Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Benarkah Cokelat Tak Selamanya Berdampak Buruk?

Apakah Sobat termasuk penggemar cokelat? Yup, cokelat merupakan salah satu makanan yang disukai berbagai kalangan tanpa memandang umur dan status sosial. Cokelat digemari karena teksturnya, aromanya yang menggugah selera, dan rasanya yang unik yaitu kombinasi antara rasa manis dan pahit. Selama ini, cokelat banyak dikenal karena efek buruknya terhadap kesehatan, seperti meningkatkan berat badan, memicu terjadinya migrain, dan menyebabkan jerawat. Namun, apakah Ladies tahu bahwa cokelat juga memiliki banyak manfaat lain?

Cokelat berasal dari biji tanaman Thebroma cacao. Biji kakao mengalami proses fermentasi, pengeringan, pemanggangan, dan penghalusan untuk menghasilkan produk alami yang disebut kokoa. Kemudian kokoa dicampur dengan gula, lemak, dan susu untuk menjadi cokelat. Cokelat kelompok zat flavonoid yang terdiri dari flavonol, epicathecin, catechin, dan procyanidin yang berhubungan dengan efek antioksidan dan penting bagi kesehatan. Selain itu, cokelat juga mengandung berbagai theobromine dan mineral seperti potasium, fosfor, magnesium, dan zink.

Cokelat dibagi menjadi berbagai jenis, salah satunya adalah dark chocolate dan milk chocolate. Kandungan protein pada susu akan mengurangi kapasitas antioksidan pada cokelat. Oleh karena itu, dark chocolate dikatakan lebih baik untuk kesehatan karena jumlah susu yang dikandungnya sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

Manfaat cokelat bagi kesehatan ternyata sangat banyak. Pertama, bagi jantung dan pembuluh darah, konsumsi dark chocolate dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan sehingga berperan dalam menurunkan insidensi penyakit jantung. Flavonoid yang terdapat pada cokelat menghasilkan zat antioksidan berupa nitrit oksida yang memiliki efek melebarkan pembuluh darah, memperbaiki fungsi sel dinding pembuluh darah, serta menghambat pembekuan sel darah. Selain itu, dark chocolate akan menghambat oksidasi  kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), sehingga mencegah penumpukan lemak pada pembuluh darah. Magnesium yang terdapat pada coklelat juga berperan dalam menangani gangguan irama jantung dan tekanan darah rendah (hipotensi).

Efek antioksidan pada cokelat juga akan menyebabkan pelebaran pembuluh darah di otak dan memperlancar aliran darah ke otak. Hal ini diperkirakan berkaitan dengan penurunan kejadian stroke serta penundaan awal terjadinya demensia dan penyakit Alzheimer pada individu yang berisiko. Flavanoid akan terakumulasi di otak dan memengaruhi fungsi kognitif dan ingatan. Selain itu, cokelat juga memberikan efek neuroproteksi yang melindungi sel saraf dari kerusakan dan peradangan.

Mengonsumsi cokelat juga dapat meredakan gejala depresi, loh, Ladies. Kandungan asam amino triptofan pada cokelat bisa meningkatkan hormon serotonin dimana kadar hormon ini ditemukan rendah pada orang dengan depresi. Cokelat juga mengandung phenylethylamine (PEA) yang merangsang otak untuk memproduksi hormon endorfin dan selalu waspada sehingga dapat memperbaiki mood seseorang. Antioksidan yang dikandung pada dark chocolate dapat membantu untuk melawan radikal bebas. Radikal bebas berperan dalam proses penuaan dan dapat menyebabkan kanker sehingga dengan mengonsumsi dark chocolate, gejala penuaan dapat dihambat dan tubuh terlindungi dari berbagai jenis kanker. Sebuah penelitian menunjukkan efek procyanidin pada cokelat dapat menghambat pembelahan sel yang terjadi pada pasien kanker payudara sehingga melindungi pasien dari kanker payudara.

Selain hal-hal di atas, ternyata cokelat memiliki beberapa manfaat lagi, nih, Ladies. Pada beberapa pelembap kulit, digunakan cocoa butter sebagai bahannya karena cokelat juga dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi sinar UV. Theobromine pada dark chocolate terbukti dapat mengeraskan enamel pada gigi dan menurunkan risiko gigi berlubang pada orang dengan kebersihan gigi yang baik. Theobromine juga dapat menekan aktivitas saraf yang berperan pada terjadinya batuk, sehingga dapat menekan dan menyembuhkan batuk. Nah, ternyata manfaat cokelat untuk kesehatan banyak juga kan, Ladies? Jadi, jangan takut lagi untuk mengonsumsi cokelat. Namun, kamu juga tetap harus mengonsumsi nutrisi lain secara seimbang, olahraga teratur, dan tidak mengkonsumsi cokelat secara berlebihan, ya!

Jika kamu membutuhkan produk kesehatan lain, termasuk ingin lebih banyak membaca artikel kesehatan, coba deh akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

instal aplikasi prosehat

Referensi:

  1. Balboa-Castillo T, López-García E, León-Muñoz LM, Pérez-Tasigchana RF, Banegas JR, Rodríguez-Artalejo F, dkk. Chocolate and health-related quality of life: A prospective study [Internet]. [ditkutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25901348
  2. Sokolov AN, Pavlova MA, Klosterhalfen S, Enck P. Chocolate and the brain: Neurobiological impact of cocoa flavanols on cognition and behavior. Neurosci Biobehav Rev. 2013;37(10):2445–53.
  3. Yeh MC, Platkin C, Estrella P, Mac-Shane C, Allinger D, Elbaum R, dkk. Chocolate consumption and health beliefs and its relation to BMI in college students. J Obes Weight Loss. 2016;2(1).
  4. McShea A, Ramiro-Puig E, Munro SB, Casadesus G, Castell M, Smith MA. Clinical benefit and preservation of flavonols on dark chocolate manufacturing. Nutr Res. 2008;66(11):630–41.
  5. Katz DL, Doughty K, Ali A. Cocoa and chocolate in human health and disease. Antioxid Redox Signal. 2011;15(10):2779–811.
  6. Hannum SM, Erdman JW. Emerging health benefits from cocoa and chocolate. J Med Food. 2000;3(2):73–5.
  7. Haritha K, Kalyani L, Rao AL. Review Article: Health benefits of dark chocolate. Journal of Advanced Drug Delivery. 2014;1(4):184–195.
  8. McShea A, Leissle K, Smith MA. The essence of chocolate: A rich, dark, and well-kept secret. Nutrition. 2009;25(11-12):1104–5.
  9. Senturk T, Gunay S. The mysterious light of dark chocolate. Arch Turk Soc Cardiol. 2015;43(2):199–207.

WhatsApp Asisten Maya saja