Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

8 Makanan untuk Menurunkan Darah Tinggi

Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan tekanan darah tinggi, adalah kondisi peningkatan tekanan darah di dalam tubuh kita. Rata-rata tekanan darah normal pada manusia yaitu 120/80 mmHg. Peningkatan tekanan darah dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, yang akan mencetuskan berbagai jenis penyakit, penyakit jantung, ginjal, dan stroke.

Baca Juga: Perlu Makan Apa Supaya Tekanan Darah Jadi Normal?

Selain obat-obatan,pola hidup sehat merupakan salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Tahukah Anda yang termasuk pola hidup sehat antara lain meningkatkan aktivitas seperti berolahraga, mengurangi konsumsi rokok, dan mengonsumsi makanan yang sehat. Beberapa makanan telah diketahui mampu menurunkan tekanan darah tinggi.Oleh karena itu, sekarang kita akan membahas 8 makanan untuk menurunkan darah tinggi berikut:

1. Sayur-sayuran Hijau

Sayur-sayuran hijau kaya akan nitrat. Nitrat adalah suatu senyawa yang ditemukan di tanah, yang akan diserap oleh tumbuh-tumbuhan untuk pertumbuhannya. Nitrat akan diubah menjadi nitrit oksida, yang fungsinya merelaksasi pembuluh darah sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah. Berdasarkan penelitian, konsumsi satu hingga dua porsi sayur-sayuran hijau setiap harinya dapat menurunkan tekanan darah.

Produk Terkait: Vegefrut Kapsul Ekstrak Sayur dan Buah

Beberapa sayuran hijau yang kaya akan nitrat antara lain:

• Sawi
• Kubis
• Selada
• Bayam
• Seledri
• Kol
• Brokoli

2. Buah Bit

Berdasarkan penelitian yang dirilis pada jurnal ilmiah American Heart Association, seseorang yang mengonsumsi jus buah bit mengalami penurunan tekanan darah dalam 24 jam. Penelitian ini memberikan pilihan terapi natural baru dalam menurunkan risiko komplikasi darah tinggi. Sama seperti sayur-sayuran hijau, buah bit mengandung suatu unsur nitrat yang dapat menurunkan tekanan darah. Konsumsi jus buah bit sebanyak 250 mL setiap hari selama 4 minggu mampu menurunkan tekanan darah.

3. Buah Semangka

Buah semangka mengandung suatu asam amino yang dinamakan sitrulin. Sitrulin membantu tubuh memproduksi nitrit oksida, yang dapat merelaksasi pembuluh darah dan meningkatkan fleksibiltas arteri. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.

Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

Dari suatu penelitian, konsumsi semangka selama 6 minggu menurunkan tekanan darah arteri brakialis, suatu arteri utama pada lengan. Konsumsi rutin buah semangka juga diketahui mampu menurunkan tekanan darah pada penderita kekakuan pembuluh darah. Peneliti juga menemukan bahwa konsumsi larutan buah semangka dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh dan menurunkan berat badan sebanyak 30%.

4. Buah Beri

Buah beri seperti blueberry dan stroberi mengandung antioksidan berupa antosianin, suatu jenis flavonoid. Selain buah beri, flavonoid juga tersedia pada berbagai jenis buah-buahan dan sayur-mayur lainnya. Beberapa jenis flavonoid dapat meningkatkan nitrit oksida melalui modulasi aktivitas sejumlah hormon dalam tubuh.
Penelitian menemukan bahwa asupan antosianin yang lebih tinggi berhubungan dengan penurunan risiko hipertensi. Manfaatnya lebih terlihat pada mereka dengan usia kurang dari 60 tahun.

Antosianin terdapat pada sejumlah buah-buahan yang sering dikonsumsi, seperti blueberry, cranberry, dan stroberi. Beberapa jenis jus buah juga mengandung kadar antosianin yang sangat tinggi, seperti jus blueberry, jus anggur, atau jus jeruk.

5. Buah Kiwi

Makanan lain yang dapat menurunkan darah tinggi adalah buah kiwi. Berdasarkan penelitian, konsumsi kiwi setiap hari selama 8 minggu dapat menurunkan tekanan darah, baik sistol maupun diastol yang lebih baik dibandingkan dengan konsumsi apel dengan durasi yang sama.

Buah kiwi memiliki kandungan nutrisi yang sehat seperti serat, kalium, vitamin C, dan antioksidan lain seperti lutein. Buah kiwi juga memiliki fungsi perlindungan jantung (cardioprotective). Konsumsi buah kiwi tiga buah setiap hari menurunkan tekanan darah, meningkatkan kemampuan antioksidan dan gen dalam mengatasi stres seluler dan perbaikan DNA.

Produk Terkait: Nutracare Vitamin C 500

Buah kiwi juga mampu menghambat aktivitas suatu enzim yang terlibat dalam peningkatan tekanan darah, yaitu enzim pengubah angiotensin (angiotensin-converting enzyme/ACE). Buah kiwi juga terlibat dalam peningkatan asupan kalium dan pelebaran pembuluh darah yang diperantarai nitrit oksida.

6. Cokelat Hitam

Folifenol khususnya flavanol yang terkandung dalam produk cokelat, telah ditunjukkan meningkatkan produksi nitrit oksida dalam tubuh. Nitrit oksida akan memicu pelebaran pembuluh darah dan penurunan tekanan darah. Cokelat hitam dan produk cokelat yang mengandung flavanol telah dibuktikan mampu menurunkan darah tinggi.

7. Yoghurt dan Makanan Fermentasi

American Heart Association telah melaporkan bahwa yoghurt mampu menurunkan risiko tekanan darah tinggi. Makanan fermentasi kaya akan probiotik, suatu bakteri baik yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna. Berdasarkan penelitian, konsumsi probiotik memiliki dampak pada penurunan tekanan darah.
Seseorang yang mengonsumsi lima atau lebih porsi yoghurt tiap minggu, memiliki risiko lebih rendah menderita tekanan darah tinggi.

Produk Terkait: Heavenly Blush Classic Greek Yoghurt

Selain yoghurt, beberapa jenis makanan fermentasi lain yang dapat digunakan yaitu:

• Kimchi
• Kombucha
• Miso
• Tempe
• Apple Cider Vinegar

8. Bawang Putih

Bawang putih merupakan antibiotik dan antijamur alami. Bahan aktif utamanya allisin, berhubungan dengan sejumlah manfaat pada kesehatan. Beberapa peneliti menunjukkan bahwa bawang putih meningkatkan produksi nitrit oksida dalam tubuh, yang membentuk relaksasi otot polos dan pelebaran pembuluh darah. Penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita darah tinggi.

Baca Juga: Alami Tekanan Darah Rendah? Siapkan 6 Jenis Makanan Ini di Rumah

Demikian beberapa jenis makanan yang dapat dikonsumsi untuk menurunkan darah tinggi. Namun, meski sudah menerapkan gaya hidup yang lebih baik dengan mengonsumsi makanan yang sehat, tapi harus dipahami bahwa beberapa kondisi penyakit darah tinggi memerlukan pengobatan. Selalu periksa kesehatan Sobat secara rutin dan berkonsultasi ke dokter bila mengalami masalah kesehatan.

Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai hipertensi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Referensi

1. Lloyd-Robert B. Nitrates found in green veg and beetroot help tackle high blood pressure. Available at: qmul.ac.uk/media/news/items/smd/95990.html. 2013.
2. Kapil et. al. Inorganic Nitrate Supplementation Lowers Blood Pressure in Humans. Hypertension. 2010 Aug;56(2):274-81.
3. Figueroa et. al. Watermelon extract supplementation reduces ankle blood pressure and carotid augmentation index in obese adults with prehypertension or hypertension. American Journa of Hypertension. 2012;25(6):640-643.
4. Cassidy A, et. al. Habitual intake of flavonoid subclasses and incident hypertension in adults. The American Journal of Clinical Nutrition. 2011;93(2):338-347.
5. Svendsen M, et. al. The effect of kiwifruit consumption on blood pressure in subjects with moderately elevated blood pressure: A randomized, controlled study. Blood Pressure. 2014:1-7
6. Ried K, et. al. Does chocolate reduce blood pressure? A meta-analysis. BMC Medicine. 2010;8(39).
7. Frank B, et. al. Yogurt may protect women from developing high blood pressureAmerican Heart Association Meeting Report Abstract P169. Available at: newsroom.heart.org/news/yogurt-may-protect-women-from-developing-high-blood-pressure. 2016.
8. Tabassum N, Ahmad F. Role of natural herbs in the treatment of hypertension. Pharmacognosy Reviews. 2011;5(9):30-40.

Chat Asisten ProSehat aja