Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Apa itu Hantavirus? Benarkah Lebih Berbahaya dari Corona ?

Sobat, saat ini dunia masih dibuat  resah dengan pandemi Corona virus atau COVID-19 karena jumlah kasus baru yang semakin lama semakin membludak dan angka kematian semakin lama semakin meningkat diseluruh belahan dunia. Saat ini per tanggal 26 maret, menurut WHO (World Health Organization) tercatat 416.686 kasus positif COVID-19 di dunia dengan angka kematian sebanyak 18.589 yang tersebar di 196 negara. Sedangkan di Indonesia sendiri, sudah tercatat 893 kasus positif COVID-19 dengan angka kematian sebanyak 78 orang.1

Belum selesai tugas kita memerangi dan mengendalikan virus Corona, sekarang dunia kembali dikejutkan dengan adanya virus baru yaitu Hantavirus yang diduga sama mematikannya dengan virus Corona. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan Hantavirus dan benarkah lebih berbahaya bila dibandingkan dengan virus Corona?

Kasus Hantavirus pertama kali dilaporkan terjadi di China dan dikabarkan penderitanya meninggal, sehingga kembali membuat panik unia. Belum selesai kasus virus Corona, sekarang dunia semakin dibuat panik dengan hantavirus. Hantavirus adalah virus yang ditularkan melalui perantara hewan pengerat (rodent atau tikus) yang dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan, sebelumnya hantavirus dikenal sebagai “old world” hantaviruses yang menyerang terutama di Asia dan Eropa dapat menyebabkan Hemorrhagic fever with renal syndrome yang menyerang  ginjal dengan gejala demam berdarah disertai dengan gangguan ginjal.2

Hantavirus dapat ditularkan oleh tikus ke manusia melalui urin, tinja, air liur dan gigitan dari tikus yang terinfeksi dengan hantavirus. Apabila di rumah Sobat terdapat tikus yang sedang menggerogoti makanan, maka secara tidak langsung tikus akan meninggalkan air liur disekitarnya, apabila makanan terkontaminasi, maka Sobat akan tertular hantavirus. Oleh karenanya, sangatlah penting bagi Sobat untuk menjaga kebersihan rumah.3-5

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) menunjukkan gejala yang cukup berat bahkan fatal hingga berujung kematian. HPS ditularkan melalui urin tikus yang terinfeksi hantavirus. Pada manusia yang terinfeksi hantavirus akan menunjukkan gejala pernapasan yang cukup berat. 3-5

Hantavirus dapat menular dari tikus ke manusia melalui urin, liur dan kotorannya, kemudian partikel virus menguap di udara kemudian terhirup manusia maka akan menginfeksi manusia, proses ini disebut airborne transmission atau transmisi udara. Namun para peneliti berpendapat, ada bebrapa cara lain virus dapat menginfeksi manusia, yaitu:

  1. Jika tikus yang terinfeksi hantavirus menggigit manusia, kemungkinan hantavirus juga akan menginfeksi manusia. Namun penularan jenis ini sangat jarang terjadi.3,5
  2. Peneliti percaya bahwa hantavirus menular dari tikus ke manusia apabila manusia memegang benda yang terkontaminasi dengan kotoran, urin dan liur tikus kemudian memegang hidung atau mulut maka hantavirus dapat menular ke manusia. 3,5
  3. Selain itu, peneliti juga berpendapat bahwa kontaminasi makanan yang terkontaminasi kotoran, urin dan liur pendertita hantavirus juga dapat berpotensi menginfeksi manusia. 3,5

Hantavirus tidak dapat menular dari orang yang sakit ke orang yang sehat, artinya hantavirus tidak menular melalui kontak seperti berjabat tangan atau berpelukan dengan orang yang terinfeksi HPS atau pasien dengan HPS tidak dapat menularkan kepada tenaga medis yang merawatnya. 3,5

Setiap orang akan berpotensi terjangkit HPS apabila mempunyai kontak dengan tikus atau yang berpotensi untuk kontak dengan kotoran atau urin tikus. Karena virus dapat menyebar ke udara, maka cara pencegahannya adalah bersihkan rumah agar terbebas dari hewan pengerat, menggunakan masker saat membersihkan kotoran tikus dan hindari membersihkan tikus dengan cara mem-vakum atau menyapu, mengingat bahwa partikel virus yang terdapat pada urin, liur dan kotoran tikus dapat menguap ke udara. 3,5

Lalu, gejala apa yang terjadi apabila seseorang terinfeksi hantavirus? Gejala awal, lelah, nyeri pada sendi, nyeri otot terutama pada otor besar seperti punggung, pinggang dan bahu. Mungkin disertai dengan nyeri kepala, lemas, sampai gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare dan nyeri perut.4,5

Gejala lanjutan biasanya terjadi antara 4-10 hari gejala awal, gejala HPS mulai timbul seperti napas pendek-pendek, batuk, dada terasa berat saat napas seperti terikat atau ditekan benda berat (hal ini terjadi karena paru-paru mulai terisi cairan). Hartavirus dapat menjadi sangat fatal, dengan angka kematian sebanyak 38%.4,5

Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis Oleh: Jesica Chintia Dewi

DAFTAR PUSTAKA

  1. World Health Organization. Experience.arcgis.com. 2020. Experience. [online] Available at: <https://experience.arcgis.com/experience/685d0ace521648f8a5beeeee1b9125cd> [Accessed 26 March 2020].
  2. Miller, R., 2020. A Case Of Hantavirus Has Been Reported In China. Here’s Why You Shouldn’t Worry.. [online] Usatoday.com. Available at: <https://www.usatoday.com/story/news/health/2020/03/24/hantavirus-case-china-why-not-worry-amid-coronavirus/2907736001/> [Accessed 26 March 2020].
  3. gov. 2020. How People Get Hantavirus Infection. [online] Available at: <https://www.cdc.gov/hantavirus/hps/transmission.html> [Accessed 26 March 2020].
  4. gov. 2020. Signs & Symptoms | Hantavirus | DHCPP | CDC. [online] Available at: <https://www.cdc.gov/hantavirus/hps/symptoms.html> [Accessed 26 March 2020].
  5. Mayo Clinic. 2020. Hantavirus Pulmonary Syndrome – Symptoms And Causes. [online] Available at: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hantavirus-pulmonary-syndrome/symptoms-causes/syc-20351838> [Accessed 26 March 2020].

 

Chat Asisten ProSehat aja