Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

5 Cara Tepat Mengatasi Sakit Kepala

Pernahkah Sobat mengalami sakit kepala? Jika ya, Sobat tidak perlu khawatir karena 50% dari populasi di dunia yang berusia 18 – 65 tahun, mengalami sakit kepala minimal 1 kali per tahun. Oleh karena itu, penting bagi Sobat untuk terlebih dahulu mengetahui apa saja tipe sakit kepala agar Sobat lebih paham dalam menerapkan cara tepat mengatasi sakit kepala yang akan kita kupas bersama pada artikel ini.

Sakit kepala digolongkan menjadi 2 macam, yaitu sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer ialah sakit kepala yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti; sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit lain seperti infeksi, kelainan pembuluh darah, trauma, tumor, atau gangguan psikiatri (jiwa). Lebih dari 90% pasien yang mengeluhkan sakit kepala, mengalami sakit kepala primer.

Tiga jenis sakit kepala primer yang paling sering terjadi antara lain:

  • Tension type headache (TTH)

TTH merupakan tipe terbanyak yang dialami oleh populasi umum yaitu sekitar 80%. Karakteristik khas dari TTH adalah sakit kepala yang bersifat tumpul, terasa seperti ada tali yang diikat kencang di sekeliling kepala, dengan tingkat keparahan sedang.

  • Migraine

Migrain memiliki karakter sakit kepala yang lebih berat daripada TTH, dan pada 60% kasus migrain hanya terjadi pada satu sisi kepala sehingga sering dikenal dengan “sakit kepala sebelah.”

  • Cluster headache

Tipe cluster memiliki karakter nyeri yang paling berat sampai dapat membangunkan penderita dari tidurnya. Sakit kepala yang dirasakan umumnya di belakang atau sekitar mata (satu sisi saja), selama 15 menit – 3 jam. Tipe ini lebih sering dialami oleh pria.

Sakit kepala primer seringkali tidak diketahui penyebabnya, maka pada umumnya dokter hanya memberikan obat pereda nyeri saja, sehingga masih ada kemungkinan sakit kepala tersebut terjadi kembali.

Tipe Sakit Kepala Primer Tersering

Nah, saat ini Sobat telah mengenali beberapa tipe sakit kepala yang paling sering terjadi. Jika Sobat mengalami sakit kepala primer, tentu saja Sobat tidak nyaman jika harus terus–menerus mengonsumsi obat pereda nyeri. Faktor pencetus sakit kepala primer sebagian besar berasal dari lingkungan dan gaya hidup, sehingga alangkah baiknya jika Sobat menerapkan gaya hidup yang sehat daripada bergantung pada obat. Lantas, apa saja 5 cara tepat mengatasi sakit kepala?

1. MENERAPKAN POLA MAKAN YANG BAIK

Tak bisa dipungkiri, telat makan dan kelaparan merupakan penyebab tersering dari sakit kepala. Kaitannya masih belum dapat dipastikan, tapi ada teori yang menyatakan bahwa dalam kondisi lapar, gula darah dalam tubuh kita akan menurun (hipoglikemia) sehingga tubuh akan merangsang hormon tertentu untuk memecah cadangan energi guna meningkatkan gula darah. Proses inilah yang diduga menyebabkan otot di daerah kepala menegang dan kita merasakan sakit kepala.

Oleh karena itu, Sobat dapat mencegah sakit kepala akibat hipoglikemia ini dengan cara menjaga kadar gula darah dalam keadaan selalu stabil, yaitu menerapkan pola makan yang baik. Pola makan baik yang dimaksud adalah memperbanyak frekuensi makan tetapi mengurangi porsinya, sehingga mencegah tubuh kita merasa lapar. Umumnya frekuensi yang disarankan adalah makan 5 kali sehari dengan porsi sedikit, tapi pola makan yang baik bagi setiap orang tidak selalu sama, sehingga sebaiknya Sobat juga menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing–masing dalam menentukan waktu makan. Selain itu, sebuah penelitian menyatakan bahwa konsumsi makanan ringan pada sore hari menjelang malam dapat mengurangi kejadian sakit kepala, terutama dalam keadaan stres.

2. MEMILIH MAKANAN YANG TEPAT

Selain pola makan, pilihan makanan juga memiliki pengaruh terhadap sakit kepala, terutama tipe migrain. Beberapa makanan yang disarankan dan yang perlu dihindari bagi penderita migrain ada di bawah ini dan hasilnya 35 dari 40 partisipan penelitian mengaku perbaikan sakit kepala dengan pilihan makanan tersebut, walaupun terdapat juga 5 dari 40 partisipan yang merasa tidak ada perbaikan.

Makanan yang disarakan antara lain:

-Biji-bijian (oat, nasi, quinoa, millet)

-Buah (pir, apricot, bluberi, plum)

-Sayuran (aparagus, brokoli, kembang kol, pak choy, bayam, selada, zucchini)

-Lainnya: minyak zaitun, ekstrak vanilla, sirup maple

Makanan yang perlu dihindari:

-Biji-bijian: barley, jagung, gandum

-Buah: golongan sitrus, pisang, dan apel

-Sayur: tomat, paprika, terong, bawang putih, bawang bombay, ubi manis, seledri

-Lainnya: kacang-kacangan, cokelat, gula, kopi, teh, alkohol

3. MENERAPKAN POLA TIDUR YANG BAIK

Perubahan pola tidur, seperti tidur lebih lama pada akhir minggu atau gangguan tidur saat stres dapat menimbulkan sakit kepala. American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan waktu tidur minimal 7 jam per hari bagi orang dewasa untuk mencapai kesehatan yang optimal.

4. HINDARI STRES

Hampir seluruh tipe sakit kepala dapat dipicu oleh stres. Dalam kondisi stres, tubuh Sobat akan meningkatkan produksi hormon stres dan adrenalin yang salah satu akibatnya adalah ketegangan otot serta perubahan diameter pembuluh darah, yang merupakan mekanisme dasar penyebab sakit kepala primer.

Telah terbukti bahwa manajemen stres yang baik dapat mengurangi keluhan sakit kepala. Luangkanlah waktu untuk berlibur, relaksasi, berolahraga, atau melakukan hobi, setiap kali Sobat selesai menjalani kegiatan yang menimbulkan stres yang tinggi. Jika Sobat menyukai dipijat, hal tersebut dapat dijadikan pelengkap dalam cara tepat mengatasi sakit kepala tipe tension, karena efektif dalam mengurangi frekuensi, durasi dan keparahan nyeri, serta meningkatkan kualitas hidup.

5. PERTAHANKAN BERAT BADAN IDEAL

Penelitian menyatakan bahwa berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami migrain, bahkan migrain yang dialami dapat lebih berat dibandingkan dengan seseorang dengan berat badan ideal. Sobat dapat mengetahui apakah saat ini berat badan Sobat sudah ideal atau tidak, dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan rumus . Bagi penduduk Asia, IMT normal yang disarankan adalah 18,5 – 22,9 kg/m2. Jika IMT sudah mencapai 23 kg/m2 atau lebih, maka Sobat perlu menurunkan berat badan, karena selain dapat mengurangi risiko migrain, memiliki IMT normal dapat mengurangi risiko Sobat terkena penyakit terkait obesitas seperti diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan stroke.

Berikut ini adalah beberapa tips bagi Sobat untuk menurunkan berat badan:

  • Jangan lewatkan waktu makan untuk menurunkan berat badan karena telah kita ketahui bahwa hal ini dapat memicu migrain. Terapkanlah pola makan yang baik seperti yang telah kita kupas bersama pada poin sebelumnya.
  • Sobat perlu ingat untuk rutin minum air putih sepanjang hari, karena selain membantu terhindar dari sakit kepala, juga membantu Sobat merasa tidak lapar selama menjalani aktivitas.
  • Akan lebih baik jika Sobat menemukan dukungan sosial selama proses penurunan berat badan. Beritahu kepada keluarga dan sahabat, sehingga mereka dapat ikut mendukung.

Nah, bagaimana Sobat? Cobalah terapkan 5 cara tepat mengatasi sakit kepala di atas selama beberapa bulan, dan jika tidak merasa ada perbaikan, sebaiknya Sobat memeriksakan diri ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut.

Jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

Referensi

  1. Bunner AE, Agarwal U, Gonzales JF, Valente F, Barnard ND. Nutrition intervention for migraine: a randomized crossover trial. The Journal of Headache and Pain. 2014;15:69.
  2. Diagnosis and management of headache in adults: a national clinical guideline. Scottish Intercolleagiate Guidelines Network. Edinburgh; 2008.
  3. Headache Disorder [Internet]. World Health Organization. 2016. [cited 8 Sept 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/headache-disorders
  4. Rizzoli P, Mullally WJ. Headache. The American Journal of Medicine. 2018;131:17-24.
  5. Turner DP, Smitherman TA, Penzien DB, Porter JAH, Martin VT, Houle TT. Nighttime snacking, stres, and migraine activity. J Clin Neuroscience. 2014;21(4):638-43.
  6. Watson NF, Badr MS, Belenky G, Bliwise DL, Buxton OM, Buysse D, et al. Recommended amount of sleep for a healthy adult: a joint consensus statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society. 2015;38(6):843-4.

Chat Asisten ProSehat aja