Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Kisah Para Nakes Menghadapi Covid-19 yang Perlu Sahabat Ketahui

Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19 karena merekalah yang menangani langsung pasien pengidap terus. Akan tetapi semakin bertambahnya jumlah kasus pengidap virus setiap harinya tentu saja membuat mereka sangat kelelahan, dan mengalami sindrom burnout. Sindrom ini secara psikologis sudah berisiko menganggu kualitas hidup dan produktivitas kerja dalam pelayanan kesehatan.

kisah para nakes menghadapi Covid-19

 

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai Sejuta

Tingginya risiko menderita burnout syndrome akibat stres yang luar biasa ini dapat mengakibatkan efek jangka panjang. Salah satunya adalah sistem imun yang menurun sehingga menganggu kualitas pelayanan medis. Magister Kedokteran Kerja FKUI mencatat bahwa ada 83% tenaga kesehatan di Indonesia yang mengalami hal tersebut.

Meski begitu, kenyataannya masih banyak masyarakat yang terlihat abai terhadap kondisi yang dialami para nakes. Mereka menganggap remeh kerja nakes yang sudah luar biasa dalam penanganan sampai harus mengorbankan waktu untuk diri sendiri dan keluarga demi melayani masyarakat. Tidak jarang para nakes juga menjadi korban cemooh masyarakat. Nah, Sahabat Sehat berikut ini kami sajikan beberapa kisah para nakes yang berjuang menangani Covid-19 supaya Sahabat benar-benar tahu seperti apa yang mereka lakukan.

Rela Berkeringat Penuh Karena Memakai APD

Di masa pandemi Covid-19 para nakes diwajibkan memakai APD atau alat perlindungan diri untuk melindungi dari paparan Covid-19 secara langsung. Namun jangan dibayangkan jika memakai APD ini enak. Seperti dilansir dari Detik, seorang perawat di Makassar bernama I mengungkapkan bahwa dirinya merasakan panas yang luar biasa sehingga berkeringat penuh ketika APD dibuka.

Tidak hanya mandi keringat akibat panas luar biasa itu, I mengatakan juga mengalami sejumlah permasalahan pada kulitnya seperti tangan yang memutih dan mengerut. Selain itu, ia mengalami luka di bagian pipi dan hidung setelah memakai APD. Luka itu terbentuk oleh tali di masker . I sendiri mengatakan bahwa ia hanya sanggup memakai APD selama 3 jam. Meski mengalami masalah-masalah di atas, I tetap menunjukkan profesionalitas dan sisi kemanusiaannya sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Rela Berpisah dari Keluarga

Cerita lain dari nakes yang berjuang melawan Covid-19 datang dari Chitra, seorang perawat di salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Jakarta. Sejak virus melanda Indonesia ia mengerahkan kemampuan terbaik, tenaga, dan semangat untuk merawan pasien positif virus. Tentu saja hal ini tidaklah mudah karena banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun, ia sadar dengan apa yang dilakukannya bukanlah sekadar profesi tetapi juga untuk kemanusiaan.

Baca Juga: Mengapa Covid-19 di DKI Jakarta Terus-Menerus Meningkat?

Ia pun rela berpisah dari keluarga karena dirinya dikhawatirkan akan membawa virus, dan karena itu ia ditempatkan di sebuah hotel oleh pihak rumah sakit. Meski begitu, Chitra mengakui juga membutuhkan hiburan karena stres yang cukup parah dari aktivitas tiada henti yang dilakukan untuk menangani pasien Covid-19. Satu-satunya cara untuk menghibur diri adalah melepas kangen dengan keluarga melalui video-call.

Rela Terpapar Virus

Meskipun sudah dilengkapi APD bukan berarti para nakes tidak bisa terkena virus. Kenyataannya, potensi terkena virus cukup besar karena persinggungan langsung dengan para pasien positif Covid-19. Hal ini yang dialami oleh AH, salah seorang perawat di Puskesmas Kalisat, Jember. Ia terkena Covid-19 yang berasal dari pasien puskesmas. Tidak hanya dirinya, tetapi juga keluarganya. Dimulai sang bapak yang diketahui memiliki penyakit komorbid kencing manis lalu merambat pada semua anggota keluarga. Sang Bapak kemudian meninggal dunia. Ia bersama anggota keluarga yang lain kemudian diisolasi di sebuah RSD dr. Soebandi.

Atas kejadian yang menimpanya ia meminta kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada, dan jangan meremehkan Covid-19 karena ia yang patuh saja terkena apalagi yang tidak. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk jujur apabila sakit dengan gejala mengarah ke Covid-19. Sebab, apabila tidak jujur hal itu akan sangat berdampak pada orang lain terutama perawat.

Itulah kisah-kisah para nakes sebagai garda terdepan yang berjuang melawan Covid-19. Mereka merelakan diri bermandi keringat memakai APD, mengalami masalah pada kulit saat memakai APD dan masker, rela berpisah dari keluarga sehingga harus melupakan hal-hal yang menyenangkan dan menghibur, serta rela terpapar virus dalam risiko pekerjaan sebagai nakes. Tentunya hal ini seharusnya menjadi hal bagi Sahabat untuk terus mengapresiasi mereka dan membantu mereka dengan tetap melakukan 3M dan PHBS, serta tetap di rumah saja jika tidak ada keperluan yang cukup mendesak. Jangan sampai pengorbanan mereka sia-sia untuk kemanusiaan ini, dan jangan menyepelekan.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Menggunakannya

Apabila Sahabat merasa perlu deteksi dini tes Covid-19, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Cara mengakses cukup mudah, Sahabat bisa akses melalui website atau aplikasi kemudian pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Alam S. Curhat Perawat Soal Gerahnya Pakai APD, Kulit Sampai Keriput dan Terluka [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4970644/curhat-perawat-soal-gerahnya-pakai-apd-kulit-sampai-keriput-dan-terluka
  2. Concerns H. Apresiasi Tenaga Medis yang Telah Berjuang Melawan COVID-19 – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.tribunnews.com/kesehatan/2021/01/18/apresiasi-tenaga-medis-yang-telah-berjuang-melawan-covid-19
  3. Media K. Cerita Satu Keluarga Tenaga Kesehatan Berjuang Sembuh dari Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2020/10/10/15114661/cerita-satu-keluarga-tenaga-kesehatan-berjuang-sembuh-dari-covid-19?page=all
  4. Cerita Inspiratif Tenaga Medis Covid-19, Pisah dengan Keluarga dan Butuh Hiburan [Internet]. iNews.ID. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.inews.id/travel/destinasi/cerita-inspiratif-tenaga-medis-covid-19-pisah-dengan-keluarga-dan-butuh-hiburan

Chat Asisten ProSehat aja