Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

9 Makanan yang Harus Dihindari Ketika Gatal Alergi

Angka kejadian alergi makanan pada anak di dunia sekitar 6-8%, dan sering terjadi pada tahun pertama kehidupan seorang anak. Alergi terjadi karena adanya perubahan pada reaksi tubuh sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap suatu bahan yang ada di lingkungan hidup kita, salah satunya adalah makanan. Sehingga, bila si kecil mengalami alergi terhadap makanan, maka makanan tersebut wajib dihindari terutama bila gatal akibat alerginya sudah muncul.

Alergi makanan merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh reaksi alergi yang melibatkan IgE (suatu imunoglobulin) terhadap bahan yang terkandung dalam makanan. Alergi makanan merupakan suatu jenis alergi yang cukup mengkhawatirkan dan merupakan ancaman bagi masyarakat, mengingat makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi setiap individu. Kejadian alergi makanan dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain genetik, umur, jenis kelamin, pola makan, jenis makanan, dan faktor lingkungan.

Pada setiap individu, alergi makanan yang dimiliki tak selalu sama. Ada anak yang alergi terhadap makanan laut tapi anak lainnya justru alergi terhadap cokelat dan tidak memiliki alergi terhadap makanan laut. Alergi memang merupakan hal yang unik, karena respons pada masing-masing individu selalu tak sama, dan keunikan dari alergi inilah yang menjadi tantangan bagi setiap orang tua. Orang tua yang memiliki anak alergi terhadap makanan, harus menjaga anaknya agar terhindar dari makanan yang dapat menimbulkan gatal alergi .

Berdasarkan waktu yang muncul, respons alergi dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 adalah kelompok yang muncul respons alerginya paling cepat yaitu beberapa menit setelah menyantap makanan yang jumlahnya sedikit, gejala pada kelompok 1 biasanya berupa ruam kulit yang gatal, bibir bengkak, hingga sesak nafas. Kelompok 2 adalah kelompok yang respons timbulnya alergi beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang jumlahnya cukup banyak, gejala pada kelompok ini berupa diare dan muntah. Dan kelompok yang terakhir atau kelompok 3 adalah kelompok yang respons muncul alerginya paling lama jika dibandingkan dua kelompok lain, pada kelompok 3 respons alergi dapat muncul sampai 1 hari setelah memakan makanan yang menyebabkan alergi dalam jumah yang sangat banyak, gejalanya bisa berupa muntah, diare, hingga sesak napas. Dari ketiga kelompok di atas, kelompok 1 atau kelompok yang merespons alergi dengan bentuk ruam kulit dan gatal ialah yang paling sering terjadi dan penyebabnya mudah diketahui.

Tak banyak memang bahan makanan yang dapat menimbulkan alergi. Biasanya bahan makanan yang sering menimbulkan alergi memiliki berat molekul yang cukup tinggi yaitu 10.000 sampai 60.000 dalton. Beberapa makanan di bawah ini adalah makanan-makanan yang mungkin menimbulkan alergi dan harus dihindari ketika gatal alergi sedang timbul.

  1. KACANG TANAH

Berdasarkan beberapa penelitian, 7,4% anak mengalami alergi terhadap kacang tanah. Penyebabnya karena kacang tanah merupakan salah satu jenis glikoprotein yang memiliki berat molekul cukup besar.

  1. TELUR

Alergi telur merupakan penyebab alergi makanan terbesar pada anak-anak di Jepang, yaitu sekitar 52,3%. Di indonesia alergi terhadap telur juga lumayan tinggi presentasenya tapi belum didapatkan data secara pasti. Telur termasuk protein hewani yang banyak dikonsumsi, terdiri dari putih telur dan kuning telur, kuning telur banyak mengandung kolesterol, sedangkan putih telur banyak mengandung protein. Kandungan protein inilah yang biasanya menyebabkan anak mengalami alergi terhadap telur.

  1. DAGING AYAM

Banyak orang yang menyukai daging ayam, selain karena mudah dicari, harganya pun tidak terlalu mahal seperti daging merah, tapi sebagian kecil orang tidak dapat menikmati kenikmatan pada daging ayam karena memiliki alergi. Daging ayam memiliki protein yang cukup tinggi, hal inilah yang menyebabkan beberapa orang alergi terhadap daging ayam. Berdasarkan data penelitian bagian Alergi Imunologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, ada sekitar 7,4% anak memiliki alergi terhadap daging ayam.

  1. UDANG

Salah satu makanan laut yang dapat menyebabkan alergi adalah udang. Udang merupakan jenis makanan yang paling banyak menyebabkan alergi makanan dibandingkan makanan lain. Sekitar 8,8% anak memiliki alergi terhadap udang.

  1. KERANG

Banyak orang yang suka makan kerang, tapi banyak pula yang belum mengetahui jika kerang dapat menyebabkan alergi. Angka kejadian alergi terhadap kerang sama tingginya dengan angka kejadian alergi pada udang.

  1. KEPITING

Sama halnya dengan udang dan kerang, kepiting merupakan salah satu jenis makanan laut yang banyak digemari masyarakat. Namun, sayangnya angka kejadian alergi pada kepiting juga masih tinggi walau belum ada data nyatanya.

  1. TUNA

Ikan memang sangat diperlukan untuk meningkatkan kecerdasan anak karena di dalam ikan terkandung banyak omega-3 yang sangat bagus untuk perkembangan otak. Namun, pada beberapa anak, dapat memiliki alergi terhadap ikan terutama ikan tuna. Berdasarkan data, 4,4% anak memiliki alergi terhadap ikan tuna.

  1. COKELAT

Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa protein yang terdapat di dalam cokelat dapat menyebabkan reaksi alergi. Sebanyak 2,9% anak memiliki alergi terhadap cokelat.

  1. STROBERI

Banyak orang berpikir bahwa buah-buahan banyak mengandung vitamin dan mineral sehingga baik untuk kesehatan. Namun bagi sebagian orang, anggapan ini tak sesuai, karena ada sebagian kecil orang di dunia ini yang memiliki alergi terhadap stroberi.

Nah, Moms itulah 9 makanan yang harus dihindari ketika Anda atau si kecil mengalami gatal alergi. Untuk informasi kesehatan lainnya, jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, ya. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

Sumber:

  1. Chapman JA et al. Food Allergy: A Practice Parameter. Annals Of Allergy’ Asthma Immunol.
  2. Haahtela et al. Finnish Allergy Programme 2008–2017 –Time to Act and Change The Course. 2017.
  3. Lovik M. et al. The Norwegian National Reporting System and Register of Severe Allergic Reactions to Food. Norsk Epidemiol.
  4. Irawati N, Abdilah F. Patofisiologi dan diagnosis alergi makanan. Otorhinolaryngologica Indonesiana 2015.
  5. AA, Denburg J, Fokkens WJ, Togias A et al. Allergic rhinitis and its impact on asthma (ARIA) 2013 update ( in collaboration with the WHO, GA2LEN and AllerGen). J allergy 2013.

WhatsApp Asisten Maya saja