Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Jangan Biarkan “Stamina” Loyo karena Sakit Jantung

Seperti kebanyakan orang lain, orang yang mengidap penyakit jantung tentu saja peduli dengan masalah di ranjang. Tetapi, jika jantung Anda bermasalah, mungkin hal yang menyenangkan di ranjang akan menjadi tidak menyenangkan lagi atau bahkan menjadi suram. Mungkin anda akan merasa cemas bagaimana jika saat anda sedang melakukan hubungan tiba – tiba saja penyakit jantung anda kumat, atau justru karena penyakit jantung ini Anda malah kehilangan gairah untuk melakukan perang ranjang dengan pasangan sah Anda.

“Apakah seks aman untuk orang yang memiliki penyakit jantung??”

Ada beberapa orang yang terkena serangan jantung pada saat bergulat di ranjang. Tetapi banyak juga orang yang terkena serangan jantung saat menonton TV, berbelanja, bermain dengan kerabat, atau di saat sedang dalam perjalanan. Serangan jantung memang dapat muncul kapanpun dan kebanyakan serangan jantung muncul tanpa adanya beban fisik.

Untungnya, risiko serangan jantung saat melakukan hubungan intim ternyata sangatlah kecil. Mungkin memang saat berhubungan intim jantung akan berdetak dengan cepat, tetapi hal itu tidaklah lebih dari berjalan – jalan di sekitar rumah atau menaiki 2 anak tangga. Diperkirakan bahwa bergulat di ranjang menyebabkan kurang dari 1% semua serangan jantung. Selain itu di antara orang dengan penyakit jantung, peluang menderita serangan jantung dalam 2 jam berhubungan seks sekitar 1 dari 50.000. Hal itu membuktikan anda lebih memiliki risiko meninggal tersambar petir dibandingkan meninggal karena melakukan pergulatan di ranjang.

Tetapi, untuk beberapa pasien, seks bisa berbahaya. Berdasarkan laporan di dalam Jurnal Kardiologi Amerika, mungkin Anda memang harus menjauhi hubungan intim (setidaknya untuk sementara) jika Anda mengalami kondisi – kondisi seperti yang ada di bawah ini :

 

  • Angina (nyeri pada bagian dada) yang tidak stabil.
  • Permulaan Angina (nyeri dada karena masalah jantung)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi) tidak terkendali
  • Gagal jantung lanjutan (biasanya ditandai dengan napas pendek saat beristirahat)
  • Aritmia tertentu (ritme jantung yang abnormal, terutama dalam ventrikel jantung)
  • Kardiomyopati (otot jantung lemah)

 

Semua kondisi yang telah disebutkan di atas itu dapat meningkatkan risiko serangan jantung bahkan kematian jika Anda tetap melakukan hubungan intim. Tetapi hal tersebut bukan berarti kehidupan ranjang anda akan berakhir. Dengan perawatan yang tepat, Anda mungkin dapat menikmati hubungan intim anda kembali.

“Mengapa saya merasa tidak ingin berhubungan seks??”

Mungkin seks memang aman bagi sebagian besar pasien penyakit jantung, tetapi bukan berarti hubungan seks selalu nyaman untuk mereka. Sebuah survei pada 500 pria dan wanita yang berhasil selamat dari serangan jantung mengatakan bahwa frekuensi dan bahkan kepuasaan saat melakukan seks telah berkurang drastis saat bulan – bulan awal setelah serangan jantung.

Di antara para pasien penyakit jantung, nafsu seks yang menurut seringkali berasal dari depresi yang dia miliki. Kondisi tersebut tentu saja dapat menurunkan gairah seks, sedangkan pada pria, hal tersebut dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Untuk banyak orang, waktu adalah obat yang paling baik. Setelah beberapa bulan mungkin suasana hati akan mulai membaik dan gairah untuk melakukan hubungan intim akan kembali muncul. Tetapi masih ada beberapa pasien yang membutuhkan konseling atau bahkan obat – obatan untuk menghilangkan depresi.

Ingatlah bahwa beberapa obat anti depresi secamam fluoxetine (Prozac) dapat menurunkan gairah seks Anda. Jika anda suda dapat mengatasi depresi dan tetap tidak ingin berhubungan badan dengan pasangan Anda, coba untuk bicarakan dengan dokter anda untuk mengganti obat atau mengurangi dosis obat yang anda gunakan.

Chat Asisten ProSehat aja