Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

14 Masalah Kesehatan Mental pada Anak

Kesehatan mental adalah kondisi seseorang mampu menyadari potensi yang ada pada dirinya, mampu untuk mengatasi rintangan hidup normal dalam berbagai situasi hidup, mampu bekerja produktif dan berkontribusi kepada lingkungan sekitarnya. Mengutip slogan yang digunakan oleh WHO, “there is no health without mental health” artinya kesehatan mental perlu diperhatikan dan sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Hal ini bertujuan agar terjaganya keseimbangan antara diri sendiri, orang lain, dan lingkungan masyarakat.

kesehatan mental pada anak

Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

WHO mengatakan ada sekitar 450 juta orang di seluruh dunia menderita gangguan mental dengan jumlah kasus pada anak-anak adalah 20% (O’Reilly, 2015). Seiring dengan bertambahnya jumlah kasus dari tahun ke tahun, sangat penting untuk terus mengembangakan pengetahuan terkait kesehatan mental anak-anak dan remaja. Hal tersebut dikarenakan dapat memengaruhi masa depan mereka sebagai individu dan berdampak sosial terhadap keluarga serta lingkungan masyarakat.

Kesehatan mental yang buruk pada anak dapat berdampak lebih buruk pada prognosis (prediksi perbaikan dan kesembuhan) mereka, rentan akan gangguan perilaku dan psikologis, memberikan stigma negatif, juga terhambat dalam mendapat akses layanan kesehatan dan Pendidikan. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk lebih mengamati proses perkembangan anak.

Masalah kesehatan mental pada anak dapat dikategorkan sebagai berikut:

  1. Emosi

Anak kurang mampu dalam menilai, membedakan, mengelola, serta mengekspresikan emosi yang ia rasakan. Selalu merasa sedih, pemurung, menarik diri, stress, bersikap khawatir dan cemas berlebihan, serta merasa tidak bahagia. Ketika ia ingin mengungkapkan emosinya, justru akan menangis dan berteriak berlebihan.

  1. Perilaku

  • Sulit untuk bangun tidur, pola tidur yang berantakan, gangguan pada pola makan, bersikap tidak jujur, memberontak, hingga melanggar aturan.
  • ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) atau gangguan perilaku hiperaktif akibat kurangnya perhatian yang mereka dapatkan.
  • Conduct Disorder,gangguan pada perilaku dan emosi serius, sehingga anak melakukan kekerasan dan sulit diatur.
  1. Perkembangan

Pemasalahan ini sangat berkaitan dengan proses tumbuh kembang anak. Beberapa diantaranya dapat diamati dari faktor kognisi dan atensi nya.

  • Faktor kognisi berkaitan dengan masalah kecerdasan.
  • faktor atensi merupakan pusat dari sumber daya mental yang meningkatkan proses kognitif dari tugas-tugas, seperti meraih mainan, menendang bola, hingga menyanyi.

Umumnya anak-anak memiliki ruang lingkup atensi yang terbatas. Oleh karena itu, hanya beberapa saja dari informasi yang sanggup mereka perhatikan. Biasanya atensi akan berkembang mengikuti usia dan kegiatan anak.

  1. Autisme

anak-anak yang mengalami kesulitan bersosialisasi, tingkah laku dan cara berbicara yang kurang normal. Anak autisme biasanya sibuk dengan dunianya sendiri, sulit fokus dan berinteraksi dengan orang lain, karena mereka hanya fokus pada apa yang mereka sukai.

Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

  1. Retardasi Mental

Penyakit keterbelakangan mental atau biasa disebut denga oligofrenia ini terjadi akibat gangguan pada perkembangan kecerdasan dan mental anak yang tidak sesuai dengan usia sebenarnya. Reterdasi mental terjadi  karena adanya proses abnormal di otak sehingga terjadi infeksi, racun, trauma, dan gen. hal tersebut bisa dilihat dari sikap anak dan juga IQ nya.

  1. Diseleksia

Diseleksia dapat ditandai dengan sulitnya seorang anak dalam membaca ataupun menulis huruf dengan teratur dan berurutan. Kurangnya kemampuan dalam membedakan atau membaca susunan huruf dengan benar di usia yang matang. Gangguan ini disebabkan informasi yang diteria oleh otak sedikit berbeda.

  1. Bipolar

Gangguan bipolar terjadi karena adanya perubahan mood secara ekstrem tanpa adanya sebab yang jelas. Gangguan ini sangat membahayakan, karena akan menyebabkan serang anak akan merasa terlalu senang kemudian menjadi terlalu sedih hingga terpuruk, depresi, dan muncul keinginan untuk bunuh diri tanpa ada sebab yang jelas.

Bipolar dapat ditangani dengan terapis dan metode psikologi lainnya.

  1. Skizofrenia

Skizofrenia adalah penyakit mental akut yang menyebabkan seorang anak kehilangan kemapuan untuk memahami sesautu yang sedang terjadi merupakan hal nyata, realistis, atau tidak. Penyakit ini banyak menyerang anak usia tanggung hingga usia 20 tahun.

  1. Somatoform

Somatoform terjadi akibat adanya ilusi yang mereka ciptakan sendiri. Penyakit mental ini membuat si penderita berhalusinasi marasa amat kesakitan dibagian tubuhnya, walaupun sebenarnya ia sehat dan tidak menderita apapun.

Baca Juga: Waspada Bahaya Narsistik di Medsos!

  1. Sindrom gender dan seksual

Gangguan mental ini bisa muncul sejak kecil atau sejak anak mulai bersosialisasi. Jika semakin dibiarkan, gangguan mental ini akan semakin menjadi ketika dewasa dan akan menyebabkan si penderita salah pergaulan hingga berperilaku menyimpang diluar batasan norma dan agama.

  1. Sindrom respon stres

Seseorang yang memiliki sindrom ini biasanya akan merasakan gejala seperti depresi, mudah menangis, merasa putus asa, dan kehilangan minat dalam kegiatan apapun. Mereka yang mengalami sindrom ini umumnya dampak dari hal yang tidak diinginkan, seperti perceraian, bencana alam, maupun kematian seseorang

  1. Disosiatif

Gangguan disosiatif merupakan gangguan pada kejiwaan yang disebabkan adanya trauma hebat pada masa kanak-kanak, penyiksaan fisik, pelecehan seksual, cemas berlebih akibat munculnya ingatan yang menyakitkan . Kondisi ini ditandai oleh hilangnya sebagian atau seluruh komponen normal dari ingatan masa lalu, dan lemah pengendalian gerakan tubuh. Gangguan disosiatf dapat ditangani dengan mengikuti terapi kesenian, terapi kognitif, dan terapi psikonalis.

  1. Psikopat

Psikopat merupakan gangguan mental yang paling berbahaya. Si penderita biasanya berprilaku antisosial dan tida memiliki rasa empati. Kemungkinan penyebab dari seseorang yang menderita psikopat berasal dari adanya banyak faktor, seperti genetika, lingkungan sekitar, dan kepribadian.

Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

  1. Antisosial personality

Antisosial personality merupakan gangguan kepribadian disosial, dan disebabkan oleh adanya perbedaan yang ekstrem antara perilaku dan norma sosial yang berlaku. Penderita gangguan seperti ini biasanya memiliki sikap pandai bebicara, kepercayaan diri tinggi, tidak jujur, berprilaku kasar, kurang empati impulsive, dan tidak ertanggung jawab atas perbuatannya.

Itulah mengenai 14 masalah kesehatan mental pada anak yang perlu Sahabat Sehat ketahui. Apabila Sahabat butuh informasi lebih dalam mengenai kesehatan mental pada anak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. [Internet]. Repository.ubaya.ac.id. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: http://repository.ubaya.ac.id/35835/1/Kesehatan%20Mental%20Anak%20dan%20Remaja%20-%20Buku%20Ajar-part.pdf
  2. Media K. Tak Hanya Orang Dewasa, Anak Remaja Pun Bisa Mengalami Gangguan Mental Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/23/191950120/tak-hanya-orang-dewasa-anak-remaja-pun-bisa-mengalami-gangguan-mental?page=all
  3. Media K. Kenali 15 Tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Anak Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: https://edukasi.kompas.com/read/2020/01/12/17325821/kenali-15-tanda-gangguan-kesehatan-mental-pada-anak?page=all
  4. Iqbal M. Direktori Psikologi: Gangguan Disosiatif [Internet]. Pijar Psikologi. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: https://pijarpsikologi.org/direktori-psikologi-gangguan-disosiatif/
  5. [Internet]. Repository.uma.ac.id. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/1605/5/098600193_file5.pdf
  6. Penyebab Psikopat: Definisi, Gejala, Tanda | Ciputra Hospital [Internet]. Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: https://www.ciputrahospital.com/penyebab-psikopat-definisi-gejala-tanda/

Chat Asisten ProSehat aja