Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

7 Info Penting Seputar Hepatitis A yang Perlu Kamu Ketahui

Hepatitis A masih merupakan masalah kesehatan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Penyakit ini bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa karena termasuk mudah penularannya. Makanan, minuman, kontak langsung dengan penderita, serta faktor kebersihan adalah beberapa penyebabnya. Hepatitis A acapkali diderita anak-anak karena mereka sering memasukkan tangan kotor ke dalam mulut.
Nah, jika Sahabat Sehat ingin lebih banyak tahu seputar hepatitis A, simak dulu ulasan di bawah ini:

1. Apa Itu Hepatitis A?

Hepatitis A merupakan peradangan (iritasi dan pembengkakan) pada hati disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus ini menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi dengan tinja orang yang terinfeksi. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kurangnya air bersih, sanitasi yang tidak memadai dan kebersihan pribadi yang buruk.

Berbeda dengan jenis hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis dan jarang berakibat fatal, tapi bisa menyebabkan gejala yang melemahkan dan sebagian kecil menjadi hepatitis fulminan atau ganas yang akan sebabkan gagal hati akut dan berhubungan dengan tingkat kematian yang tinggi.

Baca Juga:

2. Gejala Hepatitis A

Gejala penyakit hepatitis A mirip dengan flu atau demam ringan, sehingga tak sedikit orang yang tidak menyadari kalau dirinya terjangkit penyakit tersebut. Masa inkubasi virus Hepatitis A biasanya berlangsung sekitar 14-28 hari, sehingga orang yang terinfeksi umumnya baru merasakan gejala Hepatitis A setelah jangka waktu tersebut. Virus ini mengakibatkan infeksi yang cukup ringan, pada orang dewasa maupun anak-anak, bahkan pada anak di bawah usia 6 tahun cenderung tidak merasakan gejala Hepatitis A.

Hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis. Pada beberapa kasus ringan, gejalanya mirip dengan gejala sakit pencernaan, yaitu diare disertai muntah. Jadi, Sahabat wajib waspada karena seringkali gejala Hepatitis A tampak tersamar.

Gejala-gejala Hepatitis A:

Kulit, kuku, dan mata nampak kekuningan
Lesu, tidak bergairah, letih
Tidak nafsu makan
Demam
Tinja berwarna pucat
Air seni berwarna gelap

3. Penyebab Hepatitis A

Virus Hepatitis A kebanyakan ditemukan dalam tinja dan darah dari orang yang terinfeksi sekitar 15 – 45 hari sebelum gejala terjadi dan selama minggu pertama sakit.

Baca Juga:

Hal – hal yang dapat menjadi risiko terjangkit hepatitis A:

Mengonsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi oleh kotoran (tinja) yang mengandung virus hepatitis A (buah-buahan, sayuran, kerang, es, dan air adalah sumber umum dari virus hepatitis A).
Terjadi kontak dengan tinja atau darah seseorang yang telah terjangkit.
Penderita hepatitis A yang tidak mencuci tangan dengan benar setelah pergi ke kamar mandi dan menyentuh benda-benda lain atau makanan.

Siapa pun yang belum divaksinasi atau belum terjangkit Hepatitis A memiliki risiko yang tinggi. Di daerah di mana virus tersebar luas (endemisitas tinggi), infeksi hepatitis A kebanyakan terjadi pada anak usia dini.

Sedangkan faktor risikonya meliputi orang yang:

Bepergian ke daerah dengan tingkat infeksi virus hepatitis A tinggi.
Memiliki kesadaran menjaga kebersihan tubuh yang rendah.
Tinggal dengan pasien yang terserang virus Hepatitis A.
Melakukan aktivitas oral/anal seks.

4. Penelitian Hepatitis A

Data prevalensi hepatitis berdasar atas hasil Riskesdas(Riset Kesehatan Dasar) menunjukkan bahwa pada tahun 2013 secara nasional diperkirakan 1,2% penduduk di Indonesia mengidap penyakit hepatitis dan kondisi ini meningkat dua kali lipat dibanding dengan tahun 2007, yaitu sekitar 0,6%. Apabila dikonversikan ke dalam jumlah absolut penduduk Indonesia tahun 2013 sekitar 248.422.956 jiwa maka dapat dikatakan bahwa 2.981.075 jiwa penduduk Indonesia terinfeksi hepatitis. Diperkirakan terdapat sekitar 1,5 juta kasus klinis dari hepatitis A terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya, tapi rasio infeksi hepatitis A yang tidak terdeteksi dapat mencapai sepuluh kali lipat daripada jumlah kasus klinis tersebut. Indonesia menempati urutan yang ketiga setelah India dan China

Baca Juga:

5. Cara Pengobatan Hepatitis A

Tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis A. Istirahat dianjurkan saat gejala makin parah. Pengobatan difokuskan pada perbaikan nutrisi dan cairan tubuh yang hilang. Masa pengobatan biasanya memakan waktu beberapa minggu atau beberapa bulan. Dengan harapan tidak terdapat virus yang tersisa dalam tubuh setelah infeksi telah hilang.

Begitu pula jika terjadi pada anak-anak, tidak ada pengobatan yang spesifik dari penyakit ini. Namun Sobat bisa membantu si Kecil meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan mengonsumsi makanan bergizi serta istirahat yang cukup.

Tapi jika anak menunjukkan tanda-tanda berupa muntah yang terus-menerus, kejang, tidak bisa makan/minum sama sekali bahkan terjadi penurunan kesadaran, maka secepatnya harus dibawa ke rumah sakit.

6. Tips Pencegahan Hepatitis A

Sanitasi lingkungan yang baik, keamanan pangan, serta vaksin hepatitis A ialah cara yang paling efektif untuk mencegah hepatitis A. Oleh karena itu, guna mengurangi risiko penyebaran virus, Sahabat perlu menerapkan hal-hal berikut:

Selalu cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan toilet dan setelah Sobat kontak dengan darah, kotoran, atau cairan tubuh orang yang terinfeksi.
Hindari makanan dan minuman yang tak terjaga kebersihannya, terutama produk dari susu.
– Hindari daging mentah atau yang kurang matang.
– Jangan membeli makanan dari pedagang kaki lima yang kebersihannya tak terjaga.
– Masak air sampai mendidih adalah metode terbaik untuk menghilangkan virus Hepatitis A.
– Lakukan vaksinasi hepatitis A.

7. Pentingnya Vaksin Hepatitis A

suntik vaksin

Vaksin hepatitis A berisi virus hepatitis A tidak aktif yang akan merangsang tubuh untuk membuat antibodi sehingga terbentuk kekebalan aktif. Vaksin diberikan dalam bentuk suntikan dan paling sering dilakukan di lengan atas.

Vaksin hepatitis A dipercaya dapat mencegah infeksi hepatitis A setidaknya untuk 20 tahun. Vaksin tersebut dapatmemberi perlindungan sejak 2 minggu setelah dosis pertama, namun untuk perlindungan yang lebih lama, dibutuhkan dosis kedua pada 6 hingga 18 bulan setelah dosis pertama diberikan. Pemberian 2 dosis vaksin hepatitis A efektif untuk mencegah infeksi hepatitis A dan memberikan perlindungan hingga 94%-100% selama minimal 10 tahun.

Produk Terkait:

Nah, jika Sahabat ingin melakukan vaksin hepatitis A, tak perlu repot mencari informasinya. Kini Sahabat hanya perlu mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

Info lebih lanjut mengenai vaksinasi hepatitis A, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

Referensi:
1. [Internet]. 2018 [cited 4 July 2018]. Available from: ejournal.unisba.ac.id
2. Mengenal Hepatitis A pada Anak [Internet]. IDAI. 2018 [cited 4 July 2018]. Available from: idai.or.id
3. Kenali Gejala Hepatitis A pada Anak-anak [Internet]. Id.theasianparent.com. 2018 [cited 4 July 2018]
4. Artikel Umum: Hepatitis A | Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia [Internet]. Pphi-online.org. 2018 [cited 4 July 2018].