Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Apa Itu Active Aging: Penyakit Degeneratif?

Seiring bertambahnya umur, pria dan wanita pasti menyadari munculnya tanda-tanda penuaan pada tubuh mereka, salah satunya menurunnya fungsi dari organ tubuh, yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Proses penuaan merupakan penyebab penyakit degeneratif yang paling umum.

Baca Juga: Selain Oplas, Berikut 8 Cara Mencegah Penuaan Dini

Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan di mana organ atau jaringan terkait keadaannya yang terus menurun seiring waktu.  Penyakit ini terjadi karena adanya perubahan pada sel-sel tubuh yang akhirnya memengaruhi fungsi organ secara menyeluruh.

Proses penuaan yang tidak dapat dicegah ini  tentunya dapat dihambat lajunya, agar tubuh tetap berfungsi dengan maksimal walaupun usia bertambah. Gaya hidup sehat dan pencegahan dengan cara melakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin dapat dilakukan agar tubuh terhindar dari penyakit degeneratif.

Semua hal di dunia ini ada sebab dan akibat, ada yg bisa dihindari dan tidak. Salah satu yang kita tidak bisa hindari adalah UMUR. Umur manusia rentang antara 55-70 tahun untuk bangsa kita. Namun, bukan masalah umur yang jadi masalah tetapi apakah kita bisa tetap produktif sampai di ujung waktu, apakah kita bisa berkontribusi bagi sekitar kita atau apakah kita menyusahkan keluarga atau teman kerja dan sekitar kita dalam hal kesehatan. Hal ini karena usia 35 tahun keatas manusia sudah mulai mengalami penyakit degeneratif.

Baca Juga: 8 Cara Cegah Jatuh Pada Lansia

Penyakit degeneratif adalah suatu kumpulan penyakit yang timbul karena proses penuaan, kelemahan organ, perubahan anatomi tubuh dan banyak hal lainnya yang disebabkan karena kebiasaan makan dan aktivitas sehari-hari.

Beberapa contoh penyakit ini adalah hipertensi, osteoporosis, osteoartritis, hiperlipidemia, diabetes, ataupun gangguan ginjal dan jantung koroner. Bila kita cermati, penyebab terjadinya penyakit ini pada saat tua adalah kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kebiasaan makan makanan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kurangnya konsumsi serat, konsumsi padat energi, obesitas, stres,dsb.

Beberapa makanan yang dapat menjadi penyakit degeneratif adalah daging berlemak, makanan cepat saji (junk food), minuman bersoda (soft drink), mentega, margarim, krim, santan, alkohol, gula, minyak.

Nah, bagaimana cara mencegah agar kita tidak terkena penyakit degeneratif?Kita dapat melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat antara lain konsumsi makanan sehat, perbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, kelola stres, hindari rokok dan alkohol, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan skrining rutin untuk mengetahui penyakit yang ada.

Apa bedanya pemeriksaan kolesterol di laboratorium dengan yang biasa dilakukan secara instan/tusuk jari?

Perbedaan secara mendasar adalah dari cara pengambilannya. Bila pengambilan dilakukan instan, darah yang diambil berasal dari pembuluh darah kapiler atau ujung dari tubuh, hasilnya hanya nilai kolesterol. Jika dengan pemeriksaan laboratorium akan keluar hasil yang lebih banyak karena proses pengambilan sampel yang banyak dari pembuluh darah yang cukup besar, kemudian hasil pun beragam seperti kolesterol, trigliserida, HDL, LDL, dan sebagainya. Namun, bukan berarti tes instan tidak bermanfaat karena bisa melihat untuk proses yang cepat dalam melakukan skrining.

Apakah yang dimaksud dengan tes kekentalan darah dan fungsinya apa?

Kekentalan darah disebabkan karena hemokonsentrasi atau peningkatan LED atau laju endap darah. LED penting dalam hal skrining karena bisa menjadi petunjuk adanya peradangan dan infeksi pada tubuh. Salah satu contoh pada kasus TBC atau tuberkulosis. Laju endap darah sangat diperhitungkan untuk menegakkan diagnosa tersebut.

Pemeriksaan untuk MCU sebaiknya kapan dilakukan?

MCU sebaiknya dilakukan berkala, tergantung dari kebutuhan. Salah satu contohnya jika diabetes bisa dilakukan perbulan untuk cek gula lain2 secara umum sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali.

Jika hasil asam urat saya awalnya tinggi, lalu sudah minum obat terus turun jadi normal, Apakah perlu  minum obat lagi? Kapan harus dicek ulang asam uratnya?

Nah, bila ada keluhan asam urat, yang harus dicek bukan hanya asam urat saja. Perlu kita ketahui bahwa asam urat diproses melalui filtrasi pada ginjal. Bila asam urat kita tinggi, kita juga perlu mengecek fungsi ginjal. Jika tinggi perlu minum obat, tetapi yang paling penting adalah mengubah kebiasaan makan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Kemudian, Asam urat dapat dicek ulang tiap bulan jika mempunyai gejala penyakit arthritis gout atau radang sendi akibat asam urat.

Baca Juga: 3 Makanan Penyebab Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

Apa bedanya osteoporosis dan osteoartritis?Bagaimana pencegahannya?

Osteoporosis adalah penyakit pengeroposan densitas tulang, atau berkurangnya komposisi kalsium pada tulang. Osteoartritis adalah peradangan sendi yang terjadi akibat pergesekan atau trauma pada sendi bisa karena timbulnya spur atau benjolan-benjolan tulang pada sendi karena proses penuaan, sehingga mencederai bantalan sendi dan mengakibatkan radang.

Produk Terkait: Jual Suplemen dan Susu Kalsium

Pencegahan osteoporosis dan osteoartritis dapat dilakukan dengan makan makanan yg bergizi, bukan hanya suplemen kalsium saja dan harus olahraga secara rutin, tapi hindari gerakan yang aktif dan tiba-tiba.

Pemeriksaan laboratorium apa yang disarankan pada orang tua / lansia?

Pada orang tua disarankan melakukan pemeriksaan medical check up minimal setahun sekali. Pemeriksaannya bermacam-macam berupa darah lengkap, kadar gula, kolesterol, asam urat, fungsi ginjal dan hati, kepadatan tulang, kadar kalsium dalam darah, dsb.

Baca Juga: Apa Itu Diaper Rush

Apakah yang dimaksud dengan kencing batu dan apa pemeriksaan laboratorium untuk mengetahuinya?

Gejala kencing batu bermacam-macam, awalnya bisa hanya sakit pinggang, kemudian mules seperti ingin buang air besar, kencing terasa sakit, kadang disertai muntah. Jika gejala lanjutan bisa mengalami nyeri kolik atau nyeri hebat yang tidak bisa ditahan.

Diagnosa kencing batu dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG abdomen atau ginjal, cek urin, cek BNO IVP (pemeriksaan radiografi pada sistem urinaria dari ginjal, ureter hingga kandung kemih dengan menyuntikkan zat kontras melalui pembuluh darah vena).

Jika seseorang diketahui menderita hepatitis, mengapa harus mengobati penyakitnya dulu baru dilakukan vaksinasi?

Nah, sekarang harus paham fungsi vaksin itu apa. Vaksin itu merupakan bakteri/virus yang dilemahkan, baik aktif atau pasif. Seandainya kita membunuh bakteri yang sedikit,  tubuh kita akan mempunyai memori bagaimana cara membunuhnya. Tahapan vaksin kedua membuat tubuh semakin jago dalam membasmi bakteri tersebut dan akhirnya punya unit tentara sendiri dalam menghadapi kuman tersebut yg sering disebut antibodi.

Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

Kenapa jika sudah terdiagnosis penyakit hepatitis tidak boleh diberikan vaksinasi? Nah, artinya tentara tubuh atau antibodi kita sudah kalah. Sehingga, buat apa malah di tambahin bakteri yang sama yang sudah mengalahkan tubuh, artinya malah menambahkan penyakit.

Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penyakit degeneratif dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Chat Asisten ProSehat aja