Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Hidup Lebih Sehat dengan Piramida Makanan

Apakah Sobat merasa bahwa asupan yang Sobat konsumsi selama ini merupakan makanan yang sudah sesuai dengan nilai kecukupan gizi? Bagaimana cara mengetahui kalau makanan yang selama ini kita makan sudah memenuhi kecukupan gizi atau belum? Pernahkan Sobat mendengar istilah piramida makanan?

Piramida makanan atau Pedoman Gizi Seimbang merupakan suatu metode yang digunakan untuk memudahkan kita mengetahui bagaimana komposisi makanan yang seimbang. Gizi yang seimbang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan serta turut berperan dalam kecerdasan anak.

Terdapat 10 pesan gizi seimbang yang berlaku untuk masyarakat umum yaitu:

  1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan.
  2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan.
  3. Biasakan mengonsumsi lauk-pauk yang mengandung protein tinggi.
  4. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok.
  5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak.
  6. Biasakan sarapan.
  7. Usahakan minum air putih yang cukup dan aman.
  8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan.
  9. Cuci tangan pakai sabun dan air bersih mengalir.
  10. Melakukan kegiatan atau aktivitas fisik yang cukup dan mempertahankan berat badan normal.

Hidup lebih sehat dengan piramida makanan dapat diwujudkan dengan mudah setelah memahami isi dari piramida makanan/Piramida Gizi Seimbang. Piramida Gizi Seimbang terdiri dari:

1. Makanan Pokok

Makanan pokok adalah pangan yang mengandung karbohidrat. Contoh makanan pokok ialah beras, jagung, singkong, ubi, talas, terigu, sagu dan produk olahannya. Konsumsi makanan pokok dianjurkan sekitar 3-4 porsi setiap harinya. Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang menunjang aktivitas fisik tapi bukan berarti Anda hanya mengonsumsi karbohidrat saja tanpa didukung lemak dan protein. Sobat dapat mengonsumsi nasi sebanyak 100 gram per porsi atau singkong dan ubi dengan ukuran sedang sebagai sumber karbohidrat.

2. Sayur dan Buah

Seperti diketahui, sayuran dan buah-buahan adalah sumber vitamin, mineral dan serat. WHO menganjurkan agar konsumsi sayuran dan buah-buahan sejumlah 400 gram per orang/per hari, yang terdiri dari 250 gram sayur dan 150 gram buah.

Bagi orang Indonesia, dianjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 gram per orang/per hari untuk balita dan anak usia sekolah, serta 400-600 gram per orang/ per hari bagi remaja dan orang dewasa. Sekitar dua-pertiga dari jumlah tersebut adalah porsi sayur.

Sobat dapat memilih buah apel atau jeruk, dan dikonsumsi sebanyak dua kali sehari untuk memenuhi kebutuhan buah tersebut. Konsumsilah sayuran dengan berbagai variasi warna sebanyak 100 gram (1 cangkir) dalam tiap porsi makanan Anda.

3. Protein

Protein terdiri dari protein hewani dan nabati. Protein hewani terdapat pada daging sapi, ayam, bebek, ikan, kambing, susu dan lain-lain. Protein nabati diperoleh dari kacang kedelai, tahu, tempe, kacang hijau, kacang tanah, dan lain-lain. Dianjurkan untuk mengonsumsi protein hewani sebanyak 2-4 porsi (setara dengan 70- 140 gram daging sapiĀ  atau 80-160 gram daging ayam), sedangkan protein nabati sebanyak 2-4 porsi sehari (setara dengan 100-200 gram tempe).

4. Garam, gula dan minyak

Peraturan Menteri Kesehatan nomor 30 tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji menyebutkan bahwa risiko hipertensi, stroke, diabetes dan serangan jantung meningkat apabila konsumsi gula lebih dari 50 gram (4 sendok makan), natrium lebih dari 2000 mg (1 sendok teh) dan lemak atau minyak total lebih dari 67 g (5 sendok makan) per hari per orang. Oleh karena itu, konsumsi garam dianjurkan kurang dari 1 sendok teh, gula kurang dari 4 sendok makan dan lemak atau minyak kurang dari 1 sendok teh dalam sehari.

5. Air putih

Sekitar dua pertiga tubuh kita adalah air. Air sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang banyak untuk hidup sehat, dan perlu diingat, tubuh tidak bisa memproduksi air untuk memenuhi kebutuhan ini, oleh karena itu asupan air dari luar sangat penting yaitu 8 gelas setiap harinya.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, sebanyak 93,5% penduduk usia >10 tahun mengonsumsi sayuran dan buah-buahan di bawah standar yang dianjurkan, padahal konsumsi sayuran dan buah-buahan merupakan salah satu bagian penting dalam mewujudkan gizi seimbang. Nah, sekarang Sobat sudah mengetahui bagaimana cara menyusun makanan yang seimbang gizinya. Yuk, biasakan hidup lebih sehat dengan piramida makanan.

Nah, jika Sobat memerlukan aneka produk kesehatan maupun artikel terkait kesehatan lain, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

instal aplikasi prosehat

Daftar Pustaka:

  1. Pedoman Gizi Seimbang 2014. Kementerian Kesehatan RI. [cited 2 Oktober 2018]. Available from: gizi.depkes.go.id/pgs-2014-2.
  2. Pedoman Gizi Seimbang. Kementerian Kesehatan RI 2014. [cited 2 Oktober 2018]. Available from: gizi.depkes.go.id/download/Pedoman%20Gizi/PGS%20Ok.pdf.
  3. Hari Gizi Nasional 2017: Ayo Makan Sayur dan Buah Setiap Hari. Kementerian Kesehatan RI. [cited 2 Oktober 2018]. Available from: depkes.go.id/article/view/17012600002/hari-gizi-nasional-2017-ayo-makan-sayur-dan-buah-setiap-hari.html.
  4. WHO-UNICEF. Modul Pelatihan Konseling Pemberian ASI, Makanan Bayi dan Anak. WHO-UNICEF, 2012.
  5. Kementerian Kesehatan RI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbang) Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2012, Laporan Nasional. Balitbang, Jakarta 2013.

WhatsApp Asisten Maya saja