Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Cara Mencegah Kecanduan Game Online di Tengah Masa Pandemi

Pandemi Covid 19 secara drastis mengubah kehidupan banyak orang, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga aturan sekolah dan bekerja dari rumah. Tidak jarang hal ini menyebabkan munculnya rasa bosan, banyak anak dan remaja akhirnya bermain game online sebagai cara untuk mengusir rasa bosan.

Baca Juga: Belajar Bahasa Asing Saat WFH, Inilah Dampaknya bagi Kesehatan

Bermain game melalui gadget di masa pandemi, memang cukup membantu mengisi waktu luang selama beraktivitas dari rumah. Namun tanpa disadari, banyak orang bermain game tanpa mengenal waktu hingga melupakan keadaan di sekitarnya.

Hal ini tentu saja tidak baik bagi kesehatan fisik dan mental. Secara fisik, tubuh dapat mengalami kelelahan, mata kering dan terasa lelah, ambeien, hingga dapat mengalami sindrom terowongan karpal. Secara mental, dampak yang dapat ditimbulkan yaitu mengalami gaming disorder atau perilaku bermain game yang tidak terkendali dan mengganggu aktivitas.

Mengapa Banyak Anak dan Remaja yang Kecanduan?

Kecanduan game online biasanya dialami anak dan remaja. Ada beberapa faktor penyebab mengapa anak dan remaja bisa kecanduan game online, terutama di masa pandemi Covid-19 yaitu :

Jenis Game yang Selalu Berkembang

Jenis dan tema game dari waktu ke waktu selalu berkembang. Para pengembang game selalu membuat dan memperbanyak fitur dalam game seperti karakter, senjata, dan yang lainnya. Hal ini tentu tidak akan membuat para gamer bosan dan selalu penasaran untuk bermain tanpa henti.

Game Lebih Bersifat Interaktif

Kebanyakan game yang dimainkan sekarang bersifat lebih interaktif, seperti halnya media sosial. Hal ini tentunya menjadi daya tarik terutama bagi gamers dalam komunitas yang sama.

Berbagai Kompetisi dengan Hadiah yang Menjanjikan

Bermain game online pada akhirnya bukan hanya sekedar bermain game seperti yang biasa dilakukan di jaman dulu, karena saat ini banyak komunitas game yang seringkali menggelar acara kompetisi bahkan dalam skala global. Kompetisi yang diselenggarakan menjadi daya tarik bagi para gamers karena banyak hadiah yang ditawarkan.

Tantangan dan Kemampuan yang Selalu Bertambah

Game yang dimainkan juga menuntut para gamers untuk menyelesaikan setiap tantangan yang ada, hal ini tentu menambah rasa penasaran. Setiap tantangan yang diselesaikan akan menambah kemampuan para pemain, dan hal ini dapat memberikan kepuasan tersendiri.

Menimbulkan Emosi yang Beragam

Banyaknya tantangan dalam game dapat menimbulkan berbagai emosi bagi para gamers, misalnya rasa tegang, cemas, marah, atau bahkan bahagia. Hal ini dapat mempengaruhi kehidupan di dunia nyata, emosi menjadi tidak stabil bahkan dapat mengalami cemas dan gelisah jika tidak memainkan game hingga selesai.

Baca Juga: 14 Masalah Kesehatan Mental pada Anak

Menciptakan Dunia Imajinasi

Beberapa permainan dalam game memungkinkan para gamers membangun dunia sesuai imajinasi, seperti membentuk sebuah karakter. Hal tersebut terasa menyenangkan, namun juga dapat menjadi sebuah pelarian dari dunia nyata yang membuat para gamers tenggelam dalam imajinasi yang diciptakan.

Seperti Apa Tanda Kecanduan Game?

Berikut ini adalah beberapa tanda kecanduan bermain game online yang dapat dialami anak dan remaja:

  • Terlalu asyik bermain game
  • Jikadipaksa berhenti bermain, muncul rasa sedih, cemas, hingga marah
  • Bermain game lebih banyak untuk menghabiskan waktu
  • Tidak mampu mengurangi waktu bermain
  • Kehilangan minat pada kegiatan lain
  • Terus bermain meskitahu dapat menimbulkan permasalahan
  • Berbohong, mengenai jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain game
  • Bermain untuk menghilangkan suasana hati yang buruk

Lalu Bagaimana Cara Mencegahnya?

Kecanduan game online di masa pandemi memang merupakan hal yang kurang baik bagi kesehatan sehingga dapat mengkhawatirkan. Namun hal ini dapat dicegah dengan beberapa langkah berikut:

Menata Kembali Aktivitas Harian

Bermain game online dengan durasi yang cukup lama hingga seharian, dapat mengganggu aktivitas lain yang lebih penting hingga terlupakan.

Karena itu, Sahabat bisa mencegahnya dengan menata kembali aktivitas harian, membuat skala prioritas aktivitas, masukkan aktivitas harian yang menyenangkan dan bermanfaat, dan kurangi waktu bermain game.

Lakukan Kegiatan Lain yang Bermanfaat

Untuk mengatasi rasa bosan, dapat dialihkan dengan melakukan kegiatan lain yang jauh lebih bermanfaat misalnya melakukan olahraga ringan dan membaca buku serta menonton kanal-kanal yang memberikan informasi bermanfaat.

Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

Bagi Sahabat yang sudah menjadi orang tua, bisa memberikan contoh yang baik pada anak dan remaja untuk melakukan aktivitas bermanfaat seperti membersihkan rumah bersama sama.

Batasi Penggunaan Gadget dan Kurangi Budget Bermain Game

Kemudahan mengakses game melalui gadget atau smartphone tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk mencegah sekaligus mengobati kecanduan game online. Sahabat bisa meminta anak dan remaja untuk mengurangi penggunaan gadget terutama pada jam istirahat siang dan malam.

Selain itu mulailah untuk mengalokasikan dana yang biasa dipakai anak dan remaja untuk bermain game, untuk hal yang lebih penting dan berguna di masa depan.

Lakukan Secara Bertahap

Ketika Sahabat hendak mencegah dan mengurangi kecanduan game online pada anak dan remaja, tentunya harus dilakukan secara bertahap. Jika dilakukan mendadak, hal tersebut dapat menimbulkan pemberontakan yang luar biasa dari anak dan remaja.

Perubahan bisa dimulai dengan mengurangi waktu bermain game dalam sehari. Jika biasanya bermain selama 1 jam, lalu kurangi menjadi 30 menit dan seterusnya. Hal ini tentu demi kebaikan anak.

Hubungi Tenaga Profesional

Apabila semua cara diatas tidak berhasil dilakukan, Sahabat bisa menghubungi tenaga profesional psikolog maupun dokter psikiater untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Baca Juga: Dampak Buruk Bullying pada Kesehatan Mental Remaja

Seperti itulah cara mencegah kecanduan game online di tengah pandemi supaya tidak berdampak pada kesehatan fisik maupun mental. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan kecanduan game online dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

 

  1. Wuragil Z. Kecanduan Game Online di Masa Pandemi, Waspada Gaming Disorder [Internet]. Tempo. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://tekno.tempo.co/read/1395728/kecanduan-game-online-di-masa-pandemi-waspada-gaming-disorder
  2. Alasan Kecanduan Main Game dan Cara Berhenti dari kecanduan – Cermati.com [Internet]. Cermati.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.cermati.com/artikel/alasan-kecanduan-main-game-dan-cara-berhenti-dari-kecanduan
  3. Anak Kecanduan Game, Bagaimana Mengatasinya? – Yayasan Pulih [Internet]. Yayasanpulih.org. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: http://yayasanpulih.org/2020/07/anak-kecanduan-game-bagaimana-mengatasinya/
  4. Tanhati S. Tanda-tanda Anak Kecanduan Game [Internet]. POPMAMA.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.popmama.com/big-kid/10-12-years-old/sysilia-tanhati/bahaya-kecanduan-game-pada-anak
  5. Dampak Buruk Main Game Bagi Kesehatan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/tekno/read/453922/dampak-buruk-main-game-bagi-kesehatan

 

Chat Asisten ProSehat aja