Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Amankah Menggunakan Resep Secara Online?

Pernakah Sobat akhir-akhir ini mendengar tentang telemedicine? Presiden Jokowi telah menyarankan bagi Sobat yang sedang sakit untuk menggunakan berbagai aplikasi sebagai cara berobat online atau disebut juga sebagai telemedicine. Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan telemedicine untuk membantu memperluas cakupan berobat secara online, salah satunya adalah ProSehat. Dengan menggunakan aplikasi telemedicine, Sobat dapat melakukan konsultasi hingga peresepan obat tanpa harus bertemu tatap muka dengan tenaga kesehatan. Namun apakah peresepan secara online aman dibandingkan peresepan pada poliklinik?

Telemedicine diartikan oleh WHO sebagai pemberian pelayanan kesehatan, dimana jarak merupakan faktor kritis. Layanan kesehatan ini menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendapatkan informasi valid untuk diagnosis, tatalaksana dan pencegahan penyakit, penelitian dan evaluasi, dan untuk kelanjutan edukasi dari tenaga kesehatan. Berhubungan dengan pandemi COVID-19 yang sedang terjadi, pemerintah menyarankan bagi Sobat yang sedang sakit untuk tidak keluar rumah. Dari bekerja hingga berobat saat ini disarankan untuk dilakukan secara online. Dengan melakukan hal tersebut, Sobat dapat mengurangi risiko terinfeksi COVID-19 dengan tidak pergi keluar rumah. Beberapa negara sudah melakukan hal ini untuk mengurangi transmisi COVID-19. Tidak hanya untuk Sobat, tetapi tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat juga dapat terhindar dari faktor risiko paparan COVID-19.

Apabila Sobat menggunakan aplikasi untuk telemedicine, Sobat akan dilayani dengan konsultasi secara online. Langkah selanjutnya adalah peresepan untuk mendapatkan obat. Proses peresepan secara  konvensional seperti dalam keadaan poliklinik memiliki beberapa perbedaan dengan telemedicine. Apakah proses peresepan secara telemedicine yang bersifat online lebih aman? Berikut terdapat beberapa perbedaannya:

  1. Penulisan Resep

Resep konvensional dibuat dengan tulisan tangan. Dibandingkan dengan telemedicine yang diketik berbasis komputer, tentu pembacaan huruf yang diketik akan lebih mudah. Hal ini akan meminimalisir salah pembacaan sehingga pasien tidak mendapatkan obat yang salah. Hal ini ditekankan untuk obat Look Alike Sound Alike (LASA).

  1. Data untuk Pertimbangan Pemberian Resep

Sebelum meresepkan obat, dokter perlu mempertimbangkan banyak hal. Beberapa diantaranya seperti anamnesis untuk gejala penyakit, riwayat alergi, interaksi dengan obat yang sedang Sobat konsumsi, dan efek samping obat terhadap kondisi tubuh Sobat saat ini. Sebuah penelitian untuk pasien obstetrik dan ginekologi menemukan bahwa check list yang diisi mandiri sama atau bahkan lebih efektif dibandingkan skrining kontraindikasi dari tenaga medis secara konvensional. Terdapat penelitian lain yang membanding pertimbangan pemeriksaan fisik dari poliklinik dan tanpa pemeriksaan fisik pada telemedicine untuk pemberian antibiotik pada pasien infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Hasil yang didapatkan menyatakan tidak ada perbedaan signifikan untuk pemberian antibiotik pada dua kelompok tersebut. Ini menunjukkan bahwa hanya dari anamnesis, pertimbangan untuk peresepan antibiotik tidak berbeda dengan yang melakukan pemeriksaan fisik secara konvensional. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua obat dapat diresepkan tanpa dilakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu.

  1. Penyerahan Resep dan Obat

Proses penyerahan resep konvensional dalam keadaan poliklinik diserahkan secara langsung ke pasien secara tatap muka. Dengan telemedicine, penyerahan resep dilakukan secara online sehingga tidak terdapat kontak langsung antara dokter dengan pasien untuk meminimalisir kontak. Setelah itu, proses pengambilan obat juga dilakukan secara online. Pada sistem telemedicine ProSehat, obat yang diresepkan dapat langsung diantarkan ke rumah agar Sobat dapat menghindari risiko kontak jika keluar mencari apotik.

Penggunaan telemedicine dapat dipertimbangkan sebagai alternatif untuk mengurangi kontak langsung saat pandemi. Beberapa faktor untuk peresepan secara online juga terbukti tidak berbeda dengan cara konvensional. Dengan berobat secara online, Sobat dapat menghindari risiko kontak yang tidak diperlukan. Untuk penyakit yang lebih berat, saat konsultasi online, Sobat mungkin akan disarankan untuk tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit. Apabila Sobat memiliki gejala yang mengarah ke COVID-19 atau memiliki riwayat kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, pastikan untuk memberitahu saat melakukan konsultasi online. Tenaga kesehatan akan memandu langkah selanjutnya yang perlu Sobat lakukan.

Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis Oleh: dr Jonathan Christopher

DAFTAR PUSTAKA

  1. Situs Resmi Monitoring COVID-19 milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Covid-monitoring.kemkes.go.id. 2020. Available from: https://covid-monitoring.kemkes.go.id/telemedicine
  2. Telemedicine. Geneva, Switzerland: World Health Organization; 2010.
  3. Hollander J, Carr B. Virtually Perfect? Telemedicine for Covid-19. New England Journal of Medicine. 2020;.
  4. Hariton E, Tracy E. Telemedicine Companies Providing Prescription-Only Medications. Obstetrics & Gynecology. 2019;134(5):941-945.
  5. Yao P, Clark S, Gogia K, Hafeez B, Hsu H, Greenwald P. Antibiotic Prescribing Practices: Is There a Difference Between Patients Seen by Telemedicine Versus Those Seen In-Person?. Telemedicine and e-Health. 2020;26(1):105-107.

Chat Asisten ProSehat aja