Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

9 Gejala Flu dan Tips Pencegahannya

Influenza atau yang lebih dikenal dengan flu, adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza dan dapat menyerang setiap kelompok usia, dari balita sampai lansia. Berbeda dengan pilek biasa (common cold), gejala flu umumnya lebih berat dan jika terjadi saat kekebalan tubuh sedang menurun, dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya, seperti pneumonia (infeksi paru), miokarditis (radang otot jantung), perikarditis (radang selaput pembungkus jantung), ensefalitis (radang otak), atau bahkan kematian.

Meskipun hampir setiap orang pernah mengalami gejala flu, penyakit flu dan common coldmasih sering dianggap sama, sehingga sebagian masyarakat masih menganggap ringan penyakit flu. Kabar baiknya, penyakit ini dapat dicegah agar tidak sampai menimbulkan komplikasi penyakit yang berat.

Gejala penyakit flu dan pilek biasa memang sulit dibedakan karena keduanya disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan. Meskipun demikian karena virus penyebabnya berbeda, tentu terdapat beberapa perbedaan yang dapat membantu kita lebih mengenali keduanya.

Berikut 9 gejala flu dan perbedaannya dengan pilek biasa:

  1. DEMAM

Tidak seluruh penderita flu mengalami demam, tetapidapat terjadi pada sebagian besar kasus. Rentang variasi suhu saat flu sangat besar, yaitu antara 38 – 41oC. Seseorang yang baru terpapar virus influenza tidak akan langsung mengalami gejala flu karena virus memerlukan waktu untuk bereplikasi (bertambah banyak) di dalam tubuh sampai bisa menimbulkan gejala, umumnya selama 18 – 72 jam.

Saat jumlah virus di dalam tubuh sudah banyak, tubuh akan beresponsdengan mengaktifkan sejumlah sel darah putih dan zat–zat tertentu untuk membunuh sel yang sudah terinfeksi virus. Proses inilah yang menimbulkan beberapa gejala flu, termasuk demam. Pada penderita flu, suhu tubuh akan dengan cepat meningkat dalam 24 jam pertama setelah virus berhasil memperbanyak diri, kemudian mulai mereda setelah 3–4 hari, meskipun ada juga yang mengalami demam sampai 1 minggu, tergantung pada kekebalan tubuh setiap penderita.

Berbeda dengan pilek biasa, sebagian besar kasusnya justru tidak disertai demam, dan kalaupun ada, peningkatan suhu tubuh terjadi secara perlahan.

  1. SAKIT KEPALA

Sakit kepala dapat terjadi karena proses yang sama seperti penyebab demam, yaitu keluarnya zat–zat dari sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus. Daerah kepala yang sakit bisa seluruhnya, atau hanya terlokalisir di bagian depan kepala saja. Pada penderita flu, sakit yang dirasakan seringkali sangat mengganggu, sedangkan pada pilek biasa sakit yang dialami lebih ringan.

  1. SAKIT TENGGOROKAN

Tenggorokan yang merupakan bagian dari saluran pernapasan, adalah salah satu tempat dimana virus yang menyerang saluran pernapasan dapat melekat langsung. Melekatnya virus mengakibatkan kerusakan sel–sel pelapis tenggorokan yang berfungsi sebagai pelindung. Saat terjadi kerusakan, tubuh akan berespons dengan memanggil sejumlah sel darah putih ke daerah tersebut, sehingga tenggorokan akan terasa sakit dan kering. Sakit tenggorokan lebih jarang terjadi pada penderita flu dibandingkan pada penderita pilek biasa.

  1. BATUK

Batuk merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan zat asing yang ada di tenggorokan. Saat terjadi iritasi lapisan pelindung tenggorokan dan responss radang, tubuh menerima informasi bahwa ada zat asing di dareah tersebut dan menyebabkan batuk. Pada penderita flu, batuk dapat terjadi lebih lama sampai > 1 minggu, meskipun gejala lain sudah mulai mereda.

  1. PILEK

Pilek (meningkatnya produksi cairan hidung) akibat iritasi pada hidung, umumnya timbul bersamaan dengan demam, tetapi masih dapat terjadi meskipun demam sudah mereda. Pada penderita pilek biasa, gejala ini lebih sering terjadi dan disertai dengan bersin –bersin.

  1. GANGGUAN PENGECAPAN

Penderita flu maupun pilek biasa umumnya kurang dapat merasakan makanan sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan fungsi pengecapan seseorang juga dipengaruhi oleh indera penciuman. Sebuah makanan yang dikonsumsi tanpa mencium aromanya, cita rasanya akan berubah. Pada keadaan iritasi saluran napas, saraf penciuman di hidungterganggu sehingga seringkali penderita merasa makanan yang dikonsumsi menjadi tawar, dan akhirnya penderita kehilangan nafsu makan.

  1. NYERI OTOT

Nyeri otot dapat terjadi di seluruh bagian tubuh, tetapi paling sering di otot kaki dan pinggang. Nyeri otot lebih sering dialami oleh penderita flu, sedangkan jarang sekali dialami penderita pilek biasa.

  1. MUAL

Mual dan muntah lebih sering dialami pada anak–anak daripada orang dewasa, terkadang dapat disertai dengan diare.

  1. LESU

Lesu atau keadaan mudah lelah dirasakan oleh penderita flu maupun pilek biasa, tetapi lebih berat pada penderita flu. Lesu dapat terjadi karena zat–zat radang yang beredar dalam tubuh sebagai respons terhadap infeksi yang terjadi. Saat zat ini mencapai otak, penderita akan merasa lesu dan kurang sadar terhadap lingkungan sekitar, sehingga penderita disarankan untuk tidak membawa kendaraan sendiri atau melakukan hal yang membutuhkan konsentrasi penuh terlebih dahulu.

Keadaan lesu ini dapat terjadi sampai > 2 minggu. Jika terjadi perubahan kesadaran yang berlanjut dan bermakna, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terdekat karena hal tersebut dapat merupakan tanda dan gejala flu dengan komplikasi kelainan otak (ensefalitis atau ensefalopati) yang harus segera diberikan tindakan penanganan dan pencegahan agar tidak semakin berat.

Perbedaan Flu dan Pilek Biasa (Common Cold)

Bagaimana Cara Mencegah Flu dan Komplikasinya?

Bila kita ingin mengetahui pencegahan flu, makaperlu diketahui terlebih dahulu bagaimana cara penularannya. Flu dapat menular dengan 2 cara, yaitu via udara (oleh penderita flu yang bersin atau batuk) atau kontak langsung dengan cairan atau partikel yang mengandung virus influenza. Dengan demikian cara menghindari tertular virus influenza adalah menghindari kontak dengan penderita flu dan selalu mencuci tangan setelah berkontak dengan fasilitas umum seperti tiang di bus, pagar, meja, telepon umum, dan sebagainya.

Namun, mengingat virus merupakan hal yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata, sulit bagi kita untuk senantiasa terlindungi. Oleh karena itu, sampai saat ini cara terbaik untuk mencegah flu adalah dengan vaksin influenza. Di Indonesia, vaksin influenza yang tersedia adalah berupa virus yang sudah tidak aktif dan diberikan dengan cara disuntik. World Health Organization merekomendasikan kelompok berikut ini mendapatkan vaksin influenza 1 kali tiap tahun:

  • Wanita hamil
  • Anak berusia 6 – 59 bulan
  • Lansia (usia ≥ 65 tahun)
  • Individu dengan penyakit kronik tertentu (sistem kekebalan tubuh yang kurang baik)
  • Individu yang bekerja di fasilitas kesehatan

Bahaya Flu pada Kelompok Risiko Tinggi dan Pencegahannya

Vaksin influenza telah terbuktidapat memberikan perlindungan sebesar 50 – 80% terhadap virus influenza. Meskipun setelah melakukan vaksinasi seseorang masih mungkin mengalami gejala flu, tetapi vaksinasi tetap diperlukan untuk pencegahan terhadap terjadinya komplikasi berbahaya yang dapat ditimbulkannya. Perlu diketahui bahwa vaksin influenza dibuat di dalam media telur, sehingga bagi individu yang memiliki alergi terhadap telur perlu menyampaikan kepada tenaga kesehatan sebelum menerima vaksin tersebut, agar diberikan jenis vaksin khusus.

Nah, bila Anda ingin melakukan vaksin flu atau mencari tahu informasi kesehatan lainnya, jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Tersedia layanan vaksin flu ke rumah loh! Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

Referensi:

  1. Cold Versus Flu [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2018 [cited 18 August 2018]. Available from: cdc.gov/flu/about/qa/coldflu.htm
  2. Kasper DL, Fauci AS, Hauser S, et al. Harrison’s principles of internal medicine (19th ed). New York: McGraw Hill Companies, Inc. 2015.
  3. Textbook of Pediatrics. Edisi ke-20. Philadelphia: Elsevier, 2016.
  4. Seasonal Influenza Vaccine Dosage & Administration [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2018 [cited 18 August 2018]. Available from: cdc.gov/flu/about/qa/vaxadmin.htm
  5. Vaccine Use [Internet]. World Health Organization. [cited 18 August 2018]. Available from: who.int/influenza/vaccines/use/en/

Chat Asisten ProSehat aja