Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Gejala Tifus dan Pencegahannya

Siapa sih di antara kita yang pernah mengalami penyakit yang satu ini? Kapan terakhir kali kalian mengalami tifus? Atau siapa sih di antara kita yang belum pernah mengalami tifus sama sekali? Tifus merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di masyarakat dan dikategorikan menjadi salah satu penyakit yang sangat umum, bahkan kasus tifus di Indonesia mencapai angka 2 juta tiap tahunnya. Yup benar, penyakit tifus adalah salah satu jenis penyakit yang umum ditemui dalam negara berkembang dan apabila penangannya terlambat tentu saja dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

Dari manakah tifus berasal? Pertanyaan yang satu ini sering kali muncul mengingat tifus sering kali muncul tiba-tiba pada seseorang dan menyebabkan kita tidak mampu beraktivitas dengan optimal seperti biasanya bila terserang penyakit yang satu ini. Timbulnya tifus pada tubuh seseorang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Salmonella typhi dalam tubuh dan ketika hal ini terjadi fungsi tubuh lainnya akan terganggu dengan cepat. Bakteri yang satu ini juga sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya, terutama melalui makanan ataupun minuman yang telah terkontaminasi.

Apakah tifus hanya bisa ditularkan melalui makanan dan dengan hal ini berarti kita hanya perlu waspada terhadap jenis makanan yang kita konsumsi? Penularan tifus melalui fekal-oral, makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan bakteri penyakit ini. Oleh sebab itu bukanlah suatu hal yang mengherankan jika mereka yang terserang tifus sering kali disebabkan ruangan mereka yang tidak terlalu bersih. Bukan hanya karena ruangan kotor, infeksi bakteri Salmonella typhi ini juga dengan mudah menyerang mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah – alias mereka yang sedang dalam kondisi tidak fit.

Apa akibatnya jika penyakit tifus tidak segera ditangani, alias penanganan penyakit tifus pada seseorang terlambat? Penyebaran penyakit tifus ke bagian tubuh lainnya terbilang sangat cepat dan hal ini berarti juga memicu timbulnya berbagai penyakit lain yang dapat membahayakan keselamatan jiwa kita. Infeksi ginjal serta pankreas, radang selaput jantung (miokarditis), hingga terjadinya radang selaput otak (meningitis) adalah beberapa contoh penyakit lainnya yang biasanya muncul ketika penanganan tifus terlambat. Penyakit yang cukup menyeramkan bukan? Lalu, kapan kita mengetahui jika kita mengalami infeksi bakteri Salmanellla typhi?

Gejala Tifus

Yup, benar sekali, untuk mengetahui kapan kita mengalami infeksi bakteri Salmonella typhi maka berarti kita perlu mengenal apa saja gejala dari penyakit tifus. Pengetahuan gejala dari suatu penyakit merupakan hal yang wajib untuk diketahui mengingat perlu segera dilakukan penanganan dan mencegah penyakit menyebar ke bagian tubuh lainnya. Masa inkubasi bakteri ini berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya, di mana biasanya ini terjadi dalam kurun waktu 3 hingga 30 hari dan gejala tifus pun akan muncul bersamaan dengan proses ini berlangsung. Nah berikut adalah beberapa gejala tifus yang harus kita waspadai:

  1. Demam tinggi

Demam tinggi merupakan gejala utama dari penyakit tifus dan suhu tubuh seseorang bisa mencapai 390C hingga 400C. Tentu saja demam tidak hanya berlangsung sehari alias demam tinggi ini bisa berlangsung selama beberapa minggu dan disertai dengan sakit kepala yang tidak kunjung sembuh. Demam pada penderita tifus seringkali memburuk saat malam hari dan sebaliknya jika suhu tubuh seseorang tetap konstan selama demam kemungkinan bukan mengalami tifus, mengingat gejala tifus ini mirip dengan gejala demam berdarah.

  1. Muncul ruam atau bintik merah

Gejala tifus berikutnya sangat mudah diobservasi, di mana ruam atau bintik merah ini biasanya muncul pada beberapa hari awal terinfeksi bakteri Salmonella typhi. Bintik merah pada penderita tifus ini tidak akan hilang meskipun ditekan keras dengan jari.

  1. Terjadinya gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan merupakan gejala yang khas dari tifus, di mana penderita tifus biasanya mengalami sakit perut hingga diare yang dapat berlangsung selama beberapa hari. Bukan hanya itu saja, biasanya mereka juga akan mengalami turunnya nafsu makan karena kondisi yang tidak fit sehingga bukan suatu hal mengherankan jika penderita tifus akan kehilangan berat badan dalam angka yang tidak sedikit. Ketika penanganan tifus terlambat, maka sembelit juga bisa muncul sewaktu-waktu.  Tidak jarang juga pasien mengeluhkan perutnya terasa kembung dan hal ini disebabkan oleh terjadinya pembengkakan hati serta empedu.

  1. Terjadinya komplikasi

Komplikasi sangat mungkin terjadi pada penderita tifus, terlebih lagi ketika penanganan tifus terlambat atau pasien tidak kunjung sembuh meskipun tifus sudah berlangsung selama beberapa minggu. Beberapa komplikasi yang mungkin muncul pada penderita tifus antara lain adalah hepatitis atau peradangan hati, hipovolemia atau terjadinya penurunan volume darah, atau bisa juga terjadi pendarahan gastrointestinal alias terjadinya pendarahan dalam usus yang disebabkan karena usus pecah.

Seperti yang kita bahas sebelumnya, gejala dari penyakit tifus ini sering kali dianggap mirip dengan gejala dari penyakit demam berdarah (DBD) sehingga tidak jarang jika banyak orang tua yang melakukan penanganan kurang tepat ketika penyakit tifus muncul. Perbedaan mencolok antara gejala demam berdarah dan tifus adalah penderita DBD sering kali mengalami nyeri sendi dan otot hingga menimbulkan sensasi tulang seperti retak atau biasa dikenal dengan break bones. Pada tifus, gejala dapat kembali muncul dua atau tiga minggu setelah demam hillang – alias ketika suhu tubuh kita kembali normal.

Pencegahan Tifus

Apakah yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit tifus datang menyerang anak? Yup, seperti yang kita tahu, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati dan karena itu sebisa mungkin kita melakukan berbagai cara untuk menjaga anak tetap sehat dan pastinya bakteri akan enggan menyerang anak. Nah, berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya tifus pada anak atau diri kita sendiri:

  1. Membiasakan mencuci tangan. Meskipun kelihatannya sepele, hal yang satu ini sangatlah efektif untuk menangkal berbagai penyakit datang pada kita, tak terkecuali untuk penyakit tifus. Kita bisa membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengonsumsi makanan. Kebiasaan yang satu ini juga lebih dianjurkan dilakukan ketika kita buang air atau membersihkan kotoran, mengingat banyaknya bakteri yang bisa menempel pada permukaan tangan kita dan dapat menyebabkan penyakit sewaktu-waktu.
  2. Memperhatikan tempat kita membeli makanan. Hal ini sering kali tidak diperhatikan oleh kita dan seringkali kita membeli makanan di pinggir jalan. Sayangnya, makanan di pinggir jalan sering kali tidak terjamin kebersihannya dan menjadi sumber bakteri yang tentu saja bisa menjadi penyakit untuk kita. Sebaiknya kita menghindari membeli makanan di pinggir jalan dan sebagai gantinya kita bisa membeli makanan di warung yang sudah terjamin kebersihannya.
  3. Membersihkan kamar mandi secara teratur.  Yup, kamar mandi adalah salah satu bagian dari rumah yang sering kali menjadi sarang penyakit  terlebih karena kondisi ruangan yang lebih lembab daripada bagian rumah lainnya. Kita perlu membersihkan toliet secara rutin dan sebisa mungkin tidak menggunakan air mentah ketika berkumur karena kemungkinan air mentah yang kita konsumsi tidak higenis dan menjadi sarang penyakit. Hindari bertukar barang-barang pribadi, seperti handuk ataupun sikat gigi untuk meminimalisir penyebaran bakteri dari satu orang ke orang lainnya.
  4. Memberikan Imunisasi Tipes. Pembeerian imunisasi tipes terbukti mengurangi angka terjadinya tipes. Sobat bisa melakukan vaksinasi tipes ditempat kesehatan terdekat.

Nah, itu tadi adalah sekilas tentang penyakit tifus, lebih tepatnya mengenai gejala dan bagaimana cara mencegah penyakit tifus datang menyerang kita. Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjalani pola hidup yang sehat agar badan tetap fit dan pastinya meminmalisir datangnya berbagai penyakit pada kita. So, apakah kalian sudah siap untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

Untuk sobat yang tidak ingin antri melakukan vaksinasi maka bisa membeli vaksin tifus di prosehat. Layanan vaksinasi datang ke rumah, aman dan terjangkau. Ingat sehat ingat prosehat.

instal aplikasi prosehat

Referensi:

  • merdeka.com/sehat/gejala-tifus-kln.html
  • liputan6.com/health/read/3558433/gejala-tifus-dan-cara-pengobatannya-di-segala-usia
  • tanyadok.com/artikel-konsultasi/benarkah-gejala-awal-db-mirip-dengan-tifus