Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Kupas Tuntas Leukemia pada Anak, Seberapa Berbahayakah?

Tahukah Sobat bahwa tiga perempat dari keganasan yang terjadi pada anak adalah leukemia? Tentu leukemia pada anak ini menjadi perhatian, dong bagi kita para orang tua. Begitu mendengar kata “leukemia” pasti langsung teringat dengan kata-kata kanker darah, tidak bisa sembuh, kemoterapi, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan keganasan tersebut. Ingin tahu seputar leukemia?Yuk, mari kita kupas tuntas semuanya.

Leukemia adalah keganasan yang terjadi pada sel darah putih. Kanker ini berkembang di sum-sum tulang belakang anak. Sum-sum tulang belakang merupakan tempat terjadinya pembentukan sel darah, baik sel darah merah, sel darah putih ataupun trombosit. Kanker yang menyerang menyebabkan gangguan pada pembentukan sel darah yang mengakibatkan menurunnya jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Setiap tahun, lebih dari 300.000 anak didiagnosa kanker di dunia dan 80.000 anak meninggal karena kanker. Sedangkan di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 angka kejadian kanker anak usia 0-14 tahun sekitar 16.291 kasus dan terus meningkat setiap tahunnya dengan jenis kanker terbanyak adalah leukemia dan kanker mata (retinoblastoma).

Baca Juga: Cara Cegah Penularan HPV

Leukemia terdiri dari 2 jenis, yaitu leukemia akut dan leukemia kronis. Selain itu, pembagian leukemia dapat berdasarkan jenis sel darah putih yang diserangnya, yaitu leukemia limfoblastik dan leukemia myeloblastik. Leukemia akut dapat dibagi menjadi 3, yaitu Leukemia Limfoblastik Akut (LLA), Leukemia Myelogenous Akut (LMA), dan Leukemia akut campuran. Sedangkan leukemia kronis terbagi menjadi Leukemia Myelogenous kronik (LMK) dan Leukemia Limfositik Kronik (LLK). Pada anak, leukemia yang sering terjadi adalah Leukemia Limfoblastik Akut (LLA). Sekitar 3 dari 4 anak dengan leukemia tergolong jenis leukemia ini.

Apakah semua anak dapat terkena leukemia? Tidak, hanya beberapa anak yang memiliki faktor risiko leukemia yang dapat meningkatkan risikonya terkena keganasan ini. Faktor risiko leukemia antara lain adalah:

1. Genetik

Kelainan genetik baik berupa yang langsung diturunkan oleh orang tua ataupun tidak sering ditemui pada leukemia. Anak yang memiliki saudara kandung terkena leukemia berisiko 2 hingga 4 kali lebih tinggi terkena keganasan ini. Risiko semakin meningkat pada anak kembar. Bila kembarannya terkena leukemia, maka anak lainnya berisiko 1 hingga 5 kali lebih tinggi untuk terkena leukemia. Risiko semakin meningkat bila leukemia terjadi pada usia di bawah 1 tahun.

2. Faktor lingkungan

Paparan radiasi tingkat tinggi pada anak atau ibu hamil pada trimester pertama menjadi risiko anak terkena leukemia. Kemudian, bila anak atau dewasa sedang dalam pengobatan kanker lain menggunakan beberapa obat seperti siklofosfamid, klorambusil, etoposid dan teniposid, maka risiko terkena leukemia di kemudian hari akan lebih tinggi.

Beberapa faktor risiko masih kontroversi dan memerlukan penelitian lebih lanjut, sehubungan dengan keterkaitannya dengan kejadian leukemia pada anak. Faktor tersebut antara lain adalah paparan terhadap gelombang elektormagnetik besar, usia ibu saat melahirkan, riwayat orang tua merokok, infeksi pada saat lahir, janin yang terpapar hormon seperti Dietilstilbetrol (DES) atau pil KB, riwayat ayah terpapar bahan kimia, dan kontaminasi kimia pada sumber air.

Baca Juga: Cara Cegah Penularan Hepatitis B

Lalu, gejala apakah yang dapat terlihat pada anak yang terkena leukemia. Berikut adalah gejalanya:

1. Pucat (anemia)

Pada anak dengan leukemia, terjadi gangguan pembentukan sel darah merah yang menyebabkan produksinya menurun. Akibatnya, anak akan mengalami anemia karena konsentrasi Hb pada darah menurun. Anak yang anemia akan terlihat pucat pada kulitnya dan sering terlihat pada kulit wajah, terutama di bawah kelopak mata. Selain itu, anak dengan anemi akan terlihat lesu dan mudah lelah serta sakit kepala.

2. Mudah terkena infeksi

Akibat terjadinya gangguan pada pembentukan sel darah putih, anak dengan leukemia akan mudah terinfeksi. Hal ini karena menurunnya daya tahan tubuh anak sehingga infeksi yang seharusnya bisa sembuh dalam sekejap, memerlukan waktu yang cukup lama bagi anak dengan leukemia.

Produk Terkait: Produk Mencegah Infeksi

3. Perdarahan

Gampang berdarah merupakan salah satu tanda dari leukemia. Perdarahan terjadi karena terganggunya trombosit yang berperan dalam penggumpalan darah yang jumlahnya semakin menurun (<150.000/µl). Perdarahan sering terjadi pada hidung (mimisan) atau gusi serta lebam-lebam pada kulit.

4. Nyeri tulang atau sendi

Anak dengan leukemia sering mengalami pembengakakan pada daerah sendi. Selain itu, rasa sakit pada tulang dan sendi sering dirasakan karena sel kanker yang mulai menjalar ke organ tulang dan sendi.

Baca Juga: 5 Mitos Nyeri Sendi

Produk Terkait: Borobudur Sendi Cream

5. Demam

Demam yang dirasakan anak dengan leukemia biasanya berbeda dengan biasanya. Demam dapat terjadi hilang timbul dan terasa tidak sembuh-sembuh. Demam yang dirasakan dapat disebabkan karena sel radang yang menyebar dan infeksi karena sistem kekebalan menurun.

6. Bercak kehitaman pada kulit

Anak dengan leukemia sering menunjukkan bercak kehitaman pada kulit yang disebut dengan kloroma. Hal ini dapat terjadi bila sel kanker secara perlahan menyebar dan akhirnya mengenai kulit anak.

Baca Juga:
Bahaya Polio Bagi Anak
Tips Cegah Anak Terinfeksi Difteri

Gejala lain yang dapat terlihat pada anak dengan leukemia antara lain adalah pembesaran perut yang disebabkan karena pembesaran limpa dan hati. Hal ini yang membuat anak menjadi tidak nafsu makan sehingga berat badan mereka menjadi menurun. Selain itu, pembengkakan pada kelenjar getah bening, batuk atau kesulitan bernapas, pembengkakan wajah dan lengan menjadi gejala lain yang dapat menyertai leukemia.

Angka kesembuhan pada anak dengan leukemia tergantung pada berbagai faktor antara lain usia saat didiagnosis kanker, pemeriksaan sel darah putih, jenis kelamin, jenis leukemianya, ras, penyebaran kanker, dan respon terhadap pengobatan. Semakin muda usia terkena leukemia, maka angka kesembuhan semakin tinggi. Anak perempuan memiliki angka kesembuhan tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Anak leukemia yang menunjukkan respon baik terhadap kemoterapi pada 1 hingga 2 minggu memiliki angka kesembuhan lebih tinggi. Tingkat kelangsungan hidup anak dengan leukemia tipe LLA lebih tinggi sekitar 70-80%. Namun, perlu diingat bahwa leukemia ini dapat kambuh kembali.

Baca Juga:
8 Penyakit yang Sering Menyerang Anak
6 Cara Atasi Demam Setelah Imunisasi

Wah, Sobat pasti sudah kenyang, ya, membaca artikel yang mengupas tentang leukemia pada anak. Jadi, bila anak Sobat atau keluarga ada yang menunjukkan tanda-tanda leukemia, langsung konsultasikan lebih lanjut kepada dokter anak Sobat untuk segera mendapatkan penanganan terbaik. Salam sehat!

Referensi:
Santoso BB. Mengenal leukemia pada anak. [Internet]. Retrieved from: idai.or.id
American Cancer Childhood Organization. Global Occurrence of Childhood Cancer.[Internet]. Retrieved from: acco.org
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kendalikan Kanker pada Anak. [Internet]. Retrieved from: depkes.go.id
Chilhood Leukemia [Internet]. American Cancer Society. 2018 [cited 19 July 2018]. Available from: cancer.org

WhatsApp Asisten Maya saja