Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Madu vs. Gula Pasir: Mana yang Baik Untuk Diabetes?

Madu-Madu Senyumnya Manis Semanis Madu Membuat Hati Selalu Rindu.

Senyum semanis madu tidak bikin gemuk dan tidak bikin kadar gula darah melonjak. Lalu, bagaimana dengan madu nektar yang semanis gula pasir? Bagi kita para penyandang diabetes, makanan apapun yang bebas gula dipukul rata menjadi makanan yang dapat dikonsumsi. Mana yang lebih baik bagi Anda yang ingin menjaga berat badan dan para penyandang diabetes?

Sebenarnya indikator makanan sehat adalah yang bergizi seimbang, bukan hanya bebas gula. Kemudian madu hadir seakan menjadi jawaban dari pengganti gula pasir bagi diabetesi. Pertanyaannya adalah, mana yang paling baik bagi diabetesi antara kedua jenis pemanis tersebut? Hasil penelitian dari Waikato University di Hamilton, New Zealand menyatakan ternyata konsumsi madu sama dengan menjalani diet tanpa gula yang bisa dilihat tips dan triknya di sini.

https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-madu/

Jumlah Kalori

Satu sendok makan gula pasir mengandung 46 kalori. Pemanis nektar ini sendiri mengandung 64 kalori. Lebih tinggi memang, tapi karena tingkat kemanisan yang berbeda, penggunaannya harus dimoderasi menjadi lebih sedikit dari gula untuk mencapai rasa manis yang diinginkan. Karena lebih manis dari gula, sebaiknya gunakan 1/3 – 1/2 lebih sedikit dibanding penggunaan gula, yang pada akhirnya akan mengurangi jumlah kalori dan baik bagi penyandang diabetes.

https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-madu/

Kandungan

Madu merupakan zat alami yang dihasilkan dari konsentrat nektar yang berasal dari bunga tanaman. Kandungannya sendiri beragam dan baik bagi tubuh, yaitu  protein, riboflavin (vitamin B2), pantothenic acid (vitamin B5), niacin (vitamin B3), folate (vitamin B9), vitamin B6, vitamin C, calcium, phosphorus, potassium, iron, magnesium, dan zinc. Beberapa jenis antioxidant juga hanya bisa ditemukan dalam madu, yaitu pinobanksin, catalase, chrysin, dan pinocembrin. Sebagai sumber energi yang stabil, madu memasuki saluran darah secara perlahan. Hal ini berbeda dengan gula biasa yang memasuki saluran darah dengan sangat cepat sehingga menyebabkan terjadinya lonjakan level glukosa dalam darah.

25.11.2015_-_Gula_vs_Madu_03

Madu vs. Gula Meja

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu dilihat lebih lanjut Glycemic Index (GI) dari gula meja dan madu. GI sendiri adalah metode untuk mengukur efek makanan kaya karbohidrat pada tingkat gula darah. Semakin rendah level GI dari suatu makanan, semakin sehat bagi tubuh. Gula meja memiliki GI 61, sedangkan madu memiliki GI sebesar 55.

Dapat disimpulkan bahwa madu lebih baik dari gula dan dapat menjadi sumber energi yang lebih baik. Mengapa baik? Karena gula mengandung sukrosa hingga 100%, sedangkan madu hanya 1,5%. Sisa kandungan dari madu yang berupa fruktosa dan glukosa (jenis monosakarida) dapat memasuki aliran darah secara langsung dan tidak perlu diproses menjadi gula sederhana, sehingga baik bagi sumber energi dan asupan nutrisi bagi tubuh.

Jadi Anda sekarang bisa memilih madu di sini sebagai pengganti gula, lengkap dengan kandungan gizi yang baik untuk tubuh

Chat Asisten ProSehat aja