Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Amankah Bayi dan Anak Dibius?

Setiap kali anak akan mengikuti operasi yang membutuhkan anestesi atau dibius, orang tua pastinya memiliki berbagai pertanyaan tentang risiko yang mungkin terjadi, terutama ketika anak itu adalah bayi atau balita. Oleh karena itu, yuk kita bahas berbagai pertanyaan yang sering diajukan tentang keamanan anestesi (bius).

  • Apakah anestesi atau dibius itu aman untuk anak saya?

Kini anestesi dan bius pada anak sudah lebih aman dari sebelumnya. Ahli anestesi pada bagian anak telah memungkinkan anak, bahkan bayi yang sedang sakit sekalipun untuk menjalani operasi penyelamatan hidup dan juga proses untuk peningkatan kualitas hidup. Seperti obat lainnya, anestesi atau obat bius juga memiliki efek samping, baik itu pada orang tua maupun anak muda. Para ilmuwan dan dokter terus melakukan penelitian untuk meningkatkan keamanan penggunaan obat bius pada bayi dan anak–anak.

  • Ketika bayi atau anak–anak dibius, apakah hal tersebut mempengaruhi perkembangan dari otak anak?

Para ilmuwan terus menyelidiki efek anestesi pada perkembangan otak hewan selama lebih dari 20 tahun. Pada hewan yang dibius dalam jangka waktu panjang atau berulang mungkin mengalami masalah dengan belajar dan perilaku kemudian hari, namun jika pemberian bius hanya satu kali yang diberikan secara hati–hati, belum pernah ditemukan masalah pada anak–anak. Selama beberapa tahun terakhir, para ahli anestesi anak telah banyak memastikan keselamatan anak–anak di bawah pengaruh anestesi umum. Banyak penelitian yang sedang dilakukan untuk lebih memahami risiko dan aspek keamanan dari anestesi (bius) umum pada anak.

  • Apa yang dapat keluarga lakukan ketika anak membutuhkan operasi?

Orang tua tentu harus mendiskusikan semua risiko dan manfaat dari operasi atau prosedur yang akan dilakukan pada anak dengan dokter spesialis anak. Tanyakan tentang waktu, jika tidak ada risiko terkait dengan menjalani operasi (misalnya keadaan mengancam jiwa atau keadaan darurat), maka dapat dipertimbangkan dengan dokter anak untuk menunda operasi hingga anak berusia lebih dari 3 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa efek samping anestesi (bius) pada otak menurun seiring bertambahnya usia.

Orang tua tentunya harus juga berkonsultasi dengan ahli anestesi. Jika rumah sakit memungkinkan untuk memilih dokter anestesi, pilihlah dokter anestesi yang sudah sering melakukan bius pada anak kecil. Ahli anestesi anak sudah dilatih untuk menggunakan obat yang paling tidak berbahaya untuk menghindari masalah dan untuk menyesuaikan jumlah obat anestesi (bius) yang diberikan kepada anak berdasarkan usia, berat badan, jenis kelamin, dan juga obat lain yang sedang digunakan untuk penyakit yang sedang anak derita.

  • Bagaimana cara dokter anestesi anak tetap menjaga anak saya aman saat dibius?

Ahli anestesi anak yang terlatih akan secara hati–hati memberikan obat bius untuk membantu anak tertidur dan tetap aman dan nyaman. Saat dibius, anak–anak akan memiliki reaksi berbeda terhadap anestesi dibandingkan orang dewasa. Ahli anestesi anak akan memantau denyut jantung, tekanan darah, pernapasan serta kadar oksigen, serta menyesuaikan obat sesuai kebutuhan anak. Dokter akan melakukan apapun yang diperlukan untuk menjaga tanda–tanda vital anak stabil dan bebas dari rasa sakit.

  • Apa saja teknik bius yang dapat dilakukan pada anak?

Terdapat beberapa prosedur yang dapat digunakan, yaitu:

  • Anestesi umum, dimana anak Anda akan dibuat “tertidur”, merupakan pilihan yang paling sering digunakan saat operasi.
  • Anestesi regional, yaitu jenis bius yang digunakan untuk membuat satu area besar dari tubuh mati rasa.
  • Anestesi lokal, yaitu teknik anestesi hanya satu bagian kecil dari tubuh yang dibuat mati rasa.

 

  • Apakah obat yang digunakan untuk anestesi (bius) lebih aman daripada obat lainnya?

Semua obat yang digunakan untuk anestesi atau bius telah terbukti memengaruhi perkembangan otak normal pada hewan jika diberikan berulang kali atau dalam jangka waktu yang lama. Jenis anestesi dengan obat tertentu seperti opioid, clonidine dan dexmedetomidine mungkin tidak menimbulkan efek pada otak yang sama terhadap hewan, namun obat ini terkadang tidak sesuai untuk semua pasien atau beberapa prosedur. Saat ini para peneliti terus mengembangkan pilihan obat baru yang bebas dari efek samping.

Jika Anda memiliki pertanyaan lagi tentang anestesi atau bius, silakan berkonsultasi dengan ahli yang terpercaya seperti dokter anestesi di Pondok Indah. Semoga membantu.

instal aplikasi prosehat

Referensi:

  1. Anesthesia Safety for Infants nad Toddlers : Parent FAQs – healthychildren.org/English/health-issues/conditions/treatments/Pages/Anesthesia-Safety-Infants-Toddlers-Parent-FAQs.aspx, diakses pada tanggal 7-12-2018
  2. A Practice of Anesthesia for Infants and Children, 5th – journals.lww.com/anesthesia-analgesia/FullText/2013/11000/A_Practice_of_Anesthesia_for_Infants_and_Children,.42.aspx, diakses pada tanggal 7-12-2018
  3. Anesthesia Safe for Infants, Toddlers, Study Says – webmd.com/parenting/baby/news/20160607/anesthesia-safe-for-infants-toddlers-study-says, diaskes pada tanggal 7-12-2018
  4. Is Anesthesia Safe for Your Child – health.clevelandclinic.org/is-anesthesia-safe-for-children/, diakses pada tanggal 7-12-2018
  5. Anesthesia – What to expect – kidshealth.org/en/parents/anesthesia.html, diakses pada tanggal 7-12-2018

WhatsApp Asisten Maya saja