Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Fakta Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD) dan Penanganannya

Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica C

Penderita Gangguan Obsesif Kompulsif yang Merasa Harus Merapikan Paper Clip Sesuai Warna

Penderita Gangguan Obsesif Kompulsif yang Merasa Harus Merapikan Paper Clip Sesuai Warna

Setiap orang memiliki OCD, namun gangguan obsessive compulsive disorder dapat menyebabkan rasa cemas, tertekan, dan bahkan ketakutan. Beberapa OCD yang tergolong normal misalnya selalu ingin buang air kecil ketika sudah berpakaian rapi, atau perasaan lupa apakah kompor di rumah sudah dimatikan.

Gangguan OCD menyebabkan otak terjebak dalam pemikiran atau dorongan untuk melakukan hal tertentu. Misalnya, pikiran yang mendorong Sahabat Sehat berulang kali mencuci tangan dengan menggosoknya terlalu kuat sampai terluka karena takut masih menyisakan kuman.

Meski penderita OCD tidak memperoleh kesenangan apapun setelah melakukan tindakan berulang tersebut, tapi setidaknya setelah melakukannya mereka dapat terbebas dari perasaan cemas dan tekanan yang muncul dari pikirannya sendiri. 

Epidemiologi Gangguan Obsesif Kompulsif

Penderita gangguan OCD rata-rata diagnosis saat berusia 19 tahun. Menurut statistik, 2-3% orang mengalami OCD.  Pria dan wanita dewasa memiliki perbandingan yang sama tetapi pada usia remaja, lelaki lebih mudah menderita gangguan obsesif kompulsif dibandingkan perempuan.

Berdasarkan data kesehatan dari World Health Center menyebutkan, bahwa gangguan OCD lebih banyak terjadi di negara maju dibanding negara berkembang. 

Contoh Perilaku Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

Bagi penderita gangguan OCD, pikiran obsesif dan kompulsif yang sering muncul biasanya akan mengganggu kehidupan sehari-hari. Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan kecemasan mental yang menghasilkan pikiran atau gambaran berulang mengenai banyak hal yang berbeda. Mulai dari ketakutan terhadap kuman, kotoran, penyusup, atau kejadian yang bahkan belum terjadi, tindak kekerasan, tindakan seksual, hingga obsesi berlebih terhadap kebersihan atau kerapihan.

Pikiran obsesif umum yang dimiliki gangguan ini ialah:

  • Takut terkontaminasi kotoran atau kuman
  • Takut kehilangan kendali atas diri sendiri dan takut merugikan atau menyakiti diri sendiri dan orang lain
  • Terbesit pikiran atau gambar yang mengganggu secara seksual eksplisit atau berisi kekerasan
  • Memiliki fokus berlebih terhadap ide-ide agama atau moral
  • Takut kehilangan kesempatan memiliki barang yang mungkin dibutuhkan
  • Sebuah keharusan bahwa segala sesuatu harus selaras, rapi, bersih atau teratur

Sedangkan perilaku kompulsif umum yang dimiliki gangguan ini, yakni:

  • Tindakan ganda dengan melakukan pemeriksaan berulang pada hal-hal, seperti peralatan, kunci dan saklar
  • Memastikan keadaan orang tersayang, orang terdekat, atau lingkungan sekitar telah aman
  • Mengucapkan kata-kata tertentu berulang-ulang untuk mengurangi kecemasan
  • Menghitung, mengetuk atau melakukan hal tidak biasa secara berulang untuk mengurangi kecemasan
  • Menghabiskan banyak waktu dengan mencuci atau membersihkan sesuatu secara berulang
  • Berdoa secara berlebihan hingga melakukan ritual tertentu karena dipicu oleh ketakutan
  • Mengumpulkan dan menimbun barang bekas atau ‘sampah’ seperti wadah makanan kosong atau koran bekas

Terdapat perbedaan gejala OCD yang dialami oleh orang dewasa dan anak-anak. Misalnya, kemungkinan anak-anak tidak menyadari adanya alasan tertentu terhadap perilaku atau pikiran yang muncul, sementara orang dewasa akan lebih waspada.

Penanganan Gangguan Obsesif Kompulsif

Penanganan bertujuan agar penderita gangguan obsesif kompulsif dapat mengurangi gejala OCD yang berlebihan terlebih dahulu. Perawatan yang dapat dilakukan berupa terapi perilaku kognitif dan pemberian obat-obatan dari dokter.

Sahabat Sehat dianjurkan melakukan kontrol secara berkala ke dokter agar dapat dipantau kondisi kesehatannya. Terdapat beberapa gangguan kesehatan mental lainnya yang mungkin muncul bersamaan dengan gangguan obsesif kompulsif, meliputi:

  • Gangguan kecemasan
  • Gangguan bipolar
  • Gangguan depresi 
  • Gangguan makan
  • Attention-Deficit/Hyperactive Disorder (AD/HD)
  • Gangguan spektrum autism (ASD)
  • Gangguan Tic / Sindrom Tourette (TS)

Salah satu metode yang bisa digunakan untuk membantu mengurangi gejala OCD adalah dengan membuat tubuh lebih rileks. Caranya bisa dengan menggunakan aroma therapi sehingga pikiran bisa menjadi lebih tenang dan nyaman.

Aroma Diffuser adalah alat yang bisa Sahabat Sehat gunakan untuk mengubah minyak esensial menjadi uap wangi atau aromaterapi dan menyebarkannya di udara, sehingga lebih mudah dihirup. Dengan demikian, aroma dari minyak esensial dapat membuat pikiran lebih rileks dan mengurangi gejala gangguan obsesif kompulsif yang bisa bisa datang secara berlebihan.


Dapatkan Beurer Aroma Diffuser Humidifier LA 30 Sekarang Juga

Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa fakta penting mengenai gangguan obsesif kompulsif (OCD). Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Beyond OCD. Facts about Obsessive Compulsive Disorder [Internet]. USA : Beyond OCD; [cited 2021 Sep 15].
  2. DoSomething. 11 Facts About Obsessive Compulsive Disorders (OCD) [Internet]. USA : DoSomething; [cited 2021 Sep 15].
  3. Kch.ha.org.hk. 2021. [online]
  4. RS GRHASIA. Obsessive-Compulsive Disorder, OCD [Internet]. 2013 [updated 2013 Nov 23; cited 2021 Sep 15].
  5. Smith M, Robinson L, Segal J. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) [Internet]. USA : Help Guide. 2021 [updated 2021 July; cited 2021 Sep 15].

Chat Asisten ProSehat aja