kalori yang dibutuhkan per harinya.

Lemak

Ketika mendengar kata lemak, mungkin sebagian orang merasa bahwa lemak adalah sumber penyakit bagi tubuh. Tetapi, nyatanya lemak memiliki peran bagi tubuh sama pentingnya sebagaimana fungsi protein dan karbohidrat.

Fungsi lemak dalam tubuh yaitu merupakan sumber energi dan sumber cadangan energi tubuh, membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E dan vitamin K, lemak menjaga kesehatan kulit dan rambut, fungsi menghangatkan tubuh dalam kondisi suhu dingin, melindungi organ tubuh, membantu pembentukan hormon, lemak omega 3 dapat berfungsi memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah serta mencegah terjadinya demensia.

Bagi seseorang yang sedang diet, dianjurkan untuk makan makanan yang mengandung lemak tak jenuh seperti alpukat, hazelnut, kacang-kacangan, almond, salmon, dan tuna serta menghindari lemak jenuh seperti mentega, susu, keju, kulit ayam serta menghindari lemak trans (makanan yang digoreng, makanan yang mengandung gula simpleks seperti donat, biskuit, kue dan pizza). Pada umumnya, dewasa memerlukan lemak sebanyak 25-35% dari total kalori yang dibutuhkan per harinya.

Nah, Sobat, sudah mengerti bukan fungsi komponen karbohidrat, protein, dan lemak untuk badan?Bila ingin menurunkan berat badan, sebaiknya  tetap mempertahankan komposisi diatas. Lalu, bagaimana dengan diet FAD, ya?

Baca Juga: 7 Olahraga Membakar Kalori Setelah Makan Siang

Cara kerja diet FAD adalah dengan menghilangkan salah satu dari komponen di atas (karbohidrat, protein atau lemak). Banyak ahli berpendapat bahwa diet seperti ini tidaklah baik bagi kesehatan apalagi bila dilakukan dalam jangka waktu yang lama, hal ini disebabkan komponen-komponen di atas memiliki fungsi dan peran masing-masing yang sangat penting bagi tubuh.

Berikut adalah contoh dari diet FAD yang perlu kamu ketahui

Diet tinggi karbohidrat dan protein

Diet tinggi karbohidrat dan protein contohnya adalah diet Atkins, Dukan, South beach dan zone diet. Seseorang yang melakukan diet ini menghilangkan asupan lemak dalam makanan hariannya. Diet ini tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, mengingat fungsi lemak adalah sebagai bahan pembentukan hormon, serta membatu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E dan K). Tingkat keberhasilan diet ini sangat rendah apabila tidak diimbangi dengan olahraga. Efek samping yang mungkin timbul akibat diet ini, antara lain  kekurangan vitamin D, menstruasi yang tidak stabil (akibat gangguan pembentukan hormon), kulit dan rambut kering, mudah terserang penyakit jantung akibat kekurangan lemak tak jenuh (asam omega 3), dengan mengonsumsi karbohidrat yang berlebihan dalam diet ini berpotensi menyebabkan gangguan gula darah (diabetes).

Diet rendah karbohidrat dan tinggi protein

Diet ini dilakukan dengan cara mengurangi jumlah asupan karbohidrat menjadi hanya 20-30 gram per harinya atau setara dengan 1 lembar roti tawar. Dampak dari diet rendah karbohidrat adalah kekurangan energi tubuh yang berasal dari sumber gula, sehingga menurunkan konsentrasi saat berpikir, tubuh menjadi lemas, bau mulut, lebih mudah mengantuk. Hati-hatilah bila menjalani diet rendah karbohidrat karena otak salah satu organ yang bekerja dengan sumber gula yang berasal dari pembakaran karbohidrat.

Diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak

Diet ini sering dikenal dengan keto diet. Diet ini menghilangkan karbohidrat sama sekali dalam asupan makanan. Pada diet ini, efek lemas karena pengurangan karbohidrat akan diganti dengan asupan lemak. Walau bagaimanapun, karbohidrat mempunyai peran tersendiri karena perannya sebagai sumber energi utama yang diperlukan oleh otak. Mengganti karbohidrat dengan makanan tinggi lemak, tentunya dapat berisiko meningkatkan penumpukan lemak pada pembuluh darah sehingga meningkatkan angka kejadian stroke dan penyakit jantung koroner akibat sumbatan lemak di pembuluh darah.

Diet sangat rendah kalori

Diet rendah kalori adalah diet yang sangat ekstrim dan dianjurkan di bawah pengawasan para ahli, baik dokter ahli gizi maupun nutrisionist. Hal ini disebabkan pemangkasan asupan kalori tubuh menjadi 800 kkal saja dalam sehari. Diet jenis ini yang pernah popular adalah Cambridge Diet (diet hanya dengan kalori cair sebanyak 400 kkal/ hari), Cabbage Soup diet (hanya makan sup kubis atau kol dengan tujuan mengurangi asupan dari lemak hewani).

Baca Juga: 10 Buah yang Membantu Proses Diet

Sampai saat ini masih terjadi kontroversi para ahli gizi dalam melakukan diet FAD, karena diet ini dianggap terlalu ekstrim dengan penurunan berat badan yang terlalu cepat dan drastis tapi tidak dapat bertahan lama serta banyak efek samping fatal yang mungkin muncul seperti kekurangan gizi dan nutrisi apabila dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Nah, Sobat, sudah mengerti bukan kenapa diet untuk program penurunan berat badan harus tetap melibatkan komponen makanan diatas?Bila kita menghilangkan satu saja komponen makanan harian, maka efeknya terjadi ketidakseimbangan dalam tubuh yang menyebabkan badan jadi lemas, sulit konsentrasi, bahkan dapat menyebabkan penyakit. Pilih diet yang sehat, ya Sobat.

Jika Anda membutuhkan informasi seputar diet lainnya atau produk makanan sehat, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

DAFTAR PUSTAKA

  1. Daniel Bubnis, N. (2018). Carbohydrates: Uses, health benefits, and risks. [online] Medical News Today. Available at: medicalnewstoday.com/articles/161547.php [Accessed 8 Nov. 2018].
  2. depkes.go.id. (2018). Angka Kecukupan Gizi. [online] Available at:  gizi.depkes.go.id/download/kebijakan%20gizi/Tabel%20akg.pdf [Accessed 8 Nov. 2018].
  3. Khawandanah, J. and Tewfik, I. (2016). Fad Diets: Lifestyle Promises and Health Challenges. Journal of Food Research, [online] 5(6), p.80. Available at: researchgate.net/publication/310474556_Fad_Diets_Lifestyle_Promises_and_Health_Challenges [Accessed 8 Nov. 2018].
  4. Sacks, F., Bray, G., Carey, V., Smith, S., Ryan, D., Anton, S., McManus, K., Champagne, C., Bishop, L., Laranjo, N., Leboff, M., Rood, J., de Jonge, L., Greenway, F., Loria, C., Obarzanek, E. and Williamson, D. (2009). Comparison of Weight-Loss Diets With Different Compositions of Fat, Protein, and Carbohydrates. Obstetrical & Gynecological Survey, [online] 64(7), pp.460-462. Available at: nejm.org/doi/full/10.1056/nejmoa0804748 [Accessed 8 Nov. 2018].
  5. (2018). Lose Weight Without Fad Diets. [online] Available at: webmd.com/diet/guide/the-truth-about-fad-diets#1 [Accessed 8 Nov. 2018].

 

WhatsApp Asisten Maya saja