Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Anestesi Umum/Bius Total, Bagaimana Proses dan Persiapannya?

Mendengar kata ‘bius’ mungkin terdengar menakutkan bagi sebagian orang. Pembiusan sendiri atau di dalam dunia medis disebut dengan istilah anestesi, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “anaesthesia” yang berarti tidak dapat merasakan, dari kata tersebut dapat diartikan bahwa anestesi adalah suatu kondisi dimana terjadi kehilangan sensasi atau kesadaran secara temporari/ sementara akibat pengaruh obat-obatan anestesi dengan tujuan untuk menghilangkan nyeri pembedahan. Anestesi memiliki hubungan yang erat dengan dunia kedokteran terutama dalam proses operasi atau pembedahan itu sendiri.

Secara umum, anestesi dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu anestesi lokal, anestesi regional, dan anestesi umum. Dokter anestesi akan melakukan evaluasi terhadap kondisi pasien dan akan menentukan tindakan anestesi yang sesuai dengan kondisi pasien dan prosedur operasi yang akan dilakukan.

Anestesi umum atau yang sering disebut sebagai bius total merupakan kondisi yang dibuat untuk menimbulkan analgesia (menghilangkan rasa nyeri), amnesia untuk menghilangkan memori selama proses operasi, karena tentunya pasien tidak ingin mengingat tindakan yang dilakukan pada saat operasi agar pasien merasa lebih nyaman, dan menghilangkan kesadaran pasien.

Anestesi sering digunakan pada operasi-operasi yang tidak dapat dijangkau dengan anestesi lokal maupun regional, misal pada kondisi operasi besar seperti operasi otak, operasi tulang belakang, pembedahan pada jantung, cangkok ginjal atau pada lokasi pembedahan yang sulit dijangkau dengan anestesi lokal maupun regional, misal pada pengangkatan tumor payudara, pengangkatan tiroid, pengangkatan amandel, dan lain-lain.

Jenis Obat untuk Anestesi Umum

Terdapat empat jenis obat yang biasanya digunakan pada anestesi umum. Pertama, merupakan  obat-obat yang bersifat sedatif yang berfungsi menidurkan dan mempertahankan pasien dalam kondisi tidur. Kedua, obat-obatan anti-nyeri yang berfungsi menjaga pasien agar tidak merasakan nyeri saat pembedahan, karena rangsang nyeri dapat membangunkan pasien dan membuat kondisi pasien menjadi tidak stabil.

Ketiga, obat-obatan amnestic dan anxiolitik yang memiliki fungsi untuk menghilangkan ingatan pasien selama proses pembedahan karena proses pembedahan bukan merupakan hal yang menyenangkan untuk pasien dan memberi pasien kondisi yang lebih tenang selama proses pembiusan. Keempat, obat pelemas otot yang berfungsi untuk melemaskan otot pasien sehingga pada saat operasi, dokter bedah dapat leluasa melakukan manuver pembedahan, namun obat pelemas otot ini tidak selalu digunakan setiap operasi.

Pada proses anestesi sendiri, pasien akan dipersiapkan terlebih dahulu untuk menjalani pembiusan, pasien akan diminta untuk puasa umumnya 8 jam sebelum tindakan operasi, puasa ini merupakan persiapan yang penting karena pada proses pembiusan, kondisi lambung harus dalam keadaan kosong apabila di lambung masih terdapat makanan, makanan tersebut berisiko masuk ke jalan napas pasien sehingga dapat mengganggu fungsi pernapasan.

Pasien akan diberikan cairan melalui infus, dan dipersiapkan kondisi agar optimal saat proses operasi, termasuk penjelasan mengenai tindakan pembiusan yang akan dilakukan oleh dokter anestesi. Bagi pasien yang memiliki riwayat alergi atau riwayat asma wajib menginformasikan kondisi tersebut ke tim medis, karena reaksi alergi sangat dihindari pada proses pembiusan karena dapat membahayakan kondisi pasien maka informasi mengenai alergi menjadi sangat penting agar dokter dapat menghindari obat-obatan yang memicu alergi pada proses pembiusan dan pembedahan.

Pada saat akan memasuki kamar operasi, pasien akan diberikan obat penenang karena wajar bila pasien yang akan dioperasi akan merasa tegang (nervous) dan kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap tanda vital pasien. Setelah tim dan peralatan untuk operasi lengkap, pasien akan dilakukan pembiusan dengan obat anestesi, baik melalui jalan infus maupun dengan dihirup melalui masker, kemudian setelah pasien tidak sadar, pasien akan diberikan alat bantu napas berupa selang yang akan dipasang di jalan napas agar napas tetap terkontrol dan stabil, dan setelah itu proses pembedahan akan dimulai. Selama proses pembedahan, pasien akan dipantau dengan ketat oleh tim anestesi dan akan dikondisikan agar semua sistem di tubuh pasien dalam keadaan stabil.

Setelah proses pembedahan selesai, obat-obat anestesi akan distop dan pasien akan dibangunkan, alat bantu napas akan dilepaskan, setelah pasien bangun, kesadaran pulih dan kondisi sudah stabil, pasien akan dibawa ke ruang pemantauan pasca pembedahan untuk tindakan pengawasan, lalu setelah kondisi betul-betul stabil dan aman, pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Pada periode setelah operasi selesai, pasien akan diberikan obat anti-nyeri untuk mengurangi nyeri pasca pembedahan, apabila pasien masih merasa nyeri yang mengganggu harap menginformasikan kepada tim medis agar diberikan tambahan obat anti-nyeri.

Risiko Tindakan Anestesi Umum

Setiap tindakan pada dunia kedokteran, pasti memiliki risiko dan efek samping. Namun tidak semua efek samping ini timbul dan tidak semua efek samping membahayakan, berkaitan dengan itu, tindakan anestesi umum pun memiliki risiko dan efek samping.

Pada anestesi umum, salah satu risiko yang ditakutkan adalah kegagalan dalam pengontrolan jalan napas pasien, karena dapat berakibat pasien kekurangan oksigen dan membahayakan pasien, risiko ini dapat diminimalisir dengan teknik dan skill yang baik, sehingga dokter anestesi dapat mengontrol jalan napas pasien dengan baik.

Efek samping yang umum dirasakan pasien adalah rasa tidak nyaman pada mulut dan tenggorokan karena selama pembiusan dipasang selang untuk membantu pernapasan. Tapi jangan khawatir dengan tindakan anestesi, karena risiko kematian akibat tindakan anestesi saat ini sangatlah jarang ditemukan, pada awal tahun 2000 penelitian di Amerika Serikat mengatakan kematian pasien akibat tindakan anestesi adalah 1 dari 100.000 tindakan anestesi. Maka dapat disimpulkan bahwa tindakan anestesi pada operasi  merupakan tindakan yang aman.

instal aplikasi prosehat

Daftar Pustaka

  1. Adler, A. (2018). General Anesthesia: General Considerations, Preoperative Period, Intraoperative Period. [online] Emedicine.medscape.com. Available at: emedicine.medscape.com/article/1271543-overview [Accessed 7 Dec. 2018].
  2. Li, G., Warner, M., Lang, B., Huang, L. and Sun, L. (2009). Epidemiology of Anesthesia-related Mortality in the United States, 1999–2005. Anesthesiology, 110(4), pp.759-765.
  3. Ronald D. Miller., Manuel C. Pardo. Basics of Anesthesia. 7th ed. Elsevier; 2018.
  4. Latief S, Suryadi K, Dachlan M. Petunjuk Praktis Anestesiologi. 2nd ed. Jakarta: Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2018.

WhatsApp Asisten Maya saja